ocr page 1
ocr page 2

L

ocr page 3
ocr page 4
ocr page 5

1*.

lëjinla ^apik ^ajang

di karangkan dalam bahasa Melajoe terambil dari pada hikajat bahasa Wolanda

OLE H

||ja Jndar ||oeda.

ocr page 6
ocr page 7

pertjiiiUiitt.

---

|(|0'elali berpoolooh-poeloeh tahoon laraanja perang Wolancla dengan

Spanjol tiada koendjoeng sclasai; sampai poela kapada anak Radja Spanjol jang digelari Filips III, anak Filips 11, inasih djooga pepcrangan itoc tiada selasai. Negcri Wolanda j'ang amat gagah perkasah, soenggoe'üpocn tanah ajernja tiada besar scperti kara-djaan lain di bcnoewa Europa, tetapi pada zamari abad jabg ka 17, bolehlah dikatakan nogcri Wolanda, jang momegang tainpoek tanah Europa, leboh2 sasoedah nogeri Wolanda menoendjockkan gagalinja, soedah berani melawan ncgeri Spanjol, jang pada masa itoe boleh diseboet, radja jang terbesar didalam Alam, jang soedah mengatakan: matahari terhit dan terhenam dalem Jiaradjaan Spanjol. Wah, soenggoohpoen ija begitoe besar, tiadalah ija dapat mealahkan negeri Wolanda dalam 80 tahoon lamanja.

Sedangkan Frantjis pada masa itoe, berperang dengan bangsa Mooren, lagi meminta bantoe kapada negeri Wolanda. Sedangkan bangsa Inggiris jang begitoe berani dan begitoe tegoeh dapat dialahkan oleh Wolanda. Sampai poela bangsa Inggiris mondje-poet radja kanegeri quot;Wolanda jaitoe Willem III.

Maka oleh peperangan Spanjol dengan Wolanda itoe, djadi ko-songlah perbandaharaan ncgeri Spanje. Negeri Wolanda makin madjoe dan bertambah kaja dan makin masjhoer namanja di da-lam alam.

ocr page 8

1.

Dalam pertengahan boelan Augustus tahoén 1606, sedang ma-tahari mehamboerkan tjahajanja jang amat tjemerlang itoe, dalam pelaboehan Texel, diflhak oetara negeri quot;Wolanda, pada tempat jang amat ramai itoe, dimana berlaboeh 24 boeah kapal2 lajar, jang termoeat dengan alat sendjata perang dengan meriam dan snapan; semoea soedab sedia akan berangkat katengah laoetan, memasjhoerkan nama negeri Wolanda, akan melindoengkan kapal dagang. Pada masa itoe sangatlah ramainja dalam labochan itoe, beberapa ratoes officier laoet dan matroos, jang berdjalan ka kanan dan ka keri dan hamba Allah makin banjak datang ka pelaboehan itoe.

Kamanakah merikaitoe hendak pergi ? pada moeka segala hamba Aliah, jang ada disitoe, nampaklah, behasa merikaitoe dalam ka-goesahan.

Dalam sabentar itoe djocga, nampaklah datang saboeah sekotji dalamnja ada doea orang didajoengkan oleh 4 orang, dengan ber-gegas menoedjoe daratan.

Saorang dari pada merikaitoe badannja besar soedah beroonioer kiraJ 50 tahoen dan berpakaian officier laoet, romannja gagah dan sigap. Bila di pandang pada moekanja njatalah behasa ija saorang jang soedab atjap menempoeh medan peperangan. Jang kadoea itoe saorang moeda beroemoer 18 tahoen, memakai pakaian luitenant laoet. Bila kita pereksai betoel2 roman anak ini, hampir2 lah saroman dengan ofang jang doedoek dekatnja tadi. Adapoen orang jang soedah beroemoer tadi bernama Reinier Klaaszoon onder-admlraal laoet dan anak moeda itoe, bernama Egbert anak Beinier, hendak toeroet bersama ajahnja pergi ka laoet bermainkan sendjata. Kedoeanja berdjalan bcrgegas^ melaloei antara orang banjak itoe; tetekala merika menempoeh antara orang jang ramai itoe, maka segala orang memberi hormat dan kedoeanjapoen mendja-wab dengan besar hati, sampai merikaitoe berdiri dimoeka roemah makan jang amat besar.

Maka dalam roemah makan itoe, adalah bertoenggoe istiri toean Reinier Klaaszoon dan tjintanja Egbert, maksoed merika akan memberi salamat kapada kedoeanja itoe.

Tetekala merikaitoe bcrsoea, maka toean Onder Admiraal itoe-poen memberi salam kapada istirinja jang soedah beroemoer 40 tahoen, tetapi soenggoehpoen ija beroemoer 40 tahoen roepanja masih moeda djoega dan toeboehnjapoen sihat. Sasoedah ija mem-

ocr page 9

—3—

beri salam kapada istirinja, memberi salam poelalah ija kapada saorang anak gadis jang berdiri dckat istirinja itoe. Adapoen si anak gadis iui amat tjantik dan manis roepanja baharoe ber-oemoor 18 taboen, matanja pada masa itoe karnerah-morahan penoeb berisi ajcr raata; waktoo itoe ajer matanjapoen tjoetjooiiah, scperti moetiara poetoos dari pada tali Ikarangannja. Adoeli, kata toean Admiraal itoe, roepanja anakda ini berliiba hati amat, karena kami berangkat ini. Betoel, hati siapa tiada biba, bila ija hendak kawin, kemoedian dioendoorkan, tetapi maaloemlah anakda, adapoen kita ini bamba ncgeri, tiadalab ada soeatoo kordja pada kita, jang lebeh ferloe dari pada menoeroet perentah nogeri, sedangkan djiwa kita lagi kita sorahkan kapada maoonja nogeri. Sabarlah anakda; bila kami poelang dcngan salamat, segiralah anakda kockawinkan dengan Egbert toenanganmoe ini.

Maka mendjawablah si anak gadis itoe, dengan socara jang mer-doe boeninja: ja, ajahanda! benarlah kata ajahanda itoe, hati anakda ini terlaloe masgoel seperti perasaan anakda, tiadakan bersoea lagi dengan kakandakoe Egbert, rasa tcrbajang dimata anakda tjelaka jang akan tiba, rasakan tjelaka bampir tiba kapada anakda sendiri, maka sebab itoe tiadalab rasanja tertaban hati anakda ini.

Ach, ach, anakkoe Ida! tentoe tiada demikian, moeda-moedahan segala bala akan didjaoehkan Toeban djoega dari pada kita. Tctekala akoe dahoeloe baharoe kawio demikian djoega kata boondamoe ini kapadakoe, tetapi sampai sekarang akoe salamat djoega. Lantas ijapoen membalik moekanja mengadap anaknja Egbert, sanibil berkata: Egbert! senangkanlah dahoeloe hati toenanganmoe dan berbitjaralah engkau padanja, soepaja djadi hilang takoetnja itoe.

Mendengar kata ajahandanja, maka Egbortpoen, memanggil toenangannja kaloear, sambil mendakap laloe mentjioem tjinta ha-tinja itoe laloe berpantoen:

Djangan tabio-bio padi,

Damoen bidoek sarampoe djoeo,

Djangan taibo-ibo hati,

Damoen hidoep bartemoe djoeo.

Mendengar pantoen itoe, adindanjapoen berpantoen poela dengan berhiba hati, sambil menangis laloe berkata:

Adoeh kakanda oetama djiwa!

ocr page 10

—4

Padi siapo tidak kariinlio,

Poelau dilingkocng naga-naga,

Hati siapo tidakkan hibo,

Toean berdjalan adiq katingga.

Totckala mcrikaitoc bcrsauda goerau, maka berkatalah toean Generaal kapada istirinja, menjoerooh siapkan segala perkakas jang bergoena boeat memperalatkan anaknja itoe bila mcrikaitoc koembali.

Maka tetekala mcrikaitoc sedang doedoek berbintjangz datanglah orang monokok pintoe, laloe masoek saorang matroos sambil berkata:

Jang moelia, patik ini dititahkan toean Admiraal Hautain, akan mendjepoct jang moelia. karena sekarang djoega akan berangkat, sebab angin soedah beralih, maka diminta soepaja jang moelia sekarang ini djoega toeroen ka kapal.

Pergilab engkau sekarang, nantikan dakoe di sampan, akoepoen scgira toeroen, kata toean Admiraal itoe. Maka matroos itoepocn segira pergi bertoenggoe toean Admiraal itoe di sampan.

Tetekala mcrikaitoc hendak berdjalan. maka menangislah Egbert atas pangkoean toenangannja, dengan tangis jang amat secah, sambil berkata:

Ajer djaoeh pintjoeran djaoeh,

Poetjock sembiloe ladoeng2kan,

Kakanda bcrlajar rasanja djaoeh,

Kalan rindoc sama tanggoengkan.

Adoch kakanda, djiwa adinda! poetoes pengarang djantoeng di-dada, mentjeraikan kakanda oetama djiwa:

Berlajar kapal ku Moesalah,

Singgah di poelau batoe mandi,

Pintak adinda kapada Allah,

Segira kakanda datang koembali.

Maka bertangis-tangisanlah merikaitoe kcdoca; sasocdah itoe maka Egbertpoen mentjiocm ocmaknja, laloe berdjalan bergegas^ menocdjoc laboehan.

Kaschan pocla hati mclibat Ida dengan tangis jang ainat sedih!

Dalam kapal semooa soedah sedia, scgala orange soedah men-djaga pekerdjaannja sendiri-sendiri; maka satiba toean berdoea itoe, saoelipoeu dibongkar oranglah dan bandera AVolandaiioen terkibar-lah di atas tiang.

ocr page 11

Angiupocn berlicmbocs perl aha n-lalian mGinbawak kapal pergi ka tciigah laootan, kemoedian bcrbocriilali meriain akan meniberi salamat tinggal kapada negeri.

Mendengar boeni meriam itoe, maka sogala isi negeri berdcbar-lah hatinja, tetapi semoeanja, berniiuta kapada Toekan, socpaja salamat segala kapal-kapal itoe, socpaja Toekan memelihara sogala djiwa jang ada dalam kapal itoe; lebek-lebeh Ida toeuangan Egbert!! maaloemlak toean,2

Hari itoe djoega kedoeanja pergi ka Helder laloe bennalam disana pada sahabat merikaitoo, dari sana laloe koembali ka Amsterdam.

2.

Adapoon nona Ida itoe anak saorang Kapitein, jang masjhoer atas kagagahan dan kaberaniannja, tetapi tiada ka ja. tambahan poela bapak mandainja socdah meninggal doenia. Maka tetekala Ida soedah beroemoer 6 tahoen tinggal ij a dengan Reinier, bera-palah besar hati Egbert, tetekala ija soedah beroleh kawan, sadjak dari ketjil kedoeanja sapermaiuan .socdah bersajang-sajang satoe dengan jang lain, saoepama orang bersoedara kandoeng.

Maka tetekala kcdoea soedah beroemoer, maka djatoeh bertjin-talah kedoeanja; Egbertpoen socdah djadi sajang kapada Ida dan Idapoen demikian poela.

Kasih sajang ini soedah moelai dari ketjil sampai merikaitoe beroemoer, sampai Egbert mendjadi luitenant laoet. Tambahan poela Ida ini, saorang nona jang amat elok parasnja, badannja sedang sahadja, ramboctnja hitam lagipoen pandjang, bolehlah di kaïa, pada zaman itoe tiadalah ada bandingnja, siapa jang melihat berhati walang, sebab melihat tingkah lakoenja poela sang at manis. Sckarang hari ka win pada 2 Augustus soedah di tetapkan, tetapi socdah di oendoerkan poela, alangkah hiba hati Ida dengan Egbert, tetapi socdah begitoe nasib, apalah hendak di boeat.

Maka berlajarlah kapal2 itoe menoedjoe laoetan jang loeas. Pada malam itoe anginpoen berhemboes sedang* sahadja, segala orang kapal doedoeklah atas boeritan bertjakap2 tentang hal ini dan hal itoe.

Maka pada masa itoe Egbertpoen doedoeklah atas boeritan me-mandang kalaoet dengan penglihatan jang amat bertjinta, seperti orang jang bersoesah hati; maka terkadang memandanglah ija pada tihak barat, melihat matahari terbenam; melihat tjahaja sendja itoe poetoeslah hati Egbert, terkenanglah ija akan toenangannja

ocr page 12

—6—

Ida, jang pada masa itoe doedoGk berdoeka tjita di daratan. Melihat matahari terbonam itoc, hatinja makin bcrtambah liiba, sepcrti tcrbajanglah di moekauja roepa Ida jang amat di tjintanja itoe; makin banjaklah poringatannja dan banjaklah wascfc jang terbit dalam hatinja; akan mehilangkan ingatannja itoe, laloe ijapoen menoelihlah kapada saorang Mocallim kapal, jang ada doedoek dekatnja, laloe bertanja; „Toean Moeallim! bagaimanakah fikiranuioe tentang hal hari ini, tibakah badai atau tiada?

Baharoe toean Moeallim mendergar kata itoc, raaka ijapoen ber-kata: Pada fikirankoe hari naq badai, toean! Ach, sangatlah soesah bila hari badai, seperti 5 boelan dahoeloe kami kena badai, sahingga tali toemali semoea berdengoeng dan lajar2 semoea tjabik, karena kentjang tofhan, moelai badai poekoel nam pagi sampai poekoel sembilan nialam; adoeh toean, soesahnja boekan alang2 tiadalah dapat akoe chabarkan kapada toean,

Sabentar itoe djoega berkatalah toean Reinier, bila pendapatan-koe tiada salah, malam ini akan datanglah badai jang amat keras, baiklah sekalian toean2 bersiap2 dan berdjaga, djanganlah saorang dari padamoe akan melengakan diri; djanganlah toean5 borlenga lagi, laloe ijapoen pergi masoek kadalara biliknja.

Doea djam kemoedian- itoe, raaka awanpoen mehitamlah dan anginpoen berhamboeslah, makin lama makin kentjang bertjampoci kilat dengan petoes, haripoen gelap goelita, boeni tali toemali berdengoeng2, sahingga soeara orang jang berharapiran dengan

kita tiada kedengaran.

Aloenpoen tiba sabesar-' goenoeng, kapalpocn oleng tiada tcrtahan anggoet kakanan anggoet kakeri. Petoes dan aloen seperti soedah moefakat akan meroesakkan scgala perahoe2 itoe, scgala matroos dan moeallim dalam kapal, semoea bekerdja dalam kelam, dengan

tiada berhentinja.

Adapoen Egbert bcrdirilah ija dalam kapal bersandar ka tiang lajar, berfikir-fikir dalam hatinja, bcrtjampoer takoct, rasanja tiada berapa pengharapannja lagi akan bersoea dengan mandainja dan Ida tjinta hatinja. Dalam ija berfikir2 itoe, tekcdjoetlah ija mendengar boeni jang terdjatoeh kaatas kapal itoe, kiranja boeni itoe, ijalah boeni tiang lajar, jang soedah pat ah djatoeh kaatas deknja.

Sasoedah terdengar boeni itoe, maka kadengaranlah olehnja soeara orang raeharang, laloe ijapoen naik kaatas pergi melihatnja, maka nampaklah saorang orang jang soedah loeka dihimpit oleh

ocr page 13

_ 7—

tiang lajar itoo, laloo Egl)ort,pocn monoolocn» dija laloc mcmbawak ilija ka biliknja.

3.

Sainpai iiookocl lima pagi baharoolali angin djadi tedoeh, tiada disangka behasa laoct socdah manoendjockkan djahatnja sainpai sadcüiikian, kalau kita lihat kaadaan laoct pada pagia itoo. Maka tainpaklah kapada toean Admiraal laoct Hautain, behasa cnam kapalnja socdah di hanjootkan badai dan banjak pocla kcrocsakan kapal2, kavcna badai itoc. Sasocdab sclasai angin badai itoc, maka di porbaikilah scgala kapal kapal jang rocsak, sasoedah siap scgala, maka bcrlajarlah kapal2 itoc pcrlahana menoédjoe inaksoednja.

Pada petang harinja scdang L'ciiiior berbintjang bintjang dalam biliknja dengan Egbert, maka tiba-tiba datanglah saorang matroos mengatakan, behasa toean moeallim ada mclihat bebcrapa kapal djaoch, karena itoc moeallim minta toean Rcinier datang kaatas.

Sasampai merikaitoe laloe kaatas, maka Rcinier mengambil teropong, laloe mclihat kapada fihak datangnja kapal itoc, tiada bcrapa lama. maka tampaklah terkibar di poentjak tiang bandera Spanje, moesoeh orang Wolanda.

Sabentar itoo djoega toean Rcinier berkata kapada sekalian pahlawan, akan menjiapkan scgala alat sendjata perang dan bcr-fitoeahlah ija kapada anaknja:

„Anakkoc! sekaranglah waktoc jang baik engkau bolch menoen-djoekkan gagah dan bcranimoe; kapal jang datang itoc, kepoc-njaan orang Spanje, sebab itoc berdjandjilah engkan dengan dakoe, jang engkau bcrlawan dengan moesoeh ncgeri kita itoc, sampai adjal baharoe berhenti, toendjockkaulah setiamoe kapada ncgeri tempatmoe dlahir, sekaranglah waktoe jang baik akan mentjari nama; djangan lagi ingat akan toenanganmoe, hanja satoekanlah hatimoe akan melawan moesoeh ini.quot;

Ajahkoe! sabenarnja akoe ini sangat bertjinta kapada Ida, tetapi karena itoc, tiadalah akoc akan djadi Sipenakoct, hanja jang koe-harap, bila akoc koembali kancgeri kita, hendaknja mendapat nama jang baik dan kepoedjian, djangan hendaknja maloe tocnangankoc mengakoe akoc akan djadi socaminja, maka berdjandjilah akoe dengan ajah, sadapat dapat akoc hendak menocndjockkan bcra-nikoe, biarlah akoe mati, atsal mendapat nama jang baik, dimana perang jang amat sangat, kasanalah akoc di titahkan, soepaja dapat akoc menocndjockkan katjintaankoe kapada ncgeri Wolanda.

Mendcngar perkataan itoe, hati ajahnja tcrlaloe besar, laloe

ocr page 14

—8—

meoeloerkan tangannja sambil bcrkata: „besarlah hatikoc mcn-dengar pcrkataan anakkoc itoo, bila cngkau mcncgoclikan djandji-moe itoe, nistjaja bcrtambah kamegahankoe dan besarlah batikoc, tclah socdab berolch anak jang gagah dan bérani itocquot;. Maka di pcrentalikanlah satengab orang kapal bolcb tidocr dan satengah berdjaga djaga, pada malam itoe Egbert berdjaga dan ajahnja bersenangkan diri, soepaja esok pagi djangan ija djadi begitoe lelah menentang moesoek jang datang itoe.

Haripoen sianglah, tetapi tjahaja matahari tiada begitoe terang seperti salamanja, laoet memoetih karena emboen, sahingga orang pe-raboe jang berantara sapoeloeb depa, tiada bisa melihat satoe dengan lain. Kira2 djam poekoel sembilan emboenpocn koeranglah, maka tjahaja mataharipoen toranglah, kiranja kapal kapal jang tampak samalam soedah berhampiran dengan kapal-kapal Wolanda itoe. Maka tampaklab 8 boeah kapal Spanje, j^ng sabosar besar goenoeng besarnja; bila di banding dengan kapal kapal Wolanda jang ada di sitoe, seperti membanding kerban dengan kambing.

Tetekala orang Spanje soedah melihat kapal kapal Wolanda soedah hampir, laloe kapal Spanje, jang ada pada fihak badapan itoepoen memaloe genderang perang, laloe memboenikan meriamnja, jang berpeloeroe sabesar-besar nioer itoe, nienoedjoe kapal Wolanda.

Maka tetekala admiraal Hautain, melihat kapal kapal jang besar itoe, laloe ijapoen memberi perentab, soepaja kapal-kapal Wolanda meindah daoeloe, entah karena ija terkedjoet melihat mahligai laoet itoe, wallahoeillam.

Pada masa itoe toean Reinier Klaaszoon berdiri diatas dek kapal; dengan sedih hati, ija melihat perentab mengatakan -kapal-kapal Wolanda akan meindah, karena kapal orang Spanje itoe besar, tetapi apalah dajanja perentab wadjib ditoeroetnja.

Maka tetekala Reinier hendak meindah, laloe di kepoeng oleb 2 boeah kapal Spanje, sangatlah soesah hati toean Reinier karena lain lain kapal soedah djaoeh, hanja ija tinggal sendiri akan me-lawan 8 boeah kapal Spanje jang begitoe besar.

Maka berkatalah toean Reinier kapada sogala laskavnja, me-lawan bersoenggoeh soenggoeh dan djangan choeatir tentoe kapal-kapal jang lain itoe, akan datang koeinbali membantoe merikaitoe.

Tetekala kapal Spanje soedah berhampiran dengan kapal toean Reinier maka berkatalah, orang Spanje: „lebeh baiklah engkau menjerahkan diri kapada kami, karena tiadakan tertahan olehmoe bekas tangan orang Spanje ini.quot;

ocr page 15

—9—

Kapal Wolanda tiacla mendjawab dongaa bitjara, lianja lantas meniasang kapal Spanje itoe dengan meriam; laloo taboeklah pa-da fihak lamboongnja sabingga uienjcdibkan bati orang Spanje.

Maka kapal toean Eclnior itoepoen segiralab di koelilingi oleb kapal Spanje, totapi laskar laskar di dalam kapal segira poela mendjagai bersoeuggoeb soenggooh, soepaja orang Spanje tiada dapat niasock kadalam kapal.

Banjaklab Luitenant dan soldadoe Spanje, jang soedab mati kena tcnibak oleb balatentara toean Reinier; Egbertpocn tiadalab koerang gagabnja, dimana pekerdjaan jang berat, Egbcrtpoen soedab ber-diri disana.

Maka tikir toean Eeinier pada barlawan diatas kapalnja, baiklab berlawan diatas kapal orang Spanje; tetapi tetekala toean Reinier bendak pergi dengan bcberapalaskarnja kakapal orang Spanje, berte-riaklab orang kapal Reinier niengatakan: „moesoeb hendak ma-soek dari filiak lain.quot; Laloe tocau Reinierpoen poelanglab ka kapalnja.

Soesablab toean Reinier, karena ija berlawan dengan moesoeb pada segala filiak, lagipoen nioesocli amat banjak dan 5 kali lebeb koewat dari dija. Tiada berapa lama demikian, maka berkatalab Peng-boeloo Spanje kapada orauguja: Madjoe, madjoe! siapa jang moendoer akoe boenoeb, maka mendengar bal itoe, soldadoe Spanjepoen ma-kiu garanglab. Maka pahlawau Admiraal Spanje mendekati toean Reinier, beniak momanggal leber toean onderadmiraal itoe, moe-djocilab anaknja jang bernama Egbert melibat dari djaoeb, bebasa ajabnja dalam bal kosoesabau jang berat itoe, laloe diambilnja pistool ditembaknja admiraal Spanje itoe, laloe mati. Tetekla orang Spanje melibat bal itoe, makin takoetlab merikaitoe laloe bendak koembali balik kakapalnja, totapi tiadalab berapa lagijang sampai kakapalnja, banja mati ka laoet sabadja. Maka karena ga-gab orang Wolanda, djadi takoetlab kapal2 Spanje akan mendoega kapal toean Reinier itoe koembali, banja terkadang2 diletoeskannja meriam bendak memetjalikan kapal toean Reinier, tetapi tiadalab kena soeatoe apa; demikianlab bal perang pada bari itoe.

Maka pada malamnja berkatalab toean Admiraal Reinier kapada anaknja Egbert: „Senanglab batikoe melibat perboeatanmoe pada bari ini, dan sangatlab besar batikoe, moedab2an, kalau demikian namakoepoen bertambab masjboerlab adanja.quot;

ocr page 16

10-

4

Doca hari lamauja, socclali bcrdooga ditcngali laoetan, tctapi tiadalali kapal Reiner itoe, dapat dialalikau oloh kapal Spanje. Maka pada hari katiga, dipasangi kapal Spanje itoelah kapal Wo-landa jang tadi, dengan ineriain dan senapan. Betoel borbalas djoega dengan mcriani kapal toean Eeinior, tetapi apalali daja sa-bocah peralioc ketjil berlawan dengan kapal jang besar-bcsar itoe.

Maka karena anak peloeroc orang Spanje itoe, taboeklali kapal toean Eeinior dan segala lajar2 peraboe itoepoen soedab bantjoer kena peloeroc orang Spanje, tiada socatoe i)engbarapan lagi, ajer makin bajak masock, kalau tiada pompa soedablah tenggelam kapal itoe, lagi pocla anak peloeroe inoesoeb djatoeb kakapal, seperti liocdjan djatoeb boeninja.

Maka naiklab toean Eeinier dengan Egbert kaatas dek raenjoe-roob Mooallim raebimpoenkan segala laskar dan matroos2 kapal. Tiada berapa lama berhimpoenlab segala isi kapal itoe akan men-dengar titab toean Eeinier. Maka tetekala merikaitoe berbimpoen, berkatalah toean Eeinier:

,.Toean2 sekalian! Eugkan semoeanja soedab mcrasa, bagaimana bal kita sekarang ini, tiada lain daja oepaja lagi, tambaban poela kapal kita ini soedab botjor! sebab itoe, pada tikirankoe lain tiada dari pada doea perkara: pertama kita serabkan diri kapada moe-soeb, kadoea kita panggang goedang mensioe itoe, soepaja kapal meletoes dan kita senioea mati dengan kepocdjian. Sekarang fikirlab olchmoe, jang mana baik kita toeroet.quot;

Semoea orang dalam kapal berdiain diri.

Dalam itoe berkata pocla toean Eeinier:

„Akoc kira, akan menjerahkan diri kapada orang biadab itoe, tentoe engkan semoea tiada socdi, tcrlebcb baiklab mati pada men-dapat nama jang kcdji!quot;

Maka mendjawablab segala isi kapal itoe: ,.lcpas atan mati, akan menjerahkan diri sckali-kali tidaküquot; Maka berkatalah toean Eeinier: ..itoe bctoelüquot; Sekarang kita djaga, soepaja kapal tiada tcrbcnani, bilamocsoeh soedab naik kamari, biarlah akow sendiri pergi me-manggang bilik mensioe soepaja, kita bersama mati dèngan moe soeh itoe.

Ajolah! pergilah engkau mendjabat djabatan sendiri.

ocr page 17

—11-

Sabentar itoe (Ijoeg.i kcdongaranlali bocni senapan dan teriak saorang jang robah diatas dek kapal, sSbontar itoc djoega Eoinicr bwiari kaatas dek, dongan bcrdobar2 liatinja ja, bcuarlah! bonarlah, Egbert, anaknja socdah kena [iclocroc luoosocb, soedah torbentang diatas dok kapal, sabingga berlocmoer dengau darab, njawanja-poon liampirlab nielajang. Bahai'oc toean Roiuior inolibat anaknja itoc, maka tiadalab ija dapat berbocni lagl, dlpandangnja anaknja itoc dengan bati jang scdib.

Tiada bcrai)a lama berkatalali ija pcrlaban-laban; „Ajabanda! kalau ajabanda salaniat kocmbali. sampaikan polock tjioemkoe kapada boendakoc dan tocnangaukoc Ida!!quot; Maka melajanglab njawanjaü

Bcberapa sailt lamanja Rcinior berdiri memandang mocka anaknja itoc, laloo dipclock dl tjioemnja, serta disocrocb angkatnja malt anaknja itoc ka dalani bilik! Doca orang matroos jang berdiri disi-too bendak mcangkat mait itoc, tetapi inoeallim tiada maoe beri, laloe diangkatnja sendiri sambil berkata: „waktoe ija kctjil atjaplah ija kocdoekocng-doekoeng, apa salahnja kalan ija koedoekoeng lagi, karena inilab pengbabisan akoe mendockoeng dlja.quot;

Tjoctjoerlab ajer niata toean Reinicr niclibat anaknja itoe, laloe ditocroetnja ka bilik tempat anaknja itoc; maka samalam itoc tiada nioesocb mendekati lagi. sebab baripoen gclap goelita bookan kepalang.

Tetekala bari siang, maka matabaripocn memantjarkan tjabajanja

kaatas mocka ajer laoet.

Tiada bcrapa lama soedab matabari terbit, maka bergeraklab scgala kapal2 Spanje akan menoedjoe kapal Reinicr itoe; satclab nampak kapada Reinier bebasa merikaitoe datang menoedjoe kapal, maka berkatalab toean Reinicr: ..Adoch temankoe semoea! djadilab rocpanja perkataankoe jang samalam, itocpoen djanganlab engkau takoet, tcgoclikan bati moe, karena terlebib baik mati dengan hormat, pada mati dengan uama jang kcdji.quot; Tiada bcrapa lama maka berbampiranlab pcraboe Spanje dengan peraboe toean Reinicr, laloe berlompatanlab soldadoe Spanje dengan officier^nja kaatas peraboe toean Reinicr, dengan sorak tampik mengatakan; „Toendocklab engkau, orang Tjilaka!quot; Maka soldadoe toean Reinier-poen mentjari akal daja ocpaja, socpaja anak peraboe Spanje itoe banjak masoek kadalam kapal itoc. Satclab merikaitoe soedab penocb diatas kapal, maka toean Reinicrpoen memasang bilik

ocr page 18

—12—

mensioe itoe, laloo borbocnilah seperti bocni goeroch pctocs jang amat keras, maka scgala isikapal itoepoea pctjahlab, saorangpoen tiada jang hidoep semoea mati. Sakoeliling laoet, jang pada tcmpat itoG, morah karcna darab nicnoGsia, diatas laoct banjoGtlab !)angkcii nicnoGsia scpGi'ti sarap; dcmikianlah gagab orang Wolanda mGin-pertahankan nGgcrinja dan namanja.

Maka iGtckala Ida dan Grietje istiri toean Eeinier iiGiulcngar warta iai, bertangis tangisanlab merikaitoe berdoca, dengan tangis jang amat merdoc, sabingga scgala orang2 jang niGndengar warta ini borbiba bati.

Maka tetekala Ida merdengar warta bGbasa EgbGrt soedab mc-ninggal, ijapoen djatoeb pGngsan sabingga dipanggil doekoen ba-baroelab ija balk sedikit, tetapi soGiiggoebpocn, baik tiada loepa dalam batinja dan ijapoen mukin poetjat, penjakitpoen tibalab, lama kelamaan dalam ija doodoek sakit bertjinta itoe, pada soeatoe bari ijapoen terbaringlab dalam tcmpat tidoernja, dalam bal kesa-kitan jang amat sangat.

Berkatalab ija kapada boenda Egbert; „ja boendakoe! pada bari ini, kita bcrtjGrailab rocpanja, karcna akoe bondak pergi mendapat-kan anak boenda, Egbert; soenggoclipoen akoe bidoep tiada lagi dengan senang bati, terbaiklab akoe mati dengan bersenang bati, pergi bersoca dengan anak boenda1'. Bebcrapa doekoen soedab mem-beri pertoeloengan tetapi tiada memberi faidah lagi.

Maka pada bari itoe, Idapoen meninggal doenialab, sedang dipangkoe boenda Egbert.

T A M A T.

ocr page 19

1

AO-

Siti ücinab.

-• gt;..-lt;.-

ïKalam ncgcri Bagdad, adalahTsaorang Jang aniat kaja, sahing-ga tiada ija tahoe lagi berapa banjak kakajaanuja; jnaka oleh kakajaannja itoo, socnggoehpoon ija soedah tocwa, poctih ramboet di kapala, dapatlah ija mciuperistirikaa saorang anak perawan moeda, jang aniat endah. roepanja, tiada ada bandingan pada za-man itoe, jang bcrnama Siti Zeinab. Adapocn Siti Zcinab itoe, badannja kooning seperti cmas tiga belas nioctoc, rambootnja hitam lagipocn pandjang, djarinja haloes lagipocn lantik; oomoer-nja antara 15 dengan 20 tahoen; siapa jang soedab memandang dija nistjaja saoemoor bidoep tiadakan loepa padanja, lagi tootocr-nja manis kapacla sogala orang. Maka tetckala ija soedab saboolan doea bersoeamikan .sigaek kaja itoo, meninggallah lakinja itoo, dengan meninggalkan soeatoo socrat oosiat torsoboet dalamnja:

Kalan Siti Zeinab Jcawin sasoedah alwe mati ini, malca ser/ala luuia hmdakoe, diloear paliaian Siti Zeinab, dapat kapadci negeri.

Satelab socaininja mati, maka Siti Zeinabpocn tinggallab dongan ajali boendanja bersocni2-; maka ajab boendanjapoon mondjagai siang dan malam, soepaja tiada saorang 'djoega dapat berbintjangz dengan anaknja itoe, karcua takoetlab ija kalan2 Siti Zoinab, nanti bertjinta kapada orang lain, tentoe djadi moodlaratlab merikaitoe; satiap bari ajab boendanja berfitocab kapada anaknja, soepaja dja-ngaii ija bertjinta akan kawin lagi; segala pakaian jang endah2 pennata dan moctiara jang mahal-mabal barga, somoca dibeli oleh boendanja. Maka djika ban sore, waktoe bari petang moinakailab Siti Zeinab dengan pakaian jang endab-endab laloe pergi berka-reta koeliling negeri akan melihat2 jang termasa.

ocr page 20

li. nlviri ianquot;' aiuat cndali pavas itoe, Siapa jang mclihat moccl. I- ■ siti) lliaaiocuilali toean2

liairanlali ija dan iljatoei )ci i kavcua kakajaaunja. Maka

pertama; karcna loepanja, Jaovau0- anak tocaa tan ah hcr-

diantara anak- mocda itoc, a ■ lt; k.„)ada0siti itoe. tetapi tiadalali

na.ua Ahmad «mat ^crt ^ tftkoot ija kalau^ penmn-

locloes angannia akan bcisoc , i a(1 itoCj tia(la

taamija tiada di ^ badannja l.aik

hegitoc kaja; Dotocl parasn,a ^ ija akan .nc-

lagipocn tjakap. Maka ,lalquot;11quot; , ' siti iaioc diboedjocknjalah Si-ngirim sapoctjock socrat kaplt;x lt; ■ ' \dapocn socratnja itoc, djongos akan mcnjampaikan socratnja »too. W

tiadalah pandjang bocnin.ja. jang sakti!

A ocliai toean moetid .llt;u'«

Sathboetlah salam bcvriboe kati,

Zcinab koenoen namanja Siti, _

Diatas maliligai berhocat bakti.

Toean katjik pilinkan kawat,

koq tidak pilinkan socto,

lindjoeang tangah halaman,

deq padi baboengo djoeo;

lai kasib pakirim djawat.

koq tidak balikkan poclo,

dibocang malah djangan,

deq kami pagoeno djoeo.

Hanan di lereng samoelegai,

djatoeh sagarnja tiga lamnis,

Siti tcrbilang saja dengar,

menaroeh intan tidak habis.

Talang di roemah Silang sari,

mandi di bao langko djoeo,

bagio satimbang djo nagan,

naraocn intan di ago djoeo.

Sidjintan anak 'rang sibakal,

basanggoe tidak batjoemaro Intan koq tidak toean djoeal,

tampan maroesoeh liati ambo.

Poelan pandan djaoeh di tangah,

dibalik poelo angso uoeo,

Biar djaoeh hambo taq longah,

namoen siti koe ingm djoeo.

ocr page 21

—15—

Marapalam diboekit kandoeng1,

djatoeh sag-engg-am rampafc djoeo,

tocdjooh locrah boekit mclindocng,

roepo Siti nampak djoeo.

Limau manis di tepi koto,

tampak alamat di soebarang,

satoepoen tidak socrat nangko,

mintak salamat oeiuocr pandjang.

Belajar kapal ka baringan,

bermoeat kalam tiga patah,

satoepoen tidak saja kirlmkan,

soorat datang membao sembah.

Limau poeroet tengah halaman,

ooratnja mintak disapiti,

sembah soedjoed dagang dewanan,

badan naq mintak dikasihi.

Hamba jang bina bernama A. . h.. ra.

Pada soeatoe pagi terkedjootlah Siti melibat sapoetjoek soerat tcrletak atas tempat tidoernja; laloe dibatjanja soerat itoe. Maka tetekala Siti raerabatja soerat itoe gocmetarlah toelangnja sepcrti hiba hatinja, tetapi apa sebabnja tiadalah ija tahoe benar. Maka termenoenglah ija berdiam diri, laloe dipcreksainja perlahan lahan berdiam2 antara segala dajang dan orang2i)ja, siapa orapoenja socrat itoe; dalara sahari dibatjanja soerat itoe tiga empat kali, tiap dibatjanja soerat itoe, maka gocmetarlah scgala badannja dan hiba hatinja.

Waktoe harl soedah malain berraimpilah Siti borsoea dengan jang empoenja soerat itoe dan besar hatinja waktoe itoe tiadalah dapat koewartakan lagi, tetapi ketjii hatinjapoen boekan alang-, tetekala ija soedah baDgocn.

Waktoe paginja petanga, ijapoen bcrdjalan-lah borrisau risau hati raeniikir mikirkan siapa jang empoenja soerat itoe dan bagai-maua poela roepa orang itoe. Laloe berpantoenlah ija sendiri:

Baik Iiari teranglah boclan,

tergden g kaki tjarananja,

baik hati senanglah toean,

harabalah hilang karananja.

ocr page 22

—14—

Siapa jano- meliliat mooda djauhari jang amat cndah paras itoe, hairanlali ija dan djatooli bertjinta kapada Siti, niaiilocmlali toean3 pcrtama: karcna rocpanja, kadoca, karcna ka.kajaannja. Jlaka diantara anak2 mocda itoc, adalah saorang anak toean tanah bei-naiua Ahmad jang amat bertjinta kapada Siti itoe, totapi tiadalah loelocs angannja akan bersoca, lagipoon takoot ija kal au2 perann-taannja tiada di keboelkan Siti, sebab ajah Alnuad itoc, tiada bcgitoc ka ja; botoel parasnja ondali dan bantock badannja baik lagipoon tjakap. Mak a dalam hal itoc berfikirlah ija akan me-no-irim sapootjock socrat kapada siti, laloe diboedjoeknjalah Si-djongos akan menjampaikan socratnja itoc. Adapoen soeratnja itoe, tiadalah pandjang bocninja. Demikianlah adanja:

Ajoehai toean mocda jang sakti!

Samboetlah salam berriboe kati,

Zeinab kociioen namanja Siti,

Diatas mahligai berboeat bakti.

Toean katjik pilinkan kawat,

kor[ tidak pilinkan socto,

lindjoeang tangah halaman,

deq padi baboengo djoco;

lai kasih pakirim dj awat.

koq tidak balikkan poelo,

dibocang malah djangan,

doei kami pagocno djoco.

Hanau di lereng samoelegar,

djatoeh sagarnja tiga lampis,

Siti terbilang saja dengar,

menaroeh intan tidak habis.

Talang di roemah Silang sari,

mandi di bao langko djoco,

bagio satimbang djo nagari,

namocn intan di ago djoco.

Sidjintan anak 'rang sibakal,

basanggoc tidak batjocmaro,

Intan koq tidak toean djocal,

tampan maroesoch hati ambo.

Poclan pandan djaoch di tangah,

dibalik poelo angso doco,

Biar djaoch hambo taq lengah,

namoen siti koe ingin djoco.

ocr page 23

—15—

Marapalam dibookit kandoeng,

djatoeh sagenggam rampak djooo,

tocdjoeh loorah boekit mclindoeng,

roepo Siti nampak djoeo.

Limau manis di tepi koto,

tampak alamat di soebarang,

satoepocn tidak soorat nangko,

mintak salamat oomoor pandjang.

Bolajar kapal ka baringan,

bormoeat kalam tiga patab,

satoepoen tidak saja kirimkan,

soorat datang membao scmbab.

Limau pooroet tengah balaman,

ocratnja mintak disapiti,

scmbab soodjood dagang de wan an,

badan naq mintak dikasihi.

Hamba jang bina bornama A.. b., m.

Pada soeatoo pagi torkodjoetlah Siti melibat sapootjoek soorat torlotak atas tempat tidoornja; laloe dibatjanja soerat itoe. Maka tetekala Siti mombatja soorat itoo goomotarlah toolangnja sopcrti biba batinja, totapi apa scbabnja tiadalab ija tahoe benar. Maka termenoonglab ija berdiam diri, laloe diporeksainja perlahan laban berdiam2 antara segala dajang dan orang2nja, siapa ompoenja soerat itee; dalam sabari dibatjanja soerat itoo tiga empat kali, tiap dibatjanja soerat itoe, maka goemetarlab segala badannja dan biba batinja.

Waktoe bari soedab malam bermirapilah Siti bersoea dengan jang ompoenja soerat itoe dan besar batinja waktoe itoe tiadalab dapat koewartakan lagi, tetapi ketjil batinjapoon bookan alang-, tetekala ija soodab bangoen.

Waktoe paginja petauga, ijapoen berdjalan-lab berrisau risau bati memikir mikirkan siapa jang ompoenja soerat itoe dan bagai-mana poela roepa orang itoe. Laloe berpantoenlah ija sendiri:

Baik bari teranglab boelan,

tergeleng kaki tjarananja,

baik bati senanglab toean,

bambalab biiang karananja.

ocr page 24

—16—

Tetekala ija, poelang tiadalah dapat ditidoerkannja, pajahlah ija bertanja tanja siapa gerangan empocnja soorat itoo, tiadalah dapat ija tahoe, sabab semoca orang takoct kalau-kalau hal ini kcdongaran olch boendanja.

Tcntangan dari hal Ahmad, dcmikian poela doedoek bornanti nanti akan mcndapat chabar. tctapi sanipai bcbérapa hari tiadalah ija mcndapat chabar. Maka olch karena hatinja tiada terta-hani lagi, maka bcrfikirlah ija hendak bersoea sendiri dengan Siti Zeinab, tetapi fikirannja, dimanalah akoc dapat berdjoempakan dij a ini?

Maka pada socatoe hari sedang Siti pergi berkoeda, terkc-djoetlah koedanja, laloc dilarikacnja sadcras derasnja sahingga Siti tiada dapat menahani lagi, dan koeda itoepoen raclarikan Siti kapada soeatoe djalan, jang djambatannja socdah roesak, taq dapat tiada Siti akan mati djatoeh kadalam batang ajer, jang da-lam itoe, kalan tiada, sebab oentoengnja naq salamat lagi, karena pada masa itoe Ahmad berdiri di sana; djadi wak toe nampak pa-danja, behasa saorang datang berkoeda dengan berpatjoe keras, maka dinantinjalah kadatangan itoe, laloe disembarnja moeloct koeda itoe, tetekala itoe, Sitipoen djatoehlah dari atas koeda, baharoe nampak pada Ahmad Siti akan djatoeh, laloe ditanainja perlahan2, sahingga Siti tiada merasa sakit, laloe berdiri katanah.

Tetekala Siti socdah berdiri, maka memintak terima kasihlah ija kapada Ahmad dengan kamaloe2an sambil berkata: „Ajoehai, orang moeda! dipandjangkan Toehan oemoermoe! kalan tiada toe-loenganmoe, tentoe matilah akoe djatoeh kadalam loerah itoe, tetapi sebab baik boedimoe hidoep djoega akoc lagi, sebab itoe, saocmoer hidoepkoe tiadalah akoe akan loepa kapada toean; siapalah nama toean soepaja akoe tahoe, barangkali kemoedian dapat akoe mem-balas kebaikanmoe ini. Pintalah padakoe sabesar2 permintaan, kalan ada padakoe tentoe koeberi padamocquot;.

A____h____m. Ahmad, anak toean tanah disini, kebon ini ki-

talah jang empocnja, djalan jang rocsak ini, baharoe doea hari kami boeka djambatannja.

Nama toean, A____h.... m., Ahmad? Bntah tocankah jang ber-

kirim......Ja, Siti akoelah itoe! Akoe bagaimanakah toean? me-

ngertikah toen apa jang kockatakan itoe? Mengerti, Siti! kenapa tiada, akoelah jang berkirim tempo hari!! Mendengar kata itoo Siti Zeinabpoen moendoerlah tiga langkah serta bertambahlah maloenja.

ocr page 25

—17—

Satclah itoo Ahmadpoen memanggil Siti singgah kakebonnja, sampai merikaitoc cli sana mcmberi hormatlah segala orang2 ladang jaag cliatas tanah Ahmad itoe; sasampainja dalam rocmah tompat boraooka-;tn dalam kebon itoo, borhimpocnlah sogala orang2 itoe kasana, laloo disoeroohnja bormain2 akan meriangkan itati Siti tadi.

Maka salama orang itoe bermain2, hati Sitipoen tiada tentoo lagi, karona soesahlah hatinja, sebab ija soedah berkata kapada Ahmad: „mintalah sahesar2 permintaan, Imlau ada padahie nanti koeberi.quot; Kiranja inilah sipoenja soorat jang diterimanja itoe. Sebab itoo seperti maloe-malocanlah Siti Zeinab niomandang moeka Ahmad jang baik boedi itoe.

Sasoodah beberapa saat lamanja Siti doedoek disana moehoenlah ija hendak poelang karoemahnja.

Salama Siti ada disana, maka hati Ahmadpoen sangatlah be-sarnja tiada terpermanai rasanja, maka soekalah ija soepaja ma-tahari djangan segira terbenam, seperti pantoen:

Dendang doea dendang tiga,

petjah perioek perandangan,

baik makan baik tida,

atsalnja doedoek berpandangan.

Tetapi apa boleh boeat haripoen petanglah Sitipoen berdjalan-lah poelang; tetekala Siti poelang Ahmadpoen antarlah sampai kadjalan raja. Tetekala merikaitoe bertjorai, maka Sitipoen me-mintak terima kasiblah kapada Ahmad.

Samalam-malaraan itoe kodoeanja tiada dapat sapitjing tidoer, karena mengira-ngirakan hal jang terdjadi pada siangnja. Siti berflkir. adoeh djika tiada soorat oesiat sitjilaka itoe, ketocdjoelah akoe kapada Ahmad itoe, tetapi apalah dajakoe, kalau ija kaja boleh djoegalah, in! koolihat kakajaannja, tiada berapa, tiadalah tjoekoep akan pemeliharakoe dengan kosenangan, jang seperti se-karang ini. Soedahlah! biarlah, koepoetoeskan sahadja hatikoe bila ija datang meminta akoe, koetiadakan sahadjalah.

Maka Ahmadpoen pada esoknja, waktoe matahari naik, waktoe angin berhemboes dari iihak timoer, tjahaja langit terang binda-rang, berdjalanlah dari roemahnja menoedjoe roemah Siti Zeinab. Pada masa itoe dengan takdir Allah, oentoeng moedjoer Ahmad, jang baik boedi itoe, mandai Zeinab sedang pergi beralat karoe-mah orang lain, maka tinggallah Zeinab dalam roemah bersania dengan dajangnja.

ocr page 26

—18—

Tetekala Zeinab melihat Ahmad dat an g menoedjoc roemahnja, maka berdebarlah hatinja, tetapi soenggoehpocn domikian, besar djoega hatinja mcnjamboet kadatangan Ahmad itoc.

Sasampai Ahmad sampai kapintoc, maka disamboet Sidajanglah ija laloc dibawaknja masoek kadalam bilik bcsar, dimana Zeinab meajamboot tctamoenja.

Maka tertjonganglah Ahmad melihat scgala perhiasan roemah itoe; permadaninja boeatan Istamboel dan segala koersi dan bang-koenja beralas dengan beloedoeroe dan bcroembai2kan moetiara. Tetapi Ahmad tiada menoendjoekkan behasa ija tiada pernah melihat jang sademikian. Sasoedah ija sampai kasana, maka doe-dockiah ija diatas saboeah koersi jang kaemasan sambil berkata;

Moegkoen ditanam taboe nangko,

padi nan tidak rimboen lagi,

moengkoen datang sajo kasiko,

hati nan tidak tertahan lagi.

Anak bebek diatas rakit,

salimbado di bawah batang,

mingkin dioebat mingkin sakit,

tawar bertimpo bisopoen datang.

Karaba kalapa poean,

tidak poean kalapa bali,

harap kami kapada toean,

tidak toean siapa lagi.

Tabang tarab diatas boekit,

tempat mendjemoer boeah pala,

harap saja boekan sedikit,

sabanjak ramboet atas kapala.

Sebab diparang silagoeri,

berhemboes angin silangkasi sebab saja datang kamari,

badan nak mintak di kasihi.

Mendeugar pantoen moeda djauhari, termcnoenglah Siti saoiang diri, maloe2an rasanja diri, hendak membalas sekaliannja peri:

Adoeh toean oetama djiwa,

Hatikoe soenggoeh amat ketjiwa,

Rasakan hilang badan dan djiwa,

Mendengarkan warta emas jang toewa.

ocr page 27

—19—

Ajoehai toean oesoel jang sakti,

Djanganlah toean bcrkctjil hati,

Kapada beta jang hina pcsti,

Boeroek roman bookan seperti.

Boekannja scbab hati taq sajang,

Kapada toean moeda wadjarlang,

Adalah hal mara raelintang,

Tidaklah dapat sahaja menibilang.

Babaroe sin^gan itoe Zoinab bormadah, meniharaplah Ahmad kapangkoean Siti, laloc menangis berhiba hati; melihat Ahmad menangis atas pangkocannja, ijapoen menangis seperti anak ketjil. Satelah beborapa lama mcrikaitoe bertangis tangisan berkatalah Siti: „Djangan kakanda berhiba hati, bookan karena saja tiada tjinta kapada kakanda, hanja adalah soeatoc sebab, jaitoe saja ini soedah biasa senang dan hidoep besa»-; djika kita kawin teutoe kakanda tiada dapat mcnjediakan kehendakkoe, scbab itoe maka tiada akoe hendak kawin dongan sasaorang djoeapoen.quot;

Mendengar kata itoe moeramlah mocka Ahmad, laloe dipeloeknja akan Siti jang moeda itoe, sambil bcrkata:

„Wah, adinda! kiranjalebeh sajang adinda kapada harta doenia, pada kapada akoe jang hina ini! Apalah naq koeboeat, sebab akoe ini miskin, sabetoelnjalah akoe tiada dapat memeliharakan adinda dengan penghidoepan jang besar; itoepoen baiklah akoe bermoehoen poelang, tinggallah adinda bersenang diri diatas kaka jaan adinda itoe; tctapi soopaja adinda tahoe, akoe ini naq pergi monibooang2 diri ka tanah Barbarij dan kalau ada perkataankoe jang terlandjoer harap inaafkan!!quot;

Mendengar kata itoe, Sitipoen memegang tangan Ahmad, laloe bcrkata. „Apalah gocna kakanda pergi kasana, boekan baik kakanda pcliharakan kebon kakanda itoe, karena koedengar chabar-nja sokarang ini, di nogeri Barbarij ada saorang kapala penjamoen besar bernama Rinaldini datang Mari Sardinië, jang soedah menja-moen dan menjakah disana!quot;

Wah. adinda! bookan terlebch baik mati bcrkalang tanah pada hidoep bertjermin bangkaü!

Maka bertjioemlah kedoeanja sambil bertangis tangisan. Ahmad-l)Ocn berdjalanlah poelang karoeinahnja'dengan sedih hati; tetekala SitiZeinab melihat Ahmad berdjalan, laloe menangis masoek kadalam biliknja mehiboerkan hatinja.

ocr page 28

-20-

Sasampai Ahmad karoemah, maka masoeklali ija kadalam bilik, laloo monangis seperti anak-aaak, liiba hatinja boekan kapalang, ingatannja ta(i dapat tiada inaksoednja itoc akan diterima oleli Siti Zciaab, tambahan pocla karena njawa Siti socdah ditocloenguja.

Sampai malam hari ijapocn tiada dapat tidocr, inaksoednja waktoe pagi hendak berdjalan pergi ka negeri Barbarij. Sasoodah terang tjatiaja matahari, maka berkemaslah ija akan borangkat; tetekala ija berangkat dipandangnjalah karoemah Siti, sambil bcr-derai ajer matanja.

Tiga hari kemoedian ija soedah meninggalkan negeri Bagdad, terchabarlah kapada Siti behasa Ahmad socdah berdjalan meninggalkan negeri, maka ijapoen menjesallah, karena ija takoet kalan-kalau Ahmad nanti mati diboeaoeh orang, djadi tiada ija boleh bersoea lagi.

Maka lama kelamaan sampailah Ahmad ka negeri Barbarij, Dalam negeri itoc, adalah roesoeh sebab Rinaldini hendak me-njerang negeri itoe. Adapoen Radja disitoe soedah memboeat soerat pelakat tiap2 djalan mengatakan: „barang siapa jang dapat menangkap Rinaldini dan dibawaknja hidoep-hidoep atau kapalanja kapada Radja, diberi oewang 100,000 dinar dan didjadikan djadi hoelbalang besar di kota Barbarij.quot;

Satelah Ahmad membatja soerat itoe, maka berlangkaplah ija akan mentjari akal daja oepaja hendak memboenoeh Rinaldini. Maka karena beraninja dapatlah Ahmad memanggal leher Rinaldini laloe dibawaknja kapada Radja.

Satelah itoc, maka Ahmadpoen diberilah olch radja 100,000 dinar dan diangkat pocla mendjadi pahlawan besar di negeri Barbarij.

Maka masjhocrlah nama Ahmad sampai ka negeri Bagdad. Satelah tordengar chabar kanegeri Bagdad, behasa Ahmad soedah diangkat djadi penglima perang besar di Barbarij, maka besarlah hati anak negeri; sadapat warta itoc, maka Radja Bagdadpocn memboeat soeatoe keramaian besar mehormati Ahmad.

Mendengar warta itoc Zeinabpoen bersocka tjitalah, tetapi tiadalah dapat dichabarkannja kapada orang, sebab apa, maka ija bersoeka tjita; dipcrboeatnja poelalah peralatan besar meramaikan kabesaran hatinja itoe, dipanggilnja segala anak radja-radja dan orang patoet-patoet dalam negeri berramai-ramai dalam rocnuihnja.

Satahoen kemoedian itoe, waktoe hari berrcboet sendja dieha-barkan oranglah kapada Siti, behasa Ahmad socdah koembalij

ocr page 29

—21—

tctapi dalara sakit koras, pada persangkaan orang tiada akan hidocp lagi.

Baharoe Siti raendcngar chabar ini dari pada dajang. laloe ber-teriaklah ija sapantoen orang jang gila, laioe djatoeh pcngsan tiada kcnal akan dirinja. Sabcntar itoc djoega boendanja mcraaDg-gil tliabib. maka sasoodali thabib merabcri oobat, baharoolah Siti sedar dari pada pcngsan, laloc ija bortanja, kamanakah dija?quot;

Saorangpocn tiada tahoe mendjawab portanjaan Siti Zoinab itoe. Sasocdah ija baik sedikit, maka berdjalanlah ija menocdjoc i'oeraah Ahmad; tetckala ija sarapai kasana, raaka datanglah fikiran kapa-danja, mengatakan tiada baik ija pergi teroes karoemah itoc akan raolihati Ahmad, scbab perbitjaraan antara merikaitoc saorangpocn bclocra jang tahoe. Maka bcrsoealah ija dengan bocdjang rocraah, laloc ija berpesan: ,.Bila Ahmad nanti socdah semboeh soeroehlah ija datang padakocquot;. Satclah Ahmad mendengar chabar itoo, maka bcsarlah hatinja, sahingga hari jang kadoca, ijapocn serabochlah dari pada sakit.

Sasocdah ija scmboch dari pada sakit, maka ijapocn pergilah mendapatkan Siti Zcinab. Sabclocm Ahmad datang kasana Sitipocn socdah mcngchabarkan maksoednja kapada boendanja, tetapi sibocn-da tiada socka anaknja kawin dengan orang lain, karena tahoclah ija bila anaknja kawin, maka scgala kakajaan itoe djatoeh kapada negeri.

Maka karena Siti tiada dapat menahani hatinja, tiadalah ija ferdoeli harta hilang, scbab itoe tiada berapa lama kcinoedian itoc, Sitipoen kawinlah dengan Ahmad dan scgala kakajaannja dapat kapada negeri.

T A M A T.

ocr page 30

—22—

^pjfeata SjahiboclMkajat. Scdang hari ]indok2 alang, sedang

angin berhemboes potang, moerai berkitjau mehirabau poelang, alang berbegar dioedara, ajam borkockoek berboeah-boeah; scdang masa dcwasa itoc doodocklah nona Maria, bergerai ram-boet dalam beranda roemahnja, di kota Rotterdam, sambil bernjanji berrisau-risau, memboeat rcnda. Maka menoeliblali Maria katengah djalan raja, nampaklah padanja doea orang officier datang menoedjoe tempatnja itoo. Laloe ijapoca berdiri pcrlahan-.lahan pergi menoedjoe djendjang; tctekala ija sampai kasana narapaklab padanja saorang dari pada racrikaitoe ijalah soedaranja Fredrik Madapolam, jang lain itoe, loepalab ija akan namanja, tetapi rasanja sepcrti soodablah ija bersoea tctekala masih ketjil, maka bcrtanjalah ija kapada soedaranja: „siapakah toean ini?quot; Sabeloein soedaranja berkata, maka mendjawablah sitoean tadi; „Allah, nona! loepalah nona kapadakoe, baharoe sapoeloeh tahoen akoe meninggalkan negeri ini, tiadakah nona kenal lagi kawan nona sapermainan, jang digclari olch nona2 dahocloc, amhoemj-amboenfj?quot; Akoclah Zoeteliej!! Mondengar kata itoe tcrsenjoemlab Maria, sambil mcoeloerkan tangannja laloe berkata: „Adoeb, toean Zoetelief, socdah djadi begitoc bcroebah, sahingga 'koe tiada kenal lagi, totapi djangan marab kapadakoe, scpcrti kata orang toea-toea: deq lama loepa, deq banjak ragoc. Marilah masoek bersoca dongan ajahanda! Maka kcdoca toean itoepocn masockluh kadalam bersoca dcngan toean Generaal Madapolam. Maka sasampai kcdoca toean itoc bersoea dcngan toean Generaal, laloc berkatalab toean Generaal kapada Luitenant Zoetelief: „socdahkab engkan bersoca dengan orang toeamoe?quot; maka djawab toean itoe: „belocm lagi, toean! inilah babaroc kami datangquot;. Baiklah engkan pergi bersoea dengan orang toeamoe, karena mcrikaitoe tentoe soedah rindoe

ocr page 31

—23-

kapadamoe. Baiklali toean, tctapi koo harab atas toean ompoenja pertooloen^an, soepaja akoe ditompatkan djadi officier di kota ini djoega, soepaja akoe dapat inoiubantoe porkerdjaan örang toewakoe, inaaloemlak toean, pekerdjaan raeinegang bank ini boekan moodah, lagipoen ija soedah tocwa!! Pergilah dahoeloe, tentang itoe nantilah kita fikirkan.

Maka Luitenant Zoeteliefpocn pergilah ka beranda, sasoodah ija memberi tabe kapada toean Generaal dengan istirinja. Disana bersoealab ija dengan nona Maria. Maka berkatalah si nona: ,.Ah, tiada 'koo kira engkau soedah djadi sabcsar ini.quot; Maka djawabnja: „Akoepoen tiada kira, jang si nona soedah djadi sabesar ini. Ting-gallah nona dahoeloe, akoe aaq pergi bersoeakan ajahanda boenda kita. Maka bersalamlah merikaitoe berdoea, laloe Luitenant itoepoen pergi menoedjoe roeinah orang toewanja.

Tetekala merikaitoe bersalam, maka Mariapoen maloe rasanja kapada toean itoe, dan tangannja seperti meretek; sasoedah toean itoe berdjalan, sampai doea tiga kali ditoelihnja.

(2)

Maka tetekala toean Luitenant sampai karoemah ajahnja, maka bertangis-tangisanlah ija dengan ajah boendanja, oleh sebab soedah sapooloeh tahoen lamanja ija meniaggalkan roemah pergi beladjar ka Breda, baharoe sekarang loeloes dari pada examen, baharoe sekarang bersoea, sebab karena kagirangan hati itoe, membawak kaloear ajer mata.

Satelah selasai dari pada itoe, maka berkatalah ija kapada ajahnja: „ajahanda! inntakanlahjcapada toean Generaal Mudapolam, soepaja akoo ditempatkan disini, soepaja dapat akoe membantoe pekerdjaan ajahanda, karena ajahanda ini soedah toewa.quot; Maka kata ajahnja: ..itoe djangan soesahkan anakkoe! kalau akoe berkata kapada toean Generaal itoe, nistjaja diloeloeskannjaquot;.

Maka pada malam kadoea, memboeat alatlah toean President Bank itoe, karena besar hatinja, sebab anaknja soedah salamat koembali dan soedah poela mendapat pangkat officier.

Rocmahnjapoen dihiasilah dengan boenga2 dan dipanggilnjalah ' toean-toean dan njonja2 serta nona-nona akan berdangsa dalam roemahnja itoe. Dalam alat itoe, tiadalah tiuggai toean Generaal' Madapolam serta njonja dan anaknja Fredrik, ka wan Zoetelief satoe sekola, — lagi nona Maria Madapolam. Wak toe djam sem-bilan alatpoen tiba, muziekpoen berboenilah dengan merdoe soea-

ocr page 32

— 24

i'anja berlagoö Wiennetiandschhloed. Boriboca sipcnonton socdah liadlii diloear roemah akan melihat alat itoe.

Tetekala siangnja waktoc socrat panggilan socdah datang kapada toean Generaal, maka bertambahlah wadjab nona Maria, laloe ma-soek kadalani biliknja menjediakan pakaian jang baharoo lagi endah. Maka pada malam itoe dipakainjalah gaoon beloedoeroe Avarna limbajoeng, goentingan model Frantjis, jang baharoo datang dari nogeri Parijs; sasoedah lekat gaoen limbajoeng itoe, maka diambilnjalah manik intan bertjampoer mootiara, dongan gelang permata nilam baidoeri; sasoedah terkena manik jang endah itoe, maka tjaliaja moekanjapoen bertambah endahlali, seperti boenga kembang baharoo dipetik; pada pinggangnja terikat sjerp soetera boeatan üjepang; ramboetnja berdandan, berikat dengan soetera Tjina; pada kakinja adalah sepatoe botine model baharoo, toemit-nja k'etjil bagal diraoet; pada djari manisnja adalah soeatoe tjintjin permata ilang2, makin dipandang making Hang, tjahajanja seperti tjahaja biutang toedjoeh; diatnbilnja kipas boeatan Itali, roepanja poctih berkilat2, dikatakan gading entali gewang; diambilnja saha-lai sapoetangan soetera boeatan negeri Monggoli, pada satiap soe-doet bersoelam soetera boeatan Boembai, markanja M. M; hiloe ditoeangkannja minjak boeatan Pinand jang amat mahal harganja, haroemnja boekan alang^, satahoen tidak hilang. Satelah sclasai dari pada ija berpakai, maka kaloearlah ija ka beranda mendapat-kan ajahanda boonda serta soedaranja, laloe berdjalanlah merika-itoe keempat menoedjoe roemah toean President Bank itoe.

Tetekala Zoetelief melihat kadatangan merikaitoe keempat, maka toeroenlah ija kahalaman, berpakai pakaian officier, menjamboet merikaitoe, sasoedah ija membori salam. laloe dipegangnja tangan sinona, sambil dikapitnja naik karoemah, sapantoen adat orang Europa. Sasampai di roemah, maka didoedoekkannjalah merikaitoe atas koersi jang endah2 dan dibawaknjalah noua Jlaria berdjalan ditengah roemah akan memperlihatkan ini itoe. Maka pada n:asa itoe, roepanja merikaitoe seperti maloc'an, soenggoehpoen dahoe-loe sapermainan, tetapi Maria tiada tahoe, apakah sebab maka ija seperti maloe. Tambahan poela tetekala merika berdoea berdjalan berkapit tangan di tengah roemah itoo, terdengarlah olehnja,

djongos-' berpantoen:

Koerimbang batoe dibalai,

pakirim anak radja Tjina,

hilang loeloes sajapoen lalai,

melihat roman kedoeanja.

ocr page 33

—25 —

Maka berkata poola saorang djongos kapada kawannja: „Apa jang 'kau pandaiigi djocga, tidak 'kan tahoe nona itoclah nanti akan inchockocm kita scmooa ini, kalau soodah ialoo maksoed indook saniang kita.quot; Mondongar sogala porkataau itoe, Mariapoen monggi-git bibir, sambil mcmbocat poerak2 ija tiada dongar porkataan itoo. Maka boonda Luitcnantpoon meugoontjang kapalanja mclihat anaknja bordjalan bcrdoca itoc.

Maka wak toe berdangsa, lain tiada lawan si nona toean Zoetelief sahadja, ada djooga sakali dooa kali sinona bordangsa dongan jang lain, tet;i[»i rasanja tiadalah hegitoe riang ija dongan jang lain itoo. Maka saiualam malaman itoc bcmimai ramailah diroomah toean Bank, saliingga liampir slang baharoe toean2 itoe koembali. Maka tetekala inorikaitoo koembali, bermaksoedlah toean Zoetelief hendak nientjiocm nona Maria, tetapi tiada lantas angannja, karena ija takoet, kalau2 nanti Maria mara, tiada maoc berdjoempa dengan dija salama bidoop, sebab itoe ditabaninjalah nafsoenja itoe.

Sckalian alatpoun poolanglah koembali karoeniahnja.

(3)

Lnipat Iiari komoedian itoe, toean Generaal Madapolampoen mem-boeat alatlali, Jang amat ramai. Berpoeloeh officier jang mehadliri alat itoo. Maka dalam antara officier jang banjak itoc, adalah sa-orang bornama Bareos, rocpanja boeroek niatanja besar, sonantiasa pada masa itoc berkiroct kening, karena tjimbocroe mclihat nona Maria anak mamaknja itoc, senantiasa dibawak Zoetelief menari. Maka sabctoclnja toean Bareos ini ada banjak tjinta kapada nona Mari.p, lagi anak inamaknja pocla. dan socdah poela atjap dikata-kannja dengan olok-olok kapada Maria, behasa ija hendak kawin dengan Maria; bila ija berkata demikian kapada Maria, djangankan dibaiasnja dengan bitjara, lantas ija membalik moeka laloe lari kabiliknja, sambil borkata:

,, Bclocm hatjang ! ! quot;

Maka pada malam itoe nampak kapadanja, seperti Maria ini bertjinta kapada Zoetelief, karena perdjalanan dan perkataannja sangat manis kapada toean itoe; lagi pocla tetekala poekoel 12 waktoc scgala toean2 dan njonja2 pergi kaloear mengambil angin, maka Maria dan Zoeteliefpoeu bcrkanibanlah kedoeanja berdjalan boclak balik dalam kebon boenga itoc; pada masa itoe, kalau Bareos djadi harimau nistjaja dihisapnjalah darah toean itoe, tetapi apa daja, orang taq soedi.

ocr page 34

— 26,—

Maka samalam2an itoc ramailah alat diroemah toean Generaal; sampai siang baliaroc segala alat poelang karocmah sorangz.

(4)-

Tiada berapa hari antaranja maka kalooarlah soerat angkatan menetapkan toean Zoetelief dan Fredrik di Rotterdam mendjadi Luitenant doea. Maka dalam hal itoe tinggallali Zoetelief disana mendjabat pekerdjaannja, bila selasai dari pada pekerdjaannja, dibantoenjalah ajabnja memboeat soerat2 perliitoengan oewang jang kaloear masoek dalam banknja itoe.

Pada soeatoe koctika pergilah i.ja niembawak boekoe raport ka-pada toean Generaal, maka bersoealah ija dengan Maria di djeii-d.jang, laloe berkatalah Maria, kapadauja:,, Adoeb, toean! soedali beberapa lama toean tiada maoe datang kamari menampakkan moeka lagi, apakah gerangan maka djadi beroebali toean em-l)oenja hati?quot;

Maka mendjawab toean itoe:

Tidak berabab niakan padi,

takok berabah makan seriboelan,

tidak beroebali dari kami,

takok beroebali dari tolan.

Boelan terang bintang bertjaja,

anak gagak dalam padi,

kalau nona tidak pertjaja,

belab dada libatlali hati.

Maria mendjawab:

Dimana bintang 'kan bertjaja,

pinang moeda koelitnja manis,

dimanalah saja akan pertjaja,

orang moeda mooloetnja manis.

Adoeh, adinda! djangan malah baitoe, djaoeh taibo hati kamiü Kalau begitoo apakah sebabnja, maka toean tiada maoe datang kamari? Boekan begitoe, adinda!—Djanganlah beradinda dahoeloe, berilah sahaja kanjataan, maka tiada socdi datang kamari; O! barang-kali ada beroedang dibalik batoe?

Maka mendengar kata itoe, toean Zoeteliefpoen merahlah inoeka-nja sambil berkata: „Apalah goenakoe datang kamari, tentoe saja tidak bergoena kapada nona, maiiloomlah saja ini orang ketjil sinona anak Generaal, baq kata orang;

ocr page 35

—27—

„Pisang cmas masak digojang,

digojang anak i)oolau aocr,

tolan cmas kamipoen lojang,

dimana boleh tjampoor baoer.quot;

Wai, toean! pcrkataan itoe sia-sia sahadja, jang sabetoelnja, karena toean tiada soedi datang atau sebab jang lain.

Sasoedah mcrikaitoe berkata2, toean Grcneraalpocn kalocarlah, laloe disamboetnja soerat raport itoe dari pada toean Luitenant.

Sasoedah diberikannja, niaka ijapoen memboii hormat laloe poe-lanlt;r; tetekala ija sarnpai kadjendjang, inaka berkatalah Maiia ka-padanja: „Toean! esok pagi kami naq pergi makan^ katepi laoet, soedikah toean toeroot?quot; Toean Zoeteliefpoen berkata: „Dengan segala soedi hati, nona!quot; Laloe ijapoen berdjalan teroes.

(5)

Maka tetekala hari inalani, Mariapoen tiada bisa tidoer berbalik kanan berbalik ken', sanibil bertikir: „Apalah beresok akan djadi?quot; Toean Zoetdiefpoea bertikir dalain hatinja: „Biarlah esok koetanja-kaa atau ija soedi djadi istirikoe atau tiada, kalau tidapoen boleh koe tahoe.quot; Maka tetekala hari siang pcrgilah beberapa noria2 dan toean-toean incnoodjoe tepi laoet bermain2. Maka dalam hari sahari itoe, luunpir^ Maiia tiada bertjerai lagi dengan Zoetelief, doedoek-poen berhampiran, berapa poela goerindam dan kiasan toean2 dan nona-nona lain, poerak-poerak mcrikaitoe tiada tahoe akan kata kiasan itoe. Waktoe hari lepas tengah hari berhemboes-lah angin laoet, maka berbaringlah semoea bertjakap2 dibawah batang kajoe ditepi laoet itoe.

Ad i[ioen Maria dengan Luitenant itoe agak terpentjil sedikit dari orang banjak, doedock berdoea berbitjara2; pada waktoe itoe berkatalah toean Luitenant kapada Maria, dengan perkataan jang manis, tetapi liat'nja berdebar-debar djoega:

„ Adoeh, adinda djambangan mata! Sambil si Toean memagoet leher sinona laloe mentjioem pipi Maria jang boentak seperti djamboo jang masak itoe; soedikah adinda bersama mati dengan hamba ini? Tetapi maaloemlah adinda, akoe ini saorang hiua lagi berpangkat rendah!quot;

Wah, kakanda! boekan kakanda tahoe djoega bohasa akoe ini sa-lamanja bertjinta kapada kakanda, soedah beberapa kali 'koe kiaskan kapada kakanda jang 'koe ini soedi bersama mati, tetapi rocpanja, kakanda berlengah sahadja.

ocr page 36

—28-

Adoch, adinda! boekatinja saja berlcngah diri, tetapi maaloemlah adinda oentocng kakanda ini bail kata orang tooa-toea,

Koq na(i taoc di oedjoong radjo,

samalam di kampocng poelai,

mocdik bagalah ka maranin,

tjarano manggocng di soopajang;

Koel naq taoo diocntoeng sajo,

lihat kaloepak bocnga bolai,

kalau pctjali ditoendo angin,

barang kamano naq njo lajang.

Wahai kakanda, boeah bati adinda, óebat djeiih perarai demam: Djangan begitoo tarali papan,

djaocli karimbo padi djambi;

djangan begitoo kata tooan,

djaocli taibo hati kami.

Ja, adinda! barangkali ajali kita tcntoe tiada meloeloeskan per- , mintaankoe ini? Itoc belocm tentoe boekan baik esok pagi kakanda datang mengadab ajali kita. kalau soedah soeratan, tentoe dapat berlakoe perniintaan kakanda, kalau tidak, apalah daja kita, totapi 'koerasa berlakoe djoega! soenggoehpoen begitoe siapa tahoe, Allah Taal a kaja.

Tetekala haripoen petang poelanglah semoea katerapat s'orang-s'orang.

(«)

Adapocn toean President Bank ajah toean Luitenant itoe sangat-lah masjhoer namanja, hampir segala isi negori tahoe kapadanja dra semoea orang pertjaja karena ija saorang orang jang loeroes lad' baik boedi. Adapoen pokoknja dalam bank itoe banjaknja f 30(),0()0 tetapi modal ini boekan oewangnja, hanja oewang saha-batnja bernama Andries, saorang kaja dahoeloe mendjadi tooan ta-nah di Soerabaja. Maka sasoedah toean Andries poelang dari ta-nah Djawa moefakatlah ajah Luitenant ini dengan dija akan me-adakan bank itoc. Maka soedah berpoeloch tahoen lamanja toean Andries monerima boenga oewangnja dari ajah Luitenant itoe dengan tiada sangkoet paoetnja. Maka karena itoe persahabatac menka-itoepoen makin lama makin kariblah, tiada oebahnja sepcrti orang bersoedara lagi. Maka tcntang fatsal kehidocpan toean President itoe tiadalah besar, hanja sakedar sahadja; djadi nielihat madjoo Bank itoe semoea orang mengatakan bcbasa toean itoe menjimpan berpoeloch riboe mata oewang kepoenjaannja sendiri.

ocr page 37

29 -(7)

Tctekala had siang djam 9 berdjalanlah toean Luitenant me-noedjoc röemah toean Generaal; pada malani itoe segala maksoed-njapoon soedah di chabarkannja kapada ajah bocndanja ; iiiaka tete-kala ija datang itoc nampaklah kapada nona Maria, laloe ijapoen bersemboeni dibalik dinding di raana salama ini ajahnja monerima tetanioe. Maka satiba toean Luitenant kasana berkataiah toeaii Generaal: „Apakah maksoed toean datang kaïnari ini?quot;

— ,.Ja, toean Generaal! sedianja akoe tiada beraui inenjenibah-kan permintaankoe, tetapi sebab tiada tertahani hati, maka koe-doega djoega mengchabai-kan permintaankoe ini. Jaiini, djika toean soedi. saja minta meaiperliaiubakan diri saja naq diambil djadi minantoe!quot;

— „Ab, demikian? Naq mintak kawin dengan anak saja? Ah, ah, dengan apalah toean beri belandja anakkoe itoc, sedang toean empoenja gadji begitoe sedikit, barangkali pembeli pakaianmoe sendiri tiada tjoekoep.quot;

— ,.Ja, toean! barangkaliorang toewakoe soeka menocloeng me-nambabi, karena akoepoen bekerdja djoega pada malani hari nie-lansoengkan pekerdjaan Bank.quot;

— „Ttoe betoel, kalau orang toewamoe tiada soedi inembantoe ba-gaiinanalah halmoe? Tetapi tentang permintaanmoe itoe tiada 'koe toe-lak, tetapi akoe naq moefakat dahoeloe dengan orang toewamoe.quot; Mendengar chabar itoe Zoeteliefpoen besar hati dan tiad i lama ijapoen minta poelang, tetekala ija poelang menempoeh djalan sa-belah rooioek, bersoealah ija disana dengan Maria. Baharoe tam-pak kapada Maria ijapoen gelak senjoemlah, sambil mendakap tjin-tanja, laloe memberi tjioem tantla sajang sambil berkata: „'Koekira loeloes, tetapi merikaitoe liondak bermoefakat dahoeloe.quot;

Ja, kakanda! djanganlah roesoch tentang itoe.

Intjik Ahmad mandi berkamat,

boenga meloer kambang sakaki,

bagio lambat atsal salamat,

dalam teloer boleh dinanti.

Sasoodah itoe, ijapoen pergi poelang karoomahnja.

Kaesokan havinja, maka berfakatlah toean Generaal dengan toean Bank; jaani monanti ija dapat pangkat luitenant satoe, me' rikaitoc bertoenanganlah dahoeloe. Maka pada soeatoe malam di boeatlah soeatoe alat dalam roemah toean Generaal itoe, beberapa toean

ocr page 38

toean officier jang datang kasana dan bcberapa poela nona ilona jang meliadlirinja. Semoea toean toean dan nona2 beriang-liati, tjoo-ma Bareos sabadja jang doedoek di balik pintoe bermenoeng nie-noeng sambil berpantoen;

Poelan iki poelau kiambak,

Tidak oewang badan tcrtjainpak.

Samalam malaman itoe semoea orang berriang riang ada jang berdendang, tetapi Si Bareos berdiam diaiu sabadja.

(8)

Lama kalamaan makin bertambah tambahlah tjinta raerikaitoe antara kedoea belah filiak; bampir satiap tiap malam morikaitoe toendjoeng menocndjoengi dan tiada pernah toemboeb tjidera antara merikaitoe berdoea.

Maka oloh karcna itoe, makin bertambah bontjilab Si Bareos kapada luitenant Zoetelief, sebab itoe pada soeatoe malam sedang merika berkias kiasan, toemboeblab perselisiban antara Luitenant Zoetelief dengan toean Luitenant Bareos. Maka sebab merikaitoe soedab berkasar kasaran. maka berdjandjilab dimoeka toean toean itoo, esok pagi akan disoedabi dengan bermain anggar dengan pistool. Adapoen Zoetelief tiada takoet bermain anggar hanja sedikit sabadja jang diingatnja, kalau kalau ija bertjerai dengan Maria toenaugaunja jang ditjintainja itoo.

Dari sana pergilah ija karoemab toenangannja akan memberi tahoe bebasa ija esok pagi bendak bermain anggar dengan Si Bareos. Sasoedab Maria mendengar chabar itoe, ijapoen menjoempah njoempab kapada Si Bareos tjilaka itoe; tambahan poela takoctlab ija kalau kalau toenangannja itoe kena peloeroe. Maka menangis-lab ija meratap pandjang kaatas pangkocan toenangannja. Satelah ija socdab menangis berkatalab Zoetelief kapada Maria; „Adinda, dja-ngan berroesoeb bati, kalau taq adjal berpantang mati. Ijapoen berdirilab moeboen poelang.

Tetekala ija sampai diroemab, terkedjoetlab ija mendengar soeara orang menangis, laloe ijapoen bergegaslab raasoek roemab, maka didapatinja ajabnja telab sakit sesak nafas sabingga roepanja tiada akan lama bidoep lagi. Sasampai ija kadalam bilik ajabnja tadi, meniharaplab ija laloe menangis kakaki ajabnja. Telab terdengar oleb ajabnja soeara anaknja menangis, maka ijapoen doedoek laloe diocsirnja segala orang orang jang ada dalam bilik, sabingga is-tirinjapoen disoeroobnja kaloear, tinggallab merikaitoe berdoea sabadja dalam bilik itoe.

ocr page 39

—31

Maka bcrkatalah ajahnja kapadanja: „anakkoc! sockakali cngkau iiicnoclocng akoc? soekakah cngkau mcnoctoci) malockoo? wah, anakkoc! balaslah djerih pajahkoe jang dahoeïoe, boleli senang hati'koc berpindali dari doenia ini kanegeri jang kokal!quot; Maka me-nangislah anaknja mondengar kata itoe laloc mendjawab: „Saboloh., akoc berdjandji akan menooroet maoc ajahanda.quot;—„Kalau domikian anakkoc, scnanglah liatikoo mondengar katamoo itoc. Ja, anakkoc! Adapocn kita ini, soopaja anakkoc talioc dalam kcrocgian, tctapi scbab kita rocgi anakkoc, bockan karena boroskoc atau karen a djodikoc, sckali kali tiada, hanja scbab kerocgian tahoen dahoeloc di kota I'arijs, akoc mcracgang kontcrak leverancier compani disana, tctapi anakkoc, ini latin besar, djangan sa'orang jang mendengar ehabar ir.i dari moeloetmoe, bila ada orang jang talioc, nistjaja pekcr-djaan bank inipoen djatochlah, kocranglah pertjaja orang padamoe, djadi kekocrangan oewang jang 140 riboc ini tiadalah engkau bisa bajar; maka djika tiada tersclasaikan olehmoc octang ini, nistjaja maloclah akoc dan aiblah namakoo; apakah nanti kata toean Andrlcs» tentoe pada fikirannja kita soedah makan oewang ini, lagi fikirlah olehmoc, toean Andrics begitoe pertjaja kapada kita, djadi mcdla-ratlah anak bininja karena akoc, tootoeplah anakkoc maloe ajali-moe ini. Bila engkan perlalian- mendjalankan pekerdjaan ini dalam 4 atau lima tahoen nistjaja sclasailah engkau dari pada octang ini. Berdjandjilah anakkoc di mocka 'koe, socpaja senang hatikoe meninggalkan doenia ini.quot;

Mendengar kata itoc, tiada ija fikir pandjang lagi, laloc diang-katnja djarinja ka atas sambil menangis berkata: akoc berdjandji dengan ajahkoe akan memelihara namanja, maskipocn akan djadi medlarat atau hina akoc karenanja.

Tiada berapa lama kemoedian itoe ajahnjapoen berpoelanglah, ditangisi anaknja dan bininja. Baharoe terdengar chabar ini kapada Maria, maka ijapoen dengan mandainja berlari2 karocmah toean Luitenant itoc. Sampai kasana mcrataplah Maria dengan ratap jang merdoo, sampai scgala orang-orang jang datang kasi-toc somoca berhiba hati bertjoctjoeran ajer matanja.

Maka csoknja di koebocrlah zanazah toean President itoc dengan beramai- orang patoet2 mchantarkannja kakoeboer.

(10)

Satclah selasai dari pada itoe, datanglah doea orang oetocsan toean Barcos memintak bennain anggar. Tetekala Luitenant itoc

ocr page 40

—32

da1 ang kasana, niaka (li djawabuja dcngan mcngatakau ija tiada soodi berinain auggar dcngan luitenant Barcos.

Maka poolanglah kcdoca oetoesan itoc dan di tjeritcrakannjalah chabar ini kapada sekalian officier2. Tetckala officier2 mendengar cnabar ini, maka berkatalah merikaitoc, bahoea orang jang tuula berani bermain anggar itoc, boekan orang nanumja, hauja sama dcngan saekor Icmboe, sedang itoc, lagi melawan kata jang lain. Borkata pocla jang saoraug, kiranja penakoet inalah Zoctchcl mi, apa gocna ija masoek djadi hoelbalang, k:ilaii tidak beram mc-nentang moesocb, lebcli baiklali ija tindik tclinga kerdja di da poer; berbagaialah bitjara orang atas toean Zoetelief, kareua ija tiada soeka bennain anggar itoc.

Tetckala terdengar ehabar ini kapada socdara Maria, makatiadalah ija port ja ja, bahoea Luitenant Zoetelief tiada berani bennain anggar; orang sagagali itoc, lagi poela socdali nampak bekas taiigan-nja tetckala merikaitoc dalam sokola; maka peigilali it|.i dvnlt;,.in sao'rang kawannja officier karoemali toean Zoetelief bertanja benar tidanja bitjara orang2 itoc. Satelali ija sampai karoemali toean Zoetelief berkatalah ija kapada toean Zoetelief; „Wah, sahabatkoe. apakah maka sahabat tiada maoe bermain anggar dcngan Si Barcos tjolaka itoc? Kalau betocl demikian iiiblah nama sahabatkoe. tentoc perdjandjianmoe dcngan Mariapoen poetoeslah, fikirlah toean baik2, kalau toean menaroeh sopan dan maloc, lagi hortjinta kapada soedarakoe itoc, baiklah lawan si Barcos itoc, boekan belocm tentoc behasa sahabat akan mati.

- Ja Iparkoe! Apalah boleh koeboeat, akoc tahoe benar behasa namakoe akan iiib dan akoc akan bertjerai dcngan soedaramoe jang amat koetjinta itoc, apa boleh bocat, socdah nasibkoe jang akan begitoe.'quot;

- „Tentoc sahabatkoe nanti lepas poela dari djabatanmoc olli-cier ini?quot;

— ,,Ja, saja kirapoen demikian djocga, tetapi takoetlah akoc akan melawan si Barcos itoc.

Berbagai hagailah oembock toean itoc, soepaja Zoetelief maoe bermain anggar dcngan si Barcos, tetapi meskipoen bagaimana tiada djocga ija maoe; panaslah hati merikaitoc laloe berkatalah toean Luitenant Madapolam: „Poetoeslah persahabatan kita hau ini, djanganlah engkau, hai penakoet! berani memdjak djendjang roemah kami lagi/' Merikaitocpoen pergilah poclang.

ocr page 41

—33—

Tiada. bcrapa lama kemoodian dari pada itoe, datanglah Maria lerg'ogas mendapatkan tocaangannja itoc, maka didapatinja Zoetelief doedoek bermenoeng, ajermatanja bertjoetjoeran; maka tetekala nanipak padanja Maria datang, laloe diambilnja sapoctangan diha-]»ocsnja ajer matanja. Baharoc Maria sampai disitoe laloe dipa-goetnja toenangannja itoe. sambil ditjioemnja dengan tangis ratapnja: „Ajochai kakanda oetama djiwa!

Hatikoe soenggoeli amat ketjiwa.

Mendengarkan nista orang semoewa,

Kapada kakanda timbangan njawa.

Djikalau kakanda sajangkan beta,

Djanganlah takoet bennain sendjata,

Biarlali bilang dalam bertjinta,

Semoca memoedji alam samata.

Djikalau kakanda tiada berani,

Maaloemlah toean didalam sani,

Hati ajahamla tiada tertahani,

Foetoeslab pertemoean kita ini.

Adoeb kakanda moeda djaubari,

Oesoel pilUiau lagi bistari,

Fikirlab toean didalam diri.

Poctonslali kasih sapandjang bari.quot;

Mendjawab Luiteiuuit jang moeda, dengan tangis berbiba hiba: „Wabai adinda nilam baidoeri !

i)jambangan mata timbangan diri,

Soedablali nasi li dabocloe bari,

Singgan itoe pertcinocau diri.

Tiduk Jang Iain pintakkot: lagi,

'rolonglab doii petang dan pagi,

liendali rezoki Toclian membagi,

Oeiitoengpoen banjak djanganlab rocgi.

Jvalan boleb plntak kakanda,

Taroelilab soenggoeb didalam dada,

Soenggoebpocii djandji dipoetoeskan ajahanda, Djanganlab beroebab bati adinda.

Kasib nan djangan adinda poetoeskan,

Meskipoen apa orang katakan,

ivalau soedi adinda nantikan.

Stquot; taboen dr.ea kakanda cbabm'Kan.quot;

ocr page 42

— 34:—

„Sampailah, kakanda!! sampailab itocü Poetocs pengarang rang-kai batikoc mendcngarkan sabda kakanda ini; wa t l

tang hal diri saja, maskipocn riboct mask,poon tofhan, kakanda nan tidak akoc tjcraikan dalaiu batikoc, djangan satabocn doca mcski sampai mati adinda nan tidak bcrsocanu lagi ka an dak dcngan kakanda; soedah nasib l.adankoc mi, apalab bolch bocat,

kakanda.quot;

— \(locb adinda, oebat djcrib pcrarai dcmam! Bockan karena saja t'akoet bcnnain anggar, banja socpaja adinda tahoe, adalab soeatoo scbab jang tidak bolcb saja ehabarkan kapada sasaorang djoca, scbab itoc kalau bctocl adinda tjinta kapada saja, kalau kita tiada bcrsoca sekalipocn, ingatlab adindajang akoc nu soca-mimoc, kalau tidak didocnia nanti di aclurat.

- „Tentang itoe djangan kakanda rocsoehkan mclainkan fatsal

kakandalab baik fikirkan.

Satclah itoc maka tolooaajapocn boitjorailah .lonsan bcrtaagB tangisau, kaïenu kcaocanjapocn inaalooiiilali bohasa inc-rikaitoc tiada akan da^at tarsooa lagi, mclainkan ontal, inilah pougiabisan

bcrsoca.

ïctckala mcrikaitoc bertangis tangisau datanglab socrocau toean Generaal mcmanggil luitenant Zoetelief; sabentar itoe djocga ijapocn bcrdjalanlah mcuoedjoe roemab toean Generaal.

Maka berkatalali toean Generaal kapada Luitenant Zoetelief: ^ —„Bctoclkab engkau tiada berani bermain anggar dcngan Bareos.-'' Boekan karena akoc tiada berani bermain anggar, tetapi adalab sebabnja.quot;

- „Apakab sebabnja?quot;

_ _ ja_ toean Generaal! sebabnja itoc tiada bolcb koekatakan.

_)?ja, kanioc maloc mengatakan takoet, beV

- „Saja tiada takoet.

— „Ja, tidak takoet, scbab karaoc tidak berani. Itocpoen pada bari ini djocga kamoe dilepaskan dari pangkat Luitenant karena kami tiada bergoena akan sipenakoet seperti engkau ini. Salama ini koe sangka engkau saorang lakK kirauja saorang perampoean scbab itoc nioelai pada bari ini djocga poetocslab perdjandjianmoe dcngan Maria, poetocslab pertoenanganan engkau berd oca, tiada bolcb engkau bcrsoca dcngan anakkoe itoe lagi, karena akoc bendak ka-mnkan dija dcngan saorang laki2 jang taboe maloc, tidak dcngan saorang perampoean. Pergilab engkau kocmbali.

ocr page 43

—35—

Maka poelanglah ija donsaii dookatjita karocinahrja, sampai karooinali ineiiangislah ija saorang diri borhiba hati dalam biliknja.

Scgalaisi ncgeri montjcla kapadanja, meugatakau dija boekan laki2.

(11)

Maka bcrsoonggooh^ab ija niciidjalankan pckcrdjaan bank itoo; bila nullam hari poolanglaii ija karocinah berdiam diri, bcrdjalana ija taq inaoc, sebab nialoo nicliliat orang lain; terkadang ija pergi bcrdjalaii karoumab toean Ailries akan niohibocrkan natinja jang socsah itoe.

Tiada borapa lama komoodian itoe, boendanjapoen moninggal doenialab; maka makin bcrtambahlali soesab liatinja.

Tctapi ]nooda2ban bank itoepocn madjoo, sahingga tiap tiap bari ija beroleh oentoeng sakoerang koerangnja f Sebab itoo ka-

lau naiiti soedah selasai, baharoolah ija toontoct bcla akan menootoep nialoenja itoe.

Saboolau doea kcmocdiin itoo, maka bordjalan djalanlab ija karoemab toean Andries, pada waktoc bari minggoc, tidak diaso aso, kiraiija sebab deii tjiuta Maria ditjarinjalab iikal akan bor-kcnalan dengan njonja Andries, laloo bergoeroo ija kapada njonja itoe memboeat renda, sebab itoe tiap tiap hari minggoc ijapoon pergilali karocmali toean Andries bcladjar. Maka pada hari itoe Zoeteliefpoen pergilali kasana akan mehiboerkan batinja jang roesoob itoe. Tiba tiba oentoeng nan kabaik kiranja tjintanja ada disana ; maka tctckala ija lihat Maria doedoek memboeat renda disana, tiadalah ija pertjaja kapada matanja, tctapi totOkala ija soedah hampir dckat Maria, maka ijapoon mcnangis memelock tjintanja sambil meratap, mailloemlah toean, soedah berboclan boelan ija tiada pcrnab bersoca lagi. Ini, ontah apalab mimpinja malam itoo.

Jlaka morataplah ija:

.. Disangka garantang daoen garantang,

Katiga daocn naga sari.

Disangka panas sampai petang,

Kiranja hoedjan tcngah hari.

Tinggilah bockit gocnocng sclasih.

Tompat mengaraag boenga lada,

Dibawah langit awan jang pootih,

Adinda saorang tompatkoe tjinta.

ocr page 44

—36—

Gcdanglali gocrap dari hooloe,

Mocdik pintjalang radja boogis,

Gedang liarab kakanda dahocloc,

Kini mcndjadi bocah tangis.

Riboc- disembar boelan,

Tanam piladang koenit tamoo,

Kalau riudoc tingada boelan,

Sinanlah dcndain maka bcrtamoe.

Riboc2 bidjo djilatang,

Djaraq diambil kapagaran,

Berriboc riboc fitnah datang,

Sapatab djangan adinda dongarkan.'

Adooh kakanda oetama djiwa:

„Poetjoek paoch batang pitoclo,

Makanan oelar tampocng bari,

Naq taoc dioontocng sajo,

Libatlah alang tongab bari.

Anak ikan bcrlima linia,

Anak harocan dibawah daoen,

Kasib toean saja terima,

Dj adi lioctang berriboe tahoen.

Anak clang atas bindaloc,

Mati ditcmbak radja Kokan,

Toean saorang dipandang satoc,

Nan Iain djadi adinda haramkan.

Terbang balam mclimbocng boekit,

Tocrocn mangedar rantau pandan,

Ilantjoer alani tagoeran langit,

Kasili saoemoer njawa badan.

Atjeli baparang djan Melabocb,

Parang djo anak radje radjo,

Tjerai djan oedo tidak bergadocli,

Tascrak raso ajer niato.quot;

Oentoeug malang nan katiba, tidak diaso-aso pada masa itoo adalah toean Generaal ajali Maria datang kasana, bendak meniano-gil tooan Andries, maka ditenipoebnjalab dari mocka laloc kadalam roeang tcngali, laloc terdapatlab olehnja, anaknja itoo scdang bor-gocrau goerau deugan toean Zoctelict.

ocr page 45

—37 —

Maka molihat itoc ijapoen mara laioc (ütariknja nona Maria daii sitoo samliil berkata kapada toean itoe;,. Botoellah cngkau saorang bangsat iiicmoedjock niocdjock anakkoe d;itang kamari. Lagi hairan poelalah akoe, bagaimana maka toean Andries rnaoe meiuperbooat kalakoeau jang tiada patoet ini.quot; Sabontar itoe djoega toean Andries datang dan berkata sabenarnja ija tiad:i tahoe be-hasa merikaitoc bersoea disana. Ja, ja, kata toean Generaal, inilah penghabisan ija berdjoeinpa dengan anakkoe itoe, esok pagi biar 'koe kirim ija ka Amsterdam karoemah soedarakoe.

Maka sabontar itoe djoega toean Generaal poelang dengan Maria karoemahnja.

(12)

l'ada esoknja porgilah Maria ka Amsterdam, tetckala ija pergi meninggalkan kota Jiottcrdam menangislah ija dengan tangis jang amat sedih, tangisnja tiadalah dapatkoe cJiabarkan, hanja maaloem-lah toean toean pembatja, bagaimana hal orangjang meninggalkan toenangannja jang amat ditjintanja; hanja boeah pantoennja masa itoe:

„Karakok mari disoesoen,

Tarik pisan toerih indajang.

Nan tatok oenilah doesoen,

Xan risau kamari lajang.

'I'cnggilah gadoong digaredja,

Tempat oelando poelang makan,

Tidak dapat oentoeng dikadja,

Djokoii tidak dalam soeratan.,,

Maka totekala hari malam tiadalah Ija dapat tidocr, karena soesah hati schab tjintanja kapada toean Zoetelief; seJikit tidak diingatnja kapada orang toewanja, melainkan jatg diingatnja Iain tidak daii toean Zoetelief sahadja.

Mariapoeii tiada bersenang hati, makannjapoen tidak senang tidoernjapoen tidak koendjoong njenjak, terkadang dikirimnja soerat kapada toean Zoetelief, tersanipoel dalam soerat kapada toean Andries, boeninja herhiba hiba menjatakan rindoenja kapada toean Zoetelief, tctapi apalah daja, kalau seperti boeroeng ada ber-sajab maoelah ija torbangmendapatlian Zoetelief. Demikian djoega toean Zoetelief, siang dan malam tiada tahoe bersenang diri, siang dan malam tiada kenjang makan

ocr page 46

(13)

Maka lama bcrkalamaan dalam Laljang demikian, liampirlali sata hoen lamanja socdak mcrikaitoe dalam hal itoc. Pada soeatoc hari bcrdjalan djalanlah toean Zoetolif pcrgi katepi laoct, iiainpaklah pa-danja saorang officier hendak menggantoeng diri, laloe ijapoen berla-rilah mendapatkan toean itoo, kiranja Luitenant Madapolam soeda-ra Maria; maka dipanggilnjalah toean itoe dengan katajang manis laloe bertanja: „Mengapa ija soedah bertoekar iikal.quot; Maka toean Madapolampoen maloelah melihat toean itoe. tetapi karena manis perkataannja laloe diterangkannjalah demikian boeninja: „Sabetocl-njalah sahabatkoe, akoe ini hendak memboenoeh diri. karena ma-loekoe atas porboeatankoe, jang soedah terlandjoer; jailni dahoeloe adalah akoe ini main gila dengan saorang perampoean djalangber-nama Lima, dalam pada itoe, maka dipoedjoeknjalah akoe akan memboeat soerat perdjandjian akan ka win dengan dija, dalam hal kabodohankoe maka terperdajalah akoe akan menoeroet maoenja Lima itoe; maka sekarang akoe hendak lepas dari padanja, tetapi ija inintak oewang f 3000, maka tiadalah tjoekoep oewangkoe ke-koerangan lagi f 2000, sebiib itoe karena akoo takoet maloe lebih baiklah mati pada hidoep; demikianlah toean, maka akoe hendak memboenoeh diri; tiadalah akoe maloe akan men tj eritak annj a ka pada toean, karena akoe tahoe behasa toean, sahabat baikkoe lagi toean saorang baik.quot;

Mendengar tjerita itoe maka dipanggilnjalah toean Luitenant itoe poelang karoemahnja. Maka berkatalah ija kapada toean Madapolam, biarlah akoe tocloeng sahabat f 2000, tetapi petjahlah perdjandjian itoe dengan Lima, soepaja engkan salamat dalam hidoopmoo, ilan soepaja djangan namamoe mendjadi aib. Kalau toean soedi biarlah toean sendiri menoeloeng menjelasaikan halkoe ini dengan Lima, biarlah malam ini toean pergi kasana akan menjelasaikan hal koe ini; lepaskanlah akoe dari pada kasoesahan jang amat besar ini.

Maka pada malam itoe, toean Zoetelief'poen pergilah katempat Lima perampoean djalang itoe, akan membajar oewang jang f 3000 itoe, sambil memetjah soerat perdjandjian Madapolam Maka karena moedjoer jang tidak boleh diraih, malang nan tidak boleh ditoelak, tetekala ija pergi kasana nampaklah kapada toean Andries ija masoek karoemah perampoean djalang itoe; maka tetekala itoe berdebarlah hatinja dan takoetlah ija barangkali oewang pokok itoc soedah dihabiskannja kapada perampoean djalang.

Maka pada kaesokan harinja waktoe poekoel 9, datanglah toean

ocr page 47

—39—

Aidries kamp;, kantoor bank, laloe katanja: „Toean! akco hondak me-nfj'irim oewang ka Djawa, sebab akoe hondak memboeat kebon koffie disana, maka baiklah toean berikan dakoe oewangkoe jang f 300.000 itoe.quot;

Maka mendengar kata itoe, ijapoen poetjatlah Jaloe dibookanja peti oewang, maka diberikannjalah oewang f 250.000, laloe katanja: „Toean! akoeini dalam keroegian, sebab itoe terkoerang lagi f50.000.quot; Mendengar hal ini, maka maralah toean Andrios kapadanja, ja, ja, akoe soedah taoe sebab roegi, boekan roegi karena perdagangan tetapi roegi karena lain perkara.

Maka berkatalah toean Zoetelief; „Mara toean itoe semoea akoo terima, tetapi sedikit pintakkoe kapada toean, ehabar ini djangan toean chabarkan kapada saorang djoea, soepaja dapat akoe mem-bajar jang f 50.000 lagi, kalau toean chabarkan kapada orang nistjaja orang tiada pertjajalagi kapada'koe, djadi djatoeh miskin-lah akoe dan tiada dapat lagi 'koe bajar toean po en ja oewang itoe.quot;

Maka toean Andriespoen sangat mara, laloe ija tiada berboeni lagi, diambilnja saboeah peti kangsa tempat oewang, dimasoekkan-nja segala oewang kertas itoe kadalamnja, ijapoen teroes poelang karoemahnja.

Maka oleh sebab kei'oegian itoe, djadi bermaksoedlah ija akan pergi bertanam koffie ka Soerabaja. Pada esok harinja toean Andriespoen pergilah ka Amsterdam, hendak bersoea dengan Maria, karena ija hendak berlajar ka tanah Djawa.

Maka tetekala ija sampai di Amsterdam, wakloc ija bersoea dengan nona Maria, dichabarkannjalah kapada Maria, behasa terkoerang oewang dalam kas Zoetelief f 50.000; kekoerangan iui kata Zoetelief sebab roegi, tetapi soepaja nona taoe, bitjara itoe oiuong kosong sahadja, jang sabetoelnja oewang ini soedah diberikannja kapada perampoean djalang bernama Lima, sebab matakoe sendiri melihat ija, pada soeatoe malam kaloear dari roeir.ah itoe, waktoe soedah djaoeh malam. Sebab itoe, baiklah nona ka\\ in dengan orang lain, djangan lagi nona maoe diperdajakan si Bangsat itoe, roepanja bitjaranja sahadja jang manis, hatinja boesoek seperti koeboeran.

Mendengar segala warta toean itoe, Mariapoec poetjat saperti kain poetih, goemetar segala sendi toelangnja, karena tiada patoet fikirannja, ija diperdajakan oleh Zoetelief dan dikitjoehnja poela, kiranja ija soedah bermainan dengan saorang soendal.

ocr page 48

-40—

Tiada borapa lama toean Andriespoon poclanglah dtiri sana dan memberi salamat tinggallah ija kapada Maria, kavona i.ja iikan hc-rangkat csok pagi dcngan kapal myl ka tanah Indje ini.

(14)

Kapada jang terhonuat toean Zoetelief!

Saja mendengar chabar, adalab kekoorangan dalain toean poenja kas f 50.000, kamanakab perginja oewang ini? haraplab saja, toean terangkan dengan sabenarnja, kalau toean tidak inaoe benarkan kapada saja dengan jang saloeroesnja, maka nioelai dari bari ini, poetoeslab perdjandjian kita, tidak 'koe bertjinta lagi kapada toean, bilangkanlab akoe dari dalam batiinoe, poetoeslab batikoc kapada-moe, sebab akoepoen soedab terkitjoeb salania ini, apa boleb koe-boeat. Tjarilab djoedoomoe, akoepoen begitoe poela.

Tabe dari saja Maria.

Maka tetekala toean Zoetelief menerima socrat itoo, goemetarlah sendi toelangnja; pada petang bari ijapoen berangkatlab ka Amstei-dani inendapatkan nona Maria. Tetekala ija sampai karoentab tenipat Maria itoe, ijapoen naiklab ka atas roemab; tiada berapa lama, maka Mariapoen kaloearlab bergcrai ramboet, moekanja poe-tjat seperti kain poetib. Babaroc nampak kapada Zoetelief j\la ia datang, ijapoen memberi salam, tiada ija bcrani mendekatinja sepeiti jang biasa lantas menangkap tangau Maria, maka berdirilab ija djaoeb seperti orang jang salab.

— Maka berkatalab Maria: „Benarkanlab toean kapadakoe, ka-mana toean boeat oewang itoe?'

— „Ja, adinda saja mendapat roegi!quot;

— „Djanganlab toean mengomong kosong, katakan sabadja jang sabenarnja.quot;

— „Ja, adinda, nanti boekan terdengar djoega kapada adinda !quot;

— „Ab, begitoe, taoelab saja! Baiklab toean poolang, babislab bitjara kita. Ijapoen masoek kabiliknja.

Maka toean Zoeteliefpoen tiada bisa berboeni lagi, soedab sapan-toen orang bisoe, ditoenggoenja djoega disitoe, tetapi Maiia tiada kaloear lagi, laloe ijapoen poelang dengan berbiba bati.

(U)

Maka tetekala ija sampai karoemalmja, masoeklah ija kadalam biliknja, laloe menangis dengan berbiba hati; tiada berapa lama ija soedab datang, maka tibalab toean Luitenant Madapolam ka-

ocr page 49

—41—

rocmahnja bertaiijakau chabar, bagaimana kata soedaranja.

Mcndcng-ar socara toean Madapolam, ijapoen kaloear dengan mocka morah; laloe dichabarkannja sckalian perkataan Maria itoo.

Maka tiadalah tertabani lagi hati toean Luitenant itoo laloe katanja: „Biarlab, toean! besok pagi 'koetjobak pergi ka Amsterdam, barangkali bolcb lagi 'koe lemboetkan batinja.quot;

Pada kaesokan bavinja, ijapoen pergilab ka Amsterdam akan meiifiapatkan soedaranja itoo, tetapi maskipoen pelbagai kata jang manis di katakannja dan berbagai tipoe daja dilaloekannja kapa-da nona Maria, tiada djoega laloe maksoednja, banja sapandjang kata Maria sekali2 ija tiada maoe taoe, tetapi kalau batinja bendaknja mengatakan sajang djoega. Kalau ija tiada sajang ma-sakan ija satiap bari berdendam sahadja, tidoerpoen tiada senang.

Maka poelanglah toean Luitenant itoe dengan dooka tjita men-dapatkan toean Zoetelief.

Maka toean Zoeteliefpoen mentjari akallab memadjoekan peker-djaannja itoo, soepaja segira tjoekoep pembajar oetanguja jang f 50000 itoo.

Sataboen kemoediau dari pada itoo, maka dapatlali olebnja kcoentoengan kira2 f30000; maka akan mentjoekoepi oetangnja itoo didjooalnjalab roemab bendanja semoeanja dan bank itoepoen diperbentikannjalab; maka dapatlab olebnja oewang f55000.

Satelab soodab terkoempoel oewang itoe, maka ijapoen pergilab kapada njonja toean Andries, katanja: „Akoe naq berlajar ka Soerabaja mendapatkan toean Andries, karena akoe bendak mem-ba jar oetangkoe jang tempo bari kapadanja.quot; Maka kata njenja itoe; ..Baiklah toean, karena baroe ini akoe mendapat soerat dari toean Andries dari Djawa, menjoeroeb anak kita Willem datang kasana akan membantoe dija dalam pekordjaannja disana. Baiklab ija bersama dengan toean, kalau soedab ditangan toean apa lagi, senanglab batikoe.quot;

Tiga bari kemoedian itoe, maka toean Zoeteliefpoen berangkatlab dengan Willem ka Tanab Indie ini; tetekala ija berangkat, maka berpesanlab ija kapada Luitenant Madapolam akan memberi salaniat tinggal kapada nona Maria; maka samalam-malaman itoe ijapoen menangislab dengan berbiba bati sampai bantaliija basah, karena ajer matanja.

Iviraa ada 20 bari Zoetelief soedab berlajar, maka berdjalan djalanlah toean Luitenant Madapolam ka Amsterdam; maka tete-

ocr page 50

—42—

kala ija doedock bertjakap2 dengan soedaranja itoe, berkatalab toean Luitenant Madapolam;

„Ja, Maria! akoe liampirloepapoela mengatakan salamat tinggal dari toean Zoetelief kapadamoe, katanja maiifkan dija, djangan kan loepa kapadanja.quot;

— „Apakah katamoe itoe?quot; Ijapoen berdirilah menie gang tangan soedaranja.

„Ija, boekan soodali doea poeloeh hari berangkat ka Indie mentjari pantjaharian, semoea harta dan bendanja soedah didjoeal-nja, bank poen soedah ditoetoepnja, maksoednja djoega hendak menibajar oetangnja kapada toean Andries.quot;

-■ „Allah, Toehankoe rabbi! poetoes rasanja pengarang djantoeng, sampai hatilah toean Zoetelief meninggalkan hamba dengan tiada datang bersoea dengan hamba lagi!quot;

— „Bagaimana poela kan ini, hairan akoe meniikirkan kan ini, tapi kau tidak maoe kapadanja, berapa poedjoekkoe tempo hari adinda tidak maoe; kalau adinda masih soedi kapadanja, ten-toelah ija tiada pergi memboeang diri sadjaoeh itoe.quot;

— „Adoeh, socdarakoe! bagaimanalah tiada panas hatikoe kapadanja, kulau sebab koerang oewang itoe beloem bei'dpa hatikoe, tetapi jang terlampau, ijalah karena kata toean Andries, ija sen-diri melihat Zoetelief kaloear dari roemah saorang perampoean djalang bernama Lima, itoelah jang tiada dapat koesabarkan.quot;

— ..Wah, soedarakoe, dengarlah dahoeloe koechabarkan tentang fatsnl itoe; pada soeatoe hari akoe hendak memboenoeh diri ditepi laoet, karena akoe san gat soesah, sebab quot;koe soedah mem-bovat satoe soerat perdjandjian dengan perampoean djalang jang bernama Lima itoe. Maka Lima memintak oewang kapadakoe f 3000, baharoe ija maoe memetjah soerat perdjandjian itoe, kalau tiada quot;koe beri oewang jang f 3000 itoe, ijapoen maoe pergi me-ngadoe; pada masa itoe oewangkoe tjoemah f 1000 iahadja, maka karena itoe pergilah akoe katepi laoet akan memboenoeh diri; oentoengkoe jang beloem akan mati, maka tiba2 toean Zoetelief datang berdjalan2 katepi laoet, maka nampaklah padanja akoe hendak meikat leherkoe, laloe ijapoen lari datang memanggil akoe. Satelah itoe, maka akoepoen toeroenlah dari batang kajoe itoe, dibawaknja akoe poelang karoemahnja, sampai kasana maka koe-tjeritakanlah halkoe ini kapadanja; maka katanja: „Baiklah engkau pergi menjelasaikan hal itoe, nah ambil f 2000, soepaja engkau

ocr page 51

—43—

djacli salamat. Maka 'koe mintaklah kapadanja soepaja ija sendiri pci^i ka roemali Lima akan memetjah soorat pcrdjandjian itoe. Olch sobab kasihnja akan dakoe diboeatnjalah segala permintaankoe itoe. Tetckala ija pergi ini, koetanjakan atau bagaimana tcntang oetangkoe jang f 20UÜ itoe, katanja; „Soodahlah djangan lagi bajar.quot;

Karena ija menoeloong akoe, maka kau tiada soedi kapadanja? Allah, Allah!! toeroonkanlah rachmatmoe kapada Zoetelief jang baik boedi itoe, peliharakanlah ïoehan kapadanja!!

Maka mendengar riwajat soedaranja itoe, ijapoen menangislah dengan hiba hati dan sesal jang tiada berkapoetoesan, boeah ratapnja lain tiada memanggil mohiinbau poclang;

„Adoeh toean moeda djanhari!quot;

Ditjentjang reboeng dikoeniti,

anak tembilang mengoerajap;

ditentang goenoeng ditangisi,

hendak terbang toean, tidak bersajap.

Berdagar bedil di lakoek,

orang mcnembak si andjalai;

koq tidak oentoengkoe boeroek,

entah tidak kita bertjerai.

Hajoen diboewai dibandoekan,

latak padi atas djaloedjoer,

dikoepas pinang tengah laman,

dimakan sambil mendaki,

dibao katangah ladang,

ta(i pandan digoea lai;

boekan sodikit ambo ibokan,

deq boedi hati, rang hantjoer,

meharingis goenocDg pasaman,

merantak goenoeng merapi,

dihambat goenoeng nan melintang,

taq badan bersoea lai.

ïalang tapoes disangko daoen,

tidak pandan ka mareiang,

batang pandan marelang nian;

soenggoehpoen doea belas tahoen,

tidak badan terasa hilang;

tjarai djan toean hilanglah nian.

ocr page 52

—44—

Ramai galanggang 'rang kocwaiitan,

kamanggocng membcli padi;

hibo di siapo ambo katokan,

tanggoengkan sadjo badan! dalam luiti.

Gadjali badjooang badjocangi,

badjocangi dikasik locmat,

dibawab gocnoeng sail boclan;

sapantoen Allab sajang djan nabi,

sapantoen nabi sajang djan ocmmat,

dcmikianlab sajang ambo djo tooan.

Satolab sclasai ija dari pada mcnangis, maka diambilnjalah s»-belai kortas laloe di soeratnja;

Zoetelief Zaez!

Segiralab balik tocan kamari.

kabm socnggoeh tjintakan diri,

kalan toean tiada kamari,

tanda tau sajang kapada Man.

MARIA.

Soedab sclasai, maka disoerochnjalab socdaranja itoc pcrgi mem-bawak socrat itoc kakantoor kawat, mintak di poekoclkan kawat sckarang djoc-a. Bcrlarilab toean Luitenant Madapolam ka kantoor kawat akan memockocl kawat, totapi maskipoen bcrgcgas di-pockoel kawat, kapal itoc soedab liwat dari Zuez.

(16)

Maka ratap toean Zoetelief waktoe raeninggalkan kota Rotterdam Tocban sabadjalah empoenja taboe, tiada dapat koe cbabarkan lagi,' terldbeh lebeb, sebab ija tiada bersoea dengan toenangannja

itcc.

Tiada berapa lama kira^ 30 bari lebeb koerang, maka sampailali toean Zoetelief ka Soerabaja.

Tctekala toean itoc sampai kus an a, maka waktoo ija beuljoempa dengan tocan Andries; berkatalab toean Andries kapadanja;

..Wab. tocan jang baik boedi! Bcsarlab salabkoe kapadamoe, karena dahoeloe akoe sjak jang engkau soedab mebabiskan ocwang f 50000 itoc, kiranja bockan salabmoc, babaroc sckarang akoe taboe scbab kocdapat satoe soerat ocsiat orang tocwamoc dalam pcti ocwang jang tempo bari, inilab dija, batjalah olebmoe apa bolch bocat anakkoe, kalan dahoeloe koetalioc bal mi, tcntoe tiada djadi bagaimana jang soedab; ab, ab, kiranja keroegianmalah

ocr page 53

—45—

orang toewaraoc di Parijs!! Sebab baik hatimoe akan lacmelihara oewangkoe itoo akoe balas padamoc dongan kasarü Mailfkanlah anakkoo atas kasalahankoc itooü Bagaiuiana dari ha! peker-djaaiuuoe? Bagaiiuaaa haliuoe dongan Maria?quot;

„Bank socdah kocperhentikan, roemah dan sokalian harta bendakoc soedali koedjocal, inilah oetangkoe jang t' 50000 dan selasailah akoc dari pada octaug itoc. Dari hal saja dengan Maria, socdah pootocs, salama toean socdah pcrgi, ijapoen tiada iiuioc talioe kapadakoc lagi.quot;

— „Ja, anakandaü hal itoc salaiikoc djoega, scbab socdah koe ehabarkan kapadanja jang akoe scndiri socdah mclihat cngkau dari roemah djalang. Apa pocla engkan bocat kasitoc anakanda?quot;

-— „Bctocl akoe pergi kasitoc, tctapi lain tiada menoeloeng Luitenant Madapolam, scbab ija ada berdjandji dengan peraiupoean itoc akan kawin, djadi Madapolam iiiintak soepaja akoe pergi kapada pcrampocan itoc mcnjelasaikan haluja.quot;

— „Wah, salah bcnarlah akoe iniüquot;

Sabentar itoo djoega orang datang nicnokok pintoe, membawak satoe soerat kawat, bcriilamat kapada Zoetelief, laloo diboekanja, maka tcrscboetlah dalam kawat itoc begini;

Zoetelief' Soerabaja.

Poclang sekarang, kalau tidak Maria moesti mati.

Dokter MONGKOLONGKOL.

(17)

Baroe di batjanja soerat kawat itoc ijapoen menangislah, tidak dapat dltahaninja lagi ajer matanja; maka berkatalah toean Au-drios: „Akoe hendak balas kapada moe dengan kabaikan, soepaja ke-salahankoe itoc dimaafkan Toehan; esok pagi adalah saboeah ka-pal mijl Frantjis jang amat ladjoe pergi ka Europa, dengan kapal itoc kita berangkat soepaja kita bersoca djoega dengan Maria.quot; Maka esok paginja ijapoen berangkatlah dengan toean Andries ka Europa koembali.

Tiada berapa lama dalam pelajaraa itoe, maka sampailah ija ka-kota Rotterdam. Tctókala ija sampai kasana, bersoealah ija dengan Luitenant Madapolam. Baharoe ija bersoea, lain tiaJa jang ditanjakannja, hidoepkah ija lagi; maka tctekaia ija mendengar chabar behasa Maria masih djoega hidocp, bcsarlah hatinja boe-kan alang-alang.

ocr page 54

-46—

Maka bergegaslah ija pergi karoemah tempat Maria itoe; dida-patinja uoaa Maria terbaring diatas soeatoe tompat tidoer, tiada berdaja lagi dan tiada tahoe kapada dirinja lagi, soedah koeroes dan tiada niengenal saorang djooga. Tetekala Zoetelief masoek kasana, tiada ija kenal lagi siapa dija, molainkan dipandanginja sa-hadja laloe dioesirnja dari sitoc. Maka kata toean Dokter Mongkolong-kol kapada Zoetelief: ,.Tinggallali engkau disini memelihara dija dan adjar berdikit dikit seperti mengadjar anak2, sebab oetaknja soedah roesak, kalau engkau lagi 10 hari tiada datang nistjaja ijapoen mati.quot;

„Wah toean, bolehkah ija baik koembali bagaimana dahoeloe toean?quot;

„Boleh dengan perlahan2, tetapi sakoerang koerang 4 boelan lamanja.quot;

Maka waktoe merikaitoe berbitjaraa, datanglah toean Generaal Madapolam, maka memberi salamlab toean Zoetelief, sambil ber-tanja: „Bagaimana, toean Generaal! erapoenja fikiran, apa maoekah toean mengambil saja djadi minantoc atau tidak.quot; Mendengar kata itoe ijapoen gelak tersenjoem sambil berkata: „Sampailah sa-jangmoe kapada anakkoe itoe, itoepoen pelibaralab olelimoe baik-baik, moelai pada hari ini djadi toenanganmoelah Maria koembali. Maka dipeliharanjalah Maria seperti memelihara saorang anak ketjil, berkat deq oentoengnja baik 3 boelan kemoedian dari pada itoe Mariapoen baiklah koembali seperti sabermoela, laloe merikaitoe-poen kawinlah dalam roemah toean Generaal itoe. Kemoediaij i gt;0 diboekanja poela bank; maka salamat santausalah ija dengan noa.i Maria, siapa orang jang soedah mendengar hikajatnja itoe, raemoe-djilah ija kapada Zoetelief, semoea mengatakan sajang herhcqiak lacji satia akan djandjinja!

T A M A T.

ocr page 55

—47 -

(i al) n en 1569

^pedang bari malam, tjahajanja gelap-gclap alang langit pe-

noch bcrtabocr bintang, soperti intan jang memantjarkan tjahajanja, angin bcrhcmboes sedang sabadja, waktoo masa itoc scgala djalan djaJan raja di kota Antwerpen soedah lcngang, kebanjakan hamba Allah soedah porgi tidoor. Tetapi masa itoc, adalah doea orang bordjalan borrisau-rlsau ditcngah djalan raja, sedang berfi-kir-fikir sapantoen orang jang kesoesahan, mencmpoeh djalan Wijnstraat ka Kamstraat.

Saorang dari berdoea itoo soedah berocmocr 30 tahoen, roepan ja endah lagipoen moelib, badannja sedang sabadja, inockanja manis dipandang inata, romannja elok, siapa jang melihat taq dapat ti-ada ija berkata: „Elok benar anak moeda ini!quot; Dari manakah da-tangnja Ini? Ijalab orang dari Spanje, datang ka Antwerpen, ber-sama dengan balatontara djenderaal Alva kasana, melihatlibat jang termasa, mentjari tjari akal, menambahi oentoengnja. Adapoen pa-da masa itoe di Antwerpen sangatlah banjak roesoeb karena per-boeatan orang Spanje. Maka bangsa Spanje itoe sangat boeasnja meaniaja orang, atsalkan ija beroleh ocntocng, tiada ija menaroeh kasiban kapada nienoesia.

Adapoen toean jang tadi bernama Doti Alhtino saorang djahat, soeka nienipoe orang, tetapi tampannja seperli anak radja-radja, seperti saorang moelia. Kawannja jang saorang bernama Diego, badannja hiboh ketjil dari Don Alhano, tetapi djahatnja tiada be-rapa, koerang lebeh.

ocr page 56

—48—

Maka kedoeanja berdjalanlali ditengah djalan raja berlambat-lambat, sambil berflkir flkir; Dierjo mcmandang kapada kawannja seperti ija hendak mcngatakan apa apa, tetapi adalah soeatoc hal jang 1UCDjauggali niaksocduja itoc, scpcrti ija takoct bcrkata kapada toeannja itoo, tetapi scbab tiada tortahini olohuja lagi hatinja, laloe ija borkata:

„Toeankoe! Beloera pernah 'koelibat toean sarisau ini, tentoe toean teringat kapada......di.....dija? „Ali, diamlah engkan! tiada-

kah taboe engkan, akoe ini di dalam masjgoel, oleb sebab......quot;

...Ja: akoe taboe sebab toean soesab, maboek bertjinta kapada Maryaretha dan kapada pcti oewang lakinja jang socdab gack itoe.quot;' „Ja, ja, sahabatkoe! pada malamini maksoodkoe hendak menjoedahi lakinja, jang toewa itoe, karena tiada baik lagi kalan dibiarkan ija lama dalam docnia ini, tambahan poela, maaloemlah sahabatkoe! istirinja Marrjaretha, sangat soesah, scbab lakinja itoo soetlah toewa.quot;

„Ha, kalau'begitoe kehendak toean, biarlah pada raalain ini kita soedahi akan 'dija,quot; Laloe di resekuja pada pingangnja, kalau masih ada lagi kerisnja. „Baiklah sahabatkoe.quot; Kata Albano.

Dalam hal merikaitoe berbitjara bitjara, hampirlah merikaitoe sampai ka dekat rocinah jang di niaksocduja itoc.

Kira kira pada pertengahan djalan raja jang bernama Ramstraat itoe, adalah saboeah roemah jang roepanja tiada endah dan tiada poela boerock. Maka roemah ini diocnikan saorang toean jang soedah beroemoer 70 tahoen, bernama Frans Brandts, kapalanja soedah beroeban, giginja tiada berapa lagi tinggal, dahoeloenja dja-di soedagar, sckarang soedah berscnang senaugkau diri sahadja, ti-doer diatas kakajaan, bersama dengan istirinja bernama Marrjaretha dan baboenja Gertruida dan djongosnja Andries.

Adapoen Aïarfjarctlid ini ocmoornja bahaioe 20 tahoen, kaïeaa kabagoesannja semoea orang dalam negeri menamai dija Mcuga-retlia jang lagoes, sebab itoe tiadalah goenanja lagi quot;koe chabarkan kapada pembatja tentangan bagoesnja dan endah roepanja, har,ja masa itoe, di dalam kampoeng dan lorong tiadalah orang jang tiada kenal padanja dan barang siapa jang soedah melibat dija, tiadalah ija akan mocdah loepa, satengahnja sampai masock dalam rasian.

Margaretha moeda djauhari,

Endah parasnja tiada terperi,

Dalam negeri soekar ditjari,

Siapa jang lihat bimbangkan diri.

ocr page 57

—49—

Tetapi soclikitiah salahnja, karcnaija kawin dengan saorangtoe-wa, soenggochpoca ocwang dan harta bcnda tiada koerang padanja, totapi liatinja tiada senang.

Apalali dajanja, sebab ija terpaksa oleh orang toewanja rnocsti kawin dengan orang gaek jang kaja itoo.

Berboelan boelan ija menangis sel)oloeni kawin dengan Si Gaek itoe, totapi tiada goenanja, sebab orang toewanja memaksa dija akan berkawin dengan Si Gaek itoe.

Satelab bebcrapa boelan lanianja ija soedali berkawin dengan Si Gaek itoe, datanglah kasana saoraag toean jang bagoes roepa dan manis bitjara jang bernania Alhano tadi.

Maaloemlah toean dari hal Albano, tentoe ijapoen mentjahari akal daja oepaja, soepaja Margaretha djatoeb sajang kapadanja.

Maka Margaretha jang moeda itoepoen bertjintalah kapada Albano; pada malani itoe datanglah Albano ka bilik Margaretha, nia-.soek dari socatoe pintoe ketjil; niaka tetekala itoe berdebarlah da-rah Margaretha mendengar soeara Albano, tetekala Albano sampai kasana maaloemlah toean toean, terkadang sesaklah natas Margaretha menahani takoetnja, karena soeaminja tidoer dalam saboeah bilik, dekat biliknja itoe.

Tetekala merikaitoe moelai berdjoempa dalam bilik itoe, berpan-toenlah Albano:

„Adoeh adinda oetama djiwa!

Berlajar bidoek kapal berrakit;

Berlaboeh tentang oedjoeng padan,

Harap saja boekan sedikit,

Kapada adinda timbangan badan.quot;

Margaretha laloe niendjawab:

„Berboeah rimbang di Malaka,

Berboea laloe kaooratnja;

Tenggang negeri djangan binasa,

Tenggang serta dan oebatnja.quot;

Laloe berpelock bcrtjioemlah kedoeanja itoe, sambil merebahkan dirinja kaatas tilam jang amat eudah itoe, laloe berdakap bortjioem sambil menjenangkan dirinja. Maaloemlah saorang moeda jang bersoeamikan saorang gaek, jang soedah toewa, tiada berdaja lagi; sekarang si nona mendapat saorang moeda jang baik paras, lagi-poen toeboehnja sedang koeat; pada waktoe masa dewasa itoe besar hati Margaretha tiada dapat dichabarkan, sedangkan Alam

ocr page 58

—50—

ini dipandangnja seperti soeatoo daocn birah sahadja, koerang lebar bagainja akan tempat badannja sendiri. Tetapi satolah soe-dali sclasai dari pada itoc, datanglali sesal kapadanja, sesal jang tiada borkcsocdahan, baliaroelah ija takoct kalau2 orang lain atau soeamin'a mendapat tahoe atas pcrbocatannja itoe.

(3)

Soeaminja tidocr njenjak dalam biliknja, Si Dicgo docdoek ber-nanti di moeka pintoe bilik Margaretha, bersampoel kaki, menoen-dookkan kapalanja; tidoer tiada tertidoerkannja scbab digoda oleh njamock, jang scnantiasa berdengoeng2 di telinganja, dan lagi da-ralinja naik tocroon cntali scbab kotakoct an, entah sebab mendengar nafas saliabatnja jang didalam bilik itoe.

Tidak diaso-aso, pada masa itoc, Andries djongos roemah tiada bisa tidocr, laloe ijapocn pergi kalocar roemah, makan-makan angin; inaka pada masa itoc, tcrdongarlali ololmja dalam bilik indock sa-mangnja itoe, seperti soeara orang berbisik-bisik laloe dihampirinja.

Maka terdengarlah olehnja, segala pertjakapan merikaitoe:

— Djanganlali takoet dan ngcri lagi adinda! djanganlali berhati walang, perahoc socdah siap akan membawak kita ka Spanje, di-mana kita dapat bersenangkan diri, bersoeka-soeka sapandjang hari.

— Adoeh, tjintakoc! sabaik^nja socamikoe djangan djaga dari pada tidocr, kalau ija djaga, raatilab kita.

— Wah, Margaretha! djanganlah engkau takoet, karena di moe-ka pintoe ini ada Dicgo berdjaga, saorangpoen tiada bcrani masock kamiri. Mendengar itoe Andriespocn goemetarlah toclangnja.

Adoeh kakanda jang amat koetjinta! menocroctlah akoe scmba-rang pcri. maski kalaoct api sekalipocn, soedilah adinda ini me-noeroet kakandanja.

Soetan Tskander orang sikilang,

Radja Barocs pegang toengkatnja;

Tidak mcnjcsal badankoc hilang,

Socdah haroes pada tempatnja.

Karena, dari sabermoela akoe tiada socdi dengan Si Gaek ini, hanja sebab ija memberi oewang beriboc-riboo kapada orang toe-wakoe, djadi tertoeroetlah merikaitoe atas permintaannja.

Tetekala Andries mendengar itoc, laloe larilah ija sadapat-dapat boleh, kakantoor politie memanggil laskar akan mcnoclocng toeanuja jang toewa itoc.

ocr page 59

—51—

Si Diego berdiri cljooga di moeka pintoc menanti tocannja datang dari dalam, tctapi soodah lama liwat perdjandjiaa mcrikaitoo dan belociu djocga datang Sitoeau tadi. Mak a takootlah ija barangkali tocannja kona bahaja, laloo ijapoen masock kadalam akan meniberi tahoe toeannja. Maka nampaklah kapadanja behasa tocannja dan Si nouu scdang meinboengkoesi apa-apa, laloo Si nonapocn bertenaU sambii momagoet tjinta batinja tadi. Adapocn Diogo soedab menga-tjau dalam rocmah mentjari oewang dan emas, tetekala ija maso ek dalam bilik Si Gaek itoc, nampaklah padanja saboeab peti besi dan koentjinja terletak diatas peti itoo, niaka karena ija terlaloo gegas hendak memboeka peti besi itoe, terbangoenlah Si Gaek laki Mar-garctha.

Maka tetekala Si Gaek mendengar itoc, laloc ij apocn bcrtcriak: „Toelocng! Tocloong!quot;

Sabentar itoe djoega Diego mentjaboet kerisnja pergi katempat tidocr Si Gaek itoe, laloc dipetjitnja batang lehcr orang toewa itoc, sambil ditckannja mata keris itoe kaperoet orang toewa itoc, Inloe mati. Satclah itoe, maka Diegopocn baliklah kapeti besi tadi laloc mengambil isinja, sasocdah itoe ijapoen lari kadalam bilik Margarctha mendapatkan toeannja. Sampai kasana ijapoen terkedjoet, karena pintoe jang tadi diboekanja socdah djadi ter-toetoep; maka berkatalah ija kapada Albano. „Kita ini socdah orang tahoe, tibalah marah bahaja jang besar!quot; Mendengar kata itoe Margarcthapoen poetjatlah seperti kaïn poctib! sabentar itoe djoega tibalah berpoeloch-poe looh soldadoc kadalam bilik itoe.

Mcrikaitoe hendak lari, telapi tiada bjsa lagi, sebab socdah dalam tangan laskar.

Mclihat soldadoe datang Albano poen larilah kalocar dan nicla-wan, tiada ija perdocli kapada siapa, melainkan siapa bersoca dilawannja, maksoednja hendak mclepaskan dirinja, tetapi riadalah dapat ija lari lagi, sebab socdah dikoclilingi soldadoc, tetekala nampak padanja behasa tiada ija dapat meiepaskan dirinja lagi, laloc ditikamnja dirinja dengan kerisnja itoe.

Adapoen Diego tiada lama melawan, sebab Andrics socdah poc-koel kapalamp;nja laloc mati.

Bagaimana dengan Margarctha?

Tetekala Margarctha, masock bilik socaminja, nampaklah padanja behasa socaminja soodah mati, ijapoen menangislah laloo me-njesali akan dirinja, tetapi apa lagi gocnacja-, sabentar itoc djoega

ocr page 60

—52—

Margaretha dibawak laskar karoemah pendjara, mookanja poetjat, ramboetnja tergcrai kabahoenja, sambil bcrkata: „Kamanakah koc-semboenikan moekakoe ini, alangkali bosar dosakoe ini!quot;

Ja-ja kata soldadoe, nanti disorga boleb mintak arapoon,

tctapi saja kira dalam ini perkara tentoe intjiq dapat hockocman besar, tetapi apa ferdoeli:

„Tidak pandan ditoerili sagah,

Pandan ditoerili dcngan doerinja;

Tidak badan discso Allah,

Badan discso scndirinja.quot;

Sambil soldadoo itoe mcmandang moeka Margaretha.

Pada sooatoc bari dalani awal boolau October, berbinipooiilah segala orang dalam negeri itoc, kctjil clan bosar luki2 dan pcrani-poean, katengab tanab lapang, sol)al) pada bari itoc, Margaretha jang endab paras itoe akan digantoeng, sebab kesalabannja jang am a t besar itoe.

Tetekala berboeni pockocl 9, naiklah Margaretha kaatas papan gantoengan itoc, dan dibockanja toetoep mockanja, laloc ija bcrkata:

„Wahai, sekalian perampoean jang mooda-moeda! lihatlab akoc ini, saorang inocda jang socdab bcrboeat dosa besar, dan djangan-lab tiroc olchmoe akan perbocatankoc ini; scbctoclnja akoe ini boekan mcmbocnocb socamikoe itoc, tctapi apalab dajakoe, kedja-dian, hal ini sebab orang tocwakoc, socdab mcngawinkan da-koc dcngan saorang jang boekan djoedockoc, itoepocn kocharap socpaja hikajatkoe ini, djadi pcngadjaran kapada segala bocnda dan bapak sianak gadis. Tinggallah toean-toean semoca!!' Marga-rclhapoen djatocblab dari papan gantoengan itoc; tiada bcrapa lama, segala bamba Allabpoen kocmbalilah katempatnja. Semoca poelang dcngan bcrbiba bati.

TAMA T.

ocr page 61

t

fjiuta Ijasilt Sitiiiiui.

niaka terseboetlah socwatoc warta dalam negeri

Wolanda di kota Amsterdam, saorang kaja lagi moelia, bernama Daniel pekerdjaan mendjadi president bank. Adapoen toean Daniel ini, sangatlah kajanja tidak dapat dihitoong bcrapa banjak oewangnja, roemahnja seperti soeatoe mahaligai, lantainja marmer poctih, di dalam bilik berbilik poela, perkakasnja kebanjakan gading, koersi dan medja semoea dari pada kajoo tjindana; siapa jang socdah masoek kadalam ocstana itoe, salama hidoepnja tiada ' akan loepa, semoea endah perboeatannja, harganja mahal, maiiloem-lab toean- saorang kaja besar, jang dapat mcmbelandjakan satiap hari berpoelocli riboc roepia. Maka toean Daniel ini socdah toewa, beroleh saorang anak bernama Willem Daniel. Satelah sianak tadi beroemoer 15 taboen, maka senantiasalali ija memboeang oewang, dikasi hati pocla oleb mandainja, karena maaloemlah toean anak saorang, barang kehendaknja bampir semoea diloelocs-kan oleb bapak mandainja. ICaka pada masa itoe, adalab saorang sababatnja anak orang lain, jang kakajaannja scdang2 sabadja bernama Jacob, tompat diam ajabnja di negeri Djerman. Adapoen kedoea morikaitoe terlaloclab kerib persababatannja; pada soeatoe hari scdang mcrikaitoc kapoetocsan oewang, maka Willem menjoe-roeh Jacob membocat soeatoe soerat octang palsoe, laloe diteken merikaitoo atas nama Daniel. Scdianja Jacob tiada maoe mem-perbocat pekerdjaan itoe, tetapi olch karena pemboodjookan Willem, ditocroctnjalah kemaoean Willem itoe; maka sebab ija maoo

ocr page 62

—54—

mompcrljocat pekerdjaan itoo, karena Willem mongakoc sabelocm sampai djandji soerat itoo, Willem akan meinbajar ocwangnja; djadi tiada merikaitoo akan tjilaka dan tiada sampai dikatahoci oleh ajahnja.

Oentocng akan malang, pada socatoe havi, tetckala Daniel bcr-djalana ka kantoor bank, tempat merikaitoe dahocloo incmasoekkan soerat palsoe itoc, nampaklali padanja soerat itoc dan njatalah padanja, behasa tanda tangan itoo tiada saroepa dengan tanda tangannja. Maka Danielpoou momercksai boekoenja, njatalah padanja. behasa soerat itoc palsoe, laloe diserahkannja perkara ini kapada politie.

Maka oleh karena katjakapan politie dapatlah katerangan behasa jang momasoekkan soerat itoc toean Jacob, orang Djorman berrocmah di dalam saboeah lorong, saorang djanda monarooh saorang anak perainpoean oemoer 2 tahoen, jang mana mandainja soedah bcrpoclang; maka salama biui Jacob socdah, berpoolang, anak perainpoean itoc tinggallah diroomah sahabatnja; nona kctjil ini bcrnama Margarotha.

Maka tetekala politie socdah tahoe, maka ditangkaplah Jacob, dimasookkan kadalam pindjara, antara hakim lagi mcnicrcksa perkara itoc, maka Willem telah menompang dalam saboeah kapal jang berlajar ka Tndic ini.

Maka poetocslah hookocinan hakim, torboeang Jacob 10 tahoen.

Maka bcrlajarlah Willem ka Indie ini dem;an saboeah kapal lajar; maka dalam pelajaran itoc Willempoen mendjadi matrooslah. Maka adalah (j boclan lamanja bahoeroe Willem sampai ka Soera-baja. Maka tetckala Willem sampai ka Soorabaja memintak ber-licitilali ija dari pada pekerdjaan matroos itoe, laloe masoeklah ija mendjadi karani kapada saorang toean kebon tcboe disana.

Mocdah2an, karena Willem soedah mooobahi tingkah lakoenja, mendapat gadji bcsarlah ija didalam kebon itoc.

Maka ditoclisnjalah sapotong soerat kapada orang tocwanja ka negeri Wolanda, behasa ija socdah makan gadji kapada saorang toean kebon toboe, moedah2an adalah ija beroleh kehidoopan. Maka membatja soerat itoe masih amara djoega orang tocwanja sambil berkata: „ Terlebeh haiklah ija djaoeh climatakoe, lebeJi haile dja-nfjan heranah, pada heranalc saorang djahatquot; Maka pada soeatoe hari pergilah toean Willem ka roomah toean besar kebon itoe

ocr page 63

—55—

bcrdjalans, maka nampaklah padanja saorang noria bcrdiri di-beranda moeka roemah itoc, sedang pergi masoek ka beranda tc-ngah bergerai ramboet. Adapoen Si nona itoe badannja lampai, koerocs tiada, gopoekpoen tiada, totapi ramboetnja pandjang, bila ija bcrdiri, sampai kaloctoctnja; mockanja bocndar sepcrti patoeng bocatan Italic, pipinja bocntak kamerahzan scpcrti djamboe bol jang saperdooa masak. Tetckala Willem mclihat Si nona hendak masock kadalam, poetooslah. hatinja bagai diiris, kareua inginlah ija hcndak mclihat roepa Ana jang tjantik madjelis itoc.

Naiklab Willem kaatas roemah hendak bersoea dengan toean roGinah itoe, maka berbintjangjlah ija dengan toean itoc serta njonja, tetapi kalau hatinja lain tiada hanja bermintak, socpaja Ana kalocar kabcranda moeka, tetapi sapoeas* ija berbitjara dengan toean itoe tiada djoega Ana kalocar lagi; ijapoon nüntak poclanglah.

Tetckala ija poelang hatinjapoen tiada senang lagi, kalau nam-pak sahadja moeka Si nona itoe scnanglah hatinja, djangankan ija berbitjara lagi.

Maka pada kacsokan harinja pergilah ija karoemah toeannja itoe membawak soerat2, jang baharoe datang dengan post sambil bcr-tanja ini itoe, atsalkan adalah djalan kapadanja pergi karoemah toean kebon itoc. Dari djaoeh nampaklah kapadu Si nona orang datang, maka masoeklah ija ka belakang mendjait renda, hal ini boekan disangadjanja, hanja socdahlah nasib akan menjoesahkan hati Si Willem.

Makin bertambahlah soesah hati Si Willem, karena melihatpoen ija tiada dapat, djangankan lagi berdjawat tangan. Tiada berapa lama kemocdian itoe pergilah Ana ka Grisce meadapatkan soeda-ra bapaknja, jang berkawin disana.

_ ^ia^a berapa lama, Anapoen dapat sakit demamlah, laloe diki-rimnja soerat kapada orang toewanja, soepaja disoeroeh saorang kapertjajaannja akan uiendjcpoet dija, karena kalau lama ija disana mstjaja madlaratlah demamnja itoc.

Waktoe soerat itoe sampai ka Soerabaja, tetckala Willem ada doedoek bitjara dirocmah toean kebon itoc; maka tetckala toean mem-batja soerat itoe, berkatalah ija: „Siapapoela disoeroeh ka Grisce?quot;

— ,;Saja soeka pergi kasana, toean! kalau toean soeroeh karena sa,a socdah lama hendak mintak idzin kapada toean akan pem kasana melihat-lihat negeri itoe.quot;

ocr page 64

— 56—

— „Ha, kalau begitoc baiklah, pcrgilah cngkau sabentar lagi dengan kavcta kita, djcpoct Si Ana, karcna ija socilah beberapa

lama dapat demam.quot;

— „Kalau bcgitoc roepanja ncgori Grissc itoe ada koerang sihat?quot;

— „Ja, tentoclah!quot;'

Willempoon pcrgilah karocmah bersiap sambil porgi minoem koffie; dalam hatinja inilah oentoong buik, seperti kata orang Melajoe „Afantjit djatoeh ka rangkianglah akoe ini.quot; Waktoe minoem kot-lic tiadalali sabagai jang laloc dimakannja, banju kenjang saha-djalah ija.

Waktoe djam 9 bcrangkatlah ija dengan satoc karbalon dan sa-orang koetsir menoedjoe negeri Grisee; sore sore pockoel 5 ijapoon sampailah karocmah teinpat nona Ana bennalam itoe. ilaka sate-lah ija sampai karoemab, dimintaknjalali hendak bersoea dengan Ana, kareaa ija hendak melihat penjakitnja itoe. Tetekala ija ma-soek kadalam bilik, sabetoelnja Ana pada masa itoe waktoe demam; dipogangnjalah tangan Ana saroepa Thabib momereksa penjakit orang, dipegangnja poela kening si Ana, waktoc masa W illem 11e-megang tangan dan koning itoe, senantiasa bcrdebarlab darahnja dan fikirannja soodah melajang entah kamana2. Adapoon Ana di pediarnjalah sakehendak hati Willem memegang tangan dan kening-nja, karena pada fikirannja entah inilah doekoen jang datang dari Soerabaja. Maka berkatalah Willem: „Esok pagi pockoel 9 be-rangkatlah kita ka Soerabaja, bctool tiada baik nona lama tinggal disini.quot; Hampir satengah malam baharoe A\'illcin porgi tidoer; sala-ma ija docdock disitoc diselimoctinjalah Ana, tidaklah ocbahnja seperti nan ijo. Pada pagi hari, waktoc naik kaatas Karbalon itoe dipipin Willemlah tangan si Ana; diatas karbalon itoe doedoeklah merika berdoea berhampiran, Willempoen montjahari ilkal daja oepaja soepaja Ana banjak bitjara dengan dija; tetekala dilihatnja Ana socdah moolai demam disoeroehnjalah Ana borsandar kapadanja, soepaja djangan terlaloc pajah, totai)i Ana tiada sooka. Sapandjang djalan itoe dipitjitnjalah baboe dan tangan si Ana terkadang di selimoetinja. Maka karena segala perboeatan itoe, maloe maloean-' lah Ana melihat Willem, lagi dilihatnja Willem ini terlaloelah jakin kapadanja. Waktoe hari sore merikaitoepoen sampailah karocmah; Willempoen poelanglah katempatnja.

Waktoe hari malam Willempoen datanglah karocmah Ana akan mclihati penjakit Ana, ada koerang atau tiada; didapatinja Ana sedang docdock di beranda moeka, roepanjapoen socdah ada

ocr page 65

—hl—

agak liaik seclikit; mintak terima kasihlah Ana kapada quot;Willem patas ertoelocngonnja itoe. Maka mondengai' socara Ana itoo, ija-poen sepcrti kaiualoc2anlah roepanja, sambil berkata: „Taoesahlah nona memiutak terima kasih, kalau dapat akoe meinperbocat lebeh dari itoo, soedilah akoo momporbocatnja, walaupocn akan djadi Iiilang njawakoe..quot; Mcndcngar kata itoe tahoelah Ana bohasa Willem socdab tjinta kapadiuja, totapi didjawabnja sabadja: „Masa.quot;

Tetekala Willem soedab poelang ditjeriterakan Analab kapada boendanja, bohasa Willem sangat baik bati memelihara dija di tons'ali djalan dengan semporna amat; mendengar kata itoe boen-danjapoen golaklab, sambil berkata; „Masakan ija soedi kapada kan, karona ija itoe anakkoe! anak saorang kaja, kita ini tiada be-roewang.quot;

Sadjocmaat kemoedian itoe, tolab Ana semboeb dari pada penja-kitnja, memboeat alatlab toean koboon itoe, memanggil beberapa toean-' berpangkatau dan nona2 berdangsa di roemabnia.

Waktoe bari sore2 itoe berbiaslab nona Ana, berpakai pakaian tjara F/iropa, model babaroe boeatan Frantjis; lekatlah gaoen limbajoeng warna biloedoe, jang babaroe datang dari pertoekangan Prinlenips di Parijs. Pinggangnja ketjil, dadanja terbias dengan manik intan bertjampoer moetiara; ramboetnja berdandan, itam berkilat kilan kilanan; kalau pada zaman itoe di negori Soerabaja tiadalab doea akan bandingnja, tiada oebabnja Soenting Betawi. Maka tetekala nampak padanja, Willem datang memakai roki itam, laloe disamboetnja ka pintoe roemab sambil memberi hormat kapada Willem.

Babaroe terpandang kapada Willem, berkatalab dalam batinja: „romik hinasalah liatilvc. 'miquot; Laloe berkapit tanganiah merikaitoe berdoea inen(la[)atkan ajab boendanja ditengah roemab itoe, jang sedang asjik berbitjaraa dengan alat jang lain.

Siapa jang melibat waktoe merikaitoe berdjalan berkamban ta-ngan, sama tinggi, sama lesar, sama bagoes wadjah mookanja, semoea berkata: „harodah, harsoea (Ijoedoenjaquot;

Maka pada masa itoe berpantoenlab saorang nona sahabat Ana: „Anak alang terbang kadarat,

Koedidi binggap atas batang,

Moerai berkitjau kadoeonjo;

Kalau ditimbang sama herat,

Kalau dioekoer sama pandjang,

Baroelab same kadoeonjo.quot;

ocr page 66

—58—

Maka menarilah Willem dengan Ana, perasaan merikaitoe ko-docanja, waktoe menari itoe, botoellah rasa didalam soerga. Siapa jang melihat berkata dalam hatinja; „Inilah dewa baharoc toeroen di kajangan.quot; Samalam malaman itoe asjiklah kedoeanja berbmtjang2 bergoerau2; maka waktoe alat hendak poelang tiada dapat quot;Willem mcnahani hatinja, ditjioemnjalali Ana pada kedoea belah fihak pipinja jang amat manis itoe; maka tetekala Willem soedah mentjioem pipinja, ijapoen larilah masoek kadalam rocmah; moekanjapoen me-rah seperti orang maloc maloean. Makakedocanjapocn tiadalah dapat tidoor lagi, hanja bagai terbajanglah dimoekanja roman kedoeanja.

Maka pada soeatoe liari memboeat soeratlah Willem kapada Ana, bcrtanjakan hatinja, socdi atau tiada, kalau soedi kapadanja, soepaja ija datang bertanjakan ajah boendanja. Soerat itoe demikian bocninja; „Sebab diparang taboo nangko,

Padi nan tidak rimboen lagi;

Sebab dikarang soerat nangko,

hati nan tidak tertahan lagi.

Tanangz riak Melaka,

Tatimpo barat ka Patani;

Senang2 adinda membatja,

Sampaikanlah maksocd sibadan karni.

Anak pipit didjamboe ajer,

Makan diatas daloe daloe;

Sakit nan tidak boeiih ajer,

Elok dibawak angin laloe.

Mandaki boekit sikadoondocng,

Kambanglah boengo tjampago kaling,

Kasoenting oerang ka Painan,

Dagang ka poelang ka Parahoo;

Kalau tersadar di adik kandoeng.

Rasa badankoe balah kaping,

Allah hoc rasoel nan ka tahoe.

Bagio satjatja tjatja tadoeng,

Padi sipoeloet tamboen toelaug,

Daoen dalimo biroe tjampo,

Lakambang boengo soelaronja;

Kalau tersada diadik kandoong,

Tjoetjoer paloeh goemantar toelang,

Bagai boomi digojang gampo,

Adoeh, adinda! baapolah hendaknja.

ocr page 67

—59—

Oorang mongail ditopi banda,

Balara toeroen raakan padi;

Nona laksana boelan pernama,

HiJang diinana saja tjari.

Anak alang atas bindaloc,

Mati ditcmbak radjo liokan;

Nona saorang dipandang satoc,

Nan lain djadi bamba baramkan.

Borbooah pandan bocnga molati,

Kocnang2 dari Gambeloo;

Kalau soodi bcrsaraa mati,

Kirinikan cliabar di angin laloo.

Panggang kckok di koringkan,

Makanan anak Radja Djawa,

Dikarang soerat dikirimkan,

Timbangan badan dengan njawa.

Peloek tjioem.

W.quot;

Tolah beberajia bari Willem socdali kirimkan soorat itoe kapa-da nona Ana, tetajii bcloem dapat balasannja; makin bertambab soosablab bati Willem momikirkan bal itoe-

Miika pada socatoc bari, dapat balasanlab ija soeatoe soerat, da-lamnja tiada tertoclis sabagai apapoen, mclainkan soerat itoe poctib samata.2

Mcmikirkan soerat itoe in ikin bertambab soesablab batinja atau socdikab Ana bcrsaraa mati dengan dija atau tiada; djadi berrae-noenglab ija bebcrapa bari atas inaiina soerat itoe. Borfikir ija: „Kalau ija tiada socdi apa goena ija menjampoel soerat itoe raengi-riin kapadakoe, tentoe maana soerat itoo saoöinparaa itoe djoega, jaani kalan akoe pcrboeat bitara, soedilab ija bitam. kalau koedja-dikan raorabpoen soedilab ija djadi merab; baiklab akoe esok pagi pergi bertanjakan ajab boendanja.quot;

Pada kaesokan paginja berdjalanlab Willem menoedjoe roemah toean itoe; sampai kasaua diraintanjalab Ana kapada ajab boendanja; maka dengan toeloeng Al lab soobabana wataala makboellab permintaannja; moelai pada bari itoe bertoenanganlab ija dengan Ana, orang jang baik boedi pekerti itoe. Satiap sore dioelanginja-lab toenangannja itoe, satiap bari bersanda goerau berpeloek ber-

ocr page 68

—60—

tjioem tjioeman tiada berhenti, maalocmlaL toean iiclat Europa, tidak seporti adat kita disini.

Tolah socdah 6 boclan lamanja morikaitoc bertoenangan, ditcn-toekanlab socatoe hari jang baik, laloe dikawiukanlab Ana dongan Willem Daniel; diperbocatnjalah alat jang amat ramai, dipoekocl gendang dengan muziek; ramailah rantak orang berdangsa; dj am 12 socdah berboeni, masoeklah Sianak dara dengan Marahpoelai maloe maloean kadalam bilik, tempat bcradoe. llaka tetekala kc-doea soedah masoek didalam bilik maloelah satoe sama jang lain, laloe doedoeklab racrikaitoe diatas tilam bersanda goerau, perla-ban-' segala pakaian Si Ana diboekai oleli Willem; katanja: „Adoeb toean, oetama djiwa! baiklah gaocn ini diganti dongan batik Solo ini, nanti roesak segala pakaianmoe jang endah2 ini.quot; Maka scka-lian pakaiannjapoen digantilab dengan jang lain. Satclali selasai dari pada itoe, masoeklah merika berdoea kadalam tempat pera-doean, tempat tidoer besi boeatan London, beloem dipidjak socdah berderak, karena vernja terlaloe locnak; kelamboenja haloes ber-renda2, haroemnja bockan alang kepalang, berbaringlah kedoca didalam tempat tidoer, bagai mclaikat tocrocn di soerga; Willcm-poen tidak dapat dikata, bcsar hatinja tiada bandingnja, dipeloek ditjioemnja Ana jang mocda................................

Dari sahari ka sahari, bertambah2 sajanglah mcrikaitoe antara kedoca belah fihak, tocroct menoeroet sapandjang hari; takdir Toohan rebboel izzati dalarn tiga boclan hamillah Ana. Makin bertambahlah sajang Si Willem kapada Ana; socdah sampai pada waktoenja, dlahirlah saorang anak pcrampoean, dinamai mcrikaitoe Eva, rocpanja endah bagai mandainja. Toedjooh hari Eva socdah dlahir, sakitlah mandainja, sampai pada hari jang ka delapan me-ninggallah Ana boenda Eva. Waktoe Ana hendak meninggal docnia, dipanggilnjalah Willem docdock hampir padanja, dipegangnja tangan Willem laloe ija berkata:

„Adoeh, toean! timbangan badan!

Orang djauhari ocsocl pilihan!

Tinggal njawa tinggallah badan,

Habislah pertcmocan takdir Toehan.

Socdahlah iidjal sibadan diri! Allahz!

Habis pertcmocan Toehan memberi,

Pcliharakan anakda kaganti diri,

Djanganlah lengah barang sahari! Toean ci!

ocr page 69

—61 —

Djikalau ada kata jaDg' kasar,

Sebab scsat atau kcsasar,

üjanganlah kakanda menarooh goosar,

Maafkan adinda dijaoemil maasar.

Tinggallah toean, oetama djiwa!

Tinggal kakanda toean kedocwa,

Djanganlah kakanda hati katjiwa,

Soedahlah nasib djandjian njawa!quot;

Mendongar tangis istirinja, ijapoon mcratap berhiba2, ajer mata-nja tjoetjoor berlinang linang, tangisnja soenggoeh tersedoe2, di pangkoonja isterinja laloc diratapinja sapantoen perampoean me-ratap:

„Wahai adinda njawa badankoe,

Timbangan diri tjinta hatikoe!

Kasihanlah Toehan kapada quot;koe,

Pandjangkan ocmocr boenda anakkoe.

Kalau 'koe ingat boedi basamoe,

Hatikoe hantjoer bortambah ramoe,

Satalioen baharoe kita bertemoe,

Tinggal hamba njawa badaninoe.

Pabila bertemoe sibadan diri,

Di jaoemil maasar kemoedian ban',

Baiklah kita bersama diri,

Mati berdoea sama saliari.

Pada hidoep baiklah hilang,

Pada menanggoeng hati jang walang,

Pada bertjermin bangkai dan toelang,

Kakandapoen menoeroet moeda wadjarlang.quot;

Makin bertambah pangsanlah nona Ana; waktoe poekoel 5 parak siang ijapocn berpoelanglah karachmat Allah; tangis soeaminja tiada terpen', segala orang jang mendongar berhiba hati. Pada esok sorenja dikoeboerkan oranglah nona Ana dcngan berramai2.

Adapoen Jacob pergilah ka---- mendjadi orang rantai; maka

dalam boeangannja itoe senantiasalah ija memboeat beberapa ka-djahatan jang lain, karena maaloeralah toean toean, bila kita. ber-tjampoer gaocl dcngan orang djahat, lama kelamaan kitapoen mendjadi orang djahat djoegalah. Maka satolah selasai ija dari pada hoekoemannja itoe, pergilah ija berlarat2 diri ka negeri lain2, tetapi maloelah ija pergi ka Amsterdam.

ocr page 70

—62 -

Adapocn tentangan hal anak Jacob, jaug benama Margartha itoe, salama ajahnja dalara bocangan makin lama makin besarlah, roepan ja terlaloo amat endah, tjantik madjclis tiada ada kasama-annja pada masa itoo di kota Arasterdam, melainkan siapa jang melihiat Margarotha scnioea djadi ingin djatooh tjinta kapadanja.

Maka salama ajahnja terboeang, tetekala ija soodah berooraocr scdikit, porgilah ija masoek sckola beladjar pelbagai ilmoc kapan-daian. diadjanija poela bermaiu piana.

Maka tetekala ija beroemoer 15 tahocn, lain tiada pekerdjaan-nja mengadjari anak2 berinain piana, maka dengan oewang itee-lali ija hidocp.

Maka pada soeatoe nialam terkcdjoctlah nona Margarotha, melihat saorang tocwa borpakai pakaian boeroekz, laloe ditanjainja siapa orang- toewa itoe, katanja: „Akoelah anakkoe! Ajahmoe jang bernaraa Jacob.quot; Mendengar kata itoe Margarethapoen monangislah mema-goct ajahnja, laloe bertangis tangisanlab merikaitoe kedoeanja. Satclah ajahnja tiga hari tinggal disitoe, berkatalah ija kapada Margaretha: „Anakanda! tinggallah kan disini, biarlah akoe pergi merantau kanegeri lain, karena kalan akoe tinggal disini, menda-tangkan iiib naraamoe sahadja, tentoc orang lainpoen nanti tiada soedi datang kamari dan saorangpoen tiada socdi akan kawin dengan dikau.quot; „Adoeh, ajahanda! biarlah saorang djangan da-tang kamari, atsalkan ajahanda tinggal bersama dengan da-koe. Biarlah saorang djangan soedi kawin dengan dakoe, biarlali akoe djadi aib, tiada akoe ferdoeli, atsal ajahanda tinggal disini.quot; „Semoea katamoe itoe benar, totapi akoe maloc bersoea dengan orang laina, biarlah anakkoe akoe pergi berdagang kanegeri lain.quot; Maka bertangis tangisanlab kedoea merikaitoe, laloe ajahujapoen porgilah berrisau2 berdagang kian kamari mentjari nafakahnja.

Maka tinggallah Margaretha bersoeni socnikan diri mendjadi goeroe bermain piana disitoe. Maka pada soeatoe hari tetekala Margaretha berdjalan2 waktoe soro, tilnr datanglah hoedjan jang amat lebat. Beroentoenglah nona Margarotha ada meinbawak saboeah pajoeng, laloe dikenibangnjalah pajoong itoo, berdjalan perlahan'.

Pada masa itoe adalah saorang toean. Secretaris Bank toean Daniel, hondak poelang karoemah tiada meinbawak pajoeng, maka seperti katakoetanlah ija bermintak menoompang kapada nona Margaretha; Si nona jang baik boedi melihat toean itoe saroepa maloe maloean hendak memintak menoempang padanja, dipanggil-njalah toean itoe borlindoeng kabawah pajoeng itoe, laloe beriring-lah merikaitoe berdoea.

ocr page 71

—63—

Bertanjalah Si Nona kapada Si Toean, dimana tempatnja, soepaja ija toeloeng antarkan sabentar karoemahnja.

Maka toean Alexanderpoen maloclah mendjawab perkataan nona itoe, laloe ditoendjoekkannjalah tempatnja tiada djaoeh lagi dari sitoe.

Maka tetekala mcrikaitoe sampai karoemah, terkedjoetlah boenda Alexander melihat anaknja berdoea berdjalan datang karoemalinja. Maka waktoe Si Nona hendak poelang berkatalah boenda Alexander kapada Si Nona: „Tiadakah nona soedi sabentar berhenti karoemah, menanti hari hoedjan ini tedoeh ?quot; Deng an segala soedi.quot; Kata Si Nona, ijapoen naiklah karoemah Alexander, laloe meadjak berkenalan den ga n boenda Alexandei-,

Sedang Margaretha doedoek berbintjang2 dengan boendanja, Alexanderpoen tiadalah berasak dari sitoe; dipandangnjalah moeka Margaretha dan mendengar soeara Margaretha jang amat merdoe itoe, djadi tjintalah ija kapada Margaretha.

Ditanjanjalah Margaretha dimana tempatnja, soepaja merikaitoe boleh datang menoendjoengi dija.

Maka Margarethapoen menoendjoekkan tempatnja dan soedilah ija menerima bila merikaitoe hendak datang menoendjoengi dija. Waktoe hoedjan soedah tedoeh, ijapoen mintak idzinlah hendak poelaug karoemahnja. Maka berdjawat tanganlah merikaitoe ber-tiga, Margarethapoen poelanglah karoemahnja.

Maka samalam malaman itoe soesah sahadjalah hati Alexander memikirkan hatinja, jang begitoe lekas djadi bertjinta kapada Si Nona, jang tiada dikenalnja, entah anak siapalah itoe.

Pada esok harinja waktoe Alexander hendak poelang karoemah, disengadjanjalah menempoeh moeka roemah Margaretha, atsalkan dapat sahadja ija melihat moeka Si Nona. Maka pada masa itoe Si Nona sedang doedoek diatas beranda moeka, nampaklah pada-nja toean jang samalam melaloei moeka roemahnja, maka ijapoen segira berdiri dari koersinja, memberi tabe kapada toean itoe sam-bil bertanja: „Tiadakah toean soedi barang sabentar singgah?quot; Maka djawabnja: „Baik nona!quot; Ijapoen naiklah karoemah, laloe memberi salam kapada Si Nona.

Tetekala merikaitoe doedoek berbintjang*, hati Alexanderpoen makin bertambah bimbanglah melihat Margaretha; ketoedjoelah ija akan peri behasanja dan toetoernja manis seperti tanggoeli; tetapi Margaretha sedikit tiada ingat behasa Alexander akan bertjinta kapadanja, karena ija saorang hina lagi madlarat, sebab itoe

ocr page 72

—64—

sedikitpocn ija tiada maloe kapada Alexander. Waktoo djam 9, berdirilah Alexander, mintak pergi kakantor, tetekala ija berd ja-wat tangan dengan Si Nona lemahlah segala anggotanja, tetapi segira membenarkan tjintanja tiadalali ija berani.

Tetekala ija sarnpai dikantoor, banjaklah pekordjaannja jang salah, karena ingatannja lain tiada kapada Margaretha, terkadang ija hendak menoelis empat ditoelisnja dapat, laloe mengoetjaplah ija atas kasesatannja itoo.

Maka oleli karena tiada tortahan lagi tjintanja, pada soeatoe hari waktoe raalam poekoel 7, boelan dan bintang memantjarkan tjahajanja jang amat terang kaatas doenia ini; tetekala itoe anginpoen berhemboes perlahan2, soenilah kampoeng dengan ncgeri; datanglali Alexander karoemah nona Margaretha, laloe memoloek mentjioem nona Margaretha sambil berkata: „Adoeh, adinda njawa kakanda! lamalah soedah kakanda berfikir, hendak membenarkan tjinta ka-kacda ini kapada adinda, tetapi takoetlah saja barangkali adinda, tiada soedi menerima saja jang hina miski n ini, maka karena hati tiada dapat ditahani lagi, barang apapoen mara adinda 'koe tahan djoegalah, melainkan saja mintak dikasihi.

Dari paoeh hendak ka Ampang,

singgah di Ampang mengamoedi;

dari djaoeh sajalah datang,

mendengar nona baik boedi.

Tinggilah boekit goenoeng selasih,

tempat mengarang boenga lada;

dibawah langit awan jang poetih.

nona saoiang tjermin mata.

Poetjoek gatil pisang di hoetan,

oerat dikakar boeroeng balam;

Allah taala nona boekan,

mengapa 'koe sedar siang malam.

Poelau bernama Sibalimbing,

salasih dari limo kaoem;

hati koe hangoes baiklah goenting,

kasih di nona sampai beloem.

Roem ah gedang soerambi Tikoe,

ajer di boekit dibandarkan;

mangko senang di hatikoe,

maksoedkoe mintak dibenarkan.quot;

ocr page 73

—65—

„Adoeh, toean moeda djauhari!

Anak ikan borliina lima,

anak laarocan dibawah daoen;

kasih toean saja terima,

djadi hoctang- berriboe talioen.

Berladang- moedik Batalian,

bertanam katjang djo belimbang,

batang paoeli batang doerian,

batang soeragi rampak djoeo;

hati boelib kami tahan,

mato djan apo ka dinding,

kito salaboéh safcipian,

patang djan pagi tampak djoeo.

Gadjah badjoeang badjoear.gi,

badjooangi dikasik loemat,

dibawah goenoeng sari boelan;

sapantoen Allah kasih djan nabi,

sapantoen nabi sajang djan ocmmat,

demikian sajang saja djan toean.quot;

Maka pada hari itoe bertoenanganlah Alexander dengan Marga-retha; satiap liari merikaitoe toendjoeug menoendjoengi dari sahari kasahari bertambah kiriblah persahabatan merikaitoe; boenda Alexanderpoen sangat sajang kapada Margaretha, sebab itoe senan-tiasalah ija inemanggil nona Margaretha karoemahnja, kalau ija tiada dataug.

Adapoen Eva. makin lam i makin besarlah, wadjah moekanja poen 7iiakiii semaraklah; maka tetekala ija beroemoer 6 tahoen dikirim ajahnjalah ija ka Amsterdam tinggal dengan bapanja, President bank itoe. Maka toean President bank itoepoen terlaloe sajang kapada Eva, tambaban poela karena bagoesnja dau lagi Evalah akan ganti anaknja Willem itoe.

Maka lama kelamaan Evapoen makin besarlah, roepanja terlaloe endah, pakaiannja berratoes matjam, apa kehendaknja sahadja, se-moea ada.

Bila kita pandangi Eva, waktoe pergi beralat karoemah orang, njatalah kapada kita, behasa oowang itoelah jang amat bergoena diatas doenia ini. Maka karena Eva tjoetjoe saorang kaja lagipoen roepanja endah, banjaklah toean2 jang soeka kawin dengan dija, tctapi diantara anak moedas jang datang kapadanja itoe, jang pa-

ocr page 74

—66—

ling disookainja ijalah saorang advokaat jang amat baik parasnja lagi tjordik dan pandai poela berkataz.

Adapoen nenek Eva sangatlah sajang kapadanja, harapir segala maksoednja diloeloeskan oleh neneknja.

Maka tetekala Eva beroemoer 18 tahoen, meninggallah toean President bank itoe, maka pada waktoe itoe sangatlah tangis Eva, memikirkan sajang neneknja kapadanja.

Adapoen segala oe^ang dan harta benda dapatlah kapada Willem Daniel; maka baba1'00 ija dapat chabar behasa ajabnja soedah meninggal, berangkatlab ija dari Soerabaja menoedjoe negeri Amsterdam dengan kapal api jang sangat ladjoe. Waktoe ija bcrang-kat, dipoekoelnjalab kawat kapada wakil memegang bank itoe, behasa ija soedah berlajar dengan kapal mijl dan mintak disoeroeh saorang datang menjamboet dija ka Londen, sebab ija hendak toe-roen ka London.

Maka tetekala sampai waktoenja, wakil President bank di Am-sterdampoeu, menjoeroehlah saorang mandoer bank, bernama Dolf, pergi ka Londen akan menjamboet toean Willem Daniel, jang baroe datang dari Indie ini.

Maka berdjalanlah Dolf menoedjoe tepi laoet mentjahari tom-pangan pergi ka Londen, sebab President itoe, lagi 2 hari akan sampailah ka Londen.

Maka tetekala Dolf sampai ka tepi laoet, bersoealah ija dengan Jacob; tetapi ija tiada kenal lagi kapada Jacob, hanja Jacoblah jang'menegor dija dahoeloe. Bertanjalah Jacob kapada Dolf: „Apa maksoednja pergi ka Londen.quot;

Maka Dolfpoen memberitakanlah kapada Jacob, behasa toean bank jang toewa itoe soedah meninggal doenia, segala harta pee-sakanja dan bankpoen Willcmlah jang koeasa; sekarang bank itoe diwakilkan kapada Secretaris bank sahadja; fatsal Eva anak Willem jang dikirimnja dari Indie ini, jang boendanja soedah meninggal doenia, sekarang masih tinggal diroemah neneknja; segala hikajat bank dan Willem semoca dichabarkannjalah kapada Jacob.

Satclah soedah merikaitoe beberapa lama berbintjang2 dalam saboeah lapan ketjil; Jacobpoen memberi roko manilalah kapada Dolf; dengan besar hati Dolf meneriraa pemberian itoe, laloe diisapnjalah roko itoe. Tiada berapa lama Dolf soedah minoem roko manila itoe, ijapoon poesinglah, sahingga segala anggotanja djadi goemetar, ijapoen tidoerlah diatas bangkoe dalam roemah itoe

ocr page 75

—67—

mockanjapoen poetjat tiada ija pandai berkata-kata lagi.

Melihat hal itoo menangislah Jacob borhiba hiba, mcngatakan: „Ja, soedarakoe! tiada disangka soedara bogitoe lekas meninggal doenia, itoepoea apalah dajakoe disini.-' Mendengar rataprja; ter-kcdjoetlah saisi roemah tempat merikaitoo; melihat hal mèrika bcrdoea bersoedara saorang soedah meninggal doenia, kasihanlah segala hamba Allah jang ada disitoe dan ditoeloengi oranglah Jacob mengoeboerkan mait itoo.

Satelah terkoeboer mait Dolf, diambilnjalah dompet dan sooratz jang dibawak Dolf semooa, ijapoen berdjalanlah menoodjoe tepi laoet laloo monoempang ka saboeah kapal api, jang hendak berla-jar ka Londen.

Pada esok harinja pergilah Jacob katepi laoet menanti^ kapal mijl itoe datang. Tiada berapa lama, maka nampaklah asap kapal darl djaoeh, makin lama makin dekatlah kapal itoe ka pelaboohan. Waktoe kapal soedah memboeang saoeh, maka naiklah berratoes orang kaatas kapal itoo, antara mana Jacobpoen bergegaslah naik kaatas momegang sahelai soorat, sambil bertanja, dimana toean Daniel. Maka tetokala merikaitoo berdoea bersoea, Jacobpoen memberi hormat kapada Daniel, laloo memberikan soerat Secretaris bank dari Amsterdam kapadanja.

Satelah selasai dibatjanja soerat itoe berkatalah ija: „Engkau disoeroeh toean Secretaris kamari?quot;

— „Ja, toean!quot;

— „Bagaimana hal anakkoe engkau dengar?quot;

— „Baik, toean!quot;

— „Kalau begitoe, baiklah ongkau pergi mintak barang2koe kapada moeallim, bawak ka roemah makan TV/quot;

— „Baik, toean!quot;

Adapoen pakaian Jacob masa itoe torlaloe cndah, saorangpoen tiada sangka behasa ija djongos toean bank itoe, melainkan sangka segala orang, Jacob ini bersahabat dengan toean bank jang kaja itoe.

Waktoe hari sore, toean bank itoepoen pergilah berdjalan dja-lan dengan Jacob melihat2 termasa dalam nogeri.

Maka pada soeatoe tempat jang agak soeni, dekat saboeah ba-tang ajer, dimana lengang sedikit, Jacobpoen teringatlah hikajat lama2, atas penanggoengannja jang dahoeloe, laloe dipaloenjalah Daniel sampai mati. Tetekala Daniel mati, diambilnjalah horlodji

ocr page 76

ling disockainja ijalah saorang advokaat jang amat baik parasnja lagi tjordik dan pandai poela berkata2.

Adapoen nenek Eva sangatlah sajang kapadanja, hampir segala maksoednja dilocloeskan oleh neneknja.

Maka tetekala Eva beroemoer 18 tahoen, meninggallah toean President bank itoe, maka pada waktoe itoe sangatlah tangis Eva, memikirkan sajang neneknja kapadanja.

Adapoen segala oewang dan barta benda dapatlah kapada Willem Daniel; maka baba1,00 ija dapat chabar behasa ajabnja soedah meninggal, berangkatlab ija dari Soerabaja menoedjoe negeri Amsterdam dengan kapal api jang sangat ladjoe. Waktoe ija berang-kat, dipoekoelnjalab kawat kapada wakil memegang bank itoe, behasa ija soedah borlajar dengan kapal mijl dan mintak disoeroeh saorang datang menjamboet dija ka Londen, sebab ija hendak toc-roen ka Londen.

Maka tetekala sampai waktoenja, wakil President bank di Am-sterdampoeu, menjoeroehlah saorang mandoer bank, bernama Dolf, pergi ka Londen akan menjamboet toean Willem Daniel, jang baroe datang dari Indie ini.

Maka berdjalanlah Dolf menoedjoe tepi laoet mentjahari tom-pangan pergi ka Londen, sebab President itoe, lagi 2 hari akan sampailah ka Londen.

Maka tetekala Dolf sampai ka tepi laoet, bersoealah ija dengan Jacob; tetapi ija tiada kenal lagi kapada Jacob, hanja Jacoblah jang^menegor dija dahoeloe. Bertanjalah Jacob kapada Dolf: „Apa maksoednja pergi ka Londen.quot;

Maka Dolfpoen memberitakanlah kapada Jacob, behasa toean bunk jang toewa itoe soedah meninggal doenia, segala harta poe-sakanja dan bankpoeu Willemlah jang koeasa; sekarang bank itoe diwakilkan kapada Secretaris bank sahadja; fatsal Eva anak Willem jang dikirimnja dari Indie ini, jang boendanja soedah meninggal doenia, sekarang masih tinggal diroemah neneknja; segala hikajat bank dan Willem semoca dichabarkannjalah kapada Jacob.

Satelah soedah merikaitoe beberapa lama berbintjang2 dalam saboeah lapan ketjil; Jacobpoen memberi roko manilalah kapada Dolf; dengan besar hati Dolf meneriraa pemberian itoe, laloe diisapnjalah roko itoe. Tiada berapa lama Dolf soedah minoem roko manila itoe, ijapoen poesinglah, sahingga segala anggotanja djadi goemetar, ijapoen tidoerlah diatas bangkoe dalam roemah itoe

ocr page 77

—67—

moekanjapoen poetjat tiada ija pandai berkata-kata lagi.

Melihat hal itoe menangislah Jacob berhiba hiba, mccgatakan: „Ja, soedarakoe! tiada disangka soedara bcgitoo Ickas meninggal doGnia, itoopoen apalah dajakoo disini.quot; Mendengar ratapnja; ter-kcdjoetlah saisi roemah tempat merikaitoe; melihat hal morika berdoea bersoedara saorang soedah meninggal doenia, kasihanlah segala hamba Allah jang arta disitoe dan ditoelocngi oranglah Jacob mengOGboerkan mait itoo.

Satolah terkoGboGiquot; mait Dolf, diambilnjalah dompGt dan soeratj jang dibawak Dolf sGmoGa, ijapoen bcrdjalanlah menoedjoe topi laoGt laloG monoempang ka saboGah kapal api, jang hondak bGrla-jar ka Londen.

Pada esok harinja pergilah Jacob katGpi laoGt menanti^ kapal mijl itoe datang. Tiada borapa lama, maka nampaklah asap kapal dari djaoeh, makin lama makin dekatlah kapal itoe ka pelaboohan. WaktoG kapal soodah memboeang saoeh, maka naiklah berratoes orang kaatas kapal itoe, antara mana Jacobpoen bGrgcgaslah naik kaatas momegang sahelai soerat, sambil bertanja, dimana toean Daniel. Maka tetekala merikaitoe berdoea bersoea, Jacobpoen membcri hormat kapada Daniel, laloe memberikan soerat Secretaris bank dari Amsterdam kapadanja.

Satelah solasai dibatjanja soorat itoe berkatalah ija: „Engkau disoGroGh tooan SocrGtaris kamari?quot;

— „Ja, toean!quot;

— „Bagaimana hal anakkoe engkau dengar?quot;

— „Baik, toean!quot;

— „Kalau begitoc, baiklah engkau pergi mintak barang2koe kapada moeallim, bawak ka roemah makan Tor!quot;

— „Baik, toean!quot;

Adapoen pakaian Jacob masa itoe terlaloe endah, saorangpoen tiada sangka behasa ija djongos toean bank itoe, melainkan sangka segala orang, Jacob ini bersahabat dengan toean bank jang kaja itoe.

Waktoe hari sore, toean bank itoepoen pergilah berdjalan dja-lan dengan Jacob melihat2 termasa dalam negeri.

Maka pada soeatoe tempat jang agak soeni, dekat saboeah ba-tang ajer, dimana lengang sedikit, Jacobpoen teringatlah hikajat lama2, atas penanggoengannja jang dahoeloe, laloe dipaloenjalah Daniel sampai mati. Tetekala Daniel mati, diambilnjalah horlodji

ocr page 78

—68—

Daniel dipakainja; scgala pakaian Daniel diboekanja dan diikatnja dengan sapotong tali, laloe dilemparkannja kadalam anak ajer jang disitoe.

Maka ijapoen pergi ka garedja jang dek at disana berdiri sepcrti menanti kawannja. Waktoe hari soedah malam ijapocn tinggal djoega di garedja; tiada barapa lama ijapoen bertanjalali kapada pendjaga garedja itoe atau orangnja bernaraa Jacob, ada datang kasana mentjahari dija. Maka kata ponoenggoe garedja: „Tidak ada saorang djoega, jang datang kamari.quot; Baiklab, akoe soedah lama bernanti disini, entab apalah balnja ditengab djalan; akoe soeroeb ija tadi pergi kasana; toeloeng katakan kapadanja, bebasa akoe soedah poelang ka roemah makan Tor, sebab akoe soedah penat menanti dija disini.

Tetekala ija sampai ka roemah makan, masoeklah ija ka bilik; laloe dichabarkannjalah kapada toean roeinah makan tadi, bebasa ija pergi berdjalan2 dengan orangnja bernania .iacob dekat garedja disana, waktoe itoe disoeroebnja orangnja itoe memereksa atau toean Don masih tinggal di belakang garedja itoe; soedah beberapa lama ija bernanti di garedja itoe Jacob tiada djoega koembali, sebab itoe ija mintak pertoeloengan soepaja disoeroeb tjari Jacob, entab dija soedah mati disamoen orang, tiada tentoe. Sabentar itoe djoega, toean roemah makan menjoeroeh montjari orang toean bank itoe, tetapi saorangpoen tiada jang bersoea dengan Jacob.

Pada waktoe tengah malam, toean bank itoe kaloear poela me-manggil Sidjongos, soepaja merikaitoe pergi mentjari djongosnja ] iloe diberinja oewang persen boeat sewa dos a dos f 10. Sabentar itoe djoega, sidjongos berlari kaloear roemah mentjari Jacob, tetapi tiada djoega bersoea.

Waktoe parak siang poekoel lima, bersoraklah orang berbanjak:., datang membawak saboeah oosoengan atasnja saorang mait, jang mati terboenoch; menoedjoe roemah makan Tor.

Mendengar sorak orang, toean bank itoepoen poetjatlah laloe goemetar badanuja. Melihat bal jang demikian, satengah orang berkata, karena maranja maka ija djadi goemetar, satengah orang mengatakan, entab ija jang memboenoeh Jacob itoe, satengah mengatakan apa poela faidahnja ija saorang kaja memboenoeh orangnja.

Waktoe dipereksa mait itoe dimoekanja, ijapoen poetjat laloe berkata kapada toean schout:

ocr page 79

—69—

„Toean, tocloenglah tjari katcrangan perkara ini bersoenggoeha, kalau dapat Si Pemboonoeli itoo, 'koo anoogcrahi toean f30.000.quot;

_ TetaPi banjak orang2 Jang sjak kapada toean bank itoe, karona tiada ija berani menentang moeka Si Maat itoe, lagi ijapoen poe-tjat2 alang.

Sebab itoo, pada hari itoe djoega, toean bank itoepoen, inasoek dalam pcndjara. Maka tetekala ija hendak masoek pendjara, di-boeatnjalah satoe soerat ka wat ka Amsterdam:

Secretaris hank Daniel Amsterdam. Soeroeh saorang advokaat jany pintar Icamari, harem akoc soedah terdaciwa dalam perkara memboenoeh orangkoe hernama Jacob.

WILLEM DANIEL.quot;

Membatja chabar kawat itoe. Secretaris bankpoen berlarialah mendapatkan nona Eva, maka Si Nonapoen bersoesah hatüah men-dengar orang toewanja masoek pendjara, tetapi kata toean Secreta-lis bank itoe: „Djanganlah nona soesah perkara itoe, tentoe lepas djoega, karona oewang tiada koerang; sekarang advokaat manalah kita soeroeh.^' Djawab Eva: „Baiklah kita soeroeh toean Van der Gait pergi ka Londen menoeloeng ajahkoc, socpaja segira ija lepas dan pendjara.quot;

Maka salama hal ini soedah terdjadi, penoehlah soerat chabar di Londen, jang membitjarakan perkara itoe; satoe soerat chabar mengatakan, tiada patoet disjak toean Willem Daniel memboenoeh saorang djongosnja bernama Jacob; lain soerat chabar mengatakan ada djalan sjak; melainkan berroepa-roepalah warta dalam soerat chabar.

letekala toean Van der Gait sampai ka Londen, segiralah ija pergi mendapatkan hakim disana memintak dilepaskan toean bank itoe dari pendjara; katanja: „Tiada ada katerangan behasa toean bank itoo memboenoea Jacob. Maka karena pandainja berkataz kpaslah toean \\ illem Daniel dari pendjara, laioe pcrgilah meri-kaitoe ka roemah makau Tor.

Maka tetekala merikaitoe sampai kasana, dikatakannjalah kapada toean advokaat itoe, behasa ija sangat maloe dalam perkara itoo, kaïena itoe ija terlaloe besar hati, kalau dapatlah siapa jang menjamoen Si Jacob itoe; disoeroehnja boeboeb dalam segala soerat chabar, akan diberinja anoegerah f 100.000, siapa jang bisa dapat katerangan dalam perkara itoe.

ocr page 80

—70—

Toean advokaatpoen mengcrdjakanlah seperti segala perentah toean bank itoe; pada hari itoe djoega toean Van der Gait me-moekoel kawat kapada nona Eva megatakan beliasa toean Willem Daniel soedah lepas dari pendjara.

Tiga hari kcmoedian itoe, berangkatlah Willem Daniel dengan toean Advokaat ka Amsterdam. Tetekala ija sampai kasana, had-lirlah segala perijai2 bank bcrnanti diroemah toean bank itoe; maka waktoe toean itoe sampai kasana berdjawat salamlah ija dengan Secretaris dan sekalian toean2; ditjioemnjalah anaknja, Eva dengan tjioem kasih sajang. Adapoen toean Willem Daniel ini, rocpanja tiada soeka banjak bitjara dengan orang lain2, maskipoen dengan Eva tiadalali banjak bitjaranja, laloe ijapoen masoek ka dalam bilik peradoeannja.

Segala orang2nja mengatakan, beliasa lain sekali tingkah lakoe toean ini, entah karena soesahnja soedah ditoedoeh orang mem-boenoeh Jacob, maka ija senantiasa berdiam diri sahadja, tiada soeka berdjalan-djHlan hanja berdiam sahadja dalam roemah. Dalam s ihari tiada ija peniah doea kali berkata kata dengan anaknja, nona Eva, sebab itoe maka Eva tiada sariang jang da-hoeloe lagi.

Pada soeatoe hari pergilah ija memereksai bank itoe, disamboet-lah oleh Secretaris dengan segala kahormatan, hondak dipoelang-kaanja segala pekerdjaan itoe kapada toean Willem Daniel. Maka berkatalah toean Daniel, behasa ija tiada soeka meoeroeskan pekerdjaan itoe, melainkan diserahkannja djoea kapada toean Secretaris sabagaimana jang soedah; diberinjalah tambah gadji dan ija berharap soepaja toean itoe mendjalankan pekerdjaan dengan ber-soenggoeh hati. Segala toean toean disitoe mengatakan, djaoeh sekali roepanja berbeda dari dahoeloe, roepanja tetekala ija di Indie ini sangat banjak bekerdja, sebab itoelah maka roepanja soedah mendjadi saorang toewa, itoelah sebab ija tiada soedi bekerdja lagi.

Maka tiada berapa lama ija soedah sampai disana, Evapoen ber-toenanganlah dengan toean Van der Gait. Belandja alat waktoe nona Eva bertoenangan dengan toean Van der Gait, samalam itoe tiadalah koerang dari f 10,000.

Membatja soerat chabar, mengatakaa behasa Jacob mati ter-boenoeh di Londen, satengah soerat chabar ada sjak kapada toean bank jang kaja itoe; maka merataplah Margaretha dengan

ocr page 81

-71—

ratap jang amat sedih laloe pergi karoemah Alexander toenangan-nja memberitakan halnja.

Maka berkatalah Margaretha kapada toenangannja: „Wah, toean mooda djauhari! kasihanlah toean kapada hamba akan niei;oentoct maloe, karena ajahkoe Jacob soedah cliboenoeh toean bank itoe, akoe tahoe benar behasa akoe akan kalah dalam perkara ini, te-tapi apalah boleh koeboeat, tiada rasanja enak hat'ikoe tidoer,' betoel ajahkoe itoe saorang hina, tetapi tiadalah senang hatikoe mendengar chabar ija soedah diboenoeh toean bank itoe; akoe tahoe sebab maka ija diboenoeh oleh toean itoe, karena ija maloe barangkali ajahkoe memboeka perkara memboeat bonquot; palsoe dahoeloe, sebab Willem tahoe benar, behasa orang toewakoo diper-dajakannja, sebab itoe maka orang toewakoe terboewang; sekarang oiboenoehnja poela, itoepoen toean toeloenglah esok pagi bawak akoe bersoea dengan Willem Daniel, soepaja 'koe tanjakan warta-nja bagaimana ajahkoe terboenoeh di Londen.

Mendengar kata itoe, toean Alexandorpoen toendoek bermenoeno-sambil mendjawab, tiada berfikir pandjang lagi: „Baiklah, adMa! esok pagi kita pergi bersama^ karoemahnja, karena ija tiada per-nah datang kakantor, lain dari pada sakali moela* ija datang kamari.quot;

Pada esoknja pergilah merikaitoe bcrdoea karoemah toean Daniel laloe ijapoen mengadap kapada toean bank itoe, memintak soepaia toean bank menerima nona Margaretha, karena ija hendak berta-njakan bagaimana warta orang toewanja mati di Londen. Mendengar kataitoe, lantas poetjatlah Daniel, laloe katanja: „Akoe tiada

edi menerima dya, pergilah engkau katakan kapadanja biarlah ija djangan bersoesah hati tentang itoe; biarlah akoe beri ija oewang bantoean f 100 saboelan karena akoe betoel kasihan kapadanja.quot;

endengar bitjara mi, maka ijapoen pergilah mendapatkan Margaretha satelah soedah dichabarkannja segala ponglihatannja

lah Ma th fT1 t0ean it0e kapada Margaretllagt; maka pertjaja-ajahnja ftoa sabenarnja toean itoelah jang memboenoeh

laka poelanglah Margaretha laloe menangis karoemahnja; maka

kaïï 7zr.ërTr^c:habar ini' ---o^-mbo-!

t00aa it0C «

i'k'11 0epaji' llItjarI rjl'!h quot;»quot;gt; Margaretha sampai mato„e^eaaitoe°8a° ^ PCrnal1

ocr page 82

—72—

Maka berangkatlah nona Margaretha ka Londen, mendapatkan politie disana dan ditjeritakannjalah segala lialnja disana kapada politie dan dicliabarkannjalah dari hal perkara soerat oetang palsoe jang diperboeat ajalinja dahoeloe atas socrochan Willem Daniel itoe, tetapi maskipoen bagaimana ditjeritakannja tiadalali politic ambil pertjaja atas perkataan nona Margaretha itoe.

Poelanglah nona Margaretha ka Amsterdam, mendapatkan toe-nangannja; maka karena tjinta Alexander kapada nona Margaretha, mintak berhentilah ija dari bank toean Daniel itoe, laloe didjoeal-nja beberapa barang2nja akan belandja advokaat mentjari katera-ngan, soepaja toean bank itoe dihoekoem.

Berangkatlah Alexander dengan Margaretha ka Londen mentjari advokaat jang pintar mendjalankan perkara itoe.

Adapoen pekerdjaan toean Willem Daniel, lain tiada berdjalan Panan kiri memboeang oewang sahadja; beberapa kali ija soedah pergi ka Londen ka Parijs berdjalan2 makan angin sahadja.

Maka pada soewatoe hari bersoealah ija dengan saorang berna-ma Cornelis, dahoeloe kawannja bersama2 dalam boeangan. Tetekala Cornells melihat moeka Jacob ijapoen gelak tersenjoem laloe berkata: „Toean Daniel! beri pindjamlah akoe barang f 5Ü.0U0, karena akoe hendak membeli tanah dan roemah di Amsterdam ini djoega, soepaja kita tinggal bersama2, karena akan poelang ka negerikoe akoepoen maloe, kalan toean tiada berikan dakoe oewang jang f 50.000 itoe, tentoe maaloemlah toean, tiada akan salamat toean mendjadi President bank ini.quot;

Karena takoetnja terboeka rahsia itoe, laloe diberinjalah oewang itoe kapada Cornelis. Toean Cornelispoen sangatlah tjogah, membeli saboeah oestanah di loear kota Amsterdam. Sahaii2Iah toean Willem Daniel pergi karoemah sahabatnja Cornelis; maka dari sahari kasahari makin bertambah keriblah persahabatan merikaitoe.

Maka waktoe anaknja. Eva hondak kawin, pergilah ija ka Londen, menjoeroeh boeat saboeah kaloeng moetiara jang beiiiarga f 80.000.

Disoeroeh perboeatnja poelalah satoe oestanah diloear kota Amsterdam tempatnja bersocnikan diri, karena ija tiadalah soedi tinggal didalam kota, sebab terlaloe ramai dan panas.

Adapoen advokaat di Londen soedah memasoekkan soerat kapada hakim jang maha tinggi soepaja perkara itoe dipereksa koem-bali. Maka karena hakim politie soedah dapat perentah itoe, ber-

ocr page 83

—73—

socnggoeh soenggoehlah toean schout mentjahari katerangan.

JFaka karena panas bati Margaretha, pada socatoe malam per-gilah ija dengan Alexander kaoestanah Willem Daniel, jang ada diloear kota. Tiada .Margaretha memintak idzin lagi kapada toe-kang pintoe, lantas ijapoen niasoeklah kadalam bi lik toean Willem Daniel itoe; toenangaanja bernanti ditengah djalan raja.

Maka tetekala nampak kapadanja, behasa toean bank itoe, boe-kan orang lain hanja ajahnja jang bernama Jacot», maka ijapoen menangislali karena maranja, lagi maloelah ija melihat toenangan-nja itoe, kiranja boekan ajahnja jang diboenoeh orang, melainkan ajahnja jang ineraboenoeh orang. Tetapi maskipoen bagaimana, sajang kapada ajah itoe tiada hilang, karena itoe dichabarkan-njalah behasa perkara itoe sekarang sedang orang pereksa di Londen, sebab itoe, baiklah ajah hati2 sedikit. Kalau begitoe anakkoe, kata ajahnja, baiklah anakkoe pergi ka Londen mende-ngar2 perkara itoe, bila ada katerangan orang dapat behasa akoe jang memboenoeh toean bank itoe, baiklah anakkoe datang pada-koe mcmbori chabar soepaja kita pergi lari.

Margarethapoen toeroenlah dari roemah itoe laloe nienangis pergi mendapatkan toenangannja; maka jiergilah merikaitoe berdoea ber-iring2 sainpai karoeinah Alexander. Tetekala sampai karoemah bertanjalah Alexander dan boendanja, bagaimana bitjara toean bank itoe; tetapi Margaretha djatoeh pangsan sahadja, tiada bisa berboeni lagi, melainkan katanja: „\\'ah, Alexander! biar-kanlah akoe saorang diri tidoer di tempatmoe ini, esok pagi sa-hadjahih kita bitjara, karena sekarang ini terlaloe sesaklah nafas-koe karena socsah hatikoo.quot;' Samalam malaman itoe lain tiada pekerdjaannja, nienangis sahadja sampai oasah bantal Alexander karena ajer matanja.

Waktoe pagi2 bangoenlah ija dari tempat tidoer laloe memakai pergi doedoek kaberanda loear.

Tetekala itoe berkatalah ija kapada Alexander:

„Kapas pandji di kampoeng Hapa,

Sabatang ambil ka pamoeloet,

Pamoeloet boeroeng rambak tjino,

Kocdjarat poepoer boenganja;

Kasih soedah rasa menjasa,

Elok kini digandjoer soeroet,

Hilang reno takoetjak roepo,

Melarat apo 'kan gocnanja.

ocr page 84

—74—

Poelau Tamang kasik berdarai,

Nampak nan dari Palimboengan;

Djangan mamang kasihkan tjerai,

Begitoe baroe pcroentoengan.

Hanjoetlah boeah Sigalapoeng,

Dari oeloe sampai ka poelau,

Laloe kariak nan badarai;

Adoeb, toean! badankoe kandoeng,

Maafkan kato nan talampau.

Sakarang kasih 'kan bertjerai.quot;

Mcndongar pantoen Margai-etha itoc, Alexanderpoen berdiri me-mcgang tangan Margaretha, laloe menangis memoloek toenangannja: „Wahai adinda! orang djauhari,

Apalah salah Sibadan diri,

maka berkata demikian peri,

katakan benar kapada diri.

Tiadalah patoet sademikian,

djikalan saluh baik chabarkan,

kakanda nan djangan adinda tinggalkan,

barang kamana saja toeroctkan.

Adoeh adinda! baiklah ainbil saboeah pisau bocnoeh mati akan dakoe; fikirlah adinda didalam bati, pekerdjaankoe soedab Mlang, harta benda soedah koedjoeal akan penoentoet maloe adinda, seka-

rang akoe ini ditinggalkan sahadja dengan tiada 'koe tahoe apa sebabnja, boekan tiada patoet demikian itoe.quot;

„Ja, kakanda! apa boleb boeat, soedah nasibkoe demikian, baiklah kakanda djangan ingat kapada saja lagi, mitsalkanlah akoe soedah mati, kawinlah kakanda dengan orang lain.quot; Ijapoen menangis men-tjioen boenda Alexander dan memberi salaui kapada Alexander, tetapi Alexander tiada mahoe terima; maka Margarethapoen ber-djalanlah dari sitoe teroes ka Londen.

Maka tetekala Margaretha sampai ka Londen dipareksainjalah politie disana bagaimana kesoedahan pemereksaan dalam perkara Jacob.

Maka sapandjang kata politie; „Sekarang soedah dapat katerangan behasa boekan Jacob jang mati, tetapi Willem Daniel jang mati, karena pakaian toean Willem Daniel soedah dapat dalam batang ajer ketjil itoe dan soedah dapat boeah badjoe kamedjanja merk W. Daniel.

ocr page 85

—75—

Menclcngar perkataan itoe goemetarlah sendi toelang nona ]\[argaretha, sabentar itoe djooga ija poelang ka Amsterdam. Baharoe ija sarapai kasana dichabarkannja kapada ajahuja behasa csok pagi politiepoen datang iiieiiangkap dija. Maka pada malam itoe djoega pergilah ija dengan orang toewanja karoemah toean Cornelis bcr-moefakat bagaimana akal meiepaskan dirinja.

Pada kaesokan harinja datanglah 4 politie mentjahari toean bank itoe karoemahnja, tiada bersoea disana, maka merikaitoepoen teroeslah karoemah toean Cornelis. Sampai disana, bersoealab politie dengan toean Cornelis serta saorang baboenja jang berpaloet pipi-nja dengan kapas saroman orang dapat sakit gigi, inilah Marga-retha, tetapi tiada orang kenal roepanja; ajahnjapoen masih ber-seinboeni dalara roemab itoe, tetapi karena tjerdik Cornelis, waktoe parak siang tadi, soedah dioepahnja saorang toean dan saorang. njonja, pergi menjewa saboeah kareta, karoemah toekang kareta hendak pergi ka Utrecht, tetapi diambilnja djalan ka Rotterdam.

Maka masoeklah keempat mata2 itoe ka roemah Cornelis, tnintalr memereksai reemahnja.

Katanja: ,.Baik!quot; Laloe dipanggilnja baboe jang sakit gigi tadi; menjoeroeh memperlihatkan segala bilik dan soedoet2 dalam roemah itoe, tetapi waktoe toean2 itoe masoek dibisikkannja kapada baboe itoe, mengatakan: „Ati-ati.quot;

Maka tetekala merikaitoe masoek kadalam roemah tiadalah di-pereksai merikaitoe roemah, hanja diferloekannja sahadja bertanja kapada baboe itoe, kamana soedah pergi toean dan njonja itoe.

Kata Sibaboe: „Saja tak iet membilang, kalan barangkali toean katakan kapada Cornelis, behasa saja jang membilang,quot;

— „Sakali2 tiada, katakanlah jang benar!quot;

— „Ah, toean! saja takoet membilang, karena toean ini Iain dari toeaiu lain, melainkan kalan saja salah dipoekoelnja sahadja de-gan rotan.quot;

— „Kami tidak beri tahoe kapada tocanmoe, djangan takoet.quot;

— „Apa, toean tjari?quot;

— „Saorang toean dengan saorang nona!quot;

— „Toean bank itoe?quot;

— „Ja!quot;

— „Disini, taoesah toean tjari lagi, baiklah toean pergi tanja sama, toean B. toekang kareta di djalan Laan, dapatlah katerangan kapada toean kamana perginja.quot;

ocr page 86

—76—

Mendengar kata itoe, maka pevgilah merikaitoe kecmpat ka-roemah toean B. Maka kata toean itoe; „Botoel ada saorang toean dengan njonja menjewa kita [locnja kaveta, tetapi kamana porgi-nja tiada saja tahoe betoel, katanja; Ka Utrecht.quot;

Ha, itoe koetsir datang! toean boleh pereksa kamana dibawak-nja. Maka kata koetsir: „Moela2 merikaitoe hendak ka Utrecht, tetapi disoeroeï)nia saja mengambil djalaa ka Eotterdam, waktoe kami bertjerai katanja: Kalau toeanmoe tauja, katakan ka Utrecht, diberinja saja f 5 oewang persen.quot;

Sabentar itoe djoea keempat mata2 itoe menoeroet djalan ka Rotterdam, tetapi tiadalah bersoea saorang djoea. Waktoe hari malam berlajarlah Jacob dengan Margaretha ka Londen, tinggal-lah merikaitoe dalam saboeah lorong berdiam diri.

Maka salama Margaretha soedah pergi, socsahlab - Alexander mentjarinja kanan dan kiri; disoeroehnja mata2 akan mendengar2 dimana Margaretha tinggal, tiada djoega dapat; tjintanja kapada Margaretha tiada beroebah, maskipoen ija soedah tahoe, behasa ajahnja saorang djahat pcmboenoeh orang, tiada ija ferdoeli, melainkan ija tjinta djoega.

Satahoen kemoedian itoe, dapat kirimanlah Alexander saboeah boengkoesan, dalamnja ada moetiara berharga f 100.000 akan di-poelangkan kapada nona Eva, karona barang itoe boekan hartanja, sebab sekarang baharoe dipoelangkannja, ijalah waktoe ajahnja soedah meninggal doenia, terdapat olehnja moetiara itoe dalam peti ajahnja. Adapoen soerat itoe tiada berhari boelan dan tiada poela tentoe di lorong mana diamnja di kota Londen. Melihat toe-lisan Margaretha itoe ijapoen menangislah, laloe ditjioemnja bekas tangan Margaretha itoe.

Waktoe ija memboeka kertas pemaloet boengkoesan itoe, nam-paklah padanja merk kertas itoe; maka teringatlah dalam hatinja, merk inilah menoendjoekkan padakoe dimana adanja nona Margaretha sekarang ini. Dipereksainjalah soerat chabar dimana tempat fabriek kertas itoe; njatalah di Londen di lorong K ... namanja. Maka sasoedah dipoelangkannja moetiara itoe kapada Eva, istiri toean Advocaat itoe, ijapoen berangkatlah ka Londen.

Satelah ija sampai di lorong K---- maka dipereksainjalah orang

disana; saorang perampoean toewa mengchabarkan padanja; da-hoeloe disitoe tjoemah saorang nona sahadja jang mengadjar ber-main piana, tetapi telah satahoen liwat datanglah saorang toewa

ocr page 87

—77—

dengan saorang nona tinggal disitoc; nona itoe sekarang menga-djar anak anak main piana dan ajahnja itoe baharec satoe djoe-maat meninggal doonia, kalau engkan hendak bersoea dengan nona itoe, pergilah sabentar lagi ka koeboeran, tentoe ijapoen da-tang kasana serabahjang, karena salama ajahnja mati tiap tiap had ija pergi kakoeboer ajahnja sembabjaog.

Waktoe djam poekoel 5 sore, betoel datanglah saorang nona bcrgaoen hitam mendapatkan saboeah koeboeran, jang masih lagi baharoe; atasnja ada tertoelis; „Ampoenilali, „ Toekan! Saorang hambamoe J. jang banjak dosa.quot;

Melihat Margaretha datang itoe, Alexanderpoen menangislah, laloe momeloek toenangannja; bertangis tangisanlah mcrikaitoe berdoea laloe poelang karoemahnja.

Sapoeloeh hari kemoedian dari pada itoe pindahlah toean Alexander ka Londen dengan boendanja, baharoclah merikaitoe ka win disana; salamatlah hidoep merikaitoe. Satahoen kemoedian itoe merikaitoepoen beroleh anaklah dan keoentoenganpocn berganda gandalah adanja.

T A M A T.

---^--

ocr page 88

Salah tjitak.

Halaman 49 baris 15 d. b. padan tsahnja pandan. „ 54 „ 13 d. b. bahoeroe „ baharoc. „ 62 „ 1 d. a. benama „ bernama.

ocr page 89
ocr page 90
ocr page 91

wm

'Ml

amp;

■

'M

■'' ■' ■

=4:iasi