IND. STUD, oct.
246
ÃJERITA 8ARAÃ0E8 AMPAÃ.
Jhe( . equot;.
TJEKITA SARAÃOES AMPAT
DARl DALRM
KITAB 80ETJL
TERHIJA8 DENGAN HAMBAR.
Fonds ten behoeve van In^ologische Studiën aan de Rijks Universiteit te Utrecht.
HONDERD EN VIER VEEHALEN
UIT DE
BIJBELSCHE GESCHIEDENIS.
IN HET
M A L E18 C H.
MET PLATEN.
tlITGEOEVEN DOOR HET NEUERLANDSCH BIJBELGENOOTSCHAP. AMSTERDAM 1898.
C4EDKUKT IUJ l'. W. M. TRAP TE LEIDEN.
LIMA POELOBH DOE WA T.IBRIÃA
DARI DALEM
PERDJANDJIAN LAMA.
1. Eadjadian doen ia.
(J. Moesa 1, 2).
1. Pada moelanja Allah mendjadiken langit dan boemi. Maka boemi itoe tjampoer bawoer adanja, roepanja seperti laoetan ketoetoepan kelam-kaboet, maka 11 oh Allah terlajang-lajang di atas moeka ajer. Maka sabda Allah: âDjadilah terang!quot; â Maka lantas mendjadi terang. Soedah itoe maka Allah mentje-reiken terang dengan gelap; maka jang terang di namainja siang, dan jang gelap di namaïnja malem. Soedah djadi sore dan pagi; maka itoelah hari jang pertama.
2. Pada hari jang kadoewa Allah mendjadiken oedara, di namaï langit, ija-itoe aken mentjereiken ajer jang di atas dengan ajer jang di bawah.
3. Pada hari jang katiga Allah mentjereiken laoetan dengan daratan; dan lagi dengan sabda Allah adalah timboel di daratan, i[a-itoe roempoet dan toemboeh-toemboehan dan kajoe-kajoean.
4. Pada hari jang kaampat Allah mendjadiken mata-hari dan boelan dan lagi segala bintang.
5. Pada hari jang kalima Allah mendjadiken segala roepa binatang jang hidoep di dalem ajer, lagi segala boeroeng dan binatang-binatang jang bersajap itoe, serta dengan di ber-kahi Allah aken dia, sabdanja: âDjadilah bijak dan bertambah-tambahlah kamoe!quot;
6. Pada hari jang kaiinem di kaloewarken Allah dari pada boemi segala roepa binatang-daratan. Kemoedian dari pada
4
itoe maka sabda Allah: âBaiklah kami mendjadiken manoesia atas^geta dan toeladan kami, soepaja dia-orang memarentahken segala ikan jang di dalem laoet, dan segala boeroeng dan binatang-daratan, dan saisi boemi sekalian.quot; â Maka di djadiken Allah aken manoesia itoe atas petanja, atas peta Allah di djadikennja aken dia, ija-itoe saorang laki-laki jang di namaïnja Adam, serta dengan di kasieh saorang perampoewan djoega; lantas di berkahi Allah aken kadoewanja dengan sabdanja: âDjadilah bijak dan bertambah-tambahlah kamoe, dan penoehilah aken moeka boemi dan taloekkenlah segala isinja!quot; â Maka Allah melihat sabarang jang di djadikennja itoe, sasoenggoehnja terlaloe baik-lah adanja.
7. Maka pada hari jang katoedjoeh itoe berhentilah Allah dari pada segala pekerdjaiinnja jang soedah di perboewatnja. Maka di berkahi Allah aken hari jang katoedjoeh itoe serta di moeliakennja aken dia.
2. Adam dan Hawa berboewat dosa.
(J Moesa 2, 3).
1. Toehan Allah berboewat soewatoe petamanan jang terlaloe endah di tanah Eden, ija-itoe jang di namaï Fir do es, aken mendjadi tempatnja manoesia itoe, di soeroehnja tinggal dan bekerdja di dalemnja serta dengan di piarakennja.
Adalah dalem petamanan itoe banjak pohoen-pohoen kajoe jang elok roepanja serta dengan boewahnja jang enak di makan. Maka ditengah-tengah Fir do es itoe adalah pohoen-kajoe doewa batang: jang satoe bernama po hoen kahidoepan, dan jang lain bernama pohoen pengatahoewan aken barang jang baik dan jang dj ah at. Maka Toehan Allah membri parentah larangan kapada manoesia, baginilah sabdanja: âBoewah-
5
boewah segala pohoen jang dalem taman ini bolih kowe makan sasoekamoe; melainken boewah pohoen pengatahoewan aken barang jang baik dan jang djahat itoe djanganlah kowe makan: karna pada hari kowe makan dari padanja mesti kowe mati.quot;
2. Maka pada soewatoe hari adalah orang perampoewan itoe lagi berdjalan-djalan di deket pohoen pengatahoewan aken barang jang baik dan jang djahat, maka pada waktoe itoe adalah soewatoe oelar jang terlaloe tjerdik. Maka kata oelar kapada orang perampoewan itoe: âBarangkali parentah Allah baginilah boe-ninja: âDjangan kamoe makan boewah-boewah segala pohoen jang dalem taman ini!quot; Maka sahoetlah orang perampoewan itoe bagini: âMelainken pohoen jang di tengah taman itoe adalah parentah Allah: âDjangan kowe makan atawa pegang aken dia, soepaja djangan kowe mati.quot; Maka berkata lagi oelar kapada perampoewan itoe: âTentoe tidak kowe aken mati; melainken Allah soedah tahoe kapan kowe memakan boewahnja pohoen ini, ta'-bolih tidak nanti terboekalah matamoe, dan kowe nanti
6
mendjadi seperti Allah djoega, sebab mengatahoewi aken barang jang baik dan jang djahat.quot; â Sedeng bagitoe maka di pan-denglah perampoowan itoe aken boewah polioen itoe baik aken di makan dan manis roepanja, malah bikin kepingin aken bero-lih pengatahoewan; kamoedian dia ambil dari pada boewahnja dan di makannja djoega, serta di kasiebkennja kapada lakinja, maka diapoen makanlah.
Maka pada koetika itoe kadoewanja itoe terboekalah matanja serta merasa dirinja telandjang, maka dia-orang ambil daoen pohoen ara, di anjamnja di perboewatnja tjawet.
3. Maka mendengar dia orang soewara Toehan Allah jang berdjalan dalem taman pada waktoe angin dateng. Maka Adam dengan perampoewannja itoe lantas semboeniken dirinja dari hadepan Toehan Allah di tengah kajoe-kajoean dalem taman itoe.
Maka dipanggil Toehan Allah aken Adam, sabdanja: âDi mana kowe?quot; â Maka sahoet Adam: âHamba dengar soewara Toehan dalem taman; maka takoetlah hamba, karna hamba bertelandjang, maka sebab itoe hamba bersemboeni.quot; â Maka sabda Allah: âSiapa kasieh tahoe padamoe, kowe bertelandjang? Apa kowe makan boewah pohoen jang soedah koe-larangken itoe?quot; â Maka sahoet Adam: âPerampoewan jang Toehan kasiehken kapada hamba, itoe jang kasieh pada hamba, maka hamba makan djoega.quot; â Maka sabda Toehan Allah kapada perampoewan itoe: âApatah ini jang soedah kowe per-boewat?quot; â Maka sahoet perampoewan itoe: âSi oelar itoe menipoe hamba, maka hamba makan.quot;
4. Maka sabda Allah kapada oelar itoe: âSebab kowe soedah berboewat bagitoe, maka kowe kena la'nat lebieh dari pada sekalian binatang, kowe aken mendjoeloer, dan memakan leboe sapandjang oemoermoe. Maka akoe mendjadiken persatroewan antaramoe dengan perampoewan ini, dan antara toeroenanmoe dengan toeroenan dia; maka dia aken mengantjoerken kapala-moe, dan kowe aken menggigit toengkaknja.quot;
Maka sabda Toehan kapada perampoewan itoe bagini: âDe-
ngan kasoesahan aken kowe beranak, dan kowe aken di bawah parentah lakimoe.quot;
Maka sabda Toehan Allah kapada Adam: âSebab kowe soe-dah menoeroet kata binimoe serta soedah memakan boewah pohoen jang koe-larangken itoe, maka keaa la'natlah boemi itoe sebab kowe; dengan kasoesahan aken kowe makan hasilnja saoemoer hidoepmce; doeri dan ketjoeboeng aken timboel dari padanja; dan dengan berkeringet aken kowe makan redjekimoe, sahingga kowe kembali kapada tanah, karna kadjadianmoe dari pada tanah djoega; adamoe leboe, maka kapada leboe poen kowe aken kembali djoega.
5. Maka di namaï Adam aken bininja itoe Hawa, ja-itoe iboe segala orang jang hidoep. Maka Toehan Allah perboewatken Adam dan Hawa itoe saroeng dari pada koelit, lantas di pakei-kennja aken dia-orang, habis di soeroehnja kaloewar dari dalem Firdoes, dengan di taroehkennja di hadepan taman itoe bebrapa malaikat serta dengan soewatoe pedang bernjala-njala, aken mendjaga djalan jang teroes kapada pohoen kahidoepan itoe adanja.
3. Kaïu dan Habil.
(J Moesa 4).
1. Maka Adam poenja anak laki-laki jang toewa bernama Kaïn, dan jang kadoewa Habil namanja. Maka Kain itoe pe-kerdjaannja peroesah-tanah, dan Habil itoe sa'orang gombala kambing.
Maka pada soewata hari adalah kadoewa orang bersoedara itoe membawa koerban kapada Toehan. Maka koerbannja Kain itoe boewah-boewahan hasil tanahnja, dan koerbannja Habil itoe anak soeloeng kambingnja. Maka Toehan trima aken Habil
serta dengan koerbannja; tetapi aken Kain serta dengan koer-Ijannja itoe tiada di trimanja; karna Habil itoe saorang saleh
adanja, tetapi Kain boekan. Maka dari pada itoe Kain marah sanget; serta moekanja poen asemlah. Maka sabda Toehan kapa-da Kain: âMengapa moekamoe asem? Kaloe kowe berboewat baik, boekan koe-trima djoega? Kaloe tiada kowe berboewat baik, maka dosa itoe ada di moeka pintoe aken menipoe kowe; maka djangan kowe toeroeti maoenja si dosa itoe, balik teloek-kenlab dia!quot;
2. Kemoedian dari pada itoe berkata-katalah Kain dengan Habil, adiknja; maka pada soewatoe bari dia-orang bersama-sama di sawah, maka Kain lantas menganijaja aken Habil, adiknja, sabingga di boenoebnja aken dia.
Maka sabda Toehan kapada Kain: âHabil, adikmoe, ada di mana?quot; â Maka sahoet Kain dengan angkoehnja: âAkoe tidak tahoe; apa akoe penoenggoe adikkoe?quot; â Maka sabda Allah: âKowe soedah bekin apa, maka dar ah adikmoe mengadoeh-
9
adoeh kapadakoe dari pada boemi? Maka kena la'natlah kowe di atas boemi; karna boemi itoe soedah menarima darah adik-moe jang kowe toempahken itoe. Maka kapan kowe nanti me-ngoesahaken tanah, tiada aken kaloewar hasilnja lagi padamoe; dan kowe aken mengoembara di atasnja.quot; â Maka kata Kain kapada Toehan; âKasalahan bamba terlaloe besar bingga tida bolih di ampoeni lagi. Barang siapa jang bertemoe dengan bamba, tentoe aken memboenoeb hamba.quot; â Maka sabda Toeban: âItoe tidak!quot; â Habis Toeban taroeb soewatoe tanda pada badan Kain, soepaja djangan sampei dia di boenoeb orang.
Maka oendoerlah Kain dari pada badepan Toehan, kemoedian dia tinggal di tanab Nod, di sabelab timoer tanab Eden. Maka anak tjoetjoenja itoe sama djoega angkoehnja seperti bapanja, dan tiada dia-orang takoet aken Toeban. Adalab toeroenan Kain itoe tiga orang jang terseboet di bawab ini: Jang saorang ber-nama Jabal, ija-ltoe jang bermoela piara cbewan dengan ngoem-bara dan memondok dalem cbeimab. Jang kadoewa bernama Joebal , ija-itoe jang bermoela adjar bermain ketjapi dan lain-lain jang nama boenji-boenjian. Maka jang katiga bernama Toebal-Kain , ija-itoe jang bermoela adjar berboewat segala pe-kakas dari pada tembaga dan besi.
4. Serta soedah mati Habil, maka Adam dan Hawa mendapet saorang anak laki-laki lagi, di namaï aken dia Set (Sis), artinja ija-itoe: gantinja jang soedah ilang. Maka adalab saorang toe-roenannja Set itoe bernama Henoch (Idris), dialah saorang jang menghadep kapada Toeban Allah, serta dengan mengingetken orang jang tiada takoet aken Toehan. Maka dari pada itoe Allah mengangkat dia kasorga dengan hidoepnja djoega. Dan adalab saorang anaknja Henoch itoe bernama Matoesalach, dialah di kasieh oemoer sampei sembilan ratoes anem poeloeh sembilan tahoen. Maka Matoesalach itoe jang terlebieh pandjang oemoernja dari pada sekalian manoesia adanja.
10
4. Bandjir besar (Toefan).
(I Moesa 6 â 9).
1. Adalah manoesia itoe semangkin bertambah-tambah banjak-nja, semangkin bertambah-tambah dosanja dan kadjahatannja. Maka sabdalah Allah: âManoesia itoe tiada maoe di parentahken Rohkoe, ija-itoe dari sebab hawa nafsoenja; maka akoe kasieh tempo lagi padanja saratoes doewa poeloeh tahoen.quot;
2. Serta di lihat Toeban aken manoesia itoe tiada dia-orang maoe bertobat, malab lebieh hari lebieh djadi djahatnja, maka sabda Allah: âManoesia jaug soedah koedjadiken di atas boemi itoe nanti koe-ilangken djoega.quot;
3. Maka adalah saorang bernama Noeii, dialah di kasihani sama Toehan, karna Noeh itoe saorang saleh adanja; sahari-hari dia menghadep kapada Toehan. Maka sabda Allah kapada jSToeh: âBikinlah soewatoe prahoe dengan bebrapa kamarnja, serta dengan pintoe dan djandelanja djoega. Bikinlah pandjaagnja prahoe itoe 300 hasta, dan lebarnja 50 hasta, tingginja 30 basta; karna akoe nanti mendatengken bandjir besar; maka kowe nanti masoeklah kadalem prahoe itoe beserta dengan anak binimoe dan anakmoe-mantoe; lagipoen dari pada segala roepa binatang mesti kowe bawa masoek kadalemnja sapasang-sapasang, soepaja pada hari di blakang bolih dia mendjadi bibit di atas boemi; maka lain dari pada itoe mesti kowe bawa djoega makanan boewat kowe-orang dan lagi segala binatang-binatang itoe.quot; â Maka Noeh berboewat segala perkara bageimana parentah Allah kapa-danja. Dalem itoepoen orang-orang sekali-kali tiada mendjadi fikirnja, melainken di teroeskennja kelakoehannja jang djahat itoe bageimana tadi-tadinja.
Maka tiada antara lama masoeklah Noeh kadalem prahoenja bersama-sama segala ahlinja serta dengan segala sasoewatoe jang soedah di sediakennja tadi. Maka pada waktoe itoe Noeh poenja oemoer anem ratoes tahoen. Serta pintoe prahoe soedah di toetoep
11
sama Toehan; maka bandjir lantas dateug djoega. Segala tempat-tempat ajer jang di bawah boemi itoe berbelali-belah, dan segala pintoe-ajer di langit terboekalah; maka toeroenlah hoedjan sampei ampat poeloeh hari ^an ampat poeloeli malem lamanja. Maka ajer lebieh. hari lebieli bertambah besarnja, maka tiada lama pralioe itoe terangkat sahingga dia teranjoet di bandjir. Maka dengan terlaloe besarnja bandjir itoe sahingga goenoeng
jang tinggi-tinggi itoe semoewa tenggelemlah di dalem ajer. Dengan sabegitoe bandjir masieli naik djoega, sampei ajer poenja tinggi ada limabelas basta lebieh dari pada poetjak goenoeng jang paling tinggi. Maka dalem hal itoe segala orang dan segala binatang jang hidoep di darat itoe matilah; melainken Noeh dengan temen-temennja dan segala apa jang bersama-sama dengan dia di dalem prahoe itoe selamet adanja.
Serta soedah antara liraa boelan, maka dengan koewasa Allah adalah toeroen angin, meudjadi ajer moelai soeroet, hingga tiada
12
lama lagi prahoenja Noeh kandas di atas goenoeng Ararat. Serta soedah antara sembilan boelan, maka kalihatanlah segala poetjak goenoeng. Sasoedahnja Noeh bernanti lagi ampat poeloeh hari, maka lantas dia memboeka djandela prahoenja serta dengan melepasken saekor gagak. Maka gagak itoe terbang; pegi dateng tiada maoe masoek kadalem koeroengan lagi. Kemoedian dari pada itoe maka di lepaskennja lagi soewatoe boeroeng dara, maka boeroeng dara itoe lantas kembali masoek kadalem prahoe lagi. Maka antara toedjoeh hari di lepaskennja lagi boeroeng dara itoe; maka tiada lama kembalilah boeroeng dara itoe, maka pada moeloetnja ada soewatoe daoen jang terpetik dari pada pohoen zaïtoen. Soedah begitoe maka Noeh bernanti lagi toedjoeh hari, lantas di lepaskennja lagi soewatoe boeroeng dara, maka boeroeng dara itoelah terbang teroes tiada poelang kembali. Habis begitoe Noeh lantas angkat toetoep prahoe jang di atas itoe, maka di lihatnja aken ajer itoe soedah habis adanja. Dalem itoepoen Noeh bernanti lagi doewa boelan. Serta moeka boemi soedah kering, maka lantas kaloewarlah dia dari dalem prahoenja beserta dengan segala temennja.
Serta Noeh soedah toeroen di boemi, maka dia berboewat madzbah aken membawa koerban kapada Toehan boewat tanda tarima-kasiehnja. Maka pada koetika itoe sabdalah Toehan dalem dirinja: âTiada nanti akoe mela'nati boemi lagi dari sebab manoesia; karna angen-angen hati manoesia itoe djahat adanja dari pada ketjil moela. Maka moelaï sekarang, selama ada boemi tiada nanti poetoes lagi aken moesim sebar bidji dan moesim mengoendoeh, dingin dan panas, moesim hoedjan dan moesim terang, sijang dan malem itoe.quot;
Lagipoen Allah memberkahi aken Noeh dengan menetepken perdjandjiannja bageimana terseboet di atas tadi. Maka Allah taroeh kloewoeng di langit boewat tanda perdjandjiannja itoe dengan sabdannja: âItoelah satoe tanda perdjandjiankoe dengan segala kadjadian jang liidoep dan jang berdaging di atas boemi, jang tiada nanti koeroesakken lagi dia seperti jang telah soedah itoe.quot;
u
Adapoeh anak-anaknja Noeh jang toeroet masoek kadalem prahoe itoe ada tiga orang lelaki, ija-itoe Sem, Cham, dan Jafet namanja. Maka katiga orang itoepoen jang menceroenken segala manoesia sasoedahnja bandjir besar itoe.
5. Panggoens: di Ba bil.
(I Moesa 11).
Kemoedian dari pada bandjir besar itoe Noeh tinggal hidoep lagi tiga ratoes lima poeloeh tahoen. Maka koetika matinja dia poenja oemoer sembilan ratoes lima poeloeh tahoen. Sasoedahnja Noeh itoe maka tiada lagi orang jang di kasieh oemoer bagitoe pandjang. Anaknja Noeh jang bernama Sem itoe kemoedian dari pada bandjir besar itoe di kasieh oemoer lagi lima ratoes tahoen. Tetapi sasoedahnja dia, maka kakoewatan manoesia moelaï banjak koerang adanja, ternjata dari pada oemoernja djoega; karna oemoer manoesia pada zaman itoe tjoema sampei ampat ratoes tahoen, dan tiada antara lama lagi malah tjoema doewa ratoes tahoen oemoernja.
Lagipoen pada zaman itoe adalah orang jang pegang parentah itoe moelaï meneloekken orang dan memperhambaken orang dengan gagahnja. Maka jang bermoela menganijaja orang, ija-itoe saorang tjoetjoenja Cham, bernama Namroed; dialah saorang perboeroe jang masjhoer dengan gagahnja, maka dialah jang bermoela bediriken karadjaan negri Babil.
Adalah pada zaman itoe segala isi boemi itoe tjoema satoe bhasa djoega. Maka tinggallah dia-orang berkoempoel pada soe-watoe tanah lapang di mana Siniar di pinggir soengei Frat. Maka dia-orang dapet ingetan aken berboewat soewatoe kota serta dengan panggoengnja jang oedjoengnja sampei kalangit; ija-itoe dengan nijatnja soepaja masjhoerlah namanja, dan soepaja
14
djangan sampei dia-orang tertjerei-berei di antero doenia adanja. Tetapi ingetannja jang bagitoe itoe Toehan Allah tida soeka. Maka toeroenlah Toehan kadoenia serta meroesoehken bhasa mauoesia, hingga saorangpoen tiada mengarti lagi aken kata temennja. Maka dari pada itoe tertjerei-bereilah dia-orang dari sana kaütas segala moeka boemi, dan tiada dapet menghabisken pekerdjaan membangoen kota itoe.
O. Ibrahim di panggil sama Toehan Allah. â Bertjereinja dengan Loet.
(J Moesa 12â14).
[
Adalah di tanah Oei'kasdim saorang toeroenan Sem, bernama Térah; dan ada padanja tiga anak lelaki, ija-itoe Abram dan Nahor dan Aran namanja. Maka sapeninggal analen ja jang bernama Aran itoe, maka berdjalanlah Térah itoe katanah Me-sopotanvi beserta dengan kadoewa anaknja dan sanak-soedaranja sekalian.
Pada zaman itoe adalah manoesia dalem alam doenia dengan roepa-roepa bangsanja; tetapi djaranglah orang jang berbakti kapada Toehan Allah ; lbanjaklah jang menjembah brahala. Maka dari pada itoe adalah parentah Allah kapada Abram, bagini sabdanja: âKaloewarlah kowe dari negrimoe dan dari pada sanak soedaramoe dan dari roeinah-bapamoe; pergilah kanegeri jang aken koe-toendjoek kapadamoe. Maka akoe nanti mendja-diken kowe 8atoe bangsa jang besar dan akoe nanti niember-kahi kowe dan membesarken namamoe, maka kowe mendjadilah soewatoe berkah. Maka akoe kasieh berkah kapada barang siapa jang memberkahi kowe 5 dan akoe kasieh la nat kapada barang siapa jang mela'nati kowe; maka dari dalemmoe djoega segala bangsa jang di atas boemi itoe nanti mendapet berkah.
15
Maka berangkatlah Abram bersama-sama dengan Sarah, bini-nja, dan dengan Loet kaponakannja. Maka koetika itoe adalah Abram poenja oemoer toedjoeb poeloeh lima tahoen. Serta dia-orang sampei di tanah Kanaan, maka kalihatanlah Toehan kapada Abram dengan berdjandji aken dia: âTanah inilah aken koe-kasiehken kapada katoeroenanmoe.quot;
Maka di si toe djoega Abram berboewat madzbah aken memoe-liaken nama Toehan jang soedah kalihatan kapadanja.
2. Abram dan Loet, keponakannja, masing-masing ada piara cliewan._ terlaloe banjaknja; sabingga tanahnja tiada tjoekoep roempoetnja aken di makan chewan-chewan sekaliannja itoe. Maka djadilah pada soewatoe hari gombal au ja Abram berbantah-bantahan dengan gombalanja Loet dari perkara tempatnja che-wan itoe. Maka kata Abram kapada Loet: âKita-orang ini bersoedara adanja; lagipoen tanah tiada koerang lebarnja; maka itoe lebieli baik kita orang bertjerei sadja, soepaja djangan djadi perbantahan akoe dengan kowe, atawa gombalakoe dengan gombalamoe; kaloe kowe maoe pergi ka-kiri, maka akoe nanti pergi ka-kanan; dan kaloe kowe maoe pergi ka-kanan, nanti akoe pergi ka-kiri.quot; â Maka Loet lantas pilih tempat pada tanah lapang jang deket kali Jarden, sebab banjak ajernja dan terlaloe bagoesnja, soedah seperti taman Toehan djoega roepanja; maka di sitoepoen negeri Sodom dan Gomora adanja. Maka Loet lantas memboewat tempat di negri Sodom, dan Abram memboewat tempat deket oetan-djati Mamre, jang tiada djaoeh dari negri Hebron.
3. Maka tiada antara lama adalah radja di negri Elam, bernama Kedor-Laomer, angkat berprang kanegri Sodom dan Gomora. Maka kalablah radja Sodom dan radja Gromora itoe, sahingga larilah dia-orang beserta dengan balanja. Maka barang poenjanja isi-negri itoe dan redjekinjapoen di rampas sama bala moesoeh itoe, dan bebrapa orang jang ketinggalan di sitoe di tangkepnja dan di bawanja poelang kanegrinja. Maka Loet djoega toeroet tertangkep dan di bawa sama moesoeh. Maka adalah saorang jang tiada kena tertangkep itoe dateng menghadep
lê
kapada Abram dengan mengkabarken sabageimana jang terseboet di atas ini. Serta Abram deagar kabar kaia bagitoe, maka lekas-lekas dia koempoelken hambanja, adalah banjaknja tiga ratoes delapan belas orang, beserta dengan sendjatanja, lantas di adjaknja aken dia-orang memboeroe Radja Kedor-Laomer itoe. Serta soedah kedapetan di mana tempat perhentiannja pada waktoe malem, maka lantas dia melanggar Radja Kedor-Laomer itoe, dan poekoel sama dia sampei dia lari djoega. Maka dalem itoepoen Abram dapet mereboet segala barang rampasan, dan keponakannja poen di bawanja kembali, dengan anak bininja dan segala barang poenjanja dan segala orang perampoewan dan lagi orang banjak.
Koetika Abram masieh ada di djalan maka bertemoelali dia dengan Malkisedek, radja Salem, membawa roti dan anggoer kapada Abram. Maka Malkisedek itoe imam Allah taala adanja. Maka dia poedji-poedjiken Abram itoe, baginilah poedjinja: âBiar Abram di berkahi jama Allah taiila jang mempoenjaï langit dan boemi, dan biar segala poedji di bawa kapada Allah taala jang soedah menjerahken segala moesoehmoe kapada tan-ganmoe!quot;
Habis bagitoe maka datenglah radja Sodom mendapetken sama Abram, dengan permintaannja soepaja segala orang-orang radja Sodom poenja di kasieh kembali kapadanja; balik segala barang rampasan itoe biar di ambil sama Abram sendiri. Maka kata Abram kapada radja Sodom: âAkoe soedah bersoempah demi Toehan, ija-itoe Allah taiila jang mempoenjaï langit dan boemi: sekali-kali tiada akoe maoe mengambil barang poenjarnoe, sedi-kitpoen tidak, soepaja djangan sampei di blakang kali katamoe: Akoe mendjadiken Abram kaja.quot;
17
7. Fei'djiindjiaii Allah kapadii Abram.
(I Moesa 15, 27, 18).
Kcmoedian dari pada segala perkara jang terseboet di atas ,ifeoe, datenglah sabda Allah kapada Abram, bagini sabdauja: âHei Abram! djanganlah kowe takoet, karna akuelali tameng-moe, dan opahmoe jang terlaloe besar adanja.quot; â Maka sahoet-lah Abram: âJa Allah! ïoehan! Toehan maoe kasieh apa pada saja, sedeng saja nanti mati dengan tiada meninggalken anak.quot; â Maka pada waktoe itoe adalali hari soedah malem. Maka ïoe-han soeroeli Abram kaloewar dengan sabdanja: âTengoklah kalangit, dan itoengkenlah segala bintang! Apa kowe dapet mengitoeng dia? Lab, bagitoe djoega nauti toeroenanmoe tiada dapet di itoeng adanja.quot; Maka Abram pertjaja aken Toehan, dan pertjajanja itoelah di itoeng sama Toehan mendjadi oetamanja. _
Serta Abram poenja oemoer seinbilan poeloeli sembilan tahoen, maka kalihatanlah Toehan kapadanja dengan sabdanja: âAkoelah Allah jang maba koewasa, maka lakoekenlab dirimoe dengan menghadep kapadakoe, serta dengan tocloes hatimoe. Akoe maoe memboewat perdjandjian dengan kowe, dan akoe nanti mendjadiken toeroenanmoe terlaloe banjak adanja. Maka nama-moe Abram itoe sekarang koe-gantiken Ibrahif, karna kowe soedah koe-djadiken bapa beberapa banjak bangsa.quot; â Maka pada waktoe itoe djoega Allah membri parentali kapada Ibrahim, patoetlab dia bersoenat, dan bagitoe lagi segalali toeroe-nannja jang laki-laki itoe pada oemoernja delapan hari patoet di soenatken, ija-itoe aken tanda perdjandjian jang bharoe di perboewat Allali dengan Ibrahim itoe.
Kemoedian dari pada itoe maka kalihatanlah Toehan kapada Ibrahim, tempatnja deket di oetan-djati Mamre, koetika Ibrahim lagi doedoek di moeka pintoe cheimaiinja pada tempo hari panas. Serta Ibrahim angkat matanja, maka di lihatnja ada tiga orang
2
18
lelaki dateng kapadanja. Maka lekas-lekas Ibrahim raendapetken dia-orang dengan toendoek moekanja, serta dengan katanja: âJa toewan! Kaloe ada belas kasiehan toe wan pada hamba, maka berhentilah sabentar di bawah pohoen kajoe ini, bijar hainba soeroeh bawaken sedikit ajer boewat rjoetji kaki toewan, dan hamba ambilken roti djocga.quot; â Maka masoeklah Ibrahim kadalem cheimahnja dan tjarita-tjarita kapada Sarah, istrinja, densran soeroeh dia lekas-lekas bikin roti. Maka samantara itoe Ibrahim mengambil saekor anak-sapi jang gemoek, dia kasieh-ken kapada orangnja aken memotong dan memasakken dia; lagi dia ainbil mentega dengan ajer-soesoe djoega. Serta soedali sedia semoewa, maka di anterken sama Ibrahim kahadepan tamoenja; dan selagi dia-orang doedoek makan, maka Ibrahim menghadepi dengan bediri di bawah pohoen kajoe itoe.
ITabis makan maka kata Toehan kapada Ibrahim: âBesoek tahoen jang dateng ini, pada masa begini, Akoe nanti kembali kapadamoe, maka pada itoe tempo sasoenggoehnja Sarah istrimoe soedah dapet soewatoe anak laki-laki.quot; â Maka terdengarlah kata itoe kapada Sarah ada di blakang pintoe cheimah, maka ketawalah dia dalem hatinja. Maka kata Toehan kapada Ibrahim: âApa sebabnja Sarah itoe ketawa? Kiranja apa ada barang jang moestahil kapada Toehan?quot;
8. Ibralilm niintaken anipoen oraug di negri Sodom dan Gomora.
(J Moesa 18).
1. Kemoedian dari pada itoe maka katiga orang tetamoe tA menjampeiken perdjalanannja ka-negri Sodom. Maka Ibrahim ' gt; poen berdjalan bersama-sama, aken menganterken dia-orang. Ada
di djalan, maka kata Toehan di dalem hatinja: âMasa tidak
19
akoe kasieli tahoe pada Ibrahim dari perkara jang koe-perboewas itoe; sedeng dalem dia itoe segala bangsa manoesia nanti dapet berkah; dan akoe soedah pilih dia, soepaja dia soeroeh anak-anaknja dan segala toeroenannja berdjalan pada djalan Toehan dengan kelakoeliannja jang betoel dan jang baik.quot;
Habis berkata bagini, maka ïoehan kasieh tahoe pada Ibrahim apa jang djadi perloenja berdjalan itoe: ija-itoe dari sebab orang-orang di Sodoin dan Gomora terlaloe djahat adanja, sahingga inaoe di roesakken negrinja beserta dengan isinja sekaliannja.
2. Sedeng bitjara bagitoe maka jang doewa orang tetamoe itoe berdjalan teroes; tetapi Ibrahim tinggal lagi terdiri di hadepan Toehan dengan katanja: âMasa Toehan nanti meroe-sakken orang baik-baik bersama-sama dengan orang djahat! Kaloe-kaloe dalem negri itoe ada lima poeloeh orang jang baik, apa Toehan tiada sajangken tempat itoe karna lima poeloeh orang jang baik itoe? â Maka dwajab Toehan: âKaloe dalem negri Sodom itoe koe-dapeti lima poeloeh orang jang baik, maka karna dia-orang itoelah soenggoeh koe-sajangken antero tempat itoe.quot;
Maka kata Ibrahim lagi: â Sasoenggoehnja hamba membraniken diri hamba berkata-kata dengan Toehan, maskipoen hamba leboe-tanah dan aboe adanja. Barangkali ada koerang lima dari pada lima poeloeh orang jang baik itoe, masa Toehan nanti meroe-sakken djoega negri itoe, dari sebab koerang lima orang!quot; â Maka djawab Toehan: âAtsal koe-dapeti ampat poeloeh lima orang jang baik, maka tiada koe-roesakken tempat itoe.quot;
Maka Ibrahim tiada berhenti-berhenti mintaken ampoen orang di negri Sodom dan Gomora itoe dengan katanja: âKaloe-kaloe dalemnja ada barang ampat poeloeh orang jang baik, atawa tiga poeloeh, atawa doewa poeloeh, barang kali jang baik itoe tjoema sapoeloeh orang djoega.quot; â Maka Toehan berdjandji djoega bageimana Ibrahim poenja permintaan itoe; djandjinja: âKarna sebab sapoeloeh orang itoelah , maka tiada nanti koe-roesakkennja,quot;
Soedah bagitoe maka oendoerlah Toehan; maka Ibrahim djoega kembali katempatnja.
20
9. Roesaknja negri Sodom dan Gomora.
(I Moesa 19).
1. Pada waktoe sore adalah kadoewa malaikat jang mengi-ringken Toelian itoe soedah sampei kanegri Sodom. Maka sasam-pcinja di sitoe, kabetoelan Loot ada doedoek di pintoe negri. Scrtii dia lihat ada orang dateng, maka di kirakennja ija-itoe orang perdjalanan, maka berdirilah Loot itoe mendapotkeu dia-orang dengan segala hormat, sorta dongan permintaannja soepaja dia-orang bormalem di roemahnja. Sorta dia-orang soedah masoek kadalom roemahnja Loet itoe, lantas Loot soeroeh sediaken makanan; maka dia-orang makanlah. Sabeloom dia-orang masoek tidoor, maka datenglah segala orang isi negri Sodom, toewa rnoeda mengepoong roemahnja Loot, dan soeroeh dia kaloewarken tamoonja aken herboewat djahat padanja. Maka Icaloowarlah Loet dari dalem roomaihnja dan boedjook-boodjook dia-orang, soepaja djangan dia-omng inonjampoikon maoenja. Dengan soba-gitoe dia-orang tra-bolih di larangkon lagi, sahingga maoe tarooh tangan pada Loet sondiri, dan paksa pintoe roemahnja aken masoek kadalemnja. Sorta malaikat talioe tingkahnja orang Sodom kaja bagitoe, maka dia-orang tarik sama Loet masoek kadalom roemah, dan ]»iiit«gt;e lantas di koentjikennja. Lagipoon segala orang Sodom jang di moeka pintoe itoe, di bikin kaboor matanja sama malaikat, sahingga dia-orang dengen bingoengnja mentjari pintoe tida bolili dapot.
Maka kata kadoowa malaikat itoe kapada Loot: âKaloe di sini ada sanak-soedaramoe atawa lain orang jang kowe poenja, adjaklah dia-orang kaloewar dari negri ini, sobab kita-orang di sooroohken sama Toeban meroosakken tempat ini.quot; â Maka Loet lantas bilang-bilang kapada bakal mantoenja bageimana perkataan malaikat itoe; tetapi bakal mantoe itoe tiada portjaja, pada sangkanja dia-orang Loet poora-poera sadja.
2. Maka pada waktoe padjar malaikat soeroeh Loet lekas-lekas
lari dari dalem tico'ri Sodom itoe, soopaja djangan dia dapct tjilaka di sitoe. Bagitoe djoega Loet tiada lantas maoe berangkat, sahingga malaikat itoc pegang tangannja dan tangan bminja dan tangan kadoewa anaknja, menganterken dia-orang kaloewar negri. Serta soedah dateng di loc war negri, maka kata malaikat: âLarilah kamoc, lepaskeu njawamoe, djangan menolih kablakang, dan djangan Iterlienri-berhenti kapan kamoe beloem djaoeh dari pada negri ini, soepaja tljangan kamoe toeroet tjilaka.quot;
Serta mata-hari bharoe kaloewar, maka masoeklah Loet kadalem negri Zoar. Maka samantara itoe Toehan menoeroenken hoedjan balirang dan api dari langit kapada negri Sodom dan Gomora, sahingga roesaklah kadoewa negri itoe, dan antero tanah ber-koeliling dengan segala isinja. Maka pada waktoe itoe Loet beserta anak bininja masieh berdjalan djoega. Maka bininja Loet itoe tiada menoeroet parentah malaikat tadi, sahingga dia me-nolih kablakangnja; maka sakoetika itoe djoega ilia mendjadi tijang garem.
Terseboetlah Ibrahim pada pagi-pagi liari itoe djoega bangoenlah dia lantas pergi katempat ili mana dia berdiri menghadep sama Toehan tadi. Maka dia pandeng kasabelah negri Sodom dan Gomora itoe, heiran dia melihat ada asep naik dari pada tanah itoe seperti asep dapoer adanja.
10. Iskiik di peraiiiikken. â Tsmaïl di oesir.
(/ Moem 16, 21).
1. Kapan Ibrahim poenja oeinoer soedah seratoes tahoen, maka bbaroelah Allab menjampeiketi perdjandjianiija padanja. Sasoenggoelinja pada waktoe itoe Sarah bininja beranakken satoe anak laki-laki, jang di kasicb nama Iskak.
Dengan sebagitoe pada tempo Iskak di lahirken itoe, Ibrahim
22
ada satoe anak laki-laki, bernama Ismaïl, ija-itoe jang di per- dalu
anakken sama Hagar, boedaknja jang di ambil goendik sama Ber
Ibrahim. Maka koetika Iskak di sapih sama iboenja, adalah lab'
Ibrahim berboewat satoe pesta besar, maka di dalem pesta itoe te1quot;!1
Ismaïl fcoendjoekken nakalnja, soeka bersindir-sindir; maka men- Sen
djadi marahnja Sarah, sahingga kata Sarah kapada Ibrahim : di
âOesirken sadja ini boedak perampoewan serta dengan anak- jan
jang bagitoe. Tetapi sabda Allah kapada Ibrahim: âPerkara itoe djangan djadi hatimoe; apa jang di kataken Sarah dari pada anak itoe dengan maknja, toeroetlah djoega: karna dalem Iskaklab toeroenanmoe aken di seboet. Dalem itoepoen anaknja boedakmoe djoega nanti koe-djadiken soewatoe bangsa besar; karna diapoen masoek toeroenanmoe.quot; â Kemoedian dari pada itoe Ibrahim soeroeh Hagar pergi bersama-sama anaknja dengan di kasieh sangoe roti dan ajer kapadanja.
2. Maka berangkatlah Hagar dengan membawa anaknja; sasoe-
I
23
per- dahnja berdjalan bebrapa lamanja, maka kesasar dia di tanah ama Bersébah. Maka pada waktoe itoe sansjoenja ajer soedah habis-alah lah, mentjari kali atawa sendang tidak dapet; maka Hagar _
itoe terlaloe soesah hatinja melihatken anaknja ampir mati dari aoes. len- Serta soedah tida tahoe apa lagi, maka dia baringken anaknja im: di bawali pohoen, habis dia doedoek berhadepan dengan dia ak- jang sedikit djaoeh tempatnja, serta menangis dengan njaring nja soewaranja, sebab tiada tahan terpandeng aken kematian anaknja. Maka Allah mendengarken djoega aken pengadoehnja anak itoe; maka sakoetika itoe ada malaikat Allah panggil sama Hagar, bagini katanja; âHei Hagar! apakah jang kowe soesah-ken? Djanganlah koewatir.quot; â- Sedeng bagitoe Allah lantas toendjoekken pada Hagar satoe soemberan jang tiada djaoeh __ *â¢quot;-dari sitoe. Maka lantas dia pergi mengambil ajer dan kasieh minoem pada anaknja.
Maka Allah selaloe ada sama-sama Ismail; dan kapan dia soedah djadi besar, maka tinggallah dia dalem oetan, sahari-hari berboeroe chewan dengan panahnja. Adalah radja-radja doowa-belas orang jang masoek toeroenan Ismail; maka bangsa Ismail,
ija-itoe bangsa orang Arab, toeroenan Ismail djoega adanja.
11. Iskak maoe diperhoewat koerbaii.
i (I Moesa 22.).
i
1. Tempo Iskak soedah moelaï besar, maka Allah mentjobaï Ibrahim dengan sabdanja: âHei Ibrahim! sekarang ambillah anakmoe, anakmoe jang toenggal, jang kowe tjintaï, ija-itoe Iskak; bawalah dia ka-tanah Moria, dan perboewatlah dia koerban-bakaran di mana goenoeng jang nanti koe-toendjoekken kapadamoe.
Maka pada pagi hari bangoenlah Ibrahim dan sediaken koel-
J
24
dinja scrta denman kajoe bakar; habis beran^katlah dia dengan membawa doewa orang hambanja aj^n la.yi Iskak anaknja, pergi ka-tein|iat jang soodah di kataken Allali kapadanja.
Maka pada hari jang katiga Ibrahim dapet lihat tempat itoo dari djaoeh. Maka berkatalah dia kapada hambanja: âTinggallah kowe-orang serta dengan koeldi di sini; akoe dengan anakkoe maoe sembahiang di sana, kapan soedab habis sembahjang, kita-
I
orang nanti kembali kapadamoe. Habis berkata bagitoe, maka Ibrahim bcrdjalan teroes bersama-sama anaknja; maka Ibrahim sendiri membawa api dengan peso, dan kajoenja dia kasieh bawa kapada Iskak, anaknja.
Maka tengali berdjalan bertanjalaii Iskak kapada Ibrahim, bapanja; âHei bapakoe! fcengok, inilah api dan kajoe; balik anak kambing jang maoe di boewat koerban-bakaran iroe ada di mana?quot; â Maka sahoetlah Ibrahim: âIfei anakkoe! Allah sendiri djoega nanti mengadaken anak kambing aken koerban-
25
pin bakaran itoe.quot; â Maka dalem itoepoen berdjalanlah kadoewanja ''S'1 bersama-sama.
3. Sasampeinja katempat jang tertentoc, maka Ibrahim bcr-toe boewat rnadzbali dan mengatoer kajoe atasnja; habis dia iketken ah anaknja dan taroeh dia di atas kajoe itoe; sasoedabnja bagitoe oe Ibrahim ambil pesonja djoega maue menjembeleh anaknja. Serta ia- bharoe mengangkat tangannja, maka tiba-tiba ada soewara ma-
laikat Allah dari langit panggil Ibrahim: âHei âIbrahim! Ibra-
liim! sabda Allah kapadamoe: Djanganlah angkat tanganmoe
kaatas anak itoe, dan djangan berboewat satoe apa aken dia,
karna sekarang akoe tahoe kowe takoet aken Allah, sedeng
anakmoe jang toenggal itoe tiada kowe tahaui dari padakoe.quot; â
Maka sakoetika itoe djoega Ibrahim melihat di blakangnja ada-
saekor ^ anak kambing tersangkoet tandoekuja di tengah groem- quot; 'i
boel; maka dia ambil anak kambing itoe aken di boewat koer-
ban-bakaran gauti anaknja.
4. Maka malaïkat Toehan panggil lagi sama Ibrahim dari langit pada kadoewa kalinja, bagini katanja: âInilah sabda Toehan: Demi dirikoe djoega akoe bersoempah, sebab kowe soedah berboewat pakerdjaan ini, dan tiada kowe menahani anakmoe jang toenggal dari padakoe, maka niangkin lebieli Akoe kasieh berkah padamoe, dan niangkin lebieh Akoe maoe memperbanjakken toeroenanmoe seperti bintang di langit; dan bagitoe lagi dalem toeroenanmoe segala bangsa jang di boemi nanti di berkahi, ija-itoe dari sebab kowe soedah menoeroet parentahkoe.quot;
Sasoedabnja bagitoe maka Ibrahim dengan anaknja kembali kapada hatnbanja, iiabis berdjalanlah dia-orang bersama-sama poelang ka-Bersébah.
I
26
12. T s k a k k a gt;v i n.
(7 Moesa 24.)
1. Tatkala Sarah poenja oemoer seratoes doewa poeloeh toe-djocli tahoen, maka tidak lama dia meninggal doenia ada di negri Hebron. Sasoedalmja di tangisi sama Ibrahim, majit lantas di koeboerkennja dalem goeha Machpela, ija-itoe tanah jang Ibrahim soedah beli dari pada saorang pembesar di negri sitoe, aken di boewat pakoeboerannja sendiri toeroen-temoeroen.
2. Maka pada tempo itoe Ibrahim djoega soedah terlaloe toewa oemoernja; maka Iskak, anaknja beloem di kawinkennja. Maka pada soewatoe hari Ibrahim panggil saorang hambanja jano; kapertjajaan, dan kasieh parentah padanja, baginilah katanja: âPergilah ka-negeri atsalkoe, 'tjarikenlah bini anriakkoe Iskak , ambilken saorang' perampoewan dari pada sanak-soedarakoe sendiri , djangan sekali-kali nmbilken bini di tanah Kanaan sini, sebab tempatnja orang menjembah brahala adanja. Serta orang jang di soeroehken sama Ibrahim itoe soedah sanggoep dengan soempahnja , maka tidak lama berdjalanlah dia katanah Mesopo-tamië dengan di kasieh bawa padanja barang-barang mas,peirak, dan pakejan ba^oes-bagoes, termoe wat pada oenta sapoeloeh, aken di kasiebken kapada bakal bininja Iskak dan kapada orang toewanja.
3. Maka berdjalanlah orang itoe dengan selametnja. Serta soedah antara brapa lamanja; maka sampeilah dia di negri Haran; maka dié sitoelah tempatnja Nahor, soedaranja Ibrahim djoega. Maka berkentilah orang itoe di loewar negri aken kasieh minoem oentanja pada soewatoe soemoer di mana pada waktoe itoe banjak orang soeka dateng (boewat mengambil ajer di sitoe. Maka berpikirlah dia di dalem hatinja bageimana djadinja peker-djaan jang di tanggoengken atasnja sama toewannja. Maka dalem berpikir-pikir bagitoe, maka memintalah dia kapada Toehan, bagini katanja: âJa ïoehau, ja Allah! kasiehankeulah sama.
27
Ibrahim, toe wan hamba, soepaja hamba dapet kerdja pada hari ini djoega; inilah waktoenja anak-anak perampoewan lagi kaloe-war maoe menimba ajer; bijarlah sekarang hamba bolih bcr-boewat soewatoe pertandaan, soepaja hamba bolili tahoe dengan tentoenja aken anak perampoewan mana jang soednh Toehan takdirken bakal bininja Iskak, hamba Toehan. Nanti hamba berkata pada anak-anak perampoewan itoe: Kaloe soeka; toe-
roenken boejoen^moe, soepaja koe-minoem. Maka ja Toehan! hamba bermoehoenken aken salah-satoenja, mana jang soedah di tentoeken sama Toehan, soepaja dia mendjawab pada hamba bagini: Minoemlah, dan pada oentamoe djoega koe-kasieh minoem sekali.quot;
Maka djadilah djoega sabeloemnja dia habis sembahjang, maka datenglah satoe anak prawan jang terlaloe elok parasnja, maoe ambil ajer di soemoer sitoe. Sasoedahnja dia mengisi boejoeng-nja, maka kata orangnja Ibrahim kapadanja: âKasiehlah hamba minoem ajer sedikit dalem boejoengmoe!quot; Maka sahoet anak
perainpoewan itoe: âMinoemlah toewan, nanti koe-timbaken oen-tamoe djoega.quot; â Habis berkata bagitoe maka pergilah dia menimba ajer dan kasieh minoem pada oenta itoe sakennjangnja.
Maka beiranlah orangnja Ibrahim pandengken perampoewan itoe. Serta segala oentanja soedah minoem kennjang-kennjang, maka dia ambil sapasang anting-anting mas dan sapasang gelang nias, jantas di kasieb pakei pada anak prawan itoe dengan ber-tanja padanja: âKo we itoe anak i ij a siapa?quot; - Maka kata perampoewan itoe kapadanja: âSaja ini Ribkah, anaknja Betoeïl ; maka Betoeïl itoe anaknja Naiiok dengan Milka adanja quot;
Serta orangnja Ibrahim dengar perkataan itoe, dan dia tahoe djoega aken Nahor ija-itoo soedara laki-laki Ibrahim adanja, maka lantas toendoek kapalanja, sembah soedjoed kapada Toe-han dengan katanja: âSegala poedji kapada Toeban, karna tiada di koerangkennja kamoerahannja dan satianja kapada toe-wankoe Ibrahim; maka dalem bamba berdjalan Toeban ada menganterkcn bamba kivroemah sanak^soedara tocwankoe!quot;
Maka samantara itoe larilah Ribkah itoe poelang karoemahnja, dan kasieb tahoe kapada iboenja. Maka Ribkah ada soedara laki-laki bernama La kan , serta dia dengar kabar kaja bagitoe, maka berlari-larilah dia mendapetken orangnja Ibrahim, masieb berhenti di raana tempatnja soemoer itoe. Serta soedah katemoe, maka kata Laban kapadanja: âMasoeklah toewan! mengapa toewan bediri di loewar?quot; â Lantas di anterkennja kadalem roemahnja dan di tarimanja dengan segala hoerniatnja, serta dengan di sediaken makanan djoega. Dengan sebagitoe orangnja Ibrahim tidak maoe ma kan dhoeloe, melainken dia maoe me-ntjeritaken dhoeloe apa jang djadi perloenja berdjalan dan bagei-mana pertemoewannja dengan Ribkah di deketnja soemoer itoe. Serta soedab dia tjerita-tjerita moelai dari pada permoelaan sampei kapada penghabisannja, maka katalah Laban dengan Betoeïl, bapanja, satoe sama lain: âPerkara ini sasoenggoebnja soedab Toeban poenja maoe, maka tra-bolih tidak kita menoe-roet bageimana perinintaanmoe.quot; â Soedab bagitoe maka orangnja Ibraiiim kaloewarken bebrapa barang jang endah-endah dari
29
pada mas dan peirak, lagipoen bebrapa persalin, di kasielikennja kapada Ribkah dan kapada soedaranja laki-laki dan kapada iboenja.
Maka pada hari besoek paginja orangnja Ibrahim itoe minta poelang djoega dengan membawa Ribkah sakali karoemah toe-wannja. Sebagitoe tidak di kasieh poelang lantas, sebab Laban dengan iboenja maoe tahan sama Ribkah lagi brapa hari. Serta orangnja Ibrahim minta bagitoe banjak, djangan dia orang tahanken sama dia, maka dia orang bertanja pada Ribkah sendiri, apa dia maoe djoega lantas berangkat bersama-sama orangnja Ibrahim itoe?â Serta Ribkah maoe djoega, maka di bijarkenlah sama orang toewanja dia mengikoet soeroehannja Ibrahim ifoe, serta dengan di poedji-poedjikennja bijar dia poenja toeroenan djadi beriboe-riboe djoeta. Soedab bagitoe, Ribkah naik oenta lantas berdjalan bersama-sama soeroehannja Ibrahim itoe; dan ada djoega bebrapa orang hambanja perampoewan mengikoet dia.
4. Soedab antara berapa lamanja maka sampeilah dia-orang di negri di mana Ibrahim tinggal di sitoe. Maka pada hari itoe djoega, waktoe matahari maoe masoek, maka pergilah Iskak ka-sawali maoe sembahjang. Serta dia angkat matanja, maka di sitoe dia lihat ada oenta dateng. Maka sakoetika itoe Ribkah djoega tengok dan dapet lihat sama Iskak, lantas bertanja kapada orangnja Ibrahim: ..Siapa orang laki-laki jang berdjalan di sawah ini?quot; â Maka sahoetlah orang itoe: âIja-itoelah toewan-koe.quot; â Maka Ribkah lantas toeroen dari atas oentan ja, berdjalan kaki sadja serta dengan pakei koedoeng moekanja. Serta Iskak soedah di kasieh kéterangaii dari pada perdjalanan orang soeroehan itoe dan dari pada sebarang jang di perboewatnja, maka dia bawa Ribkah kadalem cheimah Sarah y iboenja, dan ambil dia aken istrinja.
5. Tempo Ibrahim poenja oemoer soedah seratoes toedjoeh poeloeli lima tahoen, maka tiada lama dia meninggal. Maka datenglah Iskak dengan Ismail mengkoeboerken majitnja dalem goeiia Machpéla, di mana pekoeboerannja Ibrahim sendiri.
30
fi-eâ 2.
13. J a k o e b d a n E s a f. matai
Esat'
{Æ Moesa 25, 27). tiada
pergi
1. Tempo Iskak kawin itoe, oemoernja ampat poeloeli tahoen. maki
Serta soedali oemoer anem poeloeh tahoen, bharoelah Ribkah berk
beranak; maka anaknja kaloewar doewa orang laki-laki, jang lv
kaloewar dhoeloe di kasieli nama Usaf, dan jang kaloewar di deus
blakang kali itoe di nainaï Jakoeb. Anak doewa itoe berlaiaan Jak
roepanja dan tingkah polalmja; Esaf berboeloe badannja dan eko
kasar tingkah lakoenja, dan Jakoeb litjin koelitnja serta dengan boe
aloes tingkahnja. Tetapi tempo kadoewanja maaieh di boenting- soe
ken sama iboenja, soedali ada sabda ïoelian kapada Ribkah kaj
menjataken: Jang toewa itoe nanti aken mendjadi liambanja di
jang moeda. ibc
Serta dia orang soedali djadi besar, maka Esaf mendjadi be
saorang perboeroe, maka sahari-hari dia soeka pergi sadja; maka ba
Jakoeb itoe kahidoepannja toeroet seperti bapanja djoega; ija- tj(
itoe pijara binatang dengan tinggal di dalem cheimahnja. Esaf pt
itoe di tjintaï bapanja, sebab Iskak soeka memakan perboeroe- at
wannja; tetapi Jakoeb itoe di tjintaï Ribkali, dari sebab aloes- â
nja itoe. t(
Maka djadilah pada soewatoe hari Jakoeb bharoe habis mere- d
boes katjang merah, maka datenglah Esaf poelang dari pada }
beboeroe itoe dengan tjapeinja; maka kata dia kapada adiknja: 1
âKasiehlah akoe memaken reboesan jang merah-merah itoe, t sebab akoe tjapei.quot; Maka sahoet Jakoeb: âKasiehlah sekarang djoega koewasamoe djadi soedara toewa; itoe koe-beli.quot; â Maka kata Esaf: âAkoe ini tra/nanti hidoep lama, maskipoen djadi soedara toewa itoe goena apa padakoe.quot; â Maka djadilah Esaf itoe kakoewasaannja soedara toewa di djoewal kapada Jakoeb serta dengan soempahnja. Habis bagitoe lantas dia makan dan minoem; serta soedah kennjang, lantas dia pergi lagi. Eagitoelah Esaf menghinaken koewasanja djadi soedara toewa.
J
81
2. Tatkala Iskak soedah toewa oemoernja dan soedah lamoei' matanja, maka djadilah pada soewatoe hari dia panggil sama Esaf dengan katanja: âAkoe iui sekarang soedah toewa dan tiada akoe tahoe aken waktoe matikoe, maka baiklah kowe pergi, berboeroeken akoe soewatoe cheiwan, dan sediaken akoe makanan jang sedep, sebageitnana kasoekaankoe, soepaja koe-berkahi sama kowe selagi akoe masieh hidoep.quot;
Koetika Iskak bitjara bagitoe kapada Esaf, maka Ribkah dengar djoega aken segala perkataannja. Maka lantas dia panggil Jakoeb dan soeroeh dia lekas-lekas ambilken barang doewa ekor anak kambing jang baik-baik, dengan ingetannja maoe di boewat makanannja Iskak, sebageiniana kasoekaannja; dan kapan soedah sedia, maka Ribkah maoe soeroeh Jakoeb bawaken itoe kapada bapanja, bijar di makannja dan soepaja Jakoeblah nanti di berkahi sama bapanja. Serta Jakoeb di bilangi bagitoe sama iboenja, maka dia berkata: âItoe bageimana? Sebab Esaf itoe berboeloe-boeloe koelitnja, maka koelit saja litjin sadja; kaget bapa nanti merabah-rabah saja poenja badan, mendjadi tjoema-tjoema sadja; malah saja iui nanti di samaken dengan sorang penipoe, mendjadi tiada sekali saja mendatengken berkah di atas diri saja, melainken la'nat djoega.quot; â Maka sahoet Ribkah: âPerkara itoe djangan koewatir, akoe jang tanggoeng, kowe toeroet sadja bageimana katakoe!quot; â Maka Jakoeb toeroet djoega, Maka dengan akalnja Ribkah itoe dia ambil Esaf poenja pakejan jang endah-endah dan kasieh pakei itoe kapada Jakoeb, lagipoen koelit kambing jang bharoe di potongkennja itoe dia toetoepken kapada Jakoeb poenja tangan dan pada lehernja.
Serta makanan soedah tersedia, maka di bawa sama Jakoeb masoek katempat bapanja dengan katanja: âHei bapa!quot; â Maka djawab Iskak; âHei anakkoe, siapa kowe!'quot; â Maka kata Jakoeb: âSaja inilah Esaf, bapa poenja anak jang toewa; tjoba sekarang bapa doedoek dan makan dari pada perboeroewan saja, soepaja bapa memberkahi sama saja!quot;
Maka Iskak merabah djoega sama Jakoeb dan dalem itoe dia berkata: âSoewara djoega soewara Jakoeb, tetapi tangannja ini
32
-
taugan Esaf adanja.quot; â Maka Iskak bertanja lagi: âApa soeng- kaps
goeh-soenggoeli kowe itoo anakkoe Esafr'quot; â Maka sahoet Jakoeb: habi
âSaja.quot; â Soedah bagitoe maka Iskak lantas makan; maka habis tida
makan dan minoem, berkatalah Iskak kapada Jakoeb: âMarilah amp;
sekarang, aiïnakoe, tjijoemlah sama akoe!quot; â Lantas Iskak mem- ngi
berkatii sama Jakoeb dengan katanja: âBjjar Allah kasieb padamoe bap
menoendoekken dirinja dl hadepanmoê, dart segala soedaramoe aken bevliamba padamoe. Ln'natlab barang siapa jang mela'nati kowe, dan berkahlab barang siapa jang memberkabi kowe!quot;
3. Serta bharoelab Jakoeb oendoor dari hadepan bapanja, maka datenglali Esaf poelang dari beboeroe. Maka diapoen lantas sediaken makanan bapanja; serta soedaii teisedia, maka di bawanja kahadepnn bapanja dengan katanja: âTjoba bangoen, bapa, makan sekarang dari pada perboeroewan bapa poenja anak.quot; â Maka kagetlah Iskak terlaloe sanget serta katanja: âSiapakali orang pemboeroe jang soedah membawa makanan
83
Hg- kapadakoe sabeloem kowe dateng? Maka sekarang akoe soedah eb: liabis makan, dan akoe soedali berkahi djoega sama dia; trabolih bis tidak dialah. nanti kaberkahan adanja.
'ah Serta Esaf dengar perkataan bapanja jang bagitoe, maka mena-
m- ngislah dia dengan tangis jang amat besar, sertah katanja: âJa â¢oe bapa! kaloeh soeka., berkahi sama saja djoega!quot; â Maka salioet en Iskak; âAdikmoe soedah dateng dengan tipoenja dan soedah ambil berkahmoe.quot; â Serta Esaf tiada berlienti-berbenti menangis dengan permintaiinja soepaja bapanja dengan sabolili-bolilinja mem-berkahi sama dia djoega, maka Iskak menoeroeti permintaanja Esaf itoe dengan katanja: âTanah jang gemoek itoe aken tem-patmoe, dan kahidoepanmoe itoe dari pada pedangmoe, dan kapada adikmoe nanti kowe berhambaken dirimoe.quot;
4. Maka bentjilah Esaf sama Jakoeb dari perkara itoe dan dia maoe bales djoega sama Jakoeb; maka berkatalah Esaf dalem hatinja: âTida lama nanti bapakoe menesel djoega, sebab adikkoe aken koe-boenoeh mati.quot; â Serta Ribkah dapet dengar bageimana ingetannja Esaf itoe, maka dia kasieh tahoe sama Jakoeb dengan katanja: âBaiklah kowe lari sadja melindoengken dirimoe kapada wakmoe Laban di negri Har au, dan tinggal di sana brapa hari lamanja, sampei soedaramoe soedah ilang marahnja; nanti-nanti akoe maoe soeroeh orang panggil sama kowe poelang kembali.quot; â Habis berkata bagitoe, maka Ribkah bitjara sama Iskak djoega.
14. P e r (1 j a 1 a u a u J akoe l».
(Æ Moesa £S â SS)
1. Tempo Jakoeb kasieh slarnet tinggal kapada orang toevvanja, maka dia di berkahi bapanja serta pesennja: âDjangan kowe ambil bini saorang bangsa Kanaau; pergilah ka-Fada/t Aram, tempatnja oewakmoe Laban, dan di sitoe ambillah bini saorang
84
anaknja oewakmoe djoega. Bijarlah Allali taala berkahi dan per-banjakkeu sa ma kowe mendjadi soewatoe perkoempoelan bangsa jang besar dan mendapet berkat Ibrahim!quot; â- Habis bagitoe Jakoeb lantas berangkat dari Bérseba pergi ka-negeri Harem.
Maka sampeilah dia pada soewatoe tempat di mana dia maoe bermalem di sitoe. Maka dia ambil batoe di boewat bantalnja, lantas tidoerlah dia. Maka bermimpilah Jakoeb: Ada satoe tangga berdiri di atas boemi, terlaloe tinggi tangga itoe, oed-joengnja sainpei ka-langit; heiranlah Jakoeb maka bebrapa ma-laïkat Allali naik toeroen tangga itoe. Maka Toehan berdiri di atasnja serta sabdanja: âAkoe inilah Allahnja Ibrahim dan Iskak; maka dalem kowe dan toeroenanmoe itoe segala bangsa di boemi aken berolili berkat. Sasoenggoehnja Akoelah djoega sertamoe dan Akoe mendjaga-djaga sama kowe, barang di mana kowe pergi, dan Akoelah nanti membalikken kowe kapada tanah ini djoega.quot;
Serta Jakoeb bangoen dari pada tidoernja, maka katanja; âBageimana heibat tempat ini! Soenggoehlah ini roemah Allah dan inilah pintoe sorga adanja.quot; â Maka batoe jang di boewat bantal itoe lantas di perdirikennja aken soewatoe tanda, dengan dia kasieh narna Beitel, artinja ija-itoe Roemah Allali; serta dengan nadarnja: âDjikaloe Allah nanti ada sama akoe dan mendjaga-djaga sama akoe pada perdjalanankoe, dan kasieh padakoe roti dengan pakejan, sampei akoe bolih poelang ka-roemah bapakoe dengan kaslametan, maka tentoe ïoehanlah djadi Allahkoe.
2. Serta soedah lama Jakoeb itoe berdjalan. maka sampeilah dia di Haran, di roemahnja Laban, waknja. Maka adalah pada Laban doewa anak perampoewan; jang toewa bernama Léa, dan jang moeda Rachel namanja. Maka Jakoeb itoe djatoeh hati sama Rachel dan minta dia aken djadi bininja, sahingga berdjan-djian dengan Laban, maoe masoek kerdja karna Rachel toedjoeh talioen lamanja. Kemoedian Laban itoe sampei hati kerdja bodo sama Jakoeb, tida kasieh Rachel djadi bininja, melainken Léa sadja dia kasieh kawin sama Jakoeb. Serta Jakoeb tida tarima,
J
35
â
per- maka Laban kasieh djoega Rachel djadi bininja, serta dengan
igsa djandjinja, bijar Jakoeb teroesken bekerdja sama dia lagi toedjoeh
itoe taboen lamanja. Maka Jakoeb sanggoep djoega. Maka Léa dan
i. Juicliel itoe masing-masing ada padanja saorang hamba peram-
aoe poewan; hambanja Léa itoe bernama Zilpa, dan hambanja
ija, Rachel itoe Bilha namanja. Serta soedali antara bebrapa lamanja,
-toe maka kadoewa orang perampoewan itoepoen di ambil sama Jakoeb
ed- aken djadi goendiknja.
na- Maka Jakoeb poenja anak-anak Jang dari pada Léa itoe ada-
di lah anem orang laki-laki, ija-itoe: Roebix dan Semangoen dan â
lan Lewi dan Jahoeua dan Issaciiar , lagi Seboelon , dan saorang quot;â '
j'sa perampoewan bernama Dinah.
iga Rachel itoe dapet anak doewa orang laki-laki, ija-itoe Joesoef
na dan Boenjamin.
da Bagitoe djoega Zilpa dan Bilha masing-masing dia beranakken doewa orang laki-laki. Anaknja Zilpa bernama Gad dan Aser,
a: dan anaknja Bilha itoe Dan dan Naftali namanja.
ih Maka anaknja Jakoeb jang laki-laki itoe djoemlah mendjadi
at doewabelas orang. Maka kadoewabelas anak itoelah menoeroenken
in antero Bani-Israi'l dengan doevva-belas bangsa adanja.
ta Serta soedah ampatbelas taboen lamanja Jakoeb ada di dalem
m perhambaan, maka dia tiuggal lagi menoempang di roemali
ill martoewanja barang anem taboen lamanja. Maka dengan berkat -
i- Allah lama-lama dia mendjadi saorang kaja dengan bcbrapa-brapa
h orang hambanja laki-laki dan perampoewan, lagi oenta dan
koeldi dan sapi dan kambing terlaloe banjaknja. Maka kakaja- ___
Ii iinnja Jakoeb itoe mendjadi panas hatinja martoewanja, sahingga
a Jakoeb tida kerasan lagi berkoempoel sama dia. Maka tiada
ti lama adalah sabda Toehan kapada Jakoeb soeroeh dia poelang ka
i negrinja sendiri, dengan Toehan berdjandji djoega maoe ada sama-sama dia. Serta bagitoe maka Jakoeb lantas bitjara diam-
i diam sama kadoewa bininja, dan adjak dia-orang meninggalken
) roemah bapanja. Maka tida lama berangkatlah Jakoeb dengan
i anak bininja serta dengan membawa segala chewannja dan arta-
, bendanja, aken pergi poelang karoemah bapanja di negri Kanaan.
7
8(j
Koetika berangkatnja Jakoeb tiada dia kasieh tahoe kapada martoewanja. Serta soedah antara tiga hari lamanja, maka bharoelah Laban dengar kabar jang Jakoeb soedah lari dengan raembawa segala apa jang ada padanja. Maka Laban lantas memboeroe dia, maoe di soeroeh balik kembali. Habis berdjalan toedjoeh hari, maka Jakoeb kedapetan djoega sama Laban, ada di goenoeng Gilead. Dengan sebagitoe pada waktoe malem Allah bersabda kapada Laban dalem mimpinja, katanja: âIngetlah baik-baik, djangan sekali-kali kowe mentjegahken Jakoeb berdjalan ini!quot; â Maka dari pada itoe Laban berdamejan djoega sama Jakoeb serta dengan perdjandjiannja. Habis bagitoe maka poelang-lah Laban katempatnja, dan Jakoeb poen menjampeiken perdjala-nannja; maka adalah bebrapa malaïkat Allah mendapetken dia di tengah djalan.
3. Ivapan Jakoeb soedah ampir deket pada nergrinja, maka dia menjoeroehken bebrapa orangnja pergi katempatnja Esaf, kakaknja, aken kasieh tahoe padanja, jang Jakoeb nanti maoe dateng menghadep dia. Maka tiada lama Esaf djoega berangkat aken mendapetken sama Jakoeb dengan membawa ampat ratoes orang sertanja. Maka Jakoeb itoe katakoetan sanget, lantas dia membhagi segala orangnja dan lagi segala chewannja mendjadi doewa bhagian, dengan ingetannja, kaloe Esaf nantiquot; dateng melanggar satoe bhagian, maka bhagian jang tertinggal itoe bolih lari terlepas. Maka dalem itoepoen dia sembahjang: âJa Toehan, Allahnja bamba poenja nenek Ibrahim, Allahnja hamba poenja bapa Iskak, hamba ini tiada pantes berolih sedikit poen dari pada kabaikan dan satia jang soedah Toehan perboewat aken hamba Toehan ini; sebab dhoeloe kala hamba rnenjabrang kali Jarden melainken dengan toengkat ini djoega; maka sekarang hamba soedah mendjadi bala doewa bhagian ini. â Toeloenglah, ja Toehan! lepasken bamba dari pada tangan soedara hamba. Boekan Toehan soedah bersabda bagini: âSasoenggoehnja akoe maoe berboewat baik aken kowe.quot;
Habis bagitoe Jakoeb lantas pilih bebrapa chewannja jang bagoes-bagoes, di kirimkennja kapada Esaf. Maka pesennja kapada
' /-Xâ
37
lada orang-orang jang menganterken ehewan itoe: âKapan aoedarakoe aka nanti bertanja sama kowe, maka katalah bagini: ija-inilah per-gan sembahan Jakoeb hamba Toewan, terkirim kapada Esat' toewan itas hamba.quot; Serta oetoesan itoe soedah berangkat, maka Jakoeb lan lantas menjabrangketi segala orangnja dan ehewan-chewannja di ida kali Jabok, melainken tinggallah dia saorang sendiri. lah 4. Maka pada waktoe malem itoe adalah saorang laki-Iaki
ik- bergeloet dengan dia, sahingga pangkal paha Jakoeb kena kong-lan soel dalem bergeloet itoe. Serta soedah waktoe padjar, maka ma kata orang laki-laki itoe kapada Jakoeb: âBijarkenlah akoe pergi, ig. karna padjar soedah kaloewar!quot; â ïetapi kata Jakoeb kapa-la- danja: âTiadalah koe-kasieh kowe pergi, sabeloem kowe mem-üa berkati akoe.quot; â- Maka kata orang itoe kapadanja: âMoelaï sekarang djoega tiada lagi kowe bernama Jakoeb, melainken bi Israïl namamoe, karna kowe soedah melakoeken dirimoe seperti f) saorang radja di hadepan Allah dan kapada manoesia, maka 5e kowe soedah menang.quot; â Habis bagitoe maka dia memberkati at Jakoeb di sitoe. Maka Jakoeb menamaï tempat itoe: Pniël, 38 artinja ija-itoe moeka Allah; dengan katauja: âSoedah koe lihat a Allah moeka dengan moeka, maka djiwakoe selametlah ada-li nja.quot; â Serta matahari kaloewar, maka soedah Jakoeb liwat g di Pniël itoe.
b Maka tiada lama Jakoeb melihat Esaf, kakaknja dateng. Maka
) soedjoedlah dia ka-boemi toedjoeh kali, sahingga hampirlah sam-i pei dia kapada soedaranja. Maka samantara itoe Esaf berlarilah i dateng mendapetken adiknja, serta peloek tjioem sama dia;
t maka bertangis-tangislah kadoewanja. Dan bagitoe djoega bininja
Jakoeb dan lagi segala anak-auaknja dateng soedjoed kapada Esaf. Maka persembahan Jakoeb jang tadi soedah di kirimken-nja kapada soedaranja tiada lantas maoe di tarima sama Esaf. Serta Jakoeb minta bagitoe banjak soepaja djangan di toelak-kennja, maka itoe di tarima djoega sama dia. Soedah bagitoe maka poelanglah Esaf pada hari itoe djoega, dan Jakoeb lantas berdjalan teroes, sahingga tiada lama dia dapet bertemoe dengan bapanja di Mamre.
38
15. Toesoef rti djoewal lia-tanah Ulesiv.
(Æ Moesa 37.)
I. Adalah di antara Jakoeb poenja anak-anak jang terlebieh dia tjintaï itoo. ija-itoo Jocsoef. Koetika Joesoef poenja oonioer 17 tahoen, makt dia rnengikoet sama soedara-soedaranja meng-gombalaken chewau bapanja. Maka dalem angkat kerdja bagitoe soedaranja Joesoet' itoe kadang-kadang melakoeken dirinja^jaög tiada baik; kapan Joesoef dengar kabar dari kedjahatan soedaranja itoe maka di sampeikennja itoe kabar kapada bapanja djoega Maka Joesoef di bentji sama soedaranja. Tambah-tambah Jakoeb menoendjoekken tjintanja sama Joesoef, hingga dia bikinken Joesoefquot; pakejan bagoes-bagoes. Maka segala soedaranja Joesoef' itoe ada tjemboeroewan fiati sama dia, dan mangkin lebieh dia orang bentji sama dia, saliingga lama-lama tiada dia orang maoe berkata-kata sama Joesoef' dengan baiknja.
Tambah lagi satoe malem bermimpilah Joesoef, dia ada di sa wall mengiketi gandoem bergedeng-gedeng; maka adalah gede-ngan segala soedaranja dateng toendoek-toendoek kaiiadepan ge-dengannja. Serta Joesoef tjeritaken mimpinja itoe kapada soedaranja, maka mangkin lebieli lagi dia orang bentji sama dia. Maka tiada antara lama Joesoef bermimpi lagi, lantas di tjeri-takennja kapada bapanja , dan soedara-soedaranja; katanja: âAkoe mimpi, kalihatan matahari dan boelan dan bintang sabelas menoendoekken dirinja kapadakoe.quot; â Maka Joesoef lantas di tegor sama bapanja, katanja; âMasa kita orang sekalian, jja-itoe akoe dan iboemoe dan segala socdaramoe nanfi bersoedjoed kapa-damoe!quot; â Dengan sebagitoe Jakoeb simpenken djoega perkara itoe dalem hatinja.
2. Maka djadilab pada soewatoe liari soedaranja Joesoef itoo ada menggombalakon ebevvannja di negri Sichem, jang djaoeh dari pada roemali bapanja. Maka Joesoef tinggal di roemah sadja. Serta soedali bebrapa lamanja, maka Joesoef di soeroeh bapanja pcrgi molihatkon soedaranja dan segala chewannja, apu
39
semoewanja ada baik. Serta soedaranja Jocsocf dapet liliat sarna dia dari djaoeh, maka berkatalah dia orang satoe sama lain: ..Tengoklah toekang mimpi itoe dateng! Marilah sekarang kita-orang boenoeh sama dia, nanti kita-orang lihat apa kedjadiannja mimpi-mimpinja itoe.quot; â Tetapi Roebin, ija-itoe soedaranja Joesoef jang palitg toewa itoe mentjegahken dia orang poenja nijat jang djahat itoe, dengan katanja: âDjanganlah menoem-
pahken darah, tidak baik; lebieh baik boewangken sama dia ka-dalem soemoer.quot; â Maka Roebin berkata bagitoe, sebab dia poenja ingetan, dengan sabolih-bolihnja nanti diam-diam dia maoe toeloeng djoega sama Joesoef, kasieh kaloewar dia dari dalem soemoer itoe.
3. Serta Joesoef soedah bertemoe dengan soedara-soedaranja, maka dia-orang ambili pakejannja, lantas adiknja di boewang-kennja kadalem soemoer, jang deket di sitoe djoega; tetapi soemoer itoe kering sadja, tiada ajernja. Serta Joesoef bharoelah terboewaug kadalem soemoer itoe, maka tiba-tiba ada bebrapa
40
orang bangsa Ismaïl berdagang liwat di sitoe dengan bebrapa oentanja, membawa barang wangi-wangian, aken di djoewalken-nja ka-tanali Mesir. Serta soedaranja Joesoef' melihat sama orang-orang berdagang itoe, maka Jeboeda dapet ingetan: Lebieb baik dia orang mendjoewalken Joesoef kapada bangsa Ismaïl itoe. Maka dari pada itoe soedaranja lantas kasieh kaloewar sama Joesoef dari dalem soemoer, habis dia-orang djoewalken dia kapada orang Ismaïl itoe dengan harga doewa poeloeb kepeng perak. Maka koetika itoe Roebin tiada sama-sama di sitoe. Serta dia kembali ka-soemoer aken raenoeloeng adiknja, bageimana ingetannja tadi itoe, maka Joesoef soedab tida ada dalemnja. Maka Roebin itoe terlaloe menesel hatinja, sabingga dia merobek-robekken pakejannja serta dengan berkata: âJoesoef itoe tiada; akoe ini bageimana!quot; â Habis bagitoe soedaranja Joesoef potong satoe kambing, lantas dia-orang ambil Joesoef poenja badjoe bagoes, di tjeloepkennja dalem darab kambing itoe, lantas di-kirimkennja kapada bapanja. Maka pesennja kapada orang jang membawa djoebab itoe, bijar dia berkata kapada Jakoeb bagim: âInilah badjoe jang kita-orang dapetj di djalan, tjoba priksa, kaloe ini djoebah anakmoe atawa tidak.quot;
Serta Jakoeb melihat djoebah itoe, maka betarejaklah dia; âIja ini djoebah anakkoe! Tentoe dia dapet tjelaka di makan binatang galak!quot; â Maka sampei bebrapa hari lamanja Jakoeb menangisi Joesoef. Maka semantara itoe datenglah segala anak-anaknja aken meiighiboerken dia; tetapi Jakoeb tiada sekali bolih di hiboorkennja; malah katanja: âTiada ilang-ilang soesah hatikoe ini sampei uanti akoe meAoesoel mati djoega.quot;
41
1lt;). Joesoef ada di tanah Mesir.
(I Moesa 39â41).
1. Serta orang berdagang bangsa Ismaïl itoe soedah sampei di Mesir, maka Joesoef di djoewalkennja kapada saorang poeng-gawa-Kadja di Mesir bernama Potifar. Maka tiada antara lama Joesoef meudjadi boedaknja Potifar itoe, maka ternjatalah pada toewannja dialali saorang pandei bekerdja, lagi dengan baik hatinja, dan berkat Allah ada atas segala perboewatannja. Maka itoe Joesoef di angkat sama Potifar, mendjadi pemarentah roe-raahnja, dan segala arta-bendanja di serahkennja katangan Joesoef. Serta soedah Joesoef terangkat bagitoe, maka adalah Potifar dapet berkat Toehan atas segala jang ada padanja, baik di dalem roemah, baik di sawahnja, ija-itoe karna sebab Joesoef djoega.
2. Istrinja Potifar itoe saorang perampoewan tiada baik adanja. Maka dia menaroeh mata kapada Joesoef soepaja bolihlah Joesoef di adjak berboewat zina. Tetapi Joesoef tida sekali menoeroet bageimana maoenja istri Potifar itoe dengan katanja: âMana bolih saja berboewat kadjahatan jang besar ini, serta berdosa kapada Allah!quot; â Maskipoen bagitoe istrinja Potifar itoe sahari-hari dia memboedjoek sadja sama Joesoef, aken tetapi tiada djoega Joesoef maoe dengar sama dia. Maka djadilah pada soewa-toe hari maka perampoewan itoe paksa sama Joesoef dengan pegang badjoenja. Serta bagitoe maka larilah Joesoef kaloewar dari roemah dengan tinggalken badjoenja dalem tangan perampoewan itoe. Maka istri Potifar itoe dari sebab tiada kesampejan maoenja, maka sapoelangnja lakinja dia pitnah sama Joesoef dengan katanja kapada Potifar: âPikirlah, boedak Ibrani itoe dateng kapadakoe aken kerdja maloe sama akoe; serta akoe betarejak dengan kras soewarakoe, maka dia tinggalken badjoenja dalem tangankoe, lantas larilah dia!quot; â Serta Potifar
â ---â
42
dengar perkataan bininja jang bagitoe, maka dengan marahnja ka] jang amat sanget dia masoekken Joesoef kadalem pendjara.
Maka dengan toeloengan Toehan , tiada lama Joesoef dapet kasie- jar han dari pada djoeroe-pendjara itoe, sahingga segala orang jang ^ ter pendjara itoe di serahken kapada Joesoef, serta dengan segala da pekerdjaannja djoega, aken di lihat-lihatkennja. nu
Maka pada tempo itoe adalah doewa orang poenggawa-Radja afl di Mesir, jang satoe pendjawat minoeman dan jang lain pendja- iai wat-makanan, doewa-doewa bersalah kapada baginda Radjasahingga na
dia orang di masoekken kadalem pendjara. Maka dia-orang di kasieh koempoel satoe tempat dengan Joesoef, dan Joesoefpoen Bi
toelocng-toeloeng sama dia orang. Pada soewatoe bari Joesoef o-a melihat kadoewa poenggawa itoe dia orang doedoek dengan it(
soesalt hatinja. Serta Joesoef tanja apa jang djadi sebabnja, p( maka kata dia-orang masing-masing semalem dia bermimpi jang J,
aneb, maka sekarang tiada naorang jang dapet ta'birken mim - k pinja. Maka sahoet Joesoef: âSegala ta'bir itoe Allah jang poenja, rr boekan? Tjoba tjeritaken djoega mimpimoe kapadakoe!'
Maka kata pendjawat-minoeman itoe: âDalem mimpikoe ada I
klihatan soewatoe poboen anggoer dengan tiga tjabangnja, roe- ti
panja seperti bertoenas serta kaloewarlah boenganja sahingga p
berboewah. Maka koe-ambil boewah-boewah anggoer itoe, liabis p
koe-peresken dia dalem tjangkir Pirasgon jang ada pada tangan- I
koe, lantas koe-persembahken tjangkir itoe katangan Pirangon.quot; c
Maka kata Joesoef kapada pendjawat-minoeman itoe: âInilah l
ta'birnja' artinja tiga tjabang itoe tiga hari adanja; dalem tiga i
hari ini Pirangon nauti mengangkat kowe dan kembaliken kowe (
kapada pangkatmoe; dan kowe nanti mempersembahken tjangkir Pirangon itoe katangannja seperti soedah biasa. Maka ingetlah djoega sama akoe kapan kowe soedab slamet, dan toeloeng bitjaraken sama akoe kadada Baginda Radja, soepaja akoe dapet kaloewar dari sini, sebab tiada akoe berboewat soewatoe apa jang patoet orang memasoekken akoe kadalem pendjara.
Serta pendjawat-makanan itoe dengar ta'bir mimpinja pendjawat minoeman itoo terlaloe baik adanja, maka diapoen beikata
43
kapada Joesoef: âAkoepoen bermimpi; adalah akoe mendjoen-djoeng tiga rantang di atas kapalakoe; maka dalem rantang jang di atas itoe ada makanan roepa-roepa Baginda Radja poe-nja, maka datenglah bebrapa boeroeng memakan isinja jang di dalem rantang itoe quot; â- Maka kata Joesoef kapada pendjawat makanan itoe: âInilah ta'birnja: Tiga rantang itoepoen tiga hari adanja, maka dalem tiga hari ini Pirangon nanti potong kapa-lamoe dengan menggantoengken badanmoe, dan boeroeng-boerocng nanti dateng memakan dagingmoe.quot;
Maka pada hari jang katiga, ija-itoe pada hari tahoennja Baginda Radja, maka teringetlah Pirangon sama kadoewa poeng-gawanja jang terpendjara itoe, Maka kapala pendjawat-minoeman itoe di poelangkennja kapada pangkatnja kembali, tetapi kapala pendjawat-makanan itoe dia soeroeh gantoeng mati, bageimana Joesoef soedah ta'birken sama dia-orang iadf. Dengan sebagitoe kapala pendjawat minoeman itoe tiada dia inget sama Joesoef, melainken terloepa sadja sama dia.
3. Serta soedah antara doewa tahoen lamanja, maka radja Pirangon djoega bermimpi, maka tiada saorang jang dapet ta'birken mimpinja. Maka pada koetika itoe bharoelah kapala pendjawat-minoeman itoe teringetlah Sïii apa ]!)esentnmja Joesoef pada dhoeloe kalanja. Maka lantas dia tjeritaken kapada Baginda Radja: Dalem pendjara ada saorang moeda bangsa Ibrani, kapan dlioeloe soedali dia mena'birken mimpinja pendjawat-minoeman beserta temennja itoe; maka semoewa soedah djadi djoega bageimana ta'birnja itoe. Serta soedah liabis tjerita kaja bagitoe, maka dengan parentah Bagenda-Radja itoe Joesoef lantas di kaloe-warken dari dalem pendjara^ dan di bawa kahadepan Pirangon.
Maka sabda Radja kapada Joesoef: âAkoe ini bermimpi, maka saorangpoen tiada jang dapet mena'birken mimpikoe. Tetapi koe-dengar kabar, katanja: Kowe itoe serta soewatoe mimpi di kataken sadja kapadamoe, maka kowe dapet mena'birkennja. Maka salioet Joesoef kapada Pirangon: âAken perkara itoe boekannja dalem koewasa liamba; melainken Allah djoega nanti kasieh tahoe kaslametan padoeka.quot;
44
Habis bagitoe maka sabda Baginda Radja kapada Joesoef bagini: âDalem mimpikoe adalah akoe berdiri di pinggir kali; maka koe-lihat ada toedjoeli ekor sapi gemoek-gemoek dau bagoes roepanja naik dari dalem kali itoe, lantas mentjari makannja dalem peroempoetan. Habisnja maka koe-lihat lagi toedjoeh ekor sapi jang koeroes-koeroes dan djelek roepanja, djoega naik dari dalem kali. Maka katoedjoeli sapi jang koeroes-koeroes itoe lantas
memakan katoedjoeli sapi jang gemoek-gemoek. Sertah soedah habis di makannja, maka katoedjoeli sapi jang koeroes-koeroes itoe tiada kentara peroetnnja, sebab roepanja tinggal djelek bageimana jang dhoeloe djoega. Soedah bagitoe lantas bangoen-lah akoe. Kemoedian dari pada itoe koe-lihat lagi dalem mimpikoe kaloewarlah toedjoeh majang gandoem pada soewatoe pohoennja, penoeh-penoeh dan baik roepannja; dan sasoedahnja itoe bertoemboelah lagi toedjoeh majang gandoem jang koeroes-koeroes dan kering adanja; maka katoedjoeli majang gandoem
45
ïang baik itoe habislah di telen sama katoedjoeh majang gandoeni jang kering dan koeroes itoe.quot;
Serta soedah Joesoef dengar bageimana mimpi Baginda-Radja itoe, maka sahoet Joesoef: âMimpi padoeka ini sama djoega ta'birnja; sasoenggoehnja Allah taala kasieli tahoe kapada maha-radja apa jang nanti di adakennja. Maka toedjoeh ekor sapi jang gemoek-gemoek dan toedjoeh majang gandoem jang berisi itoe, ija-itoe toedjoeh tahoen jang moerah makan. Maka toedjoeh ekor sapi jang koeroes-koeroes dan toedjoeh majang gandoem jang tiada-isinja itoe, ija-itoe toedjoeh tahoen jang mahal makan. Maka sasoenggoehnja toedjoeh tahoen jang dateng ini di antero tanah Mesir, nanti terlaloe moerah makan, tetapi sasoedahnja bagitoe, nanti dateng djoega toedjoeh tahoen jang terlaloe mahal makan. Maka mimpi maharadja itoe sampei doewa kali, ija-itoe menjataken perkara itoe soedah di tentoeken sama Toehan Allah baik-baik, dan nanti lekas djoega di adakennja.
Maka dari pada itoe sekarang baiklah Baginda Radja mentjari saorang jang boediman dan bidjaksana dan mengangkat dia soe-paja di parentahkennja negeri Mesir; maka bolihlah dalem toedjoeh tahoen jang moerah makan itoe dia ambil saperlima bha-gian dari pada basil tanah Mesir, dan simpenken itoe di dalem bebrapa goedang aken di djagaken makanan dalem toedjoeh tahoen jang mahal makan, soepaja djangan orang Mesir nanti mati kelaperan adanja.quot; /gt; A
Maka Joesoef poenja remboeg jang bagitoe di dengarken djoega sama radja Pirangon; maka kata Radja: âDi manakah akoe bolih mendapet saorang jang seperti kowe, jang aila Roh Allah dalemnja? Maka tra-bolih tidak kowe koe-djadiken kapala dalem fistanakoe, bijar segala orang Mesir menoeroet parentahmoe; melainken tachta karadjaan ini sadja akoelah lebieh besar dari pada kowe.quot; â Maka Pirangon mentjaboet tjintjinnja dari pada tangannja, dun kasieli pakei dia pada tangannjrt Joesoef, serta dengan pakejan bagoes-bagoes dan rante mas di kasieli pakei pada lehernja. Habis bagitoe maka dengan parentah Radja, Joesoef lantas di kasieli naik kareta karadjaan aken di arak
46
berkoeliliug kota; maka adalah orang jang berdjalan di moeka janj
kareta itoe dengan keras soewaranja soeroeh segala orang ber- per
toendoek di hadepan Joesoef itoe. koe
Bagitoelah Joesoef di anterken dan di angkat sama ïoelian S
Allah: di anterkennja dari pada roemah bapanja kadalem soe- dia
moer; dan dari dalem soemoer katempat perhambaan sampei pai
kadalem pendjara; dan dari dalem pendjara kadalem astana bai
- Radja. Maka koetika Joesoef di angkat mendjadi Adipati di soe
Mesir, oemoernja tiga poeloeh tahoen adanja. lan
ak
__tia
dii
f lt;1.1'
17. Soedaranja Joesoei' datengdi tanah Mesir. Mi
be
(J Moesa 41, 42.) or
m
1. Tiada antara lama maka njatalah segala perkara bageimana sa Toehan Allah soedah kasieh tahoe dengan mimpinja Pirangon bf itoe, Maka serta soedah dateng tempo moerah makan sampei sa antara toedjoeh tahoen lamanja, maka Joesoef simpenken saper- ra lima bhagian dari pada segala gandoem di antero tanah Mesir, sc sahingga gandoem jang di koempoelkennja itoe tiada teritoeng st banjaknja. Kapan soedali moelaï tempo mahal makan, bharoe st satoe tahoen lamanja, maka isi bebrapa negri jang deket di a tanah Mesir itoe moelaï kakoerangan makan, sahingga orang n dari sana sini dateng ka-Mesir menghadep Joesoef aken mem- j; beli gandoem dari patydanja.
2. Maka di tanah feanaan djoega orang dapet sangsara besar s dari sebab kklaptfran. Maka kapan Jakoeb dengar kabar, di j Mesir ada orang djoewal gandociu, maka kata dia kapada anak- t anaknja: âMengapa kamoe pandeng-memandeng sadja? Lebieli f baik kamoe beli gandoem ka-Mesir, soepaja djangan kita-orang , s mati kalapèi-an.quot; â Maka tiada lama berangkatlah soedaranja j Joesoef itoe sapoeloeh oraug ka-Mesir. Maka adiknja Joesoei ;
I
47
jang bernama Boenjamin itoe tiada di soeroeh sama Jakoeb pergi bersaiua-auma dengan segala soedaranja, karna kata Jakoeb: âKaget uanti dia dapet tjelaka di djalan.quot;
Serta soedah anak-anaknja Jakoeb itoe sampei di Mesir, maka dia-orang menhadep sama Joesoef dengan bersoedjoed di hade-pannja sampei ka-boemi, di sangkakennja dialah memang saorang bangsawan bangsa Mesir, sebab tiada dia-orang kenal sama Joesoef. Tetapi Joesoef itoe serta dia liliat segala soedaranja, maka lantas sadja dia kenal sama dia-orang, dengan dia teringet djoega aken mimpinja. Ualem itoepoen di boewat-boewat dirinja seperti tiada dia kenal sama soedaranja. Maka Joesoef berkata sama dia-orang dengan perkataan Jang kasar serta dengan pakei djoeroe-basa djoega; katanja: âüari mana kowe-orang dateng?quot; â Maka sahoet dia-orang: âHamba ini dateng dari Kanaan maoe beli gandoem.quot; â Maka kata Joesoef: âKowe-orang sekaiian orang pengintei, soeroehau moesoeh, kowe maoe pasang-pasang mata, di mana tanali jang gampang dapet di masoeki.quot; â Maka sahoet dia-orang: âBoekannja toewankoe! Hamba iui orang baik-baik, hamba semoewa doewa belas orang bersoedara, anak-anaknja satoe bapa djoega; maka sasoenggoehnja jang boengsoe ada seka-rang ini sama bapa hamba, dan soedara hamba jang saorang soedah tiada.quot; â Maka kata Joesoef kapada dia-orang: âNah, sekarang akoe maoe tahoe kaloe kowe orang berkata dengan sabetoelnja; tra-bolih kowe kaloe war dari sini, melainken kapan adikmoe itoe dateng kemari djoega. Maka soeroehkenlah sekarang salah-saorang pergi mengambil adikmoe kemari; maka jang lain-lain itoe koe-tahan di sini djoega.quot;
Habis bitjara bagitoe maka Joesoef taroeh soedaranja bersama-sama dalem pendjara sanipei tiga hari lamanja. Maka pada hari jang katiga Joesoef soeroeh soedaranja menghadep lagi serta berkata kapadanja: âAkoe djoega takoet sama Allah; dan tiada akoe maoe berboewat salah sama saorang poen. Baiklah salah satoe sadja dari pada kowe-orang tinggal dalem pendjara; maka jang lain-lain itoe bijarlah pergi poelang membawa gandoem aken makanan orang isi roemahmoe. Tetapi tra-bolih tidak adik-
48
moe mesti kowe bawa kamari djoega; maka kapan kowe kem-bali di sini deugan tiada membawa adikmoe, tentoelah mati kowe-orang.quot;
Maka pada masa itoe kata soedaranja Joesoef satoe sama lain: âSasoenggoehnja kita-orang ini bersalah sama adik kita, sebab kita-orang soedah lihat kasoesahan hatinja kapan dia minta kita poenja kasiehan; tetapi tiada kita maoe dengar.quot; â Maka djawab Roebin kapada dia-orang, katanja: âBoekan akoe soedah kasieh inget sama kowe-orang: djanganlah berboewat dosa sama anak itoe; tetapi tiada djoega kowe orang maoe dengar; maka sebab itoe darahnja sekarang dateng atas kita orang.quot;' ââ Dalem berkata-kata bagitoe tiada dia orang tahoe Joesoef mengarti segala perkataannja. Maka oendoerlah Joesoef dari pada dia-orang, lantas menangis.
Serta Joesoef kembali, maka dia ambil Semangoen dan soe-roeh iketken sama dia di hadepan segala soedaranja, habis di kembalikeunja ka-dalem pendjara. Maka soedara jang lain-lain itoe lantas poelanglah kembali ka-negrinja. Serta sampei di roemah, maka dia-orang kaloewarken isinja segala karoeng-karoengnja; maka kadapetanlah di dalem karoengnja masing-masing, ija-itoe segala oewangnja jang soedah di bajarkennja koetika dia-orang heli gandoem di Mesir. Maka adanja oewang itoe di dalem karoengnja masing-masing, sasoenggoehnja Joesoef djoega jang soedah soeroeh kembalikennja; tetapi dia-orang tiada tahoe.
Maka dia orang lantas tjerita-tjerita sama bapanja bageimana adanja, dan segala apa jang soedah djadi di Mesir. Serta Jakoeb dengar dia orang dapet parentah aken membawa Boenjamin menghadep kapada Adipati di Mesir, maka dengan terlaloe soesah hatinja kata Jakoeb kapada dia-orang: âKowe itoe menghi-langken anakkoe; Joesoef soedah trada, Semangoen poen tiada, maka sekarang kowe maoe ambil Boenjamin djoega; segala perkara ini ada melawan akoe. Maka tiada koe-kasieh Boenjamin berdjalan bersama-sama dengan kowe-orang.quot;
49
18. Soedarauja Joesoef dateug di tanah Mesir kadoewa kalinja.
(1 Moesa 43 â 45).
1. Tida antara lama, maka segala gandoem jang di bawa anak-anaknja Jakoeb dari Mesir itoe soedah di makan habis. Maka kata Jakoeb kapada dia-orang: âPergilah kembali; beliken kita-orang makanan lagi.quot; Dengan sebagitoe tiada dia-orang maoe pergi, kaloe tiada Boenjamin toeroet bersama-sama, karna takoetlah dia-orang aken pengantjam-antjamnja Adipati di Mesir. Maka perkara itoe terlaloe mendjadiken kaberatan pada pikirnja Jakoeb itoe, sebab dengan sabolih-bolihnja tiada dia maoe kasieli Boenjamin toeroet berdjalan. Serta soedali terpaksa dari kakoe-rangan makan, maka Jahoeda jang bitjara kapada bapanja, dialah maoe meuanggoeng kaslametannja Boenjamin itoe, sampei nanti dia poelang kembali. Maka dari pada itoe Jakoeb kasieli djoega Boenjamin di bawa soedarauja berdjalan ka-Mesir. Serta berangkat, maka Jakoeb kasieli bawa sama dia-orang bebrapa hasil tanah Kanaan jang endah-endah, ija-itoe getah aroem dan ajer-madoe dan reinpah-rempah dan lain-lain sabageinja, aken di persembabkennja kapada Adipati di Mesir; dan lagi oewang jang kedapetan dalem karoeng-karoengnja itoe di soeroehnja kembaliken djoega. Maka berpoedji-poedjilab Jakoeb: âHijar Allah jang malia koewasa itoe kasielilab kowe-orang mendapet kasiehan di hadepan toewan itoe, soepaja di lepaskennja soeda-ramoe Semangoen itoe, dan Boenjamin djoega bolili poelang sertamoe. Maka akoe ini kaloe soedah mesti kahilangan anak, bijarlah!quot; â
2. Serta soedah antara brapa lamanja, sampeilah dia-orang katanah Mesir. Serta soedah Joesoef di kasieli tahoe, maka lantas dia soeroeh panggil soedaranja menghadep kahadepannja, dan Semangoen djoega di kaloewarkennja dari dalem pendjara.
l
50
Habis bagitoe dia bertanja kapada dia orang dengan manis per-kataaunja: âAdakah baïk bapamoe, orang toewa itoe? â Apa ini adikmoe jang boeugsoe? â Hei anakkoe, bijar Allaii menga-siehani sama kowe!quot; â Dalem berkata bagini ampirlah tiada talian Joesoef berboewat-boewat dirinja seperti tiada dia kenal sama soedaranja, sebab rindoe sanget dia sama adiknja; maka lantas masoeklah dia kadalem kaïnar serta menangis di sitoe.
Serta soedah ^oetji moeka maka Joesoef lantas kaloewar lagi, dengau menahanken dirinja, habis dia adjak makan djoega sama segala soedaranja. Maka heiranlah dia orang nielihat tempatnja masing-masing soedah teratoer toeroet oemoernja. Tambah-tambah serta orang angkat makanan dari hadepan Joesoef kahadepan soedara-soedaranja itoe, maka makanan Boenjarnin itoe lima kali lebieh banjak dari pada segala makanan orang lain.
3. Habis makan, maka Joesoef soeroeh saorang hambanja mengisi karoeng-karoengnja segala soedaranja; denman oewang jang soedah dia-orang kerdja beli gandoem itoe di soeroehnja taroeh di moeloet karoengnja masing-masing. Dan lain dari pada itoe Joesoef soeroeh hambanja diam-diam mengambil tjangkirnja perak jang bharoelah dia kerdja minoem itoe dan taroehken dia di moeloet karoengnja orang jang paling moeda, ija-itoe Boe-njamin poenja.
Maka pada pagi-pagi hari berangkatlah segala anak-anakpja Jakoeb poelang kanegrinja serta dengau seneng hatinja. Serta dia-orang bharoe kaloewar dari kota, tiada berapa djaoehnja, maka Joesoef soeroeh hambanja lekas-lekas memboeroe dia-orang, mentjari ketrangan dari perkara tjangkir perak itoe. Serta soedah kedapetan, maka katalah hamba itoe bageimana Joesoef soedah adjar padanja, baginilah katanja: âMengapa kowe orang membales baik itoe dengan djahat? Perboewatanmoe itoe terlaloe djahat adanja.quot; â Maka soedaraiytT Joesoef itoe pandeng-meman-deng satoe sama lain, tiada tahoe apa maoenja orang jang tegorken sama dia bagitoe. Maka kata orang itoe: âPasti kowe orang tahoe djoega apa jang koe-kataken ini; siapakah jang mentjoeri tjangkir itoe?quot; â Maka sahoet soedaranja Joesoef; rApa
51
- *
r- sebabnja toewan beikata:k-ata bagitoe? Kita iui orang baik-baik.
3a j/ inaka barang, siapa jang kedapetan tjangkir itoe ada padanja,
a- bijarlah dia lt;ii boeuoeh mati, dan kita orang sekalianpoen bjjar
la mendjadi hamba toewanmoe.quot;
al Kemoedian dari pada itoe dia-orang lautas inemboeka karoeng-
ca nja masing-masing; serta di pariksa sama bambanja dari pada jang toewa sampei kapada jang moeda, maka kedapetanlab
i, tjangkir Joesoef itoe di dalem karoengnja Hoeiijamin. Maka soe-
la dararya Joesoef itoe terlaloe kaget dan soesah batinja, sabingga
ja dia orang merobek-robekken pakejannja sendiri, lantas kemba-
ib lilah dia-orang kadalem kota. Maka kata Joesoef kapada dia-
in orang dengan keras soewaranja: âAdakah patoet perboewatanmoe
ia kaja bagitoe?quot;
Maka lantas Jaboeda bitjara kapada Joesoef, katanja: âHamba
ja maoe kata apa kapada toewankoe? Dan bageimana bamba seka-
ig lian ini dapet membetoelken diri hamba? Sasoenggoebuja pada
ja sekarang ini Allah djoega jang menjiksa sama hamba-hamba
la toewankoe. Maka bijarlah hamba sekalian masoek mendjadi boe-
ja dak kapada toewankoe, serta dengan anak jang soedah kedapetan
ia tjangkir itoe di dalem karoengnja.quot; Maka saiioet Joesoef; âDja-^ â 1 quot;â¢:-
e- oehlah dari pada akoe berboewat bagitoe! Melainken orang jang soedah kedapetan tjangkirkoe di dalem karoengnja itoe djoega
ja masoeklah mendjadi hambakoe; maka kowe orang jang lain-laiu
ta itoe poelanglah djoega dengan selamet kapada bapamoe.quot;
i, Serta Jahoeda dengar sabda Joesoef begitoe, maka dengan
g, banjak perkataannja dia minta belas kasiehanyjfi tóewan Adipati
e- itoe, soepaja djanganlah djadi bagitoe, baginilah katanja: âKa-
ef pan nanti hamba bertemoe dengan hamba toewan bapa saja,
ig maka adik saja tiada hamba bawa poelang serta dengan hamba,
ae tentoelah mati bapa saja dari menesèl batinja. Kasiehan! Orang
ii- soedah ramboet poetili! Maka hamba soedah menanggoeng anak
ig ini di hadepan bapa saja, serta kata hamba: âDjikaloe tiada koe-
i'e kembaliken dia kapada bapa, tentoelah akoe nanti kena salah
ig sama bapakoe saoemoer hidoepkoe.quot; Maka dari pada itoe bijarken-
)a lab, ja-toewankoe! Hamba tinggal di sini mendjadi boedak toe-
52
wankoe, ija-itoe aken ganti aaak ini; dan kasiehlah anak ini berdjalan bevsama-sama dengan soedarauja! Karna bageimana saja bolih berdjalan poelang kapada bapa saja djikaloe anak ini tiada bersama-sama 1 Dan bageimana hamba bolili tahan melihat tjelaka besar jang nanti dateng atas bapa saja itoe!quot;
â
4. Maka pada waktoe itoe tiada lagi Joesoef dapet menahan-ken dirinja. Maka lantas dia soeroeb segala orang Mesir oendoer dari hadepannja. Serta dia-orang soedah kaloewar, maka rnena-
ngislah Joesoef dengan njaring soewaranja, serta dengan ber-kata kapada segala soedaranja: âAkoc ini Joesoef i Adakali ba-pakoe masieb bidoep?quot; â Maka dengan terlaloe kagetnja dia orang sampei tiada bisa begerak dan tiada bisa menjahoet satoe apa. Maka kata Joesoef kapada soedaranja; âMadjoelab kcmari deket sama akoe!quot; â Maka dia orang madjoe djoega. Sebagitoe beloem djoega dia-orang bisa bitjara. Maka kata lagi Joesoef: âAkoelah Joesoef, adikmoe, jang soedah kowe-orang djoewal ka-tanah Mesir. Tetapi perkara itoe sekarang djaagan mendjadi
pikirmoe, karna Allah soedah soeroeliken akoe mendhoeloeï kowe orang soepaja piaraken njawan-ja bebrapa-brapa orang. Maka poelanglah sekarang kasieh tahoe kapada bapakoe dari segala kamoeliaankoe di tanah Mesir ini, dan dari segala apa jang soedah kowe lihat itoe; habis lekas-lekas kembalilah kemari dengan membawa bapakoe djoega!quot;
Dalem bitjara bagitoe Joesoef peloek tjijoem sama adiknja, serta dengan menangis sama-sama dia. Dan lagi segala soedara-soedaranja di tjijoeminja dengan tangisnja. Kemoedian bharoelah soedaranja berkata-kata dengan dia. Maka samantara itoe radja Pirangon poen mendengar kabar soedaranja Joesoef ada dateng di Mesir; maka dengan soeka hatinja dia kasieh idin atas nijat-nja Joesoef aken berpindahken bapanja dan segala sanak-soeda-ranja katanah Mesir. Maka Joesoef kirim kareta kapada bapanja dengan sangoe dan lagi barang bagoes-bagoes sabanjak-banjaknja.
Serta soedah sedia samoewa, maka berdjalanlah soedaranja sekaliannja dengan soeka-tjitanja. Maka Joesoef kasieli slamet djalan kapadanja, serta dengan pesennja: âDjanganlah kowe-orang tegor-menegor di djalan!quot;
19. Jsikoeb di bawa piiulah ka-Mesir.
(J. Moesa 45â50.)
1. Serta soedali sampei di roemah, maka anak-anakijja Jakoeb itoe kasieli kabar kapada bapanja dengan girang hatinja: âJa bapa! Adalah Joesoef itoe masieh hidoep, ijalah Adipati di Mesir.quot; â- Maka sakoetika itoe tiada Jakoeb maoe pertjaja per-kataan anak-anaknja itoe. Serta soedah dia-orang sampeiken kapadanja segala perkataiinrya Joesoef, dan serta Jakoeb melihat segala pedati jang terkirim sama Joesoef aken membawa bapanja, maka dengan girang hatinja berkatalah dia: âSoekoerlah anakkoe Joesoef masieh -slamet! Maka akoe maoe pergi djoega bertemoe dengan dia, selagi akoe masieh hidoep.quot;
54
Maka berangkaUab Jakoeb katanah Mesir dengan segala anak tjoetjoenja, mendjadi djoemlah anem poeloeb anem orang, serta dengan membawa segala chewannja dan segala arta-bendanja, dan lagi bebrapa bambanja lelaki^ktfi perampoewan. Serta dia orang soedah sampei di tanah Gosen, bawah Mesir djoega, maka Jakoeb soeroeh Jahoeda berdjalan dhoeloe kasieli tahoe kapada Joesoef^jailg bapanja soedah dateng.
2. Serta Joesoef trima kabar bagitoe, maka lantas djoega dia soeroeh sediaken karetanja aken bertemoe dengan bapanja. Serta soedah berhadepan dengan dia, maka toeroenlah Joesoef dari atas karetanja, lantas dia peloek-peloek sama bapanja dengan menangis bebrapa lamanja. Maka kata Jakoeb kapadanja: âSeka-rang poen bijarlah akoe mati, sodeng soedah koe-pandeng moe-kamoe masieli hidoep.quot;
Maka Joesoef lantas menghadepken bapanja kapada radja Pirangon. Serta Baginda Radja bertanja padanja soedali berapa oemoernja, maka sahoetlah Jakoeb: âAdalah lamanja saja me-ngombara ini seratoes tiga poeloeh tahoen; sedikitlah oemoer saja hidoep serta dengan banjak sangsaranja, maka tiada sama oemoer saja dengan nenek-mojang saja dalem mengombaranja.quot; Habis memberkati sama Baginda Radja, maka kaloewarlah Jakoeb dari hadepannja.
Serta Jakoeb soedah antara brapa lamanja tinggal di tanah Mesir, maka merasalah dia soedah ampir deket matijyfa. Maka pada soewatoe hari dia soeroeh panggil jjama Joesoef aken bitjara sama dia; bagini katanja: âDjikaloe sasoenggoehnja kowe tjinta sama akoe, maka berdjandjilah sekarang sama akoe dengan soempalunoe, djangan kowe mengkoeboerken akoe di Mesir sini; melainken akoe minta di koeboerken satoe tempat dengan nenek-mojangkoe djoega.quot; â Maka Joesoef berdjandji djoega bagitoe serta dengan soempahnja.
'.soedah antara brapa hari lamanja Joesoef di kasieh kabar bapanja sakit adanja. Maka Joesoef lekas pergi mendapet-ken bapanja dengan membawa kadoewa anaknja laki-laki, ija-itoe Maxasse dan Efrajm namanja. Serta soedah bertemoe maka
I
55
iak Jakoeb memberkati kadoewa tjoetjoenja itoe, di samakennja V
i'ta dengan anaknja sendiri djoega. Habis bagitoe maka kata Jakoeb
ja, kapada Joesoef: âAkoe ini sekarang maoe mati, tetapi Allah
lia nanti ada beserta dengan kowe-orang, dan Allah djoega nanti
ka membalikken kowe-orang kadalem negri nenek-mojangmoe.quot;
da Kemoedian dari pada itoe maka Jakoeb lantas panggil segala anak-anaknja. bijar dia orang bersama-sama dateng di tempat-
ia tidoernja. Serta dia orang soedah berkoempoel, maka masing-
ta masing di berkaiinja, serta dengan dia kasieh tahoe kapadanja
ri barang jang aken berlakoe atasnja di blakang harinja. Maka
m berkatnja kapada Jahoeda baginilah: âJahoeda itoe anak singa
i- adanja. Maka toengkat karadjaan itoe tiada nanti oendoor dari
3- pada Jahoeda, dan tiada djoega oendoer pemberian hoekoem dari antara kakinja, sahingga datenglah Radja-salamet, maka kapada
a Dia djoega segala bangsa nanti berbakti.quot; â Habis memberkati
a segala anak-anaknja, maka poetoeslah djiwanja dan kembalilah
i- dia kapada asalnja. Maka adalah lamanja Jakoeb di tanah Mesir
i itoe toedjoehbelas tahoen, mendjadi koetika matinja itoe oemoer-
r nja seratoes ampat poeloeh toedjoeh tahoen adanja.
3 5. Serta Jakoeb soedah meninggal doenia, antara ampatpoe-
i loeh hari lamanja, maka Joesoef dengan segala soedaranja me-
ngangkat majitnja di anterkennja katanah Kanaan, aken di koe-boerkennja di pakoeboeran Ibrahim, dalem goeha Machpela. 'yquot;-quot; Maka adalah bebrapa-brapa poenggawa^di Mesir besar ketjil toe- ^ ' roet meugiring; ada jang naik kareta, dan ada jang berkoeda, sahingga tiada teritoeng banjaknja.
Kemoedian dari pada matinja Jakoeb, maka soedaranja Joesoef itoe menaroeh koewatir, barangkali Joesoef masieh inget djoega akeu membales segala kadjahatan jang soedah dia-orang per-boewat sama dia. Maka serta dia-orang sekalian soedah poelang ka-Mesir, maka pada soewatoe hari menghadeplah dia-orang kapada Joesoef aken minta ampoen lagi sama dia atas nama ba-panja djoega. Serta Joesoef dengar perkataan soedaranja kaja bagitoe, maka inenangislah dia serta katanja: âDjanganlah kowe orang takoet, karna akoe ini hamba Allah djoega. Maskipoen
J
56
-r
kamoe itoe pada itoe tempo ada ingetan berboewat djahat sama akoe, tetapi kadjahatanmoe itoe soedah di kira-kira sama Allah aken kebaikan djoega, ija-itoe aken menghidoepi satoe bangsa jang besar seperti soedah njata pada sekarang ini. Maka seka-rangpoen djanganlah kamoe takoet, karna akoe nanti piaraken kamoe dan segala anak-anakmoe, seperti jang telah soedah.quot;
Bagitoelah Joesoef menjenengken hati segala soedaranja; maka dia-orang hidoep manis satoe sama lain, serta dengan salametnja. Serta .Foesoef soedah hampir mati, maka kata dia kapada soe-dara-soedaranja: âSoenggoeh-soenggoeh Allah nanti menganterken kowe orang ka-tanah jana: soedah di djandjikennja kapada Ibrahim dan Iskak dan Jakoeb; maka djangan tida pada waktoe itoe mesti kamoe membawa toelang-toelangkoe dan koeboerken dia di tanah Kanaan djoega.quot; â Habis bagitoe maka Joesoef poen matilah pada seratoes sapoeloeh tahoen oemoernja.
20. Moesa tempo masieli moeda.
(2 Moesa 1,2).
1. Maka bani-Tsraïl ada di Mesir itoe lebieh hari lebieh ber-tambah-tambah banjaknja. Serta dia orang soedah rerlaloe besar koewatnja dan rameilah negrinja, maka radja-radja Mesir mena-roeh koewatir atasnja, sebab dia orang lain bangsa adanja, maka dia-orang tinggal dalem tanah Mesir. Tambah lagi adalah naik karadjaan di Mesir saorang radja jang boekan toeroenanijjfe radja-radja jang dhoeloe itoe, maka tiada dia tahoe aken kabai-kan Joesoef itoe. Maka Radja itoe menganiaja sama bani-Israïl dan soeroeh dia-orang mengerdjaken pekerdjaan jang berat dari ^jada membakar batoe dan pekerdjaan jang lain-lain, ija-itoe pekerdjaan negri djoega, tiada dengan di kasieh oepahan. ïetapi mangkin lebieh orang Mesir menganiaja dia-orang, mangkin
~
57
lebieh bertambah-tambah banjaknja, sahingga ketjil hatilah orang Mesir, sebab bani-Israïl itoe. Kemoedian adalab saorang radja Mesir kasieh parentah kapada doekoen-doekoen jang aeeka toe-loeng orang perampoe .van beranak, bagitoe lekas dia orang tahoe anaknja orang Israïl jang bharoe teperanak itoe laki-laki adanja, bijar djangan tidak dia-orang mesti boenoeh itoe anak. Dengan sebagitoe doekoen-doekoen itoe ada takoet sama Allah, maka dia-orang tiada sampei hati berboewat bagitoe roepa. Serta Ba-ginda Radja dapet tahoe doekoen-doekoen tiada menoeroet paren-tahnja, maka dengan marah hatinja Dia kasieh parentah lagi kapada segala kamba-hambanja: Moelai sekarang djoega segala anak-anakpja orang Israïl jang kaloewar laki-laki itoe, bijar djangan tidak mesti di boewang kadalem kali; melainken anak-anak perampoewan itoe bolih di hidoepinja.
2. Maka pada tempo itoe adalab saorang laki-laki bernama Amram, dan bininja bernama Jochebet, kadoewanja itoe toe-roenan Lewi. Maka dia-orang soedah dapet anak doewa, jang satoe laki-laki, bernama Aroen, ,dan jang lain itoe perampoewan, bernama Mirjam. Maka koetika radja Mesir kasieh parentah bageimana jang terseboet di atas tadi, adalah Jochebet itoe memperanakken lagi saorang anak laki-laki, terlaloe bagoes roepanja. Maka dengan banjak koewatirnja dia semboeniken anaknja sahingga tiga boelan lamanja. Serta tida lagi bolih di semboenikennja, maka dia ambil satoe peti ketjil dari rotan, di sapoekennja dengan gala-gala dan damar, habis dia tidoerken anaknja di dalemnja, dan taroeh peti itoe pada roempoet-roem-poetan tinggi di pinggir kali. Sedeng bagitoe Jochebet soeroeh Mirjam, anaknja perampoewan itoe, lihat-lihatken adiknja dari djaoeh, soepaja dia bolih tahoe apa nanti djadinja. Maka tiada brapa lamanja datenglah poetri Radja Mesir maoe mandi di kali sitoe. Serta poetri Radja melihat peti ketjil jang dalem roempoet tinggi itoe, lantas dia soeroeh saorang hambanja perampoewan pergi mengambil dia. Serta di boekakennja, maka dia lihat di dalemnja ada saorang anak ketjil. Maka menangislah anak itoe sahingga toewan poetri itoe berkasiehan sama dia, serta katanja;
58
âInilah anaknja orang Ibrani djoega!quot; â Sedeng bagitoe maka aken
datenglah Mirjam mengbadep kapada toewan poetri itoe dengan rlia
bertanja: âApa bolih sajix pergi panggilken saorang perampoewan Moei
bangsa Ibrani djoega, soepaja dia menjoesoeï anak itoe?quot; â oran
Scrta toewan poetri kata: âBaiklab!quot; Maka Mirjam lantas pergi di s
panggil iboenja sendiri. Maka datenglah Jochebet, maka anak kira
ketjil itoe lantas di serabken kapadanja aken di soesoeïnja, past
serta dengan di bawanja poelang. k^roemabnja- scud-iri, oran
51
Serta anak itoe soedab di sapib, maka dia di bawa kembali to«
sama iboenja kapada poetri Pirangon, lantas dia di angkat ito
anak sama toewan poetri itoe dengan di kasieb nama Moesa da
sama dia, artinja ija-itoe: Jang terangkat dari dalem ajer. Maka an
Moesa itoe di bawa masoek kadalem astana Maba Radja. Ke- to'
moedian dia di adjari segala kapinteran orang Mesir, sampei besar- ka
nja dia mendjadi pinter dalem segala perkataan dan pakerdjaan. ba
3. Serta Moesa soedab oemoer ampat poeloeb taboen, maka 1}
djadilaii pada soewatoe bari dia pergi katempat sesama-bangeanja sa
aka aken melibat pakerdjaannja. Maka pada tempo itoe kabetoelan ?an dia lihat saorang Israil di poekoel saraa saorang Mesir. Maka ran Moesa lantas menoeloeng orang Israïl jang teraniaja itoe, sahingga â orang Mesir itoe di boenoeh mati sama Moesa, dan bangkeinja _ rgi di semboenikennja dalem pasir. Maka dalem itoepoen Moesa 'ak kiraken orang Israil itoe bolih mengarti ,t«ng Allah maoe mele- â ' ja, paskon dia-orang lantaran tangannjtT ^[oesa; tetapi tiada dia-orang mengarti.
Maka pada hari besoek paginja adalab Moesa kaloewar lagi,
maka di liliatnja ada doewa orang Ibrani tengah berkalabi.
Maka kata Moesa kapada orang jang salab itoe: âMengapa kowe poekoel sama kawanmoe?quot; â Maka saboet orang itoe: âSiapa jang soedab mengangkat kowe mendjadi djaksa atas kita orang?
Apa kowe maoe boenoab sama akoe, sebageimana kowe soedali boenoeh orang Mesir itoe?'' â Maka takoetlab Moesa mende-ngar perkataan itoe; maka katanja dalem batinja: âKaloe bagitoe pesti soedab ketahoewan perkara ini.quot; iA./
Maka tiada antara lama radja Pirangon djoega dapet dengar itoe perkara; maka dengan marab batinja Baginda Radja jdia'
maoe boenoeh sama Moesa. Maka larilah Moesa dari tanah Mesir ka-tanah Medajin jang deket JicC laoet Koelzoem adanja. â -' Maka orang Medajin itoe toeroenan Ibrahim djoega, dan ada* quot; padanja saorang Imam bernama D.iitero. Sasampeinja Moesa di tanah Medajin itoe, maka berbeutilah dia JÃ deketpfa satoe soemoer di mana orang banjak soeka ambil ajei', d -sftTrcr.quot;Selagi - '
Moesa ada doedoek di sitoe, maka adalah anaknja Imam Djitero li toedjoeb orang perampoewan dateng menimba ajer pada soemoer .t itoe, maoe kasieh minoem sama segala chewan bapanja. Maka datenglab djoega bebrapa gombala laki-laki lantas mengoesir a, anak-anak perampoewan itoe. Serta Moesa melihat, maka dia toeloeng sama anak-anak perampoewan itoe dan kasieh minoem kambingnja djoega. Serta dia-orang tjerita-tjerita sama bapanja bageimana dia orang soedab dapet toeloengan itoe, maka lantas i Djitero soeroeh panggil sama Moesa. Kemoedian Moesa tinggal i sama Djitero dengan menggombalaken kambingnja; maka tiada
â
60
antara lama dia di kasieh anaknja, bernama Zippora aken bininja.
Bagitoelah anak angkatnja toewan poetri di Mesir mendjadi gombala di tanah asing, bageimana nenek-mojangnja dan sekali-kali tiada dia kepingin aken dapet kembali kamoeliaannja dalem astana Radja di Mesir.
21. Moesa di hadepan Pirangon.
(2 Moesa 3â10).
1. Koetika Moesa lari dari tanah Mesir, maka adalali oemoer-nja ampatpoeloeh tahoen; maka lamanja dia mengikoet martoe-wanja mendjadi gombala di tanah Medajin itoe ampatpoeloeh tahoen djoega. Maka semantara itoe orang Israïl di Mesir itoe selaloe dia-orang di aniaja sadja sama orang Mesir.
Maka djadilah pada soewatoe hari, koetika Moesa lagi men-djaga kambingnja Djitero deket ,di goenoeng Koreb, maka kali-hatanlali kapadanja groemboel doeri bernjala-njala dengan api, tetapi tiada djoega groemboel itoe habis di makan api. Serta Moesa pergi deket di sitoe, kepingin maoe tahoe bageimana adanja api bernjala itoe; maka adalali soewara dari tengah-tengah groemboel doeri itoe panggil sama dia: âHei Moesa, Moesa!quot; Maka sahoet Moesa: âSaja Toehan!quot; â Maka kata soewara itoe: âDjanganlah madjoe kamari! Boekakeulah kasoetpde dari pada kakimoe! Karna tempat kowe bediri itoe tanah soetji adanja. Akoe inilah Allah bapamoe, ija-itoe Allah Ibrahim dan Allah Iskak dan Allah Jakoeb.quot;
Maka Moesa lantas menoetoepi moekanja, sebab takoetlah dia memandeng sama Allah. Maka sabda Toehan kapada Moesa: âAkoe soedah melihat segala aniaja jang berlakoe atas oematkoe, jang di Mesir itoe, serta koe-dengar tangisnja, maka itoe Akoe
61
raape melepasken dia-orang dari pada tangan orang Me sir, dan uiembavva -dia-orang kapada soewatoe tanali jang penoeh dengan ajer soesoe dan madoe. ilaka sekarang Akoe maoe soeroeh kowe menghadep Pirangon, soepaja kowe raembawa bani-Israïl kaloe-war dari tanah Mesir.
Maka kata Moesa: âSiapatah hamba ini, maka Toehan soe-voeliken hamba menghadep Pirangon dan membawa bani-Israïl kaloewar dari negri Mesir?quot; â Maka sabda Allah: âSasoeng-goehnja Akoe nanti ada sama-sama kowe!quot; â Maka djawab Moesa: âBarangkali dia orang tiada pertjaja-|aag Toehan Uoe soedah. soeroehken hamba.quot; 1
Maka sabda Toehan kapada Moesa: âJang di tanganmoe itoe apa?quot; â Maka djawabnja: âToengkat.quot; â Maka firman Toehan: âBoewangkenlah itoe ka-boemi!quot; â Maka toengkat itoe di boe-wangkennja ka-boemi, lantas mendjadi oelar; maka larilah Moesa dari padanja. Maka sabda Toehan: âPeganglah boentoetaja oelar itoe!quot; â Maka oelar itoe di pegang sama Moesa, lantas dia mendjadi toengkat lagi pada tangannja. Habis bagitoe maka sabda Allah kapada Moesa: âSekarang masoekkenlah tanganmoe kadalem dada badjoemoe!quot; â Serta Moesa menoeroet bageimana sabda Toehan itoe, maka heiran, sabentar djoega tangannja sakit koesta, poetieh seperti saldjoe. Serta di masoekkennja lagi kadalem dada badjoenja, maka lantas tangannja djadi baik kem-bali, seperti tadi-tadinja. Sasoedahnja bagitoe maka sabda Allah: âDjikaloe tiada dia-orang pertjaja sebab doewa tanda ini, maka ambillah ajer dari kali, dan tjoetjoerkenlah dia ka-tanah, sasoeng-goehnja ajer itoe nanti mendjadi darah di atas tanah adanja.quot;
Sebagitoe poen kata Moesa kapada Toehan: âJa Toehan! Hamba ini dhoeloe meim.ang boekannja saorang jang pandei bitjara; melainken hamba ini berat moeloet djoega.quot; â Maka sabda Toehan kapadanja: âSiapa jang mendjadiken moeloet pada manoesia? Dan siapa jang mendjadiken orang bisoe dan orang toeli, atawa orang melek dan orang boeta? Boekan Akoe ini djoega, Toehan? Maka sekarang djoega pergilah kowe! Akoe nanti ada beserta dengan meloetmoe, dan Akoe nanti mengadjar
62
sama kowe barang jang patoet kowe kataken.quot; â Maka sahoet Moesa lagi: ,;Ja ïoehan! Kaloe soeka soeroeliken saorang jang laiu dari pada hamba, mana jang Toehan soeka djoega.quot; â Maka marahlali Toehan sama Moesa serta katanja: âBoekan akoe soedali tahoe kakakmoe Haroen itoe pandei bitjara? Maka dialah nanti mendapetken kowe; dan kowe mesti tarooh segala perkataan itoe dalem moeloetnja, soepaja dialah berkata-kata kapada bangsa itoe.quot;
2. Kemoedian dari pada itoe maka berdjalanlah Moesa kem-bali ka-tanah Mesir. Maka samantara itoe Haroen djoega dapet sabda Allah aken mendapetken Moesa, Serta soedaii bertemoe, maka Moesa sampeiken kapada Haroen segala perkataan Allah, dan lagi segala moedjidjat jang terseboet di atas itoe. Habis bagitoe maka Moesa dan Haroen mengoempoelken segala toewa-toewa bani-Israïl dengan kasieh tahoe kapadanja Jxtïg Allah maoe kaloewarken dia-orang dari tanah Mesir. Serta bani-Israïl dengar kabar ïoehan Allah maoe melepasken dia-orang dari pada sangsaranja, maka pertjajalah dia-orang dengan menoen-doekken kapalanja serta dengan menjembah-njembah.
Habis bagitoe maka datenglah Moesa dan Haroen menghadep radja Pirangon dengan berkata: âBaginilah sabda Toehan Allah Israïl: âBijarkenlah segala oematkoe itoe pergi ka-tanah lapang soepaja merajaken hari padakoe!quot; â Maka kata Radja: âSiapa-kah Toehan itoe, maka akoe di soeroehmenoeroetkatanja? Tiada akoe tahoe sama Toehan itoe, dan lagi tiada akoe kasieh orang Israïl itoe pergi.quot; â Maka moelai dari pada hari itoe djoega radja Pirangon kasieh parentah soepaja orang Israïl itoe di be-ratken lagi pekerdjaannja lobieh dari pada jang soedah di ten-toekennja; katanja: âOrang Ibrani ini koerang pekerdjaan, maka sekarang ta'oesah lagi di kasieh merang aken membakar batoe itoe; bijarlah dia-orang mentjari sendiri; sebagitoe djoega sebrapa bhagiannja batoe jang soedali djadi permestiannja, itoe tentoe-kenlah sama djoega banjaknja bageimana sekarang ini adanja.quot;
Kemoedian dari pada itoe, maka Moesa dan Haroen menghadep kapada radja Pirangon, lantas berboewat moedjidjat dengan toengkatnja, bageimana sabda Allah kapada Moesa itoe; tetapi
loet adalali bebrapa toekang soelap ili Mesir lantas meniroe pei-l)()e-aiu watan kaja bagitoe ; maka radja Pirangon ta'ferdoeli sama moe-ika djidjatijjaquot;'Moesa itoe: malah semangkin keras hatinja.
lah Maka dari sebab itoe Allah mendatengken bebrapa behaja di nti tanah Mesir, lantaran tanganjya' Moesa dan Haroen djoega; :ot' berganti-ganti behaja itoe adanja. Baginilah katrangannja. 3.quot; 3. Adalah Moesa niengangkat toengkatnja, lantas di poekoel-n- kennja kapada ajer di kali Nil di hadepan radja Pirangon; iet maka sabentar djoega ajer di kali itue mendjadi darah, sahingga e, tiada bolili di minoem orang sampei toedjoeh hari lamanja, dan ï, lagi segala ikan-ikan jang di kali itoe matilah. Ija-itoe behaja is jang pertama.
i- Kemoedian maka Haroenpoen mengoendjoeklah tangannja ka
li atas segala ajer di tanah Mesir, lantas naiklah dari sitoe kodok-ïl kodok dengan sabanjak-banjaknja, sahingga menoetoepi antero â¢i tanah Mesir. Maka masoeklah kodok itoe kadalem astana Radja dan kadalem orang Mesir poenja roemah-roemah dan kadalem
kamar-tidoernja, dan kadalem kasoernja, dan lagi kadalem da-__
) poer dan kadalem tempat tjitakan rotinja. Maka dalem behaja i itoe katalah radja Pirangon kapada Moesa dan Haroen: âMin-takenlah akoe toeloengan Toehan dengan soenggoeh-soenggoeh hatimoe soepaja di hilangkennja kodok-kodok itoe dari padakoe dan dari pada segala hambakoe; maka akoe nanti membijarken djoega bangsa Israïl pergi membawa korban kapada Toehan.quot; â Maka berdoalah Moesa kapada Toehan dari karna kodok-kodok jang di datengkennja atas Pirangon itoe; maka matilah segala kodok itoe dalem satoe hari, dan orang koempoelken bangkei-bangkeinja bertoempoek-toempoek sahingga boesoeklah baoenja tanah Mesir. Sebagitoe djoega serta di lihat Pirangon adalah kasenengan sedikit, maka di keraskennja hatinja, sahingga tiada dia kasieh bani-Israïl pergi. Maka ta'bolih tidak dateng lagi behaja katiga kalinja.
Kemoedian dari pada itoe maka atas sabda Allah adalah Haroen oendjoek lagi tangannja dengan toengkatnja, maka laloe tanah berobah mendjadi brapa banjak toema pada manoesia dan pada
_
64
binatang. Serta bagitoe maka kata segala toekang suelap: âIni-lah koewasa Allah djoega!quot; â Tetapi Pirangon poen masieh djoega keras hatinja.
Sasoedahuja bagitoe, maka di datengken Toekan Allah aken bebrapa-brapa binatang ketjil jang menjoesakkcn orang di antero tanah Mesir, dan kapan soedah hilang binatang ketjil itoe, maka timboellah penjakit chewan, ija-itoe segala oenta dan sapi dun kambing dan kooldi dan koeda; semoewa kena penjakit itoe, sahingga habislah mati sekaliannja. Sebagitoepoen hatinja radja Pirangon tinggal keras djoega adanja.
Kemoedian dari pada itoe, maka atas sabda Allah adalah Moesa ambil aboe dapoer, lantas di sawoerkennja kailtas ada di hadepan radja Pirangon; maka timboellah bisuel-bisoel pada segala manoesia dan binatang.
Maka pada tiap-tiap behaja itoe adalah Moesa menentoeken waktoe permoelaan dan penghabisannja; dan lagi bani-Israïl itoe tiada sekali dia-orang toeroet kena behaja itoe; sebagitoepoen asal Pirangon soedah dapet kasonengan sedikit, maka tiap-tiap kali dia kerasken hatinja bageimana jang socdab itoe.
Kemoedian maka Allah mengadaken goentoer dan kilat dan oedjan ^jjcr-batoe bageimana beloem sekali-kali dateng di tanah Mesir. Maka roeboehlah segala pohoen kajoe, dan segala barang jang ada di loewar roemali, baik manoesia baik binatang, semoewa kena di poekoel oedjan-batoe itoe. Maka Pirangon itoe lekas-lekas dia soeroeh panggil Moesa dan Haroen dan berkata kapadanja: âPada sekali ini akoe inerasa salah djoega; maka mintakenlah akoe kapada Toehan dengan tiada berhentinja, soepaja djangan ada lagi goentoer jang besar ini, dan oedjan ajer-batoe itoe!quot; â Maka oendoerlab Moesa dari hadepan Pirangon kaloewar negri, lantas dia angkat tangannja kapada Toehan, maka sakoetika itoe berhentilah oedjan yjer-batoe dan goentoer itoe. Maskipoen bagitoe, Pirangon kerasken djoega hatinja, bageimana tadi-tadinja.
Maka tiada antara brapa lamanja, di datengken Allah angin timoer; maka angin itoe membawa walang terlaloe banjaknja,
_
saliingga menoetoepi moeka boemi di antero tanah Mosir. Ma ka segala toembooh-tocraboelian pohoen kajoe jang ketinggalan dari pada oedjan ajèr-batoe tadi habislali di makaa walang itoe. Maka Pirangon lagi-lagi minta tooloeug kapada Moesa dan Haroen dengan katanja: âKasiehlah ampoen dosakoe pada sekali iui, dan mintaken akoe toeloengan ïoelian Allahmoe!quot; â Maka lantas di datengken Allah angin ba rat melaloeken segala walang itoe, saliingga terlempar kadalem laoet Koelzoem. Sebagitoe poen radja Pirangon tinggal keras sadja liatinja.
Serta Moesa angkat lagi tangannja kapada Toehan, maka dengan sabda Allah djadilah antero tanah kagelapan tiga hari lamanja. Maka gelapnja terlaloe sanget, saliingga orang tiada bolih melihat satoe sama lain, dan saorang poen tiada begerak dari pada tempatnja dalem tiga hari itoe; melainken pada seka-lian bani-Israïl di tanah Gosen itoe adalah terang dalem segala tempat kadoedoekannja. Dengan sebagitoe tiada djoega Pirangon meagendahken sabda Toehan; malah dia oesirken sama Moesa dengan katanja: âLaloelah kowe dari pada liadepankoe! Djagalah baik-baik, djangan kowe memandeng moekakoe lagi; kapan kowe berani menghadep lagi, maka kowe mesti mati di boenoeh,quot;
â¢22. Bani-Israïl kaloewar dari tauali Mesir.
(2 Moesa 11â14).
1. Serta radja Pirangon soedah terlaloe sanget tekaboernja, maka firman ïoehan kapada Moesa : âAkoe maoe mendatengken lagi satoe behaja atas Pirangon dan atas negri Mesir; sasoedah-nja itoe tentoe Pirangon kasieh kamoe sekalian pergi, malah dia nanti inengoesirken kamoe, soepaja lekas-lekas kamoe kaloewar dari tanah Mesir, sebab pada waktoe tengah malem akoe maoe toeroon, maka segala anak soeloeng dalem tanah .Mesir itoe nanti matilah.quot;
06
Habis bagitoe maka Moesa soeroeh segala bani-Israïl sedia-sedia soepaja bolihlah dia-orang berdjalan pada malem itoe djoegn. Maka segala orang kapala-roemah di kaaieh parentah, bij ar dia-orang pada waktoe sore masing-masing memotong satoe anak kambing jang tiada tjatjadnja. Maka darahnjfl kambing itoe dia-orang mesti ambil dan sapoeken dia pada tangan pintoe róemahnja masing-masing, dan lagi pada ambang di atas pintoe roemah; dan pada malem itoe djoega dia-orang mesti makan dagingnja dengan roti jang tiada pakei ragi, serta dengan koewah jang pahit, dan lagi tra-bolih dia-orang tinggalken sisanja sampei pagi hari. Maka sabda Allah: âMesti kamoe memakan itoe dengan lekas-lekas, dan dengan teriket pinggangmoe dan berkasoet kakimoe dan toengkat pada tanganmoe. Maka darahnja anak kambing itoe aken mendjadi soewatoe tanda pada masing-masing roemahmoe, soepaja djanganlah nanti kamoe kena behaja itoe.quot; Ijaitoelah jang terseboet Paska ïoehan.
2. Serta soedah sampei kapada waktoe jang di tentoeken itoe, maka segala bani-Israïl itoe soedah tersedia aken berdjalan. Maka pada tengah malem toeroenlah Toehan lantas memoekoel segala anak soeloeng dalem Mesir, dari pada anak soeloengnja Pirangon sampei kapada anak soeloengnja orang perampoewan jang paling miskin, dan bagitoe djoega anak soeloengnja chewan-chewan sekaliannja. Maka mengadoeh-adoehlah segala orang Mesir dengan ramei tangisnja, sebab satoe roemah poen tiada jang tiada orang mati dalemnja. Maka pada malem itoe djoega radja Pirangon panggil Moesa dan Haroen dengan kasieh parentah kapadanja: âLekaslah sekarang djoega kamoe pergi dengan memhawa segala bangsamoe dan anak-anakmoe dan chewan-chewanmoe. Pergilah berboewat bakti kapada Toehan seperti katamoe itoe, dan min-taken akoe djoega bijar salamet!quot; â Dan bagitoe lagi segala orang Mesir lantas paksa sama bani-Israïl, soepaja lekas-lekas dia orang kaloewar dari pada negrinja, sebab takoetlah orang Mesir itoe kaloe-kaloe nanti mati sekaliannja.
Bagitoelah bani-Israïl meninggalken tanah perhambaannja dengan membawa sertanja beberapa barang endah-endah dari
6?
pada mas clan peirak dan pakejan, jang di perolihnja dari pada , orang' Mesir aken fsöembangan kapada sidekahnja. Maka dengan terlaloe teboeroe djalannja sampei dia-oraug tiada sempet inem-bakar roti aken di boewat sangoenja, melainken adonannja sadja dia-orang bawa, tiada dengan di taroeh ragi padanja. Maka toelang-toelangnja Joesoef djoega dia-orang bawa sertanja. Maka Toehan Allahpoen berdjalanlah di hadepan bani-Israïl, ija-itoe pada siang bari dalem soewatoe tijang awan, dan pada malem hari dalem soewatoe tiang api aken menganter dia-orang.
3. Serta Baginda Radja dengar kabar bani-Israïl soedab lari; dan soedab sampei dia-orang kapada soewatoe tempat jang perdja-lanan tiga hari djaoehnja, maka berobahlah batinja serta dengan meiieselnja, mengapa dia soedab membijarken orang Israïl itoe pergi. Maka lekas-lekas dia koempoelkeu segala balanja aken memboeroe bani-Israïl itoe. Maka tiada lama kedapetanlab dia-orang pada soewatoe lembab goenoeng jang di pinggir laoet Koelzoem adanja.
Serta bani-Israïl melibat bala Mesir memboeroe dia-orang, maka katakoetanlah dia-orang sanget. Tetapi Moesa menjenengken dia-orang poenja bati dengan katanja: âDjanganlali kamoe takoet; söbftb Toehan djeega nanti berperang aken gantimoe; maka kamoe itoe baik berdiam sadja!quot; â Maka sabda Toehan kapada Moesa: âAngkatlah toengkatmoe kaiitas laoet, soepaja ajernja djadi belah, bijarlah bani-Israïl dapet berdjalan di tengah-tengah laoet di atas kakeringan itoe. Nanti orang Mesir tahoe jang Akoelah Toehan!quot;
Serta Moesa oendjoekken tangannja kaiitas laoet, maka Toehan menijoepken angin timoer jang keras, jang bertijoep antero malem itoe; maka ajernja terbelah sahingga keringlah'tanahnja. Maka samantara itoe tiang-awan jang di hadepan bani-Israïl itoe berpindah kabelakangnja, lantas bediri di tengah-tengahnja bala Mesir dengan bala Israïl; maka adalah tiang-awan itoe pada sabelah satoe terang, dan pada sabelah lain gelap; mendjadi bani-Israïl katerangan dari padanja, sedeng bala Mesir di gelapi-nja. Maka pada malem itoe djoega masoeklah bani-Israïl katengah-
68
tengali laoet dengan berdjalan di atas kakeringan, dan adalah ajer itoe kapada dia-orang seperti pager batoe di kanaa-kiriaja.
Sebagitoe djoega radja Piraagon masieb teroesken laemboeroc bani-Israïl. Serta pagi hari maka orang Israïl soedah saaipei di darat, maka radja Piraagon beserta deagan segala balanja bbaroclah masoek katengali-tengah laoet. Maka pada waktoe itoe dengan koewasa Allah maka bala Mesir itoe di kedjoetkennja, sahingga tiada dia-orang dapet berdjalan lagi. Maka kata orang Mesir satoe saaia lain: âBaiklab kita oraag lari sadja, sebab Toehaa djoega jaag berperang melawan orang Mesir aken ganti orang Israïl!quot; â Maka sabda ïoeban kapada Moesa: âOendjoek-lah tanganiaoe kailtas laoet!quot; â Maka pada sabeatar terbaliklah laoet itoe, jjitn melanggar kapada bala Mesir. Maka dia-orang tiada dapet lari lagi; sebab di dapetken sama ajer jaag berbalik itoe, sabingga matilab dia-orang tenggelem di dalem ajer; ija-itoe radja Pirangon beserta dengan antero balanja, saorang-poen tiada terlepas.
Serta di liliat orang Israïl aken koewasa besar jangdikkoekea Toehaa atas segala orang Mesir itoe, maka takoetlah dia-orang aken Toehaa, dan pertjajalah dia-orang aken Moesa hacibanja. Maka dengan satoe hati dia-orang ramei-ramei memoeliakea nama Toehan dengan njanjiannja.
23. Perdjalanan bani-Israïl sampei kapada goenoeng Slna.
{2 Moesa 15 â 17).
1. Maka djalan jang dari Mesir ka-tanah Kaaaaa itoe tiada sedep adanja, djaoeh tegal sawab, djaoeh kali dan selokan. Orang berdjalan di sitoe sampei beberapa hari tida ada jang di dapetinja, melaiakea pasir dan batoe banjak; roempoet poen djaraag adaaja. Serta baai-Israïl soedah beraagkat dari pada laoet
69
Koelzoem, maka sampei perdjalanan tis^a liari lamanja, tiada dia-orang mendapet ajer. Ada djoeca di sitoo soewatoe mata ajer, Mara namanja; tetapi ajer jan» di Mara itoe patiit rasanja, tiada dapet di minoemnja. Maka dari pada itoe dia-orang men-tjomcl-tjorael kapada Moesa. Serta Moesa minta toeloeng kapada Toekan, maka Allah kasieli toendjoek'padanja soewatoe matjem kajoe, soepaja di boewangkennja kadelem ajer itoe; soedah bagitoe lantas tawarlah bolih di minoem. Maka kata Allah kapada dia-orang: âAkoelah Toehan doekoenmoe.quot;
2. Maka tiada antara lama bangsa itoe mentjomel-tjomel lagi, dari sebab tiada roti dan daging boewat makannja. Maka pada waktoe itoe Allah menoeroenkcn beberapa-berapa boeroeng poejoeh, sampei kennjang-kennjang dia-orang makan dagingnja. Lagipoen pada pa^i hari adalah dia-orang mendapeti di tanah berkoelilingnja seperti bidji-bidji ketoembar, warna poetih dan rasanja seperti makanan jang tertjampoer ajer madoe. Maka orang Israïl tida tahoe apa itoe; maka dia-orang panggil namanja itoe Manna, sebab saroepa dengan Manna adanja. Maka kata Moesa kapada dia-orang: âInilah roti dari soerga, jang Toehan kasieh kapadamoe; koempoelkenlah dia, saberapa jang bolih di makan masing-masing, dan djangan tinggalken sisanja sampei pagi!quot; â Tetapi ada djoega beberapa orang jang tiada menoe-roet larangan itoe; maka pada hari besoek paginja djadilah sisanja beroelat dan baoenja boesoeklah. Melainken pada hari Djoe-maat bolihlah dia-orang ambili Manna sasampeinja boewat di makan doewa hari, tiada mendjadi boesoekpja; sebab pada bari Sabat, ija-itoe hari Saptoe, tiada Toehan Allah toeroenken Manna; maka pada hari Djoemaat dia-orang di kasieh lebieh-lebieh. Maka adalah Toehan toeloeng roti-Manna kapada bani-Israïl itoe, moelaï itoe tempo sahingga dia-orang soedah sampei ka-bates tanah Kanaan, mendjadi lamanja ampatpoeloeh tahoen.
3. Maka ada lagi tjeritanja bani-Israïl di djalan sitoe; sasampeinja di Rafidim, dekct di goenoeng Horéb, dia-orang btrrkakocrangan ajer. Maka berbantah-bantablah dia-orang dengan Moesa. Serta Moesa mengadoeh kapada Toehan, maka sabda Allah kapadanja:
70
âAmbillah toengkatmoe, poekoelkenlah kapada goenoeng batoe itoe!quot; â Serta Moesa berboewat bagitoe, di hadepan segala toewa-toewa Israïl, maka kaloewarlah ajer dari pada goenoeng itoe, lantas di minoem orang sekalian.
4. Sabeloemnja dia-orang berangkat dari Rafidim itoe, maka datenglah orang Amalek berperang dengan bani-Israïl. Maka Moesa soeroeh saorang temennja bernama Joesak, kaloewar bersama-sama bebrapa orang pilihan aken melawan bangsa Amalek itoe; maka samantara itoe adalah Moesa naik kaatas poen-tjak goenoeng, dengan mengangkat tangannja kapada Toehan. Maka selamanja dia angkat tangannja kalangit, maka menanglah Israïl, tetapi kapan di toeroenkennja tangannja, maka menanglah Amalek; serta Moesa soedah tjapik, maka adalah doewa orang temennja, jang satoe Haroen kakaknja, dan jang lain bernama Hoer, dialah toeloeng megangi tangannja, soepaja teteplah, sahingga pada waktoe masoek matahari segala bala Amalek soedah kalah sama sekali adanja.
24. Ferdjaudjiau Allah dengan bani-Israïl.
Parentah sapoeloeh.
{2 Moesa 19, 20, 24, 32â34).
1. Pada boelan jang katiga sasoedahnja bani Israïl kaluewar dari Mesir, maka sampeilah dia-orang di kaki goenoeng' Sina. Maka berhentilah dia-orang di sitoe ampir satoe taboen lamanja. Maka dalem tempo itoe adalah Moesa mengatoer segala bangsa Israïl toeroet asalnja, dari pada kadoewabelas anak Jakoeb itoe; maka jang sama-sama satoe asal di atoer djoega toeroet nenek-mojangnja masing-masing, dan lagi di itoengkennja berapa banjaknja orang sekaliannja. Maka djoemlah orang laki-laki mendjadi anem keti (600.0UÃ) orang; dan djoemlah djiwa lebieh
71
dari doewa djoeta adanja. Maka lain dari pada itoe bani-Israül di sitoe djoega menarima perdjandjian Allah beserta dengan beberapa parentah dan atoer-atoerannja, jang dengan itoe djoega dia-orang di djadiken oemat Allah adanja.
2. Serta soedab bani-Israïl berdiriken cheimahnja di kaki goe-noeng Sina itoe, maka Moesa lantas naik kaatas goenoeng. Maka sabda Allah kapadanja; âSoetjikenlah orang-orang itoe, karna pada hari jang katiga Toehan nanti toeroen kapada goe
noeng itoe. Maka taroehlah pager berkoelilingnja, dan djanganlah saorang melangkah di sitoe; karna barang siapa jang berani naik goenoeng itoe, tentoe dia mati di boenoeh.quot;
Maka sasoenggoehnja hari jang katiga pagi-pagi djadilah di atas goenoeng Sina awan-awan jang tebel dengan beberapa kilat dan goentoer dan boeni seloinpret jang amat keras, dan semang-kin besar soewaranja. Maka antero goenoeng itoe beraseplah, sebab Toehan adalah toeroen kapadanja dalem api. Maka Moesa berdiri di hadepan Toehan di atas goenoeng, dan bani-Israïl
72
berdiri di bawahnja dengan berpakejan soetji serta dengan goe-menter sebab sanget katakoetannja. Maka di kataken Allah segala firman jang terseboet di bawah ini:
Akoelah Toehan Allahmoe jang soedali menganterken kamoe kaloewar dari tanali Mesir, dari dalem tem pat perhambaan itoe.
Djanganlah ada pa dn moe Allah jang lain dari padakoe.
Djanganlah kamoe perboewat oekir-oekiran gambarnja barang sasoewatoe jang dalem langit di atas, atawa barang jang di atas boemi di bawah, atawa barang jang di dalem ajer di bawah boemi. Djanganlah kamoe sembah soedjoed atawa berbakti ka-pada itoe.
Djanganlah kamoe menjeboet nama Toehan Allahmoe dengan sija-sija.
Ingetlah kamoe aken hari Sabat, soepaja kamoe memoeliaken dia. Dalem anem hari pa-toet kamoe bekerdja dan berboewat segala pekerdjaanmoe. Tetapi hari jang katoedjoeh itoelah Sabat Toehan Allahmoe; maka pada hari itoe djanganlah kamoe bekerdja.
Kasiehlah hoermat pada bapamoe dan pada iboemoe.
Djanganlah kamoe memboenoeh.
Djanganlah kamoe berboewat zina.
Djanganlah kamoe mentjoeri.
Djanganlah kamoe naik saksi doesta.
Djanganlah kamoe kepingin aken 'samamoe manoesia; djanganlah kamoe kepingin aken bini samamoe manoesia, atawa aken hambanja laki-laki atawa perampoewan, atawa aken cheiwannja, atawa aken barang poenjanja samamoe manoesia.
3. Selagi Toehan bersabda bagitoe, maka bani-Israïl semangkin sanget takoetnja, karna sebab segala goentoer dan kilat dan boeni selompret dan goenoeng jang beraseb itoe, sahingga moen-doerlah dia-orang dan berdiri (jari djaoeh ,⢠serta dengan permin-taanja kapada Moesa, soepaja dialah sadja borkata-kata dengan dia-orang, djangan Allah sendiri, sebab takoet mati dia-orang. Sebagitoe dia-orang berdjandji, barang jang nanti di sabdaken Allah kapada Moesa itoe, dia-orang maoe dengar dan berboewat djoega.
73
Sasoedahnja dia-oran» berdjandji bagitoe, maka Moesa lantas membawa beberapa koerban kapada Toehan, maka darah koerban jan» separo itoe di siratkennja kapada orang banjak dea^an-katanja: âSasoenggoehnja, inilab darah perdjandjian jang di tetepken Toehan dengan kamoe atas segala sabdanja!quot;
Kemoedian dari pada itoe maka masoeklah Moesa kadalem awan jang di atas goenoeng itoe, dan tinggallah dia di sitoe ampatpoeloeh hnri ampatpoeloeh malem lamanja. Serta soedah habis Toehan bersabda kapada Moesa di atas goenoeng Sina itoe, maka Toehan kasioh padanja doewa papan batoe, ija-itoe papan perdjandjian, tersoerat dengan djari Allah.
4. Kapan bani-Israïl tahoe Moesa soedah bagitoe lama tiada toeroen dari atas goenoeng, maka daienglab dia-orang sama-sama kapada Haroen dengan katanja: âMari, perboewatkenlah kita-orang berhala jang berdjalan di hadepan kira, karna aken Moesa itoe tiada kita tahoe apa djadinja.quot; ââ Maka kata Haroen: âKaloe bagitoe, tjaboetkenlah segala perhiasan mas jang ada pada koeping binimoe dan anak-anakmoe, bawalah dia kamari kapadakoe!quot; â Maka orang banjak lantas mcntjaboetken segala perhiasan jang ada pada koepingnja masing-masing, di kasieh-kennja kapada Haroen, lantas di leboerkennja dan di tjitaknja soewatoe anak-sapi aken berhalanja. Serta soedah djadi, maka berkatalah dia-orang satoe sama lain: âHei orang Israïl! Tnilah dewamoe jang soedah membawa kamoe kaloe war dari tanah Mesir!quot; â Maka pada hari besoek paginja dia-orang ramei-ramei membawa koerban kapada anak-sapi mas itoe, dan soedjoed di hadepannja dengan inakan-d m minoem, terlaloe soeka hatinja.
Maka pada koetika itoe sabda Toehan kapada Moesa: âToeroenlah kowe dari atas goenoeng, karna bangsamoe soedah roesak djalan-nja; baik-baik lekas dia-orang oendoer dari pada djalan, jang soedah koe-pesen kapadanja.quot;
Serta Moesa soedah toeroen di bawah, lantas dia melihat anak-sapi mas dan orang ramei-ramei itoe, maka marahnja boekan sedikit, lantas di lernparkennja kadoewa papan perdjandjian jang ada pada tangannja, sahingga pitjahlah dia pada kaki goenoeng
74
itoe. Maka borhala mas itoe di ambilnja, di bakarnja dengan api, di fantjoer-loeloehkennja mendjadi leboe, habis di sawoer-sawoerkennja di atas ajer, di soeroehnja bani-Israïl meminoem dia.
[Habis bagitoe maka kembalilah Moesa menghadep kapada Toehan dengan katanja: âWah, bangsa ini soedah berboewat dosa jang amat besar! Maka kaloe bolih, bijar Toohan mengam-poeni dosanja; kaloe ta'bolih, bijarlab hamba ini di hilangken dari dalem soerar Toehan!quot; Maka sabda Toehan: âMana jang berdosa padakoe, ija-itoe nanti koe-hilangken dari dalem soeratkoe. Maka sokarang pergilah kowe, antcrkenlah bangsa ini katempat jang soodah koe-sabdaken padamoe. Sasoenggoelinja malaikatkoe nanti berdjalan di hadepanmoe; tetapi pada hari pembaleskoe, Akoe nanti mombales dosanja kapada dia-orang!quot;
Habis bagitoe, maka sabda Allah kapada Moesa: âPerboc-watlah doewa papan-batoe seperti jang dhocloe itoe, dan bawalah dia kapadakoe di atas goenoeng; maka Akoe nanti menjoeratken padanja segala perkataan, jang soedah ada pada papan batoe jang dhoeloe. Maka adalah Moesa serta dengan Toehan lagi ampatpoeloeh hari ampatpoeloeh malem lamanja, dengan tiada memakan tiada meminoem; maka di soeratkennja segala sabda perdjandjian, (sepoeloeh perkara) di atas papan-batoe itoe.
25. Pasoetjiaii Allah. â Imaniat. â Hari besar.
(2 Moesa 24â34. 5 Moesa 10, 13, 16).
1. Kapan soedah Toehan Allah kasich Toret kapada oeraatnja, maka sabdanja kapada Moesa: âKerdjakenlah boewat akoe satoe tempat soetji, soepaja akoe bolih tinggal di dalemnja, di tengah-tengah kamoe.quot;
Maka adalah bani-Israïl dengan soekanja sendiri dia-orang membawa soembangan dari pada mas dan peirak dan manikam,
75
dan lagi kain-kain dan koelit kambing dan kajoe dan lain dari pada itoe. Dan adalah doewa orang jang pandei sekali mendjadi kapala atas pakerdjaan itoe; maka di kerdjakennja Pasoetjian, ija-itoe cheimah-sembahjang, dgngan toeroet tjonto jang Toehan Allah kasieh toendjoek kapada Moesa di atas goenoeng.
Maka adalali pandjangnja Pasoetjian itoe tigapooloeh hasta, dan lebarnja sapoeloeli hasta, dan tingginja djoega sapoeloeh hasta, Pagernja dari pada papan kajoe jang lebar-lebar dan ter-lapis dengan mas. Maku adalah di atasnja di taroeh penoetocp dari pada koelit aken pajonnja. Dalem Pasoetjian itoe adalah doewa tempatnja. Jang di moeka di kasieh nama ï e m pat jang soetji, dan jang di belakang itoe namanja Soetji dari soetji. Maka di depan Tempat soetji dari soetji itoe adalah tergantoeng soewatoe klamboe jang terlaloe endah perboewa-tannja. Dan ada djoega soewatoe palataran besar berkoeliling cheimah-sembahjang itoe, dengan pakei lajar dari pada kain bagoes teriket pada pagernja. Dalem Tempat soetji dari soetji itoe adalah soewatoe peti berlapis mas, namanja Taboet, éi mana papan Toret tèrsimpen di dalemnja. Maka toetoepnja Taboet itoe teperboewat dari pada mas, dan di atasnja toetoep itoe adalah gambarnja doewa malaikat Cheroeb dari pada mas djoega. Maka Cheroeb itoe berhadep-hadepan dengan mengembangken sajapnja, dan matanja memandeng toetoep Taboet itoe. Adalah pekakas di dalem Tempat jang soetji itoe, ija-itoe soewatoe medja, aken membakar doepa di atasnja dan soewatoe medja aken taroeh roti-sadjian di atasnja; doewa-doewanja teperboewat dari pada kajoe jang aloes dengan berlapis mas djoega; lagipoen soewatoe kaki-palita bertjabang toedjoeh, semoewanja itoe dari pada mas adanja. Maka di palataran di moeka cheimah-
sembahjang itoe adalah soewatoe madzbah aken membakar koer-ban, dan soewatoe koelam dari pada tembaga, aken goena segala imam tjoetji kaki tangannja. Serta pakerdjaan itoe soedah habis semoewa, lantas toeroenlah awan jang menganter bani-Israi'l itoe, sahingga antero cheimah-sembahjang penoehlah dengan kamoeliaan Allah adanja.
76
2. Makii jang di tentoeken sama Toelian Allah aken mendja-lanken segala pakerdjaan dalem Pasoetjian itoe, ija-itoe segala orang toeroenan Lewi. Maka Haroen denman anak tjoetjoenja aken mendjadi Imam; Haroen sendiri malah di djadiken Imam bes ar atawa Panghoeloe Imam. Maka dalem segala Imam itoe rnelainken Imam besar sendiri jang bolih masoek kadalem Soetji dari soetji; sebagitoe tjoema satoe tahoen sekali, ija-itoe pada hari raja Pengampoenan jang besar, aken memper-dameiken bani-Israïl dengan Allah; artinja: Aken mengadaken kaampoenan atas segala dosaiija oemat Allah itoe. Maka paker-djaiin Imam-imam itoe berdjaga di atas segala koerban jang di bawa orang ka-Pasoetjian itoe; dan ada djooga beberapa orang Lewi, temennja, jang meladenni dia. Maka saben-saben waktoe liabis koempoelan itoe mesti dia-orang berpoedji-poedjiken atas orang banjak, baginilah poedjinja: âMoega-moega Toehan mem-berkati kamoe dan memeliharaken kamoe! Moega-moega Toehan menerangken kamoe dengan moekanja dan di kasiebankennjalah kamoe! Moega-moega Toehan menoendjoekken moekanja kapada kamoe dan mengaroeniaï kamoe dengan salamet!quot;
3. Adalah hari raja .jang segala orang^ laki-laki mesti ber-koempoel kapada Pasoetjian itoe tiga kali/dalem satoe'tahoen; maka tiap-tiap hari raja itoe toedjoeh hari lamanja; tetapi-jwng tea-bolih dia-oran^ beke'rdja 'itoe tjoema pada hari jang perigoeâ laan dan pada hari penghabisan; Maka hari raja jang pertama ija-itoe Paska, di boewat peringetan aken kaloewarnja bani-Israïl dari Mesir; maka pada hari Paska itoe mestinja taneman sjair, sa-iket jang bermoela toewa itoe di persembahken kapada Toehan; sebab habis Paska itoe di tanah Kanaan orang moelai potong sjair. Maka pada hari raja jang kadoewa, ija-itoe hari Pantekosta, dia-orang bersoeka-soekaan dari sebab tempo potong gandoem; lagipoen dia-orang inget-inget bageimana Allah soedah kasieli Toret kapada oematnja di atas goenoeng Sina. Maka hari raja jang katiga, ija-itoe hari raja Pondok daoen-daoenan, di boewat peringetan aken tempo bani-Israïl lagi berdjalan katanah Kanaan. Maka pada hari raja itoe djoega dia-
77
orang beramei-rameian, dari scbab soedah habis memoengoet boewah auggoer dau segala hasil boeminja.
Maka kapan hari raja Poiidok daoen-daoenan masieh koerang lima hari, maka segala bani-Israïi bertobat merendahken dirinja di hadepan Allah serta dengau berpoewasa, ija-itoe pada hari Pengampoenan adanja. Maka di kasieh nama hagitoe, sebab pada hari itoe adalah Panghoeloe-imam meinpersembahken koer-bau aken mengampoeni dosanja seudiri deugan segala Imam, dau lagi aken mengampoeni segala dosanja orang banjak.
26. Pakoeboeran orang rakoes.
(4 Moesa 10, 11).
1. Serta soedah ampir satoe tahoen lamanja bani-Israïl ber-heuti di kaki goenoeng Sina, maka pada soewatoe hari naiklah tiang-awan itoe dari atas roemah Pasoetjian. Maka bani-Israïl lantas bersadia-sadia aken berangkat. Maka soekalah hatinjsf dia-orang, sebab pengharepannja nanti dapet berdjalan teroes kapada tanah jang penoeh dengan ajer soesoe dan madoe, tiada tahoe nanti banjak sesangkoetannja.
Adalah bharoe tiga hari lamanja dia-orang menjampeiken per-djalanannja, maka soedah moelai kendor hatinja. Maka adalah orang-orang jang kelakoehannja tra 4fttrrrn-k a roe w a n ; itoe dapet â ^ kepingin makan daging, sahingga dia-orang bertangis-tangisan dan mentjomel-tjomel satoe sama lain, katanja: âSiapa sekarang bolih kasieh makan daging sama kita? Lain sekali kapan kita orang masieh tinggal di Mesir, saben hari kita makan ikan dan ketimoen dan laboe dan bawang, semoewa itoe dengan tiada harganja; maka sekarang tra-lain Manna sadja jang kita lihat!quot;
2. Maka sabda Toehan: âDjagalah sadja kamoe! Besoek pagi _Biesti kowe1 makan daging. Sebab kowe poenja tjomel-tjomel
78
djoega Toehan nanti kasieh kowe makan daging. Boekannja sahari doewa hari lanianja, melainken satoe boelan teroes, sampei kamoe bosen makan daging; maka ija-itoe sebab kamoe menghinaken Toehan jang di tengah-tengahmoe, sahingga katamoe: âApagoena kita soedah kaloewar dari Mesir?quot;
Maka kata Moesa kapada Toehan: âAdalah anempoeloeh laksa orang banjaknja bangsa jang hamba ini di tengahnja.^y- ' Maka sabda Toehan: -â-Akoe kasieh sama dia-orang daging^jalig tjoekoep aken di makan satoe boelan tevoes.quot; â Maka sabda Toehan kapada Moesa: âApa tangan Toehan ada koerang koe-â watnja?quot; â Maka Moesa lantas koempoelken segala orang toewa-toewa Israïl.
Maka pada waktoe itoe datenglah angin dari pada Toehan mengangkat beberapa-berapa boeroeng poejoeh dari laoet, di toeroenkennja kapada tempatnja bani-Israïl dan berkoelilingnja, sampei perdjalanan satoe hari djaoehnja, bersoesoen-soesoen sampei tingginja kira-kira doewa hasta dari- atas boemi. Maka bani-Israïl koempoelken boeroeng-boeroeng itoe sahingga antara doewa hari lamanja dengan di makan dagingnja. Tetapi kapan masieh beloem habis di makannja, maka datenglah moerka Toehan atas orang banjak itoe, sahingga banjaklah orang^jangquot; mati di sitoe^sitee'djoega. Maka dari sebab beberapa-berapa pakoeboeran orang-orang itoe, mendjadi orang namaï tempat itoe: Pakoeboeran segala orang rakoes adanja.
27. Orang pengintei.
(4 Moesa 13, 14).
1. Serta bani-Israïl soedah sampei di padang Paran, maka nabi Moesa menjoeroehken beberapa orang aken mengintei tanah Kanaiin dengan orang-orangnja bageimana adanja. Maka adalah
peugintei itoe banjaknja doewa belas orang, ija-itoe dari pada satoe-satoe soekoe saprang. Maka berdjalanlah dia-orang di antero tanali Kanaan cléngftti melihat-lihati segala apa jang ada di da-lemnja. Maka pada tempo itoe kabetoelan moesimnja orang moelaï memoengoet boewah-boewah anggoer. Maka orang pengintei itoe potong satoe tangkei dengan boewah anggoer satoe dompol besar, lantas di poekoel orang doewa, aken di bawa poelang kapon-doknja. Dan lain dari pada itoe dia-orang ambil djoega beberapa boewah dalima dan boewah koerma, di bawanja poelang aken tanda tanah Kanaan aoenggoeh baik dan bagoes adanja.
Maka kemoedian dari pada ampatpoeloeh hari kembalilah dia-orang dari pada mengintei tanah itoe, serta dengan kasieh kabar kapada Moesa, bagini katanja: âKita orang soedah sanipei di tanah kamana toewan soedah menjoeroehken kita; sasoeng- -goehnja ija-itoe soewatoe tanah jang bagoes sekali; penoehlah dia dengan ajer soesoe dan madoe, dan inilah boewah-boewahan-nja. Tetapi adalah bangsa orang jang mendoedoeki tanah itoe semoewanja orang tinggi besar lagi dengan koewatnja; dan kita tahoe di sitoelah tempatnja bangsa jang terlaloe brani roepanja; sasoenggoehnja kaloe kita ini di tanding dengan dia-orang, soedah seperti walang adanja. Dan lain dari pada itoe negrinja poen berkota besar-besar; maka pendeknja, tiada bolih djadi kita ini mengalahken bangsa Kanaan itoe, sebab dia-orang lebieh koewat dari pada kita.quot;
2. Serta bani-Israïl mendengar kabar jang bagitoe, maka terkedjoetlah dia-orang serta dengan tangisnja. Maka dalem itoepoen dia-orang mentjomel-tjomel kapada Moesa dan Haroen, katanja: âKaloe bagitoe lebieh baik kita-orang soedah mati di Mesir atawa mati di djalan sadja! Apa goena Toehan membawa kita ka-tanah Kanaan? Nanti sampei di sitoe kita-orang di makan pedang dan anak bini kita mendjadi rampasan!quot; â Maka dengan berkata-kata bagitoe, dia-orang lantas adjak satoe sama lain aken mengangkat satoe orang mendjadi kapala atasnja maoe balik ka-Mesir.
Maka dalem itoepoen adalah Joesak dan Kalee, ija-itoe
80
temennja orang doewabelas jang di soeroehken mengintei tanah Kanaan itoe; doewa-doewa itoe menjenengken hati bani-Israïl dcDgan berkata kapada orang banjak, Wgmr katanja: âTanah Kanaan itoe sasoenggoelinja -isaewitéoe tanah jaug terlaloe baik. Djikaloe Toehan berkasiehan kapada kita, tentoe Dia -«««tiâ membawa kita masoek kadalemnja. ilaka djanganlah kamoe mendoerhaka kapada Toehan, dan djaganlah kamoe takoet sama bangsa negri itoe, sebab dia-orang tiada dapet perlindoengan lagi; maka Toehanlah beserta dengan kita adanja.quot; â Maskipoen Joesak dan Kaleb bitjara bagitoe, tetrtpi bani-Israïl tra-Tjotili di kasieh inget malah dia-orang semangkin roesoeh, sahingga
dengan gemes hatinja dia-orang maoe melempari Joesak dan Kaleb itoe dengan batoe.
3. Maka sakoetika itoe djoega kalihatanlah kapada segala bani-Israïl aken kamoeliaiin Toehan dalem Pasoetjian. Maka sabda Toelian kapada Moesa: âBerapa lama lagi bangsa ini mentjelaken dakoe! Berapa lama lagi dia-orang tiada pertjaja padakoe , maskipoen segala tanda jang soedah koe-adaken di hadepannja. Maka sasoenggoelinja kamoe nanti koe-perboewat seperti perkataanmoe sendiri. Maka anak-auakmoe djoega nanti koe-bawa masoek kadalem tanah jaug soedah kamoe tjela itoe, dan dia-oranglah nanti mempoenjaï dia, tetapi kamoe itoe nanti mati di padang ini, dan anak-anakmoe uanti mengoembara di sini lamanja ampat poeloeh tahoen, ija-itoe sahingga bangkeimoe sekalian soedah djatoeh di padang ini.quot;
Maka ija-itoe sebabnja bani-Israïl mesti tinggal lagi tiga poeloeh sembilan tahoen lamanja di padang itoe; dan segala orang jang oemoer doewapocloeh tahoen atawa lebieh, koetika dia-orang kaloewar dari tanali Mesir, lain dari Joesak dan Kaleb, mesti dia-orang nanti mati di dalem adanja.
81
£
28. Doerluikiiiijii baui-lsraïl.
(4 Moesa 16, 20, 21).
1. Antara berapa lamanja, maka adalah saorang toeroeuan Lewi, bernama Kora.it, ijalah kaponakannja Moesa dan Haroen, dan lag-i doewa orang toeroenan Roebin, bernama Datan dan Abiram, katiga orang itoe soedab sakoetoe aken melawan Moesa dan Haroen. Maka dia-orang koempoelken doewa ratoes liina poeloeh orang kapala-bangsanja jang sapeket dengan dia, aken berboewat roesoeh djoega. Maka djadilah pada soewatoe liari dia-orang bersama-sama dateng kapada Moesa dan Haroen tWagan bertanja: âApa moelanja Moesa dan Haroen itoe membesarken dirinja dari pada orang banjak, sedeng segala bani-Israïl itoe orang soetji dan oeinat Allah adanja?quot; â Maka bolih tra-bolih dia-orang minta soepaja segala orang bolih toeroet pegang parentab di atas sama bangsanja dan lagi pakerdjaan Imam dia-orang maoe pegang djoega.
Serta Moesa mendengar dia-orang poenja perkataan bagitoe, maka marahnja boekan sedikit, lantas Jbe^kata: âKaloe bagitoe baik besoek pagi^stidja kamoe sekalian dateng menghadep kapada Toeban dengan meinbawa padoepanmoe masing-masing; di sitoe-lab nanti kentara mana jang di pilili sama Toeban.quot;
Serta Korab dengan segala temen-temennja soedab berkoempoel di moeka Pasoetjian, maka sabda Toeban kapada Moesa dan Haroen dan segala orang jang ada sertanja: âOendoerlab kamoe dari pada tempatnja Korab dan Datan dan Abiram, sabentar djoega koe-toempes orang doerbaka itoe.quot;
Maka pada waktoe itoe djoega adalah boemi di mana cheimah--ciieimftbnja Korab, Datan dan Abiram itoe memboeka moeloetnja, lantas mefaelen katiga orang itoe, sahingga habislah toempes dia termasoek kadalem boemi dengan segala iiarta bendanja. Dan lagi toeroenlah api dari pada Toeban memakan orang doewa-
ratoes lima poeloeh orang jang sapeket dengan Korali, Datan dan Abiram iloo, saliingga habislah inati dia-orang sekaliannja. Maka dalem itoepoen bani-lsraïl masieh djoega dia-orang mem-bantahi sama Moesa dan Maroen, katanja: âKamoelah jang soedali memboenoeh oemat Allah sakalian itoe!quot; Maka datenglah lagi iuigt;orkii Tochan di atas bani-lsraïl itoe, saliingga pada waktoe itoe djoega adalab banjaknja am pat bolas riboe toedjoeh ratoes orang jang mati kena behaja.
2. Sei'ta antara berapa lamanja bani-lsraïl itoe sampei di Kades. Maka di sitoelab dia-orang tiada mendapetl ajer aken di minoem orang banjak; maka lagi-lagi dia-orang berbantah-bantah dengan Moesa. Maka firman Toehan kapada Moesa bagini: âAmbillah toengkatmoe dan koempoelkenlah orang banjak itoe, Jmk-kowejiwwlf-kakakmoe Haroen; lantas parentalikenlah kapada {goenoeng batoe di hadepan oi'ang banjak itoe, ihesti goenoeng batoc itoe nanti kaloewar ajenjjrTquot; â Maka Moesa dan Haroen lantas mengoempoelken orang fmnjak itoe. Serta soedah berkoem-poel ili moeka goenoeng batoo itoe, maka kata Moesa kapadanja; âDengarlah, hei kamoe orang doerhaka! Apa kita kaloewarken ajer Jcapada kamoe dari pada goenoeng batoe ini?quot; â Makadulom berkata bagitoe Moesa mengangkat toengkatnja lantas di poe-koelkennja sama goenoeng batoe itoe sampei doewa kali. Maka kaloewarlah ajer banjak dari padanja, saliingga orang banjak itoe dapet minoem dengan segala binatangnja. Sebagitoe djoega dari sebab tiada Moesa dan Haroen menoeroet bageimana satida Toehan tadi, maka kata Toehan kapada dia-orang berdoewa, bagittiltdi sabdanja; âSebab kanioo berdoewa tiada pertjaja pada-koe, dan tiada memoeliaken akoe di moeka mata bani-lsraïl, maka sebab itoe kamoe poen tra nanti niembawa orang banjak ini kadalem negii jang soedah koe-kasiehken kapadanja.quot; â Maka di namai orang aken soember itoe Mariba, artinja ija-itoe ajer perbantaban.
3. Kapan bani-lsraïl soedah berdjalnn lamanja tiga poeloeh sembilan tahoen, maka sampeilali dia-orang ka-tanah Edom, ija=itoe jang soedah deket dengan tanah Kanaau. Maka bangsa
Edom itoo, ija-itoe toeroeuan Esuf, anak Iskak. ilaka adalah baui-Israïl minta idzin kapada orang Edom itoe, soepaja bolih liwat di dalem negrinja. Tetapi orang Edom itoe tiada maoe kasieh, sahingga bani-Israïl terpaksa menjimpang dengan berdja-lan di loewarnja negri JJdoni itoe. Maka sebab banjak soesahnja pada dj al an itoe, mendjadi kakoe hatinja bani-Israïl, sahingga dia-orang berbantah-bantaii lagi dengan ^loesa, katanja: âAh! tempat apa. ini? Roti tiada, ajer poen trada; maka kita makan
Manna ini soedah bosen sadja!quot; Maka dengan moerka Toehan pada waktoe itoe adalah beberapa oelar berbisa menggigit dia-orang. sahingga mendjadiken banjak orang mati adanja.
Serta bagitoe, maka datenglah bani-Israïl menghadep kapada Moesa â deng.Tn katanja: âKita orang soedah berboewat dosa;inaka kaloe soeka pintakenlali doa kapada Toehan, soepaja di lakoeken-nja oelar itoe dari pada kita!quot; â- Serta Moesa mendoaken orang banjak itoe, maka sabda Toehan kapada Moesa; âPerbocwatkenlah saekor oelar tembaga, taroehkenlah dia di atas sabatang kajoe
84
jang tinggi; maka barang siapa jang kena di gigit oelar, kaloe dia pandengken oelar tembaga itoe frieatLdm- aalamet djoega!quot; â Maka Moesa lantas berboewat saekor oelar dari pada tembaga; maka socnggoelilah kapan orang jang di gigit oelar itoe meman-dengken oelar tembaga itoe, tiada mendjadi matinja.
29. Pnudita Italhoem.
(4 Moesa 21â:J4).
1. Serta bani-Israïl soedab liwat tanab Edom, maka tiada lama sampeilab dia-orang ka-kali Arnon. Habis raenjabrang kali Arnon itoe, dia-orang dapet soesali lagi; lang sakali dari sebab Radja di tanali Amori, bernama Sihon, dan jang kadoowa kalinja dari sebab Radja Basan, bernama Ott, doewa-doewa itoe tiada maoe kasieb bani-Israïl liwat di dalem negrinja, malab dia-orang berganti-ganti angkat berperang lawan bani-Israïl itoe aken mentjegahken perdjalanannja. Sebagitoe djoega dengan toeloengan Allah maka kadoowa radja itoepoen kalah, sabiugga negri Si bon dan Og itoe dapet di ram pas sama bani-Israïl , lantas di doedoeki sekali sama dia-orang. Maka adalah bani-Israïl jang tiada tinggal di sitoe, dia-orang teroesken perdjalanannja. Serta soedab sanipei di padang-padang Moah, lantas di perdirikennja clioimabnja deket di kali Jar den, mengbadep-ken kota Jericho.
Maka adalah radja Moab, jaitg bernama Bai.ak Jirte sei a' dia tahoe bani-Israïl berhenti deket^di negrinja, maka dengan kata-koetannja lantas dia soeroehken oetoesan kanegri Aram aken panggil sa,orang pandita'Balhoem. Maka parentah radja Moab kapada Balhoem itoe baginilah: âTjoba kowe kemari, la'natilah bani-Israïl itoe, karna lebieh koewat dia-orang dari padakoe.quot; â Tetapi sabda Allah kapada Balhoem: âDjanganlali kowe dengar
85
oetoesan itoe, dan djanganlnh mela'nati bangsa itoe, karna kaberkatan djoega dia-orang!quot; â Serta radja Balak taboe^nfg 'o. Balhoem tiada maoe datensr, maka di soeroehkennja lagi bebe-rapa oetoesan, lebiob banjak dan lebieh moelia dari pada jang dhoeloc itoe, ija-itoe aken inemboedjoek-boedjoek Balhoem, soe-paja dia maoe dateng djooga dgugah mela'nati bani-Israïl itoe. --Maka bagitoe dongan bagitoe, berdjalanlab djoega Balhoem -t- 1 bersama-sama oetoesan itoe aken menghadep radja Balak.
2. Serta Balhoem masieh di djal.xn, maka adalah malaikat Toeban berdiri di moekanja, maoe mclawan dia. Maka kocldi jang di toenggangi Balhoem itoe dapet libat malaikat itoe berdiri dengan pedang telandjang pada tangannja. Maka incnjim-panglah kocldi itoe. Tetapi Balhoem tiada tahoe ada malaikat,
maka dia poekoel koeldinja. Serta. kocldi menderam tiada berani ,*c madjoe lagi, jnaka mendjadiken jmarabyja Balhoem, sahingga
di ambilnja sapotong kajoe di antemkennja pada kocldi itoe.
Maka pada waktoe itoe adalah Toeban memboekaken moeloet koeldi itoe, sahingga dia berkata kapada Balhoem dengan soe-wara manoesia djoega, baginilah boeninja: âApakah kasalahan bamba aken toewan, maka toewan memoekoel bamba sampei tiga kali?quot; Maka sakoetika itoe Toeban menerangken matapja Balhoem itöe, saliingga dia jjoen dapet libat malaikat Toeban.
Maka kata malaikat kapadanja: âSekarang teroeskenlab djoega pergi bersama-sama orang ini, tetapi sapatab kata poen djangan kowc kataken, melainken jang nanti koc-kataken kapadamoe!quot;
3. Serta Balhoem soedab dateng di badepan radja Balak itoe,
maka dia di bawa sama radja kaatas goenoeng Baiil, soepaja dari sitoo dia bolih libat aken segala bani-Israïl dan mela'nati dia-orang, seperti permintaanuja radja Balak jiwig dhoeloc itoe. Schagitoe djoega kata Balhoorn kapada Balak dengan segala pcmbesar di negri: âMana bolih akoe mela'nati orang jang tiada di la'nati Allah? Dan mana bolih akoe menjoempah orang jang tiada di soempab Allah? Maka akoe dateng kamari sasoeng-goehnja di soeroeh kasieb berkat; maka djikaloc Allah poen memberkati, mana bolih akoe dapet menabani Dia?quot; â Maka
ratoes lim.i poeloeh orang jang sapeket dengan Korali, Datan dan Abiram iloe, sahingga liabislah mati dia-orang sekaliaiinja. Maka dalem itoepoen bani-Israïl masieli djoega dia-orang ineni-bantahi sama Mot'sa dan Haroen, katanja: âKamoelah jang soedah memboenooh oeniat Allah sakalian itoe!quot; Maka datenglah Ingi moevka Toehan di nins bani-Israïl itoe, sahingga pada waktoe itoe djoega adalah banjaknjii ampat belas riboe toedjoeh ratoes orang jang mati kena behaja.
2. Serta antara berapa lamanja bani-Israïl itoe sampei di Kades. Maka di sitoelah dia-orang tiada mendapetl ajer aken di minoem orang banjak; maka lagi-lagi dia-orang berbantah-bantah dengan Moesa. Maka finnan Toehan kapada Moesa bagini: âAmbillah toengkatmoe dan koempoelkenlah orang banjak itoe, haife-kowe^ï^fe-kakakmoe Haroen; lantas parentahkenlah kapada jgoenoeng batoe di hadepan orang banjak itoe, xnesti goenoeng batoe itoe nanti kaloewar ajcrmrf?' â Maka Moesa dan Haroen lantas mengoempoelken orang ftanjak itoe. Serta soedah berkoem-poel di moeka goenoeng batoe itoe, maka kata Moesa kapadanja: âDengarlah, hei kamoe orang doerhaka! Apa kita kaloewarken ajer tapada kamoe dar! pada goenoeng batoe ini?quot; â Maka. dalem berkiita Itagitoe Moesa mengangkat toengkatnj.a, lantas di poe-koelkonnja sama goenoeng batoe itoe sampei doowa kali. Maka kalocwarlali ajer banjak dari padanja, sahingga orang banjak itoe dapet minoem dengan segala binatangnja. Sebagitoe djoega dari sebab tiada Moesa dan Haroen menoeroet bageimana sabda Toehan tadi, maka kata Toehan kapada dia-orang berdoewa, bagin lah sabdanja: âSebab kamoe berdoewa tiada pertjaja pada-koe, dan tiada memoeliaken akoe di moeka mata bani-Israïl, maka sebab itoe kamoe poen tra nanti membawa orang banjak ini kadalem negii jang soedah koc-kasiehken kapadanja.quot; â Maka di namai orang aken soember itoe Mariba, artinja ija-itoe ajer perbantahan.
3. Kapan bani-Israïl soedah berdjalan lamanja tiga poeloeh sembilan tahoen, maka sampeilah dia-orang ka-tanah Edow, ija.-dtee jang soedah deket dengan tanah Kanaan. Maka bangsa
Edoni itoe, ija-itoe toeroenan Esaf, anak Iskak. Maka adalah bani-Israïl minta idzin kapada orang Edom Uoe, soepaja bolih liwat di dalem negrinja. Tetapi orang Edom itoe tiada mauc kasieh, sahingga bani-Israïl terpaksa menjimpang dengan berdja-lan di loewarnja uegri Edoni itoe. Maka sebab banjak soesahnja pada djalan itoe, mendjadi kakoe hatinja bani-Israïl, sahingga dia-orang berbantah-bantah lagi dengan Aloesa, katanja: âAh! tempat apa ini? Roti tiada, ajer poen trada; niaka kita makan
Manna ini soedah bosen sadja!quot; Maka dengan moerka Toehan pada waktoe itoe adalali beberapa oelar berbisa menggigit dia-orang. sahingga mendjadiken banjak orang mati adanja.
Serta bagitoe, maka datenglab bani-Israïl menghadep kapada Moesa krrrgfm katanja: âKita orang soedah berboewat dosa; maka kaloe soeka pintakenlali doa kapada Toehan, soepaja di lakoeken-nja oelar itoe dari pada kita!quot; â Serta Moesa mendoaken orang banjak itoe, maka sabda Toehan kapada Moesa: âPerboowatkenlah saekor oelar tembaga, taroehkenlah dia di atas sabatang kajoe
84
jang tiuggi; maka barang siapa jang kena di gigit oelar, kaloe dia pandengken oelar tembaga itoe ^neatLxLw- salamet djoega!quot; â Maka Moesa lantas berboewat saekor oelar dari pada tembaga; maka aoenggoelilali kapan orang jang di gigit oelar itoe meman-dengken oelar tembaga itoe, tiada mendjadi matiuja.
21). Paiulitii Biilliuem.
{4 Moesa 21-â24).
1. Serta bani-Israïl soedali liwat tanah Edom, maka tiada lama sampeilah dia-orang ka-kali Anion. Habis menjabrang kali Arnon itoe, dia-orang dipet soesah lagi; jang sakali dari sebab Radja di tanah Arnori, bernama Sihon , dan jang kadoewa kalinja dari sebab Radja Basan, bernama Og, doewa-doewa itoe tiada maoe kasieh bani-Israïl liwat di dalem negrinja, malah dia-orang berganti-ganti angkat berperang lawan bani-Israïl itoe aken mentjegahken perdjalanannja. Sebagitoe djoega dengan toeloengan Allah maka kadoewa radja itoepoen kalah, sahingga negri Sihon dan Og itoe dapet di rampas sama bani-Israïl , lantas di doedoeki sekali sama dia-orang. Maka adalah bani-Israïl jang tiada tinggal di sitoe, dia-orang teroesken perdjalanannja. Serta soedali sampei di padang-padang Mouh, lantas di perdirikennja cheimahnja deket di kali .1 arden, menghadep-ken kota Jericho.
Maka adalah radja Moab, jarig bernama EAi.AK^itrfe swta dia tahoe bani-Israïl berhenti deket^di negrinja, maka dengan k.ita-koetannja lantas dia soeroehken oetoesan kanegri Aram aken panggil saorang pandita Bauioem. Maka parentah radja Moab kapada Balhoem itoe baginilah: âTjoba kowe kemari, la'natilah bani-Israïl itoe, karna lebieh koewat dia-orang dari padakoe.quot; â Tetapi sabda Allah kapada Balhoem: âDjanganlali kowe dengar
85
oetoesan itoe, dan djanganlah mela'nati bangsa itoe, karna kabcrkatan djoega dia-orang!quot; â Serta radja Balak tahoe^rfig Balhoem tiaJa maoe dateng, maka di soeroehkennja lagi bebe-rapa oetoesan, lebieh banjak dan lebieh moelia dari pada jang dhoeloe itoe, ija-itoe aken memboedjoek-boedjoek Balhoem, soe-paja dia maoe dateng djoega dgngTih mela'nati bani-Israïl itoe. Maka bagitoe dengan bagitoe, berdjalanlah djoega Balhoem -'c-bersama-sama oetoesan itoe aken menghadep radja Balak.
2. Serta Balhoem masicli di djalan, maka adalah malaikat Toehan berdiri di moekanja, maröc melawan dia. Maka koeldi jang di toenggangi Balhoem itoe du pet lihat malaikat itoe berdiri dengan pedang telandjang pada tangannja. Maka inenjim-panglah koeldi itoe. Tetapi Balhoem tiada tahoe ada malaikat, maka dia poekoel koeldinja. Serta. koeldi menderam tiada berani madjoe lagi, jnaka 'mendjadiken jmai'ahpja: Balhoem, sahingga di ambilnja sapotong kajoe di antemkenhja pada koeldi itoe.
Maka pada waktoe itoe adalah Toehan memboekaken moeloet koeldi itoe, sahingga dia berkata kapada Balhoetu dengan soc-wara manoesia djoega, baginilah bocninja: âApakah kasalahan harnba aken toewan, maka toewan memoekoel bamba sampei tiga kali?quot; Maka sakoetika itoe Toehan menerangken matapja' Balhoem Jiöe, sahingga dia pjaen dapet lihat malaikat Toehan. Maka kata malaikat kapadanja: âSekarang teroeskenlah djoega pergi bersama-sama orang ini, tetapi sapatab kata poen djangan kowe kataken, melainken jang nanti koe-kataken kapadamoe!quot;
3. Serta Balhoem soedah dateng di hadepau radja Balak itoe, maka dia di bawa sama radja kaatas goenoeng Baiil, soepaja dari sitoe dia bolib lihat aken segala bani-Israïl dan mela'nati dia-orang, seperti permintaajipja radja BalakJfHtg dhoeloe' itoe. Sebagitoe djoega kata Balhoem kapada Balak dengan segala pembesar di negri: âMana bolih akoe mela'nati orang jang tiada di la'nati Allah? Dan mana bolih akoe menjoempah orang jang tiada di soempah Allah? Maka akoe dateng kamari sasoeng-goelmja di soeroeh kasieh berkat; maka djikaloe Allah poen memberkati, mana bolih akoe dapet menahani Dia?quot; â Maka
86
djadilali Balhoein membcrka^i bani-Israïl sanipei toedjoeli kali.
Maka moerka radja Balak boekan sedikit, sahingga dia me-ngoesir sama Balhoeni^ dga^tin katanja: âApa perboewatanmoe kaja bagitoe! Akoe panggil kowe Jsiwrrari aken mela'nati moe-soehkoe; maka heiran! lagi-lagi kowe inoaiborkaii dia-orang. '.h Sasoenggoehnja katakoe dlioeloc akoe maoe memoeliaken kowe terlaloe banjak; tetapi sekarang ïoehan moela soedab menolak kamoeliaan itoe dari padamoe!quot; â⢠Habis bagitoe maka kemba-lilah Ballïpem kapada ncgrinja.
Kmnatiau Moesa.
(-5 Moesa i, 3, 31â34).
Maka segala orang laki-laki jang di antei- sama Moesa kaloewar dari tanah ^lesir itoc matilah semoewa; melainken Joesak dan Kaleb sadja jang m/sieh hidoep. Haroen poen soedab meninggal doenia. Maka Moesa djoega soedali deket /temponja. Kapan bani-Israïl misieli berhenti di tanah lapang Moab, maka memin-talab Moesa kapada Toelian : âJa, Toeban! Kaloe bolih, bijarlah bamba poen menj^brang 'Jarden, aken melibat tanah dan pegoenoengan jang baik itoc, serta dengan goenoeng Libanon!quot; â Tetapi sabda Toeban kapada Moesa: âSoedahlah! Djangan kowe seboetken perkara itoe lagi kapadakoe! Naiklah kaatas goenoeng Nebo! Di sitoe Akoe maoe toendjoek kapadamoe tanah Kanaan jang nanti koe-kasieliken kapada bani-Israïl. Matamoe aken melibat dia, tetapi tiada bolih kowe masoek kadalemnja!quot;
Kemoedian dari pada itoe Moesa lantas kasieh saiamet tinggal kapada segala bangsanja, dengan mengingetken dia-orang aken segala kabaikan dan pertoeloengan Allah jang telah soedab itoc; dan lagi segala parentah dan sabda Allah dia kasieh dengar lagi sekali kapada dia-orang. Barang jang di djandji sama Toeban
87
Allali, maoe baik maoe djaliat itoc di Djatakennja la»i di hade-pan orang banjak; maka dalem itoepoen berkatalah Moesa: âToohaii Allahnioe nanti mengangkat boewat kamoe saorang Nabi dari antara segala soedarainoe, jkta. Jang saperti akoe ini ^ djoega; maka patm flah kamoo don gar aken Dia!'quot;
Soedah bagitoe Moesa lantas niomborkati segala bangsanja;
babis dia naik kaatas goonoeng Nebo, dan inatilab dia di sitoc djoega, seperti sabda Toehan. Maka Toelian poen mengkoeboer-ken aken dia; maka saorang poen dada mengataboeï koeboernja.
Maka pada tempo matinja, njaka Moesa poenja oemoer sara- ^
toes doewa poeloeh tahoen. Maka matanja beloem kaboer, dan koewatnja poen beloem koerang adanja. Maka segala bani-Israïl menangisi dia tiga poeloeh liari lanumnja. Maka di antara bani-Israïl tiada berdiri lagi saorang nabi Jang seperti Moesa, jang i. di kenal sama Toehan moeka dengan moeka.
31. Joe^kT
{Joes. 3, 6, 10).
1. Kapan Moesa soedah meninggal docnia, maka dengan sabda Allah adalah Joesak monggantikeu dia. Maka bageimana Allah dhoeloe ada serta dengan Moesa, bagitoe djoega Allah ada ber-sama-sama dengan Joesak. Bageimana Moesa monganterkon bani-1 Israïl ka-sabrang laoet Kool/.oom, bagitoe djoega Joesak mengan-
terken dia-orang ka-sabrang kali Jarden. Kali Jarden poen /- «⢠-' terbelah; maka ajer jang di bawah itoe [berdjalan teroes sampei 'ó soeroetlah sama sekali, dan ajer jang di atas itoe berhentilari lantas berdiri seperti pager batoe, sampei habislah antero orang banjak menjabrang Jarden.
Sasoedahnja bani-lsraïl berdjalan pada tempat kakeringan di ,__
tengah-tengah Jarden, maka sampeilah dia-orang ka-lebak Jeri-
88
cho. .Vfaka, di sitoelah dia-orang memoeliaken hari besar Paska, jang boimoela kali di tanah Kanaan. Maka pa da tempo itoe di Kanaan kabetoelan moesim potong sjair; maka bani-Israïl lantas toeroot makan dari pada liasil boemi itoe; tiada dia-orang di kasieh Manna lagi.
Adalab Jericho itoe soewatoe kota jang koewat. Tetapi Toe-ban soedab berdjandji kapada Joesak, sasoenggoebnja kota itoe nanti di sevalikennja kapada tangannja. Lagi poon flrmau Toe-
iian kapada Joesak; âKowe berdjalanlab koeliling negri itce dengan segala orang perang sabari sekali, sampei ianianja anem bari; dan soeroeli segala imam toeroet berdjalan dengan mem-bawa taboet perdjandjian; maka jang toedjoeh orang imam mesti berdjalan di nioeka taboet itoe dengan boetiiken slompretnja, dan orang banjak mest! berdjalan di belakang taboet aken me-ngiringken dia. Maka pada bari jang katoedjoeh itoe mesli dia-orang dengan atoeran jang bagitoe berdjalan koeliling negri sampei toedjoeh kali satoe bari, dan serta katoedjoeh kalinja,
89
sedeng orang imam itoe sama-sama boeniken slompretnja, mesti antero orang banjak bersoerak-soerak déngan keras soewaranja; maka pada waktoe itoelah pagcr tembok negri teutoelah roeboeh sendiri!quot;
Maka djadilah seperti sabda Toelian; pada liari jang katoe-djoeh itoe habis dia-orang soedab anem kali berdjalan koeliling negri, maka kapan katoedjoeh kalinja, serta orang banjak mendengar boeni slompret, maka bersoerak-soeraklah dia-orang dengan terlaloe ramei soewaranja ; maka sakoetika itoe djoega roeboehlah sakoeliling beteng kota, sabingga gampanglah bani-Israïl dapet masoek kadalemnja. Maka negri Jericbo itoe lantas di kalahkecnja dan segala isi negri di toempesnja dengan pedang, dan roemah-roemahnja poen di bakarnja habis dengan api.
2. Bagitoelali Toehan Allah selaloc menoeloeng sama Joesak, sahingga dia dapet mengalahken dan menoempes radja ketjil-ketjil banjaknja tiga poeloeh satoe orang jang pada zaman itoe ada memarentahken negri-negri di tanah Kanafin. Maka koetika ber-perangan dengan bangsa Amori di djoerang Ajalon, maka adalah atas permintaan Joesak itoe matahari dan boelan berhenti dja-lannja; dan Allah poen menoempes orang Amori itoe dengan api goentoer dan hoedjan batoe.
Bharoelah antara sedikit talioen, maka kabanjakan negri soc-dah kena terambil sama Joesak; maka tanah Kanaiin itoe lantas di bhagi-bhagikennja antara bani-Israïl. Maka boemi jang di sabrang kali Jarden itoe dhoeloe soedah di tantoeken sama Moesa aken niendjadi bhagiannja segala toeroenan Roebin dan toeroenan Gad, dan separo dari pada toeroenan Manasse; masieh tinggal sembilan lebieh satengah soekoe, ija-itoe masing-masing dapet bhagian dari pada boemi jang di antara kali Jarden dengan laoet besar. Toeroenan orang Lewi itoe tiada dapet bhagian boemi sendiri; balik dia-orang dapet ampat poeloeh delapan negri jang jerambil dari pada satoe-satoenja soekoe jang lain-lain itoe aken mendjadi bhagiannja. Maka Roemah-jjasoetjian itoe di perdirikennja di negri Silo. Maka Toehan kasieh salamet kapada oematnja dengan kaseneugan dari pada segala moesoeh-
90
nja; sahingga sapatah kata poen tiada hilang dari pada sogala perkataan Jmfg haik, jang soedah Toehan sabdaken ka pa isi roemah Israïl. melainken sekalian itoe djadilah djoega.
3. Kapan Joesak poenja oenioev soedali seratoes sepoeloeh tahoen, sasoedahnja dia menghabiskeu segala pckeidjaannja, maka di koeinpoelkennja segala bani-Israïl di negri Sichem pada soewatoe hari jang soedah di tantoekennja aken kasieh salamet tinggal kapadanja
Maka pada waktoe itoe Joesak mengingetken dia-orang aken segala kabaikan dan pertoeloengan Allah, soepaja dia-orang ber-boewat bakti kapada Toeiian dengan toeloes hatinja. Baginilah katanja: âTakoetlah kamoe aken Toehan dengan menoeroot barang jang soedah tersoerat dalem kitab torct Moesa! Boewangkeiüah segala dewa-dewa bangsa lain-lain poenja, dan berbaktilah kapada Toehan dengan satia hatimoe. Maka djikaloe pada sangkamoe ta'baik beribadat kapada Toehan, maka baiklah sekarang djoega kamoe pilih, kapada siapa kamoe maoe berboewat bakti; tetapi kaloc akoe dan orang isi roemahkoc, kita maoe beribadat kapada Toehan djoega.quot; â Maka mcnjahoetlah orang banjak itoe katanja: ,1)1 djaoehkenlah dari pada kita moninggalken Toehan dan berboewat bakti kapada dewa-dewa!quot; â Maka segala perkataan itoe di soeratkcnlah Joesak dalem kitab toret Allah, habis dia ambil batoe besar, di perdirikennja di bawali pohoen kajoe-djati jang deket pada lioemah-pasoetjian; serta katanja: âSasoeng-goehnja batoe ini aken mendjadi saksi atas kamoe, soepaja dja-ngan sampei di belakang kali kamoe moengkir aken Allabmoe!quot;
32. ftidion.
1. Tempo Joesak soedah mati, maka bani-Israïl tiada mene-tepi perdjaudjiannja, seperti jang terseboet di atas tadi, kerep
91
kali dia-oran» toendoek kapada dewa-dewa, jja-itoo berhala segala bangsa. Maka dari pada itoe dia-orang kerep kali di serahken Toelian kapada tan^an satroenja. Serta dia-orang bertobat kapada Allah, maka di augkat Allali beberapa hoeloebalang dan bcbe-rapa H a k i m, jan te melepaskun dia-orang dengan perangnja. Maka sasoedahnja bagitoe adalati Hakim itoe niemarentahken djoega satue soekoe atawa lebieli, tiadalah dia pegang koewasa atas antero bangsa samoewa.
2. Maka adalah pada zaman itoe bangsa Miclian soeka dateng di tanab Kanaan dengan balauja jang terlaloe banjak, aken merampas-rampas di sitoe. Maka di rampaskennja segala tane-mannja bani-Israïl, dan cliciwan-cbeiwannja di larikennja. Maka pada tiap-tiap tahoen dia-orang poen ja perboewatan kaja bagitoe, sahingga lamanja toedjoeh tahoen, maka saorang poen tiada jang melawan dia.
Serta bani-Israïl meminta toeloeng kapada Toehan dari sebab perboewatan orang Midian itoe, maka di angkat Toehan saorang laki-laki masieh mocda dari pada soekoe Manasse, bernarna Gidion. Maka kalihatanlah malaikat Toehan itoe kapada Gidion dengan berkata kapadanja: âToehan adalah serta dengan kowe, liei orang gagah-perkasa!quot; â Maka kata Gidion: âTjoba sasoeng-goehnja Toehan serta dengan kita, mengapa sangsara sekalian ini berlakoe atas kitar1 Di mana sekarang segala moekdjidjatnja jang di tjeritaken nenek-mojang kita?quot; Maka sabda Toehan kapada Gidion: âPergilah kowe dengan koewatmoe ini, maka kowe aken melepasken orang Israïl dari pada tangan orang Midian! Akoe ini jang menjoeroehken kowe.quot; â Maka kata Gidion: âJa Toelian! Dengan apatah dapet bamba melepasken orang Israïl ? Sasoenggoehnja krabat liarnbalah jang paling ketjil dalem soekoe Manasse; dan lagi hambalah jang paling moeda di antara segala orang isi roemah bapakoe.quot; â Maka sabda Toehan : âSasoenggoehnja Akoe nanti ada sertamoe; maka sebab itoe kowe nanti mengalahken segala orang Midian, seperti ine-lawan orang satoe sadja adanja.quot;
8, Kemoedian dari pada itoe,'atas sabda Allah, maka Gidion
92
merocboehken Baal sesembahan bapanja, dan tempat berhala itoepoen di roesakkennja. Maka perboewatan Gidion jang banifoc mendjadiken paras hatijj^bebcrapa orang di negri itoe, sahingga di adoekenn ja perkara itoe kapada bapanja'Gridion, dengan-kata-nja: âSekarang bawalab kaloevvar anakmoe itoe, sebab dia mesti mati di boenoeb!quot; â Tetapi kata bapapjé Gidion kapada segala orang itoe: âMengapa kowe orang itoe maoe mengangkat perka-rapjfi Baal ? Djikaloe soenggoeh Baal itoe Allah adanja, bijarlah dia sendiri membales kapada orang jang meroeboebken tempatn ja!quot;
Maka pada kootika itoe adalah bani-Israïl kedatengan lagi moesooli terlaloe ban jak u ja, sabingga djoemlah saketi tiga laksa lima riboe orang; maka moesoek itoe kabanjaken bangsa Midian iljocga adanja. Maka datenglah Kolt Toekan atas Gidion, sabingga dia tegerak liatiuja aken melawan dia-orang. Tetapi sabe-loemnja dia angkat parang, maka di pintanja kapada Tocban soewatoe tanda, soepaja dia bolib taboe dengan katantoewannja jang dia nanti dapet mcngalahken möesoelinja. Baginilab permin-taannja kapada Tocban: âKoelit jang berboeloe ini bamba maoe taroeb di loevvar pada satoe malem; maka djikaloe pada pagi bari tjoema koelit itoe jang kena ajer-emboen, dan segala tanab koelilingnja kering, maka njatalab pada bamba mag'tantoe Toe-ban maoe menoeloeng orang Tsraïl dengan tangan bamba.quot; â Maka djadilab seperti permintaan Gidion itoe, sebab serta dia bangoen pagi-pagi, maka di dapetinja koelit, itoe basablab sahingga bolib di pereskennja, malab kaloewar ajer emboen satoe mangkok penoeb, maka segala tanab koelilingnja keringlab djoega adanja. Maka Gidion memberaniken dirinja meminta lagi kapada Tocban, baginilab permintaannja; âDjanganlab moerka Tocban terbangoen aken bamba, bijarlah lagi sekali bamba men-tjoba itoe dengan koelit ini, soepaja dia bolib tinggal kering djoega, dan antero tanab basah dengan ajer-emboen!quot; â Maka di perboewatlab Allah bagitoc pada malem itoe djoega; karna tjoema koelit itoe jang kering, tetapi pada segala tanab itoe adalah ajer-emboen.
4. Soedab bagitoe maka Gidion lantas mengoempoelken bala
93
pradjoerit banjaknja tiga poeloeh duewa riboe oruug. Maka sabcla Allah kapada Gidion: âAdalali terlaloe baujak orang sertamoe, tjoema-tjoenia dia-orang nanti membesarken dirinja dengan koe-vvatiija sendiri. Maka sekarang oendaagkenlah bagini: âBarang siapa jimg takoet liatinja, bijarlah ilia poelang kembali!quot; â Maka dari pada orang banjak itoe poelanglah doewa poeloeh doewa riboe orang, sahingga tinggal lagi sapoeloeh riboe. Seba-gitoepoen sabda Allah kapada Gidion: âMasieh djoega terlaloe banjak orang! Ta'dapet-tiada di koerangkeiinja lagi.quot; Serta soe-dah, maka tinggal lagi tiga ratoes orang banjaknja. Maka sabda Allah: âDengan tiga ratoes orang ini Akoe menjerahkon bangsa Midian kapada tanganmoe!quot;
Kemoedian dari pada itoc maka Gidion membhagiken tiga ratoes orang itoe atas tiga bhagian. Jlabis dia kasieli pegang kapada tangannja masing-masing, ija-itoo satoe slompret dan satoe boejoeng kosong dan satoe obor di dalem boejoeng itoe. Maka pada waktoe tengah malem, madjoelah bala tiga ratoes orang itoe diam-diam aken mengepoeng tempat moesoeh itoe. Serta Gidion soedah kasieh tanda, maka ramei-ramei di boeni-kennja slompretnja, dan di petjahkennja segala boejoeng jang pada tangannja; maka samantara itoc di angkatkennja obornja bernjala sert.i dengan soerak-soeraknja bagini soewaranja: âPe-dang Toeitan dengan Gidion!quot; â Maka rijoehlah segala bala moesoeh itoe mendengarken soewara bagitoe ramei, dari sana sini datengnja soewara itoe. Maka bingoenglah dia-orang tiada tahoe kawan dan lawan, sahingga bala Midian itoe banjaklah jang mati di boenoeh temennja sendiri, Maka samantara itoe larilah antero bala moesoeh itoe dengan katakoetannja lantas di boeroe sama Gidion dengan balanja, dan banjak orang Israïl dari pada antero pegoenoengan Efraïin. Maka pada koetika itoe bebcrapa-berapa orang Midian jang tertoempes dalem larinja, dan harta bendanja jang kena di rainpas sama bani-Israïl tiada teritoeng banjaknja.
Sapoelangnja Gidion dari pada mengalahken moesoeh itoe, maka orang banjak maoe meradjaken dia di atas antero bani-
94
Israïl. Tetapi kata Gidion: âItoe djangaii! Melaiuken Toehan Jjoega jaug niendjadi radja atas kamoe.quot;
Roet.
(Roet 1â4).
1. Pada zaman hakini-hakim mcmegang parentah di tanah Kanaan, maka adalah mahal makan dalem tanah itoe. Maka koetika itoe adalah di negri Beitlehem saorang laki-laki bernama Elimelech dengan bininja bernama Naomi. Maka kadoewa orang itoe laki-bini beserta anakuja laki-laki doewa orang mening-galken negrinja pergi katanab Moab. Samantara dia-orang tinggal di sitoe, maka anaknja doewa-doewa itoe mengambil pera;:ii-poewan bangsa Moab aken bininja; saorang bernama Orpa dan saorang bernama Roet.
Serta antara berapa lamanja, maka Elimelech lakipja Naomi itoe matilah dan kemoedian duri pada itoe, maka kadoewa anaknja laki-laki poen mati. Serta soedah bagitoe maka poelanglah Naomi ka-negrinja sendiri; dan kadoewa anak mantoenja ber-djalan sertanja. Selagi dia-orang berdjalan maka kata Naomi kapada kadoewa mantoenja: âBaiklah kamoe poelang masing-masing kapada roemah iboemoe dan tinggal dalem negrimoe sendiri djoega. Maka jang bernama Orpa itoe menoeroet perka-taan mertoewanja, lantas poelanglah dia; tetapi Roet tiada maoe poelang; katauja kapada mertoewanja: âDjangan mak paksa saja pergi tinggalkeii sama mak; di mana mak pergi saja mengikoet, mak poenja bangsa saja poenja bangsa djoega, mak poen ja Allah saja poenja Allah djoega; di mana mak mati di sitoe djoega saja mati, dan di sitoe djoega saja di koeboerkenme-lainken sebab mati sadja jang mentjereiken saja dengan oak.quot; Maka djadilah kadoewanja itoe berdjalan sanipei dateng di Beitlehem.
95
2. Serta Naomi niasoek kadalem negri Beitleliem, maka orang-orang' di sitoe ampirliih tiada kenal lagi sama dia, sampei ürang berkata satoe sama lain: âApa soenggoeh-soenggoch dia ini Naomi?quot; â Maka kata Naomi: âDjangan kowe panggil Naomi sama akoequot; (sebab Naomi itoe artinja jja-itoe orang jang her-soeka hati) âbaik karaoe panggil si Mara sadjaquot; (artinja jja-itoe orang jang bersoesali hati) âsobal) jang Maha koewasa menjoesah-ken akoe jang amat sanget; dengan kajakoe akoe soedaii ber-
djalan dari sini, maka dengau miskiukoe akoe di kembalikeu sama ïoeban.quot;
Maka pada koetika itoe kabetoelan moesim polong gandoem. Maka pergilah Roet kasawali aken poengoet-poengoet gandoem jang katinggalan di sawab sitoe. Maka adalali sawab di mana Roet pergi pada tempo itoe poenjanja saorang bernama Boaz ; dialab saorang terlaloe kaja dan masoek sanak soedara lakinjti Roet jang soedab meuinggal itoe.
Maka djadilab pada soewatoe haii Boaz dateng pariksa-pariksa
96
di tempatnja orang potong gandoem itoe, maka sasampeinja di sitoe, dia kasieh tabik kapada dia-orang dengan katanja: âÃijarlah ïoehan serta dengan kamoe!'' â Maka sahoet dia-orang kapadanja: âBijarlah Allah kasieh berkat kapada toe-wan!quot; â Habis bagitoe maka bertanjalah Boaz: âOrang peram-poewan moeda jang ada poengoet-poengoet gandoem jang keting-galan itoe, siapa dia?quot; â Serta Boaz soedab tahoe ija-itoe mantoenja Naomi, maka lantas dia berkata sama Roet dengan manis soewaranja, baginilali katanja: âSasoenggoehnja soedah koe-ketaboewi aken segaia kebaikanmoe jang kapada mertoewa-moe, sasoedalmja mati lakimoe. Bijarlah Allah orang Israïl jang kowe soedah dateng berlindoeng kapadanja membales kapadamoe segaia perboewatanmoe!quot; â I)an lain dari pada itoe Boaz menoendjoeken lagi baik hatinja kapada Roet itoe, lagipoen dia berpesen kapada orang jang bharoe potong gandoem itoe, soe-paja djangan dia-orang sampei hati pada orang perampoewan itoe, bijarlah di tinggalkennja padanja gandoem jang banjak adanja.
Serta Roet poelang pada waktoe sore, maka di tjeritakennja semoewa itoe kapada Naomi, mertoewauja. Maka kata Naomi: âBoaz itoe mejmang saorang dari pada sanak-soedara kita; bijarlah Allah kasieh berkat kapadanja, sebab tiada koerang kamoe-rahannja baik sama orang jang hidoep, baik sama orang jang soedah mati adanja!quot;
3. Serta Boaz itoe antero moesim potong gandoem itoe dia melihat kelakoehanjqfi Roet itoe terlaloe baik adanja, maka lama-lama Boaz itoe djatoeh hati sama dia. Maka adalah adatnja bani-Israïl itoe kapan saorang laki-laki mati dengan tiada me-niuggalken anak, maka patoetlah sanak soedaranja jang paling deket itoe mesti kawin dengan djandanja. Maka Naomi adjar djoega sama Roet soepaja dia pergi menghadep kapada Boaz, bageimana biasanja orang di negri sitoe. Kemoedian dari pada itoe ternjatalah sanaknja Roet poenja laki jang paling deket itoe tiada maoe kawin dengan dia, maka dari sebab itoe djadi-kh Boaz djoega jang mengambil Roet itoe aken bininja.
y?
Maka atas djalan jang bagitoe adalah orang perampoewan bangsa Moab jang meskin itoe dia menoeroeuken satoe radja besar. Sebab Roet itoe beranak aken saorang laki-laki bernama Ohed, dan Obed beranak Jsaï, maka Isaï itoepoen beranak Dawoed, ija-itoe radja besar di atas bani-Israïl.
34. Eli dan Semoeïl.
(1 Sem. 1â7).
1. Adalali di tanab Israïl pada zaman itoe saorang panghoeloe-imam mendjadi hakim djoega bernama Eli; roemahnja di negri Silo di mana Roemah-pasoetjian Allah di perdiriken di sitoe. Maka pada tiap-tiap hari besar adalah di negri Silo itoe bani-Israïl banjak jang berkoempoel di sitoe, aken berboewat bakti kapada Allah.
Maka djadilah pada soewatoe hari panghoeloe Eli dapet me-lihat di palataran Roemah-pasoetjian ada saorang perampoewan bernama Hana, bharoe meminta doa. Maka di lihat Eli aken perampoewan itoo saroepa dengan saorang jang paksa dirinja, dan samantara itoe bibirnjapoen begerak, tetapi tiada kadenga-ran boeni soewaranja, karna Hana itoe berkata-kata dalem hatinja sadja; maka sebab itoe pada sangka Eli maboeklah perampoewan itoe. Tetapi sasoenggoehnja Hana itoe tersedih-sedih hatinja, karna soedah antara berapa tahoen dia berlaki, maka beloemlah ada anak padanja. Maka permintaannja dalem sembahjang itoe, djikaloe ada belas kasiehan ïoehan, soepaja dia poen di kasieh saorang anak laki-laki serta dengan bernadar dia, djikaloe sasoenggoehnja ïoehan menjampeiken permintaannja, tantoe anaknja itoe nanti di persembahkennja kapada Toehan sapandjang Hoemoer hidoepnja. Serta Eli soedah tegor sama Hana dan soedah tahoe apa jaug mendjadi soesah hatinja,
98
maka kata Eli kapadanja: âKaloe begitoe poelanglah kowe dengan salamat! Allahjyïf orang Israïl tautoe nanti kasieh pada-c moe jjtpfï jarig djadi periniutaaninoe!quot;
Maka poelanglah Hana dengan lega hatinja, sebab soedah di toewangkonnja scgala rasa hatinja dengan senibahjangnja kapada '' â ;i- ' Allah. Maka tiada antava lama Allah menjampeiken djoega jang djadi pcvminhiilnnja, di kasieh padanja saorang anak laki-laki. Maka di uamaïnja' akan anak itoe Semoeïl, karna katanja: âSoedah koe-pinta dia kapada Toehan.quot;
2. Serhi soedah antara bcrapa tahocn, maka Semoeïl itoe di anterken orang toewanja ka-negri Silo. Maka sasampeinja di sitoe iboenja lantas serahken dia kapada Eli, panghoeloe-imam itoe, dejigrth katanja: âJa toewan, sajalah ini perampoowan jang dhoeloo siiiciUd meminta anak ini kapada Allah di sin.i djoega. Maka Toehan soedah kasieh djoega barang jang saja minta kapadanja. Maka sebab itoe sajapoen menjerahken anak ini kapada Allah sapandjang oemoer hidoepnja.quot;
99
Kemoedian dari pada itoe maka poelanglah Haua deugau lakiuja, tetapi anaknja di tinggalkenuja di roomahlijft'pauglioeloe-imam itoe. Maka Semoeïl berbakti kapada Toehau di Roeniali-pasoetjiau. Maka tiap-tiap talmen oraug toewanja ada dateng mendapetken dia, maka dia orang salamauja dengar kabai' baik dari pada kelakoehan anaknja, sahingga tiada antara lama Semoeïl poen tarima sabda Toehan Allah sendiri aken mendjadi nabi.
Adalah pada panghoeloe Eli itoe doewa anaknja laki-laki,
jang saorang bernama Hofni, dan jang saorang bernama i'in-
Ciias; maka'doewa-öoewa itoâ¬quot;omng djahat adanja; tiada dia -----
takoet aken Toehan j malah dia meroesoehi Roemah-pasoetjian Allah dengan tingkah-polahnja jang terlaloe boesoek adanja.
Serta Eli dengar kabar dari pada perboewatan anaknja jang djahat itoe, maka dia kasieh ingot iljoega kapada dia-orang,
soepaja djangan lagi dia-orang berboewat dosa bagitoe aken Allah dan aken sesamanja manoesia. Sebagitoe poen tiada Eli maoo mengadjari anaknja dengan sapantesnja, sebab terlaloe sajang dia aken anaknja; mendjadi dia-orang tiada maoe dengar aken kata bapanja.
Maka pada soewatoe malem koetika Semoeïl bharoe tidoer di dalem Roemah-pasoetjian, maka adalah soewara Allah panggil sama dia. Maka bangoenlah Semoeïl, lantas mendapetken sama Eli, sebab di sangkakennja Eli djoega jang panggil sama dia.
Serta soedah katiga kalinja dia di panggil bagitoe, maka njata-lah pada Kli ,^Tnïg -ftrrc! soewara Allah adanja. Maka kata Eli /i/*. â -kapada Semoéïl; â Ivapan (lagi sekali kovvo di panggil/ buik lal:
katamoe bagini: âBijarlah Toehan bersabda, karna hamba Toehan mendengar djoega!quot; â Maka sasoenggoehnja datenglah lagi soewara Toehau panggil sama dia: âHei Semoeïl! Semoeïl!quot; â
Maka sahoet Semoeïl: âSabdalah djoega, ja Toehan! Hamba Toehan ini mendengar.quot; â Maka sabda Toehan kapada Semoeïl:
âAkoe maoe mendatengken satoe perkara di antara orang Israïl,
maka barang^iapa jang mendengar dia, tantoe nanti berde-ngoenglah kadoewa koepingnja. Akoe nanti menghoekoemken Eli dengan anaknja sama-sama satoe hari; sebab Eli soedah
'
100
tahoe djoega bagimaua djahat kalakoehau auaknja, inaka tiada di tjegahkennja.quot;
Maka pada pagi harinja bertanjalah Eli kapada Semoeïl: âBageimana sabda Toehan jang di sampeikennja kapadamoe? Katakenlah padakoe! Djangau kowe semboeniken apa-apa dari padakoe!quot; â Maka ta-bolih tiada di tjeritaken Semoeïl kapada Eli barang jaug di sabdaken Allah kapadauja, maskipoen berat pada hatinja. Serta soedah di tjeritakennja, maka sahoet Eli kapadanja: âüialah Toehan, bijarlah di perboewatnja barang jang baik kapada pemandengannja!quot;
3. Maka tiada antara lama berlakoelah siksa Allah atas Eli dengan isi roemahuja. Sebab pada koetika itoe adalah bani-Israil berperangan dengan orang Filistin. Serta baui-Israïl kalah pe-rangnja, maka dengan parentah segala kapalauja di datengkennja Taboet-perdjandjian Toehan dari pada Silo, di taroehkenuja pada ternpat bala tantara, soepaja memberaniken hatinja. Maka peti-perdjandjian itoe di anterken sama anakp-jli Eli, ija-itoe Hofni dan Pinchas. Maka selagi rameinja berperang, maka adalah Eli doedoek di koersi di sablah pintoe negri, aken toenggoe kabar bageimana kasoedahannja. Maka koetika itoe Eli poenja oemoer soedah sembilan poeloeh delapan tahoen; matanja soedah tiada kalihatan, badannja poen soedah tiada kocwat; tambah-tambah, hatinja soesah dari sebab peti-perdjandjian. Maka tiba-tiba ada saorang dateng berlari dari pada tempat peperangan, kentara roepanja dia membawa kabar soesah sertanja. Serta dia meng-hadep kapada Eli, maka bertanjalah Eli kapadanja: âApa kabar di sana-, hei anakkoe?quot; â Maka sahoet orang itoe: âBala Israil soedah lari dari hadepan orang Filistin, tambahan poela kadoewa anak toewan, Hofni dan Pinchaspoen soedah mati, dan Taboet Allah soedah kena di rampas sama moesoeh.quot; â Serta Eli dengar kabar tjelaka bagitoe, maka dengan terlaloe kagetnja djatoeh dia dari atas koersinja, sampei patah batang-lehernja lantas mati di sitoe-sitoe djoega.
4. Maka orang Filistin itoe serta soedah menang perangnja, maka Taboet Allah di bawa sertanja ka-uegri Asdod, di ma-
101
soekkennja kadalem roemah berbala di sitoe. Maka berhala itoe lagi-lagi djatoeh mengkoereb di hadepan Taboet Toehan, sahingga poetoeslah kapalanja dan kadoewa tapak tangannja. Serta orang Filistin tahoe aken koewasa Allah bagitoe, maka Taboet Allah di pindahkennja ka-lain negri. Tetapi barang dimana orang kadatengan peti-perdjandjian itoe, lantas tiniboel penjakit di sitoe, sahingga banjak orang kena sangsara dan banjak jang mati dari padanja. Kapan soedah antara toedjoeh boeian lama-nja, maka hangsa Filistin itoe dengah terlaloe soesahnja, maka Taboot Allah di kirimkennja kembali kapada orang Israïl, seba-gitoe djoega orang Filistin masich selaloe ada pegang parentah di atas bani-Israïl, sahingga lamanja doewa poeloeh talioen; mendjadi bani-Israïl poen banjak kasoekarannja.
Maka samantara itoe Semoeïl soedah menggantiken Eli djadi hakim di antara Israïl. Maka pada tempo itoe di kocmpoel-kennja segala bani-Israil ka-negri Mizpa dcngan katanja, dji- , kaloe kamoe bertobat kapada Toehan dengan sagenap hatimoe, tantoe Toehan melepasken kamoe dari pada tangan orang Filistin.quot; â Maka bani-Israïl lantas memboewang segala berhalanja, habis dia-orang berboewat bakti J kapada Toehan Allah sendiri. Kemoedian dari pada itoe maka dia-orang dapet toeloengan Allah, sahingga menanglah perangnja dengan orang Filistin itoe; maka segala kotanja jang dhoeloe soedah kena di ambil jama' bangsa Filistin itoe, dia-orang dapet mereboet lagi. Maka di mana watesjyrti' tanah Israïl dengan tanah Filistin di perdiriken Semoeïl soewatoe batoe besar, jja-itoe aken tanda kamenangan-nja, dun di namainja aken batoe itoe Eben-Haëzar, artinja jja-itoe sampei di sini .soedah Toehan toeloeng sama kita! -Maka Semoeïl itoe selaloc dia pegang parentah atas bani-Israïl dengan adilnja; memang dialah saorang hakim jang terlebieh oetama dari pada segala hakim dl tanah Israïl,
102
35. Semocïl dan Saoel.
(/ Sem. 8-11, 15).
1. Serta Semoeïl soediili toewa, maka di angkatnja kadoewa anaknja laki-laki aken hakira atas bani-Israïl. Tetapi anaknja itoe tiada menoeroet seperü kalakoehan bapanja; dia-orang poenja hati melikan; sahingga di makannja soewap dan di obahkennja hoekoem.
Maka adalah pada soewatoe hari segala toewa-toewa bani-Israïl menghadep kapada Semoeïl di kota Rama, dcngan katanja: âBaiklab Toewan mengangkat saorang radja atas kita, seperti segala bangsa jaug lain, soepaja dia memarentahken kita dan menganterken kita kapan kita angkat berperang.quot;
Maka. adalah fikirjjfïi Semoeïl itoe boekan patoet bani-Israïl ampoenja pcrmintaan bagitoe. Tetapi finnan Allali kapada Semoeïl: âDengarlah djoega aken bangsa ini; karna boekannja kowe, melainken Akoe jaug di tjelakennja, soepaja djangan lagi Akoe Radjanja.quot;
2. Maka pada tempo itoe adalab saorang dari pada soekoe Boenjamin, namanja Kis; dialab kahilangan beberapa koeldinja. Maka di soeroehkennja anaknja bernama Saoei. , bersama-sama dengan saorang hambanja aken nientjari koeldi itoe. Serta soe-dah antara berapa hari dia-orang nientjari sana sini tiada dapet, maka kata Saoel kapada temennja: âBaiklah kita poelang sadja!quot; â Tetapi kata temennja: âAdalah dalem negri Rama ini saorang nabi Allah jang kahoermatan; baiklah kita menda-petken dia; barangkali dialab bisa toendjoek kapada kita, di maiia djalan jang patoet kita toeroet.quot; â Maka kata Saoel: âBenarlah katamoe, mari, kita pergi!quot;
Maka masiph sahari lebièb dhoeloe dari pada Saoel pergi mendapetken Semoeïl itoe, adalah Toehan saedah bersabda kapada Semoeïl, baginilah sabdanja: âBesoek pagi kira-kira waktoe
103
bagini Akoe menjoeroehken dateng kapadamoe saorang laki-laki,
ija-itoe jang patoet kowe sirami dongan minjak baoc-baoe\Van,
aken mendjadi radja oematkoe bani-Israil.quot; â Maka serta So-moeïl bertemoe dengan Saocl di tengah kota Rama itoo, maka adalab sabda Toeban kapadanja: âSasocnggoehnja jja-inilah orang jang aken mcmarentabken oematkoe!quot; â Maka kata Semoeil kapada Saoel: âTjoba kowe masoek! Ini hari kowe tinggal di
sini dan makan sama-sama akoe! Perkara koeldi itoe djangan
-i ⢠/ z
mendjadi pikiru^rÃ, sebab socdali jfcerdapet; maka jang paling ' **quot; sedep di antara orang Israïl aken mendjadi poenjamoe!quot; â
Maka Saool tiada mengarti aken perkataan Semoeïl jang bagi-toe; tetapi hari besoek paginja dia di anterken sama Semoeïl kaloewar negri. Maka sasampeinja kapada satoe djalan jang
sepi, maka Semoeïl ambil tan doek jang berisi minjak wangi, __ 7
lantas di toewangkennja isinja pada Saoel poenja kapala, dengan mentjijoem sama dia serta katanja: âDengan ini djoega kowe soedab di angkat sama Toeban aken Radja bani-Israil!quot; â Kemoedian dari pada itoe maka poclanglali Saoel; maka saman-tara berdjalan, maka datenglab Rob Toeban atasnja, sahingga ternjatalah segala kalakoewannja lain dari pada jang dboeloe adanja. Sebagitoe djoega tiada di tjeritakennja dari pada kara-djaiin itoe kapada saorangpoen, sampeilah kapada bari Semoeïl menetepken dia mendjadi Radja.
Maka tiada berapa lamanja Semoeïl mengoempoclkcu segala bani-Israïl di Mizpa akan kasieb toendjoek padanja, siapa jang â soedab di pilili sama Toeban, aken mendjadi Radja. Maka adalab Saoel itoe saorang bagoes 'Ta'gl dengan tingginja. Maka serta â dia berdiri di tengab-tengab orang banjak itoo, maka bersoerak-soeraklab dia-orang sekaliannja, boeninja: âDanlat Radja!quot;
Tiada antara berapa lamanja Saoel berdiri Radja itoe, maka dia menganter bani-Israïl angkat berperang lawan bangsa Amoni;
maka pada koetika itoe di toendjoekkennja gagab beraninja, sabingga kota Jabes, di tanab Giliacl dapet di lepaskennja dari pada tanganijjn orang Amoni itoe. Maka dari pada itoe antero bani-Israïl poedji-poedji sama dia.
..
104
3. Ma.ka pada soewatoe hari adalah Semoeïl tarima firraan Tochan akan di sampeikennja kapada radja Saoel, soepaja radja Saoel itoe memerangi bangsa orang Amalek, dan menoempes radjan ja serta dengan sega la isi negrinja, baik orang nianoesia, chcwan-chewan, bijar djangan ada jang di sajangkennja; ija-itoe akan membales djahatnja bangsa Amalek. jang dhoeJoe soodah di perboewatnja kapada oemat Toehan. Maka djadilah bangsa Amalek iloe di toempes sama Saoel, tetapi radjanja di sajangkennja, dan lagi segala kambing dan sapi jang teroetama dan jang gemoek-gemoek di hidoepinja, katanja maoe di persembah-kennja kapada Allah.
Maka sapoelangnja radja Saoel dari pada mengalahken bangsa Amalek itoe, Semoeïl lantas mendapetken dia, dengan katanja: âMengapa kowe tiada menoeroet aken firman Toehan? Apa kiramoe Toehan lebieh socka sama koerban dari pada menoeroet firmannja? Tidak bagitoe! Sasoenggoehnja menoeroei parentah itoe lebieh baik dari pada koerban; maka orang jang tiada menoeroet parentah itoe dosanja sama djoega orang jang menjembah berhala. Sekarang kowe soedali menoelak akan firman Toehan, maka sebab itoe Toehanpoen menoelak aken kowe, soepaja djangan lagi kowe radja.quot; â Maka moelaï dari pada tempo itoe, radja Saoel semangkin lama semangkin lebieh tambah doerhaka, dan liatinjapoen tida karoe-karoewan rasanja; maka tiada antara lama oendoerlah Koh Toehan dari padanja sama sekali.
30. Diiwoed dan Goliiit.
(/ Ãnni. 16â18).
1. Samantara itoe maka befirmanlah Tochan kapada Semoeïl: âPergilah karoemahpja Isaï di negeri Hcitlclicm, karna Akoo soedah memilih saorang anaknja laki-laki aken Radja atiis orang
105
Israïl.quot; â Serta Senioeïl soedah sampei di Beitlehem, maka lantas dia panggil Isaï dengan segala anaknja aken mempersem-bahken koerkan kapada Toehan. Maka di dalem itoo Somoeïl maoe melihati anak-anak itoe; maka mana jang terpilih sama Toehan, diam-diam maoe di siraminja dengan minjak jang liarocm.
Maka datenglah Isaï itoe dengan toedjoeli anaknja menghadep kapada Semoeïl. Serta Semoeïl meniandeng anak-anak itoe satoe-satoenja, maka pada penglihatannja dalem anak toedjoeli itoe ada djoega jang di tantoekenuja jang soedah di pilih sama Toehan. Dengan sebagitoe tiap-tiap kali datenglah firman Toehan kapada Semoeïl: âIni boekan pilihan Toehan ! Inipoen boekan!quot; â Maka sabda Toehan kapada Semoeïl: âBoekanlah seperti peman-dengan manoesia; karna manoesia memandcng jang di hadepan mata sadja; tetapi Toehan'meniandeng sampei kapada batin.quot; r
Kemoedian dari pada itoe maka bertanjalah Semoeïl kapada Isaï: âApa tiada lagi anak laki-laki padanja?quot; Maka sahoet Isaï: âMasih tinggal satoe, jja-itoe jang paling moeda bernama Dawoed, bjiaroe mendjaga kambing.quot; â Maka fsaï lantas menjoeróchkcn orang memanggil sama Dawoed, maka tiada lama datenglah Dawoed menghadep Semoeïl. Maka adalah roe pan ju Dawoed itoe pipinja merah dan bagoes matanja dan elok parasnja. Maka tir-man Toehan kapada Semoeïl: â[iiilah^lfa jang soedah koe-pilih, siramilah sama dia!quot; - Maka Semoeïl lantas ambil tandoeknja jang berisi minjak haroem itoo, dan menjirami sama Dawoed di tengah-tengah segala soedaranja.
Maka moelai dari pada hari itoe adalah lioh Toehan selaloe berlakoe atas Dawoed. Maka Saoel itoe di tinggalken sama Rob Toehan; malah dia kamasoekan setan, mendjadi hatinja semang-kin tidak karoe-karoewan rasanja. Maka pada bitjara beberapa hamba Radja, baiklah mentjari saorang jang pandei main harpa, soepaja dengan permainannja itoe dia dapet menghiboerken hati-jija maha Radja, manakala dateng setannja. Maka adalah saorang hamba Radja soedah tahoe dalem analmja Isaï di Beitlehem ada saorang ja,ng pandei main harpa; lagipoen dia saorang jang per-
106
wira perkasa dan pinter dalem segala perkara, ija-itoe Dawoed. Maka Saoel menjoeroehken beberapa orang oetoesan panggil sama Dawoed. Kemoedian dari pada itotf maka Dawoed di perhambaken djoega sama maha Radja; maka manakala dateng Radja poenja setan, maka Dawoed lekas main liarpa di hadepan maha Radja; maka tiada lama Saoel mendjadi baik kembali; dan setan-nja poon oendoerlah dar! padanja.
2. Maka tiada antara lama adalah bangsa Pilistin angkat. perang lagi lawan bani-Israïl. Maka pada koetika itoc berdirilah orang Pilistin di atas goenoeng jang di sablah sana, dan orang Israïl itoe berdiri di atas goenoeng jang di seblah sini; maka di tcngah-tengahnja lembah adanja.
Maka selagi kadoewa tantara bëhadep-hadepan bagitoe. adalah kaloewar dari dalem tantara Pilistin ija-itoe saorang hoeloebalang, bernama Goliat, roepanja menakoeti, sebab adalah tingginja anem asta lebieh sadjengkal, dengan pakei badjoe zirha jang bersisik, dan kapalanja pakei ketopong tembaga, maka tangan-nja ada pegang toembak pandjang terlaloe beratnja. Maka hoeloebalang itoepoen dengan keras soewaranja dia panggil meminta lawan; baginilah katanja; âPilihkenlah di antara kamoe saorang jang dateng mendapetken akoe aken berperang lawan akoe; djikaloe dia dapet mengalahken dakoe, maka kita-orang sekalian nanti mendjadi hambamoe; tetapi djikaloe akoe mengalahken dia, maka kamoe sekalian nanti mendjadi bamba kita.quot; â Maka serta kadengaran perkataan orang Pilistin ini kapada radja Saoel dan kapada segala orang Israïl, maka tertjengang-tjenganglah dia orang dengan katakoetan sanget.
Maka pada koetika itoe adalah soedaranja Dawoed tiga orang mengikoet Saoel pergi berperang; tetapi' Dawoed sendiri soedah poelang karoemah bapaknja di Beitlehem; menggombalaken kam-bing lagi seperti pada dhoeloe kalanja. Maka pada soewatoe hari Dawoed di soeroehken bapanja kapada tempat pembarisan aken bertanjaken salametnja soedaranjal Maka serta Dawoed bertemoe dengan soedaranja di uwwn pasanggrahanpja, maka kabetoelan pada waktoe itoe kaloewarlah Goliat dengan bersoewara seperti
107
jang terseboet di atas tadi. Maka Dawoedpoen dengar aken segala perkataannja. Maka bertanjalah Dawoed kapada orang jang berdiri sertanja: âSiapatah orang Filistin ini jang berani mentjelakcn bala tantara Allah taala itoc? Dan di pengapaken orang jang niemboenoeh orang Filistin ini dan mengliilangken maloenja orang Israïl?quot; â Maka kata orang banjak: âBarang siapa jang meraboenoeh aken orang liooloebalang ini, ija-itoe aken di anoegrabi Radja kakajaan jang besar, lagipocn aken di gandjar kapadanja poeti'i Radja aken istrinja.quot; â Sobagitoe poen tidak tantoe Dawoed itoe ka])ingiii dia mendapet gandja-ran besar; melainken dia soesah hatinja dari sebab dalem bani-Israïl saorangpoen tiada jang pertjaja aken Allah sanipei dia berani nielawan hoeloebalang Filistin itoe.
Serta soedalt kadengaran kapada Baginda Radja, jang Dawoed itoe roepa-roepanja dialah maoe berperang dengan Goliat, maka Baginda Radja menjoeroehkcn orang aken panggil sama Dawocd.
Serta soedah menghadep, maka kata Dawoed kapada Saoel: âSaorang poen djangan ketjil hati; bamba toewankoe maoe pergió berperang dengan orang Filistin ini.quot; â Maka kata Baginda Radja kapada Dawoed: âTa'bolih djadi, sebab kowe lagi orang moeda, maka diapoen saorang perang dari ketjilnja.'
Maka sahoet Dawoed, [dalem dia menggombalaken kambing,; , â soedah tahoe dia mcmboenoeh singa dan beroewang. Maka bagi-nilah katanja: âToehan jang meloepoetken hamba dari pada koekoe singa dan dari pada koekoe beroewang, Dia djooga aken meloepoetken hamba dari pada tangan orang Filistin itoe.quot; â
Serta Baginda Radja dengar perkataan Dawoed jang bagitoe,
maka kata Radja: âKaloe bagitoe, pergiilah djoega! Bijarlah Toehan beserta dengan kowe!quot;
Soedah bagitoe, maka Saoel lantas kasieh pakei pakejannja sendiri kapada Dawoed, di pakeikennja badjoe zirha dan lagi ketopong tembaga di kepalanja. Tetapi Dawoed lantas memboeka pakejan itoe dengan minta ampoen sadja, sebab terlaloe soesah dia berdjalan dengan itoe. Bagitoe lagi dia tra-maoe membawa pedang, melainken toengkatnja djoega jang di bawanja serta
108
dengan bandilnja; lantas dia pergie kakali mentjari batoe litjin lima bidji di masoekkennja kadalem kantongnja, maka dengan pekakas gombala itoepocn dia mendapetken Goliat, hoeloebalang.
Serta Goliat melihat Dawoed madjoo aken melawan dia, maka dia soempah-soempah sama Dawoed dca gan katanja: âAkoe ini apa andjing, maka kowe datcrig mendapetken dakoe deagan membawa toengkat ? Marilah kapadakoe! Dagingmoe nanti koe-kasieh makan kapada boeroeug gagak!quot; â Maka kata Dawoed
kapadanja: âKowe dateng kapadakoe dengan pedang dan toein-bak dan parisi; t'etapr akoe ini dateng kapadamoe dengan nama Toehan serwa sekalijan alam, jja-itoe Allali bala tantara Israïl jang kowe hiuaken itoc. Maka pada ini hari djoega Toehan menjerahken kowe kapada tangankoe, dan sagenap isi boemi aken dapet taboe.jang ada Allah pada orang Israïl!quot;
Maka sedeng Goliat itoe berdjalan pergi mendapetken Dawoed, maka berlari-larilah Dawoed aken mendapetken dia; maka dalem berlari itoe di ambilnja batoe dari dalem kantongnja, lantas di
loy
bandilkennja keiui dahinja Goliat, sahingga djatoéhlah dia de-ngan moekanja ka-boemi. Maka sabentar djoega berdirilah Da-woed di atas badannja Goliat, lantas merampas pedangnja, di potongkennja lehei-nja orang hoeloebalang itoe dengan sendjatanja sendiri. Serta orang Filistin melihat hoeloebalang soedah mati, maka hilanglah hatinja, lantas berlari dia orang dengan sakoe-wat-koewatnja. Maka bani-Israïl lantas memboeroe bala Filistin dengan soerak-soeraknja sampei ka-kota Gat dan El; ér on, ija-itoe kota Filistin djoega. Maka sapandjang djalan itoe bala Filistin banjaklab jang mati di boenoeh sama orang Israïl dan lagi tempat pembarisannja di rampasinja.
3. Moelaï dari pada tempo itoe adalah poetra Radja bernama Jonathan itoe sanget tjinta-kasieh sama Dawoed. Memang Jonathanpoen saorang buik boedinja, lagi dengan gagah perka-sanja. Maka dia orang poenja bati terlengket satoe sama lain; sahingga Jonathan lama-lama dia tjinta sama Dawoed seperti sama njawanja sendiri. Maka dengan sanget berkasieh-kasiehan itoe berdjandi-djandjianlah Jonathan sama Dawoed, aken mene-tepken persobatannja. Maka pada koetika itoe Jonathan meni-boeka salimoetnja, di kasiehkenuja kapada Dawoed aken tan da persobatannja, dan bagitoe djoega segala pakejannja, malah sampei pedangnja dan boesarnja dan pangiketnja. Maka Saoel tiada kasieh lagi Dawoed poelang ka-roemah bapanja; malah di djadikennja aken dia kapala pradjoeritnja, dan tiada antara lama Dawoed di ambil mantoe djoega sama radja Saoel.
37. Dawoed tl i aniaja.
(i Sem. 18â24, 26).
1. Soedah barang tantoe Dawoed itoe di poedji-poedji sama orang banjak dari sebab dia memboenoeh hoeloebalang Goliat.
Malali-malah sapoelaugnja bani-Israil dai'i pada memboeroe orang B
Filistin itoe, adalah beberapa oraug perampoewan dari pada di
segala uegri oraug Israil ka loc war mendapetkeu bala tantara k
itoe dengau nieujanji ramei-ramei, serta dengan poekoel rebana k
dan segala boenji-boeiijian. Maka segala perampoewaa itoe raena- E
boeh sama menjanji berganti-ganti boenjinja: âSaoel soedah mem- s:
boenoeh beriboe-riboe, tetapi Da woed soedah memboenoeh ber- T
leksa-leksa!quot; â Maka itoe mendjadi sakit hatiuja Baginda Radja S
deugan katanja: âKaloe begitoe, maka lama-lama karadjaau ini si
mendjadi üawoed poenja.quot; â Maka moeial dari pada hari itoe ii
djoega selaloe Saool ada pandeng sama Dawoed dengan panas a
batinja, sahiugga dia mentjari djalan aken memboenoeh sama ii
Dawoed. 1'
Maka pada soewatoe hari Saoel lagi doedoek dalem astana 3
Radja, maka tiba-tiba datenglah lagi setannja. Maka Dawoed l: lantas main harpa di hadepan Radja, seperti pada sahari-hari.
Maka deugan sanget marahuja Baginda Radja, maka di lempar- t
kennja toembaknja jaug pada tangauuja iloe kapada Dawoed, [
koerang sedikit sadja Dawoed kena. Dawoed melomjat maka !
toembak termakan kapada pager batoe. i
Serta Dawoed lari poelang karoemahnja, maka Saoel menjoe- i
roehkeu beberapa oraug soepaja di boeuoelmja aken dia di dalem ( roemahnja; tetapi dengan akal istri Dawoed, ija-itoe Michal,
poetri Radja, di oeloerkeunja aken Dawoed kaloewar dari pada djandela, sahiugga dapetlah dia berlepas dirinja.
Habis bagitoe maka larilah Dawoed ka-kota Rama, tempatuja uabi Semoeïl. Serta Saoel memboeroe sama dia sampei kasana, maka kembalilali Dawoed katanah Gibja, aken bitjara sama Jonathan, sobatuja. Maka Jonathan itoe dengan terlaloe sajang-kasiehnja sama Dawoed, di tjobakennja aken berdameikeu aja-handa dengau Dawoed itoe; tetapi Saoel tra-maoe dengarken perkataan poetranja, malah semangkin sanget marahuja, sahiugga dia berkata troes trang: âTra-bolih tidak Dawoed itoe mesti mati!quot;
Serta soedah bagitoe, maka kata Jonathan sendiri: âBaiklah Dawoed lari sadja berlindoengken dirinja dari pada marahuja
Ill
Baginda Radja.quot; â Maka Dawocd itoe dalem larinja sampeilah dia kapada imam besar Achimelkch di kota Nob. Maka Acliimc-lech itoc kasieh roti kapada Dawoed, dau lagi di bawakennja kapada Dawoed pedanguja Goliat jang tersimpen di sitoc. Serta Baginda Radja dengar kabav Aeiiimoloch soedali banjak toeloeng sama Dawoed, maka diapoen di katakennja sapeket dcngan Dawoed akon melawan Baginda Radja. Maka dari pada itoc Saoel lantas soevoeli orang memboenoeb Acbimelech dengan segala temeu-temonja, banjaknja dclapan poeloeh lima orang imam. Tambah poela dengan parentah Baginda Radja, maka antero isi kota Nob, baik manoesia baik chewan-chewan sekaliau itoe di toompesnja; melainken orang satoe sadja jang dapet iier-lepas dirinja, jja-itoo anaknja Acbimelech bernama Abjatar. Maka Abjatar itoc lantas berlindoeng kapada Dawoed, dan pada hari di bclakang Dawoed mendjadiken dia pangboeloe-imam djoega.
Kemocdian dari pada itoe Dawoed pcrgic katanali pagoenoe-ngan Jaboeda, melindoengkcn dirinja dalem goba-goha jang di pagocnoengan itoe. Maka adalah dengan berplaiian-plaban ber-koempocl dengan dia di sitoc bala pradjoerit banjaknja anem ratocs orang, jang dalcmnja itoc banjak orang gagab berani adanja; dan ada djoega banjak orang jang socdah tocwa dan orang pcrampoewan dan anak-anak, dari pada sanak socdaranja Dawoed dateng berlindoeng kapadanja, aebab takoctlah dia-orang aken marabnja radja Saoel itoc.
2. Di dalem Dawoed berlari itoc maka Jonathan masieh teroes-ken persobatannja sama dia dengan aatia batinja; dan Dawoed-pocn tiada berobah aatianja kapada Baginda Radja; maka sedikit poen tiada dia maoc membales djabat kapadanja; tiada dia loopa kaloe Saoel itoc radjanja, dan mcrtoewanja dan lagi ajahanda Jonathan, sobatnja.
Kemocdian dari pada memboenoeb imam delapan poeloeh lima orang itoc, maka tiada antara lama berangkatlab Saoel beserta dengan bala tiga riboe orang, sckalian itoc orang piliban, aken menangkep Dawoed di pegoenocngan Jaboeda itoe. Maka djadi-lah pada soewatoe hari Saoel masoek kadalem soewatoe goha,
112
lantas berbaring di sitoe ; maka Dawoed dengau segala orangnja pada waktoe itoe lagi bersemboeni dirinja pada goha itoe djoega jaug dalem sekali. Maka kata orangnja kapada Dawoed: âTe-ngoklah! Pada hari ini djoega Toehan soedah menjerahken satroemoe kapada tanganmoe!quot; â â Maka kata Dawoed: âDi djaoehkenlali Toehan akoe dari pada taroeh tangankoe kapada Baginda maha Radja!quot; Sedeng bagitoe maka madjoelah Dawoed sampei kapada tempat di inana Saoel berbaring di sitoe, lantas diam-diam di potongnja oedjoeng djoebahnja Saoel itoe. Serta Saoel soedah kaloewar dari dalem goha itoe, maka Dawoed poen lantas menoesoel dengau panggil-panggil di belakang Saoel, kata-nja: âJa toewankoe! Ja radja! Sasoenggoehnja pada hari ini Allah soedah menjerahken toewankoe kapada tangan hamba, tetapi hamba ini sajang aken toewankoe. Lihat, ja ajahkoe! poentja djoebali toewankoe pada tangan hamba!quot; â Serta Saoel dengar segala perkataiin Dawoed itoe, maka menangislah dia dengan ujaiing soewaranja, serta katanja: âHei anakkoe! Seka-rang akoe tahoe aken satia liatimoe kapadakoe; memang akoe jaug salah!quot; â Soedah bagitoe maka poelauglah Saoel dengan terlaloe maloe adanja.
Dengan sebagitoe tiada antara berapa lamanja berangkatlah lagi Baginda Radja dengan bala banjak sertanja, aken meuang-kep sama Dawoed. Maka djadilah pada soewatoe malem Dawoed dengan saorang temennja bernama Abisaï, diam-diam dia-orang masoek kadalem tempatnja Baginda Radja. Serta dia-orang lihat Baginda Radja lagi tidoer poele, dan segala pendjagapoen berbaring koelilinguja, maka lantas Dawoed mengambil toembaknja maha Radja, dan lagi kendinja jang deket pada kapalauja, di bawa pergi katempatnja sendiri. Maka pada pagi hari berdiri-lah Dawoed di oedjoeng goenoeng, lantas dia panggil-panggil: âAbner! Abner!quot; Ija-itoe saorang panglima perang jang mengi-koet Baginda Radja. Maka bangoenlah Abner dengan bertanja: âSiapa kowe itoe jang betarejak-tarejak aken toewankoe?quot; â Maka kata Dawoed kapada Abner: âBoekankah kowe itoe saorang laki-laki? Siapa samamoe di antara segala orang Israïl?
113
ja Mengapa tiada kowe menoenggoei aken Baginda toewanmoe,
;a sahingga orang bolil; dateng memboeuoeli Baginda toewanmoe!
!- Ini apa toembak Baginda dan kendi jang koe-ambil pada oeloe-
n kapala Baginda!quot; â Serta Baginda mengatahoewi aken soewara
â¢i Dawoed itoe, lantas di tanjakennja: âApa ini soewaramoe, hei
a anakkoe Dawoed?quot; â Maka sahoet Dawoed: âInilah soewara
d hambanja toewankoe! Apa sebab toevvaiikoe ada memboeroe aken
,s bamba? Apa kasalahan bamba? Bookan maha Radja soedah a
i kaloewar dengan terlaloe banjak balanja aken niembooroo saekor i ajam-oetan rasanja?quot; â Maka kata Baginda: âAkoelaii jang berdosa; poelanglah, bei anakkoe Dawoed; tiada akoe maoe : berboewat djabat lag! aken kowe!quot; â Tetapi Dawoed soedah tahoe Baginda Radja tiada boiih di pertjaja. Maka kata Dawoed: : âIni apa toembak dan kendi Baginda! Soeroehlab saorang kemari
aken mengambil dia!quot; â Moelaï dari pada tempo itoe tiada Dawoed bertemoe lagi dengan Saool. Serta Dawoed pergi. maka J kata Saoel kapadanja: âBerkatlah atasmoe, hei anakkoe Dawoed!quot;
S
114
Kemoedian dari pada Uoe bei-angkatlah Dawoed dengan segala orangnja ka-tanah Fitistiu, minta tempat kapada radja Acms. Maka radja Filistiu itoepoen kasieli padanja kota Zikelag: maka doedoeklah Dawoed di tanah Filistin itoe lamanja ampir satoc talioen setengah. Serta Jiaginda Radja Saoel dengar kabar Dawoed soedali lari katanah Filistin, maka berliontilah Saoel dari pada mem boe roe Dawoed itoe.
:{S. Kamatiaii radja Saoel. â Dawoed mendjadi Radja.
{1 Sem. 27â31. 2 Sem. 1,2,4,5, 7).
1. Serta soedah antara berapa lamanja Dawoed tinggal di kota Zikelag itoe, maka adalah segala radja Filistin bersakoetoe aken angkat perang ka-tanah Israïl. Maka dari pada itoe Dawoed dapet soesah besar, sebab radja Achis mengadjak dia toeroet, berperang. Apa lagi radja Saoel, serta di liiiatnja moesoeh bagitoe banjak dateng, patoetlah dia sanget goemeter hatinja. Maka dalem kasoesahannja itoepoen bertanjalah Saoel kapada Toehan bageimana nauti kasoedahannja perang itoe, tetapi tiada Toehan menjahoet sama dia. Maka nabi Semoeïlpoeu pada waktoe itoe soedah meninggal doenia.
Maka samantara itoe bala moesoeh semangkin lebieh madjoe, sampei kagoenoeng Gilboa, lantas djadi berperang. Maka kalah-lah orang Israïl itoe, sahingga lari dia-orang, dan banjak jang djatoeh terboeuoeb di atas pegoenoengan itoe. Maka Jonathan-poen mati perang serta dengan kadoewa soedaranja, ija-itoe poetra Radja djoega. Maka Saoelpoen kena di panali, sahingga dia dapet loeka besar. Maka kata Baginda kapada bantaranja: âTikemlah akoe dengan pedangmoe, djangan sampei orang Filistin dateng memboenoeh dengan mengolok-olokken dakoe!quot; â Serta bantaranja itoe tiada berani memboenoeh Baginda, maka
115
la Bagindapoeu lantas memboenoeh diri djoega. Serta bantara itoe s. lihat Baginda Radja soedali raati, maka diapoea lantas mendja-toehken dirinja kapada pedangnja, sabingga matilah dia beserta )e dengan Baginda.
a- Maka antara tiga hari adalab saorang dari pada tantara Israïl
vi dateng kapada Dawoed di kota Zikelag, aken kasieh kabar bagei-mana orang banjak itoe soedali lari, dan lagi banjak bala soedah djatoeh mati di boenoeb, dan lagi Saoel dan Jonathan poetra radja poen soedah mati. Maka dengan sanget doeka tjitanja katalah Dawoed dengan mengadoeh-adoeh: âSaoel dan Jonathan,
jang berkasieh-kasiehan pada tempo bidoepnja, maka tiada djoega di tjereiken dalem kamatiannja, karna sebab kowe, hei soeda-rakoe Jonathan, berdoeka tjitalah hatikoe, kowelah kekasiehkoe
terlebieh dari pada sekaliannja, dan tjintamoe kapadakoe lebieh kras dari pada tjinta orang perampoewan!quot; di 2. Kemoedian dari pada itoe, maka kembalilah Dawoed dengan
to segala orangnja ka-negrinja sendiri. Sasampeinja di kota Hebron, mI maka menghadeplah kapadanja segala orang toeroenan Jahoeda et mengangkat Dawoed aken radja di atas soekoenja. Maka saman-jh tara itoe dengan atoerannja Abner adalab saorang poetranja a,. Saoel, bernama Is bos et , itoe di djadikennja Radja di atas bani-la Israïl, mendjadi tempo itoe pada bani-Israïl doewa orang radja la adanja. Serta soedah antara anera tahoen lamanja, maka Radja ue Isboset itoe di boenoeh sama hambanja sendiri, maka sasoedahnja bagitoe, Dawoedpoen di djadiken Radja di atas antero bani-Israïl seraoewa.
li- 3. Kemoedian dari pada itoe maka Dawoed lantas angkat
ig perang lawan bangsa Jeboesi aken mereboet negri Jeroezalem n- dengan kotanja bernama Sion. Serta soedah kena di ambilnja, oe lantas dia berboewat astana di kota itoe aken doedoek di dalem-^a nja, dengan di namai aken dia kota-Dawoed. Adapoen Jeroe-a: zalem itoe di djadikennja iboe-kota di tanah Israïl. I» Kemoedian dari pada itoe, adalab Dawoed dengan segala bani-
â Israïl mengangkat Peti-perdjandjian serta dengan Roemah-pasoe-ca tjian itoe, di pindahkennja ka-kota Dawoed djoega. Maka pada
116
waktoe itoo terlaloe giranglah hati Baginda Radja, dan segala i
orang baujakpoen bersoerak-soerak, bertjampoer dengan boeni baf
slompret, terlaloe ramei adanja. Sasoedalmja bagitoe maka jang kat
di perloeken Baginda Radja, ija-itoe perkara mengliidoepken roe
sarengatnja nabi Moesa, soepaja di djalankon sama bani-Israïl san
dalom Roeniah-pasoetjiau dengan sapatoetnja; aebab soedah antara hai
berapa-berapa tahoen tiada dia-orang inget lagi aken Taboet Ho
Toehan. l,!j!
4. Radja Dawoed aeringkali angkat perang besar dan nienga-lahken banjak negri, sahingga di lebarkennja karadjaannja;
ija-itoe davi pada laoet besar sanipei ka-kali Euphrat, dan dari pada Vatnesek sanipei ka-tanah Mesir; dari sebab Baginda dapet toeloengan Allah barang kamana-mana perginja. Maka dalem memarentahken bani-Israïl itoe di lakoekenuja kabenoran dan kaadilan kapada aegala bangsanja.
5, Serta Dawoed soedali di kasieh kasenengan dari pada moesoelmja berkoeliling maka kata Radja kapada nabi Natan : âPikirlah! Akoe ini doedoek dalem astana jang endah roepanja. Da maka Taboot Allah itoe doedoek di dalem kain klamboe.quot; â Jo Maka kata nabi Natau kapada Baginda: âBaiklah toewankoe soc sampeiken segala niat hati toewankoe!quot; â Tetapi pada raalem At itoe djoega datenglah firman Toehan kapada nabi Natan soepaja zal di sampeikennja kapada Baginda Radja; baginilah firman Toehan lai kapada Dawoed hambanja: âTrabolih kowe memperboewatken lib roemahkoe; karna kowe itoe saorang jang soedah kerep kali po beperangan, soedah menoempahken darah orang, sampei seka- Ol rangpoen beloem liabis berperang. Balik akoe djoega nanti Mlt; menetepken roemahmoe. Besoek kapan kowe soedah sampei hij djandjimoe, maka akoe berdiriken katoeroenanmoe, dan akoe de nanti menetepken karadjaannja, maka dialah aken memba- tei ngoenken soewatoe roemah aken tempat Namakoe, dan akoe- nu poen aken menetepken tachta karadjaannja sampei salama-lama- rai nja. Maka Akoe nanti mendjadi bapa kapadanja, dan diapoen ad mendjadi anak kapadakoe. Maka roemahmoe dan karadjaanmoe ka aken kekal dan tachtamoepoen tetep sampei aalama-lamanja.quot; di
117
'
a Sasoedalinja radja Dawoed menarima perdjandjian Allah jang
li bagitoe, inaka mengliadeplah dia kaliadopan Toehan, serta S katanja: âJa Toehan Hoewa! Siapa hambamoe ini dan apa isi n roemah hamba, maka Toehan soedah membawa aken hamba i'1 sampei kemari! Tambah lagi Toehan berfirman aken hal roemah a hambamoe ini pada achir zamannja. Maka sekarang, ja Toehan !t Hoewa, sampeikenlah djoega seperti segala firmanmoe itoe, bijarlah namamoe di besarken salama-lainanja.
i-
â¢) ____________________ .
â¢i it
n Dawoed berboewat dosa, lantas inenesel.
n
(5 8em. II, 12. Mazmoer 51, 103).
a
: 1. Serta soedah antara berapa lamanja, maka adalah radja
., Uawoed menjoeroehken saorang panglima-perangnja, bernama Joab, menganter bala Israïl berperang la wan bangsa Anion, di e soeroehkennja melanggar negri Rabb(t, ija-itoe iboe-kota tanah n Anion. Maka pada waktoe itoc Dawoed sendiri tinggal di Jeroe-a zalem. Maka djadilah pada soewatoe hari waktoe sore, Baginda n lagi berdjalan-djalan di atas pajon astananja, tiba-tiba Baginda n lihat ada saorang perampoewan tengah mandi, maka peram-ii poe wan itoe sanget elok parasnja, bernama Batseba, biniuja i- Oeria, ija-itoe saorang hoeloebalang lagi mengikoet berperang. ti Maka Baginda terlaloe nafsoenja aken perampoewan itoe, sa-ii hingga kcdjadian di kirimnja soerat kapada panglima Joab e dengan prentahnja, soepaja Joab itoe taroeh Oeria pada soewatoe I- tempat, di mana pcrang itoe sanget rameinja, bijarlah dia lekas !- mati berperang. Maka Joabpoen menoeroet seperti parentah radja itoe, sahingga tiada antara lama Oeriapoen mati djoega ii adanja. Serta Oeria soedah mati, maka Joab oendjoek kabar e kapada Baginda radja. Serta soedah antara berapa hari, maka di soeroehken Baginda membawa Batseba kadalem astananja.
118
lantas di ambilnja aken istrinja. Tetapi kalakoewan Dawoed jan» bagitoe itoe djahatlah adanja kapada pemandengan Toehan.
2. Maka di soeroehken Toehan aken nabi Natan pergi meng-hadep Radja Dawoed. Maka pergilah dia kapada Baginda dengan bcrkata: âDalem soewatoe negri anoe adalah doewa orang laki-laki, jang satoe kaja satoenja miskin. Maka pada orang kaja itoe adalah terlaloe banjak sapi dan kambing; tetapi orang maskin itoe tiada ampoenja, melainken saokor anak kambing
jang terlaloe di sajangkeunja. Maka anak kambing itoepoen makanlah dari pada hidangannja, dan minoemlah dari pada mangkoknja, dan tidoerlah pada pangkoenja, maka adalah anak kambing itoe seperti anak kapadanja. Maka dateiglali saorang perdjalanan singgah kapada orang kaja itoe, maka di sajangkennja kambing dan sapinja sendiri, melainken di ambilnja aken anak kambing orang miskin itoe, di sembelehnja, lantas di sedia-kennja aken tamoenja.quot;
119
ed Serta soedah habis nabi Natan bertjerita-tjerita itoe, maka
n. pada sangka Baginda Radja dia minta adil djoega atas kalakoe-o-. wan jang tida patoet bagitoe. Maka katalah Baginda Radja, m dengan sanget marahnja: âDemi Toehan jang hidoep ta-bolih
:i. tidak mesti di boenoeli inuti si kaja itoe!quot;
ja Maka lantas berkata Natan kapada Baginda Radja: âToevvan-
ig koe djoega orang itoe! Maka inilah firman Toehan Allah orang
Lg Israïl: âAkoe soedali mendjadiken kowe Radja, dan Akoe soedah
meloepoetken kowe dari pada tangan Saoel; maka mengapa kowe soedah bikin gampang aken firman Toehan dengan berboewat djahat kaja bagitoe? Kowe soedah memboenoeh Oeria dengan pedangnja orang Anion, dan bininja kowe ambil aken istrimoe.quot; â Maka dari sebab itoe firman Toehan : â Akoe mendatengken tjelaka atasmoe dari dalem isi astanamoe djoega!quot;
Serta Baginda Radja mendengar firman Toehan jang bagitoe, maka merasalah dia kasalahannja, lantas mengakoe djoega dengan menesel hatinja serta katanja: âJa Allah, kasiehankenlah ham-bamoe menoeroet kamoerahanmoe, dan augkatlah segala doerhaka dari pada hambamoe menoeroet kabesaran segala rahmatmoe! Soetjikenlah hambamoe baik-baik dari pada kasalahannja, karna hambamoe katahoowi djoega salahnja, dan dosa hambamoe selaloe ada di hadepan hambamoe! Kapada Toehan sendirilah bamba soedah bordosa, dan hamba soedah berboewat jang djahat pada pemandengan Toehan! Maka ja Allali, djadikenlah dalem hamba hati jang soetji, dan kasiehlali kapada hambamoe hati jang bharoe lagi dengan tetepnja!quot;
Maka kata nabi Natan kapada Baginda Radja; âAllah djoega soedah mengangkat dosa itoe dari pada toewankoe, soepaja djangan toewankoe mati di boenoeh. Maskipoen bagitoe, tetapi dari sebab perboewatan toewankoe ini soedah mendjadi djalanan satroe Toehan menghinaken sanget aken Namanja, maka tra-boleb-tidak anak jang bharoe di peranakken sama Batseba itoe, mesti mati.quot; â Habis berkata bagitoe maka nabi Natan poe-langlah karoemahnja
3. Kemoedian dari pada itoe maka poetra Baginda dapet sakit
120
pajah. Maka sampei toedjoeh hari toedjoeh malem berbaringlah Baginda di tanah dengen berpoewasa dan mcnangis serta dengan meminta doa kapada Toehan, soepaja anak itoe di liidoepinja.
Serta soedah mati anaknja, maka bangoenlah Baginda Radja,
lantas bersiram dan berpakei minjak baoe-baoewan. Maka pada waktoe itoe habislah soesah hatinja; maka masoeklah Baginda
kadalem Roemali-pasoetjian dengan berpoedji-poedji dan mengoe- 1
tjap sjoekoer, bagini bocninja: âPoedjilah aken Toehan, hei kali
djiwakoe, dan aken Namanja jang soetji itoe, liei segala sasoe- jan
watoe jang di dalem akoe! Poedjilah aken Toehan, hei djiwa- bor
koe, dan djangan kowe meloepaken barang sasoewatoe kabai- ber
kannja ; jang mengampoeni segala kasalahanmoe, dan jang kak
menjemboehken segala penjakitmoc, jang meneboes djiwamoe boe
dari pada karoesakan, serta menghjjasi kowe dengan kamoerahan lan
dan beberapa belas kasiehan. Oemoer hidoep manoesia itoe seperti tah
roompoet adanja, dan seperti pokok boenga-boenga di padang. Her
bagitoepoen berboengalah dia. Serta angin laloe dari atasnja, tia(
tiada dia lagi, da.a tempatnjapoen tiada mengatahoevri aken me
dia lagi; tetapi kamoerahan Toehan itoe dari saiama-lamanja tjei
sampei salama-lamanja atas segala orang jang takoet aken Dia, ;
dan satijanjapoen adalah dengan anak tjoetjoe tjitji segala orang sof
jang piaraken perdjandjiannja dan jang inget aken parentahnja ka]
soepaja di lakoekennja.quot; wa
4. Kemoedian dari pada itoe maka adalah Batseba, istri Radja, dai
memperanakken lagi saorang anak laki-laki, di namaï Dawoed pai sama dia Soelkiman. Maka Toehan poen tjinta kasieh aken dia.
Maka di soeroehkennja nahi Natan menoekarken namanja dengan pii
Jedid-Jah, artinja ija-itoe: Kekasieh Toehan. de
pa lai
__m;
SO(
s ka on
I
121
â
ih
m
a- 40. Dawoed dengau Absalom.
la (2 Sem. 13â15; 17â19).
la
1. Kemoedian dari pada itoe adalah Radja Dawoed itoe berapa kali dia dapet soesaii besar dari sebab kelakoewan anak-auaknja jang tiada haroes adanja. Seperti saorang poetra Baginda jang bernama Amnon dialah mendjamah adiknja sendiri, lain iboe, bernama Tamar. Serta perkara ini kadengarau kapada Absalom,
? kakaknja Tamar itoe, maka diapoen inentjari djalan aken inem-boenoeh sama Amnon. Serta soedab djadi bageiiuana nijatuja, lantas larilah dia pergi ka-lain negri, sahingga lamanja lima tahoen, bliaroelali dia bolih mengliadep liaginda ajaliauda lagi. Serta dia soedah dapet ampoen dari pada maha Radja, maka tiada antara lama timboel ingetannja aken berdiri kraman, mengoesir ajahanda dari pada taehta karadjaannja. Baginilah tjeritanja.
2. Di antara segala oraug Israïl saorang poen tiada jang elok seperti Absalom; masjhoerlab kaelokannja, dari pada batoe kapalanja sampei katelapak kakinja, tiada ijelanja, Maka pada waktoe itoe di soeroeh Absalom melangkapken kareta dan koeda, dan lima poeloeh orang badoewanda jang berlari-lari di bade-pannja.
Dan lagi bangoeulah Absalom pagi-pagi lantas berdiri di pinggir djalan ka-pintoe negri. Maka kapan ada orang dateng dengan membawa perkara jang maoe di oendjoekkeuuja kahade-pan Baginda Ra lja, aken minta adil kapadanja, maka Absalom lantas panggil orang itoe dengan bertanja padanja: âDari negri mana kowe, dan bageimana perkaramoe?quot; â Serta orang itoe soedah berkata bageimana adanja, maka kata Absalom kapadanja: âSasoenggoebnja perkaramoe itoe betoel dan benar adanja, tetapi kaloe kowe minta adil kapada Baginda Radja, tra-nanti ada orang maoe dengar perkataanmoe. Tjoba akoe jang pegang
122
pengadilan dalem negri ini, soepaja akoe bolih toeloong mem- ï
benarken segala perkara itoe!quot; â Dan lagi kapan ada orang Ma.
datcng raenjembah-njembah dengan toendoek kahadepanuja, maka f]nl«
Absalom tidak kasieb, lantas di pegangnja tangannja orang itoe, Mal
di soeroehnja berdiri sadja dengan di tjioemnja aken dia. Maka petl
dengan kalakoewannja jang bagitoe di tjoeri Absalom aken bati toei
segala orang Israïl. lier
3. Serta soedab antara lama, maka djadilab pada soewatoe bal:
hari Absalom berangkat ka-negri Hebron dengan membawa kar
sertanja doewa ratoes orang jang soedab di panggilkennja. Maka i
sabeloemnja berangkat soedab di soeroebkonnja bebcrapa orang kra
pengintei pergi kapada segala soekoe bangsa Israil aken mem- ter
boedjoek-boedjoek orang l)anjak, soepaja bagitoe lekas dia orang bin
dengar boeni sloniprot dengan rameinja, dia-orang mesti 1 )eta- bei
rejak-tarejak: âAbsalom soedab mendjadi Radja!quot; â Bagitoelab bel
Absalom berdiri kraman merampas karadjaan ajabanda; maka ka]
orang jang mengikoct dia semangkin bertambali-tambab biinjaknja. ter
Serta soedab kadengaran kapada radja Dawoed, maka kata gai
Baginda dengan terlaloe soesab batinja kapada segala poeng- da gawa: âKaloc bagitoe, baiklali kita lari semoewa, djangan
sampei dia menangkep kita, sebab dalem negri ini tra-dapet ka
kita berlindoeng dari padanja.quot; Jo
Maka Baginda lladja lantas meninggalken negri Jcroezalem on
menjabrang kali Kidron, menoedjoe ka-goenoeng Zaitoen. Maka ka
berdjalanlab Baginda dengan telandjang kakiuja serta dengan â1
tangisnja, maka segala orang jang ada sertanja itoe bcrdjalan ba
dengan menangis djoega. Sasoenggoebnja pada wak toe itoe radja da
Dawoed menanggoeng sangsara lerlaloe sanget. Maka dalem go sangsara itoepoen datenglab saorang dari pada krebetnja baoel
bernama Simei, terlaloe brani dia maki-maki aken Baginda Radja M
dengan meleinparken liatoe kapadanja. Maka adala'i saorang poeng- ar
gawa Radja, bernama Abisaï, serta dia taboe bagitoe, maka iti
tidak sabar lagi dia, sahingga, dia maoe potong kapalanja Simei se itoe. Tetapi di tegabken Baginda Radja aken dia dengan katanja:
âBijarken djoega, soedab sebagitoe tirinan Toeban kapadanja. ai
123
Kemoedian dari pada itoe sampeilah Baginda Radja ka-kota Mahanaim. Maka samantara itoe Absalom soedah masoek ka-dalem kota Jeroezalem dan soedah doedoek dalem astana Radja. Maka tiada antara lama di koempoelkennja balanja aken menda-petken Baginda Radja, ajahanda. Maka Dawood poen menga-toor balanja aken melawan Absalom, tetapi tiada dia toeroet berangkat berperang, melainken di peseniija kapada segala hoeloe-balangnja, bagini firmannja Baginda Radja: âSajangkenlab djoega kamoe aken orang moeda si Absalom itoe!quot;
4. Maka kaloewarlab segala tantara Baginda mendatengi bala kraman itoe; maka berperanglah dia-orang dalem oetan Efraim terlaloe ramei perangnja. Maka kalablah bala kraman itoe sa-bingga larilah dia-orang kasana kamari. Absalom poen toeroet berlari dengan menoenggang koeldi. Serta dia bertemoe dengan beberapa bamba Dawoed, maka tiba-tiba koeldi itoe termasoek kapada semak-semak jang di bawali pobocii-djati jang besar; maka terdjepitlah kapala Absalom kapada poboen-djati itoe, dan ter-gantoenglah dia antara langit dan boemi, dan koeldi itoe larilah dari bawahnja.
Maka adalah saorang anoe dapet lihat Absalom bergantoeng kaja bagitoe, maka Ickas-lekas dia pergi kasieh tahoe kapada Joab, panglima-perangnja radja Dawoed. Maka kata Joab kapada orang itoe: âMengapa tiada kowe boenoeh sekali, boleh akoe kasieh opah banjak kapadamoe!quot; â Maka sahoetlah orang itoe: âDjikaloe bamba di kasieh sariboe wang perak sekalipoen, tiada bamba maoe taroeh tangan kapada poetra Baginda, scbab soedah hamba dengar sendiri bageimana pesennja Baginda Radja soeroeli sajangken djoega aken anaknja.quot; â Maka kata Joab: âAkoe tra-inaoe berlambat-lambat dengan kowe di sini.quot; â Maka dalem berkata bagini di ambilnja tiga toembak, lantas berangkat. Serta soedah sampei katempat Absalom bergantoeng itoe, maka di tikamnja aken dia teroes kadalem djantoengnja, sedeng dia misieh hidoep di tengah-tengah pohoen-djati itoe.
Serta Dawoed dengar kabar dari ha] kamatian anaknja, maka antjoerlah hatinja, sahingga menangis dia dengan katanja: âWai,
124
anakkoe Absalom! Ja anakkoe, ja anakkoe Absalom! Adoeh, terlebieb buik akoo janü; mati .iken gantimoe, hei Absalom, ja anakkoe!quot;
Maka tiada antara lama poelanglab Haginda Radja kembali ka-negri Jeroezalem. Adapoeu jang minta poelangnja Baginda serta jang mendapetken Haginda di djalaii akeu menganter Dia,
ija-itoe segala toeroenan Jalioeda djooga. Mcinang ba^itoe inaoonja Baginda Radja; maka mendjadiiveu bani-lsra'ü jang lain-lnin itoe sakit liatinja.
11. Peiighubisaii karadjaiin Igt;awoelt;l.
(3 Sem. 20 , 24. I Radja I. J Bahad 24 â26).
1. Maskipoen Absalom soedah mati, te tap i di tafilih Israïl tiada lantaa poelang tentieinujii. Jang bermuela ada saorang dja-
I
125
eh, hat dari pada toeroenan Boenjaniin, bevnama Seba, diapoen ja berboewat roesoeh di negri dengau nieiuboedjoek-boedjoek segala bani-Israil Jang lagi sakit hatinja, bageimana terseboet di atas )ali tadi. Maka kata Seba itoo: âKita ini toeroet apa sama üawoed? ida Tiap-tiap soekoe boleli bei'dirikou radja sendiri-sendiri.quot; Serta ia, soedah banjak orang meiigikoct sama Seba itoe, maka kaloewar-lah Joab aken melawan dia. Kemoedian Seba itoe di boenoeii mati sama orangnja sendiri, inaka limtas oendoerlah balanja masing-masing poelang katenipatnja.
Kemoedian dari pada itoe, adalah lagi saorang poetra Radja, bernania Adonia mendoerhaka kapada ajalianda. Dialah malah soedah sapeket dengan .loab maoe berdiri i-adja menggantiken ajalianda itoe. Oentoengnja Baginda liad.ja dengan lekas-lekas dia berboewat atoeran aken menegahken njjat jang djahat itoe. Serta soedah di katahoewinja aken ingetiin Adonia itoe, maka lantas di angkatnja Soeleiman aken Radja moeda, serta dengan di njatakennja kapada orang banjak djoega. Sasoenggoehnja Soeleiman itoepoen dhoeloo memang dia di djagaken sama ajalianda aken berdiri radja kemoediannja.
2. Tetapi dhoeloe dari pada Soeleiman mendjadi radja itoe, maka adalah tanah Israil kadatengan tjelaka besar. Baginilah tjeritanja. Pada soewatoe hari Baginda radja Da wood dapet ingetan salah sahingga dia kasieh parentah kapada .loab pang-lima-perangnja aken inengitoeng banjaknja orang Isruïl dan orang Jahoeda. Maka Joabpocn membantahi parentali Radja jang )(J bagitoe; tetapi dari sebab menanglah parentah radja aken per-kataan Joab itoe, maka tiada antara lama berangkatlaii dia dengan segala kapala perang, aken inengitoeng banjaknja bani-Israïl. Serta soedah antara sambilan boelan lebieh, maka keni-balilah dia-orang dari pada berdjalan koeliling dalem segala negri. Maka Joab poen oendjoek katrangan kapada Baginda Radja dari pada djoemlah segala orang jang di itoengkennja; maka di antara orang Israil adalah delapan ratoes riboe orang 1 dan di antara orang Jahoeda adalah lima ratoes riboe orang jang pandei berperang. Tetapi serta soedah selisei maka bergo-
126
janglah liati Baginda dengan terlaloe meneselnja, sahingga dia Bagi
mengakoe salahnja dengan berkata kapada Toehan: â Ham ba Kom
soedah beidosa dalem berboewat bagitoe; ja ïoehan, kaloe ada adal
belas kasiehan, laloekenlali kasalahan hambamoe iui!quot; nja,
Maka di soeroehken Toehan aken nabi Gad, soepaja menja- kapt
taken moerka Toehan kapada Baginda Radja. Maka firman doe\
Allah jang di bawa nabi ifoe bagini: âAdalah tiga perkara ini took
koe-badepken kapadamoe; maka pilihlah salah satoenja, soepaja 4
akoe melakoeken dia kapadamoe. Apa kowe maoe mahal makan mak
dalem negrimoe tiga tahoen lamanja? Atawa lari di boeroe mak
moesoeh tiga boelan lamanja? Atawa di datengi penjakit djahat Soel
dalem negrimoe tiga liari lamanja?quot; â Maka kata Baginda mei
kapada nabi Grad: âSanget soesah hatikoe; baiklah kita di siksa nja
sama Toehan sendiri, sebab banjaklah belas kasiehannja; djan- mal
ganlah akoe djatoeh kadalem tangan manoesia!quot; djo«
Maka itoe lantas di datengken Toehan penjakit djahat di dan
antara orang Israïl, sahingga matilah dari padanja toedjoeh poe- soei
loeh riboe orang, dari negri Dan sampei ka-Zierse/ja. Maka Ilolt;
kapan malaïkat jang membawa penjakit itoe mengoendjoek tan- kat
gannja kaiitas Jeroezalem, maka firmannja kapada malaïkat itoe: isi
âTjoekoeplah bagitoe, sekarang oendoerkenlah tanganmoe!quot; â koe
Maka Davvoed poen dapet lihat malaïkat itoe tertahan deket Tolt;
pada tempatnja saorang Jeboesi bernama Akoena. Maka di heli Toi
Bagindit aken tempatnja Aroena itoe, lantas di perdirikennja di me
sitoe djoega soewatoe madzbah dan di persembahkennja kapada po»
Toehan bebrapa koerban-sjoekoer. Maka pada koetika itoe di poi
laloeken Toehan aken penjakit itoe dari pada orang Israïl. adj
3. Kemoedian dari pada itoe adalah Baginda ïladja mengatoer To
pakerdjaan segala orang toeroenan Lewi. Maka dari pada seka- ito lian toeroenan orang Lewi itoe adalah anem riboe orang jang di di djadikennja poenggawa dan hakim, dan doewa poeloeh ampat D; riboe orang jang di tantoekennja pakerdjaannja dalem Roemah-pasoetjian. Maka di bhaginja aken doewa poeloeh ampat riboe orang itoe atas doewa poeloeh ampat bhagian, mendjadi satoe-satoe bhagian orang sariboe adanja. Dan bagitoe djoega di atoer
127
dia Baginda aken satoe perkoempoelan toekang menjanji di dalem
nba Roemah-pasoetjiau, beserta dengan segala boenji-boenjiannja;
ada adalah orang jaug paudei menjanji itoe ampat riboe banjak-nja, terbliagi atas doowa poeloeh ampat bhagian. Maka adalah
ija- kapala njanjiau soetji, ija-itoe namanja Asaf dan Jedoethoen,
nan doewa-duewa itoe m isjoerlah dengan mazmoernja, dan lagi sa-
mi toekang main harpa, Heman namanja.
'aja 4. Sei'ta Baginda Radja merasa soedah ampir sampei temponja,
^an maka dl koempoelkenuja lagi aken segala kapala bani-Israïl;
roe maka datenglah dia orang menghadep kapada maha Radja dan
bat Soelciman poetranja. Maka padu waktoe itoe Baginda Radja
ida menjerahken kaï-adjaan kapada Soeleiman, serta dengan pesen-
^sa nja, soepaja dialah berboewatken kapada Toeiiau soewatoe roe-
m- mali aken tempat soetji menoeroet toeiadan jang di kasielikennja djoega kapada Soeleiman. Bagitoe djoega di serabkennja kapa-
di danja beberapa berapa nias dan perak dan tembaga dan besi jang
ae- soedah di koempoelkenuja; ija-itoe bakal pekakas-pekakas dalem
ka Roemali-pasoetjian itoe. Dan lagi di pesennja kapada Soeleiman
in- katanja: âAkoe sekarang maoe pergie kapada djalan segala orang
'e: isi doonia ini; maka kowe itoe portetopkenlah hatimoe dan kala-
â koewanmoe saperti orang laki-laki; dengan menoeroet djalan
:et Toehan dan meineliharaken segala finnannja. Serta pertjajalah,
eü Toehan Allah ija-itoe Allahkoe tantoe ada sertamoe, tra-nanti
di meninggalken aken kowe.quot; â Kemoodian dari pada itoe di
da poedji-poedji Baginda Radja aken Toehan di hadepannja antero
di perkoempoelan, serta dengan mendoaken anaknja. Lagipoen di adjaknja aken segala orang itoe memporsembahken koerban kapada
er Toehan, dan membesarken nama Toehan. Kemoedian dari pada
a- itoe, maka tiada antara lama meninggallah radja Dawoed, dan
ig di koeboerken dalem negri Dawoed djoega. Adapoen lamanja
at Dawoed berkamdjaiin atas orang Israïl itoe ampat poeloeh tahoen. b-)e
3r
128
araz kad
42. Radja Socleiinaii.
Socl
{1 Babad 23. 1 Radja 3â11). sega
dan
1. Kapan Radja Dawoed soedah meninggal, maka Soeleiman almc lantas doedoek di ritas taclita karadjaan ajahanda. Maka Radja Soelfiiman poen tjinta kasieli aken Toehan, serta nienooroet Pa^c segala oendang-oendang Dawoed ajahanda. Maka pada soewatoe
hari koetika Baginda metnpersembahken koerban di kota Gibion, a^ei
maka kalihatanlah Toelmn kapada Radja Soeleiman dalem mimpi. ^ao
Maka fi rman Allah kapadanja: âMin tul ah djoega barang sasoe- I1Sai kamoe, akoe kasieh kapadamoe!quot; Maka kata Soeleiman: âJa Toehan Allahkoe! Toehan soedah mendjadiken hambamoe ini
Radja; maka hamba lagi san get moeda aken memarentahken nia^
segala oemat Toekan jang banjak ini; maka sebab itoe, ja awa
Toehan, kasiehlah kapada hamba ini hati jang bidjaksana aken mer
menghoekoemken segala oemat Toehan, soepaja dapetlah hamba nSquot;a
membedaken antara baik dengan djahat!quot; A.lb
Maka di benarken Toehan permintaan Radja Soeleiman ini; 1â¢]
maka firman Allah kapadanja: âSebab kowe soedah meminta seki
perkara ini, dan tiada kowe minta oemoer pandjang oetawa ini.
kakajaan, oetawa mati segala satroemoe, maka akoe kasieh min
djoega kapadamoe hati jang berakal-boedi, sahingga tiada sama- roei
moe, dhoeloe dari padamoe tidak, dan kemoedian dari padumoe Isrp
poen tidak. Tambah-tambah barang jang boekan kowe minta, bija
nanti Akoe kasieh djoega kapadamoe, baik kakajaan, baik 1
kamoeliaan, sahingga saoemoer hidoepmoe saorangpoen tiada aken san
samamoe di antara segala radja. Maka djikaloe kowe berdjalan di
pada djalankoe, seperti Dawoed ajalunoe, tantoelah koe-pandjang- sen
ken oemoermoe djoega.quot; sen
2. Maka tiada antara berapa lamanja adalah radja Soeleiman soe menjoeroehken beberapa oetoesan kapada radja Hm am, di negri sab Tsoer, aken meminta kapadanja soembangan dari pada kajoe ma
129
f
araz dan kajoe senoebar, ija-itoe bakal pekakas Beit-almoc-kadas jang maoe di bangoonkeniija. 3[aka dcngan segala soeka hatinja di samp'ciken radja Hiram akert segala permintaiia radja Socleiman itoe; mendjadi segala toekangnja radja Soeleiman dan segala toekangnja radja Hiram bersama-sama memotong kajoe dan batoe, dengan menatah-natalii dia aken peroesahan Beit-lian almoekadas itoe.
flja Serta soedah antara toedjoeh talioen, maka habislah soedah â¢oet pakerdjaan membangoenken Eoemali-Allah itoe di goenoeng iloe-itoe i'iali. Kemoedian dari pada itoe di koempoelken radja Soeleiman on aken segala orang Israïl betoel pada liari raja Pontlok daoen-ipi. daoenan. Maka pada waktoe itoe adalah segala imam me-i0e. ngangkat Taboet-perdjandjian Toehan, di bawanja aken dia kadalem Beit-almoekadas, di mana tempat jang maha soetji. ini Serta kaloewarlali imam-imam itoe dari dalem tempat jang soetji, ien maka tiba-tiba toeroenlali kamoeliaan ïoehan dalem soewatoe ja awan memenoelii Beit-almoekadas itoe. Maka radja Soeleiman ^en memberkatilah segala perkoempoelan orang Israïl dengan me-iba ngangkat kadoewa tangannja ka-langit serta berkata: âJa Toehan, Allah orang Israïl, sasoenggoehnja segala langit tiada dapet me-ni; limpoeti ïoehan, djikaloe langit jang di atas segala langit uta sekalipoen tida dapet, apa lagi roemah jang ham ba bangoenken â¢wa ini. Sebagitoepoen, ja Toehan! Dengarkenlali djoega aken per-ieh mintaan doa hamba Toehan; bijarlah mata Toehan menilik na- roemah ini pada siang dan malem. Manakala oemat Toehan loe Israïl atawa orang lain bangsa djoega ada meminta doa di sini, ta, bijarlah Toehan menjampeiken kapadanja segala permintaannja!quot; aik llabis sembahjang bagitoe, maka Baginda Eadja bersama-;en sama sagenap orang Israïl mempersembahken koerban sembelehan lan di hadepan Toehan. Maka adalah koerbannja radja Soeleiman rig- sendiri pada waktoe itoe doewa poeloeh doewa riboe ekor sapi dan seratoes doewa poeloeh riboe ekor kambing domba, Maka bersoeka-lan soekaanlah dia-orang serta dengan memoeliaken liari raja itoe, gri sahingga ampat belas hari lamanja. Malus soeka-soekaan bagitoe, joe maka poelanglali orang banjak itoe dengan seneng dan girang
0
180
hatinja, sebab segala kabaikan jang di perboewat sama Toehan aken radja Dawoed hambanja, clan aken orang Israïl oematnja.
3. Di antara segala radja-radja pada zaman itoe Soeleiman itoelali jang terlebieli kaja adanja. Mak a di bawali parentabnja adalah bani-Israïl mendapet banjak kasenengan dan kasoekaan, tiada sekali ada perang, sahingga dia orang masing-masing bolih doedoek di roemabnja dengan seneng hatinja
Maka masjoerlah radja Soeleiman dengan bidjaksananja, dan kakajaannja, lagi dengan kamoeliaannja, sahingga beloem pernah ada radja jang bagitoe masjoer namanja. Adalah beberapa kapalnja radja Soeleiman di djalankennja ka-negri Ofir, li wat laoet Koelzoem; maka poelangnja knpal itoe dengan bermoewalken mas dan perak dan permata jang endali-endab, dnn gading dan kajoe-areng dan lain dari pada itoe. Dan ada poela Amtsal Soeleiman jang bagitoe banjak natseliat dalomnja, sahingga sampei sekarang djoega di pergoeuaken aken pengadjarau kapada orang jang bodo dan orang jang amat berboedipoen. Sampei radja-radja dari lain negri jang djaoeh dateng ka-Jeroezalem kepingin berte-moe dengan radja Soeleiman, aken melihat segala kabesarannja dan mendengar segala pengatahoewannja; maka di lm wa n ja masing-masing aken persembaliannja dari pada barang jang endah-endah dan jang besar harganja. Serta permeisoeri Sjeba, tanab Arab, soedah melihat segala kamoeliaaTi radja Soeleiman, dan (soedah mendengar segala hikmatnja, maka katanja kapada malta Radja; âDhoeloe tiada beita maoe pertjaja aken segala kabar dari pada kabesaranmoe dan liikmatmoe; sekarang mata beita soedah melihat sendiri; maka sasoenggoehnja saparol nja sadja tiada di kabarken kapada beita.quot;
4. Sabegitoepoen aken segala pengatahoewan radja Soeleiman itoe tiada dapet memaliharaken dia dari pada dosa besar. Sebab adalah pada Baginda bebrapa ratoos orang istri samoewanja anak radja adanja, ija-itoe dari pada segala bangsa jang menjem-bah berbala, jang tiada bolih bani-Israïl beristri aken dia. Maka pada hari toewa radja Soeleiman itoe adalah segala istrinja itoe berobahken bati Baginda, sahingga di perboewatkennja beberapa
131
tempat aken dewa-dewa itoe, kemoedian radja Soeleiman poen menoeroet menjembah berhala djoega. Maka dari pada itoe datenglah firman Toehan kapadanja; baginilah katauja: âSebab tiada kowe memalih.traken perdjandjiankoe dan segala serengat-koe, maka tantoelah Akoe memoetoeskeu karadjaan ini dari padamoe, melainken sabhagian djoega aken koe-kasieli kapada anakmoe, ija-itoe karna hambakoe Da woed, dan karna Jeroezalem jang socdah koe-pilih.quot; â Adapoen lamanja Soeleiman berdiri radja atas segala orang Israïl, ija-itoe ampat poeloeh tahoen.
43. Poetoes Karadjaiiii.
{1 Radja 12, 23, 15. 10).
1. Sapeninggalnja radja Soeleiman adalali segala bani-Israïl dateng berkoempoel di negri Siclwin aken meradjaken Reiiabeam, anaknja. Maka Rehabeain poen pergie kasana. Serta soedab berkoempoel maka borkata-kata dia-orang dengan Reiiabeam. bagini katauja: âAjah toewankoo soedali memberatken tanggoe-ngan bamba sekalian ini; maka sekarang kita poenja jjcrmintaiin dengan sabolih-bolilmja bijarlali toewankoe inengentengken per-hambaiin kita, soepiija kita sekalian mendjadi liainba toewankoe.quot; Maka pada bitjara segala toewa-toewa, baiklab Baginda mciioe-roeti aken permintaan bani-Israïl itoe; tetapi Reiiabeam lebieh soeka mendengar bitjara orang moeda-moeda, maka itoe dia kasieb kapoetoesan kapada orang banjak itoe bagini: âDj ik aloe ajahkoe soedab memberatken tanggoengan kamoe, mesti akoe menambahi tanggoenganmoe; ajahkoe soedab mempersakiti kamoo dengan tjameti, tetapi akoe nan li mempersakiti kamoe dengan kaladjengking.quot; Maka pada tikir Baginda, soepaja dia-orang katakoetan, tiada tahoe malali mendjadi beraninja. Maka lantas berkata dia-orang: âKita perdoeli apa saiua bangsa Da woed
132
itoe! Hei kawan-kawankoe sekalian, poelanglah djoega ka-roe-mahmoe!quot; â Maka ija-itoe awal moelanja bani-Israïl meradjaken saorang panghoeloe perang bernama Jerobeam; melainken soekoe Jahocda dan soekoe Boenjamin jaug mengikoet Rehabeam.
Maka dari pada itoe radja Rehabeam lantas mengoempoelken bala tantaranja, maoe merangi orang doerhaka itoe, ⢠soepaja keradjaan itoe kembalilah kapadanja; tetapi pada waktoe itoe datenglah firman Allah kapada nabi Semaja, soepaja di sampei-kennja kapada radja Rehabeam dan kapada segala balanja. Maka kata nabi itoe: âBaginilah firmau Allali: âDjangan kowe meme-rangi aken soedara-soedaramoe, ija-itoe aken bani-Israïl melainken poelanglah kamoe karoemahmoe masing-masing, karna perkara ini soedah djadi dengan kahendakkoe djoega!quot;quot; -â Maka dengan firman Toehan jang bagitoe, lantas dia-orangpoen balik poelang, tin da djadi berperang.
Maka moelaï dari pada tempo itoe adalah dalem tanah Israïl itoe doewa karadjaan; jang satoe terseboet karadjaan Jahoeda, jang iboe kotanja di mana astana radja adanja, ija-itoe di Jeroe-zalem. Maka karadjaan jang lain itoe terseboet karadjaan Israïl; maka astana radjanja itoepoen jang bermoela di negri Sic hem, dan tiada lama berpiudah ka-negri Thirza; kemoedian berpindah lagi ka-negri Samaria adanja.
2. Serta Jerobeam soedah bediri Radja, maka pada fikir Baginda: âDjikaloe orang banjak ini pergi ka-Jeroezalem aken mempersembahken koerban dalem Beit-almoekadas, maka tantoe-lah dia-orang nanti kembali kapada Rehabeam, radja Jahoeda itoe.quot; â Maka dari pada itoe lantas di perboewatkennja doewa ekor anak sapi dari pada mas, aken sesembahan orang banjak itoe. Maka di taroehnja aken saekor di negri Beit-el, dan saekor di taroehnja di negri Dan; lagi di per boe wat Baginda segala atoeran dari pada mempersembahken koerban kapada berhala itoe, soepaja djangan soesah orang banjak itoe pergi ka-Jeroezalem. Maka dengan perboewatan ini di langgar Baginda aken perdjandjian Toehan; Jan maskipoen ïoehan menjoeroehken saorang nabi aken mengingetken dia, tiada djoega dia maoe
133
meninggalken djalannja jang djahat itoe. Maka darï pada itoe datenglah firman Toehan kapadanja, bagini firmannja: âSebab kowe soedah borboewat berliala, maka ta-dapet tiada Akoe nanti menoempes segala isi astanamoe!quot; â Seri a anaknja Jerobeam berganti djadi radja, maka djadilali djoega seperti firman ïoehan tadi. Dan bagitoe lagi jang mendjadi radja kemoediannja, dia-poen tiada salamet karadjaannja. Maka tiada lama karadjaan Israïl itoe dapet di reboet sama saorang panghoeloe-perang ber-nama Omri, ija-itoe jang membangoenken kota Samaria. Serta Omri soedah mati, maka Achab, anaknja menggantiken dia, mendjadi radja atas orang Israïl.
44. Nabi Elia.
{1 Radja 17 â 19. 2 Radja 1).
1. Adapoen radja Achab itoe terlebieh djahat dari pada segala radja jang berkaradjaan Israïl, jang dhoeloe dari padanja, raen-dateng dari sebab baktinja kapada berhala djoega. Tambah lagi di ambilnja saorang poetri Zidoni aken istrinja, bernama Izehel dan lagi di perboewatnja roemah berhala di negri Samaria. Maka istri-radja itoepoen ada piara ampat ratoes lima poeloeh orang imam Astharoth, ija-itoe dewanja bangsa Zidoni itoe. Maka segala bani-Israïl jang berbakti kapada Toehan itoe di sija-sija dan segala nabi Toehan di boenoeh mati sama istri-radja itoe.
2. Maka pada waktoe itoe adalah nabi Er.ia dateng menghadep Baginda Radja dengan membawa firman Allah, bagini katanja: âSasoenggoeh-soenggoeh Toehan Allah orang Israïl, dan akoe ini berdiri di hadepannja, tiada nanti ada hoedjan atawa em-boen beberapa tahqen ini, melainken dongan katakoe!quot; â Maka djadilah djoega seperti kata Nabi itoe, sahingga tiada antara
134
laniii (li tnnali Israïl itoo mahal makan adanja. Maka samantara itoo adalah nabi Elia itoe atas firman Allah dia semboeniken dirinja deket dongan kalen Krit; maka di minoemnja ajer dari dalem kalen itoe, dan pagi sore adalah boerocug gagak mem-bawa roti dan daging kapadanja.
Serta ajer kalen itoo soedah moelaï kering, maka dengan firman Allah berdjalanlah nabi Elia ka-negri Zarfat, karna adalah di sitoë saorang perampoewan dj an da jang soedah di aoeroeh
Allah kasieh makan kapadanja. Serta nabi Elia sampei ka-pintoe negri, maka bertemoelah dia dengan saorang perampoewan djanda tengah mentjari kajoe api-api. Maka di minta nabi kapadanja sedikit ajer dengan sapotong roti djoega. Tetapi kata orang perampoewan itoo kapadanja: âDemi Toelian Allabmoe jang liidoep itoe, sedikit roti poon tiada padakoe, melainken tinggal tepoeng tjoema sagenggem dalem prijoek dan minjak sedikit dalem boeli-boeli, ija-itoe jang aken koe-scdiaken sekarang pada
135
dirikoe dan pada anakkoe laki-laki itoo, soepaja kita makan, dan sahabisnja kita niati djoega.quot;
Maka kata Elia kapadanja: âDjanganlah kowe takoet, pergilah djoega dan porbocwatlali soporli katamoe itoo; totapi perboewat-kenlali aken dakoe dliooloo satoo roti kctjil, dan bawalah aken dia kapadakoe di sini; kapan soedali itoo, maka bolihlah kowe menjediaken aken dirimoc dan aken anakmoe itoe; karna bagi-nilah tirnian ïoehan Allah orang Israïl itoe: âTepoeng jang di dalem pnjoek itoe tiada aken liabis, dan ininjak jang di dalem boeli-boeli itoepoen tiada aken koerang, sampei kapada tempo Toehan menoeroenken hoedjan ka-boenii.quot;
Maka pergilah perampoewan itoe, di i)erboe\valuja seperti kata Elia itoe. Maka dia-orang niakanlali, baik nabi Elia, baik perampoewan itoe, serta dengan segala isi roeiualuija, genep satahoen lamauja. Maka njataiali tepoeng jang di ilalem prijoek itoe tiada habis-habi.s dan ininjak jang di dalem boeli-boeli itoe-poen tiada koerang-koerang adanja.
Maka djadilah pada soewatoe liari anaknja perampoewan itoe djatoeh sakit, maka pcnjakiinja itoe pajali sanget, saliingga poetoeslali djiwanja. Maka kata perampoewan itoe kapada Elia: âHei, nabi Allah, apa (oevvan soedah singgah kaïnari aken mengingetken kasalahankoe dan memboenoehken anakkoe?quot; â Maka mengamhil Elia anak itoe dari pada pangkoe iboenja lan-tas membawa dia naik kadalem kaniar tempat kadoedoekannja, dan taroeh dia di atas tempat-tidoernja, soedah bagitoe lantas di bentangkennja dirinja tiga kali di atas anak itoe, dengan meminta doa kapada Toehan, soepaja njawanja anak itoe kem-balilah kaïliilemnja. Maka di kaboelken Toehan aken doa Elia itoe; maka sasoenggoehnja anak itoo hidoep lagi. Serta Elia membawa dia kembali kapada iboenja, maka kata orang perampoewan itoe kapada Elia; âSasoenggoehnja sekarang koe-keta-hoewi aken kowe saorang nabi Allah, dan firman Toehan itoe adalah dalem moeloetmoe dengan sabenernja!quot;'
3. Serta soedah antara tiga tahoen lebieh anem boelan di tanah Israïl tiada sekali toeroen hoedjan, maka datenglah firman
136
Allah kapada nabi Elia, boeninja: âPergilah kowe, njatakenlah dirimoe kapada Achab, karna Akoe maoe menoeroenken hoedjan. Serta Elia menghadep radja Achab, rnaka k;ita Radja kapadanja: âLuh kowe jaug mendatengken tjelaka atas orang Israïl!quot; â Maka sahoet Elia: âBookannja akoe jang mendatengken tjelaka atas orang Israïl, melainken kowe dan orang isi roemah bapa-moe, sebab kainoe soednli meninggalken firman Toelian dengan mengikoet sama Baalim.
Maka dengan kahendak nabi Elia itoe, radja Achab lantas mengoempoelken antero orang Israïl dan lagi segala imam Baal dan imam Astharoth di koempoelkennja di atas goenoeng Kar-mel. Serta soedali berkoempoel, maka kata Elia kapada orang banjak itoe: âBesoek kapan kamoe itoe berhenti dari pada me-naroeh ingetan bertjabang? Djikaloe Toehan itoe Allah, baiklah kamoe mengikoet Dia, tetapi djikaloe Baal itoe Allah, baiklah kamoe mengikoet dia !quot; â Maka sapatah katapoen tiada dia-orang menjahoet aken dia. Maka kata Elia lagi kapada orang banjak itoe: âAkoe ini nabi Toehan tinggal saorang diri; maka imam Baal itoe ampat ratoes lima poeloeh orang banjaknja. Maka sekarang kaloewarkenlah doewa ekor sapi moeda aken di boewat koerban bakaran; bijarlah saekor di ambil sama imam BaSI dan di taroehkennja di atas kajoe, maka saekor jang lain itoe akoe-poen nanti taroeh dia di atas kajoe; doewa-doewa tra-bolih pakei api. Habis bagitoe kamoe sckalian panggillah nama Dewa-moe, dan akoe nanti menjeboet nama Toehan, maka mana Allah jang menjahoet dengan api, ija-itoe djoega Allah adanja. Maka sahoet antero orang banjak itoe: âKatamoe itoelah baik adanja!quot;
Soedah bagitoe. maka imam-imam Baal lantas potong sapinja, dan taroehken dia di atas madzbah jang soedah di perboewat-kennja. Habis dia-orang berloempat-loempatan koeliling madzbah itoe seperti adatnja, dengan berseroe-seroe kapada nama Balil, dari pada pagi sampei kapada tengah hari, boeninja: âJa Baal, dengarkenlah aken kita! Ja Baal, sahoetlah aken kita!quot; â Tetapi boeui soowara poen tiada, penjahoetpoen tiada. Serta
137
soedah sampci tengah liari, maka Elia mengolok-olokken dia-orang, katanja: âBaiklah kamoe panggil dengan soewara jang lebieh keras lagi, karna Baal itoe Allah djoega adanja; barang-kali dia lagi berpikii'-pikir, atawa ada soewatoe pekerdjaannja, atawa adalah dia dalem perdjalannja, atawa barangkali dia ter-tidoer!'' â Maka imam-imam Baal itoe semangkin lebieh keras soewaranja, dan tiada karoe-karoewan tingkahnja; malah di toesoekinja dirinja dengan pi^sonja; sahingga kaloewarlah darah-nja. Maskipoen begitoe, boeni soewarapoen tiada dateng, penja-hoetpoen tidak.
Serta soedali sampci kapada waktoe sore, maka nabi Elia mengambil batoe doewa belas bidji, di perboewatkennja dari padanja madzbah dengan nama To eh an. Maka di galinja lobang koeliling madzbah itoe. Habis mengatoer koerbannja serta dengan kajoenja, lantas di soeroelmja toewangken ajer banjak di atas-nja, dan lobang jang koeliling madzbah itoepoen di isinja dengan ajer. Kemoedian dari pada itoe, nabi Elia meminta doa kapada Toehan, baginilah doanja: âJa, Toehan Allah Ibrahim, Iskak dan Jakoeb, bijarlah njata pada hari ini djoega, bahoewa Toe-hanlali Allah di antara orang Israïl, dan akoelah hambamoe! Salioetlah aken dakoe, ja Toehan! Sahoetlah aken dakoe, soepaja di katahoewi sama orang banjak ini aken Toehan, ja Hoewa! Allah adamoe; dan bijar Toehan membalikken dia-orang poenja hati kembali!quot; â Maka sakoetika itoe djoega toeroenlah api dari pada Toehan, memakan habis aken koerban itoe, dengan mendjilat habis aken segala ajer jang di dalem lobang itoe. Serta orang banjak melihat bagitoe, maka soedjoedlah dia-orang sekalian dengan moekanja sampei katanah, serta dengan katanja: âHoewa itoelah Allah! Hoewa itoelah Allah!quot; â Dalem itoepoen nabi Elia soeroeh orang banjak tangkep segala imam Baiil itoe, dan boenoeh mati dia-orang sekalian.
Kemoedian dari pada itoe adalah Elia sampci toedjoeh kali dia meminta hoedjan kapada Toehan, dan samantara itoe di socrochkennja aken saorang hambanja pcrgi melihat kasabelah laoet, kaloe-kaloe ada hoedjan dateng. Maka pada katoedjoeh
138
kalinja itoe sasoenggoelinja kata ham ba itoe: âAdalali snja lihat satoe awan kctjil sabesar iapak tangan orang itoe naik dari sabel ah laoet.quot; â Maka lantas di soeroelmja Elia aken orangnja kasieh talioe kapada radja Ac'.iab: âiiaiklah lekas soeroeli pasang kareta, soepaja djangan dapet soesab ilari sebab kaboedjanan. Maka samantara itoe langitpoen semangldn gelap, maka tiada lama datenglah boedjaii lobat jang terlaloe dorcs.
4. Serta peruieisoeri l/.ebel dengar kabar dari piula segala perkara jang soedali di perboewat sama Elia itoe, maka niarah-nja boekan sedikit, sahingga dia maoe ineniboonoeh niati sama Elia. Maka dari pada itoe larilah Elia kapada soewatoe tempat jang sepi barang sabari perdjalanan djaoelinja, lantas doedoek-lab dia dibawali satoe ])ohoen arar; maka dengan sanget sedih batinja di pintanja doa kapada Toehan, soepaja poeroesiab nja-wanja sakoetika itoe djoega. Keinoedian di baringkennja diiinja, lantas ti!rtilt;loerlah dia. Maka tiada lama adalah satoe malaikat dateng inembangoenkeu dia dengan katanja; âBangoealah kowe! Makanlab, karna perdjalananmoe lagi djaoeh sanget.quot; â Serta Elia bangoen dari pada tidoernja, maka di lihatnja pada sabe-laii kapalanja adalah soewatoe roti panggang dan soewatoe boeli-boeli jang berisi ajer. Maka lantas makan ininoemlah dia, maka dengan kakoewatannja jang dia dapet dari pada makanan itoe berd jabudab dia ampat i)oeloeli iiari ampat pocloeh malem, sahingga sampeilah dia kagoenoeng Allah, ija-itoe lloreb. Maka bermalemlab dia di dalem soewatoe goeha jang di sitoe adanja. Maka datenglah kapadanja firman Allah, boeninja: âApa kei-djamoe di sini, hei Elia?quot; - Maka sahoet Elia: âJa Toehan! Akoe soedah nientjein boeroeken sanget perkara loelian Allah serwa sekalian alam; karna segala bani-lsraïl soedah inening-galken perdjandjianmoe, dan di rombaknja segala madzbalimoe, dan di boenoehnja segala nabimoe dengan pedang, sahingga sekarang akoe tinggal saorang diri, maka dia-orang maoe boenoeh akoe djoega.quot; â Maka tirman Toelian kapada Elia: âKaloewar-lah kowe! Berdirilah di atas goenoeng ini, karna sasoenggoelinja Toehan nanti berdjalan liwat di inockamoe.quot; - Maka adalah
139
angin riboet dan topan berdjalan fli hadepan Toelian; dan kc-moedian dari pada topan itoe adalali l)oonii bergojang-gojang; dan kemoedian dari pada liiuloe adalali api, tetapi tiada ïoehan di dalem sekalian itoc. Serta ada. boeni angin sepoewi-poewi, maka itoe Elia lantas merasa dirinja di ha lepau Toehan adanja. Soedah bagitoe maka Toebau lantas menjoeroeh Elia balik kem-bali dan nienjirami deugan ininjak baoe-baoewan aken saliabat-nja bernama Eliza, soepaja dialali menggantikon Elia mendjadi nabi kemoediannja. Lagipoen di njatakcn Toehan kapada Elia, jang deugan kahendak Toehan djoega tinggal lagi di tanah Israïl toedjoeli riboe orang jang beloein tahoe menjcmbah berhala.
Maka berdjalanlah Elia, serta bertemoe dengau Eliza, lantas di perdirikennja aken dia mendjadi gantinja. Maka tiada antara berapa lamanja, adalali radja Achab itoe da pet sik sa Allah; sebab dalem berperangan lawan bangsa Sjdin dialali kena panah moesoehnja, saliingga matilali dia di sitoe-sitoe djoega.
5. Maka jang nienggantiken dia djadi radja, ija-itoe anaknja, bernama Ahazia. Maka radja Ahazia jioen berboewat barang jang djaliat kapada pemandengan Toehan. Maka djadilah pada soewatoe hari, kapan Baginda sa kit pajah, lantas di soeroehken-nja oetoesan kapada Raal-Zeboeb, ija-itoe dewanja orang Eilis-tim, aken bertanjaken dari padan ja, apa dia bolih baik dari pada penjakit iioe:' Maka samantara oetoesan radja itoe berdjalan, maka dengan finnan Allah adalali nabi Elia mendapetken dia dengau bcrkata kapadauja: âApa tiada Allah di antara orang Israïl, maka kamoe pergi bertanjaken dewanja orang Eilistim? Maka sebab ini, baginilah firman Toehan: âMesti penjakit Ahazia itoc niendjadikcn matinja djoega.quot;
Maka kembalilah oetoesan itoe, lantas bcrkata kapada Baginda Radja: âAdalali saorang anoe berpakeiken kain kemoeli, dateng mendapetken liamba dengan katanja: âPergilah kamoe kembali kapada Baginda, dan katakenlah kapadanja : âAtas Jirnian Allah ta-dapet tiada Baginda aken mati deugan penjakit ini djoega.quot;
Serta di katahoewi Baginda aken orang anoe itoe nabi Elia
140
adanja, lantas di soeroehkennja akan saorang panghoeloe perang serta dengan pradjoeritnja lima pooloeli orang aken menangkep Elia. Maka kata panghoeloe perang itoe kapada nabi Elia: âHei, nabi Allah, dongan nama inaha Radja, toeroenlah kowe ke-mari!quot; â Maka sahoet Elia: âDjikaloe akoe ini nabi Allah bjjar-lah api toeroen dari pada langit dan memakan habis sama kowe serta dengan lima poeloeli orangmoe itoe!quot; â Maka sakoetika itoe djoega djadilah seperti kata Elia itoe. Kemoedian maka di soeroeliken Baginda aken saorang panghoeloe perang jang lain, serta dengan pradjoeritnja lima poeloeh orang. Maka kasoedahan-nja itoepoen sama djoega adanja. Serta Baginda menjoeroohken saorang panghoeloe perang jang katiga kalinja, maka ija-itoe dateng soedjoed di hadepan Elia, dengan meminta sanget kapa-danja, katanja: âJa, nabi Allah, sajangkenlah njawakoe, dan njawa segala hambamoe lima poeloeh orang ini!quot; â Maka toeroenlah Elia serta dengan dia, lantas pergi mendapetken Baginda. Maka kata Elia kapada Baginda: âBaginilah firman Toehan: âSebab kowe soedah menjoeroehken oetoesan pergi bertanjaken Baal-Zeboeb, dewa orang Pilistim itoe, ija-itoe seperti tiada Allah di antara orang Israïl, jang dapet di tanjaken firmannja; maka sebab itoelah tiada kowe aken toeroen lagi dari pada peti-doeranmoe, melainken kowe aken mati djoega!quot; Maka radja Aliazia poen meninggal doenia, seperti firman Toehan jang dika-taken nabi Elia itoe.
45. Nabi Elisa.
{2 Radja 3, 4â6).
1. Koetika nabi Elia berdiriken Elisa aken gantinja, maka Elia soedah tahoe jang dia soedah deket temponja, maoe di ambil sama Toehan. Maka pada soewatoe hari berdjalanlah nabi
141
Elia deno-an Elisa. Serta sampei dia-orang ka-pinggir kali Jarden, maka Elia memboeka djoebahnja, di goeloengnja lantas di poe-koelkennja akeu ajer di kali itoe, Maka ajer itoepoen terbelah doewa kasana kamari; kemoedian nabi doewa-doewa itoe menja-brang dengan berdjalau pada kakeringan. Maka sasoenggoebnja selagi dia-orang teroesken pordjalauannja dengan berkata-kata, maka tiba-tiba adalali soewatoe kareta api dengan koeda api mentjereiken saorang dari pada saorang. Maka dengan goeroeh itoepoen Elia lantas naïk ka-sorga. Maka dalem itoepoen Elisa katoeroenan roh dan koewasa Elia seperti jang djadi permintaan-nja tadi-tadinja. Maka kemoedian dari pada itoe berdjalanlah Elisa ka-negri Beit-el, ija-itoe tempat orang menjembah anak sapi mas, perboewatan radja Jerobeam pada dhoeloe kalanja. Maka samantara dia berdjalan itoe adalali beberapa anak-anak jang nakal kaloewar dari dalem negri, menghinaken nabi Elisa serta katanja: âHei boetak, naïklah! Hei boetak, naïklah!quot; â Maka Elisa memandeng anak-anak itoe di soempahnja aken dia-orang dengan nama Toehan. Maka sakoetika itoe djoega dateng-lah doewa ekor beroewang dari dalem oetan, merobek-robekken dari padanja ampat poeloeh doewa anak.
2. Maka tiada antara berapa lamanja sampeilah nabi Elisa kapada soewatoe negri, jang ada sekolah moerid nabi dalemnja. Maka datenglah kapadanja saorang perampoewan, djandanja nabi minta toeloeng, katanja: âHamba toewan, laid saja soodah mati; maka sekarang orang pioetang soedah dateng maoe mengambil anak saja doewa-doewa aken hambanja.quot; -â Maka kata Elisa kapadanja: âTjoba bilang, apa jang masieli di dalem roemah-moe?quot; â Maka Sahoetnja: âSoewatoe poon tiada pada saja dalem roemali, melainken satoe boeü-boeli berisi minjak.quot; ââ Maka kata Elisa: âPergilah kowe, meminta tempat-tempat kosong dari pada tangga-tanggamoe, jang banjak djoega; habis masoeklah kadalem roemali serta dengan anak-anakmoe, dan kantjingkenlah pintoe di blakangmoe; kemoedian toewangkenlah minjak jang di dalem boeli-boelimoe kadalem segala tempat-tempat itoe sahingga penoehlah sekaliannja.quot; â Maka di perboewat orang perampoe-
142
*
wan itoe seperti kata nabi Elisa itoe. Serta soedah penoeh b
segala tempat itoe, niaka berlientilali djnega minjaknja. Soedah bagitoe inaka kata Eliza: âSekarang pergilah kowe, djoevvallab aken minjak itoe, bajarlah oetangmoe, dan lebiehnja djadiken-lah pengbidoepanmoe, dan pengbidoepan anak-anakmoe.quot;
3. Maka pada zaman itoe adalah saorang pangiinia perangnja radja Sjam, bernama Naaman, dialab saorang perwira perkasa,
tetapi sakit koesta adanja. Maka adalah pada istri Naaman itoe
saorang bamba perampoewan bangsa Israïl, jang dboeloe kena tertangkep di paperangan. Maka pada soewatoe hari katalah bamba perampoewan itoe: âTjoba toewan adalah di hadepan Nabi jang di Samaria, tantoe di bikin baik dari pada sakit koestanja.quot;
Maka tiada antara lama berdjalanlah Naaman itoe ka-tanah Israïl, dongan naïk kareta, serta dengan membawa beberapa barang jang endah-endah aken pembrian djoega. Serta Naaman
I
UH
berhenti di Iiadepan pintoe roemah Elis.i, maka di soeroehken Elisa saorang oetoesan kapadanja , mengataken: âPergilah kowe, mandikenlah dirimoo toedjoeli kali (htleiu kali Jarden; maka dengan itoelah tanroe nanH ilang sakitmoe!quot; â Maka itoe Naaman lantas marali sanget, katanja: âKoe-kiraken dia aken mendapetken dakoe dan mendjalauken tangannja di atas penja-kitkoe, dengan menjeboet Nama ïoehan Allahnja, soepaja lantas akoe bolih mendjadi baik. Boekan kali-kali di negrikoe sendiri
lebieli baik dari pada segala ajer Israïl'?quot; â Maka kata hamba-hambanja; âJa datoek, sandenja iialgt;i itoe soedah soeroeh soe-watoe perkara jang besar, niasa tidak datoek mcndjalanni djoega? Apa lagi sekarang katanja: âMandikenlah badantnoe, maka nanti iliinglali sakitmoe!quot; â Maka sebab itoe toeroenlah djoega dia, lantas saloeloep dalem Jarden sampci toedjoeli kali; maka dagingnja poen poelanglah bersieh seperti badannja orang moeda.
Kemoedian dari pada itoe lantas kembalilah Naiiuian men-
144
dapetken nabi Elisa aken membilang tarima kasieh kapadanja, serta katanja: âSasoenggoehnja sekarang koe-katahoewi tiada Allali di antern docnia, mclainken jang di antara orang Israïl. Maka sekarang poen, kaloe soeka tarimalah soewatoe berkat dari pada hambamoe ini!quot; â Tetapi kata Elisa: âDemi Toehan jang hidocp, dan jang akoe berdiri di hadepannja, sekali-kali tiada akoc menarima itoe, poelanglah kowe dengan salamet!quot;
Maka adalah saorang liambanja nabi Elisa, bernama GtEHAZI, dialah terlaloe kepingin dapet barang endah-endah jang tiada maoe di trima sama toewannja itoe. Maka serta Naaman soedah berangkat, beloem antara berapa djaoebnja, maka Gehazi lantas mengikoet aken dia. Serta soedah mendapetken Naiiman, maka kata Gehazi kapadanja: âSaja ini di soeroehken toewan saja, nabi Elisa, soeroeli kasieh tahoe kapada toewan, bharoe tadi datenglah kapada toewan saja, doewa orang moerid nabi, ija-itoe orang jang tiada poenja; maka saja di soeroehken toewan saja, mintaken dia-orang perak satalenta dan doewa potong kain per-salinan.quot; â Maka dengan segala soeka hatinja di kasieh Naiiman kapada Gehazi itoe doewa talenta perak, dan lagi doewa potong kain persalinan; serta dengan menjoeroeh doewa orang nambanja menghanterken barang pembrian itoe.
Serta Gehazi itoe soedah poelang, lantas dia menghadep toe-wannja, seperti adatnja. Maka kata Elisa kapadanja: âHei Gehazi, kowe dari mana?quot; â Maka sahoetnja: âTiada saja pergi ka-mana-mana.quot; â Maka kata Elisa kapadanja: âBoekan akoe tahoe djoega kapan Naiiman toeroen dari atas karetar.ja mendapetken kowe? Apa patoet kowe ambil perak dan pakejan bagoes itoe dari padanja? Maka sebab itoe penjakit koesta Naam an itoe mesti kena sama kowe sampei saoemoer hidoepmoe!quot; â Maka oendoerlah Gehazi dari hadepan Elisa dengan kena koesta, seperti saldjoe poetiehnja.
4. Maka pada zaman radja Joram adalah orang Sjam ber-perang dengan orang Israïl. Maka pada koetika itoe nabi Elisa membuekaken segala rahsia radja moesoeh Sjam itoe, di kabar-kennja kapada ra Ija Joram. Maka dari pada itoe di soeroehken
145
radja Sjam itoe bala tantara besai' aken mengepoeng negvi Dotan, ija-itoe tempat nabi Elisa diam di sitoe, soepaja dapet raenangkep aken dia. Maka sampeilah bala Sjam ka-Dotan pada waktoe malem, lantas di kepoengnja negri itoe.
Maka pada pagi-pagi hari bangoeulah bamba nabi Elisa, maka beiran, adalah negri itoe di kepocng sama bala tantara besar dengan beberapa-berapa koeda dan kareta. Maka kata bamba itoe kapada Elisa: âWalii toewan, apa jang kita perboewat seka-rang?quot; â Maka saboet Elisa: âDjangan kowe takoet, karna jang beserta kita ini terlebieli banjaknja dari pada jang beserta dengan dia-orang.quot; â Maka Elisa poen meminta doa, katanja: âJa, ïoeban boekakenlah matanja, soepaja dia poen dapet meli-hat!quot; â Maka di boekakenlah Toelian aken mata bamba itoe, saliingga dia dapet melihat. Maka beiran, adalab goenoeng itoe penoeh dengan koeda dan kareta dari pada api koeliling Elisa. Maka serta bala moesoeh dateng mendapetken dia, maka dengan koewasa Allah dia-orang sekaliannja lantas di poekoel dengan kaboer matanja; kemoedian nabi Elisa menghanter dia-orang ka-negri Samaria. Serta sampei dia-orang dalem negri Samaria, maka atas permintaiin nabi Elisa itoe, dia-orang lantas dapet melihat lagi dengan terangnja. Maka ingetannja radja Joram itoe: Baik memboenoeh dia-orang; tetapi nabi Elisa tiada kasieh; malah di soeroehnja mendjamoeï dia-orang. Maka serta soedah habis makan dan minoem, lantas berdjalan dia-orang, kemba-lilah sekaliannja kapada toewannja.
46. Nabi Joenoes.
{.Toen. 1â4).
1. Pada zaman Jeeobam jang kadoewa berdiri Radja di tanah Israïl, maka adalah saorang nabi bernama Joenoes, di
10
146
soeroehken Toelmn pergi ka-kota Ninewei, ija-itoe iboe negri di
tan ah Asoer. Maka adalah Ninewei itoe, ija-itoe kota jang ter- i laloe endah, lagi dengan besarnja, sahingga loewasnja tiga hari
perdjalanan. Tetapi isi negri Ninewei itoe terlaloe djahat kala- s
koewannja; maka nabi Joenoes kadatengan firman Allah, di c
soeroeh pergi kasaua, soepaja mengkabarken kapada segala isi i
negri itoe, jang dia-orang nanti kena siksa Allah. ïetapi Joenoes i
itoo tiada menoeroet firman ïoehan jang bagitoe; raalah dia j
lantas naïk kapal maoe pergi ka-negri Tarsis, berdjalan di laoet. t
Serta kapal itoe soedah sampei ka-tengah laoet, maka di ] datengken Toehan angin riboet, sahingga ampir-ampir petjah
ka pain ja. Maka katakoetanlah segala anak kapal, masing-masing â¢-menjeboet dewanja, dan di boewangkennja segala serba jang di
kapal itoe kadalem laoet, soepaja mengentengken kapal. Maka 1
dalem behaja itoe Joenoes soedah masoek kadalem petak kapal, 1
dan tertidoerlah dia di sitoe dengan poeles. Maka datenglah i
nakoda kapal kapadanja, di bangoenkennja dengan katanja: ] âKowe itoe bageimana. maka kowc tidoer mati bagitoe? Ban-
goenlah kowe, seboetlah aken Allahmoe, bijar djangan kita r
orang dapet tjelaka!quot; 1
Sedeng bagitoe maka kata segala anak kapal, satoe kapada l
lain: âMari, bijarlah kita momboewang oendi, soepaja kita kata- § hoewi, karna sebab siapa kasoekaran itoe berlakoe atas kita.
Serta dia-orang memboewang oendi, maka Joenoes jang kena. t
Maka lantas Joenoes berkata kapada dia-orang: âBoewanglah i
akoe kadalem laoet, maka laoet poen aken tedoeh djoega; karna c
katahoewilah akoe, riboet besar ini berlakoe atas kowe orang 1 karna sebab akoe.quot; â Bagitoe djoega dia-orang tiada lantas
menoeroet seperti kata nabi Joenoes itoe, melainken di tjoba- i
kennja dengan sakoewat-koewatnja aken membawa kapal itoe j balik ka-darat. Serta mangkin lama mangkin besar ombaknja,
maka memintalah dia-orang kapada Toehan, katanja: âJa Toe- c
han, djangan sampei kita orang kena tjelaka, karna sebab djiwa i
orang ini, dan djangan Toehan tanggoengken atas kita darah c
orang jang tiada bersalah!quot; â Habis mendoa bagitoe maka di c
147
boewangnja aken ,Toenoes ka dalem laoet. Maka lantas laoet itoe tedoehlah.
Maka sebab itoo takoetlah orang itoe aken ïoelian amat sanget, dan di persembahkennja koerban kapada ïoehan serta dengan kaoelnja. Maka serta nabi Joenoes itoe soedah terboe-wang kadalem laoet, maka dengan takdir Allah adalah satoe ikan besar, lantas menelen sama dia. Maka adalah Joenoes dalem peroet ikan itoe tiga hari dan tiga malem lamanja. Maka ber-tobatlah dia serta dengan meminta doa kapada Toehan Allahnja. Kemoedian maka ikan itoe memoetaliken dia kadarat.
2. Soedah bagitoe maka datenglali firman Toehan kapada Joenoes kadoewa kalinja, boeninja; âPergilah kowe ka-negri Ninewei, chotbatkenlah kapadanja sebageimana koe-kataken ka-padamoe!quot; â Maka berdjalanlah Joenoes. Maka sasampeinja ka-Ninewci, lantas dia berdjalan koeliling dalem negri itoe dengan berchotbat, katanja: âLagi ampat poeloeh hari, maka Nincwei ini mesti di roesakken!quot;
Maka pertjajalah orang-orang Ninewei itoe aken Allah dan aken kata nabi Joenoes itoe, sahingga bertobatlah dia-orang. Maka di tantoekennja satoe hari poewasa serta dengan berpakejan kain karoeng aken tanda terlaloe soesali hatinja. Saliingga Ba-ginda Radja poen meiepas pakejan karadjaiinnja dan soeroeli berseroe-seroe, bagini boeninja: âBaik manoesia, baik binatang tra-bolih makan atawa minoem apa-apa, bijar segala orang me-minta kapada Allah dengan sakoewat-koewatnja, dan bijarlah dia-orang masing-masing bertobat dari pada djalannja jang dja-hat, kaloe-kaloe Allah nanti tiada djadi meroesakken kita!quot; â Maka di sajangken Allah aken negri Ninewei dengan segala isinja, sahingga tiada di datengkennja tjelaka atasnja, seperti jang soedah di chotbatken sama nabi Joenoes itoe.
Maka sebab itoe nabi Joenoes lantas sakit hatinja, sahingga dia berkata dengan marahnja: âKaloe begitoe lobieli baik akoe mati sadja.quot; â- Maka pergilah Joenoes kaloewar negri itoo, dan di perboewatnja di sitoe soewatoe pondok; lantas dia doedoek di dalemnja aken melihat apa kasoedahannja negri itoo.
148
3. Maka pack wak too malem di adaken Allah satoe p oho en alheirani, di toomboehkonnja kaatas pondoknja Joenoes itoo, soepaja membajangi dia dengan daoon-daoenannja. Maka soeka, hatilah Joenoes aken pohoen alheirani itoe amat sanget. Tetapi pada havi bcsoek paginja di adaken Allah beberapa oeler jang memakan pohoen itoe, sahingga lajoelah segala daoennja.
Serta matabari soedah tinggi, maka Joenoes itoe kena panas kapalanja, sabingga dia kakoe hatinja lagi dan minta mati sadja.
Maka firman Allah kapadanja: âApa patoet kowe bagitoe marab aken pohoen alheirani itoe?quot; â Maka sahoetnja: âMe-mang patoet akoe marab sampei kamati-matian.quot; â Maka firman Toeban; âSedeng kowe sajang aken pohoen ini, jang tiada kowe piaraken, jang soedah toemboeh pada satoe malem habis hilang; apa lagi Akoe ini sajang aken jN'inewei, negri besar itoe, jang dalemnja adalah lebieb dari pada seratoes doewa poeloeh riboe orang isinja, jang tiada taboe membedaken antara tangan kanan dengan kirinja; tambahan lagi banjak binatangnja!quot;
47. Kasoedahan karadjaiin Israïl.
(2 Radja 17, 18).
1. Kemoedian dari pada radja Achab itoe adalah lagi doewa-belas Radja ganti-berganti pegang koewasa di atas bam-Israil, iano- sapoeloeh soekoe adanja. Maka djoemlah segala Radja Israïl itoe mendjadi sembilan-belas. Maka kebanjakan dan pac a Radja-radja itoe tiada lambat karadjaannja; kerep kali ada orang berdiri kraman dapet mereboet karadjaan, lantas memboenoeh aken Radja jang lagi berdiri itoe dengan segala. isi roemahnja dan sanak soedaranja. Maka samantara itoe datenglah moesoeh meniamoen dan merocsakken negri. Sedeng bagitoe adalah beberapa kali nabi-nabi itoe kasieh inget kapada orang banjak
140
beserta dengan Radjan ja, tisula djocga dia maoc berhenti dari pada menijembah berhala; malali mangkin lama mangkin Icbieh djahat kelakoewannja. Serta soedah antara berapa lamanja, maka adalali Radja-radja di tanah Asoer, dari sebab dia kepi-ngin meiebarken bawabnja, maka di taloekkennja aken tanah Israïl dengan soeroeh bangsa Israïl membajar oepoti kapadanja pada saben-saben taboen.
2. Koetika Hoseja berdiri radja di atas Israïl, maka dia sapeket dengan radja Mesir, soepaja boleb lepas dari pada koe-wasanja orang Asoer itoe. Serta bagitoe maka datenglah radja Salmanesar, ija-itoe Radja di tanah Asoer dengan bala tanta-ranja jang amat banjak, melanggar kota Samaria, lantas di kepoengnja aken dia tiga tahoen lamanja. Serta soedah kona di ambilnja, lantas di roesakkenja aken negii Samaria itoe; kemoe-dian di pindabkennja segala oran^ Israïl itoe katanah Mecli dan lain-lain negri jang djaoeh, melainken sedikit orang di ting-galkennja di tanah Israïl.
Habis bagitoe di pindahkennja Radja Asoer aken beberapa bangsa kapir ka-tanah Israïl itoe, seperti orang Sjam dan orang Babü dan lain-lain dari pada itoe. Maka bangsa kapir itoepoen lantas mendoedoeki tanah Israïl jang soedah kosong itoe. Bagini-lah kasoedahannja karadjaan Israïl. Maka adalali dari pada per-moelaannja dateng kapada penghabisaonja doewa ratoes lima poeloeh tiga tahoen lamanja.
Koetika bangsa kapir itoe masieh bharoe doedoek di tanah Israïl, maka dia-orang dapet banjak soesah dari sebab beberapa singa jang memakan banjak orang dari padanja. Maka pada pendapetan orang jang oendjoek taboe dari pada kasoekaran itoe kapada Baginda Radja Asoer, adalali orang jang bharoe doedoek di tanah Israïl di ganggoe sama singa itoe, tiada hun dari sebab tiada dia-orang mengatahoewi bageimana tjara adatnja orang berbakti kapada Allahnja negri itoe, Maka dari pada itoe di soeroehkennja Baginda Radja aken saorang imam-Israïl kembali kanegrinja, soepaja mengadjari segala orang di sitoe, bageimana sarengatnja bani-Israïl. Maka pada kemoedian harinja adalali
150
segala bangsa kapir itoe bertjampoer dengan bani-Israïl jang ketinggalan dalem negrinja. Maka ija-itoe asal kedjadian bangsa Samaria adanja.
48. Karadjaiin Jahoeda.
(3 Radja 16, 18â24. 2 Babad 29, 30, 33).
1. Komoedian dari pada hilangnja karadjaan Israïl itoe, maka karadjaan Jahoeda masieh tiuggal lagi seratoes talioen lebieh, sahingga ociiioei'nja 387 talioen. Maka adalali orang jang pegang koewasa atasnja ganti-berganti; samoewanja doewa poeloeh radja; sekalian itoe toeroenan radja Dawoed adanja. Tetapi dalem antara radja-radja Jalioeda itoepoen banjak jang djahat dan jang menjembah berhala; maka jang saleli dan jang berbakti kapada Toehan Allah itoe djaranglah adanja. Adapoen jang terpoedji-poedji itoe melainken radja Josafat, radja Jehizkija dan radja JosiA.
2. l)i tjeritaken dari pada radja Achaz; Dalem tiap-tiap ncgri Jahoeda di perboewatkennja roemah berhala, dan pada djalan-djaliin di negri Jeroezalem poen di perboewatkennja madzbah aken mem perse mbahken koerban kapada Baal. Maka segala pintoe Beit-Allah itoe di toetoepkennja, sahingga roepan ja Beit-almoekadas itoe seperti soewatoe roemah jang soenji, tiada
jang ampoenja dia.
3. Serta anaknja Achaz bernama Jehizkija soedah berganti djadi Radja, maka dia poen lantas memboekaken segala pintoe Beit-ahnoekadas lagi; serta dengan melaloeken segala berhala dari dalem negri Jeroezalem. Dan lagi di soeroehkennja bebe-rapa oetoesan membawa soerat kapada segala negri orang Israïl dan Jahoeda, aken mengadjak dia-orang kembali kapada Toehan , dan memoeliaken hari raja Paska.
151
Tatkala Jehizkija berdiri Radja di atas karadjaan Jahoeda, maka bani-Israïl jang sepoeloeh soekoe itoe di pindahken radja Salmanesar katanah Asoer. Maka pada koetika itoe adalali bebe-rapa riboe orang dari pada keradjaan Iraïl berlindoeng ka-tanah Jahoeda; kemoedum dia-orang merameiken karadjaan Jeliiz-kija itoe.
Serta soedah antara berapa tahoen lamanja, maka datenglah Sanherib, radja Asoer, dengan bala tantaranja aken memerangi keradjaan Jahoeda itoe. Maka di ambilnja segala negri jang berkota benteng, dan negri Jeroezalem poen di kepoengnja. Sedeng bagitoe di besarkennja hatinja boekan patoet, serta dengan menghinaken nama Allah taala. Serta di dengar radja Jehizkija bageimana perboewatan radja Sanherib itoe, maka dengan sanget doekatjitanja di robek-robckkeunja pakejannja dengan meminta doa kapada Toehan. Maka pada malein itoe djoega tiba-tiba kaloewarlah malaïkat Toehan, di boenoehnja akeu bala tantara Asoer seratoes delapan poeloeh lima riboe orang. Maka serta orang bangoen pada pagi-pagi hari, di lihat-nja aken sekalian itoe majit djoega adanja. Kemoedian maka berangkatlah radja Sanherib poelang ka-negri Ninewei.
Maka pada tempo itoe djoega djatoehlah Radja Jehizkija sakit pajah. Maka datenglah nabi Jesaja menghadep Baginda Radja dengan membawa firman Allah kapadanja, soepaja Baginda berwasijatlah kapada orang isi astananja, karna dialah aken mati djoega, tiada hidoep lagi. Maka menangislah Baginda Radja tersedih-sedih dengan meminta kapada Toehan, soepaja di pandjangkenlah oemoernja. Maka beloemlah Jesaja kaloewir dari dalem astaria Radja, tiba-tiba datenglah firman Allah kapadanja, boeninja: âBaliklah kowe, katakenlah kapada Jehiskija, soedali koe-dengar permintaan doanja, dan soedah koe-lihat segala ajer matanja, dan akoe nanti menambahi pan-djang oemoernja dengan limabelas tahoen. Maka serta soedah nabi Jesaja menjampeiken firman Allah jang bagitoe, maka di soeroehnja ambil boewahara aken di taroeli pada bisoel Baginda. Maka lepas tiga hari baiklah sakitnja; maka Baginda lantas
152
masoek kadalem Beit-almoekadas aken mengoetjap sjoekoer kapada Toekan.
4. Sapeninggalnja Radja Jekizkija, maka jang berganti dia naik Radja, ija-itoe Maxasse, anaknja. Maka Manasse sampei lima poeloeli lima talioeu lamanja dia berdiri Radja Jahoeda. ïetapi tiada dia menoeroet seperti kelakoewan ajahnja; malah di adjaknja aken orang banjak menjembah berbala lagi, dengan berboewat barang jang lebieli djahat dari pada perboewatan orang kafir, sabingga liilanglali segala perboewatan jang baik jang socdab di perboewat ajahnja. Maka serta Radja Manasse soedah sampei kapada hari toewanja, diapoen di serabken Allah kapada tangan moesoehnja; sahingga Baginda kena tartangkep, lantas di pindahken ka-negrie Babil. Kemoedian dari pada itoe maka menesellah Baginda Radja, lantas bertobat kapada Allah. Maka Allahpoen mendengar permintaan doanja, sahingga di poelangkennja aken dia kapada karadjaannja kembali; kemoedian di laloeken Baginda segala berhala dari pada negri Jeroezalem.
5. Serta soedah meninggal Radja Manasse, maka Aivon, anaknja, itoe jang berganti mendjadi Radja. Maka perboewatan Radja Anion itoepoen terlaloe djahatnja; tetapi tiada dia maoc bertobat seperti ajahnja. Dengan sebagitoe tiada lama karadjaannja; adalah bharoe antara doewa tahoen, maka segala peng-gaweinja sapeket mendoerhaka kapadanja, dan di boenoehnja aken Baginda di dalem astananja. Maka kemoedian dari pada itoe adalali Josia, anaknja di angkat Radja, bharoe oemoer delapan tahoen. Maka Josia itoe saoraug Radja jang oetama kalakoewannja, dialah berboewat barang jang benar kapada pemandengan ïoehan, dan menoeroet segala djalan Radja Dawoed, mojang Baginda. Serta Baginda, oemoer doewa poeloeh tahoen, maka di laloekennja segala berhala dari pada negri Jeroezalem dan dari pada antero tanah Jahoeda, dan Beit-almoekadas jang soedah roesak itoe di perbaïkinja.
Maka selagi membersiehken Beit-almoekadas itoe, adalah pang-hoeloe imam, bernama Hilkija, dia mendapet kitab Torat, jang
ÃL
153 1
soedah terhilang koetika zaman Radja Manasse itoe. Maka kitab itoepoen lantas di batjaken di hadepan Baginda Radja. Serta Baginda mendengar bageimana rnoorka Allah jang aken dateng atas oematnja, karna soedah di tinggalkennja perdjandjian Allah,
seperti jang tersoerat didalem kitab Torat itoo, maka lemboetlah hatinja dan di rendahkennja dirinja di hadepan Allah, dengan pakejannja di robek-robekkennja. Maka datenglah firman Allali kapadanja, lantaran saorang nabi perampoewan bernama Hoelda ;
baginilah firmannja: âSebab hatimoe soedah mendjadi lemboet koetika kowe dengar aken boeni segala perkataau kitab itoe,
maka itoe boleh kowe tooroen kadalem koeboermoe dengan sala-niet djoega, dan matamoe tiada nanti melihat segala tjelaka jang aken koe-dateEp;ken atas negri ini.
Maka radja Josija itoe semangkin lebieh radjin aken mengobah segala atoeran bani-Israïl dengan menoeroet seperti sarengat nabi 3[ocsa itoe. Malah di koempoelkennja segala orang banjak ka-negri Jeroozalem dan di soeroehnja membatjaken segala perka-taan kitab perdjandjian jang bharoe terdapet itoe, di hadepan antoro perkoempoelan. Kemoedian di djadikennja soewatoe por-djandjian di hadepan Toehan, dan sanggoep dia memeliharaken segala firmannja dan sarengatnja dengan sagenap hatinja. Maka antero orang banjak itoe masoeklah perdjandjian itoe.
Maka di roesakken Baginda segala roemah berhala saserbanja,
barang di mana tempatnja, sahingga pada bekas karadjaan Israïl di rombakkennja madzbah anak sapi mas perboewatan Radja Jerobam di negri Beit-el, itoe lantas di bakarnja bersa-ma-sama dengan segala toelang-toelang imam berhala jang di ambilnja dari dalem koeboernja, jang deket di sitoe djoega adanja. Maka dalem itoepoen njatalah firman Toehan jang soedah di kataken kapada madzbah itoe, lantaran saorang nabi kapan dhoeloe kalanja.
6. Kapan Radja Josia soedah meninggal doenia, maka adalah tiga orang anaknja, dan saorang tjoeljoenja ganti-berganti naik Radja di Jeroezalem. Tetapi dalem Radja ampat itoe saorang-
poen tiada jang salamet karadjaannja; sekalian itoe tiada lama
â
quot;^ll
â 'l.
ii i
li
t r
i
154
lantiis di toeroenken dari pad a taclitanja. Maka sasoong^oelmja tiada koerang alamat karadjaan Jahoeda-poen aken lekas liilang adanja.
40. Kasoedah.an karadjailn Jalioeda.
(Jer. 25. 2 Radja 24. 2 Babad 36).
1. Adapoen jang menjataken dan takbirken alamat-alamat jang terkata di atas tadi: ija-ifoe segala nabi-nabi. Maka pcrka-taan nabi-nabi itoe banjaklali jang termoewat di dalem kitab soetji. Maka pakerdjaan nabi-nabi itoe, dia-orang oetoesan Allah jang di soerooh menjataken kahcndak Allah kapada orang banjak, dan lagi mengingetken orang banjak, socpaja dia-orang mengatahoewi aken Allah taala, djangan sampei dia-orang kena tjelaka, scperti jang koewat-koewut mendateng dari pada kadja-hatan radja-radjanja dan imam-imamnja. Maka di adaken Allah aken nabi-nabi itoe dalem karadjaan Israïl, dan karadjaan Jahoeda dan di negri .leroezalem. Maka adalah nabi-nabi pada antara itoe beberapa orang toeroenan orang besar, dan beberapa orang toeroenan orang ketjil. Seperti Jesaja dan Zkfanja, doewa-doewa itoe asal toeroenan radja; maka Jekmija dan Jehezkiël itoe toeroenan imam. Balik Elia dan Elisa dan Joexoes dan Micha, sekalian itoe masoek itoengan orang ketjil sadja; malah nabi jang bernama Amos itoe saorang gombala miskin adanja.
Nabi Jermija itoe moela-moela mengkabarken negri Jeroezalem nanti di roesakken sama moesoeh, ija-itoe aken sjiksa Allah kapada oematnja.
Maka kata nabi: Tjelaka besar itoepoen masieh bolih di toelak dengan tobatnja bani-Israïl. Serta soedah antara doewa poeloeh tiga tahoen lamanja dia mengingetken orang banjak, tiada djoega dia-orang maoe bertobat, maka datenglah firman Allah
kapada nabi Jermija mengatakcn hoekoeman itoc tra-bolih tiada nanti datong djoega, sahingga segala isi karadjaan Jahoeda itoe aken di boewang ka-negri Babil; totapi komoedian dari pada toedjoch poeloeh tahoen, dia-orang maoo di kasich poelang kembali ka-negrinja. Pada soewatoe hari kata nabi Jermija dengan peroepamaan, bagini katanja: âKapau hari akoe pergi ka-roemah pendjoenan, maka adalah dia dalem meniboewat soewatoe pakerdjaan di atas pelarik. Maka badjana jang di boewatnja itoe terbantoetlah mendjadi sagoempal tanah lembek lagi di dalem tangan pendjoenan itoe; lautas di boewatnja lagi dari padanja satoe badjana jang lain, sebageimana soekanja. Maka sakoetika itoe datenglah firman ïoeban kapadakoe, boeninja: âBoekan bolih Akoe berboewat pada kamoe bagitoe djoega seperti perboewatan pendjoenan itoe, hei orang isi roemah Israïl? Sa-soenggoehnja seperti tanah lembek dalem tangan pendjoenan, bagi-toelali kamoepoen dalem tangankoe, hei orang isi roemah Israïl!quot;
Bagitoe lagi pada soewatoe hari jang lain adalah nabi Jermija membeli soewatoe kendi perboewatan pendjoenan, habis di koempoelkennja segala toewa-toewa bani-Israïl, dan segala toewa-toewa imam. Scrta soedah berkoempoel, lantas di ambil nabi Jermija aken kendi itoe, dan di pitjahkennja di hadepan mata segala toewa-toewa itoe, serta katanja: âBaginilah firman Toehan serwa sekalian alam: âBagitoe djoega Akoe nanti memitjahken bangsa ini dan negri ini, seperti orang memitjahken badjana pendjoenan jang tiada dapet di perbaiki lagi, dan maka segala roemah Jeroezalem dan segala astana radja-radja Jahoeda nanti di roesakken, sebab di atas pajonnja dia-orang ada mempersem-bahken pcrsembahan kapada dewata bangsa jang laïn.quot;
2. Maka tiada berapa lamanja bangsa Jahoedi mendapetti kanjataannja segala perkataan nabi-nabi jang soedah di chot-batken, sapatali katapoen tiada jang djoesta adanja.
Moela-moelanja datenglah Xeboekadxezai! , radja Kasclim, meneloekken radja Jahoeda jang bernama Jojakim. Serta Joja-kim itoe soedah di gantiken anaknja, bernama JojACmif, maka diapoen di perangi sama radja Neboekadnezar. Maka di tawan-
156
nja aken radja Jojachin itnc, lantas di pindahkennja aken dia ka-negri Babil, beserta dengan segala pradjoeritnja, dan segala orang bangsawan, sepoeloeli riboc orang di bawanja kapada tawanan; dan lain dari pada itoe di tangkepnja aken segala toekang-besi dan toekang-kajoe jang pandei berboewat sendjata, di pindahkennja ka-negri Babil. Maka kemoedian dari pada itoe di djadikennja radja Jalioeda aken Zedekija ija-itoe anaknja radja Josija jang boengsoe adanja.
Serta Zedekija soedab naïk radja, maka tiada antara lama dia minta bantoe kapada orang Mesir aken melawan radja Neboc-kadnezar itoe. Maka datenglah radja Babil itoe serta dengan antero bala tantaranja, melanggar karadjaan Jaboeda, maka negri Jeroezalem itoe di kepoengnja rapet-rapet, dan di perboe-watkennja benteng berkoelilingnja. Maka di tabani orang Ja-hoedi aken negri Jeroezalem itoe sahingga lamanja doewa tahoen. Maka samantara itoe orang isi negri menanggoeng sangsara jang amat sanget, dari pada kalaperan sahingga adalah orang peram-poewan menjembelehken anaknja sendiri, aken di makan daging-nja. Maka lama-lama dapet djoega bala moesoeh masoek kada-lem kota. Maka pada koetika itoe larilah radja Zedekija, di boeroe moesoeh sahingga Baginda kena di tangkepnja, lantas di tjoengkilkennja matanja doewa-doewa, dan di bawanja aken dia ka-negri Babil. Maka ija-itoe kanjataannja firman Allah jang soedah di kataken sama nabi Jehezkiël pada dhoeloe kalanja, mengataken radja Zedekija itoe nanti di bawa ka-negri Babil, dan tinggal di sitoe sampei matinja, tetapi tiada nanti matanja melihat negri itoe. Maka dhoeloe dari pada Baginda Radja di boetaken matanja, dia melihat anak-anaknja di potong lehernja; ija-itoe perboewatan moesoeh dengan terlaloe gemes hatinja.
Maka bala Kasdim itoe lantas mendjarahi negri Jeroazalem serta dengan mesdjidnja; kemoedian di rombakkennja oetawa di bakarnja, sahingga habis tiada jang ketinggalan; maka segala pekakas Beit-almoekadas jang endah-endah itoe di itoengkennja, lantas di pindahkennja ka-negri Babil, di masoekkennja kada-lem roemah: dewanja. ïiada kabar ïaboet itoe di apakennja.
157
â¢â¢vi
If:
li
li ⢠*
Maka segala orang isi karadjaan Jabocda itoe di bawa Radja Noboekadnezar dengan tertawan ka-tanah Babil; melainken be-berapa orang bangaawan jang Baginda Radja bolih pertjaja aken dia dan lagi banjak orang miskiu itoe jang di tinggalkennja.
Maka jang lain-lain itoe di pindahkennja kapada beberapa negri di bawab karadjaannja, mendjadi tesiarlah dia-orang seperti meramboet jang terbang dari sebab kanginan itoe; semoevva itoe seperti jang soedah di kataken nabi dboeloe kalanja.
Adalab di dalem orang bangaawan jang di tinggalken Radja Neboekadnezar dalem tanah Jahoedi itoe saorang bernama Geda- i i/i'
lija; dialah di angkat Baginda Radja mendjadi kepala atas sesama bangsanja, maka tiada antara lama Gedalja itoe di boe-noeh mati sama beberapa orang Jaboedi jang tiada soedi sama dia. Dan ada lagi nabi Jermija, diapoen di bijarken Baginda Radja tinggal di negri Jahoedi; maka selagi negri Jeroezalem itoe di roesakken moeaoeli, maka di karangken Jermija aken kitab noedoebnja, ija-itoe pengadoeb-adoelmja.
«I i
èi',' â i
if
,11
50. Nabi Daniël.
: jM â¢;
(Dan. 1, S, 3, 6). ill,
â i ' :
I
1. Maskipoen orang Jahoedi di tanah Babil itoe dapet banjak soesah dari sebab djaoeh negrinja, dan mesdjidnja soedah tidak ada, lagipoen dia-orang di bawah prentah radja kafir; bagitoe djoega tiada dia-orang toraniaj;., oetawa di samaken dengan koeli-koeli dan boedak belian; malah ada beberapa orang dari padanja jang dapet kadoedoekan tinggi serta dengan kahoer-matannja.
Adalah dengan parentah radja Is eboekadnezar beberapa dje-djaka bangsa Jahoedi di piara dalem astana Radja, dengan di peladjarken segala elmoe dan pengatahoewan orang Kasdim.
11
'H'
m â
Ml
â 'ï
Ir
«
it
158
Maka di dalera segala djedjaka itoe adalah Daxiël dan Sade-kacii dan Mesach dan Abeüxego ; ija-iroe jang pada hari kamoe-diannja di kasieh pangkat jang terraoelia adanja. Maka dalem itoepoen dapetlah dia-orang berboewat buik kapada sesama-bang-sanja, dan lagi mengadjarken parontah Allah taiila kapada bangsa kafir djoega. Sedeng bagitoe kerep-kali dia-orang dapet kasoekaran besar.
Koetika Daniël serta toraen-teraennja lagi di piara dalera astana Radja, maka tiada dia-orang maoe raakan oetawa minoein barang jang terdapet dari pada medja Baginda Radja, dari sebab di katakennja ija-itoe haramlah kapadanja. Maka di pin-tanja maaf kapada kapala astana Radja, bijarlab dia orang di kasieh raakan barang jang terdapet dari pada toeraboeh-toemboe-han, dan di kasieh rainoem ajer sadja. Maka kapala astana Radja itoe raenoeroeti djoega aken permintaan anak raoeda itoe; keraoedian dengan idin Allah njatalah roepanja lebieh baik. dan badannja poen lebieh geraoek dari pada segala temen-teraennja, jang selaloe raakan ajapan Baginda Radja. Serta soedah sarapei kapada hari jang soedah tertantoe, maka segala anak moeda itoe di bawa menghadep kapada radja Neboekadnezar, aken di pariksaïnja; raaka dalera segala ilmoe dan pengatahoewan jang di tanjaken Baginda kapada dia-orang sekaliannja, tiada di dapeti Baginda jang seperti Daniël dengan temen-temennja, ija-itoo Saderach dan Mesach diin Abednego. Maka keraoedian dari pada itoe, dia-orang sekalian di perhambaken Baginda Radja dalera astananja.
2. Di tjeritaken dari pada Radja Neboekadnezar di kocmpoel-kennja segala barang-barang raas jang soedah di dapetnja dari pada rampasan dalem paperangan sana sini; raaka di perboewatnja dari padanja soewatoe patoeng, tingginja anera poeloeh basta; serta soedah djadi maka di koempoelken Baginda Radja aken segala orang perabesar di negri, soepaja dia orang boleh meng-hadepi pada boekaknja patoeng raas itoe. Dan lagi di soeroeh-konnja sa-orang tantara kasieh tahoe kapada orang banjak bagei-raana parentah Radja, baginilah boeninja: âHei, karaoe segala
159
bangsa, ingetlah baik-baik! Kapan kamoe dengar boeni slompret bertjampoer dengan segala roopa boeni-boenian, maka djangan tidak kamoe menjembah soedjoed kapada patoeng mas jang di perdiriken Baginda Radja Neboekadnczar itoc. Maka barang siapa jang tiada menoeroet parentah itoe, mesti dia di boewang kadalem dapoer api jang bernjala-njala.quot; â Maka adalah Sade-rach dan Mesach dan Abednego itoe dari sebab dia orang raasoek poenggawa radja, maka tra-boleh tiada pada hari patoeng mas di perrnoeliaken orang banjak itoe, dia orang tiga-tiga toeroet mengbadep djoega. Dengan sabagitoe pada koetika segala orang besar kotjil ada soedjoed kapada patoeng mas itoc, maka dia-orang tinggal berdiri djoega, tiada dia maoe soedjoed kapada berhala itoe. Maka perkara itoe di adoeken orang kapada Baginda Radja, sahingga Saderach dan Mesach dan Abednego itoe di soeroeh mengbadep Baginda Radja. Maka tanjalah Baginda kapadanja: â Apa dengan sengadja, maka tiada kamoe berboewat bakti kapada Dewatakoe? Sekarang akoe maoe lihat djoega Allah mana dapet melepasken kamoe dari pada tangankoe!quot; â Maka sahoet tiga orang itoe kapada Baginda Radja: âAllah patik jang patik berboewat ibadat kapadanja, itoe djoega sampei koewasa aken melepasken patik dari dalem dapoer api jang bernjala-njala, dan dari pada tangan ïoewankoepoen dapet di lepaskennja patik ini; maskipoen tiada Allah maoe melepasken patik, tetapi sekali-kali tiada patik aken menjembah kapada patoeng mas jang Toewan perdiriken itoe.quot; â Serta radja Neboekadnczar dengar kata Saderach dan Mesach dan Abednego jang bagitoe, maka marahnja terlaloe sanget, sahingga berobah-lah ajer moekanja, maka lantas di soeroehnja memanasken dapoer itoe toedjoeh kali lebieli panas dari pada jang soedah biasa pada saben-sabennja. Serta soedah, maka dia orang tiga-tiga serta dengan djoebahnja dan tjelananja dan destarnja dan segala pakejannja, di iket dan di lempar kadalem dapoer jang bernjala-njala itoc. Dari sebab terlaloe besarnja api itoe, sahingga orang jang mengangkat Saderach dan Mesach dan Abednego itoe, serta dia kena terdjilat njalanja, maka matilah dia-orang
ItiO
sekaliannja. Scrta orang tiga itoe soedah masoek kadalem api jang bernjala-njala itoe, maka heiranlah Baginda Radja Neboe-kadnezar melihat Saderach dan Mesach dan Abednego itoe ber-djalan di tengah-tengah api, dengan torlepas pangiketnja serta dengau tiada koerang apa-apa; malah-malah ada saorang temen-Tija lagi, roepanja seperti anak Dewata djoega. Maka madjoelah Baginda kapada pintoe dapoer api jang bernjala-njala itoe, serta di panggil Baginda aken dia-orang: âHei Saderach, Mesach dan Abednego kamoe itoe bamba Allah taiila, kaloewarlah, marilah kamoe!quot; â Maka lantas kaloewarlah tiga orang itoe. Serta di pariksaï segala poenggawa Radja aken badannja Saderach dan Mesach dan Abednego itoe, maka njatalah ramboetnja poen tiada angoes, dan pakejannja poen tiada berobah, malah baoe sangit apipoen tiada kena padanja. Maka kata radja Neboekad-nezar: âSegala poedji kapada Allali jang soedah menjoeroehken malaïkatnja dan soedah meloepootken haraba-hambanja jang ada harep padanja!quot; â Lagipoen di oendaiig-oendangken Baginda Radja kapada segala orang di antero karadjaannja: âBarang siapa jang menghinaken Allahnja Saderach, Mesach dan Abednego itoe mesti dia di boenoeh mati. Kemoedian di naikken Baginda aken pangkatnja orang tiga itoe, sahingga dia orang dapet koewasa besar dalem pemarentahan tanah Babil.
3. Bagitoe djoega nabi Daniël diapoon di besarken sama radja Neboekadnezar, apa lagi sama radja Belsasar jang berdiri radja kemoediannja. Maka jang terlebieh permoeliaken nabi Daniël itoe, ija-itoe radja Darioes Madaï; dialah mengangkat Daniël aken pemarentah di atas sapertiga dari pada karadjaannja, malah-malah radja Darioes itoe berniat maoe menjerahken kapada Daniël pemarentahan di atas antero karadjaannja. Maka kaoen-toengan Daniël jang sobagitoe mendjadiken panas hatinja segala pembesar di negri, sahingga dia orang dengan sabolih-âbolilmja mentjari salahnja Daniël, aken memboewat tjelakanja. Dengan sebagitoe tiada dia-orang mendapet barang satoe scbab aken men-dakwa dia, karna Daniël itoe saorang jang teroetama, dan di lakoekennja pakerdjaannja dengan satia hatinja.
161
Kemoedian dari pada Uoe maka adalah segala penibesar di negri itoe bersekoetoe aken memboedjoek-boedjoek j [Baginda Radja, soepaja di kaloewarkennja parentab negri jang bagini boeninja: âBarang siapa jang dalem tiga poeloeh hari meminta barang satoe apa kapada satoe dewa oetawa manoesia, rnelaïnken kapada Baginda maha Radja Darioes itoe, tra-boleh tida orang itoe poen niesti di boewang kadalem lobang singa!quot; Maka Radja Darioes menoeroet permintaan segala poenggawa itoe, sahingga di kaloewarkennja soewatoe firman seperti jang terseboet di atas. Maka Daniël poen mengatahoewi aken larangan Baginda Radja jang termoewat di dalem firman itoe. Dengan sebagitoe, tiada berbenti-berhenti dia meminta doa dan mengoetjap sjoekoer kapada Allah pada sahari tiga kali, seperti soedah biasa, di boewatnja dhoeloe. Maka tempat di mana dia sembahjang itoe, ija-itoe di loteng roemahnja; dengan djandelanja terboeka sadja. Maka serta katahoewan sama moesoehnja dia tiada menoeroet parental) Radja itoe, maka dengan lekasnja dia-orang kasieh tahoe kapada Baginda Radja djoega. Maka terlaloe soesali hati Radja Darioes mendengar kabar itoe, sebab di sajangkennja aken Daniël, maka dengan sabolih-bolih Baginda Radja maoe toeloeng meloepoetken dia. Dengan sebagitoe pada bitjara segala poenggawa negri itoe, tra-boleh tiada Daniël di siksaken djoega. Maka djadilab Daniël itoe di lempar kadalem lobang singa; dan samantara itoe di poedji-poedjiken Baginda Radja aken Daniël, bijar dia dapet toeloengan Allah jang dia berboewat bakti kapadanja dengan soenggoeh-soenggoeh hatinja! Soedah bagitoe maka batoe jang di kerdja toetoep lobang itoe di tjapken Baginda dengan tjintjin-nja, lantas poelanglah Baginda ka-astananja; tetapi tiada dia makan dan tiada dia tidoer samaleman itoe.
Maka pagi-pagi sekali dengan lekas-lekas pergilah Baginda ka-lobang singa, lantas panggil sama Daniël, katanja: âHei Daniël, hamba Allah jang hidoep! Apa dapet djoega Allahmoe melepasken kowe dari pada segala singa itoe?quot; â Maka sahoet Daniël kapada Baginda: âJa toewankoe! Allah patik djoega soedah menjoeroeliken malaikatnja, jang menoetoepken moeloet
11
162
segala singa itoe, soepaja djangan dia mengganggoe aken patik! â Maka terlalue soeka tjita Baginda mendengar soewara Daniël itoe, lantas di soeroehnja orang menarik naik aken Daniël dari dalem lobang itoe. Lagipoen di soeroeh Baginda membawa segala orang jang soedah mendakwa Daniël itoe, soepaja dia-orang poen di masoekken kadalein lobang singa. Maka beloem sanipei dia-orang kadasar lobang itoe, tiba-tiba dia-orang di tangkep
dan di makan sania segala singa itoe, dan di remoekkennja segala toelang-toelangnja.
Maka kemoedian dari pada itoe di kirim Baginda Radja Da-rioes beberapa soerat kapada segala bangsa jang di dalem kara-djaannja, boeninja: âBahoewa akoe ini raemberi parentali, dalem sagenap karadjaan mesti orang takoet aken Allahnja Daniël, karna dialah Allah jang hidoep dan jang kokal pada selama-lama-nja; dan dialah Peaeboes dan Penoeloeng; dan Dia poen mem-boewat tauda-tanda dan adjaïb di dalem langit dan di atas boemi.quot;
1 (iH
51. Negri Jeroezalem lt;li hangoeu kombali.
{Ezra 1, 3, 6. Nek. 1, 2, 5. Ester. Hadjai. Zach. Mal.)
1. Serta bangsa Jahoedi soedah antara toedjoeli poeloeh talmen lamanja dia terboewang (hu i pada uegrinja niaka adalah saorang radja Parsi, bernama Kokes, pada tempo itoe dia meudjadi radja di atas tanah Asoer dan Madai dau iiabil, jja-itoe negri-negri di mana bani-Israïl tinggal dongan tertasvan adanja. Maka pada talioen jang pertaina dari ])ada kaïadjaiin Kores itoe, niaka di kasieh tahoe kapada segala orang bani-lsraïl jang doedoek di dalem antero bawahnja, bolililali lt;lia orang balik kombali kapada uegrinja aken membangoen negri Jeroezalem serta dengan mes-djidnja. Baginilah boeninja parentah Baginda Kadja Kores itoe: âToehan Allah jang di soerga itoe soedah menjoeroeb akoe memperboewatken kapadanja satoe Beit-Allah di Jeroezalem; maka barang siapa di antara kamoe sekalian, jang masoek oematnja, bijarlah Allahnja menjertaï aken dia, dau bijarlah dia berdjalan djoega!quot; Dan lagi di kaloewarken radja Kores aken segala perkakas mas perak jang dhoeloe di rampas sama radja Meboekadnezar dari dalem Beit-almoekadas dan di bawanja ka-ne-gri Babil. Maka adalab djoenilah segala perkakas-perkakas itoe lima riboe am pat ratocs, semoewanja itoe di kasieh bawa kapada orang Jahoedi jang kombali kapada uegrinja.
Maka orang Jahoedi mana jang misieh teringet aken negri Jeroezalem itoe, dengan segala soeka iiatinja lantas dia sedia-sedia aken poelang djoega. Tetapi dari sebab kabanjakan orang bani-Israïl jang tinggal di tauali Asoer dan Babi! itoe, soedah beroemah tangga di sitoe, dau soedah mendjadi kaja djoega, maka jiuig kombali kapada nogiinja pada waktoe itoo tiada lebieh dari pada 42()()() orang kapala roemail banjaknja. Maka, kabanjakau dari padanja orang toeroenan Jahoeda tlengan orang Lewi adanja. Adapoen jang mendjadi kapala atasnja, aken
if
|
t
llil '1 : m
il' li \ â¢-Uf
ip m
1
il If
M
lip (||
11
Â¥
l. 7
7. lt;
J'â
11
S;
JL
164
menganter dia-orang, adalah sabrang toeroenan radja Dawoed, bernama Zeroebabil dan lagi saorang panghoeloe imam bernama Jesoewa. Serta dia-orang soedah sampei pada bekas negrinja, maka jang moela-moela di kerdjakennja, ija-itoe madzbah Allah aken goena mempersembahken koerban; dan sasoedalinja itoe di kerdjakennja pandemennja Roemah Allah djoega. Maka adalah segala imam menghadepi pakerdjaan itoe dengan memoedji Toe-han serta dengan memboeniken slompretnja, dan orang banjak itoe bersoerak ramei-ramei dari soeka tjitanja. Maka samantara itoe adalah beberapa orang toewa jang soedah tahoe melihat Beit-almoekadas jang dlioeloe itoe, serta di lihatnja pandemen mesdjid jang aken di bangoen ini, maka menangislah dia-orang dengan soevvara jang njaring; sahiugga orang tiada dapet mcm-bedaken boeni soerah kasoekaün orang moeda, dengan boeni tangisan orang toewa.
2. Di tjeritaken dari pada bangsa Samaria, dia-orang maoe toeroet sama-sama membangoen mesdjid jang lagi di kerdja orang Jahoedi itoe. Serta orang Jahoedi tiada kasieh, maka bangsa Samaria meroesoehi pakerdjaan itoe dengan sabolili-bolihnja, malali di pitnahkennja aken orang Jahoedi kahadepan maha Radja Parsi, sahijigga dengan parentah Radja di berhenti-kennja memboewat mesdjid itoe, mendjadi orang Jalioedi sanget soesah dan kcndor hatinja. Maka pada tempo itoe adalah doewa orang nabi, jang satoe bernama Hadjai dan jang lain bernama Zacharija, doewa-doewa dia-orang mengliiboerken hati orang banjak, serta dengan di adjak-adjaknja aken meneroesken beker-dja mesdjid. Maka di teroeskennja djoega aken pakerdjaan itoe dengan radjinnja dan salametlah sampei luibisnja; dengan seba-gitoe koetika orang Jahoedi moelaï membaiki negri. Jeroezalem, maka lagi-lagi bangsa Samaria menjoesahken dia dengan gagah-nja; sahingga pada tejnpo itoe adalah orang Jalioedi separo dalem pakerdjaan . dan separo berdjaga-djaga dengan berpegang sendjata; inalah-malah orang jang bekerdja itoe masing-masing memboewat pakerdjaannja dengan tangan sabelah dan berpegang pedang dengan tangan sabelahnja. Maka semoewa itoe djadilah
165
I
pada zaman karadjaan Kambyses dan Arthasastha, ija-itoe jang mendjadi Radja di atas tanah Parsi kemoedian dari pada radja Kores.
3. Maka pada zaman karadjaan Arthasastlia itoe adalali di tanah Parsi saorang oelama bangsa Jalioedi bernama Ezra, dia-poen dapet idin dari pada maha Radja aken poelang ka-negrinja.
Maka berangkatlah Ezra itoe serta dengan beberapa orang imam dan oranc; Lewi dan lain dari pada itoe. Maka dengan firman radja di kasieb bawa kapada dia-orang segala pekakas Beit-al-moekadas jang masieli ketinggalan di negri Babil. Adapoen Ezra itoe saorang jang soedah masjoer dengan alinmja dan lagi saleh hatinja. Maka sasampeinja di negri Jeroezalem lantas di atoernja perkara agama dan pakerdjaan segala imam dan beberapa atoe-ran negri semoewa itoe di djalankcnnja dengan menoeroet tjara adatnja nenek mojangnja djoega. Dan bagitoe lagi radja Artlia-sasthapoen kasieh idin kapada saorang djoeroe-minoemnja, bernama Nehemja poelang ka-negri Jeroezalem aken membangoen pager tenibok negri beserta bentengnja, dan lagi di angkatnja dia mendjadi adipati di tanah Jahoedi.
4. Sasoenggoehnja radja-radja Parsi itoe kerep kali menoen-djoekken baik hatinja sama bangsa Jahoedi. Radja Xekxes malah ambil saorang anak prawan Jahoedi bernama Ester aken istrinja;
maka kemoediannja banjak pertoeloengan Baginda kapada orang Jahoedi, lantaran istrinja itoe. Dan ada saorang Jahoedi bernama Mordechaï, dialah bapa angkatnja prameswari Ester itoe. Maka Mordechaï itoe pada soewatoe hari dia memboeka rahsianja beberapa orang djahat jang bersakoetoe maoe membocnoeh Baginda Radja Xerxes; maka sakoetika itoe djoega namanja Mordechaï dengan segala perboewatannja jang baik itoe di soeratken orang dalem soerat Babad tanah Parsi; dan pada kemoedian harinja orang Jahoedi itoe poen di angkat ferdana mantri di tanah Parsi djoega.
5. Di tjeritaken lagi dari pada Nehemja, salametlah dia dalem pakerdjaannja dan terpoedji-poedjilah segala kalakoewannja. Sa-lama Nehemja mendjadi Adipati di Jeroezalem, tiada dia maoe
it
m
11!
1 .
M;®
!â )gt; i i'? -
166
aiubil liasil dari panijkatnja, sedikit poen tidak; malah-malah sahari-hari dia kasieh makan saratoes lima poeloeh orang dalem astananja. Slaka lain dari pada itoe banjak pertoeloengaunja kapada orang jang tiada poenja, ija-itoe dengan oewangnja sen-diri, dan kapan dia kasieh pindjem oewang kapada barang saorang, tiada tahoe di tagiimja aken pindjeinannja. Nehemja itoe tiada, tahoe sajang aken dirinja dalem melakoeken segala kawadjibannja, maskipoen brat kerdjanja; dan ka\\ran-kawannja poen di soeroehnja bantoe-bantoe toeloeng berboewat pager teni-bok-kota, sama djoega orang banjak itoe. Maka sasoenggoehnja toeladan jang bagoes ini lama-lama di tiroe sama segala toewa-toewa dan orang kaja, sahingga dia-orangpoen melepasken oetangnja orang miskin, dengan kasieh kembali kapadanja segala barang gadenja, tiada dengan di teboes.
Beberapa-berapa kabaikan orang jang membangoen negri Je-roezalem serta dengan mosdjidnja aken membaiki sama bang-sanja! Dengan seba^itoo Pembangoen jang sasoenggoehnja pada tempo itoe beloemlah dia dateng. Maka dialah jang di djandjiken Toehan lantaran nabi Malhacui, Baginilah djandjinja: ^xVkoe menjoeroehken oetocsankoe jang menjediaken djalan di hadepan-koe, dan dengan lekas nanti dateng-kapada mesdjidnja, ija-itoe Toehan jang kamoe tjari, dan Malaïkat perdjandjian itoe jang kamoe rindoekon. Sasoenggoehnja dia dateng, baginilah firman Toehan serwa sekalian alam!quot;
ov'. Ajoob.
Sekarang tinggal lagi tjeritanja saorang saleh jang boekan bangsa Israïl adanja.
1. Adalah di tanah Us saorang laki-laki bernama A.iokls. Dialah saorang ibadah, di djaoehkennja dirinja dari pada barang jang djahat. Dan ada padanja anak laki-laki toedjoeh orang,
167
dan anak perampoewan tiga orang. Lagipoen ada padanja kam-bing 7000 ekor, dan oenta 3000 ekor, dan sapi 500 pasang, dan koeldi belina 500 ekor; mendjadi dialali lebieh moelia dari pada segala bani masjrik. Adapoen anaknja laki-laki itoe koe-tika hari talioennja berganti-ganti memboewat perdjamoewan besar, raaka soedaranja perampoewan di adjaknja toeroet makan dan minoem sertanja. Serta genaplab giliran segala hari perdja-moewan itoe, maka di panggil Ajoeb aken dia-orang, dan di soetjikennja dia-orang; maka bangoenlah Ajoeb pagi-pagi di persembahkennja koerban-bakaran menoeroet bilangan dia-orang sekalian, karna kata Ajoeb: âBarangkali anakkoe soedah ber-boewat dosa aken Toehan Allah.quot;
2. Maka pada soewatoe hari anak Ajoeb laki-laki dan peram-poewanpoen doedoeklali makan dan minoem ajer anggoer, tiba-tiba datenglah saorang soeroehan kapada Ajoeb: âOrang Sabei-poen ada melanggar, segala lemboe dan koeldi betina di ram-pasuja, dau di boenoehnja aken segala bamba dengan mata pedang, melainken hamba saorang djoewa loepoet aken kasieh tahoe sama toe wan.quot; â Samantara orang ini lagi berkata-kata, tiba-tiba datenglah saorang lain, mengataken: âApi dari pada Allah soedah toeroen dari langit, soedah di makannja habis aken segala kambing dan segala hamba, melainken hamba saorang djoewa loepoet aken kasieh tahoe sama toewan.quot; â- Samantara orang ini lagi berkata-kata, tiba-tiba datenglah saorang lain lagi mengataken: âAdalah orang Kasdim dateng, di ram-pasnja aken segala oenta dan di boenoelmja aken segala hamba itoe dengan mata pedang; melainken hamba saorang djoewa loepoet aken kasieh tahoe sama toewan.quot; â Ada lagi saorang dateng dengan membawa kabar doemadakan, bagini kabarnja: âAdalah segala anak toewan laki-laki dan perampoewan, dia-orang selagi doedoek makan dan minoem ajer anggoer, maka tiba-tiba datenglah angin besar menempoeh kapada roemah per-koempoelannja, sabingga roeboehlah dia, matilah semoewa jang ada di daleninja, melainken hamba saorang djoewa loepoet aken kasieh tahoe sama toewan.quot;
168
Maka pada waktoe itoe bangoenlah Ajoeb, di i-obek-robek-kennja badjoenja lantas soedjoedlah dia, dan meminta doa: âBahoewa Toehan jang soedah kasiehken dia, Toehan djoega jang raengambil dia lagi, segala poedji kapada nama Toehan!quot;
Soedah bagitoe maka Sjeitan poen kaloewarlah dari pada hadlerat Toehan, lantas di adakennja pada Ajoeb bingsoel-bing-soel jang djaliat dari pada batoe kapalanja satnpei kapada tela-pak kakinja. Maka di anibil Ajoeb sapotoug kreweng, aken
menggaroek-garoek dirinja, dan doedoeklah dia di atas timboenan aboe. Maka pada masa itoe kata bininja: âApa kowe masieh bertetep dalem toelocs hatimoe? Hodjatlah aken Allah dan mati-lah!quot; â Tetapi sahoetlah Ajoeb: âKatamoe ini seperti kata perampoewan jang gila, masa kita-orang menariina dari pada Allah barang jang baik, dan tiada kita-orang menarima barang jang djahat!quot; â Maka dalem sekalian itoe tiada Ajoeb berdosa dengan bibir moeloctnja.
:j. Tiada antara lama datenglah katiga orang sohbatnja Ajoeb,
169
i
ija-itoe Elifaz dan Bildad dan Zofar namanja, katiganjapoen sapeketlah maoe pergi melawat dan menghiboerken Ajoeb. Maka serta di angkatnja matanja dari djaoeh, tiada di kenalnja aken dia serta menangis. Maka doedoeklah dia-orang sertanja di boemi toedjoeli hari toedjoeh malem lamanja, maka saorangpoen tiada mengataken kapadanja barang sapatali kata djoevva, karna di lihatnja sanget besarlah kasoekarannja itoe.
P Soedah bagitoe, serta Ajoeb berkata: âLebieh baïk akoe tiada di peranakkennja, maka moelaï dia-orang berkata-kata dengan dia, serta mentjari aken sebabnja, maka kasoekaran besar soedah dateng di atasnja, tiada dapet. Serta Toehan Allah sendiri berkata-kata dengan Ajoeb itoe, maka lantas mengakoeïlah dia kabodohannja serta dengan bertobat.
Kemoedian dari pada itoe, maka Ajoeb itoe dapet berkatnja maha Toehan lebieh dari pada jang soedah, karna ada padanja kambing 14000 ekor, dan ocnta 6000 ekor, dan lemboe 1000 pasang, dan koeldi betina 1000 ekor. Tambahan lagi dapetlah dia toedjoeh orang anak laki-laki dan tiga orang anak peram-poewan. Maka hidoeplah Ajoeb lagi seratoes ampat poeloeh tahoen lamanja, di lihatnja anak tjoetjoe-tjitjinja sampei poepoe jang kaampat.
Maka matilah Ajoeb toewa sanget dan dengan sapoewas-poewas oemoernja.
ii-'jv f
fir
I
â¢Ã1 fj
li
t 'mj
tf
i
if
gl
ii:
Sjimboeiigan. â Tjerita orang Jahoedi moelaï dari pada nabi Maleachi sampei kapada nabi Johannes Pembaptis.
1. Adalah lamanja bangsa Jahoedi di bawah prentahnja segala radja-radja di tanah Parsi itoe kira-kira doewa ratoes tahoen, sasoedahnja bagitoe, karadjaan Parsi itoe di kalahken sama radja Iskind.vr (Dzoolkarnin). Sapaninggalnja radja Iskandar
I
8
I
II 1 k
170
adalah saorang panghoeloo perangnja bernama Ptolomeus, dialah berdiri radja di Mesir, dan pegang parentah di atas tanah Ja-hoedi. Maka pada waktoe itoe adalah banjak orang Jahoedi jang di bawa pergi ka-tanah Mesir. Serta poetra radja jang meng-ganti djadi Radja, maka orang Jahoedi mendapet banjak per-toeloengannja, maka Baginda maha Radja menjoeroehken orang toedjoeli poeloeh soeraja orang Jahoedi poenja kitab Toret dan lain-lainnja, di pindiiliken ka-dalem bas a Grika.
2. Maka bangsa Jahoedi itoe adanja di bawah prentah kara-djaan Mesir itoe sampei lebieb dari seratoes (ahoen. Lantas dia-orang di bawahken sama Antiochoes, radja di tanah Aram. Maka kapan poetra radja berganti berdiri Radja, maka diapoen lantas boedjoek-boedjoek bangsa Jahoedi, bijar dia-orang me-njembah borhala. Maka barang siapa jang tiada maoe menjem-bah berhala itoelah di persakiti. Maka dari pada itoe mendateng orang Jahoedi beriboe-riboe jang kembali kapada berhala. Bagitoe djoega tiada koerang orang jang tinggal tetep berbakti kapada Toehan Allah, lebieb soeka dia-orang mati sahid, st bab harep-nja aken kamoeliaan di aclierat. Dari sebab terlaloe di aniaja sama radja Aram itoe, maka orang Jahoedi itoe sampei mela-wan dia dengan gagahnja.
3. Adalali saorang imam bernama Maïtathia, dia poenja anale laki-laki lima orang; dia-orang terlaloe berani hatinja, jja-itoe jang terseboet bangsa Makabi, berganti-ganti men djadi pangboeloe-perang angkat perang lawan karadjaiin Aram, sampei lama-lama dia-orang dapet lepas dari pada pemarentahaniija. Dengan sebagitoe orang Jahoedi itoe tiada tinggal mardika, dari sebab tiada antara lama dia-orang berboewat perdjandjian dengan bangsa Roem, ija-itoe jang mendjadi sebabnja, maka di blakang-kali orang Jahoedi dateng di bawah parentah Roem. Bagitoe djoega di tanah Jahoedi ada radjanja sendiri, ija-itoe radja Herodes, toeroenan dari pada Esau. Terseboetlah radja Herodes itoe saorang gagah perkasa lagi dengan bidjaksananja, tetapi dialah bengis hatinja, di poedji-poedji orang banjak dengan di kataken dialah jang aken membangoen karadjaiin Da woed. De-
V
171
\
ngan sebagitoe orang Jahoedi jang saleh sanja sendiri jang pegang koewasa atasnja. Maka dari pada itoe dia-orang ada harep sanget aken datengnja Goesti Djoeroe-sala-met, jang soedali di pernoeboewatken sama nabi Jakoeb tempo dhoeloe.
f'
l|| ^ iquot;1' iji
tri â i.'
i: 'i- 3
lil
tl ||i m
BI â â
M
Kemoedian dari pada temponja Maleachi tiada lagi nabi jang liisa mengliiboerken oetawa membangoenken batinja orang Jahoedi; itoelab jang bikin tambah pengbarepannja aken datengnja Saxg Mesiah, ija-itoe jang di sangkaken maoe membangoenken karadjaan Dawoed, melepasken orang Jahoedi dari pada koewasa orang Roem. Tetapi sasoenggoehnja tiada bagitoe. Memang nabi Jesaja tempo dhoeloe kala soedali niembawa firman Allali mengataken: âK a f' i k i r a n k o e itoe, b o e k a n k a f i k i r a n-moe, dan segala djalanmoe boekan djalankoe; mela-i n k e n s a p e r t i t i n g g i 1 a n g i t dari p ada b o e m i, bag i-toepoen tinggi djalankoe dari pada djalanmoe, dan kafikirankoe dari pada kafikiranmoe.quot;
itoe merasa laïn Iiang-
ff .|! % i
1
I ||
mb
m
i
LIMA POELOEH DOE WA TJERITA
DARI DALEM
PERDJANDJIAN BHAKOE.
|.li i|
li l-:.
1. MaI:iïkid Djiibaraïl di soeroehken kapa Zakaria
* ^
if
I
vi r
If I
m
dau kapada Mariam.
[Lock. 1). Ill
1. Tempo ITerotiks djadi Radja di tanah Joecléa, maka adalah saorang imam bernama Zakaria dengan istrinja bernama Elisabeth tinggal beroomah dalem soewatoe negri pegoenoengan;
kadoewanja itoe oraug saleli dan oemoernja soedah toewa, maka tiada anak padanja.
Maka pada soewatoe liari Zakaria ada di negri Jeroezalem aken melakoeken pakerdjaannja. Maka kabetoelan dia membakar baoe-baoewan di dalem Beit-almoekadas, sedeng orang banjak ada sembahjang di loewar, maka kalihatan kapada Zakaria 1 â¢
saorang malaïkat kasieh tahoe kapadanja, Elisabeth istrinja nanti mendapet saorang anak laki-laki, besarnja aken mendjadi nabi dan membalikken banjak orang Israïl kapada maha Toehan.
Lagipoen dia nanti berdjalan dhoeloe di hadepan Toehan Kris-toes, dengan hati boedi dan koewasanja saperti nabi Elia. Maka parentah malaïkat itoe kapada Zakaria kaloe anak itoe patoetlah di kasieh nama Johannes.
Maka Zakaria tiada pertjaja aken kata malaïkat itoe, sebab pada fikirnja aken kabar itoe terlaloe lieiran adanja. Maka dia minta pada malaïkat itoe tanda kanjataannja djoega. Maka sahoet malaïkat itoe: âAkoe ini Djabaraïl jang menghadep Toehan Allah; maka akoe di oetoes soepaja membawa perkataan itoe '
padamoe. Maka sebab tiada kowe pertjaja aken perkataankoe ini, maka bisoelah kowe sampei kapada hari segala perkara itoe
liR
176
soedah kedjadian djoega!quot; â Maka sasoenggoehnja djadilah seperti kata malaïkat itoe. Sakoetika itoe djoega Zakaria tiada bisa bitjara lagi. Maka kapan dia kaloewar dari dalem Beit-alinoekadas, maoe memoedjiken orang banjak jang soedah lama menanti aken dia, maka tra-bolih dia berkata kapada dia-orang, sapatah poen tidak, melainken dia mengawe-awe sadja.
2. Kemoediau dari pada itoe, bliaroe berdjalan aneni boelan, maka malaïkat Djabaraïl di soeroehken Allah ka-negri Nazareth,
bawali Galilea, tanah Jahoedi djoega, mendapetken saorang prawan, bernama Makiam bharoe bertoenangan sama saorang laki-laki, Joesoep namanja. Serta masoek roemahnja Mariam, maka kata malaïkat itoe kapadanja: âEssalairi aleikoem, hei kowe jang di kasiobi! Toeiian ada beserta dengan kowe, sala-metlah kowe di antara segala perampoewan!quot; â Adapoen Mariam itoe, dari sebab saorang miskin serta dengan rendah-hatinja, maka terkedjoetlah dia niendengar perkataan jang bagitoe; maka kata lagi malaïkat itoe: âHei Mariam, kowe djangan
177
takoet! Sasoenggoehnja kowe dapet ralimat dari pada Allah; sebab kowe nanti mendapet saorang anak laki-laki, dan mesti menamaï aken dia Jesoes. Maka anak itoelalt nanti mendjadi besar, dan di seboet Anak Allah taala, maka Toehan Allah aken membri padanja tachta karadjaan Dawoed bapanja; dan dia poen aken memarentahken roemah Jakoeb (bani-Israïl) sampei salama-lamanja.
Dalem itoepoen Mariam minta katerangan kapada malaïkat, sebab dia misieh prawan adanja. Maka sahoet Djabaraïl: âRoh soetji nanti dateng ka-atasmoe, dan koewasa Allah taüla nanti membajangi kowe; maka sebab itoe djoega kasoetjian jang nanti kowe peranakken itoe bakal di namaï Anak Allah. Karna kapada Allah itoe satoepoen tiada jang moestahil.quot; â Habis bagitoe maka Mariam lantas serah kapada Toehan dengan tarima per-djandjiannja, bageimana perkataan malaïkat itoe. Maka malaïkat lantas oendoer dari pada dia.
Maka pada masa itoe djoega berangkatlah Mariam pergi men da-petken Elisabeth, istrinja Zakaria itoe. Serta dia kasieh tahik kapada Elisabeth , maka sakoetika itoe Elisabeth penoehlah dengan girang hatinja dia seboetken Mariam âIboo Toehankoe!quot; â Maka kata Mariam: âDjiwakoe memoeliaken Toehan, dan rohkoe bersoeka-sooka aken Allah, djooroe salametkoe! Sebab Toehan sasoenggoehnja soedah menilik karendahan hambanja; karna moelaï dari sekarang ini segala bangsa aken mengataken akoe bersalamet; sebab jang raaha koowasa mengadaken padakoe perkara jang besar; maka moelialah namanja.quot;
3. Adalah kira-kira tiga boelan lamanja Mariam tinggal sama Elisabeth. Kapan dia soedah poolang karoemahnja, maka tiada antara lama Elisabeth beranakken saorang anak laki-laki, seba-geimana djandjinja malaïkat kapada Zakaria itoe. Serta soedah oemoer delapan hari, maka anak itoe di soenatken dan di kasieh nama sekali. Maka segala orang jang toeroet bersama-sama pada waktoe itoe, maoenja dia-orang kasieh nama Zakaria padanja; tetapi kata iboenja: âDjangan bagitoe, mestinja anak itoe di namaï Johannes.quot; â Serta dia-orang bertanja kapada bapanja,
12
178
hiaka Zakaria minta papan-toelis, sebab masieh beloem hilang bisoenja. Maka di toelisnja serta dengan berkata bagini boeninja: â.Johannes itoelah namanja!quot; â Maka sabentar djoega Zakaria bisa bitjara lagi. j\[aka datenglah katakoctan atas segala orang jang mendengarken atavva jang dapot kabar dari hal ini perkara; satoe sama lain ada berkata: âPada saagkamoe, anak ini nanti djadi apatah?quot;
Maka dalem hal jang bagitoe Zakaria penoehlah dengan Rob soetji, lantas bernoeboewatlah dia dengan katauja: âTerpoedjilah Toehan Allabnja Israïl, karna Toehan soedali menilik dan mene-boes aken oematnja sebageimana Toehan soedab berfirman dengan moeloet nabi-nabinja jang soetji; dan Toehan soedali teringet aken perdjandjiiinnja jang soetji dan aken soernpabnja jang ka-pada nenek-mojang kita Ibrahim. Maka hel anakkoe, kovve nanti di panggil saorang nabi Allah taala; dan berdjalan dhoeloe di hadepan Toehan aken sediaken djalannja, soepaja oemat Toehan mendapet pengatahoewan kasalametan dari pada kaiimpoenan segala dosanja.quot;
Maka Johannes itoepoen semangkin besar dan bertambah-tam-bahlah koewat dalem rohnja; maka dia tinggal di mana tempat jang soenji-soenji sampei pada hari dia toendjoekken dirinja kapada bani-Israïl.
'2. Oocsti Jesoes di peranakkoii.
{Loek. 2. Matth. 1).
1. Maka pada tempo itoe djoega adalah maba Radja Roem bernama Agoestoes kaloewarken soewatoe oendang-oendang, soeroeh toelisken namanja segala orang jang di bawah parentah-iija, masing-masing dengan di njataken katoeroenannja dan oemoer-oemoernja, dan lagi arta bendanja. Maka dari pada itoe
no
segala orang lantas pergi, maoe di toelisken masing-masing ka-negrinja sendiri, ija-itoe negri di mana nenek-mojangnja dhoeloe tinggal di sitoe. Mak a .Toesoep dan Mariam toenangannja, sebab dia-orang masoek katoeroenan radja Dawoed, maka kadoewanja poon berdjalan dari negri Nazareth ka-negri Dawoed, ija-itoe Bethlehem namanja.
Satelah sampei dia-orang di Bethleliem, maka segala roemah-roemah orang di sicoe kadapetan soedah penoeh dengan tetamoe dari sana sini, sahingga di roemah pasewan poen tiadalah lagi tempat jang kosong, maka dari pada itoe Joesoep dan Mariam terpeksa masoek kadalem tempetnja cliewan aken menoempang di sitoo djoega. Maka di sitoolah Mariam beranakken anaknja laki-laki jang soeloeng di boengkoesken sama dia dengan kain-kain, dan di tidoerkennja dalem tempat makanan binatang.
2. Maka adalah di loewar kota beberapa orang gombala, tinggal di tanah lapang dengan berdjaga kambingnja pada waktoe malem itoe djoega. Maka tiba-tiba toeroenlab saorang malaïkat Toehan berdiri di hadepan orang gombala itoe, sahingga kamoeliailn Toehan bertjehaja berkoeliling dia-orang, mondjadi dia-orang katakoetan sanget adanja. Maka kata malaïkat itoe kapadanja: âDjanganlah takoet, karna sasoenggoehnja akoe kabarken pada-moe kasoekaiin besar, ija-itoe kasoekaiin jang aken djadi kapada segala bangsa; sebab pada ini hari dalem negri Dawoed soedah teperanakken Djoeroe-salametmoe, ija-itoe Toehan Kristoes; maka kamoe nanti mendapet itoe anak kerjil terboengkoes dengan kain-kain dan tidoeran dalem tempat makanan chewan. Maka sakoetika itoe djoega adalah bersama-sama malaïkat tadi bebe-rapa-berapa bala soerga memoedji Allah, katanja: âKamoeliaiin kapada Allah dalem tempat jang tinggi, dan kasalametan di atas boemi, kasenengan dengan orang manoesia!quot; â Habis memoedji bagitoe, maka kembalilah malaïkat itoe ka-soerga.' Maka kata orang gombala itoe satoe sama lain: âMarilah kita pergi ka-Bethlehem, aken melihat perkara jang bharoe djadi di sitoe, sebageimana Toehan soedah kasieh tahoe kapada kita.quot; Maka ber-djalanlah dia-orang dengan tjepetnja; maka tiada antara lama
180
dapet sama Mariam dan .Toesoep, dan lagi itoe anak ketjil tidoe-ran dalem tempat makanan chewan. Maka orang gombala itoe lantas tjerita-tjerita kapada Joesoep dan Mariam, apa perka-taannja malaïkat dari lial anak ketjil itoe. Dan bagitoe lagi dia-orang tjerita-tjerita kapada segala orang jang bersama-sama di sitoe barang jang soedali di lihatnja dan di dengarnja. Maka heiranlah segala orang jang dengar tjeritanja orang gombala itoe.
Tetapi Mariam itoe, segala perkataan gombala itoe di simpen dalem hatinja dengan di pikir-pikirkennja.
Tatkala itoe anak soedali oemoer delapan hari, maka Dia di soenatken, dengan di kasieli nama aken Dia Jesoes.
3. Serta soedali oemoer ampat poeloeh hari, maka Jesoes anak itoe di bawa orang toewanja naïk ka Beit-almoekadas, di negri Jeroezalem, maoe di hadepken kapada ïoelian Allali toeroet parentah dalem Torat nabi Moesa. Maka adalah di negri Jeroezalem pada itoe tempo saorang saleli bernama Simeon, dialali berharep aken penghiboeran Israïl; maka Roll soetji soedah
181
menjataken saina dia, jang tiada dia nauti melihat kematian, sabeloem dia melihat Toehan Kristoes dlioeloe.
Maka kapan iloe anak di bawa orans: toewanja masoek kada-lem Beit-alnioekadas, maka Simeon dengan pengantevan Roh, maka diapoen soedah masoek di sitoe lebieh dlioeloe. Maka serta Simeon dapet lihat itoe anak lantas di ambilnja aken dia dalem tangannja, dengan memoedji Allah, katanja: âJa Toehan, seka-rang Toehan kasieh idiii kapada hamba meninggalken doenia dengan salametuja, seperti finnan Toehan; karna mata saja soedah melihat kasalametan Toehan, Jang soedah Toehan sediaken kapada segala bangsa.quot; â Dan lagi berkata Simeon kapada Mariam: âSasoenggoehnja ini anak di djadiken soewatoe sebab djatoehnja dan bangoennja bangsa orang Israïl, dan soewatoe alamat jang nanti di perbantah-bantahi, soepaja pikir-pikiran kebanjakan orang poenja hati mendjadi njata. Maka dalem hal itoe, hei Mariam, kowe sendiri rasanja seperti tertoesoek pedang makan troes di djiwamoe!quot;
Maka pada waktoe itoe adalah lagi saorang nabi perampoewan, Anna namanja, dialah toeroet madjoe dengan memoedji Toehan, serta berkata-kata dari hal anak itoe, kapada segala orang jang ada mengharep aken peneboesan di Jeroezalem.
3. Orans: niadjoes rtateng semhali soedjoed kapada Goesti Jesoes.
{Matlii. 2).
1. Tatkala Toehan Jesoes masieh di negri Betlehem, maka adalah beberapa orang madjoes dateng dari negri jang di sabe-lah timoor maoe soedjoed kapadanja. Tetapi dia-orang menoedjoe negri Jeroezalem, sebab di sangkakennja Toehan itoe di pera-nakken di sitoe djoega. Maka sasampeinja di Jeroezalem ber-
182
tanja-tanjalah dia-orang: âDi manatah Radja orang Jahoedi jang bharoe teperanak itoe? Kita-orang soedah mclihat bintaugnja di sabelah timoer; maka datenglah kita maoe senibah soedjoed ka-padanja. âSerta hal itoe kadengaran kapada radja Herodes, maka terkedjoetlah dia, dan segala isi Jcroezalein poen toeroet kaget sertanja. Maka radja Herodes lautas koempoelkeu segala kapala-kapala imam dan segala oelama, bertanjaken kapada dia-orang di mana mestinja Kristoes itoe di poranakken? â Maka kata
dia-orang kapada radja: âMestinja di negri Betleliem, bawah Joedea tempatnja; sebab soedah terseboet kata nabi (Micha) bagi-nilah: âHei Bethlehem, tauah Joedea, sekali-kali tiada engkau terketjil di antara segala negri Jahoeda, karna dari pada engkau nanti kaloewar itoe Penganter jang aken menggombalaken oemat-koe Israïl.quot; â Sasoedahnja bagitoe, maka radja Herodes panggil orang madjoes itoe diam-diam, dan periksaï dia-orang baik-baik pada hari apa itoe biritang moelaï kalihatan? Serta dia-orang soedah oendjoek katrangan, maka lantas di soorocljuja porgi troes
183
ka-Bethlehem, dengan pesennja Radja: âPergilah dan tjari baïk-baïk itoe anak, dan kapan soedah mendapet dia, lantas kasieli tahoe padakoe, akoe djoega maoe dateng sembah soedjoed ka-padanja.quot;
2. Kemoedian dari pada itoe, maka berangkatlah orang madjoes itoe. Selagi berdjalan maka dengan terlaloe soeka hatinja di lihatnja bintang tadi ada terdhoeloe berdjalan di hadepan dia-orang, sampei dia berhenti di atas tempatnja itoe anak. Kapan orang madjoes soedali masoek kadalem roe mali, maka dia-orang mendapet sama itoe anak beserta Mariam, iboenja, lantas sembah soedjoed kapada Dia, dengan membawa persembahan dari pada mas dan menjan dan moer.
Serta soedah selesih maka oendoerlah dia-orang poelaiig ka-negrinja, tida djadi kembali kapada radja Herodes lagi, sebab soedah di larang sama Toehan Allah dalem mimpi; maka dia-orang toeroet lain djalan.
3. Satelah orang madjoes itoe soedah berangkat, maka Joosoep poen dalem mimpi kalihatan malaïkat maha Toehan berkata padanja: âBangoenlah, ambil itoe anak serta dengan iboenja, bawalah dia lari ka-tanah Mesir, dan tinggallah di sana sampei akoe kasieh kabar padamoe; karna sebab Herodes nanti mentjari itoe anak, maoe di boenoeh mati.quot; â Maka bangoenlah Joesoep itoe lantas ambil itoe anak serta dengan iboenja, di bawa lari ka-tanah Mesir pada waktoe malem itoe djoega.
4. Maka radja Herodes serta dia tahoe orang madjoes itoe soedah menipoe sama Dia, maka terlaloelah marahnja, sahingga lantas di soeroehkennja beberapa orang, di soeroehnja boenoeh mati segala anak ketjil jang ada di negri Bethlehem dan pada antero djadjahannja, mana jang oemoer doewa tahoen dan di bawahnja, kataksir lamanja orang madjoes itoe ada berdjalan, sebageimana tadi soedah di trangken sama Herodes.
5. Maka kapan radja Herodes soedah mati, maka datenglah lagi malaïkatnja maha Toehan, kalihatan sama Joesoep dalem mimpi dan berkata padanja: âAmbillah anak itoe dengan iboenja, bawalah dia poelang ka-tanah Israïl, karna orang jang
184
maoe memboenoeh anak itoe sekarang soedah mati adanja.quot; â Maka berangkatlah dia-orang kembali ka-tanah Jahoedi, maka di sitoelah dia-orang tinggal beroemah di negri Nazareth, bha-gian Galilea. Maka Jesoes itoe mangkin besar dan bertambah-tambah koewat dalem rohnja; maka penoelilah dia dengan boedi bidjaksana, dan rahmat Allahpoeu adalah atasnja.
te kc dt J(
ta
te
t( tlt; b
n
1. Goesti Jesoes tatkala oenioer doewa belas tahoen.
{Loek. 2.)
1. Terseboetlah perkataan Joesoep dan Mariam itoe saben tahoen pada hari besar Paska dia-orang pergi ka-Jeroezalem. Maka serta Goesti Jesoes soedah sampei oemoer doewa-belas tahoen, maka Diapoen berdjalan kasana mengikoet orang toe-wanja. Maka kapan soedah habis memoeliaken hari Paska itoe, lantas kembalilah dia-orang poelang ka-roemahnja; maka si anak itoe ketinggalan di Jeroezalem, maka orang toewanja tiada tahoe; di sangkakeunja si anak itoe toeroet tjampoer sama temen-temennja berdjalan, jang memang banjak adanja. Maka Joesoep dan Mariam teroesken djoega perdjalanannja, sahingga sadjaoeh satoe hari perdjalanan, bharoelah di tjari-tjarikennja anaknja dengan di tanja-tanjakennja kapada sanak soedara dan kenal-kenalannja. Maka serta tiada dapet sama Toehan, maka tra-bolih tida dia-orang balik ka-Jeroezalem, kaloe-kaioe anaknja masieh di sitoe adanja. Maka sasoenggoehnja serta katiga harinja dia-orang dapet sama Toehan di dalem Beit-almoekadas, higi doedoek di tengah-tengali pandita-pandita mendengarken pengadjarannja dengan bertanja-tanja padanja. Maka segala orang jang mendengarken perkataan Toehan itoe' djadi heiran dari sebab pengatahoewannja dan djawab-djawabnja. Maka Joesoep dan Mariam itoe serta melihat anaknja, maka dia-orang poen
185
terlaloe heiran adanja; maka kata iboenja: âHei anakkoe, kenapa kowe berboewat ba^itoe kapada kita-orang? Teugoklab, bapamoe dan akoe mentjari kowe dengan soesah hati.quot; Maka sahoetlah Jesoes: âMengapa kamoe mentjari sama saja? Apa kamoe tiada tahoe haroeslah saja ini ada dalem roemah Bapa saja?quot; â Maka dia-orang tiada mengarti perkataan Goesti jang bagitoe; tetapi Mariam itoe segala perkara ini di simpennja dalem hatinja.
2. Kemoedian dari pada itoe maka Jesoes mengikoet orang toewanja poelang ka-lSazareth; maka di toeroetnja segala parental! orang toewanja. Sedeng bagitoe Toehan poen mangkinlah bertambah boedi dan besarnja, lagipoen karoenia Allah dan manoesia mangkin bertambah-tambah atasnja.
.1-,
4
ii
Ãa j â . I'
1
5. Goesti Jesoes di baptis sama nabi Johannes, kemoedian di goda sama Iblis.
(Loek. 8. Mutth. 8,4)
1. Selagi nabi Johannes tinggal di tempat jang soenji-soenji itoe, maka adalah pada soewatoe hari dia tarima firman Allah, soeroeh dia toendjoekken dirinja kapada bani-Israïl. Maka da-tenglah Johannes pada segala djadjalian kali Jarden, mengadjar segala orang dengan di kasieh inget padanja, katanja: âTobatlah kamoe, karna karadjaan soerga soedah deket.quot; â Maka Johannes itoe pakejannja dari pada boeloe-oenta, dan iket pinggangnja dari pada koelit, maka walang dan madoe-oetan djadi makanannja.
Tatkala itoe maka kaloewarlah segala orang isi Jeroezalem dan antero tanah Joedea dateng menghadep nabi Johannes, lantas dia-orang di baptis sama dia dalem kali Jarden, dengan mengakoeï segala dosanja. Maka sedeng orang banjak itoe ada bersangka-sangka dalem hatinja: âKaloe-kaloe Johannes itoelah Kristoes jang memang kita harep aken datengnja.quot; Maka kata
Hf i:
s»
i ff « :
i
ib| j'
186
Johannes kapada dia-orang sekalian, baginilah katanja: âSasoeng-goelmja akoe ini membaptis kamoe dcngan ajer, tetapi ada djoega saorang dateng kemoedian dari padakoe, tiada akoe
pantes memboeka tali-kasoetnja; Dialah terlebieh koewasa dari padakoe; maka Dialah nanti membaptis ivainoc dongan Roh sootji dan dengan api.quot;
2. Tatkala Groesti Jesocs poenja oemoer soedah berdjalan tiga poeloeh tahoen, maka Diapoen dateng dari Galilea kapada
187
Johannes di kali Jarden, soepaja di baptis sania Joliannes. Tetapi Johannes sanget tjegaliken sama Goesti dengan katanja: âPatoetlah hamba ini di baptis sama Goesti, maka Goesti kamari minta baptis kapada hamba.quot; Maka sahoet Goesti: âBijarkenlah sekarang, karna scedah sebagitoe pantesnja kita memboewat segala perkara jang benar.quot; â Maka Johannes lantas membaptis aken Goesti.
Habis baptis maka sabentar djoega Goesti naïk dari dalem kali, maka tengah sembahjang adalah langit terboeka kapadanja; maka Joliannes melihat Roh soetji toeroen kapada Goesti; roe-panja sepeiti boeroeng dara. Maka adalah soewara dari langit, boeuinja: âInilah anakkoe jang kekasih, maka kapadanjalah akoe soeka tjita.
3. Kemoedian dari pada itoe maka Goesti Jesoes di bawa sama Roh kapada soewatoe tempat jang socnji, soepaja Dia di goda sama Iblis. Maka tinggalluh Goesti di sitoe dengan ber-poewasa sampei antara ampat poeloeh hari, ampat poeloeh malem lamanja, bharoelah Dia merasa la per. Maka pada waktoe itoe datenglah si penggoda kapada Goesti, dengan katanja: âKaloe soenggoeh-soenggoeh toewan Anak Allah, soeroehlah batoe-batoe ini mendjadi roti.quot; Tetapi sahoet Goesti: âAdalah tersoerat: âBoekannja dengan roti sadja manoesia mesti hidoep, melainken dengan segala perkataan jang kaloewar dari pada moeloet Allah.quot;
Habis bagitoe Goesti lantas di bawa sama Iblis ka-negri soetji, di anterkennja kaatas oedjoeng Beit-almoekadas, serta katanja: âKaloe soenggoeh-soenggoeh toewan Anak Allah, tjoba djatoeh-ken dirimoe kabawah, karna soedah tersoerat: âAllah nanti me-njoeroehken segala malaïkatnja, bijar dia-orang menadahi toewan di atas tangannja, soepaja djangan kaki toewan tersandoeng pada batoe.quot; â Maka sahoet Goesti kapada Iblis: âAdalah lagi tersoerat: âDjanganlah kamoe mentjoba Toehan Aliahmoe.quot;
Kemoedian dari pada itoe, maka Goesti di bawa lagi sama iblis kaatas goenoeng jang tinggi sekali maka di toendjoekkennja kapada Goesti segala karadjaan duenia serta dengan kamoe-
188
liaannja. Maka kata Iblis kapada Goesti: âSemoewa ini nanti koe-kasiehken padamoe, kaloe toewan soedjoed menjembah sama akoe.quot; â Maka tatkala itoe berkata Goesti padanja: âPergilah setan. karna soedah tersoerat: âPatoetlah kamoe sembali soedjoed aken Toehan Allahmoe dan berbakti kapada Dia sendiri.quot; â Soedah bagitoe Iblis lantas ineninggalken Goesti, maka sasoeng-goehuja datenglah beberapa nialaïkat melajanni Goesti. â
(i. Goesti Jesoes ambil sachabat bermoela kalinja. â Perdjamoewan lt;li Kana. â Goesti ineiigadjar lt;li Nazareth.
{Joh. 1, 2. Loek. 4.)
1. Pada soewatoe hari maka adalah nabi Johannes bersama-sama dengan doevva orang moeridnja, dia-orang ada berdiri di pinggir kali Jarden. â Serta Johannes melihat Goesti berdjalan itoe, maka berkata dia: âïengoklah anak-kambing Allah jang mengangkoet dosanja manoesia itoe.quot; Maka kadoewa orang moe-rid itoe lantas mengikoet sama Goesti Jesoes. Serta Goesti ber-balik blakang dirinja, dan melihat dia-orang ada mengikoet, maka kata Goesti pada dia-orang: âKamoe tjari apaiquot;' â Maka sahoet dia-orang dengan bertanja: âToewan poenja pondok di mana?quot; Maka kata Goesti padanja: âMarilah, lihat!quot; â Maka lantas pergilah dia-orang melihat pondoknja Goesti, kemoedian tinggallah dia-orang bersama-sama Goesti pada hari itoe. Adapoen doewa orang moerid itoe, jang satoe bernama Johannes, dan jang lain bernama Andreas.
Maka Andreas itoepoen moela-moela mendapet soedaranja, bernama Simon, serta berkata padanja: âKita-orang soedah mendapet sang Kristoes!quot; Lantas soedaranja itoepoen di anterkennja kapada Goesti; serta Goesti melihat Simon, anak Joenas; maka
189
iti kata Groesti padanja: âSekavang namamoe koe-gantiken Kefaamp; na ija-itoe Petroes.quot; â
Maka pada hari besoek paginja Goesti bertemoe dengan Piup-bd poes, serta berkata padanja: âIkoetlah akoe!quot; â Maka Filippoes
â itoepoen bertemoe dengan JSTatanaël, dan berkata padanja:
âKita orang soedah niendapet itoe orang jang terseboet dalem Toret dan kitabnja segala Nabi, ija-itoe Jesoes, anak Joesoep, dari JSazareth.quot; â Maka kata Nathanaël: âMana boleh barang jang baik itoe dateng dari Nazareth?quot; â Maka sahoet Filippoes: âMarilah, lihat!quot;
Serta Goesti melihat Nathanaël dateng kapadanja, maka kata Goesti aken dia: âTen goklah, sasoenggoehnja inilah saorang Israïl, jang tiada tipoe-daja padanja.quot; â Maka kata Nathanaël itoe pada Goesti: âDari mana toewan kenal sama saja?quot; â Maka saboet Goesti: âSabeloemnja Filippoes panggil sama kowe, kapan kowe ada di bawah pohoen ara itoe, akoe melihat sama kowe.quot; â Maka beiranlah Natlianaël itoe serta berkata: âJa Goeroe! Toewanlah Anak Allah, toewanlah Radja orang Israïl.quot; â i Maka sahoet Goesti padanja: âSebab katakoe padamoe: Akoe
i soedah melihat sama kowe di bawah pohoen ara itoe, maka kowe
f pertjaja; sasoenggoehnja kowe nanti melihat barang jang terle-
bieh besar dari pada ini quot; â
2. Maka pada hari jang katiga adalah di negri Kana, tanah i Galilea, itoe saorang bikin pesta kawin; maka Mariam iboe
Goesti poen ada di sitoe. Maka Goesti dengan moerid-moeridnja djoega di panggil kapada pesta kawin itoe. Serta tengah pesta dia-orang kakoerangan anggoer, maka Mariam lantas tjerita-tjerita kapada Goesti; mengataken anggoer soedah habis adanja. Tetapi Goesti tiada kasieh iboenja toeroet-toeroet dari itoe perkara; masa bodo Goesti sendiri kapan nanti soedali dateng tem-ponja. â Dengan sebagitoe kata Mariam kapada hamba-hamba: âBarang apa jang di soeroehken anakkoe padamoe, itoe per-boewatlah!quot;
Maka adalah di sitoe tersedia anem tampajang batoe. Maka di soeroeh Goesti kapada hamba-hamba itoe mengisi segala tam-
190
pajang itoe dengan ajer. Serta aoedah di isinja sampei ka-moe-
loetnja tampajang itoe, maka Goesti berkata lagi pada dia-orang: G
âSekarang tjidoeklali, lanhas bawalah itoe kapada kapala-perdja- la
moewan!quot; p
Maka kapala-perdjanioewan itoe Labis mentjoba ajer jang o
soedah djadi anggoer itoe, maka tiada dia tahoe dari mana da- ü
tengnja, maka dia panggil penganten laki-laki serta katanja: 1
âOrang kaloewarken anggoer itoe, adat biasanja jang baik di d
kaloewarken dhoeloe, serta soedah tamoe-tamoe minoem keunjang, l
bharoelah di kasieh anggoer jang koerang baik, maka toewan itoe 1
sasoenggoehnja anggoer jang baik itoe bharoelah di kasieh kaloe- i
war sekarang.quot; â Sedeug bagitoe penganten laki-laki poen tiada tahoe itoe anggoer dari mana, melaïnken orang jang mentjidoek itoe tahoe, ija-itoe kedjadian dari Goesti poenja koewasa adanja.
Maka moedjidjat jang bennoela inilah perboewatan Goesti aken menjataken kamoeliaannja, maka segala sachabatnja oertjajalah aken Dia.
3. Tiada antara berapa lamanja maka datenglah Goesri di Nazareth. Maka seperti adatnja pada hari sabbat itoe Goesti masoek di dalem mesdjid, lantas berdiri maoe membatja kitab. Maka Goesti di kasieh kitab nabi Jesaja; habis memboeka itoe kitab, Goesti mendapeti toelisan jang baginilah boeninja: âRob Toehan ada padakoe; maka sebab itoe akoe di djebatti sama Toehan dengan di oetoes soepaja akoe mengkabarken Indjil kapada orang miskin, dan menghiboerken oraug jang petjah antjoer hatinja, dan mengadjar kalepasan kapada orang jang terpendjara, dan peng-lihatan kapada orang jang boeta, dan mengadjar dari hal tahoen kasenengan Toehan.quot;
Serta soedah sampei sebagitoe maka doedoeklah Goesti, dan kitab itoe di toetoepkennja. Samantara itoe, maka segala orang jang di dalem mesdjid itoe ada memandeng Goesti maoe dengar bageimana pengadjarannja. Maka berkata Goesti kapada dia-orang, beginilah katanja: âSasoenggoehnja, apa boeninja toelisan itoe tadi, pada hari ini djoega soedali njatalah dengan sagenapnja sebageimana pendengaranmoe djoega.quot;
191
Maka dia-orang semoewa heiranlah mendengarken perkataan Goesti jang nianis sekali sampei berkata dia-orang satoe saraa lain: âBoekankali ini anak Joesoep?quot; â Maka kata Goesti padanja: âTantoo kamoe berkata dalem hatiraoe: Hei doekoen, obatilah dirimoe sendiri! Barang pevboewatanmoe di Kapernaoem itoe, perboewatlah bagitoe djoega di sini, di negrimoe sendiri. Tetapi soenggoeh akoe kata padamoe: Tiada saorang nabi itoe di tarima dalem negrinja sendiri; seperti pada djaman nabi Elia, koetika terlaloe mabal makan, maka di tanah Is nul itoe adalah banjak perampoewan djanda di sitoe, dengan sebagitoe tiadalah nabi Elia itoe di soeroehken Allah kapada saorang dari pada segala djanda itoe; melainken di soeroehkennja ka-negri Sarepta, tanah Sidonia, aken menoeloeng saorang djanda di sitoe djoega. Bagitoe djoega pada djaman nabi Misa adalah di tanah Israïl itoe banjak orang sakit koesta; maka jang di semboehken itoe melainken Naam an saorang tanah Sjam itoe.quot; â Serta orang jang di dalem mesdjid itoe mendengar perkataan Goesti jang bagitoe, maka dengan terlaloe marahnja dia-orang toelakken Goesti kaloewar negri, di bawakennja Dia kaatas goenoeng, dengan engetannja maoe djatoehken Goesti dari atas kabawah.
Tetapi Goesti berdjalan te roes di tengah-tengah orang banjak itoe, lantas pergi ka-negri Ivapernaoem.
7. Orang peranipoewiin bangsa Samaria.
{Joh. 4.)
1. Pada soewatoe hari maka adalah Goesti Jesoes beserta dengan sachabatnja berdjalan kembali dari negri Jeroezalem ka-tanah Galilea, li wat di tanah Samaria. Serta sampei kapada negri Sichar, bawab Samaria itoe, maka tjapelah Goesti berdjalan , lantas doedoek di sabelah soewatoe soemoer jang di loewar kota, ija-itoe jang di namaï Soember-Jakoeb.
192
Selagi sachabatnja Goesti pergi ka-kota membeli makanan, maka adalali saorang perampoewan Samaria dateng davi kota maoe ambil ajer di Soember-Jakoeb itoe. Maka Goesti lantas minta ajer minoem kapada perampoewan itoe. Maka sebab bangsa orang Jabocdi tiada taltoe bersobat dengan bangsa Samaria, men-djadi heiranlah orang perampoewan itoe serta katanja: âBagei-mana ini, toewan saorang Jalioedi itoe minta minoem pada saja saorang perampoewan Samaria?quot; â Maka sahoet Goesti: âTjoba
kowe tahoe, jang minta ajer padamoe ini siapa, tantoe kowe jang minta minoem padakoe, lantas akoc kasieh pr.damoe ajer hidoep; barang siapa meminoem ajer jang koe-kasich padanja, maka sekali-kali tiada dia beraoes lagi.quot; â Maka kata perampoewan itoe: âJa toewan! Kasieblab pada saja ajer itoe, bijar djangan saja beraoes lagi, dan tra-oesali saja dateng kemari menimba.quot;
2. Maka kata Goesti pada perampoewan itoe: âPergilah dlioe-loe, panggil lakimoe!quot; â Maka sahoet perampoewan itoe: âSaja
If»:-}
tra poenja laki.quot; â Maka kata Goesti: âBetoel katamoe ini, karna lima orang soedah lakimoe, maka jang sekarang ini ada sama kowe, itoe boekan lakimoe.quot; â Maka terlaloe heiran perampoewan itoe serta katanja: âJa toewan! Hoenggoeltlaii toe-wan ini saorang nati adanja. Adapoen nenek-mojang kita adalah soedjoed di atas goenoeng Garizim ini, tetapi kata orang Jahoedi, orang soedjoed itoe mestinja di Jeroezalem tempatnja, mana sekarang jang betoel ?quot;
Maka sahoet Goesti; âPertjajalah sama akoe, orang soedjoed dengan betoel-betoel itoe, maka dateng djoega waktoenja dia-orang aken soedjoed kapada Bapa itoe dengan roh, lagi dengan kanja-taannja. Allah itoe Roll adanja, maka orang jang soedjoed kaha-depan Allah patoetjah soedjoed kapadanja dengan rob, lagi dengan kanjataannja.quot; â Maka kata perampoewan itoe: âSaja taboe djoega, besoek kapan soedah dateng sang Kristoes, maka Dialab nanti mengadjar sama kita-orang segala perkara!quot; â⢠Maka sahoet-lab Goesti padanja: â Akoelah dia jang berkata-kata sama kowe ini.quot;
3. Serta perampoewan itoe mendengar perkataan Goesti kaja bagitoe, maka lantas di tinggalkennja boejoengnja, lari ka-kota kasieb kabar kapada orang-orang itoe dengan di adjak-adjaknja serta katanja: âTengoklab, di loewar kota ada saorang menga-taken padakoe segala perboowatankoe; boekankah Dia ini sang Kristoes?quot; â Maka kaloewarlah dia-orang dari dalem kota itoe mendapetken Goesti.
Maka sebab dia-orang ada minta bagitoe banjak soepaja Goesti menoempang pada dia-orang, mendjadi Goesti tinggal djoega bersama-sama dengan orang itoe barang doewa bari lamanja, serta dengan mengadjar sama dia-orang. Kedjadiannja maka banjak orang jang pertjaja aken Goesti; kemoedian berkata dia-orang kapada orang perampoewan tadi: âSekarang kita-orang pertjaja boekannja sebab perkataanmoe sadja; inulah kita-orang soedah mendengar sendiri; maka taboelah kita sasoenggoeb-soenggoebnja inilah sang Kristoes, ija-itoe Djoeroe-salamet segala orang isi donia.quot;
13
194
S. Petroes inendjala. â Goesti Jesoes iiiemilih doewa-belas orang sachabatnja aken meudjadi oetoesauiija.
{Loek. 5, 6'. Matth. 10. Mark. 3).
1. ïiada autara berapa lamanja maka sampeilah Groesti di kota Kaperuaoem, jang deket rawa Gennesaret, kemoedian ting-gallali Goesti beroemah di sitoe. Maka pada soewatoe hari Goesti !agi berdiri mengadjar di pinggir rawa itoe, maka datenglah orang terlaloe banjak maoe mendengarken perkataan Allah, sa-hiugga dia-orang menjesakken sama Goesti. Maka dari pada itoe naïklah Goesti dalem pralioenja Simou Petroes jang kebe-toelan ada di sitoe, lantas mengadjar orang banjak dari atas pralioe itoe.
Habis mengadjar, maka kata Goesti kapada Simon: âïengah-kenlali prahoemoe katempat jang dalem, boewanglah djalamoe di sitoe, bijar dapet ikan.quot; â Maka sahoet Simon: âJa Goeroe, soedah antero malem kita-orang inendjala, tidak dapet satoe apa; dengan sebagitoe atas parentah toewan ini saja maoe boewang djala djoega.quot; â Maka djadilah dia-orang dapet ikan bagitoe banjak sekali, sampei robek djalanja. Maka lantas di panggilnja aken doewa orang temennja, ija-itoe Jakoboes sama Johannes jang ada di dalem prahoe laïn, minta toeloeng padanja. Serta soedah dateng maka segala ikan itoe di isikennja kadalem pralioenja, penoehlah doewa prahoe sampei hampir tenggelem.
Serta Simon Petroes melihat ikan jang bagitoe banjak adanja, maka terlaloe kaget dia, serta dengan katakoetannja soedjoedlah dia di hadepan Goesti, serta katanja: âJa Goesti, oendoerlah dari pada saja, karna saja ini saorang jaag berdosa.quot; â Dan bagitoe djoega tcmen-temennja dia-orang toeroet takoet semoewa. Maka kata Goesti padanja: âKamoe djangau takoet! Melainken ikoetlah sama akoe; moelaï sekarang djoega kamoe koe-djadiken
195
m
toekang ambil orang.quot; â Maka habis prahoenja di bawa ka-darat, dia-orang meninggalken semoewanja, lantas mengi-koet Goesti. 'j
2. Kemoedian dari pada itoo, maka pada soewatoe hari ada-lah Goesti koempoelken segala sachabatuja, lantas di piiihnja pada antaranja aken orang doewa belas, maoe di soeroehkennja menkabarken Indjil. Maka orang doewa belas itoepoen di namaï oetoesan djoega, namanja seperti di bawah ini, ija-itoe: 1 Simon Petroes dan 2 soedaranja, bernama Andreas, 3 Johannes dan 4 soedaranja, bernama Jakoboks, anaknja Sebedajoe. 5. Filip-poes, 6 Bartholomeoes, 7 Thomas, 8 Matïheoes, ija-itoe tj
Lewi, 9 Jakoboes anaknja Alfeoes, 10 Joeuas ïaddeoes, 11 Simon Kanani, dan 12 Joedas Iskariot.
'ffii ' Ij M
'
9. Pengadjarannja Goesti Jesoes di atas goenoeng.
(Multh. 5â7).
Goesti adalah berdjalan koeliling di antero tanah Galilea,
dengan mengadjar orang dalem mesdjid-mesdjid, serta dengan mengkabarken Indjil dari pada karadjaan Allah, dan lagi di semboehkennja segala sakit-penjakit di antara orang banjak itoe.
Maka banjaklah orang mengikoet Goesti. Maka adalah pada soewatoe hari Goesti naik kaatas goenoeng maoe mengadjar di sitoe. Serta soedah doedoek, maka segala sachabatnja lantas da-teng kahadepaiinja. Maka pada waktoe itoo Goesti mengadjar dia-orang bersama-sama dengan orang banjak itoe, baginilah pengadjarannja: âSalametlah segala orang jang rendah hatinja;
karna dia-orang itoelah jang mempoenjai karadjaan soerga. Salametlah segala orang, jang bersoesah hatinja; karna dia-orang djoega nanti di hiboerken. Salametlah segala orang jang lemah-lemboet hatinja; karna dia-orang djoega nanti mewarisi boemi.
ifii
iL
196
Ãalametlah segala orang jang berlaper dan beraoes aken kaoeta-maan: karna dia-orang djoega nanti di kennjangken. Salametlah segala orang jang berhati kasiehan; karna dia-oranglah nanti mendapet kasiehan djoega. Salametlah segala orang jang soetji hatinja; karna dia-oranglah nanti dapet lihat Allah. Salametlah segala orang jang meroekoenken; karna dia-oranglah nanti di namaï anak-anak Allah. Salametlah segala orang jang teraniaja karna sebab kaootamaan; karna dia-orangpoen jang mempoenjaï
karadjaan soerga. Salametlah kamoe kaloe di tjelaken dan dianiaja orang dan di kata-kataï orang dengan djoestanja, ija-itoe dari sebab akoe, sebab besarlah oepahanmoe dalem soerga adanja.'
2. âKamoe ini garemnja boemi. Kamoe ini terangnja doenia. Maka bijarlah terangmoe bersinar di hadepan orang-orang, soe-paja dia-orang bolih melihat kebaikanmoe dan memoeliaken Ba-pamoe jang ada di soerga.quot;
3. âMaka djanganlah kamoe sangkaken akoe dateng maoe merombak kitab Toret oetavva soeratnja nabi-nabi, akoe tidak
197
dateng merombak dia, melainken menggenepi dia. Sasoenggoeh-nja akoe berkata padamoe: Sarnpei langit dan boemi soedah ilang sekalipoen, tra-nanti Toret itoe ilang barang sahoeroef oetawa satitik sadja, sampei semoewanja soedali di genepi «â ijoega.quot;
âSajangken iali satroemoe, mintakenlah berkat atas segala orang jang menjoeinpah kamoe; boewatlah baïk aken segala orang jang membentji kamoe, dan mintakenlah doa aken segala orang jang berboewat djabat aken kamoe dan jang menga-niaja kamoe; soepaja kamoe mendjadi anak-anak Baparaoc di soerga; karna Bapamoepoen menerbitken mata-harinja ka-atas orang jang djahat dan orang jang baïk, dan di toeroenkennja hoedjan ka-atas orang adil dan orang doerbaka. Karna kaloe kamoe tjinta pada orang jang bertjinta padamoe, oepahmoe apalah? Boekan djoeroe-tjoeke berboewat sebagitoe djoega? Maka dari itoe patoetlab kamoe mendjadi sampoerna, seperti Bapamoe jang di soerga itoe sampoerna adanja.quot;
4. âKamoe kaloe maoe sembahjang, masoeklab kadalem ka-marmoe, habis toetoep pintoenja, maka mintalah doa kapada Bapamoe jang tiada knlihatan; maka Bapamoe jang ada melihat segala perkara jang tersemboeni, itoe nanti membales padamoe njata-njaca. Maka dalem sembahjangmoe djanganlah pakei per-kataan banjak-banjak, seperti adat orang kafir, itoelab tidak bergoena; pada sangkanja si kafir itoe dia-orang nanti di tarima dari sebab banjak perkataannja. Maka itoe baiklah kamoe me-minta doa jang bagini boeninja: âJa Bapa kami jang ada di soerga, nama Toehan di permoeliakenlab, karadjaan Toehan datenglali, kabendak Toehan djadilah di atas boemi ini seperti dalem soerga. Berilah pada kami ini hari redjeki jang tjoekoep; dan ampoenilah segala salah kami, seperti kamipoen mengampoeni kesalahan orang lain pada kami. Maka djanganlah Toehan bawa kami kadalem pertjobaan, melainken lepasken kami dari pada jang djahat; karna Toehanlah jang ampoenja karadjaan dan koe-wasa dan kinnocliaan pada salama-lamanja. Amin.quot;
5. âDjangan kamoe koempoel-koempoel padamoe arta di doe-nia, ija-itoe di tempat renget dan karat memakan dia, dan di
198
tjoeri orang maling dengan menggali. Balik koempoel-koempoel-lah padamoe arta di soerga, tiada renget oetawa karat memakan dia, dan tiada orang maling menggali oetawa mentjoeri. Inget-lah, barang di mana artamoe raaka di sitoelah djoega hatimoe.quot;
âïengoklali boeroeng-boeroeng jang di oedara, tiadalah dia menjebar dan tiada mengoendoeb, oetawa koempoel-koempoel dalem loemboeng poen tidak; maskipoen bagitoe Bapamoe jang di soerga itoe ada piara aken dia. Boekanlah kamoe terlebieh dari pada boeroeng-boeroeng itoe ? Mengapa kamoe soesali hati dari sebab pakejanmoe? Ingetlah kembang bakoeng bageimana toemboehnja di tanah, tiadalah dia bekerdja dan tiada dia me-ngantib. Dengan sebagitoe akoe berkata padamoe: Maskipoen radja Soeleiman djoega dengan segala kamoeliaannja tiada dia memakei bebagoesan seperti satoe dari pada kembang bakoeng ini. Hei orang jang koerang pertjaja, djikaloe Allab menghiasi bagitoe roepa aken roempoet jang tiada berapa lamanja terboe-wang kadalem api, berapa lebieh ïoeban maoe kasieli padamoe! Maka tjarilah dhoeloe karadjaan Allah serta dengan kabe-nerannja; maka segala perkara itoepoen nanti di tambahken padamoe.quot;
6. âDjanganlah kamoe salahken orang, soepaja kamoepoen tidak di salahken; karna kamoe nanti di salahken djoega dengan kasalaban jang kamoe salahken itoe; dan kamoe nanti di taker-ken djoega dengan takeran, jang soeka kamoe pakei sendiri. Maka barang apa jang kamoe soeka orang lain berboewat padamoe, bijar kamoe djoega berboewat bagitoe pada dia-orang.quot;
7. âMasoeklah di pintoe jang sempit, karna loewaslah pintoe dan lebarlah djalan jang membawa kapada karoesakan, maka banjaklah orang jang masoek di sitoe. Karna sempitlah pintoe dan sesaklah djalan jang membawa kapada kahidoepan, maka sedikit djoega orang jang mendapet dia.quot;
âDjagalah baik-baik dari pada nabi-nabi jang djoesta, maka dari pada kalakoewannja djoega kamoe nanti mengatahoewi dia. Boekannja segala orang jang berkata padakoe: ,.Ja Toehan! ja Toehan! itoe bolih masoek kadalem karadjaan soerga; melain-
199
ken orang jang berboewat sebageimana maoenja Bapakoe jang di soerga.quot;
8. Serta soedah habislah perkataan Goesti ini, maka segala orang banjak tcrlaloe lieiranlah dari sebab pengadjarannja; karna Goesti mengadjar pada dia-orang, seperti orang jang ampoenja koewasa, boekan seperti oelama-oelama itoe.
10. Goesti Jesoes luenjeinbuchken orang sak it.
{Joh. 5. Loek. 7, 17. Mark. 2. Matth. 15).
1. Tatkala liari besarnja orang Jahoedi, maka adalah Goesti di negeri Jeroezalem. Maka di negri Jeroezalem itoe ada soe-watoe kolam, ija-itoe tempat permandian, Bet hes da namanja. Maka di sitoe djoega orang soedah berboewat soewatoe roemah dengan iima kamarnja, jang dalemnja itoe banjak orang sakit adanja, semoewa itoe dengan menantiken ajer di kolam itoe berkotjak, soepaja dia-orang lantas bolih toeroen kadalemnja, aken mendjadi semboeh dari pada penjakitnja.
Maka pada waktoe itoe adalah di sitoe saorang anoe jang sakit soedah tiga poeloeh delapan tahoen lamanja. Serta Goesti melihat orang itoe tidoeran di sitoe, lagi soedah tahoe orang itoe bagitoe lama sakitnja, maka kata Goesti padanja: âApa kowe maoe djadi baik?'' Maka sahoet orang sakit itoe: âJa toehan, saja tra poenja satoe orang jang toeloeng menoeroenken saja kadalem kolam pada waktoe ajernja terkotjak; maka saman-tara saja dateng, ada orang lain soedah toeroen lebieh dhoeloe dari saja.quot; â Maka kata Goesti padanja: âBangoenlah, angkat kasoermoe, berdjalanlah!quot; â Maka sakoetika itoe djoega sem-boehlah orang itoe, di angkatnja kasoernja, lantas berdjalan,
2. Adalah di negri Kapernaoem itoe saorang kapala-pradjoerit Roem; maka adalah saorang hambanja jang kekasieh dapet sakit
200
kras, saliiugga hampir mati dia. Maka sebab toewannja soedah deng'ar kabar dari Goesti, mendjadi di soeroehkennja orang toewa-toewa dari pada bangsa Jahoedi, dengan permintaannja soopaja Goesti dateng menjemboehken hambanja jang sakit itoe. Maka kapan orang Jahoedi itoe dateng kapada Goesti, raaka dengan soenggoeh-soenggoeh permintaannja, serta katanja: âSoedah patoet toewan sampeiken pengharepan kapala-pradjoerit itoe, karna dia tjinta sama bangsa kita, dan dia djoega jang mem-bangoenken mesdjid kita.quot;
Maka porgilah Goesti bersama-sama dia-orang. Serta tiada lagi berapa djaoeh dari pada roemah itoe, maka kapala-pradjoerit itee moujoeroehken sobat-sobatnja membawa perkataan sedikit kapada Goesti, baginilah katanja: âJa toewan, djangan soesah-soesah, karna saja iui tidak pantes kaloe toewan raasoek ka-dalem roemah saja; maka dari pada itoe djoega tidak saja dateng sendiri kahadepan toewan, sebab di atas diri saja, saja rasa tidak pantes, melainken toewan katakenlah sapatah kata sadja, mesti boedak saja djadi balk. Seperti saja ini betooi saorang jang di bawah parentah, tetapi ada djoega di bawah parentah saja orang pradjoerit; maka saja soeroeh pada sianoe: Pergilah! lantas dia pergi; dan pada sianoe: Marilah! lantas dia dateng, oetawa pada saja poenja boedak: Boewatlah ini! maka lantas di boewatnja djoega.quot;
gquot; Serta Goesti dengar perkataan kapala-pradjoerit jang bagitoe; maka heiranlah Goesti, serta berkata kapada orang banjak jang mongikoet: âSasoenggoehnja akoe beloem tahoe mendapeti saorang pertjaja jang sategoeh ini, maski di antara orang Israïl poen tidak.quot; â Maka pada waktoe orang-orang jang di soeroeh-ken tadi poelang karoemah itoe, maka boedak jang sakit itoe kadapetan dia soedah balk.
(.; 3. Pada soewatoe hari adalah Goesti kembali ka-negri Kaper-naoem. Serta orang-orang di sitoe dengar kabar Goesti masoek kadalem soewatoe roemah, maka sabentar djoega datenglah orang bagitoe banjak, saiupei sesaklah orang jang berkoempoel di dalem roemah dan di loewaruja. Sodeng Goesti mengadjar orang
201
i
Hl
banjak itoe, maka datenglah lagi beberapa orang menganterken J-1
saorang temennja jang sakit loempoeh, di pikoel orang ampat,
maoe di mintaken pertoeloengan Goesti. Maka sebab tiada dia-orang dapet masoek di mana pintoe roemah, karna orang ter-laloe penoeh adanja, maka jang membawa orang sakit itoe dapet akal memboeka pajon roemah, di mana Goesti ada; kemoedian di naïkkennja orang jang loempoeh itoe kaatas pajon serta de-ngan kasoernja, lantas di toeroenkennja di mana pajon terboeka sampei kahadepan Goesti itoe. Maka serta Goesti melihat dia-orang poenja pertjaja, maka kata Goesti kapada orang jang sakit itoe: âHei anakkoe, dosamoe soedah di ampoeni; maka akoe berkata padamoe: Bangoenlah, angkat kasoermoe, poelang-lah karoemahmoe!quot; â Maka sakoetika itoe djoega bangoenlah orang loempoeh itoe, habis angkat kasoernja, lantas kaloewarlah dia berdjalan di hadepan orang banjak. Maka segala orang itoe terlaloe heiranlah serta dengan memoeliaken Allah, katanja:
âSalamanja beloem tahoe kita melihat perkara jang bagini matjem.quot;
4. Di tjeritaken lagi tatkala Goesti pergi ka-negri Jeroezalem,
maka berdjalanlah Goesti di mana wates tanah Galilea dengan Samaria. Sasampeinja di doesoen anoe, maka bertemoelah Goesti dengan sapoeloeh orang berkoesta. Maka dari djaoeh-djaoeh dia-orang minta toeloeng pada Goesti dengan kras soewaranja, katanja: âJa Jesoes, goeroe, kasiehankenlah kita-orang.quot; Maka habis pandeng aken dia orang, maka kata Goesti padanja: âPer-gilah toendjoekken dirimoe kapada imam!quot; â Maka sasoeng-goehnja tengah dia-orang berdjalan, maka djadilah soetji dia dari pada penjakitnja. Maka alalah saorang dari pada orang sapoeloeh itoe, serta dia melihat badannja soedah djadi baik,
maka balik dia kembali serta memoeliaken Allah dengan njaring soewaranja; dan lagi dia socdjoed di hadepan Goesti dengan bilang tarima kasieh padanja. Maka dia itoe saorang Samaria adanja. Maka kata Goesti padanja: âBoekankah sapoeloeh orang jang di soetjiken? Maka jang sambilan itoe ada di mana? Apa tiada lagi jang kembali aken memoeliaken Allah, melainken sa-
H|
(P
l'al
r
iif - fil â ' ra
ii * 1 I
'I
jf
202
orang lain bangsa ini ?quot; â Kemoedian kata Goesti pada orang Samaria itoe: âBangoenlah, pergilah kowe, pertjajamoe soedah mendjadiken kowe semboeh.quot;
5. Sekali Cioesti berdjalan kaloewar tanah Jalioedi, ija-itoe di daïrali negri Tiroes dan Siclon. Sasampeinja di sitoe lantas ma-soek kadalem soewatoe roemah, dengan ingetannja soepaja dja-ngan di katahoewi orang; dengan sebagitoe tiada bolih Goesti tinggal tersemboeni, ija-itoe dari sebab perboewatan saorang perampoewau, jang dia poenja anak perampoewan kemasoekan setan. Maka datenglah orang perampoewan itoe soedjoed kaha-depan Goesti dengan meminta kasiehannja, soepaja inemboe-wangken setan itoe dari pada anaknja. Maka sebab orang perampoewan itoe masoek bangsa orang kafir, boekan orang Jahoedi adanja, mendjadi tidak lantas Goesti menjampeiken permintaan-nja, malali kata Goesti padanja: âBijarlali anak-anak di ken-njangken dhoeloe, sebab tiada patoet orang mengambil rotinja anak-anak, di lemparkennja kapada andjing.quot; â Maka sahoetlah perampoewan itoe: âBetoel kata Toewan, tetapi andjing itoe memakan djoega dari pada potong-potongan jang djatoeh dari atas medja toewannja.quot; â Serta Goesti mendengar sahoet perampoewan jang bagitoe, maka kata Goesti padanja: âHei perampoewan, besarlah pertjajamoe; djadilah padamoe seperti permin-taanmoe djoega.quot; â Maka pada waktoe itoe djoega semboehlah anak perampoewan itoe.
11. Goesti Jesoes menghuloepken oraug niati.
{Loek. 7. Mark. 5.)
1. Di tjeritaken pada soewatoe hari Goesti pergi ka-kota-Naïn; maka adalali banjak moerid-moei'idnja dan orang-orang lain djoega mengiringken Goesti. Serta soedali sampei dekat
203
pintoe negri itoe, maka adalah di sitoe majitnja saorang laki-laki di angkat orang, maoe di koeboerkennja; maka maknja. anak itoe saorang djanda, anakuja tjoema satoe bidji ini adanja; maka banjaklah orang dari dalem kofca ada toeroet berdjalan sama-sama dengiin dia. Serta Goesii melihat orang perampoewan itoe maka antjoerlah hatinja dari kasiehannja, dengan berkata padanja: âDjangan menangis!quot; â Goesti lantas mendeketi koeroeng batang serta di rabahnja; sedeng orang jang memikoel dia berbeiiti, Habis bagitoe katalali Goesti: âHei orang moeda!
akoe berkata padamoe: âBangoenlah!quot; - Maka anak jang soedab mati itoepoen doedoek serta moelaï lierkata-kata. Kemoedian Goesti menjerahken dia kapada makuja. Maka datenglali kata-koetan atas sekaüan orang, dan dia-orang memoeliaken Allah katanja: âAda saorang nabi besar bangoen di tengah kita-orang, dan Allah dateng menilik oematnja.quot;
2. Tiada antara berapa lamanja, maka kembalilah Goesti ka-negri Kapernaoem. Sasampeinja di sitoe, maka adalah saorang
204
panglioeloe mesdjid, bernama .Taïfoes, dateng bersoedjocd ka-liadepan Goesti dengan keras permintaannja, soepaja Goesti bolih dateng sabentar raenoeloengi anaknja perampoewan tjoema satoe bidji, lagi sakit pajah, sahingga ampir mati adanja. Maka ber-djalanlah Goesti bersama-sama Jaïroes itoe pergi ka-roemahnja; dan ada djoega orang terlaloe banjak mengikoet Goesti.
Serta Goesti masieh di djalan, maka datenglah saorang hara-banja Jaïroes menoesoel toewannja dengan berkata padanja: âAnak toewan soedah mati; apa gocna bikin soesah lagi pada Goeroe.quot; â Serta Goesti dengar kabar kaja-bagitoe, maka lantas berkata kapada Jaïroes: âDjangan takoet, pertjajalah djoega, maka anakmoe nanti ketoeloengan.quot;
Sasampeinja di roemah Jaïroes itoe, maka Goesti dengar soe-warauja orang banjak betarejak-tarejak menangisi anak jang bharoe mati itoe; maka kata Goesti kapadanja: âDjangan me-nangis, boekannja dia mati, melainken tidoer sadja.quot; â Maka dia-orang ketawaï sama Goesti, sebab tahoe anak itoe memang soedah mati adanja. Habis bagitoe maka Goesti soeroeh segala orang kaloewar dari dalem roemah, melainken tiga orang sacha-batnja, jja-itoe Petroes, Johannes dan Jakoboes, dan lagi iboe-bapanja anak itoe jang di bijarkennja, toeroet bersama-sama dengan Goesti kadalem roemah itoe. Kemoedian Goesti pegang tangannja anak itoe serta di panggilnja, katanja: âHei anak, bangoenlah!quot; Maka kembalilah djiwanja anak itoe, sakoetika itoe djoega, mendjadiken orang toewanja terlaloe heiran adanja. Dalem itoepoen Goesti soeroeh dia-orang kasieh makan anaknja.
12. Kaniiitian iiiibi Johannes Penibaptis.
{Matth. 11, 14).
I. Di tjeritaken dari pada radja Herodes di tanah Galilea, dialah mereboet Herodias, ija-itoe istri soedaranja tiri, bernama
205
PiuppoES. Maka tatkala itoe nabi Johannes Pembaptis dengan berani hatinja dia kasieh inget kapada maha Radja dengan katanja: âTiada haroes toewankoe beristriken perampoewan ini.quot; Tetapi perkataan nabi Johannes itoe tiada di perdoeliken sama radja Herodes; malah di masoekkennja Johannes kadaleni pen-djara; maoe di boeuoeh niati, takoetlah radja sama orang banjak, sebab dia-orang niengitoeng Johannes saorang nabi ada-nja. Sebagitoe Herodias itoe dengan terlaloe gemes hatinja, niaka masiehlah di tjarinja djalan aken memboenoeli nabi Johannes.
2. Tatkala nabi Johannes tertoetoep dalem pendjara itoe, maka dia dengar kabar dari pada segala perboewatan sang Kris-toes. Maka di soeroehkennja doewa orang moeridnja menghadep serta bertanja kapada Goesti, baginilah pertanjaannja: âAdakah Goesti ini sang Kristoes Jang kita harep aken datengnja? Apatah kita menantiken orang lain?quot; â Maka sahoet Goesti kapada soeroehannja nabi Johannes itoe: âPoelanglah kanioe, kasieh tahoe kapada Johannes barang jang kanioe dengar dan jang kamoe lihat: Orang boeta djadi melihat, dan orang pintjang berdjalan betoel, dan orang berkoesta di soetjiken, dan orang toeli mendengar, dan orang niati di bangoenken, dan Indjil poen di kabarken kapada orang-orang miskin; dan salametlah orang jang tidak sakit liati dari sebab akoe ini.quot;
3. Tiada antara berapa lamanja, pada hari tahoennja radja Herodes itoe, maka di bikinnja pista besar. Maka di tengah pista itoepoen adalah anaknja perampoewan Herodias, bernama Salome , dia bertandak di hadepan segala tetamoe. Maka terlaloe senanglah hatinja radja Herodes melihat Salome bertandak itoe, sahingga berdjandjilah Dia dengan soempahnja, barang apa permintaannja Salome itoe maoe di kasieh padanja, sampeilah separonja karadjaan, djandjinja mesti di kasieh djoega.
Maka dari sebab toewan poetri tiada tahoe apa jang patoet di mintanja, mendjadi dia minta remboeg kapada iboenja. Maka Herodias itoe sebab memang dia menaroeh hati djahat atas nabi Johannes, maka pada perasaanja, sasoenggoehnja inilah koetika jang balk aken memoewasken hatinja. Maka lantas djoega dia
206
adjari anaknja: âBaïklah kowe minta kapalanja Johannes Pem-baptis di dalem doelang ini!quot; â Serta radja Herodes tahoe bageimana permintaan toewan poetri itoe, maka terlaloe soesah hatinja; dengan sebagitoe sebab soedali dia kaloewar perkataan dengan soempahuja, dan lagi sebab segala tetamoe jang mendjadi saksi atasnja, mendjadi dia soeroeh kasieh djoega seperti per-raintaannja Salomé itoe. Maka lantas radja menjoeroeh saorang legodjo pergi kadalem pendjara potong lehernja nabi Johannes itoe. Kapan soedali, maka di bawanja kapala itoe dalem doelang, serta di oendjoekkennja kapada toewan poetri, maka toe-wan poetri itoepoen mengoendjoekken dia kapada iboenja.
Maka datenglah moerid-moeridnja Johannes, mengambil majit goeroenja. Serta soedah di koeboerkennja, lantas pergilah dia-orang kasieh tahoe kapada Goesti Jesoes.
13. Goesti Jesoes todoehken aiigin dan om bak; â kasieh iiiakan orang lima riboe; â berdjalau di atas ajer.
(Matth. 8. Mark. 6. Mutth. 14. Joh. 6).
1. Pada soewatoe hari bhai'oe liabis mengadjar, maka Goesti adjak sachabatnja naik prahoe, maoe belajar ka-sabrang rawa Gennesaret. Maka tengah belajar tertidoorlah Goesti; maka tida berapa lamanja toeroenlah angin riboet di rawa itoe, mendjadi prahoe itoe terpoekoel ombak sahingga penoehlah dia dengan ajer, ampirlah dapct tjelaka.
Maka dalem hal itoe sachabatnja lantas membangoenken Goesti dengan katanja: âAdoeh Goeroe, Goeroe! toeloenglah, kita-orang kena tjelaka!quot; â Maka kata Goesti padanja: âMe-ngapa kamoe koewatir, hei orang jang koerang pertjaja?quot; â Sedeng bagitoe Goesti bangoen, lantas tegorken angin dan ombak itoe, maka sakoetika itoe tedoehlah sekali. Maka heiranlah
207
segala orang, serta dengan katakoetannja berkata dia-orang satoe sama laiu; âOrang manakah ini, maka angin dan ombak poen nioTioei-oet: parentahnja?quot; â Habis bagitoe Goesti teroeskeu pela-jaranuja sampei katanah Gaclara; maka di sitoelali Groesti naik ka-darat, lantas bertemoe dengan doewa orang sakit kaïnasoekan setan jang terlaloe djabatnja. Habis menjeraboehken dia-orang dari pada sakitnja, maka kembalilah Goesti ka-negri Kaperna-oem dengan naik prahoe djoega.
2. Kemoedian dari pada itoe adalaii Goesti naik prahoe lagi beserta dengan sachabat-sachabatnja, menoedjoe soewatoe tempat jang sepi deket di negri Betsaida. Serta ketahoewan orang banjak, maka datenglah orang dari sana sini mengikoet sama Goesti dengan berdjalan kaki. Maka dengan tjepetnja dia-orang mendlioeloewi Goesti, sampei kapada tempat di mana Goesti maoe toeroen dari prahoe. Maka serta Goesti naik kadavat, di lihatnja terlaloe banjak orang berkoempoel di sitoe; maka kasie-hanlah hatinja aken dia orang, karna dia orang seperti kambing
208
jan» tiada bergombala adanja. Maka lantas Goesti mengadjar dia-orang beberapa-berapa perkara dari hal karadjaan Allah serta segala orang jang sakit di semboehkennja.
Maka kapan soedah sore datenglah saohabat-sachabatnja men-dapetken Groesti dengan katanja: âTempat ini soenji, dan hari poen hampir malem; maka baiklah Goesti lepasken orang banjak itoe, soepaja dia-orang bolih pergi kadoesoen-doesoen membeli roti, sebab tiada dia-orang membawa makanan, soewatoe poen tidak.quot; â Maka kata Goesti kapada sachabatnja: âTra-oesah dia-orang pergi; kamoe sadja baik kasieh makan pada dia-orang!quot; â Maka sahoet sachabat itoe; âApa kita-orang pergi membeli roti doewa ratoes dinar, boewat kasieh makan orang sabanjak ini?quot; Maka bertanjalah Goesti: âKamoe ada roti brapa?quot; Sahoet sachabatnja: âTjoema roti lima bidji dengan ikan doewa bidji; goena apa itoe kapada orang bagitoe banjak?quot; Maka Goesti lantas soeroeh orang banjak itoe doedoek di peroempoetan; maka doedoeklah dia-orang semoewa berkawan-kawan ada jang sera-toes, ada jang lima poeloeh orang satoe kawannja.
Habis bagitoe, maka Goesti mengambil roti lima clan ikan doewa itoe, lantas melihat ka-langit serta mengoetjap sjoekoer, Kemoedian dari pada itoe, maka roti itoe di petjahkennja, di kasiehkennja kapada saohabat-sachabatnja, soepaja di bhagiken-nja kapada orang-orang itoe; maka ikan doewa itoepoen di blia-gikennja rata kapada dia-orang sekalian. Maka makanlah dia-orang semoewa saberapa soekanja. Serta dia-orang soedah kennjang maka Goesti soeroeh sachabat-sachabatnja koempoelkeu segala sisa-sisa itoe, soepaja soewatoepoen djangan ilang. Maka sisa-sisa itoepoen terdapet doewa belas bakoel penoeh. Maka djoemlah orang jang memakan itoe, lain dari pada orang perampoewan dan anak-anak adalah kira-kira lima riboe orang.
Maka serta dia-orang melilat aken moedjidjat Goesti jang be-gitoe roepa, maka berkatalah dia-orang satoe sama lain: â8a-soenggoehnja orang inilah nabi jang menang kita harep aken dateugnja kadalem doenia.quot; â Maka dalem itoepoen dia-orang maoe mengambil Goesti dengan gagahnja, aken di djadikennja
209
Radja. Serta Goesti mengatalioewi dia-orang poonja niat kaja bagitoe,. maka diam-diam kembalilah Goesti kaatas goenoeng sendirian aken sembalijang di sitoe.
3. Serta hari soedab hauipir malem, niaka sachabatnja Goesti toeroeii karawa, lantas naik praboe lagi, maoe kembali ka-Kapernaoem. Maka pada waktoe itoe soedah djadi gelap; maka Goesti beloem dateng kapada dia-orang; tambab lagi rawa itoe besar ombaknja sebab di tioep angin keras. Serta pada waktoe
padjar, maka Goesti menoesoel sachabatnja dengan berdjalan di atas ajer. Maka kapan sacbabat melihat Goesti dateng di dekatnja, maka katakootanlah dia-orang dengan betarejak-tarejak; pada sangkanja ada antoe berdjalan di atas ajer. Tetapi Goesti lantas menegor dia-orang, katanja: âTetepkenlab hatimoe, iuilah akoe, djangan takoet!quot; â Maka salioetlah Petroes: âJa Goesti! Kaloe bagitoe soeroehkenlali bamba dateng kapada Goesti berdjalan di atas ajer.quot; â Maka kata Goesti: âMarilali!quot; â Maka toeroenlah Petroes dari dalem praboe, aken mendapetken Goesti
14
210
dengan berdjalan di atas ajer. Tetapi serta dia melihat angin keras, maka takoetlah dia, aahingga hampirlah tenggelem. Maka dalem hal itoe dia betarejak minta toeloeng kapada Goesti. Maka lekas Goesti mengoendjoek tangannja, pegang sama dia dengan berkata: âHei orang jang koerang pertjaja, kenapa kowe bimbang hatimoe!, â Serta soedab bersama-sama naïk prahoe, lantas angiu tedoeb. Maka segala orang jang ada di dalem pra-boe itoe datenglab soedjoed kapada Goesti serta katanja: âSa-soenggoebnja Goestilab Anak Ailab!quot;
14. To bat n.j a saorang peiainpoewan djahat. â Zaclieoes.
{Loek. 7, 19.)
1. Adalab saorang Farisi bernama Simon, dia meminta pada Goesti dateng raakan di roemabnja. Maka tengab Goesti doedoek makan di sitoe, maka datenglab saorang perampoewan djabat jang soedab bertobat, masoek djoega kadalem roemabnja orang Farisi itoe, dengan membawa soewatoe tjoepoe beriamp;i minjak wangi. Maka orang perampoewan itoe lantas madjoe, sabingga berdirilab dia di belakang Goesti dengan menangis; maka ajer matanja poen membasabi kakinja Goesti, lantas di sekakennja dengan ramboetnja, dan lagi di tjioeminja kakinja Goesti serta dengan di toewangi minjak wangi atasnja.
Serta orang jang ampoenja roeinab taboe Goesti membijarken segala kalakoewan orang perampoewan itoe, maka berkatalab dia dalem batinja: âOrang ini, tjoba dia djadi nabi, mesti dia talioe, apa matjem perampoewan ini jang merabali aken dia, karna dia ini saorang perampoewan djabat.quot; â Maka lantas Goesti berkata pada orang jang ampoenja roemab itoe: âHei Simon, akoe maoe tjerita apa-apa padamoe: Kapada saorang toewan Anoe adalab doewa orang jang berboetang, saorang ber-
211
hoetan» lima ratoes dinar, dan saorang lima poeloeh dinar. Maka sebab kadoewanja itoe tiada jang di boewat bajar, men-djadi dengan baik liatinja toewan-oewang itoe kadoewanja lantas di lopaskennja oetangnja. Sekarang katakenlab padakoe, jang manakah dalem kadoewa oi'ang itoe nanti terlebieb tjinta aken dia?quot; â Maka sahoetlab Simon: âPada pikirankoe mana jang terlebieh di ampoeninja, ija-itoe jang terlebieh tjhita aken dia.quot; â Maka kata Goosti padanja: âBotool sangkamoe itoe, apa kowe
melihat orang perampoewan ini ? Pikirlali baik-baik! Akoe ma-soek kadalcm roemabmoe, tiadalab kown kasieb njer padakoe boewat mentjoetji kakikoe; maka orang ini mcmbasabi kakikoe dengan ajei'-matanja. Bagitoe djoega kowe itoo tiada nuMitjioem sama akoe; tctapi pcrampoewati ini moelaï akoe masock, tiada berbenti-berbenti dia nieiiljioerni kakikoe. Lagipoen kowe itoe tiada taroeb minjak wangi pada kapalakoe, tetapi perampoewan ini toewangi minjak wangi pada kakikoe. Maka itoe akoe ber-kata padamoe, maskipoen orang perampoewan ini banjak dosauja,
212
tetapi soedah di kasieh ampoen padanja, mendjadi dia mena-roeh banjak tjiuta; tetapi baraiig siapa jaug padanja di ampoeni sedikit, maka tjintanja poen sedikit adanja.quot; â Habis bagitoe maka katalah Goesti kapada orang perampoewan itoe: âÃosamoe soedali di ampoeni, poelanglah dengan salamet!quot;
2. ïatkala Goesti maoe pergi ka-Jeroezalem jang penghabisan itoe, maka berdjalanlah Goesti di negri Jericho. Maka adalah di sitoe saorang kaja beruama Zacheoes, ija-itoe kapala djoeroe-tjoeke. Maka Zacheoes itoe terlaloe kepingin maoe melihat Goesti, tetapi tidak dapet, dari sebab oraug banjak itoe, karna dia saorang pendek. Maka dalem hal itoe dia inentjan akal, men-dhoeloewi Goesti antara berapa djaoelinja, lantas naïk pohoen ara, di mana tenipat jang Goesti maoe liwat di sitoe.
Serta Goesti sampei di tempat itoe, maka tengoklah Goesti kaatis, dapet lihat aken Zacheoes, lantas berkata padanja: âHei Zacheoes, lekas toeroen; karna pada hari ini akoe patoet ine-noempang di roemahmoe.quot; â Maka toeroenlah Zacheoes itoe dengan tjepetnja, serta di tarimauja aken Goesti dengan soeka hatinja.
Maka segala orang jang melihat Goesti masoek ka-dalem roe-mahnja Zacheoes itoe, lantas mentjomel-tjomel katanja: âAdakah patoet dia menoempang kapada saorang djahat!quot; â Maka Zacheoes iloe berdiri serta berkata kapada Goesti: âJa Goesti, arta saja jang separo nanti saja sidekahken kapada orang miskin; maka kaloe saja soedah mengambil apa-apa dari pada barang saorang dengan tipoe daja, mesti saja kembaliken djoega ampat kali banjaknja.quot; â Maka berkatalah Goesti pada Zacheoes itoe: âPada hari inilah salamet itoe soedah dateng karoemah ini, sebab jang ampoenja roemah ini djoega saorang anak Ibrahim, karna Anak manoesia poenja dateng aken mentjari dan menja-lametken jang soedali hilaug itoe.quot;
213
If
15. Toedjoeh peroepamaiin dari lial karadjaiiu Allah.
{Lock. 8. Matth. 13. Mark. 4.)
Pengadjaran Goesfi Jesoes kapada sacliabat-sachabatnja dan kapada orang banjakpoen dari hal karadjaan Allah, itoe sering-kali pakei tjerita-tjerita peroepaiuaan. Pada soewatoe hari adalah Qoesti doedoek di pinggir ravva Galiiea. Serta banjak orang da-
teng kapadanja, maka naïklah Goesti soewatoe prahoe, lantas mengadjar orang banjak Jang berkoempoel di darat itoe dengan beberapa peroepamaan seperti jang terseboet di bawah ini adanja.
1. Adalah saorang peroesah tanab kaloewar nicnjebar bidji. Maka dalem menjebar itoe adalah bidji itoe satengab jang dja-toeli di djalan, niendjadi dia tcrindjek-indjek dan di makan boeroeng. Dan adalah lagi jang djatoeh di tanab padas, maka
214
lckas timboelnja, sebab tanahnja tipis sadja, serta kena panas matahari, lantas lajoelah; maka dari scbab tiada berakar, men-djadi keringlali dia. ifaka, adalah lagi beberapa bidji itoe djatoeh di tengah doeri-doeri, maka dari sebab doeri-doeri itoe toera-boelinja bersama-sania, mendjadi bidji itoe matilah karna lemas-nja. Maka adalah djoega bidji satengali jang djatoeh dalem tanah jang balk, maka bertoemboohlah dia sahingga kaloewar boewah-nja; ada jang lipet seratoes, ada jang lipet anem poeloeh, dan ada jang lipet tiga poeloeh banjaknja. Barang siapa jang ada koeping aken mendengar, bijar dia dengar!quot;
Maka adalah sachabat-sachabat bertanja pada Goesti, mena-njaken artinja peroepamaan ini. Maka berkatalah Goesti: âBidji itoe, ija-itoelah perkataan Allah. Maka jang djatoeh di djalan itoe, ija-itoe seperti orang jang dengar, tetapi tiada dia me-ngarti. Kemoedian datenglah Iblis mentjoeri perkataan itoe dari dalem hatinja, soepaja djangan dia-orang pertjaja, dan djangan mendjadi salamet. Maka bidji jang djatoeh di tanah padas itoe, ija-itoe oepama orang jang dengar perkataan Allah, lantas di tarimanja dengan soeka hatinja; tetapi tidak sampei berakar, melainken dia-orang poenja pertjaja sedikit tempo sadja; maka pada masa pertjobaiin moengkirlah dia-orang. Maka bidji jang djatoeh di tengah-tengah doeri itoe, ija-itoelah seperti orang jang soedah mendengar perkataan Allah, tetapi kalahlah dia dengan kasoesahan atawa kakajaan dan kasoekaan doenia ini, maka tidak sampei berboewah dia. Maka bidji jang djatoeh dalem tanah jang baik itoe, ija-itoelah seperti orang jang sasoedahnja dia dengar perkataan Allah, lantas di taroehkennja dalem hati jang toeloes dan baik, sahingga berboewahlah dia selrloe.
2. Karadjaan soerga itoe di oepamaken saorang jang menjebar bidji jang baik di tanahnja. Tetapi tengah orang tidoer, datenglah satroenja, menjebar walingi dalem gandoem itoe, lantas dia pergi. Maka serta pohoennja soedah berdaoen dan berboewah gandoem itoe, maka kalihatan djoega walinginja. Maka datenglah hamba-hamba orang jang ampoenja tanah itoe mengataken kapadanja; âJa Toewan, boekankah toewan menjebar bidji jang baik dalem
215
toewan poenja tanah? Dari mana datengnja roempoet-roempoet itoe?quot; Maka sahoetnja Toewan kapada dia-orang: âIja-itoelah perboewaten saorang satroe.quot; â Maka kata liamba-hamba itoe padanja: âApa Toewan maoc kita-orang pergi koempoelken dia?quot; â Maka sahoetnja: âDjangan sobab kaloe kamoe koempoelken roenipoetnja itoo, barangkali padinja tertjaboet djoega sertanja. Bijarken kadoewanja itoe berfcoemboeh bersama-sama, sampei moesim inengocndoeli; maka pada moesim mengoendoeh itoe nanti koe-soeroeh pada orang mengoendoeh itoe koempoel-kenlah roempoet-roempoetan, iketkeulah soepaja di bakar; tetapi gandoem itoe koempoelkenlah dalem locmboengkoe.quot;
Maka scrta Goesti soedah meninggalken orang banjak itoe, maka tiada lama sampeilah Goesti ka-roemah. Maka datenglah segala sachabatnja bertanja kapadanja: âAr tin ja itoe peroepa-maan bageimana?quot; â Maka menjahoetlah Goesti padanja: âAda-lah jang menjebar bidji jang baik, ija-itoelah Poetra-manoesia itoe; dan tanahnja itoe doenia adanja; dan bidji jang baik itoelah anak-anak karadjaan itoe; dan roempoet itoelah anak-anak si djahat. Maka satroe jang menjebar roempoet itoe, ija-itoe Iblis; dan moesim mengoendoeh jja-itoe kasoedahan alam itoo, dan jang mengoendoeh itoe, ija-itoe segala malaïkat. Maka seperti roempoet-roempoetan di koempoelken dan di bakar habis ka-dalem api, bagitoe djoega aken djadi pada kasoedahan alam itoe. Poetra-manoesia itoe nanti menjoeroehken segala malaï-katnja, maka dia-orang maoe menghimpoenken dari dalem karadjaannja segala sesandoengan dan segala orang jang ber-boewat kadjahatan, habis memboewangken dia kadalem dapoer api. Maka di sanalah ada tangis dan karetak gigi. Maka pada masa itoe segala orang jang bener aken berkilap seperti matahari, di dalem karadjaan Bapanja. Maka barang siapa jang berkoeping aken mendengar, bijarlah dia dengar.quot;
3. âKaradjaan soerga itoe sepertinja sabidji sawi adanja, jang di ambil orang dan di sebarkennja dalem tanahnja. Maka sabe-toelnja ija-itoe jang paling ketjil dari segala bidji-bidji, tetapi kaloe soedali timboel dia djadi paling besar dari segala sajoer-
216
sajoeran, dan djadi soewatoe pohoen, sampei boeroeng-boeroeng di langit dateng bersarang-sarang di teugah-teugali tangkeinja.quot;
4. âKaradjaan soerga seperti ragi adanja, jang di ambil sa-orang perampoewan, lantas di rames dengan tiga takerau tepoeng, sampei djadi asem sama sekali.quot;
5. âDan lagi karadjaan soerga itoc saoepama dengan soewatoe mata bemia jang tersemboeni dalem tanah, apabila di dapeti sama saorang, lantas di semboenikennja; maka dari sebab kasoe-kaannja, pergilah dia mendjoewalken barang apa jang ada pada-nja, kemoedian di belinja tanah itoe.quot;
6. âDan lagi karadjaan soerga itoe saoepama dengan saorang soedagar jang mentjari moetiara jang bagoes-bagoes. Kapan dia soedah dapet sabidji moctiara jang besar harganja, pergilah dia mendjoewalken barang apa jang ada padanjalantas di belinja moetiara itoe.quot;
7. âDan lagi karadjaan soerga itoe saoepama dengan djala jang di boewang Orang ka-dalem laoet, dan jang mengoempoelken segala roepa ikan. Maka kapan soedali penoeh di tarik orang naik ka-darat; lantas orang doedoek memilih, mana jang baik di taroehnja dalem bakoelnja; totapi mana jang tidak baik di boewangkennja. Maka bagitoelah nanti djadi pada kasoedahan doenia ini. Segala malaïkat nanti kaloewar mentjereiken segala orang jang djabat dari antara segala orang jang boner. Maka nanti di boewangkennja itoe kadalem dapoer api. Maka di sana nanti ada tangis dan karetak gigi.quot;
1(». Orang opnlian di dalem kebou-auggoer.
{Matth. 20.)
Katalah Goesti; âKaradjaan soerga seperti saorang toewan roomali; maka pada pagi hari kaloewarlali dia mentjari orang
217
opahan aken bekerdja dalem kebon-anggoernja. Maka habis soedah di tantoekennja opahnja sahari saorang satoe dinar, maka di soeroehnja dia-orang bekerdja di dalem kebon-anggoernja. Maka serta kira-kira poekoel sembilan pagi, maka kaloewarlah toewan itoe lagi, liabis melihat beberapa orang di pasar dengan tidak bekerdja; maka berkatalah dia kapadanja: âPergilah kamoe djoega, bekerdja di kebon-auggoer; berapa jang patoet, akoe maoe kasieli padamoe.quot; Lantas dia-orang pergi. Maka kaloewarlah lagi toewan itoe, kira-kira pada poekoel doewabelas, dan pada poekoel tiga sore; maka di perboewatnja bagitoe djoega. Maka ada kira-kira poekoel lima sore, kaloewarlah toewan itoe lagi sekali, di dapetinja orang lain lagi jang bediri dengan tidak bekerdja; maka berkatalah dia kapadanja: âMengapa kamoe bediri di sini sahari-harian dengan tidak bekerdja?quot; â Maka kata dia-orang padanja: âSebab tiada jang mengopahi kita-orang. Maka sahoetlah toewan itoe: âPergilah kamoe poen bekerdja dalem kebon-anggoer; maka kamoe nanti dapet berapa jang patoet.quot;
Serta soedah malem maka berkatalah toewan jang ampoenja kebon itoe kapada niandornja: âPanggillah segala orang jang bekerdja itoe, bajarkenlah opahannja, moelaï dari pada orang jang di blakangkali sampei kapada orang jang moela-moela.quot; Maka serta dateng orang jang bharoe masoek bekerdja pada poekoel lima sore, maka di dapetinja: saorang satoe dinar. Tetapi serta dateng orang jang moela-moela itoe, pada sangkanja dia-orang nanti tarima lebieh; tetapi di dapetinja sasaorang satoe dinar djoega. Serta soedah di tarimanja, maka mentjomel-tjomellah dia aken toewan roemah, katanja: âOrang jang dateng di belakangkali ini, dia-orang bekerdja satoe djam sadja lamanja, maka toewan samaken dia-orang dengan kita jang soedah nie-nanggoeng kaberatan dengan kapanasan saharian.quot; â ïetapi sahoetlah toewan itoe kapada saorang dari padanja; âHei paman, akoe tidak bersalah padamoe. Boekankah kowe soedah berdjandji dengan akoe satoe dinar? Ambillah bhagianmoe, pergilah, karna pada orang jang dateng di belakangkali akoe maoe kasieli sama djoega dengan kamoe. Apa tra boliii koe-perboewat sama artakoe
218
bageimana akoe poenja soeka. Adakali matamoe djahat sebab akoe ini baik ?quot;
âBagitoe oraug jang di bekkang djadi jang bermoela, dan orang jang bermoela djadi jang di belakang, karna banjaklah orang jang di panggil, sedikifc djoega jang di pilib.
17. Ti ga peroepainaiin dari lial belas kasioliau Allah kapada orang berdosa.
{Loek. 15.)
Di tjeritaken banjaklah oranu; djoeroe tjoekei dan orang djahat dateng menghadep kapada Goesti Jesoes aken inendengarken perkataiinnja. Serta segaia oelama dan orang Farisipoen mentjo-mel-tjomcl dari sebab itoe, katanja: âOrang ini tarima sama orang berdosa, serta makan bersania-satna dengan dia-orang.quot; â Lantas di kataken Goesti peroepamailn ini kapadanja.
1. âSiapa dari kamoe jang dia ada seratocs ekor kambing, maka kahilangan saekor dari padanja, tidak dia meninggalken jang semibilan poeloeli sembilan, dan pergi mentjari jang hilang itoe sampei dapet? Maka habis dia dapet itoe dia taroeh di atas poendaknja dengan soeka hatinja. Dan serta sampei di roemahnja, dia panggil berkocmpoel segaia sobatnja dan orang sakampoengnja, katanja pada dia-orang: âBoersoeka-soekaanlah berssima-sama dengan akoe, karna akoe soedali mendapet kambingkoe jang hilang itoe?quot; Maka akoe berkata padamoe: âBagitoelah kasoe-kaan dalem soerga, dari sebab satoe orang berdosa jang bertobat, itoe terlebieh besar adanja dari pada kasoekaan sebab sembilan poeloeli sembilan orang jang bener, jang tiada perloe dia-orang bertobat.quot;
2. âAtawa perampoewan manakah jang ada padanja sapoeloeh dinar; maka kaloe dia kahilangan satoe dinar, tida di pasangnja
2in
pfilita, dan di sapoenja roemalinja denman radjin, cli tjarinja sampei dapet. Serta di dapetnja di panggilnja sobat-sobatnja, serta orang-orang sakampoengnja, katanja: âBersoeka-soekaanlah bersama-sama dengan akoe karna akoe soedali mendapet dinarkoe jang hiiang itoe.quot; Maka akoe berkata padamoe: âBagitoelah kasoe-kaannja malaïkat-malaïkat Allah, dari sebab satoe orang bcrdosa jang bertobat.quot;
3. âSaorang anoe ada pocnja doewa anak laki-laki. Maka jang raoeda berkata kapada bapanja: âJa bapa, kasiehlah pada saja bhagian arta jang patoet pada saja. Maka di bhagikennja kapada dia-orang artanja. Habis bagitoe maka tiada berapa lamanja anak jang moeda itoe di koempoelkennja segala barang poenjanja, lantas berdjalan dia pergi kapada soewatoe negri jang djaoeh; maka di sana di boroskennja artanja dengan liidoep jang tiada karoewan.
Serta soedah di habisken semoewanja, maka di negri sitoe inendjadi terlaloe mahal makan, maka diapoen moelaï kakoe-rangan. Kemoedian dia masoek kerdja pada saorang di negri sitoe; maka orang itoe soeroehken dia pergi kasawah mendjaga babinja. Maka kapinginlah dia mengisi peroetnja dengan ampas jang di makan sama babi-babi itoe; maka saorangpoen tiada kasieh itoe padanja. Kemoedian dia inget aken dirinja, katanja: âBerapa orang opahan bapakoe mendapet makanan lebieh dari sampeinja, maka akoe ini maoe mati kalaperan. Baik akoe ba-ngoen dan pergi mendapetken bapakoe dan akoe nanti berkata padanja: âJa bapa, saja soedah berdosa pada Allah dan pada bapa. Maka tiada patoet saja di panggil lagi bapa poenja anak; djadikenlah saja sama djoega dengan saorang opahan bapa.quot;
Maka bangoenlah dia pergi mendapetken bapanja. Maka sedeng dia masieh djaoeh, bapanja soedah melihat aken dia, maka tergeraklah hatinja dengan kasiehan, lantas larilah bapanja, mendapetken dia dengan di peloek tjioem aken dia. Maka kata anak itoe kapadanja: âJa bapa, saja soedah berdosa kapada Allah dan kapada bapa; maka tiada patoet lagi saja di panggil bapa poenja anak.quot; â Tetapi kata bapa itoe kapada hamba-hambanja:
220
âBawalah kaloewar pakejan jang paling baik, pakeikcnlah kapa-danja, dan pakeikenlah tjintjin ptida tangannja dan kasoet pada kakinja, dan bawalah kamari anak-aapi jang gcmook, sembeleh-ken; bjjar kita-orang makan dan bersoeka-soekaiin, karna anak-koe ini soedah mati, maka dia djadi iiidoep kenibali; dan soedah hilang, maka sekarang dia terdapet lagi. â Maka dia-orang moelaï bersoeka-soekaan.
Maka anaknja jang toewa itoo ada di sawah. Maka kapan dia
poelang ampir deket roemahnja, dia dengar boenji-boenjian dan orang rame-rame. Lantas di panggilnja saorang hamba di tanja-inja: âIni ada ramei-raniei apa?quot; Maka orang itoe menjahoet: âAdikmoe itoe soedah dateng, maka bapamoe soedah menjem-beleh sapi-moeda jang gemoek, karna dia soedah mendapet kem-bali anaknja dengan salamet.quot; ââ Maka marahlah dia dan tiada dia maoe masoek; maka sebab itue kaloewarlah bapanja serta memboedjoek sama dia. Tetapi sahoetlah dia kapada bapanja: âLibatlah, soedah beberapa-berapa tahoen saja ikoet pada bapa,
dan sekali-kali saja tiada tahoe melanggar parentah bapa; mas-kipoen bagitoe bapa beloem tahoe kasieh saja saekor anak-kam-bing, soepaja bololi saja bersoeka-soekaan dengan sobat-sobat saja; tetapi serta anakmoe itoo dateng jang soedah niemborosken hartamoe dengan peranipoewan djahat, maka bapa menjenibe-lehken aken dia sapi moeda jang gemoek.
Maka kata bapanja: Hei anakkoe, kowe itoe salaloe ada dengan akoe, dan segala akoe poenja jja-itoe djoega kowe poenja. Maka patoetlah orang bersoeka-soekaan dan beramei rameian, karna adikinoe ini soedah inati, maka dia hidoep kembali, soedah hilang, maka dia terdapet kembali.quot;
18. Orang ka ja dengan Lasaroes.
[Loek. 16).
1. âMaka adalah saorang kaja jang pake pakejan woengoe dan kain kasa jang haloes, dan hidoep sahari-hari dengan beramei-rameian dan kabesaran. Maka adalah saorang minta-minta ber-nama Lasakoes, tidoeran di nioeka pintoenja orang kaja itoe, penoeh dengan koedis-koedis. Maka dia kapingin makan sisanja jang djatoeh dari medja orang kaja itoe; dan lagi andjing dateng mendjilati koedisnja.
Maka tiada antara berapa lamanja orang minta-minta itoe matiiah, lantas dia di angkat malaïkat, di bawanja dalem pang-koe Ibrahim. Maka orang kaja itoe poen matiiah, kemoedian di koeboerken.
2. Maka serta si kaja ada di dalem sangsara di naraka, dia angkat matanja, lantas di lihatnja Ibrahim dari djaoeh, dan Lasaroes itoe dalem pangkoenja. Maka dia betarejak katanja. âJa Bapa Ibrahim, kasiehankenlah saja, soeroehken Lasaroes itoe tjeloepken hoedjoeng djarinja dalem ajer, soepaja bikin diugin lidah saja; karna saja merasaï sangsara di dalem api ini.quot;
222
Tetapi kata Ibrahim: âHei anakkoe, ingetlah jang pada tempo hidoepmoe kowe soedali tarima bhagianmoe jang baik, dan bagitoo djoega Lasaroes bhagian jang djahat; tetapi sekarang dia di hiboerken, dan kowelah merasaï sangsara. Tambahan lagi di antaramoe dengan kita-orang di adaken soewatoe kaselangan jang lebar, sahingga tiada dapet di laloeï orang, jang maoe pergi dari sini kapadamoe, atawa orang dari sana melaloeï dateng kamari.
Soedab itoe, kata orang itoc: âJa Bapa, kaloe bagitoe saja minta, soepaja Bapa soeroehken dia karoemah orang toewa saja; karna adulali pada saja lima orang soedara lelaki jang masieh bidoep di doenia, bijar dia kasieb taboe sama dia-orang, soepaja djangan dia-orang masoek dalem tempat sangsara ini.quot; Maka kata Ibrahim padanja: âAdalah pada dia-orang kitab Moesa dan segala nabi-nabi, bijarlah dia-orang mendengar aken perkatailn-nja.quot; Maka katanja orang kaja: âDjangan bagitoe Bapa Ibrahim, melainken kaloe kiranja saorang dari pada orang-orang mati pergi kapadanja, tantoe dia-orang bertobat.quot; Tetapi kata Ibrahim: âDjikaloe dia-orang tiada maoe mendengar akan perkataiin Moesa dan nabi-nabi itoe, tra-nanti dia-orang pertjaja kaloe dia di kasieb inget sama saorang jang bangoen dari kamatian.quot;
19. Goesti Jesoes sobatiija anak-anak.
{Matt. 18. Mark. 10).
1. Pada soewatoe hari menghadeplah segala sachabat-sachabat kahadepan Goesti Jesoes dengan katanja: âSiapakah jang ter-lebieh besar dalem karadjaan soerga?quot; â Maka di panggil sama Goesti saorang anak-anak ketjil, lantas di taroehnja sama dia pada sama tengah dia-orang, serta katanja: âSasoenggoehnja akoe berkata padamoe, kaloe tiada kamoe berobab mendjadi
223
seperti annk-anak, maka sekali-kali tiada dapet kamoe masoek kadalem karadjaan soerga. Barang siapa merendaliken dirinja seperti anak-anak ini, maka dia djoega jang terlebieh besar dalem karadjaan soerga. Maka barang siapa jang menarima saorang anak-anak ;,ang seperti ini, sebab namakoe, maka dia-itoe tarima sama akoe. Baik-baik! Djangan kamoe meutjelaken barang saorang dari pada jang ketjil-ketjil ini sebab akoe ber-kata padamoe: Malaïkatnja anak-anak itoe tiada berhenti-berhenti melihat moekanja Bapakoe jang dalem soerga.quot;
2. Di tjeritaken pada lain bari adalah beberapa anak-anak ketjil di bawa kahadepan Goesti, soepaja anak-anak itoe masing-masing di rabah sama Goesti dan di berkatinja; tetapi sachabat-sachabatnja poen melarangken orang jang membawa anak-anak itoe. Serta Goesti melihat itoe, maka Goesti djadi nuirah sekali, serta berkata pada dia-orang: âBijarkenlah anak-anak itoe dateng kapadakoe, djanganlah di ganggoe! Karna orang jang sebaginilah mempoenjaï karadjaan Allali. Maka sasoenggoebnja akoe berkata
Ã'24
padamoe: âBarang siapa tiada inenarima karadjaan Allah, seperti anak ketjil, inaka tantoe dia tra nanti masoek kadalemnja.quot; Maka tatkala itoe djoega di peloek sama Goesti aken sogala anak-anak itoe dan di toempangi tangan di atasnja, serta dengau di beikati.
20. Peroepamaiin orsuig Samaria jang berkasielian, dan saorang hamba jang tiada bersajaiig-sajaugan.
(Loek. 10. Matth. 18.)
1. Adalali pada soewatoe hari saorang oelama Toret bediri maoe mentjobaï sama Goesti, katanja: âGoeroe, apakah patoet saja pei'boewat soepaja saja dapet kaïndoepan jang kekal ?quot; Maka kata Goesti padanja: âAda tersoerat apa dalem Toret? Bageimana kowe batja?quot; Maka sahoetlah oelama itoe, katanja: âPatoet kamoe tjinta aken Toehan Allahmoe dengan saboelat-boelat hatimoe, dan dengan sagenap djiwamoe, dan dengan sakoewat-koewatmoe, dan dengan segala boedimoe; dan patoet kamoe tjinta aken samamoe manoesia seperti tjintamoe aken dirimoe sendiri.quot; â Maka kata Goesti; âSahoetmoe itoe betoel; boewatlah bagitoe, maka kowe nanti hidoep.quot; â Tetapi sebab orang itoe maoe membetoelken dirinja; maka dia berkata kapada Goesti: âSiapakali samakoe manoesia itoe?quot; â Maka sahoetlah Goesti dengan mentjeritaken hikajat orang jang di bawah ini:
âAdalali saorang anoe, koetika toeroen dari Jeroezalem ka-Jericho, maka tjelaka dia di langgar sama orang bega! di djalan; maka di rampas pakejannja dan di loekaïnja, lantas pergilah dia-orang, di tinggalkennja sama dia separo mati. Maka kabe-toelan saorang imam toeroen dari itoe djalan djoega; tetapi serta meliliat orang jang sakit itoe, lantas menjimpanglah dia dari hadepannja. Maka bagitoe djoega saorang Lewi jang li wat pada
225
djalan itoe. Keraoedian saorang Samaria dalem perdjalanannja dateng di dekatnja orang itoe; maka serta dia melihat sama orang tjelaka itoe, maka dia berkasielian dalem hatinja. Maka dia mendapetken orang itoe, lantas di bebetnja loeka-loekanja, di taroehkennja miajak dan ajer-anggoer, lautas di naïkkennja sama dia kaatas toenggangaunja seudiri, di bawanja ka-dalem roemah pasewan, serta dengan di rawatinja sendiii. Maka pada liari besoek paginja dia masoek berangkat, dia kasieli oewang
sama orang jang poenja roemali pasewan, doewa dinar banjak-nja, serta pesennja: Ivawati baik-baik sama dia, kaloe oewang doewa dinar ini tidak tjoekoep boewat belandja, nanti kapan saja keinbaii saja kasieli tambah padamoe. â Maka sekarang pada sangkamoe, jang inanakaii dalem katiga orang ini sama manoesia kapada orang jang di begal itoe?quot; â .Maka saboetlab jang di tanjaï: âOrang jang menoendjoekken kasieiian kapadanja itoelah.quot; â Maka kata Goesti kapadanja: âPergilah kowe, per-boewatlab bagitoe djoega.quot;
15
226
2. Adapoen apa kadjadiannja bamba jang tiada bersajang-sajang-an itoe di njataken sama Goesti dengan peroepamaan jang di bawab lui; âKaradjaan soerga itoe di oepamaken saorang jaag maoe itoong-itoongnn sama hamba-hambanja. Serta bharoe di moelaïnja itoeiig-itoengan, maka di bawa saorang kapadnnja jang ada bcrhootang anem poeloeb djoeta dinar. Maka sebab trada poouja boewat bajar, maka toewannja kasieh parentah, bijar dia di djoewal beserta anak bininja, dan barang-barangnja seiuoewa, di kerdja bajar lioetangnja. Maka sembah soedjoediah bamba itoe padanja, dengan katanja: âJa Toewan, sabarlab! Maka bamba nanti membajar semoewanja.quot; Maka sebab bati toewan tergerak dari kasieban aken orang itoe, maka di iepaskennja dia dan di maafkeanja boetangnja.
Herta orang itoe bharoe kaloewar lantas bertemoelaii dia dengan saorang temennja jang ada berboetang padanja seratoes dinar, maka di tangkepnja aken dia serta di tjekek lebernja, katanja: âBajarlab boetangmoe padakoe.quot; â Maka menjembablab temennja itoe di kakinja serta meminta padanja, katanja: âSabarlab, maka saja nanti membajar semoewanja!quot; â Tetapi dia tidak maoe sabar, melainkca pergilah dia, memboewang temennja ka-dalem pendjara dengaa djandjinja, sampei soedab loenas boetangnja.
Maka serta di libat segala temennja aken perkara jang bagitoe roepa, maka terlaloe soesab hatinja, lantas pergilab dia-orang se-kalian kapada toewannja, menjataken apa jang soedab djadi itoe. Habis bagitoe toewanaja soeroeli panggil bamba jaag tiada bersa-jaag-sajangan itoe, serta bcrkata padanja: âHei bamba jang dj ab at, boetangmoe itoe semoewanja koe-maai'ken, sebab kowe meminta padakoe. Boekaakab patoet kowe djoega mengasiebaaken aken temeamoe seperti akoe soedab mengasiebankea kowe. Maka marab-lab toewannja itoe, serta di serabkennja dia kapada kapala pendjara, sampei soedab di bajarnja locnas aken boetangnja semoewanja.
Bagitoelab djoega perboewatan Bapakoe jang ada di soerga, kaloe tiada dengan soeaggotdi bati masing-masing kamoe me-ngampoeni kasalaban soedaramoe.
227
21. Peroepaniaün dari hal sembalijaug: dan peroepamaan dari hal hati jang: rendah.
{Loek. 18. Matth. 23. Mark. 12).
Maka di kataken Goesti soewatoe peroepamaan lagi kapada dia-orang, menjataken patoetlah orang selaloe dalem sembah-jang, djangan sampei bennales.
Katanja: âAdalah dalem soewatoe negri saoraug djaksa, jaug tiada takoet akeu Allah dan tiada perdoelikeu sebarang orang. Maka dalem negri itoepoen adalah saorang perampoewan djanda, maka ija-itoe dateuglah mengiiadep kapada djaksa itoe, meuga-doeken perkaranja dengan minta adil; tetapi beberapa lamanja tiada djaksa maoe perdoeliken si djanda itoe. Kemoedian ber-pikirlah dia dalem hatinja: âMaskipoen akoe tiada takoet aken Allah dan tiada perdoeli sama satoe orang djoega; tetapi sebab orang perampoewan djanda ini menjocsahken akoe, maoe meuga-dilli djoega, asal djangau dia lagi-Iagi dateng mendjadiken soesah-koe.quot; â Maka kata Goesti: âDengarlah barang jang di kataken hakim jang tiada adil itoe. Maka boekankah di betoelken Allah aken orang pilihannja sendiri jang meminta aken Dia pada sijang dan malem, maskipoen di sabarkennja aken dia-orang? Akoe berkata padamoe: Allah nanti membetoelken dia-orang dengan lekas.quot;
2. Maka di kataken Goesti soewatoe peroepamaan lagi kapada orang jang sangkaken dirinja sendiri betoel, tetapi jang mentjela sama orang lain, katanja: âAdalah doewa orang masoek kadalem mesdjid maoe sembahjang; jang saorang orang Farisi, dan jang lain orang pemoengoet tjoekei. Maka orang Farisi itoe berdiri serta sembahjang dalem dirinja, bagini: âJa Allah, hamba me-ngoetjap sjoekoer kapada Toehan; sebab hamba ini tiada sama dengan orang-orang itoe, ija-itoe seperti orang penjamoen, orang penganiaja, orang persoendelan atawa orang pemoengoet tjoekei
ini djoegii. Hamba poewasa doewa kali dalem satoe dominggoe dan liamba kasieli saperpoeloelinja dari segala jang saja ampoe-nja!quot; Maka orang jaug memoengoet tjoekei itoe berdiri djaoeh-djaoeh, sahingga niengangkat matanja ka-langit poen tiada dia maoe, melainken dia poekoel-poekoel dadanja, katanja: flJa Allah, kasiehanken sama hamba saorang berdosa!quot; Maka akoe berkata padamoe, orang inilah poelang karoemalmja dengan lt;li betoclken terlebieh dari pada orang Farisi it;oe, karna barang siapa mem-besarken dirinja ija-itoe nanti di rendahken, dan orang jang merendahken dirinja, ija-itoe nanti di besarken.quot;
3. Bageimana Groesti poenja pendapetan di atas kalakoewan orang Parisi dan segala oelama itoe, ternjatalah dari pada pengadjarannja jang di bawali ini:
âOelama-oelama dan orang Farisi itoe ada doedoek di atas kadoedoekan nabi Moesa. Sebab itoe semoewanja, jang di soe-roehkennja kapadamoe soepaja di toeroet, maka itoe mesti kamoe toeroet dan berboewat itoe; tetapi djanganlah menoeroet kala-koewannja. Maka dia-orang soeka doedoek pada tempat jang di atas dalem perdjamoewan, dan pada kadoedoekan jang moelia-moelia dalem mesdjid, dan soeka dia-orang di kasieh tabik di pasar-pasar, serta di panggil goeroe-goeroe; tetapi djanganlah kamoe ini di namaï goeroe, karna goeroemoe tjoema satoe, ija-itoe Kristoes, maka kamoe samoewa soedaralah, melainken jang terlebieh besar di antara kamoe itoelah patoet mendjadi ham-bamoe.quot;
4. Kemoedian dari pada itoe, maka doedoeklah Goestl menghadep peti-sidekah, ija-itoe tempat oewang sidekaiinja segala orang jang oeroen boewat membaïki mesdjid. ])i sitoe Goesti meliliat bageimana orang-orang itoe memasoekken oewang, dan beberapa orang kaja memasoekken banjak dalemnja. Maka datonglah saorang perampoewan djanda jang miskin, memasoekken oewang igaran doewa bidji. Goesti lantas memanggil sachabatnja, katanja: âSasoenggoehnja akoe berkata padamoe, djanda meskin itoe memasoekken oewang kadalem peti sidekah itoe lebieh banjak dari pada segala orang jang memasoekken, sebab orang banjak
229
itoe momasoekken dari pada kalobiehannja; tetapi djanda meskin itoe soedali memasoekken semoewa jang dia ada, sahingga scgala penghidoepannja.
22. IVnigakoewan l'etroes. â Gocsli Jcsocs berobah roepan ja.
{Matth. 16, 17).
1. Tatkala Goesti soedah sampei kapada djadjahan ncgri Kesaria Filippi, rnaka bertanjnlah Goesti kapada saehabat-sacliabatnja: âOrang-orang bilang apa dari Poetra-manoesia, siapa itoe pada sangka orang?quot; â Maka saiioetlah dia-orang: âSa-tengah orang kata nabi Johannes Pembaptis, dan kata satengah orang Eiia, dan jang lain lagi berkara Jeremia atavva salah satoe dari segala nabi-nabi.quot;
Maka kata Goesti kapada dia-orang: âTetapi kaloe kamoe pada sangkamoe siapakah akoe ini?quot; â Maka saiioetlah Simon Petroes: âGoesti ini sang Kristoes Anak Allah jang hidoep itoe!quot; â Maka kata Goesti padanja: âSalametlah kowe, hei Simon, anak Joenas, sebab boekannja darah daging jang menjataken itoe pa-damoe, melainken Bapakoe dl soerga.quot;
Maka dari pada koetika itoe, bharoelah Goesti moelaï menjataken kapada sachabat-sachabatnja: Tra-dapet tiada Goesti pergi ka-negri Jeroezalem aken merasaï banjak sangsara dari pada orang-orang pinitoewa, dan kapala-kapala imam, dan oelama-oelama, dan lagi di bocnoeb mati dan di bangoenken lagi pada hari jang katiga.
2. Maka kemoedian dari pada anem hari lamanja Goesti mombawa sertanja tiga orang sachabatnja, ija-itoe Petroes dan Jakoboes dan Johannes, di bawanja naïk kaiitas goenoeng jang tinggi, maoc sembahjang. Maka tengah sembahjang Goesti bero-
230
bahlah roepanja di liadepan dia-orang, maka berkilaplah moc-kanja seperti tjehaja matahari, dan pakejannja poen poetiehlah seperti saldjoo adanja.
Maka sasoenggoelmja adalali doewa orang jaug berkata-kata dengan Dia, ija-itoe nabi Moesa dan nabi Elia, jang kalihatan dengan kamoeliaannja, berbitjara aken hal keniatiannja Goesti jang nanti djadi di negri Jeroezalem.
Tatkala itoe Petroos bescrta temcnnja itoe sangetlah mengan-toek; serta dia-orang bangoen, maka di lihatnja kamoeliaan Goesti dan kadoewa orang tadi, jang berdiri dengan Dia. Maka beikatalah Petroes kapada Goesti: âGoesti baiklah kita tinggal di sini. Djikaloe Goesti soeka, kita berJiriken tiga pondok, satoe kapada Goesti, satoe kapada Moesa, satoe kapada Elia. Maka simantara dia berkata bagitoe, datenglah soewatoc mega, menibajangi dia-orang. Maka kaloewarlah soewara dari pada mega itoe, mengataken: â1 n i 1 a h a n a k k o e j a u g k e k a s i e h, jang Akoc senengi, dengarlah sama dia.quot; â Herta
231
dengan soewara Hoe, sachabatnja soedjoedlah sampei moekanja di tan all; terlaloe takoetnja. Maka Goesti datcug dan merabah sama dia-oraug, katanja: âBangoenlah dan djangan takoet.quot; Maka kapan dia-orang liliat kaatas, trada satoe orang kalihatan nielainken Goesti Jesoes sendiri. Maka samantara dia-orang toeroen dari goe-noeng, Goesti pesen sama dia-orang: âT)jangan kamoe tjerita-tjerita sama satoe orang dari perkara pangliliatan ini, sabeloemnja Anak manoesia soedah bangoen dari antara orang-orang mati.
23. Goesti Jesoes berdjalan lia-Bethauie sampei tiga kali.
(Loek. 10. Joh. 11, 12. Matth. 26.)
1. üi iringan goenoeng Zaïtoen adalah soewatoe doesoeu terse-boet Bethanie. Maka di sitoelah ada tinggal beroomab tiga orang bersoedara, bernama Lasaroes dan Martha dan Mariam, kati-ganja di. kasiebi sama Goesti; maka dari pada itoe seringkali Goesti dateug di sitoe.
Maka di tjeritaken pada soewatoe Itari Goesti dateng di sitoe, mendjadiken segala isi roemab itoe terlaloe soeka hatinja. Mariam itoe dateng doedoek di kaki Goesri mendengarken pengadjarannja. Tetapi Martha bersocsali-soesah dari sebab banjaklab pekerdjaan dalem meladenni Goesti. Maka datenglab dia mendapetken Goesti serta katanja: âJa Toeban, apa Toeban tiada memfikirken, saja meladenni sendiri. sebab itoe soeroebkenlab dia bertocloeng-toeloeng sama saja?quot; â Maka sahoet Goesti padanja: Martha, Martha, kowe ada koewatir dan soesab â dari beberapa-berapa perkara; tetapi tjoema satoe perkara jang bergoena; maka Mariam soedah memilih bhagian jang baik itoe, jang tiada bolih di rampas dari padanja.quot;
2. Tatkala Goesti berdjalan ka-.Teroezalem jang di belakang-kali, Goesti dapet kabar dari Bethanie mengataken: âGoesti,
232
tengoklah orang jang Groesti tjinta itoe sakit.quot; â Maka kapan Goesti dengar kabar itoe, lantas katanja: âPenjakit itoe tiada membawa kapada mati, melainken kapada kamoeliaan Allah, soepaja Anak Allah itoe di permoeliaken dari sebabnja.quot; â Habis bagitoc maka Goesti tinggallah lagi doewa hari di sitoe.
Kemoedian dari pada itoe, berkatalah Goesti kapada sachabat-sachabatnja: âSobat kita Lasaroes itoe tertidoerlah dia, tetapi akoe pergi membangoenken dia.quot; ââ Maka kata sachabat-sacha-batnja: âGoesti djikaloe dia tidoer pesti dia djadi baik.quot; â Maka Goesti soedah berkata dari perkara matinja; tetapi dia orang sangkaken Goesti berkata dari perkara tidoer. Maka tat-kala itoe Goesti berkata pada dia-orang troes trang: âLasaroes itoe soedah mati; tetapi marilah kita pergi kapadanja.quot; â Maka kata Thomas kapada moerid-moerid, kawannja: âMarilah, kita-poen pergi, bijarlah kita mati sertanja.quot;
Dari sebab Betbanie deket di Jeroesalem adanja, maka banjak orang Jalioedi dateng kapada Martha dan Mariun, aken meng-hiboerken dia-orang, karna kamatian soedaranja. Maka serta Martha dengar Goesti ada dateng lantas pergilah dia bertemoe sama Goesti serta katanja: âJa Goesti, tjoba Goesti ada di sini, tentoe soedara saja tiada sampei mati.quot; â Maka kata Goesti padanja: âSoedaramoe nanti bangoen kembali.quot; â Maka sahoet Martha kapada Goesti: âTaiioelah saja, dia nanti bangoen besoek kijamat pada hari penghabisan.quot; â Maka kata Goesti padanja: âAkoe inilah kiamat dan kahidoepan; maka barang siapa jang pertjaja sama akoe, dia nanti liidoep, maskipoen dia soedah mati. Dan barang siapa jang liidoep serta pertjaja sama akoe, tiada dia nanti mati, baik di doeuia, baik di acherat. Apa kowe pertjaja itoe?quot; â Maka sahoetlah Martha: âBetoel Goesti, saja pertjaja jang Toelian ini Kristos Anak Allah, jang dateng kadalem doenia itoe.quot;
Serta soeda dia berkata bagitoe, maka dia pergi memanggil Mariam, soedaranja itoe diam-diam, katanja: âGoeroe soedah dateng.quot; Maka kapan Mariam dengar itoe lekas dia bangoen dan pergi mendapetken Goesti; maka soedjoetlah dia pada
233
kakinja serta berkata padanja: âJa Goesti, tjoba Goesti ada di sini, tentoe soedara saja tiada sampei mati.quot;
Maka tatkala Goesti melihafc Mariani menangis, dan orang Jahoedi jaag dateult;? sertanja itoepoen menangis, lantas hanfjoer-lah hatinja dan sanget doeka tjitanja, serta bertanja: âüi manakah kamoe taroeh sama dia?quot; â Maka kata dia-oiang: âGoesti, marilah lihat!quot; â Maka Goesti Jesoes ineaangislali. Maka kata orang Jahoedi itoe; âLihatlali, bageiniana tjiiitanja sama dia!quot;
Maka pergilah (ioesti kakoeboer itoe; maka adalah koeboer itoe soewatoe goeha, dan ada soewatoe batoe tertaroeh di hadepan piutoenja. Maka kata Goesti: âLaloekenlah batoe itoo.quot; â Maka katalah Mariani itoe: âGoesti, sekarang soedali berbaoe, karna soedah ampat hari lamanja.quot; â Maka sahoetlah Goesti; âBoekan akoe berkata padamoe, asal kowe pertjaja, maka kowe nanti melihat kamoeliaan Allah quot; â Maka batoe itoe lantas di laloeken dari pada tempat orang mati itoe.
Maka Goesti mengangkat matauja kaatas serta katanja: âJa Bapa, akoe mengoetjap sjoekoèr padamoe; sebab Bapa soedah menarima permintaankoe. Maka akoe tahoe salamanja Bapa menarima permintaankoe, tetapi sebab orang jang berdiri koeli-ling, maka akoe mengataken ini, soepaja dia-orang pertjajalah jang Bapa soedah mengoetoes akoe.quot; â Serta soedah berkata bngini, panggillah Dia dengan soewara jang njaring, katanja: âHei Lasaroes, kaloewarlah kowe!quot; â Maka kaloewarlah orang jaug soedah mati itoe, kaki tangannja teriket dengan kain kafan, dan moekanja poen terboengkoes dengan sapoetangan. Maka kata Goesti kapada dia-orang: âLepaskenlah itoe bijarlah dia pergi.quot; â Maka banjaklah dari pada oraug Jahoedi jang dateng mendapetken Mariani, itoepoen pertjajalah sama Goesti, kapan di lihatnja apa jang di perboewat sama Goesti. Tetapi pang-hoeloe-panghoeloe imam dan orang-orang Parisi itoe berhim-poenlah aken bermoeafakat bageimana dia-orang nanti memboe-noeh sama Goesti.
3. Maka anem hari sabeloemnja hari besar Paska, datenglah
234
Goesti di Bethanie lagi, raaka di sitoe dia-orang sediaken kapada Groesti soewatoe perdjamoewan malem di roemahnja Simon jang sakit koesta itoe. Maka Martha jang meladenni; dan Lasaroes djoega toeroet doedoek bersama-sama dengan Goesti. Maka da-tenglah Mariam meinbawa satoe kati minjak wangi nardoes jang toelen dan besar harganja, lantas di toewangkennja pada kaki Goesti, dan di sapoenja dengen ramboetnja, maka dalem roemah penoehlah baoenja minjak jang havoem itoe. Maka katalah sa-orang dari pada moerid-moerid Goesti, ija-itoe Joedas Iskariot, baginilali katanja: âMengapa minjak wangi ini tida di djoewal dengan tiga ratoes dinar, dan oewangnja di kasiehken pada orang miskin.quot; â Maka dia berkata bagitoe, boekan dari sebab dia sajangken orang miskin, melainken sebab dia pentjoeri; sandeinja minjak itoe di djoewal, tantoe oewangnja di terimaken kapada Joedas, sebab dia di pertjaja memegang oewang sidekah. Maka kata Goesti: âKenapa kowe menjoesahken sama peram-poewan ini, sedeng dia soedah memboewat kebaïkan sama fkoe? Karna orang miskin itoe selaloe ada beserta dengen kamoe; tetapi akoe ini tiada selaloe beserta dengan kamoe. Maka peram-poewan ini socdah berboewat sabolih-bolihnja dia soedah dateng lebieh dhoeloe toewang minjak wangi pada badankoe, sabeloem-nja akoe di koeboerken. Soenggoeli akoe berkata padamoe: Barang di mana Indjil di kabarkcn berkoeliling doenia ini, maka di sitoepoeu nanti di tjeritaken barang perboewatan perampoewan ini aken soewatoe peringetan sama dia.quot;
24. Goesti Jesoes naïk koeldi masoek ka-uegri Jeroezalein, teriring orang banjak.
(Matth. 21 â Loek. 19.)
1. Pada hari besoek paginja maka berdjalanlah Goesti dari Bethanie ka-Jeroezalem, liwat doesoen Betbt'age. Maka kapan Goesti soedah sampoi deket di doeson Bethfage itoe, lantas dia
235
soeroehten doowa orang moeridnja, serta berkata kapadanja: âPergilah ka-doesoen jang di hadepanmoe; lantas kamoe nanti mendapet saëkor koeldi perampoewan jang teriket, beserta dengan anaknja, boekaï talinja, bawa dia kamari Maka kaloe orang jang ampoenji dia berkata: âMengapa kowe boeka talinja koeldi itoe, baik kamoe menjalioet jang Goesti perloe pakei dia, maka sabentar djoega dia nanti kirim koeldi itoe.quot; â Maka
pergilah moeridnja, liabis berboewat bageimana Goesti soedah pesen, maka di taroehkennja pakejannja di atas koeldi, lantas Goesti di naïkken atasnja. Maka ini semoewa soedah djadi soepaja di genepi barang jang di kataken Nabi, katanja, âKatakenlah kapa Poetri Sion: Lihatlah lladjamoe dateng kapa-damoe dengan haloes hatinja, menoenggangi saëkor koeldi perampoewan beserta anaknja.quot;
Maka scdeng Goesti bordjalan, banjak orang membentangken pakejannja di djalan, dan ada jang potong tangkei-tangkei dari pohoeu dan menghamparken dia di djalan. Maka segala orang
236
jang mengiring tli hadepan dan di belakang bersoerak-soerak, katanja: âHosana Anak Dawoed! Salamet Dia jang dateng dengaii nama Malia Toehan! Hosana dalem tempat jang tinggi!quot; â ïetapi orang Farisi itoe bevkata satoe sama lain: âApa kowe tiada melibat jang perkara ini tiada bolih di toeloeng lagi? Orang di antero doenia mengikoet sama dia.quot;
2. Maka kapan Goesti dateng deket di Jeroezalem dan mena-ngisi dia dengan katanja: BWai, djikaloe kowe mengatahoewi apa jang bolih mendjadiken salametmoe, maskipoen pada harimoe ini djoega, tetapi sekarang ija-itoe tcrtoetoep dari pada matamoe. Karna nauli ada hari dateng atasmoe, kapan moesoehmoe berdiriken benteng koelilingmoe, serta inengepoeng sama kowe dan menjesakken kowe dari mana-mana; maka kowe nanti di bikin sama rata dengan tanali; maka dalemmoe tiada nanti di tinggalkennja batoe bersoesoen di atas batoe, sebab kowe tiada mengatahoewi aken waktoe pertemoewanmoe.
3. Maka kapan Goesti masoek ka-dalem kota, maka sagenep isi negri djadi roesoeli tergerak; mengataken: âSiapatah ini.'1quot; ⢠Maka sahoctlah orang banjak: âIja inilah Jesoes nabi dari Nazareth di tanah Gal ilea.quot;
ITabis bagitoe Goesti masoek ka-dalem mesdjid, lantas mengoesir segala orang jang djoewal-beli, dan membalikken medjanja orang perejalan dan koersinja orang jang djoewal boeroeng dara, maka kata Goesti kapadanja: âAdalah tersoerat: Roehmahkoe nanti di seboet rocinah-sembahjang , tetapi kamoe djadiken dia goha pemboenoeh.quot;
Serta kapala-kapala imam dan ketib-ketib mendengar anak-anak bersoerak-soerak dalem mesdjid boeninja: âHosana Anak Dawoed!quot; lantas dia-oraug djadi terlaloe marah; dan berkata kapada Toehan: âApakah Toehan dengar ini anak-anak bagei-nuuia soeraknja?quot; â Maka kata Goesti kapadanja:. âDengar djoega; balik kamoe poeu apa beloem tahoe membatja: Dari moeloet anak ketjil dan anak penjoesoe Toehan soedah sediaken poedji-poedjiau?quot; â Maka kaloewarlah Goesti dari kota itoe, pergilah ka-Bethanie dan bermalem di sana.
237
4. Maka pada pagi-pagi hari kapan Goesti baük kenibaü ka-kota, maka berlaperlah Dia. Lantas (ioesti melihat sabatang pohoen ara di pinggir djalan; serta pergi ka-sana tidak men-dapet satoe apa sama dia, inelainkeji daoen sadja, karna beloem moesiniuja boewali-boewali ara. Maka Goeamp;ti berkata kapada polioen itoe: âDari padamoe djangan kaloewar boewah lagi sampei salama-lamanja!quot; Maka pada sabentar djoega pohoen ara itoe djadi kering sahingga akarnja sekali. Maka pohoen ara ini ibarat bangsa Jahoedi, niaskipoen di piara kaja apa, kaloewar daoen sadja.
25. Porooitniiiaiin oraiiir janir monjewa kolgt;oii-anirgoer; dan |)eroe]iitiiiaaii pcrdjamoewan lgt;esar.
{Matth. 21. Lock. U. Matlh. 23.)
1. 1'ada soewatoe bar! adalah Goesti di negri Jeroezalem, berkata-kata kapada orang banjak; maka kapala-kapala imam dan orang Farisi djoega banjak jang dengar-dengarken ; baginilali perkataan Goesti: âAdalah saorang toewan roemali, dia meinboewat kebon-anggoer, dan berdiriken pager berkoelilingnja, dan dia menggali soewatoe tempat boewat peres anggoer di dalemnja, dan dia bikin soewatoe panggoeng; kemoedian di sewakennja kebon itoe kapada orang tanem, lantas berangkatlah dia ka-lain negri jang djaoeli. Maka kapan moesiin boewah soedah dateng, maka di soeroelikennja liamba-hainbanja pergi kapada orang tanem itoe, boewat tarima boewalinja. Maka orang tanem lantas tangkep hamba-liamba itoe; saorang di paloenja dan saorang di boenoelinja dan saorang di lemparkennja dengan batoe. Kemoedian dia soeroeb lagi hamba-liamba jang lebieli banjak dari jang bermoela; tetapi itoepoen di perboewat sama orang tanem, seperd jang dhoeloe djoega. Maka di belakangkali adalah toewan itoe
238
luenjoeroehkeu anaknja laki-laki, katanja: âDia-orang nanti endali-ken anakkoe.quot; Tetapi kapan dia-orang melihat anaknja dateng, maka berkatalah dia-orang satoe sama lain: âInilah warisnja, marilah, kita boenoehken dia dan menahanken poesakanja.quot; Maka di tangkepnja aken dia di boewangkennja kaioewar kebon-ang-goer, lantas di boenoehnja aken dia. Sekarang kapan toewannja kebon-anggoer dateng, dia nanti boewat apa sama orang tanem itoe?quot; â Maka salioet dia-orang kapada Goesti: âTra-bolih tidak nanti di boenoehkennja orang-orang djahat itoe, dan kebon-ang-goer itoepoen nanti di sewakennja kapada orang tanem jang lain, jang kasieh boewahnja kapadanja pada saben-saben moe-sininja.quot; â Maka kata Goesti kapada dia-orang: âSebab itoe akoe berkata padamoe jang karadjaan Allah nanti di ambil dari padamoe, serta di kasiehken kapada soewatoe bangsa jang mengloewarken boewah-boewahnja.quot;
2. Maka pada hari Sabat Goesti di panggil makan roti di roemah saorang panghoeloe orang Farisi; maka dia-orang mendja-gaï sama Goesti. Maka kata Goesti kapada orang, jang soedah panggil sama Dia: âKaloe kowe memboewat perdjamoewan, djangan kowe panggil sobat-sobatmoe atawa soedaramoe, atawa orang tetauggamoe jang kaja-kaja, soepaja dia-orang panggil sama kowe djoega, serta membales sama kowe; lebieli baik panggil orang meskin dan jang roesak badan, dan orang jang pintjang dan jang boeta; maka kowe nanti salamet; sebab dia-orang tidak poenja boewat bales, melaïnken kowe nanti di bales pada waktoe segala orang benar di bangoenken. Serta saorang jang toeroet doedoek makan, mendengar perkara ini, maka berkatalah dia kapada Goesti: âSalametlah orang jang d. djamoeï dalem karadjaan Allah!quot;
Tetapi kata Goesti kapada orang itoe: âAda saorang anoe memboewat soewatoe perdjamoewan jang besar, dan dia panggil banjak orang. Maka pada waktoe makan, di soeroehkennja ham-banja mengataken kapada orang jang di panggil itoe: âMarilah, sebab segala perkara soedah sedia.quot; Maka dia-orang semoewa dengan satoe hati, moelaï minta maat. Kata jang satoe: âSaja
soedah beli sapotong tanah, patoet saja pergi melihatken dia, sebab itoelah saja niiuta maaf.quot; Maka kata Jang lain lagi: âSaja soedaii membeli sapi lima pasang, saja uiaoe pergi mentjoba sama dia, maka sebab itoelah saja aiinta maaf.quot; Maka jang lain lagi berkata: âSaja bharoe kawin, maka dari sebab itoelah saja tra-bolih dateng.quot; Maka kapan bamba itoe balik kembali, dia kasieh tahoe segala perkara iui kapada toewannja. Maka marah-lali toewan jang ampoenja roemah itoe, lantas berkata kapada baiubanja: âPergilali lekas di loeroeng-loeroeng dan di kampoeug-kampoeug; bawa kamari segala orang miskin dan orang jang roesak badannja dan jang piutjang dan boeta.quot; Maka hamba itoe sasoedahnja dia berboewat seperti parentah toewannja, maka dia berkata: âToewan, soedah djadi seperti parentahinoe, tetapi masieh ada tempat lebieh, koerang orang.quot; Maka kata toewan itoe kapada hambanja: âPergilah kowe di djalan besar dan di kampoeng-kampceng, dan adjaklah dia-orang masoek, soepaja roemahkoe djadi penoeh. Karna akoe berkata kapadamoe, jang dari pada segala orang jang di panggil tadi-tadinja, saorang poen tra-nanti tjoba perdjamoewankoe ini.quot;
2(5. Pengadjiiran Goesti Jesoes dari hal Zaiiian pengliabisan.
{Matth. 24. Loek. 21).
1. Pada soewatoe hari Goesti kabetoelan kaloewar dari raesdjid di Jeroezalem; maka datenglah moerid-moeridnja menoendjoek-ken kapadanja segala perboewatan mesdjid itoe, bagoes bagoes dia dengan perhiasan dari pada batoe-batoe dan hadijah jang endah-endah. Maka Goesti berkata kapada dia-orang: âSoenggoeh akoe berkata kapadamoe, di sitoe satoe batoe tidak di tinggalken tersoesoen di atas batoe jang lain, senioewa nanti di rombak.
Maka kapan kamoe nanti melihat negri Jeroezalem di kepoeng
240
saniii bala berperang, maka ija-itoe soewatoe tanda tempo ka-roesakannja soedah liampii- deket. Maka pada itoe tempo orang jang ada di tanah Joedea, bijar lari ka-goenoeng; karna itoelah djadi bari pembalesan, soepaja geneplah segala perkara jang soedah tersoerat itoe. Tetapi tjelaka orang boenting dan jang menjoesoeï anak kapan hari itoe; karna nanti ada kasoesahan besar dalem negri itoe, dan marali atas bangsa ini. Maka dia-orang aken mati di makau pedang, dan aken di boewang di antara segala bangsa; maka Jeroezalem aken di indjak-indjak orang kapir, sampei soedah geneplah temponjna orang kapir itoe.
2. Maka kapan Groesti doedoek di atas goenoeng Zaïtoen, ada-lah moeridnja dateng minta katerangan kapada Goesti, katanja: âKaloe soeka, katalah kapada kita-orang apatah tanda kada-tengan Goesti, dan tanda penghabisan doenia?quot; â Maka kata Goesti: âIngetlah baik-baik, djangan kamoe di tipoe orang; karna banjak orang aken dateng dengan membawa Namakoe, katanja: âAkoe ini Kristoesquot;, dan dia-orang nanti menipoe banjak orang. Kamoe aken mendengar dari hal paperangan dan kabar papera-ngan, karna bangsa aken melawan bangsa, dan karadjaan aken melawan karadjaan, dan aken mendjadi kalaperan pada beberapa teinpatnja, dan penjakit sampar, dan lindoe pada beberapa tem-patnja. Maka pada waktoe itoe dia-orang menjerahker. kamoe aken di aniaja dan memboenoeh kamoe. Maka pada masa itoe banjak orang djadi sakit hati, dan serahken satoe sama lain, dan membentji satoe sama lain. Tetapi barang siapa jang ting-gal tetop sampei kapada kasoedahan, dialah aken mendapet saiamet!quot;
âMaka Indjil karadjaan ini aken di kabarken dalem antero doenia aken soewatoe kasaksian boewat segala bangsa; kemoe-dian dari pada itoe aken dateng penghabisan. Karna pada masa itoe aken djadi kasoesahan besar, sebageimana beloem tahoe ada dari pada permoelaan doenia sampei sekarang ini; dan maskipoen pada kemoedian harinja tiada djadi sebagitoe. Maka kaloe pada tempo itoe barang saorang mengataken kapadamoe: Tengoklah Kristoes itoe ada di sini atawa di sana, djangan kamoe pertjaja.
241
Karna seperti kilat kaloewar dari sabelah timoer, serta berkilap sampei di sabelah barat, bagitoe djoega kapan datengnja Anak-manoesia. Karna barang di mana ada baugkei, di sama segala boeroeng nasar poen berkoempoel.
Maka kemoediaa dari pada hari kasoesaban itoe sabentar djoega inata-hari dan boelan poen aken djadi gelap, dan bintang-bintang poen aken goegoer dan segala kakoewatan di langit tergqjang-gojang. Maka pada masa itoelah aken kaliliatan tanda Anak-manoesia itoe di langit; dan pada waktoe itoe segala bangsa di atas boemi poen menangis, kapan dia-orang melihat Anak-manoesia itoe dateng di atas awan-awan di langit dengan koewasa dan kamoeliaan besar. Maka diapoen nanti soeroehken malaïkatnja dengan sangka-kala jang besar boeninja, aken mengoempoelken segala orang pilihannja dari keblat ampat dari pada satoe oedjoeng langit sampei satoe oedjoengnja. Tetapi dari datengnja hari atawa djam itoe saorangpoen tiada mengatahoewi, sahingga malaïkat dalem soerga poen tidak, melainken Bapakoe sendiri. Dari sebab itoe djagalah, karna tiada kamoe ketahoewi pada waktoe jang mana Goestimoe nanti dateng.
27. Peroepainaan prawau sapoeloeh; peroepaniailn doewit titipan dan perkataiiii Goesti Jesoes dari hal peugadilan hari kiamat.
{Matth. 25.)
1. Maka pada masa itoelah hal karadjaan soerga saoepama dengan sapoeloeh anak prawan, jang inengambil pelitanja, lantas kaloewar pergi bertemoe dengan penganten laki-laki. Maka adalah dalem dia-orang, lima orang jang pinter dan lima orang jang bodo. Jang bodo itoe membawa pelita, tiada dengan minjaknja, tetapi jang pinter membawa minjak dalem tempatnja
16
242
serfia dong.an pelitanja. Maka seden^ pongaten berlambat-lambat datengnja, niaka mengautoeklah dia-orang sekalian, lantas ter-tidoerlah.
Maka pada waktoe tengah malem kadengeranlah soewara bersoerak-soerak boeninja: âTengoklah! penganten ada dateng, kaloewarlah kamoe, bertemoe dengan dia.quot; Lantas baugoenlah segala anak prawan, sediaken pelitanja. Maka kata jang bodo itoe kapada jang pinter: âBhagikenlah minjakmoe i toe pad a kita, karna pelita kita maoe mati.quot; Tetapi jang pinter itoe menjahoet: âüjangan bagitoe, kaloe-kaloe tida tjoekoep boewat kita dan kainoe; terlebieh baïk kamoe pergi kapada orang jang djoewal, belikenlali aken dirimoe.quot;
âTetapi sedeng dia-orang pergi beli, maka penganton itoepoen datonglali; dan segala orang jang soedah sedia itoe masoeklah serta dengan dia ka-tempat perdjamoewan penganten itoe; lantas pintoenja di koentji. Habis bagitoe datenglab segala anak prawan jang lain, katanja: âïoewan! Toewan! Boekaken kita-orang!quot; Maka di sahoetnja: âSasoenggoehnja akoe berkata kapa-damoe tiada akoe kenal kamoe.quot; Sebab itoe patoetlah kamoe berdjaga-djaga. karna tiada kamoe ketahoewi barinja dan wak-toenja kapan Anak-manoesia dateng.quot;
2. âKarna adalah ija-itoc seperti saorang jang maoe berdjalan ka-negri jang djaoeb; maka dia panggil segala bambanja dan serahken kapadanja segala hartanja. Maka di kasiebkennja kapada saorang lima talenta, dan kapada saorang lain doewa talenta, dan kapada saorang lain satoe talenta, masing-masing toeroet tjakepnja; maka dengan sakoetika itoe djoega berJjalanlab dia. Maka orang jang soedah dapet lima talenta itoe dia bikin berdagang, dan dia beroentoeng lima talenta lagi. Bagitoe djoega orang jang soedah dapet doewa talenta itoe, dia djoega beroentoeng doewa talenta lagi. Tetapi orang jang soedah dapet satoe talenta, dia pergi menggali lobang di tanah, lantas di semboe-nikennja oewang toewannja itoe.
âSerta soedah beberapa latnanja, datenglab toewannja segala bamba itoe, lantas dia bitoeng-hitoengan dengan dia-orang. Maka
248
datenglah orang jmig di kasieh lima talenta, dengan kafanja: âJa Toewau, lima talenta soedah toewan titipkeu kapada hamba itoe, tengoklah, hamba mendapet oentoeng dari padanja lima talenta lagi.quot; Maka kata toewannja kapadanja: âHei hamba jang baïk dan satia, sebab satiamoe dalem perkara jang sedikit, maka kowe koe-djadiken kapala utay perkara jang banjak; masoeklah kowe dalem kasoekaan toewanmoe.quot; Maka orang jang soedah tarima doewa talenta datenglah djoega menghadep toewannja dengan menoendjoekken oentoengnja doewa talenta itoe. Maka toewannja berkata kapadanja bagitoe djoega. Tetapi orang jang soedah dapet satoe talenta, dia dateng djoega menghadep toewannja dengan katanja: âJa toewan, saja kenal sama toewan, jang toewan memang saorang keras hatinja; toewan maoe me-ngoendoeh di tempat jang tiada toewan sebari, serta toewau maoe koempoelken di mana tiada toewan siram. Maka hamba katakoetan, sahingga hamba semboeniken talenta toewan itoe dalem tanah; inilah poenjanja toewan!quot;
âïetapi toewannja menjahoet sama dia, katanja: âHei hamba jang djahat dan males! Tjoba akoe memang bagitoe, patoetlah kowe menaroehken oewangkoe di tempatnja toekang-parejalan, soepaja kapan akoe dateng, bolili akoe ambil kembali oewangkoe dengan anakannja. Sebab itoe ambillah dari padanja talenta satoe ini, kasiehkenlah dia kapada orang jang poenja sepoeloeh talenta. Karna barang siapa jang ada poenja, dialah nanti di kasieh kapadanja, sahingga dia ada terlaloe banjak; tetapi barang siapa jang tiada poenja, maka barang jang ada padanja itoe nanti di ambil djoega dari padanja. Boewanglah hamba jang tiada bergoena ini kadalem tempat jang terlaloe gelap; di sanalah ada tangis dan keretak gigi.quot;
3. âMaka kapan Anak-manoesia nanti dateng dengan kamoe-liaannja, dan segala malaïkatnja jang soetji itoe sertanja, maka pada waktoe itoe dia nanti doedoek di atas koersi kamoeliaannja, dan segala bangsa manoesia poen nanti di koempoelken kahade-pannja. Maka Dia nanti mentjereiken saorang dari pada saorang. Maka jang lakoe benar di taroehkennja pada kanannja, maka
244
jang lakoe djahat itoe di taroehkennja di kirinja. Tatkala itoe Radja aken bersabda kapada orang di kanannja. âMarilah kamoe jang di berkati Bapakoe, tarimalah poesaka karadjaan jang soedah di aediaken aken kamoe dar! pada permoelaan doenia; karna tatkala akoe laper, kamoe soedah kasieh makan, dan tatkala akoe beraoea kamoe soedah kasieh minoem, dan tatkala akoe saorang lain negri, kamoe soedah kasieh toempangan; tatkala akoe bertelandjang, kamoe kasieh pakejan, dan tatkala akoe sakit kamoe soedah dateng telek, dan tatkala akoe dalem pendjara, lantas kamoe dateng kapadakoe.quot; Habis bagitoe orang benar itoe nanti menjahoet katanja: âJa Groesti, tatkala apa orang ada menoeloeng Groesti kaja bagitoe roepa ?quot; Maka Radja itoe aken menjahoet kapada dia-orang: âSoenggoeh akoe berkata kapadamoe, saberapa kamoe soedah berboewat bagitoe kapada salah satoe soedarakoe jang paling ketjil ini, maka ija-itoe sama djoega seperti kamoe soedah berboewat itoe padakoe.quot;
âDan lagi pada waktoe itoe Radja aken bersabda kapada segala orang jang di sabelah kiri Baginda: âPergilah dari hade-pankoe, hei orang la'nat, masoeklah kadalem api jang kekal, jang soedah di sediaken kapada Iblis dan segala soeroehannja. Karna tatkala akoe laper, tiada kamoe kasieh makan padakoe; dan tatkala akoe beraoes tiada kamoe kasieh minoem padakoe; dan tatkala akoe saorang lain negri, tiada kamoe kasieh toempangan; akoe bertelandjang maka tiada kamoe kasieh pakejan padakoe; akoe sakit dan dalem pendjara tiada kamoe tilik akoe.quot; Maka dia-orang poen aken menjahoet: âJa Goesti, tatkala apa kita-orang melihat Goesti dalem kasoesahan bagitoe, maka tiada kita menoeloeng sama Goesti?quot; Maka pada waktoe itoe Radja aken menjahoet kapada dia-orang: âSasoenggoehnja akoe berkata kapadamoe, saberapa banjak kamoe tiada berboewat bagitoe aken saorang jang terketjil ini, maka ija-itoe sama djoega saperti kamoe tiada berboewat itoe padakoe.quot; Maka orang inilah aken masoek kadalem sangsara jang kekal; tetapi orang jang benar itoe kadalem kahidoepan jang kekal.quot;
245
28. Goesti Jesoes membasoeh kaki segala sachabntnja; lantas memboewat perdjamoewaii jaiiir soetji.
{Mark. 14, Matth. 26, Joh. 13, 15.)
1. Sasoedahnja Goesti poetoesken segala perkataan jarig terseboet di atas ini, maka berkatalah Dia kapada moerid-moeridnja: âKamoe soedalt tahoe lagi doewa hari ini ada Paska, maka Anak-manoesia itoe aken di serahken soepaja di salibken.quot; Maka pada koetika itoe berkoempoellah segala kapala-kapala imam dan ketib-ketib dan segala toewan-toewan kaoem aken berbitjara, dengan akal apa dia-orang nanti menangkep Goesti dan memboenoeh Dia. Maka datenglah kapadanja saorang dari pada kadoewa belas moerid itoe, jang bernama Joedas Iskariot, dengan katanja: âSaja jang serahken dia kapadamoe; kamoe maoe kasieh berapa pada saja!quot; Maka soekalah hatinja dia-orang dan berdjandji maoe kasieh kapadanja tiga poeloeh wang perak. Maka moelaï dari pada koetika itoe djoega Joedas mentjari waktoe jang baik, soepaja dia bolih nienjerabken Goesti.
Maka pada hari jang pertama dari pada hari raja roti jang tiada beragi, pada waktoe orang sembeleh Paska, berkatalah moerid-moeridnja kapada Goesti: âDi manakah Goesti maoe kita-orang sediaken, soepaja Goesti makan Paska itoe?quot; â Maka di soeroehkennja Petroes dan Johannes pergi ka-Jeroezalem, serta katanja: âPergilah kamoe masoek negri; maka di sana kamoe nanti bertemoe dengan saorang jang ada mengangkat soewatoe boejocnp' berisi ajer, ikoetlah sama dia sampei kadalem roemah di mana dia masoek; habis katakenlah kapada toewan-roemah itoe: Kata Goeroe, di manakah kamar makan, tempat akoe bolih makan Paska dengan moerid-moeridkoe ? Maka dia nanti toendjoekken kapadamoe soewatoe kamar loteng jang besar, maka di sana sediakenlah kita makan Paska.quot; â Maka pergilah moerid-moerid itoe, sasampeinja di kota, maka dia-
246
orang mendapeti seperti soedali Toelian kataken kapadanja. Maka lantas dia-orang sediaken Paska.
Maka kapan soedali djadi malem datenglab Gticsti dl Jeroc-zalem scrta dengan kadoewabclas moeridnja. Goest.i lantas ma-soek kadalein roemah itoc, lantas doedoek niakan sahidangan dengan dia-orang.
2. Maka tengah makan Goesti bangoen dan memboeka djoe-bahnja scrta mcnganibil kain pootieh, di ikatken pinggangnja. Kemoedian di toewangnja ajer dalem bokor, di moelaïnja mem-basoehken kaki moerid-moeridnja, dan di sapoekennja dengan kain jang terikat di pinggangnja itoc. Scrta dateng pada Simon Petroes, maka kata Petroes kapadanja: âJa Goesti mana bolih Goesti mcmbasoeliken kaki saja inir1quot; â Maka salioet Gfgt;esti: âDari perboewatankoe sekarang ini, tiada kowc kataboewi, me-lainken nanti-nanti kowc mengatabocwinja.quot; âMaka kata Petroes kapadanja: âSekali-kali tiada saja kasicb (ioesti menibasoehken kaki saja.quot; -â Maka salioet Goesti kapadanja: âKaloe tiada koe-basoehken kowc, maka tiada kowe dapet bliagian sertakoe.quot; â Scrta Petroes dengar kata Goesti kaja bagitoc, lantas berkata dia: âJa Goesti, djanganken kaki sadja, melainken tangan dan kapala djocga.quot; â Maka .kata Goesti kapadanja: âOrang jang soedali mandi itoe, tiada oesab di basoeii lagi, melainken kakinja sadja, karna antcro badannja soedali soctji; maka kamoe ini soetji, tctapi boekannja semoewa kamoe.quot; â Karna Goesti soedali niengatahoewi, siapa aken menjcrahken dia; sebab itoelah katanja: âBoekannja scmoewa kamoe soctji.quot;
Sasocdahnja Goesti membasoebken kaki moerid-moeridnja, maka doedocklali Dia kembali, scrta katanja kapada dia-orang: âApa kamoe mengerti barang jang soedali koe-per boewat pada-nioe itoe? Kamoe panggil sama Akoe Goeroe dan Goesti, maka betoel katamoe itoe, karna akoelali dia. Maka sedeng akoe ini Goesti dan Goeroemoe membasoebken kakimoe. patoctlah kamoe djoega membasoeh kaki satoe sama laïn. Karna akoe socdab kasicb socwatoe tocladan kapadamoe, soepaja kamoe berbocwat seperti akoe socdab berboewat padamoe itoe; sasoenggoehnja
247
akoe berkata kapadamoe, jnnsj snoran? hamba tiada lebieh dtiri pada toewannja, dan saoran» soeroehan itoe tiada lebieh dari pada jang inenjoeroebken dia. Maka kaloe kaïnoe mengatabuewi segala perkara ini, salametlab kaloe kamoe berboewat bagitoe.quot;
3. Kemoediau kata r-roesti kapada dia-orang: âAkoe kepingin sekali makan Paska itii dengan kanioc sabeloemnja akoe di sangsaraken Sebab sasoenggoebnja akoe berkata kapadamoe: Saorang dari antaramoe jang doedoek makan serta dengan dakoe,
nanti menjerabken dakoe kapada segala satroekoe.quot; Maka, soesab hatilali dia-orang, lantas bertanjalah masing-masin^: âJa Goesti! Apa saja itoe? Apa sa ja itoe?quot; â Maka saboetlah Goesti. katanja: âMana jang mentjeloep tangannja di dalem basi bersama-sama dengan dakoe itoe, ija-itoe nanti menjerabken dakoe. Betoel Anak-manoesia itoe mendjalani mati djoega scbagiinana soedab tertoelis aken dia; tetapi tjelaka itoe orang jang menjerabken Anak-manoesia itoe. Terlebieb baik kaloe orang itoe tiada tepe-ranakken sekali!quot; Maka saboet .locdas jang aken menjerabken
248
Dia, katanja: âJa Goeroe, apa saja ini?quot; â Maka kata Goesti: âAdalah seperti katamoe itoe.quot; â Maka Joedas karaasoekan Setau, lantas kaloewar; kabetoelan pada hari nialem.
Habis bagitoe tengah dia-orang makan, Goesti ambil rotiuja, babis di berkati, maka di petjab-petjahkennja lantas di kasieh-ken itoe kapada moerid-moeridnja, katanja: âAmbillab, makan-lab, inilah badankoe jang di kasiebkon karna kamoe; djadikenlab ini soewatoe peringetan sama akoe.quot; â Dan lagi di ambilnja soewatoe tjawan, habis mengoetjap sjoekoer, maka katanja: âMinoeralab kamoe semoewa dari padanja; karna inilah darah-koe, ija-itoe darah perdjandjian bharoe, jang di toempahken karna kamoe dan karna orang banjak, soepaja di ampoeni dosanja. Maka akoe berkata kapadamoe, jang moelai dari seka-rang ini tiada lagi akoe minoem dari ajer boewah-anggoer ini, bingga sampei pada hari akoe serta dengan kamoe nanti minoem dia bharoe dalem karadjaan Bapakoe.
29. Goesti Jesoes dalem kebon Gretsemaui.
{Matth. 26. Mark. 14).
1. Kemoedian dari pada itoe Goesti beserta dengan moerid-moeridnja menjanji poedji-poedjian (Mazmoer 115â118) seperti adatnja orang Jahoedi pada hari Paska itoe; habis menjanji maka kaloewarlah Goesti pergi ka-goenoeng Zaïtoen; maka segala moerid-moeridnja mengiringken Dia. Ada di djalan Goesti berkata kapada moerid-moeridnja: âPada ini malem kamoe Hemoewa aken tersandoeng pertjajamoe sama akoe.quot; â Tetapi Petroes menjahoet: âMaskipoen dia-orang semoewa tersandoeng pertja-janja, tetapi sekali-kali tiada ham ba ini tersandoeng.quot; â Maka kata Goesti kapadanja: âSasoenggoelmja akoe berkata kapadamoe: âPada nialem ini djoega sabeloemnja ajam kaloeroek, maka
249
kowe nanti menjangkal akoe sampei tiga kali.quot; â Maka ka*;a Petroes kapadanja: âDjikaloe hamba mati sekalipoen bersama-sama Goesti, maka tiada djoega hamba menjangkal Groesti.quot; â Bagitoe djoega kata segala moerid-moeridnja.
2, Tatkala itoe datenglah Goesti serta dengan moerid-moeridnja kapada soewatoe tempat jan^ bernama Getsemani; maka adalah di sitoe soewatoe kebon. Maka masoeklah Goesti kadalem kebon itoe, serta dengan moerid-moeridnja; katanja kapada dia-orang:
..Doedoeklali kamoe di sini, sampei akoe soedah habis sembali-jang di sana.quot; â Maka di bawa sertanja, ija-itoe Petroes dan Jakoboes dan Johannes; dan pada koetika itoe datenglah soesah hatinja serta dengan terlaloe berat rasanja. Maka lantas berkata Goesti kapada katiga moerid itoe: âHatikoe soesah sekali, seperti aken mati rasanja; tinggallah kamoe di sini dan djagalah ber-sama-sama akoe.quot;
Maka pergilah Dia lebreh djaoeh sedikit, lantas soedjoedlah Dia sampei moekanja ka-tanah, dengan meminta doa katanja:
250
âJa! Bapa saja, djilcaloe bolili, bijarlah tjawan ini laloo dari pada saja; dalem itnepoen djan^an saja poenja maoe, melainken Bapa poenja maoe bijar djadi.quot; â Maka kembalilah Goesti kapada moerid-mocridnja dan mendapeti dia-oranp: tertidoer, maka katanja kapada Petroos: âBageimana kowe itoe! Apa kowe tiada bisa berdjaga-djaga bersama-sama akoe barang sadjam sadja? Djagalali dan mintalali doa, soepaja, djangan kamoe kena pertjobaan, karna maskipoen roli itoe soeka menoeroet, tetapi badan itoe leraah adanja.
Lagi jang kadoewa kalinja Goesti pergi meminta doa, katanja: âJa! Bapa saja, djikaloe tjawan ini tiada bolih laloe dari pada saja, melainken saja minoem djoega, bijar Bapa poenja maoe djadi!quot; â Maka kembalilah Goesti mendapeti lagi dia-orang tertidoer, karna matanja terlaloe mengantoek. Maka di tinggal-kennja dia-orang, lantas pergi meminta doa lagi pada katiga kalinja, di katakennja segala perkataan tadi djoega. Maka kali-batanlah kapadanja soewatoe malaikat dari langit jang mengoe-watken Dia. Maka dalem sangsara jang besar itoe mangkin radjin Dia sembalijang. Maka keringetnja mendjadi seperti titik-titik darah jang besar jang djatoeli ka-boemi.
Serta soedah hangoen dari pada sembalijang, datenglah Dia mendapetken moerid-moeridnja, lantas berkata kapadanja: âAdoeh , apa kamoe maoe tidoer djoega dengan menjenengken dirimoe? Sasoenggoehnja soedah sampei waktoenja Anak-manoesia di serahken kapada tangan orang berdosa. Baugoenlah kamoe, mari kita pergi; tengoklah, orang jang maoe menjerahkeu dakoe itoe soedah dekat.quot;
251
SO. Ooesti Jesoes «li soinoeknii saina Joed as;
*1 i sa iijïkal sa in a Petroes.
{Matth. 36', Murk. 14.)
1. Maka serta Gocsti tnasieh berkata-kafa adalali banjak orang dateng, ija-itoe jang di soei-oehken saina kapala-kapala imam dan segala tocwa-toewa. Maka Joedas jang berdjalan di inoeka, dia soedali kasich soewatoe tanda kapada dia-orang, katanja: âBarang siapa jang koe-tjioein, jja-itoclah dia, tangkeplah dia, dan bawalaii dia baïk-baïk.quot; â Maka sabentar djoega datenglah Joedas mendapetken Goesti dengan katanja: âAssalarn aleikoem, Goeroe!quot; â Maka lantas di tjioemnja aken Dia. Tetapi kala Goesti kapadanja: âHei Joedas! A pa kowe menjerahken Anak-manoesia itoe dengan tjioem-'quot;
Maka kapan moerid-moeridnja Goesti melihat aken perkara jang maoe djadi, maka kata dia-orang kapadanja: âJu Goesti! Apa kita-orang poekoel dengan pedang?quot; Maka Petroes mentjaboet pedangnja, di poekoelkennja kapada hambanja imam besar, sahingga poetoeslah koepingnja. Maka hamba itoe Malchoes namanja. Maka kata Goesti kapada Petroes: âSaroengkenlah pedangmoe kembali! Adapoen tjawan jang di kasiehken Bapakoe sama akoe, masa tida akoe minoem dia!quot; â Lantas Goesti merabah koepingnja Malchoes, serta di semboehkennja.
Serta moerid-moeridnja meliliat Goesti tiada maoe melawan, lantas dia-orang lari meninggalken Dia.
2. Habis bagitoe Goesti di anterken kapada Kajafas, imam besar, di mana ada berkoempoel segala ketib-ketib dan orang toewa-toewa. Maka Petroes poen masieh inget aken perdjandji-annja, tiada dia maoe meninggalken Goesti, maka dia mengikoet Goesti dari djaoeh, sampei ka-dalem astana imam besar; ada di sitoe maka dia doedoek dengan segala hamba-hamba menghadep bediang, maoe melihat kasoedahannja perkara itoe.
252
Maka datenglah saorang boedak perampoewan. Serta dia pan-deng sama Petroes, lantas berkata kapadanja: âKowe djoega soedah mengikoet Jesoes, orang Galilea itoe.quot; â Tetapi Petroes moengkir di hadepan segala orang banjak itoe, katanja: âAkoe tidak kenal sama itoe orang, akoe tra-tahoe apa kowe berkata.quot; â Lantas kaloewar ka-palataran astana.
Habis bagitoe adalah saorang boedak perampoewan jang lain, dapet inelihat Petroes; maka berkata dia kapada orang-orang jang ada di sitoe: âTja-mi djoega soedah mengikoet Jesoes orang Nazarani itoe.quot; â Tetapi Petroes moengkir lagi dengan ber-soempah, katanja: âAkoe tidak kenal sama orang itoe.quot;
Habis bagitoe maka tiada antara lama adalah lagi saorang dari pada segala hamba imam besar, ija-itoe sanak soedara orang jang koepingnja di poetoeskon Petroes, berkata; âBoekan akoe melihat kowe dalem kebon bersama-sama orang itoe?quot; â Maka orang-orang jang dekat di sitoe berkata; âSasoenggoehnja kowe djoega temennja orang-orang itoe, karna kowe itoe saorang Galilea, kentara bhasamoe.quot;
Serta bagitoe maka Petroes moelaï melanati dirinja dengan bersoempah, katanja: âAkoe tra-kenal sama orang itoe.quot; â Maka samantara dia niasieh berkata ajampoen kaloeroek. Maka Goesti balik belakang dirinja, serta melihat sama Petroes. Maka terin-getlah Petroes aken perkataan Goesti, lantas kaloewar serta menangis tersedih-sedih.
31. Goesti Jesoes inenghadep kapada Raad Jahoedi. â Fenghabisau Joedas.
{Joh. 18. Matth. 26).
1. Maka samantara itoe Goesti menghadep kapada Raad Ja-lioedi. Maka moela-moela Goesti di anter ka-roemahnja Annas,
253
karna ija-itoe mertoewanja Kajafas. Maka Annas lantas soerceh bawa Goesti kahadepan Kajafas imam besar, dengan teriket. Serta soedah sampei di sitoe Goesti lantas di pariksa dari perkara moerid-moeridnja dan dari pengadjarannja. Maka sahoet Goesti kapada Kajafas: âDengan teroes terang saja soedah ber-kata kapada orang isi doenia; dan selaloe akoe mengadjar dalem mesdjid-mesdjid, dan dalem Beit-almoekadas, di tempat segala orang Jahoedi ada berkoempoel di sitoe, dan soewatoepoen tiada koe-kataken dengan bersemboeni. Mengapa maka toewan bertanja sama saja? Baik toewan tanja kapada orang jang mendengar barang jang soedah saja kataken; sasoenggoehnja dia-orang itoelah mengatahoewi aken barang jang soedah saja kataken itoe.quot; Serta Goesti berkata bagitoe, maka adalah saorang hamba menamper Dia, katanja: âApa kovve menjahoet bagitoe kapada imam besar?quot; â Maka sahoet Goesti kapadanja: âKaloe akoe berkata salah toeudjoekkenlah salahkoe itoe; tetapi kaloe akoe berkata dengan sabetoelnja, mengapa kowe menamper akoe?quot;
Maka segala kapala-kapala imam dan antero Raad Jahoedi-poen mentjari saksi palsoe lawan Goesti, soepaja dia-orang bolih memboenoeh sama Dia, tetapi tiada dapet. Maskipoen banjak saksi palsoe menghadep, tetapi dia-orang tiada dapet djoega sebab tiada moefakat kasaksiannja. Maka berdirilah kapala imam dengan katanja pada Goesti: âApa kowe tidak menjahoet satoe apa dari perkara jang di saksiken orang ini atasmoe?quot; â Tetapi Goesti diam sadja, sapatah kata poen tiada Dia menjahoet.
Maka bertanjaken lagi kapala imam dari padanja: âAkoe menjoempahi kowe, soepaja kowe kataken kapada kita-orang, apa kowe ini Kristoes, Anak Allah itoe?quot; â Maka kata Goesti kapadanja: âAdalah ija-itoe seperti katamoe itoe; maka kowe aken melihat Anak-manoesia doedoek di seblah kanan Allah jang maha koewasa serta dateng di atas mega di langit.quot;
Maka Imam besar lantas robek-robekken pakejannja sendiri, dengan katanja: âIja-ini menghoedjat; apa goena mentjari saksi lagi! Sekarang kamoe sendiri soedah dengar hoedjatnja itoe. Bageimana kapikiranmoe?quot; â Maka dia-orang semoewa menan-
254
toeken salalinjn, Groesti, katanja: âPatoet dia di boenoeh mati.quot;
Adapoen orang-orang jang menoeuggoeï Goeati itoepoen mengo-lok-olokken Dia, dengan menoedoengi moekauja serta di taniper-nja, lantas berkata padanja: âKatakeulali pada kita, hei Kristoes! siapa jang soedali menamper kowo?quot;
Serta dateng pagi hari, maka segala kapala-kapala imam dan segala orang toewa-toewa itoe berbitjaraken perkara Goesti, soepaja dia-orang bolili boenoeli sama Dia. Kapan dia-orang soedali ikat sama Goesti, lantas di anterkennja sama Dia dan di serahkennja kapada Adipati Pontioes Pilatoes.
2. Serta Joedas Jang soedali semoeken Goesti, melihat Goesti soedali tantoe hoekoenmnnja, lantas dia meuesel. Maka dia membawa kembali tiga poeloeh oewang perak itoe kapada kapala-kapala imam dan segala toewa-toewa dengan katanja: âSaja ini berdosa sebab menjerahken darah orang jang tiada bersalah.quot; â Tetapi kata dia-orang: âKita perdoeli apa? Itoe tanggoenganmoe sendiri.quot; â Maka dia melemparken oewang perak itoe kadalem mesdjid, lantas kaloewarlah dia pergi menggantoengken dirinja. Maka kapala-kapala imam mengambil oewang perak itoe serta berkata: âTiada patoet oewang ini kita masoekken kadalem peti derma, karna inilah harga darah adanja.quot; â â Maka dia-orang bermoefakat aken pakei oewang itoe bocwat membeli sapotong tanah, ija-itoe tanahnja toekang-paso, aken tempat pakoeboeran segala orang lain bangsa. Maka sebab itoelah di namaï orang aken tanah itoe tauah-darali sampei kapada hari ini.
32. Goesti Jesoes meughadei) kapada Pilatoes dan Herodes.
{Matth. 27, Joh. 18, Luk. 23.)
1. Orang Jahoedi jang soedali mebawa Goesti kapada Adipati Pontioes Pilatoes, dia-orang sendiri tiada masoek kadalem
255
gedong-bitjara, soepaja djangan lt;lia-orang djadi uadjis. Maka itoe kaloewarlali Pilatoes bertanja: âKamoe ada mendakwa orang ini dari perkara apa?quot; â⢠Maka sahoet kapala-kapala imam; nKita-oraag mendapet dia-ini memboedjoek-boedjoek sama orang banjak, di larangkennja djangan bajar beja kapada Kaisar, katanja dia sendiri Kristoes, ija-itoe Radja.quot;
Maka Pilatoes masoek lagi kadalem gedong-bitjara, lantas dia pangil sama Goesti, dengan bertanja: âApa kowc itoe Radja orang Jahoedi?quot; â Maka kata Goesti: âAdapoen karadjaan saja boekan karadjailn doenia ini; tjoba karadjaan saja karadjaan doenia sini, pesti hamba-haniba saja soedah melawan, soepaja djangan, saja di serahken kapada orang Jahoedi?quot; â Maka kata Pilatoes kapadanja: âKaloe bagitoe, kowe itoe saorang radja?quot; â Kata Goesti: âSeperti kata toewan, saja ini saorang radja. Maka sebab itoelah saja di peranakken, dan sebab itoe djoega saja dateng kadalem doenia, soepaja saja mendjadi saksi aken kabenaran. Barang siapa jang dari pada kabenaran, ija-itoe mendengar aken perkataan saja.quot; â Maka kata Pilatoes kapadanja: âApatah kabenaran itoe?quot; -â Mabis berkata bagitoe kaloewarlali dia kembali kapada orang Jaboedi serta berkata kapadanja : âTia-dalah akoe mendapet apa-apa salahnja orang ini.quot; â Tetapi dia-orang lebieh paksa, katanja; âDia menghoeroe-boeraken orang banjak dengan mengadjar berkoeliling segala negri Joedea, moelaï dari Galilea bingga sampei ka-negri ini.quot; â Serta Pilatoes dengar dia-orang bitjara dari Galilea, maka dia tanjaï apa orang Galilea? Maka kapan dia dapet taiioe jang Goesti di bawah parentah radja Herodes, maka dia soeroeh anterken Goesti kapada radja Herodes, karna pada masa itoe Herodes, poen ada di Jeroezalem.
2. Maka serta Herodes melibat sama Goesti, maka terlaloe soeka batinja, karna soedah lama dia kepingin dapet libat sama Goesti, dan lagi hareplah dia bolih melibat barang moedjidjat jang di perboewat sama Goesti. Maka dia bertanja kapada Goesti dengan beberapa-berapa perkataan, tetapi Goesti tiada menjahoet sama dia satoe apa. Maka radja Herodes beserta
256
pradjoeritnja mentjelaken dan mengolok-olokken sama Goesti, dan di pakeikennja djoebah jang goemilap, lantas di soeroehkennja balik kembali kapada Pilatoes. Maka pada hari itoe djoega Pilatoes dan Herodes mendjaili sobat, karna dhoeloe dia-orang bermoesoeh satoe sama lain.
3. Maka saben hari raja Paska toewan Adipati itoe adatnja melepasken saorang toetoepan, jang mana di minta orang banjak. Maka pada koetika itoe adalah saorang toetoepan, jang terrnas-
joer djahatnja bermana Barabas, ijalah saorang pemboenoeh adanja. Sekarang Pilatoes berkata kapada orang bair'ak jang ada berkoempoel di moeka gedong-bitjara, serta bertanja: âSiapakah jang kamoe minta koe-lepasken, Barabas atawa Jesoes jang terseboet Kristoes?quot;
Tetapi kapala-kapala imam memboedjoek-boedjoek orang banjak, soepaja Barabas itoe di lepaskennja. Maka semoewa orang betarejak seperti dengan satoe soewara: âBoewangkenlah orang ini, lepaskenlah Barabas kapada kita.quot; â Pilatoes lantas
257
berkata: âKaloe bagitoe, akoe bikin apa sama Jesoes itoe?quot; â Tetapi dia-orang betarejak kembali, katanja: âSalibkenlab dia! Salibkenlah dia!quot; â Ma ka kata Pilatoes kapada dia-orang pada katiga kaliuja: âOrang itoe berboewat djahat apa?quot; â Tetapi lagi-lagi dia-orang betarejak deugan njaring soewaranja: âSalibkenlah dia!quot;
33. Goesti Jesoes d i lioekoein inati.
{Joh. 19, Loek. 23.)
1. Maka lantas Pilatoes ambil sama Goesti, dan soeroeh sapoeken Dia. Maka orang pradjoerit itoe menganjamken makoeta dari pada doeri, lantas dl kasieh pakei di atas kapalanja Goesti, lagi di kasieh pakei badjoe woengoe, dan toengkat boeloeh dalem tangannja kanan, lantas dia-orang soedjoed di hadepannja, serta sindirken sama Goesti, katanja: âSalamet, hei radja orang Jahoedi!quot; â Maka dia-orang tamper sama Goesti. dan di loedabinja sama Dia, dan di poekoelnja kapalanja dengan toengkat boeloeh itoe.
Maka kembali Pilatoes kaloewar serta berkata pada dia-orang: âLiliatlab, akoe membawa dia kaloewar kapadamoe soepaja kamoe bolih talioe jang satoe kasalahan tiada akoe dapet sama dia ini.'' â Maka Goesti kaloewar berpakeiken itoe makoeta doeri dan badjoe jang woengoe warnanja. Maka kata Pilatoes pada dia-orang: âLiliatlab manoesia itoe!quot; â Maka kapan kapala-kapala imam dan segala bamba itoe melihat sama Goesti, lantas dia-orang betarejak katanja: âSalibken dia! Salibken dia!quot; â Kata Pilatoes: âSatoe kasalahan tiada akoe dapet sama dia.quot; â Sahoetlab orang Jahoedi, katanja: âKaloe toewan lepasken orang ini, pasti toewan boekan sobatnja Kaisar, sebab baraug siapa jang djadiken dirinja radja, dia mendoerhaka sama Kaisar.quot;
17
258
Kapan PilatooR dciigar kaja bagitoe, serta lihat jang tiada bcrgoena lagi perkataanuja, melainken maugkin djadi roesoeh, maka di ambilnja ajer dan tjoetji tangannja di hadepan orang banjak, katanja; âSoetjilah akoe dari pada darali orang jang betoel ini, mendjadi kamoe poenja tanggoengan sendiri.quot; â Maka menjahoetlah sekalian orang itoG, katanja: âBijarlah darahnja dateng atas kita sekalian, dan atas segala anak tjoetjoe
kita.quot; _ Soedah itoe lantas Pilatoes doedoek di koersi penga-
dilan, dan menjerahken Goesti kapada dia-orang aken di salibken. Maka kaloewarlah Goesti dengan mengangkat kajoe salibnja.
2. Maka salagi membawa Goesti, maka bertcmoelah dia-orang dengan saorang 'Kireni, bernama Simon, jang kabetoelan dateng dari sawahnja, maka di tanggoeugkennja kajoe-salib itoe atasnja, soepaja di angkatnja itoe dari belakang Goesti.
Maka adalah terlaloe banjak orang mengikoet sama Goesti, dan beberapa orang perampoewan jang menangis Goesti dengan soesah hatinja. Tetapi Goesti balik dirinja kapada dia-orang, serta berkata: âHei anak perampoewan Jeroezalem! Djanganlah menangisi akee, melainken tangisilab dirimoe sendiri, dan segala anak-anakmoe. Karna kaloe dia-orang berboewat bagitoe pada kajoe jang idjo, apa nanti djadinja kajoe jang kering?quot;
34. (woosti Jcsocs di salibken.
{MattU. 37, Mark. 15, Luk. 33, Joh. 10.)
1. Serta sampei dia-orang katampat jang bernama Golgota (artinja ija-itoe tempat tengkorak), maka Goesti di kasieh minoem tjoka bertjampoer dengan hampedoe; tetapi habis di tjoba, maka tiada Goesti maoo minoem dia. Maka ada lagi beserta dengan Goesti doewa orang pemboenoeh di salibken.
259
saorang- pad a sabelah kanannja, saorang pada sabelah kirinja. Maka kata Goesfi: âJa Bapa, ampoenilah dia-orang, karna tin da dia-orang tahoe apa jang di boewatnja!quot; â Maka pada djam poekoel sembilan pagi dia-orang salibken sama Goesti.
Dan lagi Pilatoes soodah soeroeh menjoerat alamat, di taroeh-kennja di atas kajoe-salib. Maka soerat itoe boeninja bagini: â J o s o c s o r a n g ïf a z a r e t h radja o r a n g J a h o e d i. (I. jST. R. I).
2. Serta soodah pradjoerit itoe mensalibken Goesti, lantas di ambilnja segala pakejannja di bhagikennja ampat, ija-itoe pada saorang satoe bhagian, dan lagi djoebabnja. Maka djoebahnja itoe tiada berkelim, molainkeu satoe tenoenan sadja dari atas sampei kabawah. Maka dia-orang berkata satoe sama lain: âüja-ngan kita robekken itoe, melainken baiklah kita boewang dadoe, kita liliat siapa mendapet dia.quot; â Maka ija-itoe soepaja genaplah perkataiin jang terseboet dalem alkitab boeninja: âDia-orang soedab membhagi-bbagiken pakejankoe satoe sama lain, dan atas djoebaldcoe dia-orang memboewang dadoe.quot; (Mazmoer 22).
Maka segala orang jang liwat itoe nientjelaken Goesti katanja: âKaloe kowe Anak Allah, toeroenlah dari atas kajoe-salib itoe!quot; Malah saorang doerhaka jang di gantoeng itoe toeroet bersindir-sindir sama Dia, katanja: âKaloe kowe Kristoes, lepaskenlah diritnoe sendiri dan kita-orang djoega.quot; â Tetapi satoenja menjahoet dan kasieh inget sama dia, katanja: âApa kowe djoega tidak takoet sama Allah sedeng kowe dalem pahoekoeman jang sama? Maka kita ini dengan sapatoet-patoetnja, karna kita dapet balesan jang patoet pada perboewatan kita, tetapi orang ini tiada berboewat salah satoe apa.quot; â Maka katanja kapada Goesti: âJa Toehan! ingetlah aken saja kapan Toehan soedab masoek kadalem karadjaan Toehan!quot; â Maka kata Goesti kapadanja: âSasoenggoehnja akoe berkata kapadamoe: Pada hari ini djoega kowe nanti ada dalem firdoes bersaina-sama dengan akoe.quot;
Maka dekat dengan kajoe-salibnja Goosti itoe adalali berdiri iboenja, dan soedara perampoewan iboenja, dan Mariam bini
260
Kléopas clan Mariam Magdalena. Maka serta terliliat Goesti sama iboenja, dau moeiid jang di (jintaïnja itoe ada berdiri dekat, maka berkatalali Goesti kapada iboenja: âIToi perain-
poewan, lihallah anakmoe!quot; â Habis bagitoe kata Goesti kapada moerid itoe: âLiliatlah iboemoe!quot; â Maka dari pada koetika itoe Mariam di tarima sama moerid itoe ka-roemalmja. Maka moelaï dari pada poekoei doewablas tengah hari
261
datcnglali s'dap kniltas antero boonii sampoi poekool tiga sore. Maka kira-kira djam poekoel tiga, betarejaklah Goesti dengan soewara jang njaring, kaianja: âJa Allahkoe, ja Allahkoe, mengapa maka Toelian meniiiggalken akoe!quot;
Habis bagitoo dari sebab Goesti soedali tahoe jang segala perkara di soedaliken, soepaja genaplah perkataan alkitab, maka katanja: âAkoe beraoes!quot; â Maka di sitoe adalah terta-roeli satoe tompat jang berisi tjoka; maka dia-orang isi satoe kenibang-karang dengan tjoka itoo, dia tameliken di atas toengkat kajoe liisop, lanlas di sainpeikonnja ka-moeloet Goesti; serta soedali Goesti minoein tjoka itoo, maka katanja: âSoedah djadi! ' â⢠Maka betarejaklah Goesti lagi sekali dengan njaring soewaranja; katanja: âJa Bapa, dalem tanganmoelaii koe-serahken djiwakoe.quot; Soedali Goesti berkata bagitoe, lantas tertoendoek kapalanja dan poetoeslali djiwanja.
3. Maka heiran, kelamboe mesdjid terbelah doewa dari atas sampei kabawah, dan boemi poen tergojang-gojanglah, dan goenoeng-goenoeng batoe poen terbelah-belah. Dan koeboer-koeboer poen terboekalah, dan beberapa majit orang soetji jang soedali mati poen bangoen kembali dan kaloewar dari dalem koeboernja, sasoedahnja Goesti lüdoep lagi, lantas dia-orang masoek kadalem negri jang soetji, dan kalihatan kapada beberapa-berapa orang.
Maka kapala pradjoerit jang berdiri di liadepan Goesti, kapan dia merasa boemi tergojang-gojang, dan melihat Goesti poetoes djiwa dengan betarejak bagitoe, maka dia berkata: âSasoeng-goelinja inilali saorang jang soetji dan anak Allah Dia!quot;
Maka segala orang jang soedali dateng bersnma-sama maoe melihat iroe, kapan dia-orang melihat segala perkara jang soedah djadi itoe, maka poelanglah dia-orang dengan poekoel-poekoel dada.
2()2
35. (ioesti Jesoes (li koeboerlieii.
{Joh. 19, Matth. 27.)
1. Hari kematiannja Groesti ija-ifoe hari Djemoeah jang dhoeloe dari pada hari Sabat Paska. Maka soepaja djangan segala badan itoe tinggal tergantoeng di kajoe-salib pada hari Sabat itoe, maka orang Jahucdi itoe ada meminta kapada Pilatoes, soepaja kaki orang jang di salibken itoe di patahken dan niiijitnja poen di toeroenken.
Maka datenglah orang pradjoerit itoe, lantas dia-orang patahken kaki orang lain jang tersalib sama-sama Goesti. Tetapi serta dia-orang dateng kapada Goesti dan melihat, Goesti soedah mati, maka sebab itoe tiada di patahkennja kakinja; melainkon saorang pradjoerit menikam pinggangnja Goesti dengan toembak, maka sabentar djoega kaloewarlah darah dengan ajer. Maka segala perkara itoe soedali djadi, soepaja genaplah perkataan alkitab, ija-ini: âSabatang toelangnja poon tiada nanti di patahkendan higi soewatoe perkataan jang kin dalem alkitab, boeninja: âDia-orang nanti meinandeng kapada dia jang soedah di tikamnja.quot;
2. Habis bagitoe maka datenglah Joesoep, saorang asal dari Arimathea, dialah saorang najaka jang kaja lagi tennoelia, maka orang ini tiada toeroet moeafakat dengan Raad Jahoedi menghoekoemken Goesti, malah dialah saorang moerid Goesti djoega, tetapi dengan semboeni; maka orang itoe dateng mengha-dep kapada Pilatoes, minta idin mengambil majitnja Goesti. Maka heiranlah Pilatoes jang Goesti soedah mati, habis di panggilnja kapala-pradjoerit, lantas bertanja sama dia, apa soedah lama Goesti mali? Maka kapan soedah Pilatoes dap(^t tahoe dari kapala-pradjoerit itoe, maka di kasiehkcnnja majit ito(^ kapada Joesoep.
Dan lagi datenglah Nekookmoes, jja-itoe jang dhoeloe mcnda-
263
petken Goesti paila waktoe malem; maka dia membawa moer bertjampoer kalembak, ada sekira-kira seratoes kati beratnja.
Maka kadoewa orang itoepoen mengambil majitnja Goesti, di kafaninja dengan di taroeh rempah-rempah, seperti ada4; orang Jahoedi kaloe menanem majit. Maka dekat tempat Goest-i di salibken itoe adalah soewatoe taman, dan dalem taman itoe soewatoe koeboor bharoe, maka beloem pernah ada orang ter-tanem dalemnja. Maka dalem koeboer itoelah di tanemken Goesti, sebab koeboer itoepoen deket, lantas dia-orang menggoelingken soewatoe batoe di moeka pintoe koeboer itoe.
Maka segala orang perampoewan jang soedah dateng serta dengan Goesti dari Galilea itoe, ijn-itoe mengikoetlah dan melihat koeboer itoe, dan bageimana majit itoe di tanem. Serta dia-orang soedah poelang maka di aediakennja rempah-rempah dan minjak baoe-baoewan. Maka pada liari Sabat itoe berhentilah dia-orang menoeroet prentah Allah.
3. Maka pada hari besock paginja berkoempoellah segala kapala-kapala-imam lantas menghadep Pilatoes dengan katanja: âJa toewan, kita-orang teringet bageimana itoe orang penipoe soedah berkata kapan dia masih hidoep: âHabis tiga hari akoe nanti bangoen kembali.quot; Maka dari sebab itoe, bijar toewan soeroeh djagaï koeboernja sampei hari jang katiga, soepaja djangan moeridnja dateng pada waktoe malem, mentjoeri dia, habis berkata pada orang banjak: âDia soedah bandoen dari antara orang mati!quot; Maka kaloe begitoe sasaran jang belakang-kali nanti djadi lebieh besar dari pada jang pertama.quot; â Maka Pilatoes berkata kapada dia-orang: âAda orang djaga pada kamoe djoega, soeroeli djaga dengan sabolih-bolihnja.quot; â Lantas dia-orang pergi, dan habis taroeh tjap di batoenja, dia-orang soeroeh sama orang pendjaga mendjagaï koeboor itoe.
264
3fi. Goesti Jesoes bangoen dari koeboer.
(Matth. 38, Joh. 20, Loek. 24.)
1. Maka pada kasoedahan hari Sabat heiran, adalah boemi tergqjang-gojang, karna saorang malaïkat Toeliau toeroen dari hadepan pintoe koeboer, lantas doedoeklah dia di atasnja. Maka adalah roepanja seperti kilat, dan pakejannja poetieh seperti saldjoe. Maka sebab itoe segala orang pendjaga koeboer itoe katnkoetan sanget melihat dia, sahingga mendjadi seperti orang mati adanja.
2. Maka pada hari itoe djoega pagi-pagi datenglah Mariam Magdaiena dan Mariam iboe Jakoeb dan Salome ka-koeboer dengan membawa rempah-rempah, maoe di taroeh pada majit Goesti. Maka di tengah djalan kata dia-orang sama sendirinja: âSiapakali menoeloeng menggoelingken batoe itoe dari pada pintoe koeboer!quot; â Maka serta dia-orang dateng deket, kalihatanlah batoe itoe soedah tergoeling.
Maka berlarilab Mariam Magdaiena dateng mendapetken Petroes dan Johannes, berkata kapada dia-orang: âGoesti kita soedah di angkat orang dari dalem koeboernja, maka tiadalah kita tahoe di mana di taroehken sama Dia.quot;
Maka orang-orang perampoewan jang lain itoe masoek kadalem koeboer, tiada mendapet majitnja Goesti. Maka serta dia-orang terlaloe soesah hatinja, maka adalah doewa orang bediri deket orang perampoewan itoe dengan pakejan jang goemilap Maka kagetlah dia-orang. Maka kata malaïkat itoe: âMengapa maka kamoe mentjari orang jang hidoep itoe di antara orang jang mati? Tiada Dia di sini, melainken Dia soedah bangoen seperti katanja dhoeloe.quot; â Maka lekas-lekas dia-orang kaloewar dari koeboer itoe dengan katakoetannja bei tjampoer kasoekaaa besar, serta berlari-lari dia-orang maoe kasieh kabar kapada moorid-moeridnja Goesti.
265
3. Maka samantara itoe datenglah Petroes dengan Johannes sanipei ka-koeboer. Maka dia-orang lihat kain kafan, jang majitnja Goesti tadinja terboongkoes di dalemnja, dan lagi sapoetangan jang di iketken kapalanja itoe tiada bersama-sama dengan kain kat'ai melainken terlipet di lain tempat, melainken Goesti sendiri tiada dia-orang da pet. Maka kadoewa moeri 1 itoe kembalilah poelang ka-roemahnja.
Maka Mariam Magdalena adalah berdiri di loewar, deket di koeboor itoe, serta dengan tangisnja. Maka berdjongkoklah dia maoe melihat kadalem koeboer. Maka terlihat dia doewa malaïkat jang berpakei pakejan poetieb. Maka kata malaïkat itoe kapadanja: 3Hei pcrampoewan, mengapa maka kowe menangis?quot; â Maka sahoetlah Mariam kapadanja: âSebab Goesti saja soedab di angkat oraug dari sini, dan tiadalah saja tahoe di mana di taroehnja sama dia.quot; â Sasoedalinja berkata bagitoe, maka menolehlah dia, maka terpandanglali dia kapada Goesti ada berdiri di sitoe, tetapi tiada dia tahoe jang itoe Goesti. Maka kata Goesti kapadanja: âHei perampoewan, mengapa maka kowe menangis? Siapa kowe tjari?quot; â Maka pada sangka Mariam itoe ija-inilah penoenggoe-taman, sebab itoe katanja; âJa toewan! Kaloe toewan itoe jang membawa Dia dari sini, katakenlah pada saja, di mana toewan taroeiiken Dia, soepaja boleh akoe pergi men gam bil Dia.quot; â Maka kata Goesti kapadanja: âHei Mariam!quot; â Maka tiada Mariam pangling lagi, maka lantas dia menjeboet, katanja: âJa Raboeni!quot; (artinja ija-itoo goeroe) serta dengan soedjoed kapadanja. Maka kata Goesti kapadanja: âDjangan kowe merabah sama akoe, karna beloem akoe naik ka-tempat Bapakoe; melainken pergilah kowe kapada soedara-soedarakoe, katakenlah kapada dia-orang, jang akoe naik ka-tempat Bapakoe dan Bapamoe, dan ka-tempat Allahkoe dan Allahmoe.quot; â
Maka datenglah Mariam Magdalena, kasieh tahoe kapada segala moerid itoe, tetapi tiada dia-orang maoe pertjaja.
266
37. Perdjalaiian ka-doesoeii Emmaus.
{Loek. 24.)
1. Mnka pada liari itoe djocga adalah Goesti menjahxken dirinja kapada Petroes; dialah jang terlaloe soesah liati, maka di hiboerken djoega.
Maka adalah doewa moerid pada hari itoe dia-orang pergi kapada soewatoe doesoen jang bernama Emmaiis. djaoehnja dari Jeroezalem kira-kira koerang lebieh tiga djam. Maka berkata-katalah dia-orang dari segala perkara jang soedah djadi itoe. Maka sasoenggoehnja tengali dia-orang berkata-kata, maka Goesti sendiri dateng di deketnja, serta berdjalan bersama-sama dia-orang, tetapi dia-orang pangling satna Goesti. Maka kata Goesti kapada dia-orang: âPerkara apa jang kamoe bitjaraken di djalan, dan kenapa kamoe soesah liati?quot; Maka jang saorang bernama Kleopas, menjahoet katanja: âApa kowe sendiri saorang 'jliaroe dateng di Jeroezalem. tiada mengatahoewi segala perkara jang soedah djadi di sana pada masa ini ?quot; â Maka bertanjalah Goesti: âPerkara apa?quot; â Maka sahoet dia-orang: âPerkara J kso es, orang Nazareth, saorang nabi jang berkoewasa dengan pakerdjaan dan perkataannja ili liadepan Allah dan di hadepan orang sakalian; dan bageiniana kapala-kapala imam dan penghoeloe kita soedah menjerahken Dia kapada hoekoem mati di boenoeh, dan soedah salibken Dia. Maka hareplah kita, Dialah nanti meneboes bangsa Israïl; dengan sebagitoe, sekarang soedah tiga hari sasoedahnja perkara itoe djadi. Apalagi beberapa orang perampoewan jang dari pada temen kita, soedah membingoengken kita, karna pada pagi hari pergilah dia-orang ka-koeboer, maka kapan tiada terdapet majitnja, datenglah dia-orang, katanja: âAda djoega dia-orang melihat soewatoe penglihatan malaïkat mengataken Goesti Jksoes hidoep kembali. Lantas beberapa temen kita pergi ka-koeboer itoe, maka dia-orang dapet soenggoeh seperti kata
267
orang perampoewan itoe, tetapi tiada dia-orang melihat Goesti Jesoes.quot;
Habis bagitoe uiaka kata G-oesti kapada dia-orang: âHei orang bodo dan keras liati, tiada maoe pertjaja segala perkara jang di kataken nabi-nibi itoe! Boeknnknb patoet Kristoes itoe merasaï segala perkara itoe, soepaja dia masoek kadalem kaïnoeliaanni a ?quot; â Maka moelaï dari pada nabi Moe sa dan segala nabi-nabi di artikennja kapada dia-orang dalem segala kitab itoe, barang jang terseboet dalenmja dari Iialnja sendiri. Maka tiada lama sampeilah dia-orang di doesoen jang di toedjoenja, maka Goesti poen memboewat seperti Dia maoe sampeiken lagi perdjalanannja. Tetapi dia-orang mintalah bagitoe banjak katanja: âTinggallah sama-sama kita, karna soedah hainpir malem.quot; âMaka masoek-lah Goesti maoe tinggal bersania-sama dengan dia-orang. Maka sasoenggoehnja tengali Goesti doedoek makan dengan dia-orang, di ambilnja roti, di berkatinja dan di petjab-petjahkennja, lantas di kasiehkennja kapada dia-orang Maka matanja terboeka, di kenalnja sama Goesti; lantas linnjaplah Goesti dari pada peman-dengan dia-orang. Lantas berkata dia-orang satoe sama lain: âBoekankab rindoe hati kita kapan Goesti berkata-kata dengan kita di djalan, dan kapan di boekakennja kapada kita kitab-kitab itoe?quot; â Maka pada waktoe itoe djoega bangoenlah dia-orang, lantas balik kembali ka-Jeroezalem; maka di dapetinja sama sapoeloeh moerid itoe ada berbimpoen dengan orang jang selaloe sortanja. Maka kata orang-orang ini: âGoesti soedah bangoen soenggoeli, dan soedah kalihatan Dia kapada Simon!quot;
2. Maka tengah dia-orang berkata-kata bagitoe. adalali Goesti sendiri berdiri di tengah-tengah. sedeng jjintoe roemah jang di boewat perkoempoelan itoe terkoentjilah. Maka kata Goesti: âAssalam aleikoem!quot; Maka terkedjoetlah dan katakoetanlah dia-orang, karna pada sangkanja dia-orang melihat rohnja. Maka kata Goesti kapada dia-orang: âMongapa maka kamoe terkodjoet, dan inengapa timboel pikiran kaja bagitoe dalem hatimoe? Tengoklab tangankoe dan kakikoe, jang inilah akoe sendiri. Rabali-rabahlab sama akoe. tengoklab, karna rob itoe tiada
268
berdaging dan bertoelang seperti jang kamoe liliat ada padakoe.quot; â Maka dalem berkata-kata bagitoe, di tocndjoekkennja tangannja dan kakinja kapada dia-orang.
Maka sedeng dia-orang beloem pertjaja dari sebab soeka hatinja dan heirannja, maka kata Goesti kapada dia-orang: âApa ada barang raakanan pada kamoe di siniyquot; â Maka dia-orang kiisioh sapotong ikan goreng dan sarang madoe. Maka di ambilnja sama ffoesti, lantas di niakannja di liadepan dia-orang. Maka kata Goest i lagi sokali: âAssalam aleikoem! Sebagoimana Uapa soedab mengoetoes akoe, bagitoe djoega ako(; menjoeroeliken kamoe.quot; â Serta soedah berkata bagitoe, maka Goesti tijoep sama dia-orang serta berkata: âTarimalali Rob Soetji!quot;
3S. Goesti Jesoes nieiijataken diriiija kapada Tliomas dan kapada inocrid-nioerid toedjoeh «rang di rawa Tiberias.
{Joh. 20, 21.)
1. Maka Thomas jja-itoe saorang dari pada kadoewabelas moerid, tiada dia serta dengan dia-orang pada tempo Goesti dateng. Maka kata segala moerid jang laïu itoe kapada Thomas: âSoenggoeh soedah kita meliiiat Goesti.quot; â Maka sahoetlah Thomas kapada dia-orang: âKaloe trada akoe meliiiat bekas pakoe jang pada tangannja, dan dapet masoek djarikoe dalem bekas pakoe itoe, dan masoek tangankoe dalem lamboengnja, maka tiada akoe maoe pertjaja.quot;
Maka habis delapan hari adalah segala moerid-moeiid itoe berkoempoel lagi dalem roemah itoe, dan Thomas ada bersama-saraa; maka sedeng pintoe poen terkoentji, datenglah Goesti serta berdiri di tengah-tengah dengan katanja: âAssalam aleikoem!quot; â Habis berkatalah Goesti kapada Thomas: âOendjoek-
269
kenlah djarimoe kamari, tengoklali tangankoe, dan oendjcek-kenlah tanganmoe, masoekenlah dia dalem lamboengkoe, maka djangan kowe koerang pertjaja, melainken pertjajalah!quot; â Maka sahoet Thomas, katanja: âJa Toehaukoe dan Allalikoe!quot; â Maka kata Goesti kapadanja: âHei Thomas, sebab kowe soedah melihat akoc, bharoelah kowe pertjaja; salametlah orang jang tiada melihat tetapi pertjaja djoega.quot;
2. Sasoedahnja Goesti menjataken dirinja kapada Thomas, maka moerid-moerid poen kembali ka-Galilea. Maka di sitoe djoega Goesti menjataken dirinja di pinggir rawa Tiberias, baginüah tjeritanja: Adalaii toedjoeh orang rnoerid itoe pada soewatoe hari dia-orang naïk pralioe, maoe tangkep ikan. Maka semalem-maleman dia-orang boewangkea djalanja tiada dapet. Soedah pagi hari Goesti ada berdiri di pantei tetapi tiada dia-orang tahoe ija-itoe Goesti. Maka kata Goesti kapada dia-orang: âHei anak-anakkoe, apa kamoe ada barang lawoeh sedikit?quot; â Maka sahoet dia-orang kapadanja: âTiada!quot; â Kata Goesti: âPoekatinoe boewangkenlah di sabelah kanan prahoe, maka kamoe nanti dapet.quot; â Scrta dia-orang menoeroet pertoendjoekan jang bagitoe, poekatnja mendjadi penoeh dengan ikan besar-bosar, scratocs lima poeloeh tiga banjaknja. Maka kata inoerid jang bernama Johannes itoe kapada Petroes: âItoelah Goesti!quot; â Serta di dengar Petroes jang itoelah Goesti. maka sakoetika njeboerlah dia dalem rawa, lantas berenang ka-pantei. Maka segala moerid jang lain itoe datenglah dengan prahoe.
Serta soedah dia-orang naik ka-darat, maka di lihatnja ada soewatoe timboenan bara api dan ikan ada tertaroeh di atasnja dan roti. Maka kata Goesti kapada dia-orang: âMarilah makan!quot; â Maka dia-orang semoewa soedah tahoe ija-itoelah Goesti.
Serta dia-orang soedah habis makan, maka kata Gocjsti kapada Simon Petroes: âHei Simon anak Joenas, apa kowe tjinta sama akoe, terlebieh dari pada orang-orang ini?quot; â Maka sahoetlah Petroes kapadanja: âSaja Goesti, Goesti tahoe jang saja tjinta sama Goesti.quot; â Maka kata Goesti kapadanja: âDjagalah anak kambingkoe!quot; â Maka pada kadoewa kalinja kata Goesti
270
kapadanja: âITci Simon anak -Tocnas, apa kowe tjinta sama akoo?quot; Maka salioct Petroes scpcrti jang tadi. Maka lantas berkata Goesti: âDjagalah kambingkoe!quot; Maka pada katiga kalinja Groesti bertanjaken dari padanja: ,, Hei Simon anak Joenas, apa kowe tjinta sama akoe?quot; â Maka Petroes poen soesah hatinja dan berkata kapadanja: âJa Goesti! Goesti tahoe segala perkara, apalagi jang saja tjinta sama Goesti!quot; â Maka kata Goesti kapadanja: âDjagalah kambingkoe! Sasoenggoeh-soenggoehnja akoe berkata kapadmnoe: Tatkala kowe lagi moeda, maka kowe soedah mengikat pinggangraoe, lantas berdjalan barang ka-mana soekamoe; tetapi kapan kowe soedali toewa, kowe nanti mengoondjoekken tanganmoe, maka orang lain nanti mengikatken pinggangmoe, membawa kowe barang ka-mana jang boekan soekamoe.quot; â Maka Goesti berkata bagitoe maoe menoendjoekken pri kematian Petroes nanti memoeliaken Allah.
Kemoedian dari pada itoe adalali Goesti menjataken dirinja pada soewatoe tempat, di mana moerid-moeridnja lebie'i dari lima ratoes banjaknja berkoempoel di sitoe. Maka tiada koerang orang jang mendjadi saksi dari pada Goesti poenja hidoep kembali.
:5(.i. Goosti Jesoes naïk ka-soerga.
{Malth. 28, Mark. 16, Perb. 1).
1. Maka kaseblas orang moorid-moerid poen pergilah ka-negri Galilea kapada soewatoe goenoen jang soedah di tentoeken sama Goesti. Maka di sitocpoen datenglah Goesti mendapetken dia-orang dengan katanja; âBaliwa segala koewasa soedah di kasiehken kapadakoe, baïk di dalem soerga, baïk di afcas boemi ini. Sebab itoe pergilah kamoe mengadjar segala bangsa dan baptisken dia-orang demi nama Bapa, dan Anak dan Roh
271
Soetji, dan adjarkonlah dia-orang menocroet segala sasoo\vfgt;.toe jang soedah Icoe-pcsau kapadamoe. Maka orang jang pertjaja dan jang di baptisken, ija-itoe nanti mendapet salamet; tetapi orang jang tiada pertjaja itoe nanti di hoekoem. Maka orang jang pertjaja itoe dia-orang nanti di sertaï tanda t.inda ini; dengan namakoe dia-orang aken niemboewangken setan dan berkata-kata dengan bliasa-bliasa jang bharoe; oelarpoen aken dapet di pegangnja, dan maskipoen dia-orang minoem barang soewatoe jang boleh inendatengken mati, tiada djoega dia-orang kena sakit; lagi dia-orang meaoempangken tangannja pada orang-orang sakit maka lantas mendjadi baik kembaii. Maka sasoenggoebnja akoe selaloe ada beserta dengan kamoe, sampei kapada kasoedahan alam ini.quot;
2. Maka dengan beberapa tanda-tanda jang njata di toen-djoekken Goesti dirinja dengang hidoep kapada moerid-inoeridnja, dan kalihatanlah Dia kapada dia-orang ampat poeloeh hari lamanja, serta Dia berkata-kata dengan dia-orang dari pei'kara karadjaan Allali. Maka di belakangkali Goesti koempoelken dia-orang di goenoeng Zuïtoen. Maka pada waktoe itoe di pesannja djangan dia-orang meninggalken Jeroezalem, melainken menan-tiken perdjandjian Bapa, jang dia-orang nanti di baptis dengan Roh Soetji. Maka orang jang berkoempoel itoe bertanja kapada Goesti, katanja: âJa Goesti apa pada masa ini Goesti memoe-langken kembaii karadjaan kapada orang Israïl ?quot; â Maka sahoet Goesti kapada dia-orang: âTiada patoet kamoe menga-tahoewi segala waktoe atawa koetika, jang soedah tersimpen sama Bapa dengan koewasanja sendiri. Tetapi kamoe nanti tarima koewasa Roh Soetji, tiada berapa hari antaranja; dan kamoe nanti mendjadi saksikoe, baik di Jeroezalem, baik dalem antero tanalt Joedea dan Samaria sampei ka-hoedjoeng boemi.quot;
Sasoedahnja mengataken segala perkara ini, maka Goesti mengangkat, tangannja aken memberkati sachabat-sachabatnja. Maka sasoenggoehnja dalem antara memberkati, Goestipoen di angkat naik samantara dia-orang melihat, maka soewatoe mega mengangkat Goesti dari pada pemandengan dia-orang.
272
Maka sedeng dia-orang memandeng ka-langit, antara Goesti naik itoe sasoenggoehnja adalah doewa orang berpakeikeu pakejan poetieh, berdiri di sabelah dia-orang katanja: âHei kamoe orang Galilea, mengapa kamoe berdiri melihat ka-lungit?
Jesoes jang soedali di angkat naik dar! padamoe ka soerga itoe, maka bagltoe djoega Dia nanti dateng kembali, seperti jang kamoe lihat Dia naik ka-soerga itoe.quot;
273
40. Hari besar Panteliosta.
[Perb. 1, 2.)
1. Sasoedahnja Kristoes naik ka-soerga, maka moerid-moc-ridnja itoe tinggal bersama-sama di Jeroezalem dengan selaloe dia-orang memoehoenken Roh Soetji jang soedali di djandji padanja. Maka soepaja genaplab lagi banjaknja doewablas moerid itoe, meudjadi dia-orang memilih Mattias aken gantinja Joedas, lantaran meniboewang oendi serta dengan meminta doa kapada Goesti.
2. Serta soedah antara lima poeloeb hari sasoedahnja hari besar Paska, mendjadi sapoeloeh hari sasoedahnja Kristoes di tinggiken di atas tachta Allah di soerga, kabetoelan pada hari Pantekosta orang Jahoedi, maka adalah moerid-moerid itoe sekalian berkoempoel dengan satoe hati. Maka dengan lekas toeroenlah dari langit soewatoe boenji soperti angin keras menderoe jang memenoehi antero roemah tempat dia-orang ada doedoek. Maka kalihatanlah kapada dia-orang beberapa lidah jang terbe-lah-belah seperti api roepanja, maka berhentilah itoe di atas masing-masing dia-orang. Maka dia-orang sekalian di penoehi dengan Roh Soetji, serta moelaï berkata-kata dengan bhasa lain-lain, sebageimana Roh itoe kasieh kapada dia-orang aken berkata-kata. Maka adalah di Jeroezalem beberapa orang Jahoedi, ija-itoe orang berbakti dari pada segala bangsa jang di bawah langit. Serta kadengaranlah boenji itoe, lantas berkoempoel segala orang serta dengan terlaloe beirannja, sebab masing-masingnja mendengar dia-orang berkata-kata dengan bhasanja orang-orang itoe. Maka dia-orang seinoewa kaget dengan heiran sekali, katanja satoe sama lain: âBoekankah segala orang jang berkata-kata ini orang Gnililea? Maka bageimana masing-masing kita mendengar dia-orang berkata dengan bhasa negri asal kita? Kita sekalian mendengar dia-orang berkata-kata dengan bhasa-
18
i
274
bhasa kita, dari perkara segala perboewatan Allab jang adjaib.quot; Maka kata satoe sama lain; âApa maoeuja iniYquot; â Tetapi ada djoega orang lain jang menjiudirken dia-orang katanja: âOrang ini kebanjakau ininoem anggoer nianis.quot;
Maka berdirilab Petioes serta dengan kasabelas moerid itoe, di njaringkennja soewaranja sorta katanja kapada dia-orang: âlltii kamoo orang Jaboedi, d;in kamoe sekalian jang tinggal di Jeroezaleni, bijar segala perkataankoe ini masoek dalem koe-pinginoe, karna boekan orang ini inaboek, seperti kiramoe, sebab bbaroe poekoel sembilan pagi, tetapi ini djoega jang dhoeloe di kataken nabi Joël: âMaka befirmanlah Allah, nanti d j a d i p a d a b a r i jang d i b e 1 a k a n g, A k o e nanti menoewangken dari pada Rohkoe atas segala ma-noesia, maka anakinoe laki-laki dan per a in poe vv a n iiiinti bornoeboewat, dan orang moeda-moedanioe nanti melihat beberapa penglihatan, dan orang toewa-toewamoe nanti m ini pi ken b e b e r a pa m ini pi, dan 1 a g i a t a s a e g a 1 a b a in b a k o e laki-laki dan p e r a m p o e w a n A k o e n a n t i m e n o e w a n g k e n li o h k o e p a d a tempo itoe, maka dia-orang nanti b e r n o e b o e-w a t. M a k a n anti d j a d i, barangsiapajangmenjeboe t aken nam a Toe ban, ija-itoe nanti k a sal a m e t a n.quot; â-Hei kamoe orang Israïl, dengarkenlali perkataankoe ini: Jesoes orang Nazareth, ija-itoe saorang jang soedah di tantoeken Allah dengan beberapa adjaib dan moedjidjat dan alamat, itoepoen kamoe salibken; tetapi di bangoenken Allah sama dia, dan atas perkara inilah kita orang poen sekalian mendjadi saksi. Seka-rang Dia soedah di tinggiken dengan koewasa Allah, maka dia tarima dari pada Bapa itoe perdjandjian Rob Soetji, maka di toewangkennja ija-ini seperti jang kamoe lihat dan kamoe dengar sendiri. Maka sebab itoe katahoewilah, hei segala isi roemah Israïl, jang dengan sasoenggoelmja Jesoes jang kamoe salibken itoe, di djadiken Allah aken Goesti dan Kristoes.quot;
Serta dia-orang dengar perkataan ini, maka bilanglah liatinja, lantas berkata: âHei toewan-toewan dan soedara, apa jang patoet,
275
kita orans; porboowat ?quot; â Maka kata Potmos Icapada dia-oi'ana;: âTobatlab kaïnoe clan masing-niasin^ bjjar ili porniandiken dengan nama .Iesoes Keistoes, soopaja dosamoe di ampooni; maka soenggoch kaïnoe nanti niendapot; kasieban R(di Soetji, karna adalab perdjandjian ihw kapada kamoc (hm kapada anak-anakmoe dan kapada segala orang jang d jaoeb-djaoeb, saberapa banjak jang di panggil Toeban Allab kita.
3. Maka segnla orang jang inenarima porkatniiniija itoo dongan sooka batinja, itoo djoega di pormaiidikon; maka pada bari itoe di tambabken pada pesamoewan kiia-kira liarang tiga riboe orang lianjaknja. Maka segala oranje' itoe tetoplali dalem pengadjaran segala rasoel, dan dalem persakoetoewan, dan dalem memakan roti, dan meminta doa. Maka dia-orang djoewalken segala barta bendanja, boewat toeloeng kapadn orang miskin, maka dia-orang dapet kasieban di antara segnla orang. Maka pada sahari-bari di tambabken Goesti aken beberapa orang jang dapet salamet.
41. Oraiii*; jane: sakit loeinpoeli. â Ananias dan Saflra.
(Perh. 3, 5).
1. Maka djadilab pada soewatoe liari Petroes dan Joiianncs pergilab bersama-sama masoek ka-mesdjid boewat sembalijang. Maka adalab saorang sakit loempoeb, dia doedoek di depan pintoe mesdjid, oemoernja ampat pooloeli tahoen, maka orang itoe loempoeb dari pada proet iboenja. Mn ka dialab sahari-bari di taroebken di sitoe, aken minta sedekab kapada orang jang soeka masoek ka-dalem mesdjid. Serta di liliatnja kadoewa rasoel itoepoen, maka di mintanja sedekab kapadanja. Maka Petroes pandeng sama dia serta katanja: âPandenglab sama kita-orang!quot; Maka di pandengnjalab kapada kadoewanja serta dengan barepnja nanti dapet apa-apa dari pada dia-orang. Maka kata Petroes:
276
âMas dan perak tiada padakoe, tetapi barang jang ada padakoé itoe koe-kasiehken kapadamoe. Dengan nama Jesoes Kristoes orang Nazareth itoe, bangoenlah, lantas berdjalan!quot; â Maka di pegangnja tangan kanannja, serta di perdirikennja dia, maka sabentar djoega koewatlab kakinja dan mata kakinja. Maka dia meloerapat serta berdiri lantas berdjalan masoek beserta Petroes dan Jobannes kadalem mesdjid dengan memoedji Allab. Maka segala orang melibat dia berdjalan mendjadi terlaloe beirannja. Maka Petroes berkata-kata kapada orang banjak, sabingga orang jang inendengar perkataan itoe banjak jang pertjaja aken Groesti, dan mengakoeï nama Jesoes itoe soenggoeblah koewasa, sampei segala orang jang pertjaja itoe kira-kira barang lima riboe orang banjaknja.
2. Adalali saorang laki-laki bernama Ananias beserta dengan bininja bernama Safira, maka dia-orang mendjoewal tanabnja. Maka Ananias poen semboeniken barganja jang satoe bbagian, ija-itoe dengan satahoe bininja, maka jang lain di bawanja kapada rasoel-rasoel, di akoekennja ija-itoe barganja jang dengan sagenepnja. Maka kata rasoel Petroes. âHei Ananias, niengapa maka batimoe di penoebi se tan, sampei mendjoestaken Rob Soetji, dan menjemboeniken separo dari pada barga tanah itoe? Sandenja beloem di djoewal, boekankab kowe djoega jang am-poenja dia? Dan babis di djoewal boekankab dalem koewasamoe djoega? Apa sebabnja ini perkara timboel dalem batimoe? Sasoenggoehnja boekan kowe mendjoestaï manoesia melainken Allah.quot; â Serta di dengar Ananias segala perkataan ini, maka dia djatoeh, lantas poetoeslah djiwanja. Maka bangoenlah segala orang moeda-moeda, lantas di angkatnja kaloewar dan di tanem-ken sama dia.
Maka kira-kira babis tiga djam lagi bininja masoek djoega; tetapi tiada dia tahoe, aken perkara jang soedab djadi itoe. Maka kata Petroes kapadanja: âKatakenlah kapadakoe, apa kowe mendjoewal tanah itoe sakian barganja?quot; â Maka sahoet-lab dia: âSaja toewan, dengan barga sakian.quot; â Maka kata Petroes kapadanja: âApa sebab maka kowe sepekat maoe men-
277
tjobaï Roh Toelian? Lihatlah, kaki orang jang soedah tanemken lakimoe itoe ada di moeka pintoe, maka dia-orang nanti mem-bawa kowe djocga kaloewar.quot; â Maka pada sabentar djoega perampoewan itoe djatoeh di kaki Petroes, lantas poetoes djiwa, Maka masoeklah orang moeda-mooda, itoe serta dapet perampoewan itoe soedah mati. Maka di bawanja kaloewar sama dia dan di tanemkennja dia di sabelah lakinja. Maka sagenap per-koempoelan itoe dan segala orang jang raendengar perkara itoe kadatengan takoet jang besar.
42. Stefanoes mati sajid.
(Perb. 6, 7).
1. Dari sebab perkoempoelan orang Kristen bertambah-tambah semangkin banjak orangnja, maka kadoewabelas rasoel itoe boekan sadja mengadjar firman Allali, melainken dia-orang mem-bliagi-bhagi sedekah kapada orang miskin djoega, maka rasoel-rasoel itoe terlaloe banjak kerdja, sampei tiada dapet di lakoe-kennja pekerdjaannja dengan sasampoernanja. Maka dari pada itoe dia-orang beremboeg sama orang-orang perkoempoelan, baik-lali mentjari orang toedjoeh jang terpoedji dan jang kapertjajaan, aken di wakilken metnbhagi-bhagi sedekah kapada orang miskin dan djanda-djanda, Maka di dalem orang toedjoeh itoepoen adalah saorang jang bernama Stefanoes, ijalah saorang penoeh dengan iman dan koewasa, di adakennja bebrapa tanda dan moedjidjat di antara orang banjak itoe. Maka djadilah beberapa orang Jahoedi jang soeka berbantab dari perkara pengadjaran Kristen; tetapi dia-orang tiada dapet melawan bidjaksana dan koewasa perkataan Stefanoes itoe. Maka dengan gemes hatinja dia-orang merocsoehken orang banjak itoe, serta orang toewa-toewa dan ketib-ketib, lantas menangkep Stefanoes serta di anterkennja
278
kahadepun inadjolis hit jam. Dan lagi dia-orang hawa saksi djoesta jaug herkata: sTiada berhenti-herhentinja orang ini kataken perkataan djaliat lawan tompat soetji ini dau lawau Toret, karna kita-orang soedah dengar dia herkata, jang Jesoes itoe, orang Nazareth, nauti merombak ini tempat dan mengobaliken segala adat jang di kasieb nabi Moesa pada kita-orang.
2. Maka segala orang jang doedouk dalem madjelis hitjara itoe mcnuindeug dia; maka dia-orang liliat moekanja seperti moeka inalaïkat. Maka kata imam busar: J âSegala'perkai'a ini
apa soeuggoeli bagitoc?quot; â Maka StePanoes dia motdaï hitjara kapadanja dari bal nunek-iiiojangnja, di pelibaraken dengan koewasa Allab, apalagi dari bolibnja melawau Allaii dengan tiada borhenti-berbeulinja, sampci kapada katoeroenanuja dia-orang borboewat doerbaka bagitoc djooga. Serta Stetanoes mong-bahisken perkataiinnja, maka dia berkata: âllei orang jang kakoe liati, dan jang tida tersoenat bati dan koepingmoe, sala-manja kamoc melawan lloh yoctji, seperti uenck-inojangmoo
270
bagitoe djoega kamoe. Dari antara segala nabi-nabi itoe siapatah jang tiada di aniajaken nenek-mojangmoe? Maka dia-orang soe-dah nieinboenoeh sama segala orang jang mentjeritakcn terdlioeloe dari datengnja Orang jang Bener itoe, jja-itoe jang soedah kamoe serahken serta soedah memboenoeb sama Dia.quot;
3. Serta Stefanoes berkata bagitoe, maka dia-orang tidak talian lagi dengarken, ija-itoe dari sebab panas dan marab hatinja, sahingga di karetaknja giginja. Tetapi Stefanoes itoe pcnoeli dengan Rob Soetji, melihat ka-langit di liliatnja kamocliaan Allali dan Goesti Jesoes poen ada berdiri di sabelali kanan Allah. Maka dia berkata: âSasoenggoebnja koe-lihat langit ter-boeka; dan Anak-manoesia itoe berdiri di sabelah kanan Allah.quot; Tetapi betarejaklah dia-orang dengan keras soewaranja, serta dengan toetoep koepingnja, lantas di toelaknja sama Stefanoes kaloewar negri aken melempar batoe sama dia.
Maka segala orang saksi taroehken pakejannja di kaki saorang moeda bernama Saoei. , habis melemparken batoe sama Stefanoes tengah dia meminta doa, katanja: â.Ta Toehan Jesoes, tarimalah djiwakoe!quot; â⢠Maka berteloetlah dia serta betarejak dengan njaring soewaranja, katanja: âJa Toehan, djanganlah kiranja tanggoengken dosa ini atas dia-orang!quot; â Maka habis berkata bagitoe poetoeslah djiwanja.
43. Filippoes dan saorang inantri besar lgt;aiiesa Habsji. â TaMta.
(Perb. 8, 0).
1. Maka Saoel itoe soekalah hatinja dari sebab matin ja Stefanoes itoe, karna diapoen toeroet satoe hati sama orang jang bentji orang Kristen. Maka dia meroesakken perkoempoelan itoe, masoek roemah kaloewar roemah boewat mentjari segala
280
moerid laki-laki dan pcrampocwan di masoekkennja ka-dalem pendjara. Maka pada hari itoe datenglah aniaja besar atas per-koempoelan jang di Jeroezalem; maka dia-orang semoewa tersiar di antero tanah Joedea dan Samaria; maka barang di mana datengnja di kabarkennja perkataan Indjil. Maka Filippoes poen, ija-itoe temennja katoedjoeh orang jang di pertjaja membhagi-bliagi sedokah kapada orang miskin, dialah dateng di negri Samaria, serhi kasieh tahoe kapada orang-orang di sitoe dari perkara Kristoes. Maka segala orang itoe tetep dengan satoe hati dalem perkara jang di adjarken Filippoes, sebab dia-orang mendengar dan meliliat segala tanda jang di adakennja, sebab di semboelikennja banjak orang sakit roepa-roepa. Maka djadi kasoekaan jang besar dalem negri itoe.
2. Habis mengadjar di sitoe, maka bersabdalab saorang ma-laikat kapada Filippoes, katanja: âBangoenlah kowe, berdjalan kasabelah selatan di djalan jang toeroen dari Jeroezalem, ka-negri Gaza.quot; â Maka bangoenlah dia lantas berdjalan. Maka sasoenggoebnja adalah saorang Habsji, ija-itoe mantri besarnja permeisocri orang Habsji, jang bernama Kandasi, maka dia soedah dateng sembahjang di Jeroezalem. Maka dia poelang, dan adalah dia doedoek di atas karetanja, bharoe membatja soerat nabi Jesaja. Maka firman Roh itoe kapada Filippoes: âPergilah kowe deket dan rapetkenlah dirimoe pada kareta itoe.quot; â Serta Filippoes dateng di deketnja kareta, maka dia dengar mantri besar membatja soerat nabi Jesaja, maka kata Filippoes: âAdakah toewan mengarti batjaanmoe itoe?quot; â Maka sahoetnja: âMana bolih, kaloe tiada saorang mengartiken ini kapadakoe?quot; â Maka dia minta bijar Filippoes naik dan doedoek sertanja.
Maka tempat kitab jang dia batja itoe baginilah boeninja: âDia soedah di bawa seperti saekor domba aken di sembeleh, dan seperti saekor anak domba membi-soeken dirinja di hadepan orang jang menggoen-tingi boeloenja, bagitoe djoega tiada dia memboeka moeioetnja.quot; ââ Maka kata mantri besar itoe kapada Filippoes: âSaja bertanja kapada toewan, aken siapakah nabi itoe
281
berkata? Aken dirinja sendiri atawa aken orang lain?quot; â Maka dari pada itoe djoega adalah Filippoes moelaï kasieh tahoe kapada mantri besar itoe dari hal Groesti Jesoes.
Maka dalem berdjalan itoe sampeilah dia-orang kapada soe-watoe tempat ajer, maka kata mantri besar: âLihatlah di sini ada ajer, apakah jang melarangken akoe di permandiken.quot; â Maka kata Filippoes: âKaloe toewan pertjaja dengan soenggoeh-soenggoeh hati bolih.quot; â Maka sahoet mantri: âAkoe pertjaja Jesoes Kkistoes itoe Anak Allah.quot; â Maka di soeroehnja kareta itoe berhenti, habis toeroenlah doewa-doewa kadalem ajer, maka mantri besar lantas di permandiken sarna dia.
Maka habis dia-orang naïk dari dalem ajer itoe, di bawa Rohnja Toehan sama Filippoes, mendjadi mantri besar tiada melihat dia lagi, lantas troesken perdjalanannja dengan soeka hatinja.
3. Koetika rasoel Petroes mendapetken segala orang soetji, jang doedoek di negri Lida, maka dia semboehken di sitoe saorang jang bernama Exe.vs, jang sakit loempoeh soedah dela-pan tahoen lamanja. Maka dari sebab itoe banjak orang jang bertobat kapada Toehan. Maka pada waktoe itoe di negri Joppe jang tiada djaoeh dari Lida, adalah saorang Kristen peram-poewan, bernama Mak Tabita. Maka perampoewan itoe banjak sekali perboewataiuija jang baik. Maka pada masa itoe Mak Tabita itoe dia djatoeh sakit pajah sahingga mati; maka habis di kasieh mandi aken dia, lantas di bawanja naik kaatas loteng. Serta di dengar segala moerid jang Petroes ada di negri Lida itoe, lantas dia-orang soeroeh doewa orang mendapetken dia, serta meminta bijar djangan lambat dia dateng sama dia-orang. Maka Petroes pergi berdjalan bersama-sama dia-orang. Serta soedah sampei, maka lantas di bawa orang sama dia naik kaatas loteng. Maka segala perampoewan djanda itoe dateng berdiri sertanja, dengan menangis dan menoendjoekken pakejan-pakejan perboewatan Mak Tabita itoe boewat dia-orang. Maka segala orang perampoewan itoe di soeroeh Petroes kaloewar, lantas dia soedjoed serta meminta doa. Habis dia berkata kapada orang
2S2
niati itoc: âTTci Tabita, bangoenlah!quot; â Maka pernmpoewan itoe lantas inemboekakenlali matanja, serta di liliatnja Petroes, maka doedoeklah dia. Maka Petroos oendjookken tangannja dan membangoenken dia; maka habis panggil segala orang soetji, dan sogaia peranipoewan djanda di toendjockkennja perampoe-wan itoe kapada dia-oraiig denman hidoepnja. Maka di dalem negii Joppe poen banjaklah orang pertja.ja aken Toelian.
U. Tobjitn.jii Saoel.
(Perb. 9).
1. Maka Saoel lagi tengab mkmijalaken gertaknja maoe mcm-boenoeb segala moen'd Goesti. Maka dia minta soerat-prentah sania Imam besar, aken di bawa ka-negri Damaskoes kapada segala niasdjid, soepaja kaloe dia dapet sania orang dalem djalan agama itoe, biiik laki-laki atawa perampoewan, bolililab dia bawa dia-orang ka-Jeroezalcm dengan teriket.
Maka serta. perdjalanannja soedali deket di negri Damaskoes, maka memantjarlah dari langit soewatoe tjehaja gilang-goemilang mengoelilingi dia. Maka djatoehlah dia ka-boemi, dan di de-ngarnja soewatoe soewara, mengataken kapadanja: âHei Saoel, Saoel! mengapa kowe menganiajaï akoe?quot; â Maka saboetnja: âJa Goesti, siapakah Goestir1quot; â Maka firman Goesti: âAkoelali Jesoes jang kowe aniajaken itoe, maka soesali padamoe menen-dang barang jang tadjem itoe.quot; â Maka kata Saoei dengan goemeter dan heiran: âJa Gocsti, apakah Goosti maoe jang hamba perboewat?quot; â Maka firman Goesti kapadanja: âBan-goenlah kowe, masoek kadalem ncgri, maka ill sana nanti di kataken kapadamoe apa jang patoet kowe perboewat.quot; â Maka Saoel poen bangoenlah dari boemi, habis boeka rnatanja, maka soewatoe poen tiada kaliliatan lagi kapadanja. Maka dia di toen-
283
toen oran? dengan di pegang tangannja, di bawanja aker. dia masoek kadalem negii Damaskoes. Maka tiga hari lanianja tiada dia meliiiat, dan tiada makan dan minoera.
2. Maka di negri Damaskoes adalah saorang moerid jang bevnama Ananias; maka firman Goesti kapadanja dalem soewatoe penglihatan, boeninja: âHei Ananias, bangoenlah kowe, pergi mengikoet loeroeng jang bernama loeroeng Loeroes, tanjalah di roemah Joedas aken saorang jang bernama Saoel, orang negri Tarsoes, karna sasoenggoehnja adalah dia meminta doa, dan dia soedab melibat aken saorang jan^- bernama Ananias masoek serta toempangken tangan atasnja, soepaja matanja kali-hatan kembali.quot;
SJI'Maka sahoet Ananias: âJa Goesti, saja soedah dengar dari pada banjak orang aken perkara orang itoe, beberapa-berapa djabat soedab dia perboewat aken segala oemat Goesti jang soetji di Jeroezalem. Maka di sinipoen dia soedab dapet koewasa dari pada kapala-kapala imam aken mengiket segala orang jang ine-njeboet nama Goesti.quot; â Tetapi firman Goesti kapadanja: âPer-gilati djoega kowe, karna orang itoe mendjadi soewatoe pegawei jang terpilib padakoe aken membawa Namakoe kapada segala orang kafir, dan kapada radja-radja dan bani-Israïi, karna akoe nanti toeudjoek kapadanja beberapa sangsara liaroes dia kena sebab namakoe.quot;
Maka Ananias poen pergilah, lantas masoek kadalem roemab itoe, serta di toempangkennja tangannja atas Saoel, dengan kata-nja: âHei soedarakoe Saoel! Goesti Jesoes jang soedab kalibatan kapadamoe di djalan itoe, soedab menjoeroebken saja dateng kapadamoe, soepaja matamoe bolili kalibatan kembali, dan hati-moe ili penoebi dengan Rob Soetji.quot; â Maka sabentar djoega goegoerlab dari pada mata Saoel itoe seperti roepa sisik, maka pada koetika itoe djoega matanja kalibatan kembali, serta ba-ngoenlab dia, lantas di permandiken. Maka habis makan, dia djadi koewat kembali. Moelai dari pada waktoe itoe di kabar-kennja di Damaskoes dan di Jeroezalem dengan brani batinja, perkara Jesoes jang Dia itoe Anak Allah. Serta soedah liwat
284
beberapa bavi, maka orang Jaboedi berbitjara maoe memboenoeh aken dia; tetapi kapan soedah ketahoewan moerid-moerid itoe, maka di bawanja sama dia ka-negri Tarsoes, ija-itoe negri ka-lahirannja.
45. Kornelioes.
{Perb. 10).
1. Adalab di kota Kesaria, saorang jang bornama Korneijoes, ija-itoe saorang kapala pradjoerit, bangsa Rocmani. Adalab dia saorang berbakti, lagi takoet aken Allab serta dengan gekalian orang isi roemabnja, maka banjak dia kasieb sedekab kapada orang, dan selamanja dia meminta doa kapada Allab. Maka ada kira-kira pada djam poekoel tiga sore di libatnja dengan njatanja saorang malaïkat Allah dateng kapadanja, lantas katanja: âHei Kornelioes, segala doamoe dan sedekabmoe soedah djadi soe-watoe peringetan kapada Allah. Maka sekarang soeroehlah orang pergi ka-Joppe, soepaja dia panggil Simon, jang bernama Petroes, adalab dia menoempang dalem roemah saorang toekang samak koelit, di pinggir laoet; maka dia djoega nanti kasieb tahoe kapadamoe apa jang patoet kowe perboewat.quot;
2. Maka Kornelioes menoeroet kata malaïkat itoe, lantas di panggilnja tiga orang hambanja, di soeroebkennja dia-orang ka-Joppe. Maka pada hari besoek paginja, tengab dia-orang hampir sampei ka-kota, ada kira-kira poekoel doewabelas tengab hari, maka naïklah Petroes ka-atas roemah aken meminta doa. Maka laperlah dia maoe makan; maka samantara dia di sediaken makanan, terpingsanlah dia. Maka di lihatnja langit terboeka, lantas toeroen kapadanja soewatoe tempat seperti slimoet jang besar roepanja, terikat kaampat hoedjoengnja. Maka dalemnja itoe adalab dari pada segala binatang di boemi jang berkaki ampat dan lain dari pada itoe. Maka datenglah kapadanja soe-
285
wara mengataken: âHei Petroes, bangoenlah kowe, sembelehlah dan makanlah!quot; â Tetapi kata Petroes; âJa Goesti, djangan bagitoe, karna hamba beloera tahoe makan barang apa-apa jaag baram adanja.quot; â Maka datenglah lagi soewara kadoewa kalgt; nja, mengataken; âBarang jang di halalken Allah djangan kowe haramken dia.quot; â Maka djadi bagitoe sampei tiga kali, lantas itoe tempat terangkat kembali ka-langit.
Adapoen sedeng Petroes ada doedoek memikirken dalem ha-tinja, apatah artinja penglihatan ini, sasoGnggoehnja orang jang di soeroehken Kornelioes itoe, adalah berdiri di pintoe, serta bertanjaken di mana roemah Simon itoe. Maka berfirmanlah Roh kapadanja: âLihat, adalah tiga orang mentjari kowe, toe-roenlah kowe, pergilah serta dengan dia-orang, karna akoelah jang menjoeroehken dia-orang.quot; -â Lantas toeroenlah Petroes mendapetken orang pesoeroehan Kornelioes kapadanja, serta katanja; âSasoenggoehnja, akoelah dia, jang kamoe tjari itoe; apa sebab maka kamoe dateng kamari ini?quot; â Maka dia-oi-ang mengataken barang jang mendjadi perloenja; habis bagitoe maka Petroes mengadjak dia-orang menoempang sertanja, sampei kapada hari besoek paginja. Serta pagi hari, maka Petroes berangkat bersama-sama dia-orang, di iringken beberapa orang soedara jang dari Joppe. Maka pada hari besoek paginja sam-peilah dia-orang ka-Kesaria.
3. Maka Kornelioes poen adalah menantiken dia-orang, dan soedah di koempoelkennja segala sanak soedaranja dan sobat-sobatnja jang baik. Maka serta masoeklah Petroes, datenglah Kornelioes bertemoe sama dia serta sembah soedjoed pada ka-kinja. Maka Petroes angkat sama dia katanja: âBangoenlah toewan, karna saja inipoen orang manoesia djoega quot; â Petroes lantas masoek mendapeti beberapa-berapa orang ada berkoem-poel di sitoe; maka kata Petroes kapada dia-orang; âSoedara-soedara soedah mengatahoewi tiada patoet orang Jahoedi ber-koempoel sama orang bangsa lain; tetapi soedah di toendjoek Allah kapada saja, djangan saja kataken barang saorang haram atawa nadjis adanja. Maka sekarang saja bertanja pada soedara
286
snedarn : Apa aebabuja soedara soodah motnanggil saja kamari?quot;
Maka Komelioes lantas mcntjerilaken, jang ada saorang nia-laïkat Allali dateng kapadanja, dan apa jang soedah di kata-kennja. Sasoedahnja Petroes mendengar tjeritanja Kornelioes itoe, maka dia |»oeii memboeka moeloetnja, serta katanja: âBahwa dengan sabeneriija sokai-ang njatalah kapadakoe, jang tiada di endahken Allali aken roepa oraug; nielainken di antara segala bangsa, barang-siapa jang takoet aken Dia dan jang inengordjaken barang jang bcner, ija-itoelah di tarimanja.quot; â Soedah bag itoe lantas di kabarkennja Indjil Jesoes Kristoes kapada dia-orang.
Samantara di katakeu Petroes segala perkataan ini, maka toeroenlah Rob Hoetji atas segala orang jang ada mendengar itoe. Maka heiranlab segala orang bersoenat jang pertjaja, ija-itoe saberapa berapa jang mengiringken Petroos, sebab anoe-graha Rob Soetji di tjoerahken atas orang kafir djoega, karna di dengarnja dia-orang berkata-kata dengan bbasa lain-lain serta membesarken Allab. Maka pada koetika itoo salioet Petroes, katanja: âApa bolih ajer itoo di tabanken, soepaja djangan orang ini di permandiken, sedeng dia-orang soedah dapet Rob Soetji seperti kita-orang djoega?quot; â Maka dia soeroeb mandiken dia-orang dengan nama Goesti. Lantas dia-orang meminta aken Petroes, bjjar dia tinggal bersama-sama dengan dia-orang beber-apa hari lamanja.
Inilab orang-orang kafir jang pertama-tama masoek agama Kristen.
4(gt;. Petroes di kaloewarkeu (lari dalem peiuljara.
{Perb. 12).
1. Maka pada tempo itoe djoega radja Herodes Agrippa ada inenangkep beberapa orang Kristen aken menganiajaken dia-
287
orang. Maka lt;li boonoelmja aken Jakoboes, soedara Johannes itoe, deugan poilang. Maka kapan Iferoiles molihat jiiiis' perkara itoe mendjadiken kasoekaan orang Jahoedi, maka lantas di tangkepnja aken Petroes djooga. Maka adalali tatkala itoe har' raja roti Jang tiada beragi, maka parent.ah Radja soeroeh meng-hadepken Pet roes besoek sasoedalinja, hari besar Paska. Maka terkoeroenglah Petroes di dalem pendjara, tetapi segala orang Kristen di Jeroezalem itoe doakonlah dia kapada Allah dengan tiada berhentinja.
2. Maka kapan Petroes maoe di boenoeh jnati, pada malem itoe djoega dia tidoerlah dengan doewa rante bcloenggoenja di tengah doewa orang soldadoe, dan segala penocnggoe di moeka pintoepoen adalali menoenggoeï pendjara itoe. Maka lihat, ada saorang malaïkat Toehan berdiri, dan bersinarlah soewatoe tje-haja dalem pendjara itoe. Maka malaïkat itoe membangoenken Petroes, katanja: âLekaslah bangoen!quot; â Maka lantas goegoer-lali rante itoe dari tangannja. Maka kata malaïkat itoe kapa-
288
danja: âIketlah pinggan^moe dan pakeilah kasoetmoe.quot; â Soedah itoe maka katanja: âPakeilah slimoetmoe, mari ikoet-lah akoe.quot; â Maka Petroes kaloewar mengikoet malaïkat. Maka kapan dia-orang soedah berdjalan liwat pendjagaan jang pertama dan jang kadoewa, lantas sampeilah dia-orang ka-pintoe besi, maka terboekalah pintoe itoe sendirinja. ïetapi tiada Petroes tahoe ketantoewannja barang jang di perboewat malaïkat itoe, pada sangkanja di lihatnja soewatoe penglihatan. Bagitoe dia-orang berdjalan satoc loeroeng troes; maka sabentar djoega malaïkat itoe bertjerei sama Petroes.
Sasoedahnja Petroes inget kembali aken dirinja, maka ber-katalah dia: âSekarang koe-ketahoewi dengan sabenernja, jang ïoehan soedah soeroehken malaïkatnja, aken melepasken akoe dari pada tangan Herodes, dan dari pada segala maksoed bangsa Jahoedi itoe.
3. Soedah dia berpikir bagitoe, maka pergilah dia ka-roemah Mariam, iboe Johannes jang di namaï djoega Mar-koes, ija-itoe di tempat orang banjak ada berkoempoei'. serta meminta doa. Maka habis Petroes ketok pintoe jang di loe-war, datenglah saorang dajang, jang bernama Rodi, mende-ngarken. Serta perampoewan itoe dapet kenal aken soewara Petroes, maka dengan terlaloe soeka hatinja tiada dia lantas memboeka pintoenja, melainken dia lari masoek kasieh tahoe, jang Petroes berdiri di pintoe. Tetapi orang jang ada di dalem roeinah itoe tra-maoe pertjaja. Serta Petroes tiada berhenti-berhenti ketok-ketok pintoe, maka di boekaï djoega; serta soedah pintoe di boekaken, dia-orang lihat aken Petroes sendiri, dan djadi heiran sekali. Maka habis Petroes kasieh tanda kapadanja bijar dia-orang diam dhoeloe, lantas Ji tjeri-takennja bageimana ïoehan soedah kaloewarken aken dia dari dalem pendjara. Dan lagi katanja: âKabarkenlah perkara ini kapada Jakoboes, dan kapada segala soedara-soedara.quot; â Lantas kaloewarlah dia berdjalan pergi ka-tempat jang lain.
Maka kapan soedah siang hari di soeroeh radja Herodes tjari-
289
tjari, tetapi tiada dapet sama Petroes; habis segala orang dj;.',ga di periksaïnja, lantas di soeroelmja bawa dia-orang pergi aken di hoekoem.
7. Ilasool Paocl di ncgri Antiokia dan di negri Listra.
{Perh. 13, 14, 15, 16. 2 Tim. 1).
1. Adalah di dalem negri Antiokia, bawah tanah Sjam, anak-moorid banjak dari sana sini berkoempoel serta mendiriken soe-watoe pesamoewan. Maka di soeroehken segala rasoel di Jcroe-zalem aken Barnabas, mengadjar pesamoewan itoe. Maka ber-djalanlah Barnabas itoo ka-negri Tarsoes dhoeloe, adjak-adjak Paoel, serta soedah ketemoe, lantas kadoewanja pergi ka-negri Antiokia, sampei satahoen lamanja dia-orang tinggal di sitoe dengan mengadjar banjak orang; maka moela-moela di negri Antiokia itoelah di seboet orang aken segala moerid itoe orang Kristen. Maka samantara dia-orang melakoeken pakerdjaan Goesti, katalah Roli-Soetji: âSendiriken baik Barnabas, baik Saoel, soe-paja dia melakoeken pakerdjaan jang soedah koe-serahken kapada dia-orang.quot;
2. Sasoedabnja bagitoe maka Barnabas dan Paoel (Saoel) lantas berdjalan aken mengkabarken Indjil di negri Saloekia, dan dari sana dia-orang pergi ka-tanah Asia-ketjil. Serta sampei di negri Listra, maka dia-orang mengkabarken Indjil djoega; serta mendapeti saorang loempoeh kaloewar memang. Maka orang itoe mendengarken rasoel Paoel berkata-kata. Maka serta Paoel memandeng aken dia, maka di lihatnja dia ada beriman, bolili di semboebken; lantas Paoel berkata padanja dengan soewara keras: âBangoenlah kowe, berdiri betoel!quot; â Lantas dia meloempat dan berdjalan.
Maka orang banjak serta melihat aken perboewatan Paoel
19
290
itoe, lantas dia-orang poen njaringken soewaranja, katanja de-ngan bhasa Likaoni: âSasoenggoehnja dewa-dewa soedah djadi seperti manoesia, dan soedali toeroen kapada kita-orang.quot; Maka Barnabas itoe di seboetnja Joepiter dan Paoel di seboetnja Merkoer, sebab Paoel itoe jang berkata-kata. Maka datenglah imam Joepiter, jang ada di hadepan negrinja orang itoe, mem-bawa lemboe-leniboe jang di hiasi dengan beberapa boenga-boenga di hadepan piutoe negri, serta dengan orang banjak maoe membawa koerban.
Tetapi serta di dengar kadoewa rasoel itoe, maka di robek-robekken pakejannja, serta berlarilah dia masoek kadalem orang banjak dengan betarejak-betarejak, katanja: âHei toewan-toewan, mengapa kamoe berboewat pakerdjaan bagini roepa? Ivita-orang djoega manoesia sama seperti kamoe, dan kita mengadjar kamoe, soepaja kamoe berbalik dari pada pakerdjaan jang sia-sia ini kapada Allah jang liidoep, jang soedah mendjadikeu langit dan boemi serta laoet dengan segala isinja.quot;
Maka dengan segala perkataan ini soesali djoega dia-orang menahanken orang banjak itoe dari pada membawa koerban ka-padanja.
Tetapi lantas dateng beberapa orang Jahoedi dari negri Antiokia dan Ikoni meroesoehken orang banjak itoe, maka habis dia-orang lemparken batoe aken Paoel, lantas di seretnja aken dia kaloewar negri, karna pada sangkanja dia soedah mati. Tetapi tengah segala moerid itoe berdiri di koelilingnja, maka bangoenlah Paoel, lantas masoek ka-dalem negri; dan pada hari besoek paginja kaloewarlah dia dengan Barnabas pergi ka-negri Derbi. Maka di sana di kabarkennja Indjil djoega.
3. Maka sasampeinja di negri Derbi dan Listra, maka ada-lah di sana saorang moerid jang bernama Timoïheus, dialah anak saorang perampoewan Jahoedi jang pertjaja, tetapi bapanja saorang Grika. Maka Timotheuspoen mengatahoewi aken boeninja soerat-soeratan soetji ketjil memang. Maka di belakangkalinja dia dan mendjadi sachabatnja rasoel Paoel, lagi temennja ber-djalan djoega.
291
4. Serta dia-orang balik kembali, maka di dapetkennja tvkeu soedara-soedara jang soedah pertjaja, dan di koewatkeuuja dengan di kaaieh inget padanja, soepaja dia-orang tiuggal tetep dalem pertjajanja, davi sebab kita haroes djoega masoek karadjaaa Allah lantaran kasoesahan banjak. Sasoedahnja dia-orang ber-diriken beberapa orang pinitoewa pada tiap-tiap tempat, maka keinbalilah dia-orang ka-Antiokia. Maka kapan dia-orang sampei di sana, di koempoelkennja aken segala soedara, lantas di tjerita-kennja bageimana Toehan Allah soedah memboekaken pintoe iman kapada segala orang kafir.
48. Lidia dan djoeroe-peudjara.
{Perh. 16).
1. Koetika perdjalanannja jang kadoewa kalinja, adalah Paoel beserta dengan Silas lagi berdjalan di tanali Asia-ketjil. Maka pada soe\vatoe malem kalihatan kapada Paoel soewatoe pangli-hatan, ija-itoe seperti roepa saorang Makedoni, berdiri serta meminta: âMarilaji, kowe menjabrang ka-Makedoni, toeloeng sama kita-orang.quot; Maka dari pada itoe soedah tantoe dalem pikirannja, jang Goesti ada panggil dia-orang aken mengkabar-ken Indjil ka-sana. Maka tiada antara lama sampeilah dia-orang ka kota Philippi.
Maka pada hari Sabat dia-orang kaloewar negri pergi ka-pinggir kali di tempat orang Jahoedi biasa sembahjang; maka doedoeklali dia-orang serta berkata-kata sama segala perampoe-wan jang ada berkoempoel di sitoe. Maka ada saorang peram-poewan jang bernama Lidia dari negri Tiatira, jang berdjoewal kain-woengoe warnanja, lagi orang berbakti kapada Allah, ija-itoe mendengar aken perkataan Paoel dan Silas. Maka di boekaken Allah aken hatinja, sahingga di perhatikennja barang perkata-
annja Paoel itoe. Maka dia di permandiken serta dengan segala orang isi roemalmja; habis dia minta bagitoe banjak kaloe Paoel dan Silas ada soeka, bijar dia-orang dateng di roemalmja, serta menoempang di sana.
2. Maka tiada antara lama adalah rasoel Paoel bertemoe dengan sa-orang perampoewau jang kamasoekan setan tenoeng-tenoengan, dan jang mendatengken oentoeng besar kapada toe-wannja dari sebab petenoengannja. Maka Paoel banjak soesah batinja melibat tingkahnja orang perampoewan itoe; maka demi nama Jesoes Kristoes dia soeroeh setan itoe kaloewar dari dalemnja, mendjadi dia kaloewar pada sabentar itoe djoega. Maka sasoedabnja bagitoe, toe wan nj a orang perampoewan itoe, dari sebab dia-orang merasa soedab liilang oentoengnja, maka dengan terlaloe gemes hatinja di tangkepnja aken Paoel dan Silas, dan di bawanja mengbadep kapada penghoeloe-penghoeloe di adoekennja rasoel itoe mengadjarken agama bharoe; maka kadjadian Paoel dan Silas di hoekoem sapoe serta soedah di sapoe beberapa kali, km tas dia-orang di masoekken ka,dalem pendjara.
Maka adalah kira-kira pada waktoe tengah malem Paoel dan Silas poen meminta doa serta memoedji Allah dengan menjanji; maka segala orang jang terpendjara itoe mendengarken njanjinja. Maka dalem itoepoen dateng gempa boemi jang keras , sahingga tergojanglali segala kaki tembok pendjara itoe; maka dengan sakoetika itoe djoega terboekalah segala pintoe, dan beloenggoe segala orang itoepoen loetjoetlah. Maka kapan djoeroe-pendjara itoe bangoen dari pada tidoernja, serta di lihatnja segala pintoe pendjara itoe terboeka, lantas di hoenoesnja pedangnja, maoe memboeuoeli dirinja, karna pada sangkanja segala orang peran-tejan itoe soedah loetjoet. ïetapi berseroelah Paoel dengan nja-ring soewaranja, katanja: âDjangan bikin tjilaka sama dirimoe, karna kita-orang sekalian ada di sini.quot; Maka habis minta palita, maka djoeroe-pendjara meloempatlah dia masoek dengan goeme-ter, lantas soedjoedlah dia di hadepan Paoel dan Silas. Maka kapan soedah dia-orang di bawa kaloewar, lantas katanja: âHei
293
toewan-toewan! Apii jang patoct koe-pcrboewat soepaja akoe mendapet salaraet?quot; â Maka sahoetlah dia-orang: âPertjajalah kowe aken Goesti Jesoes Keisïoes ; maka kowe nanti dapet salamet, baïk kowe, baïk sogala orang isi roemahmoe.quot;
Maka pada waktoe malem itoe djoega djoeroe pcndjara mem-bawa Paoel dan Silas, serta di basoelikennja biloer-biloernja. Maka lantas dia di permandiken serta dengan sekalian orang jang dalem roemahnja. Sasoedahnja bagitoe maka di bawanja aken kadoewa rasoel itoe kadalem roemah dan di hadepkennja makanan, serta bersoeka hatinja. dari sebab dia soedah pertjaja aken Toehan Allah, dan segala orang isi roemahnja bagitoe djoega.
Maka pada hari besoek paginja adalah rasoel Paoel dan Silas itoe di lepasken atas parentah segala pengboeloe itoe. Maka dia-orang pergi ka-roemah Lidia; liabis melihat dan menghiboerken segala soedara-soedara itoe, lantas dia-orang sainpeiken perdja-lanannja.
49. Rasoel Paoel mengkabarken Indjil di negri Athen, di Koriuthi dan di Efesoes.
{Perh. 17 â 20).
1. Dari negri Philippi rasoel Paoel berdjalan teroes lea- Thes-salon ika dan Berea, dan dari sitoo poen ka-negri Athen. Maka sasampeinja di negri Athen moeial panaslah rasa dalem hatinja, sebab melihatken negri itoe ponoeii dengan brahala. Maka dia berbantah-bantah sama segala orang Jahoedi dalem mesdjid, dan sahari-hari dengan orang jang mendapetken dia di pasar. Maka dari sebab Paoel mengadjar sama dia-orang dari pertjara Jesoes dan orang mati nanti di bangoenken kembali, mendjadi sate-ngah orang berkata: âOrang ini mengadjar aken hal dewa-dewa
204
jang bharoe.quot; Maka dia-orang adjak sanm Paoel ka-tempat bitjara jang bernama Ariopagocs, katanja; âApa bolih kita-orang dapet tahoe apa matjem pengadjaran bharoe jang kowe kata-ken ini?quot;
Maka berdirilah Paoel di tengah Ariopagoes itoe serta ber-kata: âHei segala orang A then! Akoe nieliliat kamoe ini terlaloe beribadat sekali, karna kapan akoe berdjalan koeliling serta melihatken segala perkara jang kamoe sembah, maka bertemoe-
lah akoe dengan soewatoe tempat persembahan, jang tersoerat di atasnja begini boeninja: âKapada Allah jang ïida di keta-hoewi.quot; Sebab itoe barang jang kamoe sembah, dengan tiada di ketahoewi, ija-itoelah jang koe-kasieh tahoe kapadamoe. Maka Allah jang soedah mendjadiken doenia dengan segala isinja, itoe tiada beroemah dalem kaiibah perboewatan tangan manoesia, sebab Dialah Toehan langit dan boemi adanja, dan tiada dja-oeh dari masing-masing kita. Karna dalem Dia djoega kita hidocp dan begerak dan ada. Maka tiada di endahken Allah
295
segala zaman kabodohan itoe. tetapi sekarang di soeroehnja ber-tobat segala manoesia, karna soedali di tantoekennja soewatoe liari kapan Dia nanti menghoekoemken segala isi alam ini dengan adilnja lantaran saorang jang Dia kasieh koewasa; maka dari perkara itoe di kasieh katentoean kapada segala manoesia dengan membangoenken Dia dari antara orang mati.quot; Maka kapan di dengar orang Athen dari perkara orang mati di bangoenken, maka adalah satengah orang mengolok-olokken Paoel, dan kata satengah orang: âKita-orang maoo mendengar kowe bertjeritaken hal ini sekali lagi.quot; Tetapi ada beberapa orang laki-laki ikoet sama dia serta pertjaja; maka di antaranja adalah Dionisioes , Akiopagoes itoe, dan saorang perampoewan jang bornama Damaris, dan lain-lain lagi bersama-sama dengan dia-orang.
2. Habis bagitoe kaloewarlah Paoel dari nogri Athen, ber-djalan ka-negri Korinthi. Serta sampei di sitoo, maka dia dapet saorang Jahoedi jang bernama Aki la, serta dengan bininja jang bernama Priskila. Dia-orang itoe soedah di oen-doerken dari negri Roem, maka datenglah Paoel mendapetken dia-orang. Maka tinggallah Paoel bersama-sama dia-orang dengan bekerdja, karna sama pentjariannja mendjadi toekang-cheimah. Maka samantara itoe Paoel mengadjar orang Jalioedi dan orang Grika hingga setahoen anem hoelan lamanja, maka dia koem-poel-koempoel pesamoewan besar.
3. Maka dari Korinthi kembalilah Paoel ka-negri Antiokia. Maka tiada antara lama, berangkatlah dia lagi dari si toe. katiga kalinja. Maka dalem ini perdjalanan datenglah dia di negri Ef'esoes dan tinggal di sitoe doewa tahoen lamanja, sahari-hari dia mengadjar dengan brani hatinja, sampei segala orang jang tinggal di Asia dapet mendengar perkataan Goesti Jesoes, Maka banjak orang jang pertjaja itoe dateng, serta mengakoe dan mentjeritaken segala perboowatannja. Maka adalah banjak orang jang mengerdjaken perboewatan jang tiada b ergo una itoepoen menghimpoenken segala poestakanja, di bakarnja habis di hade-pan segala orang.
Maka bagitoe dengan bagitoe makin masjoerlah firman Goesti
296
dengan kocwasanja serta dengan kamenangannja. Maka jang melawan djoega banjak adanja; sahingga pada tempo itoe djadi roesoeh boekan sedikit, sebab hal djalan Toehan itoe; karna adalah saorang toekang perak jang bernama Demetkioes, jang memperboewat, roemah-roemahan brahala Diana dari pada perak. Maka perboewatannja itoe mendatengken oentoeng boekan sedikit kapada segala kawan-kawannja. Maka di koempoelkennja dia-orang, serta dengan segala orang jang makan oepah dalem pakerdjaan itoe, lantas katanja: âHei toewan-toewan sekalian, kamoe tahoe jang dari pada pakerdjaan ini kita mendapet oentoeng besar. Maka kamoe soedah melihat, dan mendengar jang Paoel itoe sana sini soedah memboedjoek dan membalikken banjak orang, katanja: âBarang jang di perboewat dengan tangan orang itoe boekan Allah adanja. Maka boekan sadja pakerdjaan ini hampir-hampir binasa, melainken roeraah brahala Diana jang besar itoe di hinaken orang; malah kamoeliaanja jang di sembah orang isi segala doenia itoe maoe binasa.quot; â-Serta dia-orang dengar jang kaja bagitoe, maka penoehlah hati-nja dengan marah, serta dengan betarejak-betarejak, boeninja: âBesarlah Diana orang Efesoes itoe.quot; Sebagitoe sampei antara doewa djam lamanja. Maka antero negri itoepoen penoehlah dengan hoeroe-hara; tetapi rasoel Paoel tiada koerang satoe apa. Maka bolih dia meninggalken negri itoe dengan salametnja, lantas berdjalan ka-Makedoni dan ka-Korinthi lagi, mendapetken pesamoewan-pesamoewan di sitoe.
4. Serta Paoel berdjalan poelang, maka singgahlah dia ka-poelo Milete. Serta dia sampei ka-sana lantas dia soeroehan orang ka-negri Efesoes, aken memanggil segala orang toewa-ioewa pesamoewan, dan kasieh slamet tinggal kapadanja. Serta dia-orang soedah dateng Paoel berkata padanja; âAkoe sekarang ini berdjalan ka-negri Jeroezalein, dan di saksiken Rob Soetji padakoe katanja: âRante dan kasoesahan ada menantiken akoe.quot; Tetapi tiada akoe pikirken barang satoe djoega dari segala perkara ini, dan tiada djoega akoe sajangken djiwakoc, soepaja boleh koe-sampeiken perdjalanankoe dengan soeka hati. Maka
297
sasoenggoehnja akoe tahoe jang kamoe tiada nanti dapet lagi memandeng moekakoe. Maka sebab itoe bijar kamoe mendjaga aken dirimoe sendiri, dan aken segala kawan jang soedah kamoe di angkat sama Roh Soetji, aken mendjadi pemarentahnja, dan aken menggombaiaken pcrkoempoeliin Toehan Jang soedah Dia teboes dengan darahnja senniri. Sebab itoe djagaiali, serta ingetlah kamoe jang tiga tahoen lamanja pada siang hari malem akoe tiada berhenti kasieh inget masing-masingmoe serta dengan bertjoetjoeran ajer niatakoe. Maka sekarang, hei segala soedara, koe-scrahkenlah kamoe kapada Allah dan kapada perkataan karoeniaannja.quot;
Maka kapan soedah Paoel berkata segala perkataan itoe, ber-teloetlah dia, serta minta doa bersama-sama dengan dia-orang. Maka menangislah dia-orang sekalian dengan tangis jang terlaloe sanget, dan segala orang itoe memeloeklah leher Paoel, serta di tjioemnja aken dia, dengan terlaloe soesah hatinja, dari sebab perkataan jang dia kataken bahwa tiada nanti lagi dia-orang memandeng moekanja. Maka dia-orang anterken Paoel naik ka-kapal.
Maka kapan rasoel Paoel berdjalan sampei ka-Jeroezalem beserta dengan temannja, maka di tarima segala soedara aken dia-orang dengan soeka hatinja. Maka pada hari besock paginja dia-orang mendapetken Jakoboes, maka segala orang toewa-tocwa itoe soedah dateng di sana. Maka Paoel lantas mentjeri-taken bertoeroet-tocroet segala perkara jang soedah di adaken Allah di antara orang kafir, dari sebab pengadjarannja itoe. Serta dia-orang dengar aken segala perkara bagitoe, maka di permoeliakennja Toehan.
298
50. Paoel terpeudjara di kota Kesaria.
{Perb. 21 - 26).
1. Habis beberapa bari, maka masoeklah Paoel ka-mesdjid di negri Jeroezaleii), uiaka ada beberapa orang Jaboedi dari Asia melihat dia dalem mesdjid, lantas dia-orang roesoehken orang banjak itoe, serta dia-orang tangkep Paoel aken di boe-noeii mati sama dia. Tetapi kepala negri ija-itoe bangsa Roem, dia bereboet Paoel dari pada tangannja, habis di soeroehkennja membawa dia ka-Kesaria, soepaja Paoel menghadep sang Adi-pati Felik.
Adapoen sang Adipati menoendjoekken baik batinja kapada Paoel. Maskipoen Paoel di dakwa orang Jalioedi, dengan membawa dakwa banjak dan berat-berat; tetapi sang Adipati Pelik tiada maoe membetoelken moengsoebnja Paoel. Malah kerepkali Felik panggil aken Paoel dan berkata-kata dengan dia, dengan harepnja dia di kasieh oewang sama Paoel, soepaja di lepaskeanja.
Maka habis beberapa bari lamanja, datenglah Felik serta dengan istrinja jang bernama Droesila, maka di soeroehnja panggil Paoel aken di dengarnja dia mentjeritaken dari perkara pertjaja aken Kristoes. Maka sedeng Paoel mengadjar dari lial kabeneran, dan menabanken hawa nafsoe dan pahoekoeman jang nanti dateng, maka Felik goemeter sanget, karna diapoen merasaï dosanja, serta berkata: âSekarang ini soedah, kaloe akoe sompet, nanti akoe panggil kowe lagi!quot;
2. Kemoedian dari pada genap doewa tahoen datenglah Fes-toes menggantiken Felik. Maka diapoen maoo toendjoekken baik batinja kapada orang Jaboedi, mendjadi dia bertanjaken dari pada Paoel: âApa kowe maoe naïk di Jeroezalom soepaja di bitjaraken perkaramoe itoe di badepan koe di sana?quot; Serta bagitoe maka kata Paoel: âSaja minta menghadep kapada Kaisar.quot; Maka sahoetlah Festoes: âKowe poenja maoe menghadep kapada Kaisar; tadapet tiada kowe menghadep Kaisar djoega.
299
Maka liabis berapa hari antaranja datenglah vadja Agrippa dengan permeisoeri Bernike di Kesaria, maoe kasieli sal am sauia Pestoes. Maka pada waktoe itoe Paoel dapet lagi bersak-siken dari pada Kristoes dengan kasaksian jang terialoe bagoes sekali. Serta hampir habis perkataannja. maka kata Paoel; âDengan toeloengan Allah taal.i, tetaplah saja sampei kapada hari ini dengan bevsaksiken, buik kapada orang ketjil, baik kapada orang besar, dengan tiada mengataken barang perkara
jang lain dari pada jang soedah di kataken segala nabi dan nabi Moesa, mengataken segala perkara ini, ta-boleh tiada nanti djadi adanja; ija-itoe jang saharoesnja Kristoes itoe merasaï sangsara dan patoetlah Dia dhoeloe bangoen dari pada mali, dan lt;11 toendjoekkennja soewatoe terang kapada bangsa ini dan kapada segala orang kafir.quot;
Dalem Paoel mentjeritaken bagitoe, maka kata Pestoes dengan njaring soewaranja: âGila kowe, hei Paoel! Sebab banjak kapin-teran mendjadiken kowe gila.quot; Tetapi kata Paoel: âDoekannja
300
saja RÃa, ja Festoes jang amat moelia, melaïnken saja menga-taken perkataan jang bener dan dari pada lioedi jang baik, karna radja mengatahoewi segala perkara ini, maka di hade-pannja saja berkata-kata dengan loc was liati, ja radja Agrippa! Apa radja pertjaja aken segala nabi ? Maka anja katahocwi jang radja pertjaja aken dia.quot; â Maka sahoetlah radja Agrippa: âHampir-bampir akoe kena kowe boedjoek aken mendjadi sa-orang Kristen.quot; â Maka kata Paoel: âSaja minta doa sama Allali, bijarlah boekannja toewankoe sadja, melaïnken segala orang jang raendengarken perkara saja pada hari ini, bijar dja-dilah kiranja seperti saja ini djoega, baïk hampir-hampir, baïk sama sekali, melaïnken rantc ini sadja djangan.quot;
51. Paoel di negri Hoorn.
(Perb. 27, 28).
1. Maka kapan soedah tantoe Paoel nanti berlajar ka- Itali, maka dia beserta bcberapa orang lain jang terpendjara itoe di serabken kapada saorang kapala'seratoes pradjocrit, jang patoet menganterken dia-orang ka-negri Roem.
Maka ingetannja rasoel Paoel dia merasa baiklali tinggal di poelo Kreta dboeloe selama moesim dingin itoe, tetapi kapala pradjocrit itoe lebieh pertjaja aken djocroe-moedi dan nakoda dari pada perkataan Paoel. Maka dia-orang teroesken pelajaran-nja. Maka tiada antara lama tocroenlah angin riboet jang keras sekali menjambcr kapal itoe, tiada terlawan lagi, maka di bijarkennja kapal itoe beranjoct-anjoct. Maka dalem itoc-poen anak-prahoe mendapet soesah besar. Tetapi pada waktoe malcm datenglah saorang malaïkat dari pada Allah jang ber-kata: âHei Paoel, djangan takoet, sasoenggoehnja kowe nanti di sampeikon djoega kahadepan Kaisar, maka lihat soedah
301
di kasiehken Allah kapadamoe njawa segala orang jang berlajar sertamoe.quot;
Serta sampei antara ampafc belas hari lamanja bcranjoet-anjoet ka-sana ka-mari, maka tampaklah daratan itoe soedah dekat. Tetapi beloemlah dia-orang sampei di sitoe, maka pc-tjahlah kapalnja. Maka anak prahoe berlepas dirinja ada jang bernang, ada jang di atas papan, ada jang di atas petjah-petjahan kapal.
Maka jang ketoeloengan itoe djoemlah djiwa 276 banjaknja.
2. Maka daratan di mana dia-orang sampei di sitoe, ija-itoe poelo Malta namanja. Adapoeu orang-orang isi poelo Malta itoe ada nienoeloeng sama anak-pralioe boekan sedikit, karna dia-orang memboewat api, sebab pada masa itoe lioedjan lagi dingin.
Maka serta soedah di koempoclken Paoel beberapa ranting kajoe ketjil-ketjil, serta di masoekkennja kadalem api, maka kaloewarlah saekor oelar jang berbisa; sebab kena panas itoe, lantas di gigitnja tangan Paoel. Kapan di lihat orang poelo aken oelar itoe bergantoeng pada tangan Paoel; maka kata dia-orang satoe sama lain: âTantoe orang ini pemboenoeh adanja, soedah dia terlepas dari laoet, tetapi pembalesan dewata tiada kasieh dia hidoep lagi.quot; Tetapi di kebasken Paoel aken binatang itoe kadalem api, dengan tiada merasaï sakit satoe apa. Serta bagitoe maka lantas dia-orang berobah ingetannja, katanja: âDia ini saorang dewa adanja.quot;
Maka antero moesim dingin dia-orang tinggal di poelo Malta itoe, dan samantara itoe Paoel menjemboehken orang sakit roepa-roepa.
3. Habis tiga boelan dia-orang sampeiken pelajarannja lama-lama sampeilah dia-orang ka-negri Roem. Maka adalah kaloewar dari sana beberapa soedara jang soedah mendengar segala perkara Paoel, dia dateng bertemoe dengan dia. Maka di sitoe poen adalah Paoel mengadjar orang Jahoedi, sahingga ada beberapa orang jang pertjaja. Sedeng bagitoe, maka tinggallali Paoel dalem roemah jang di sewanja itoe lamanja barang doewa tahoen, dengan di terimanja aken segala orang jang dateng
302
kapadanja, serta di masjoerkennja karadjaan Allah, dan di adjarkennja dari perkara Goesti Jesoes Kristoes dengan berani hatinja, dan dengan tiada di larang orang.
52. Fasoel-rasoel mengkabarkeii Indjil.
1. Maskipoen rasoel Paoel di lepas dari pada pendjara, tetapi tiada antara berapa lama dia «li tangkep la^i, lantas di bawa ka-negri Roem pada kadoewa kalinja maka ada di sitoe dia di potong lehernja, karna sebab mengakoeï Goesti Jesoes Kristoes.
Koetika Paoel di pendjara pada kadoewa kalinja, maka di soeratkennja sapoetjoek soerat kapada Timotheus : jja-itoe soerat jang kadoewa adanja. Dhoeloe memang pada waktoe dia lagi berdjalan, dan koetika dia terpendjara di negri lloein jang per-tama kali, di kirimkennja beberapa soerat kapada pesamoewan-pesamoewau Kristen; jang kabanjakan di perdirikennja sendiri dalem perdjalanannja. Maka soerat-soerat itoepoen masieh di dalem Kitab Perdjandjian Bharoe adanja.
2. Koetika masieh hidoepnja Paoel. adalah djoega di soerat-ken katiga Indjil, jja-itoe soerat-soerat jang mendjadi permoe-laan di dalem Kitab Perdjandjian Bharoe. Adapoen Mattheüs jang mengarangken soerat Indjilnja aken goena orang Kristen Jahoedi di Palestina, dan Markoes mengarangken soerat Indjilnja barangkali aken goena orang di negri Roem; dan Loekas mengarangken soeratnja aken goena saorang Kristen bangsa Grika jang moelia, bernama ïheophiloes. Goesti Jesoes ber-noeboewat hal kota Jeroezalem itoe aken di roesakken (tahoen 70) itoepoen soedah djadi pada waktoenja Johannes menjoerat-ken Indjilnja dan soerat-soeratnja. Adapoen soeratnja Wahjoe itoe bolih djadi soedah di kasiehken kapadanja lebieh dhoeloe. Dan lagi ada djoega soerat Petroes, soerat Jakoboes dan soerat Joedas di dalem Kitab Perdjandjian Bharoe.
303
Di tjeritaken dari pada Johannes, koetika dia mati scedah baik-baik toewa adanja, antara lama sasoedahnja Petroes mati di salibken dan Jakoboes mati di randjam.
Dari pada rasoel-rasoel jang lain-lain itoe tiadalali kabar jang terang. Melainken soedali barang tantoe, dia-orang menoeroet parentahnja Grocsti, ija-itoe berdjalan kapada segala doenia aken mengkabarken I idjil. Adalah boloem antara seratoes talioen lamanja, maka Indjil Goesti Jesoes Khistoes soedah di kabar-ken di dalem hampir-hampir segala negri jang katahoewan pada tempo itoe. Dan bageimana segala rasoel itoe menoeroet parentahnja Goesti, maka bagitoe djoega Goesti menetepi perdjandji-annja, sampei kapada hari ini. Soenggoehlah dia-orang inendapet kanjataannja jang Goesti ada beserta dengan segala anak-moe-ridnja pada segala hari sahingga kasoedahan doenia.
I SI KITAB.
â
I. PERDJANDJIAN LAMA.
i[i
£[« ----
amp;i|
I
Katja.
1. Kadjadian doenia....................................3
2. Adam dan Hawa berboewat dosa........................4
3. Kaïn dan Habil......................................7
4. Bandjir besar (Toefan)................40
5. Panggoeng di Babil.................IS
6. Ibrahim di panggil satna Toelian Mlali. â Bertjereioja dengan Loof, i4
7. Perdjandjian A Mali kapada Abrain............17
8. Ibrahim mintaken ampoen orang di negri Sodom dan Gotnora. . 18
9. Roesaknja negri Sodom dan Gomora...........20
10. Iskak di peranakken. â Ismail di oesir..........21
11. Iskak maoe diperboewat koerban............28
12. Iskak kawin....................26
13. Jakoeb dan Esaf...................30
14. Perdjalanan Jakoeb.......'...........33
15. Joesoef di djoewal ka-tanah Mesir............38
16. Joesoef ada di tanali Mesir..............................41
17. Soedaranja Joesoef dateng di tanah Mesir.........40
18. Soedaranja Joesoef dateng di tanah Mesir kadoewa kalinja ... 40
19. Jakoeb di bawa pindah ka-Mesir.............53
20. Moesa tempo masieh moeda..............56
21. Moesa di hadepan Pirangon..............60
22. Bani-Israi'l kaloewar dari tanali Mesii-...........65
23. Perdjalanan bani-Israil sampei kapada goenoeng Sina.....68
24. Perdjandjian Allah dengan bani-Israil. â Parentah sapoeloeh . 70
25. Pasoetjian Allah. â Imamat. â Hari besar........74
26. Pakoeboeran orang rakoes...............77
II
Katja.
27. Orang pengintui...................7S
28. Doerhakanja bani-Israïl................81
29. Pandita Balhoem..................84
30. Kamatian Moesa...................86
31. Joesak......................87
32. Gidion......................90
33. Roet.......................04
34. Eli dan Semoeïl ..............: . . . 97
35. Semoeïl dan Saoel..................102
36. Dawoed dan Goliat..................104
37. Dawoed di aniaja..................109
38. Kamatian radja Saoel. â Dawoed niendjadi Radja......114
39. Dawoed berboewat desa, lantas menesel..........117
40. Dawoed dengan Absalom...............121
41. Penghabisan karadjaan Dawoed.............124
42. Radja Soeleiman. . â¢.................128
43. Poetoes karadjaan..................131
44. Nabi Elia.....................133
45. Nabi Elisa.....................140
46. Nabi Joenoes....................145
47. Kasoedahan karadjaan Israïl..............148
48. Karadjaan Jahoeda..................150
49. Kasoedahan karadjaan Jahoeda.............154
50. Nabi Daniël.........â¢..........157
51. Negri Jeroezalem di bangoen kembali...........163
52. Ajoeb.......................166
â Samboengan. â Tjerita orang Jahoedi, moelaï dari pada nabi
Maleachi sampei kapada nabi Johannes Pembaptis......160
II. PERDJANDJIAN ?,HARDE.
Kutja.
1. Malaïkat Djabaraïl di soeroehken kapada Zakaria dan kapada Mariam 175
2. Goesti Jesoes di peranakken..............178
3. Orang rnadjoes dateng sembah soedjoed kapada Goesti Jesoes . . 181
4. Goesti Jesoes tatkala oemoer doewabelas tahoen.......184
Ill
Katja.
5. Goesti Jesoes di baptis satna nabi Jolmnoes, kemoedian di goda sama Iblis.....................185
6. Goesti Jesoes anibil sachabat bermoela kalinja. â Perdjamoewan
di Kana. â Goesti tnengadjar di Nazareth.........188
7. Orang perampoewan bangsa Samaria...........191
8. Petroes mendjala. â Goesti Jesoes mernilih doewabelas orang sachabatnja aken mendjadi oetoesannja..........194
9. Pengadjaiannja Goesti Jesoes di atas goenoeng.......195
10. Goesti Jesoes menjemboehken orang sakit.........199
11. Goesti Jesoes menghidoepken orang mati..........202
12. Kamatian nabi Johannes Pembaptis...........204
13. Goesti Jesoes tedoehken angin dan ombak â kasieh makan orang lima riboe â berdjalan di atas ajer...........206
14. Tobatnja saorang perampoewan djahat. â Zacheoes......210
15. Toedjoeb peroepamaan dari hal karadjaan Allah.......213
16. Orang opahan di dalem kebon-anggoer..........216
17. Tiga peroepamaan dari hal belas kasiehan Allah kapada orang berdosa......................218
18. Orang kaja dengan Lasaroes..............221
19. Goesti Jesoes sobatnja anak-anak .... .......222
20. Peroepamaan orang Samaria jang berkasiehan dan saorang hamba jang tiada bersajang-sajangan..............224
21. Peroepamaan dari hal sembahjang dan peroepamaan dari hal hati jang rendah....................227
22. Pengakoevvan Petroes. â Goesti Jesoes berobah roepanja. . . . 229
23. Goesti Jesoes berdjalan ka-Bethanie sampei tiga kali.....231
24. Goesti Jesoes naik koeldi masoek ka-negri Jeroezalem teriring orang banjak....................234
25. Peroepamaan orang jang menjewa kebon-anggoer; dan peroepamaan perdjamoewan besar...............237
26. Pengadjaran Goesti Jesoes dari hal zaman penghabisan . . . 239
27. Peroepamaan prawan sapoeloeh. â Peroepamaan doewit titipan,
dan perkataan Goesti Jesoes dari hal pengadilan hari kiamat . . 241
28. Goesti Jesoes membasoeh kaki segala sachabatnja; lantas mem-boewat perdjamoewan jang soetji............245
29. Goesti Jesoes dalem kebon Getsemani...........248
30. Goesti Jesoes di semoeken sama Joedas; di sangkal sama Petroes 251
31. Goesti Jesoes menghadep kapada Raad Jahoedi. â Penghabisan Joedas......................252
32. Goesti Jesoes menghadep kapada Pilatoes dan Herodes .... 254
33. Goesti Jesoes di hoekoen; mati.............257
IV
Katja.
34. Goesti Jesoes di satibken................258
35. Goesti Jesoes di koeboerken...............262
36. Goesti Jesoes bangoen dari koeboer............264
37. Perdjalanan ka-doesoen Emmaus.............2(56
38. Goesti Jesoes menjataken dirinja kapada Thomas dan kapada moe-
i id-nrioerid toedjoeh oiang di rawa Tiberias.........268
39. Goesti Jesoes na ik ka-soerga..............270
40. Hari besar Pantekosta................273
41. Orang jang sakit loempoeh, â Ananias dan Safira......275
42. Stefanoes mati sajid.................277
43. Filippoes dan saorang mantri besar bangsa ilabsji. â Tabita . . 279
44. Tobatnja Saoei...................282
45. Kornelioes.....................284
46. Petroes di kaloewarken dari dalem pendjara........286
47. Rasoel Paoel di negri Antiokia dan di negri Listra......289
48. Lidia dan djoeroe-pendjara...............291
49. Rasoel Paoel mengkabarken Indjil di negri Allien, di Korinthi
dan di Efesoes...................293
50. Paoel terpendjara di kota Kesaria............298
51. Paoel di negri Roem.................300
52. Rasoel-rasoel mengkabarken Indjil............302