IND. STUD, oct.
253
BHOE KidU» BOEKOEIIill
atas orang Mngsa djawa dan lain tiangsa, jang di samaken dengen bangsa djawa
Dl
INDIA NEDERLAND
dengan pengertijan jang ringkas. aken di pake oleh Djaksa-Djaksa, dan Lid-Lid dari Landraad dan dari Raad Sanibang
OLEH
^R. ƒ!. jf. j^-EDEKER
|
President Landraad Dl üemarans. |
. .Vgt; |»ii \' = V ••4:/ sn behpeve van Udétegisóha Studiën aan d* RQks Universiteit ta Utrecht. |
3e DRUK.
G. C. T. VAN DORP amp; Co.
SAMARANG.
1897.
HOEKOïCJVt SIKS-A.
dl tan ah
IND1 A-N EDE RL AN D.
PE N D E H O E LO E WAN.
Adapoen soedah bcbrapa kali ada nicngadoeh dari hal koerang kapandajannja dan lajieknja Lid-Lid dari pesa-mocan Landraad dan pesamoean Raad Sam batig ataiva kocliling, te tap l jatig pertama-tania dari hal koerang ba-jieknja Djaksa-djaksa dari pesamoean itoe.
Maka sring-sring soedah kedjadian oleh toean-toean jang tjerdik, seperti toewan Mr. J. van Gennkp soedah membri pertoendjoekan pertoeloeng kakoerangan itoe, dalani an tar a perkara ini soedah di berandai-andai sa-oransr denman
o o
sa-orang dl dalem Perkoempoelan, bernama Nedcrlandsch-Indische Juristen Verecniging tempo hari Sap toe tanggal li Juli, taoen 1885, sahingga dengan timbangannja toeantoean Mr. A. J. immjnk dan Mr. J. H. Abendanon.
Maka kit a orang soedahlah berpatoetan dengan pertoen-djoekannja toean Mr. im.mi x k, ja ng rn cn im ba ng a ken, boewat membaikan kakoerangan jang terseboet di atas, uiemang baik, djikaloe di boeka Schola Negri, di ma na dia orang, jang nanti di blakang maoe mendapet pangkat L)ja ksa, boleh dapet pengadjaran jang baik.
Bagitoe djoega pada kita orangpoenja kapikiran meniang per toen djoekan nja toean-toean Mr. J. H. Bergsma, F. S. A. de Clercq dan A. O. Burnaby Lautier ter leb eh poedji.
Adapoen aken menggampangken toembook katjerdikannja Djaksa-Djaksa itoe dan Lid-Lid dari pesamoean Landraad dan Raad Sam bang, ia-itoe jang paling perloe di adaken soewatoe boekoe bahasa Melajoe jang ganipang dan Jftttg moewat pengeytijaji Jftitg tiada tt t\'ld loc loeivas duri apa jang tevseboet di dalem Boekoe Kaddzlan hoekoenian boeivat anak negri.
Maka deug an ini kita orang soedah mentjobah boemat menjoekoepi sabolek-bolehnja kakoerangan itoe ; dan kita orang harep ini kita orang avipoenja perboewatan bolch tertrima dengan seneng adanja.
R.
Adapoen sebelomnja kita orang membitjaraken dari Boekoe Hoekoeman atas orang bangsa Djawa dan bangsa jang di sa-maken bangsa Djawa baik aken kita orang menerangken bagi-mana orang Djawa berpikirken dari hoekoem siksa.
Masing-masing orang jang memboewat perkara jang bersala-han dengan hoekoem siksa, atawa jang melalaiken (2) menoeroet bagimana di prentahken oleh hoekoem siksa itoe, memang patoet di hoekoem.
Aken tetapi ada perbedaan dan kalainan jang besar antara perboewatan jang patoet di hoekoem.
Bagitoe „pcntjoerijanquot; di namaken kedjahatan dan memang misti di hoekoem; tetapi perkara „minia-minlajang di hoe koem djoega oleh hoekoem siksa, memang pada jakinnja (3) segala bangsa jang aloes (4) mendjadi hak tabiai (a) dari orang tjelaka jang dengan tiada pentjeharljan (quot;) dan jang tiada bo-leh melepasken saranja sendiri (ï).
Bagitoe terbanjak pengarang dari hoekoem siksa menama-ken „kedjahatanquot; segala perboewatan jang bersalahan dengan hoekoem {rcchl) dan „pelanggaranquot; segala perboewatan atawa kalalajan jang boleh di hoekoem sadja, sebab di prentahken di dalem boekoe hoekoeman (wet).
Bagitoe djoega roekoennja (\'s) Boekoe hoekoeman jang bah-roe dari Negri Wolanda jang di tetapken di dalem taoen
1881 oleh kadoewa madjelis diwan segala wakil orang banjak (^). -- •
(t) Tasdir = Inleiding (van een boek^.
(2j Melalaiken = mengalpakan = nalaten, verzuimen.
(s) Jakin = sangka = overtuiging.
(4) Bangsa Jang aloes = beschaafde natiën.
(s) Hak tabiai = natuurlijk recht.
(si Dengan tiada pentjeharijan = zonder middelen van bestaan.
(7) Melepasken saranja sendiri = tjari pengidoepanja sendiri = in zijn eigen onderhoud voorzien.
(8) Roekoen = beginsel, grondstelling.
(9) Madjelis diwan segala wakil orang banjak = kamers der Staten-Generaal.
II
Maka anak boemi tiada katahoewi melainken antara per-boewatan jang melawan dengan hoekoem [rechi) dengan per-bocwatan jang melawan dengan soerat oendang-oendang (we/)-, dan lagi, djikaloe melihat dia ampoenja soerat oendang-oendang, memang trang jang pada penglihatannja kcdjahatan tiada lain melainken perboewatan jang bersalahan dengan kakajaan atawa jang bersalahan dengan railik dan jang me-wadjibkan orang jang memboewat perkara djahat aken ganti karoegian itoe.
Bagitoe fatsal 25 dari „Kitab Tocpahquot; prentah aken di dalem perkara memboenoeh lebeh dari satoe orang aliwaris-aliwaris misti berseri (\') siapa jang boleh meminta bangoen (2); dan dari sebab itoe pemboenoeh tiada boleh di hoekoem, djikaloe sanak soedaranja orang jang di boenoeh itoe melepas-ken penoedoehan (3).
Lain dari pada itoe [fatsal 8 dari „Nauwlo Pradoioquot; prentah aken siapa mendapet karoegian dari pada penjamoenan (-1) dia misti membri tahoe perkara itoe kapada „Pradotoquot; di dalem ampatpoeloeh hari; dan djikaloe dia tiada mengataken perkara itoe di dalem ampatpoeloeh hari Pradoto tiada boleh trima penoedoehannja.
Fatsal 12 dari „Kiiab Tocpak\'\'\'\' menghoekoemken sadja orang jang menikam soewatoe orang, djikaloe orang itoe mati oleh perboewatan itoe tetapi tiada menghoekoem pembantoenja
Bagitoe orang jang memboenoeh soewatoe orang jang hendak mati (stervende) tiada di hoekoem bagitoe kras, seperti orang jang memboenoeh sa-orang jang segar (gezond).
Lain dari pada itoe ada itoe lagi satoe kitab hoekoem Djawa, bernama „Anger Sepocloehquot; jang menghoekoemken segala ke-djahatan dengan denda; aken tetapi, djikaloe itoe denda tiada di bajarken fatsal 51 dari boelcoe hoekoeman itoe menjiksaken pada jang salah dengan lima ratoes sebat (5).
Adapoen kitab hoekoem Djawa bernama „Nawo/o Pradoto
(!) Berseri = door het lot beslissen.
(2) Bangoen = dijat = bloedprijs (boete voor een manslag).
(3) Melepasken penoedoehan = van de aanklacht afzien.
(4) Penjamoenan = straatroof.
(5) Sebat = riet- of rotanslagen.
Ill
„Angcr Sepoeloehquot;, „Kiiab dan soerat oendang-oendang
dari Negri „ Tjcribon\' tiada menghoekoemken „pentjobaanquot;, sebab perkara itoe sebanjakkalinja tiada bikin karoegiannja lain orang.
Bagitoe djoega soerat oendang-oendang jang terseboet di atas djarang sekali membitjaraken dari perkara „sakoeioe,, (medeplichtigheid); dan tiada menghoekoemken jang sakoetoe, djikaloe dia tiada mendjadiken karoegiannja lain orang; aken tetapi menghoekoemken jang sakoetoe sama djoega seperti orang jang memboewat kedjahatan, djikaloe perboewatannja jang sakoetoe mendjadiken karoegiannja lain orang.
Maka pengertijannja anak boemi dari perkara ,Jgt;entjoerijan, patoet di priksa sendiri-sendiri, sebab kedjahatan ini memang boleh di bilang katjelaan betoel (1) dari bangsa Djawa dan terbanjak perkara, jang di boeroe di hadepan Pengadilan Landraad memang perkara „pentjoerijan, atawa jang tentang betoel dengan itoe kedjahatan ; perkara langgarperijaja dan bikin bodo.
Maka hoekoem siksa atas bangsa Djawa dan bangsa jang di samaken dengan bangsa Djawa misti melakoekan perkara ini dengan perhatijan (-) jang terlebeh di tjinta dan sebrapa bo-lehnja misti toeroet adat poesakanja bangsa itoe aken peri hal pentjocrijan dan aken segala hal-ahoewal jang dari pikirannja anak boemi boleh bikin brat pentjoerijan.
Djikaloe orang priksa soerat oendang-oendang jang belom bagitoe di obahken oleh „Hoekoem Islamquot; dan jangroeng-kap (3) lebeh betoel dan lebeh trang sangkanja jang tegoh (4) dari bangsa Djawa itoe, orang lantas mendapet tahoe aken orang bangsa Djawa, seperti orang benoewa Europa menama-ken „pentjoerijaii\'\' perkara mengambil lain orang ampoenja barang dengan melawan hak dan aken pake barang itoe seperti dia ampoenja milik. Aken tetapi kitab hoekoem Djawa. seperti soerat oendang-oendang dari Negri Tjeribon dan „JVcnuo/o Pradoioquot; menamaken „pcnijoerija?t\'\'\' perkara ambil dengan akal djahat soewatoe barang jang terbawa (5), jang boekan dia
P) Katjelaan betoel = volksondeugd.
(2) Perhatijan = zorg. Perhatijan jang terlebeh di tjinta = met de meeste zorg.
(3) Roengkap = uitdrukken.
(\'\') Sangka jang tegoh = jakin = vaste overtuiging.
(5) Barang jang terbawa = roerende zaken.
IV
ampoenja sendiri (fatsal 3, 4 dan 22 dari kitab Nawolo Pra-doto. Tijdschr. III. p. 143.)
Boepati dari Negri Koedoes menjeboet toedjoehblas roepa perkara pentjoerijan.
Adapoen kitab, bernama Afigger Pradoio menamaken „malingquot; siapa jang mendapet soewatoe barang dan jang tiada kasieh kombali barang itoe kapada jang ampoenja barang itoe.
Maka di Poeloe Sumatra di kataken maling, djikaloe orang arabil soewatoe barang dari satoe tempat simpenan; dan di kataken tjoeri, djikaloe orang mengambil soewatoe barang, jang tiada di simpen di dalem tempat simpenan.
Adapoen boekoe hoekoeman Djawa djoega tiada melainken dengan betoel antara pentjoerijan dengan kedjahatan langgar perijaja, atawa dengan kedjahatan bikin glap barang (verduistering).
Bagitoe soerat oendang-oendang dari Negri Tjeribon menamaken maling, siapa jang tiada trimaken kombali kapada jang ampoenja barang-barang jang dia soedah taoe pindjem (Tijdschr. III. p. 137.)
Bagitoe djoega di poeloe Sumatra perkara palsoe di dalem soerat hoetang di samaken dengan pentjoerijan (I. W. 386).
Perkara jang pada sangkanja orang bangsa Djawa membikin brat pentjoerijan:
ie. Djikaloe mentjoeri waktoe malem;
2e. Djikaloe mentjoeri dengan paksa, atawa dengan poekoel mati orang;
3e. Djikaloe mentjoeri koeda, binatang moewatan, binatang penarik, kerbo, sapi atawa kambing di tempat pangongan; atawa padi jang soedah teriket; atawa barang jang ampoenja kapala-kapala;
4e Djikaloe mentjoeri di dalem kampong atawa di dalem desa;
5e. Djikaloe mentjoeri di dalem roemah, jang di tempatti orang (bewoond huis).
Aken tetapi djarang peri hal bikin piijah barang di seboet-ken mendjadi perkara kebratan.
Sebab apa sekarang orang isi negara di bawa aken mem-boewat kedjahatan ?
V
Djikaloe kita orang melihat soerat-soerat pemberitaan (1) da ri perhimpoenan madjelis hoekoem (2) di dalem perkara kri-mineel, kita orang mendapet, aken pembalesan (3) terbanjak kali mendjadi sebabnja anak boemi memboewat kedjahatan.
Bagito^ satoe orang lelaki poekoel mati satoe orang peram-poewan, sebab itoe perampoewan menjentak (-1) dia poenja badjoe; dan orang lelaki itoe berasa perkara itoe mendjadi bentjana (5) jang besar (1. AV, 242.)
Maka lain orang soeroeh memboenoeh dia poenja soedara, sebab ini soedah mendjoewal soewatoe pohon jang mendjadi poesaka atsal dari dia orang poenja bapa (I. W. 253.)
Adapoen lain orang lagi menoekasi (6) pada satoe orang, jang tiada bersalah, dengan pentjoerijan, sebab orang itoe tiada kasieh kombali bras, jang dia soedah pindjem dehoeloe (_!, W. 106.)
Maka Iain orang lagi membakar dengan sengadja roemahnja loerahnja, sebab loerah itoe mendawa pada orang itoe sebab dia tiada maoe toeroet prentahnja loerah itoe.
Adapoen lain dari pada itoe ada seriboe perkara lebeh jang bagitoe roepa.
Maka sebabnja jang lain jang membawa djoega pada anak boemi aken memboewat kadjahatan memang tachajoel (\') dan „lobaquot; (8) dan „kemaloewanquot; (9).
Maka orang Djawa ketjil gampang dan lekas boleh di bikin maloe; dan djikaloe dia maloe sring-sring dia memboewat kedjahatan sebab takoet sekali dia di tertawai.
Bagitoe orang atsal dari poeloe Mendoera lekas marah. Pada perasaannja orang perampoewan jang keroetoet (10) patoet di tertawaken; maka sebab itoe orang perampoewan jang pin-
VI
tjang atawa jang ada soewatoe tjela badan (1) jang lain soekar i-) sekali maoe di kawinken.
Bagitoe satoe orang lelaki soedah memboentingken soewatoe orang perampoewan jang pitjang dan sanak soedaranja orang perampoewan itoe meringgik-ringgik (3), aken orang lelaki itoe hendak di berinja beristeri pada orang perampoewan itoe; te-tapi tiada djoega dia maoe, sebab dia takoet di olok-olok (-1) oleh orang sadoesoenja; dan lantas dia menentoeken aken memboenoeh sadja kendaknja.
Djikaloe kita orang timbang sekarang segala semoewa jang soedah terseboet di atas dan menanding (5) itoe dengan boekoe kaadilan hoekoeman, memang trang dengan njata aken iang mengadaken hoekoem oendang (G) itoe tiada ingat sekali adat poesakanja orang Djawa dan bangsa jang di samaken dengan bangsa Djawa.
Adapoen sekarang kemoedian dari pada ini kita orang maoe membitjaraken dari Boekoe kaadilan hoekoeman atas bangsa Djawa dan bangsa jang di samaken dengan bangsa Djawa.
i1) Tjela badan = tjela toeboch = lichaamsgebrek.
(-) Soekar — moesjkil = soesah = bezwaarlijk.
(,3) Meringgik-ringgik = op iets aandringen b. v. tot het aangaan van een huwelijk.
(4) Mengolok-olok = menjindirken = bespotten.
(ƒgt;) Menanding = vergelijken.
(5) Jang mengadaken hoekoem oendang = wetgever.
VII
IS1NJA MI BOEKOE SATOE-SATOENJi.
Moeka.
BOEKOE JANG PERTAMA.
Perkara kedjahatan dan pelanggaran dan hoe-
koemannja sekalian.
GELARAN JANG PERTAMA.
Perkara kedjahatan dan pelanggaran dan pentjobaan jang bolih di hoekoem. .....................i.
GELARAN JANG KA-DOEWA.
Perkara hoekoeman sekalian..................7.
GELARAN JANG KA-TIGA.
Perkara hoekoeman sendiri-sendirinja............12.
GELARAN JANG KA-AMPAT.
Perkara memboewat kedjahatan lebih dari satoe kali. 18.
GELARAN JANG KA-LIMA.
Perkara sckoetoe, atawa tjampoer di dalem kesalahan. 19.
GELARAN JANG KA-ANEM.
Perkara jang tiada boieh di salahken, dan jang me-
•epasken, dan èntèngken kesalahan....... 24^
Prentah pengabisan............ 29.
VIII
BOEKOE JANG KADOEWA.
Perkara kedjahatan dan pelanggaran satoe-satoenja.
GELARA.N JANG PERTAMA.
Kedjahatan dan pelanggaran atas perkara sekalian.
BAB JANG PERTAMA.
Kedjahatan jang meroesakken kasenangan di India-Nederland.
BAGIAN JANG PERTAMA.
Moeka.
Kedjahatan jang meroesakken kasenangan di loewar India-Nederland............................31.
BAGIAN JANG KA-DOEWA.
Kedjahatan jang meroesakken kasenangan di dalem India-Nederland............................39-
BAGIAN JANG KA-TIGA.,
Memboeka dan tiada memboeka kedjahatan jang meroesakken kasenangan di loewar dan di dalem In-dia-Nederland............... 47.
BAB JANG KA-DOEWA.
Kedjahatan dan pelanggaran atas atoeran perkara jang soedah tetap.
BAGIAN JANG PERTAMA.
Kedjahatan perkara djalanken hak pilih..........49.
BAGIAN JANG KA-DOEWA.
Perboewatan jang meroesakken kelakoewan jang mar-dika.................. 52.
BAGIAN JANG KA-TIGA.
Moefakatnja priaji-priaji jang oemoem..........5,7.
BAGIAN JANG KA-AMPAT.
Perkara priaji jang djalanken prentah dan priaji pe-ngadilan, djikaloe ambil koewasa jang boekan koewa sanja....................................58.
Prentah pengabisannja Bab ini................59.
IX
It A li JANG KA-Tltti
Kedjahatan dan pelanggaran jang meroesakken kasena-ngan jang oemoem.
BAGIAN JANG PERTAMA.
Perkara palsoe.
Moeka.
§ i. Oewang palsoe............ 61.
„ 2. Perkara tiroe zegel dan oewang kertas, dan soerat oetang jang oemoem, dan tjap-oedjian,
atawa tjap-kertas, dan tjap-koempeni, dan lain-lainnja............... 68.
„ 3. Perkara palsoe di dalem soerat jang sah, dan di dalem soerat-soerat dagangan, dan dalem soerat-soerat Bank........... 73.
„ 4. Perkara palsoe di dalem soerat-soerat di bawah
tangan............... 81.
„ 5. Perkara palsoe di dalem soerat-pas, dan soe-
rat-prentah djalan, dan soerat tanda tangan . . 82.
Prentah pengabisan Bagian ini........ 87.
BAGIAN JANG KA-DOEWA.
Perkara kedjahatan dan pelanggaran jang- di boe-wat oleb priaji-priaji jang oemoem, koetika djalanken pekerdjaannja............... 88.
§. i. Perkara bikin glap barang oleb priaji jang
oemoem jang misti trima atawa simpen . . . 88.
„ 2. Perkara penganiajaan, atawa knevelarij . . . 92.
„ 3. Perkara orang jang tjampoer dalem perkara-per-kara, atawa dalem perboewatan dagang, jang tiada boleb di koempoelken dengan pekerdjaannja . 95.
4. Perkara sorok............ 96.
„ 5. Perkara langgar kakoewasaan....... 102.
„ 6. Perkara djalanken kakoewasaan jang oemoem, sebelomnja dapet, atawa sasoedabnja ilang koe-wasanja.............. 108.
Prentab pengabisan dari bagian ini....... 109.
X
BAGIAN JANG KA-TIGA.
Perkara meroesakken atoeran jang oemoem oleh Padki
atawa pandita waktoe djalanken pekerdjaannja.
Moeka
Dari perkara kira-kira jang salah atawa tjela, atawa dari pengasoetan melawan pamrentah jang oemoem,
waktoe bitjara mengadjar di hadepan orang banjak. . 112.
BAGIAN JANG KA-AMPAT
Pelawanan doerhaka dan lain-lain kakoerangan kapa-
da pamrentah jang oemoem.
§. i. Pelawanan atawa doerhaka........ 114.
„ 2. Perkara membri maloe dan bikin aniajakapada pamrentahan jang oemoem dan kapada kakoe-wasaan jang oemoem....... . . 119.
„ 3. Perkara tiada maoe djalanken pekerdjaan jang
sah, jang misti di djalanken............126.
„ 4. Perkara larinja orang toetoepan, dan semboe-
niken orang jang boewat kedjahatan .... 127,
„ 5. Perkara bikin pitjah tjap atawa zegel dan me-ngambil soerat-soerat dari tempat simpenan jang oemoem............ 135-
„ 6. Perkara bikin roesak tanda-tanda peringatan. 139.
„ 7. Perkara pake gelaran, atawa pekerdjaan dengan
koewasanja sendiri........... 14°
„ 8. Perkara ganggoe orang jang djalanken aga-
manja............... I42-
BAGIAN JANG KA-LIMA.
Perkara pelanggaran orang djahat, dan
orang melantjong, dan orang minta-minta.
§. i. Perkoempoelan orang djahat....... 145-
„ 2. Perkara pelantjongan dan minta-minta . . . 147-
BAGIAN JANG KA-ANEM.
Perkara adoe-adoe orang boewat kedjahatan di dalem perkoempoelan jang halal dan oemoem .... i50-
XI
Moexa.
GALA.RAN JANG KA-DOEWA.
Perkara kedjahatan dan pelanggaran atas orang satoe-satoenja.
BAB JANG PERTAMA.
Kedjahatan dan pelanggaran atas orang-orang. BAGIAN JANG PERTAMA.
Perkara poekoelan mati dan lain kedjahatan atas kahidoepan orang dan antjam-antjam dari kaniatan jang djahat atas orang. §. I. Perkara poekoel mati, dan boenoeh, dan boe-
noeh bapa dan boenoeh anak dan peratjoenan. 152. „ 2. Perkara antjam-antjam......... 162.
BAGIAN JANG KA-DOEWA.
Perkara meloekaken dan memoekoel dengan senga-dja, dan lain-lain kedjahatan dengan sengadja. . . . 163. BAGIAN JANG KA-TIGA.
Perkara bikin mati orang tiada dengan sengadja, dan meloekaken dan memoekoel tiada dengan sengadja; dan kedjahatan jang boleh dl ampoeni, dan perkara jang kedjahatan tiada boleh dl ampoeni, dan poekoel mati, bikin loeka dan poekoel, jang tiada boleh dl hoekoem.
§. i. Perkara bikin mati orang tiada dengan sengadja, dan meloekaken dan memoekoel tiada
tiada dengan sengadja........ i^o.
„ 2. Perkara kedjahatan jang boleh di ampoeni dan
perkara kedjahatan jang tiada boleh di ampoeni. 172. „ 3. Perkara poekoel mati dan meloekaken dan
memoekoel jang tiada boleh di hoekoem . . 176. BAGIAN JANG KA-AMPAT.
Perkara meroesakken kelakoewan jang baik. ... 178.
BAGIAN JANG KA-LIMA.
Perkara tangkep orang tiada dengan sah, dan me nahan orang tiada dengan sah.........
XI
Moeka.
BAGIAN JANG KA-ANEM.
Kedjahatan-kedjahatan jang baik aken menegahken atawa menijadaken ketrangan dari asalnja dan pen ka-üdadnnja satoe anak, atawa aken kcna behaja kacidadnnja ; dan melanken orang jang beloni akal balighr; dan langgar peratoeran taneman orang mati.
T
1. Kedjahatan-kedjahatan atas anak . . • • •
2. Perkara melariken orang jang belom akalbahghr. 194-
3. Perkara melanggar peratoeran tanem orang mati. i97_
BAGIAN JANG KA-TOEDJOEH.
Perkara saksie palsoe, fitnah, tjelah, dan bikin maloe dan
lain-lainnja, dan perkara memboekaken rahasija.
. . , 200.
1. Perkara saksie palsoe...... \\ \\ \'
2. Fitnah, tjelah, dan bikin maloe dan lain-lainnja.
3. Perkara memboekaken rahasija...... 217-
bab jang ka-doewa
Kedjahatan dan pelanggaran atas méhk.
BAGIAN JANG PERTAMA.
219.
Pentjoerijan.............
BAGIAN JANG KA-DOEWA.
Kedjahatan jang terboewat tempo djatoehnja atawa bangkroetnja orang berdagang. dan tempo brentiken ^
bajaran..............
BAGIAN JANG KA-TIGA.
Bikin bodo, dan stellionaat dan lain-lain
roepa tipoean.
1. Bikin bodo dan stellionaat.......
„ 2. Langgar pertjaja....... • • quot; ;
t,. Blie, pegang gade, simpen atawa tnma, kendati apa djoega namanja, dari barang-barang jang djadi toeroetannja selangkap pakajan atawa ^
sendjata orang militair.........
XIII
Moeka.
Pelanggaran dari prentah-prentah atas roemah main, clan mainan loterij, dan roemah gadean. 264. Perkara menjoekarken orang ampoenja tawa-
ran................ 267
Perkara meroesakken peratoeran perkara pa berik, dan pernijagaan, dan ilmoe .... 267. Kedjahatan dari rakanan, atawa lengganan
(leveranciers)............ 273.
BAGIAN JANG KA AMPAT.
§■, 4-.. 5-,, 6.
7-
|
Perkara meroesakken, dan membinasaken m |
eliknja | |
|
lain orang dengan sengadja....... |
275- | |
|
Prentah pen£;abisan dari Bab ini . . . . |
293- | |
|
Prentah pengabisan dari Boekoe Hoekoeman |
ini |
293- |
|
Prentah pergantian, atawa kaöbahan . . |
295- | |
|
Hoeboengan ........... |
301\' | |
|
A. Toeladan dari soerat dakwa..... |
303- | |
|
B. Toeladan dari soerat sita....... |
305- |
Boekoe kaadilan hoekoeman
A/TAS liV.NUSA D.I A W A DAN LAIN BASGSA JANG 1)1 SAMAREN DENG AN 1ÏANGSA DJAWA
Dl
I \\ I» I V-\\ K it i: It I, A V HI.
BOEKOE JANG PERT AM A
Perkara kedjahuUin dan polanggaran dan lioekoemaniija sekalian.
GELARAN JANG PERTAA^A.
Perkara kedjahatau dan pclanggaran dan pentjobadu Jang bolih di hockoem.
FATSAL i.
Jang di namaken pelanggaran, ja-itoe : djikaloe memboewat barang jang di larang di dalem Peratoeran besar dan ketjil dari Policie, atawa siapa jang tiada menoeroet itoe peratoeran; siapa jang memboewat kasalahan, jang di larang di dalem Peratoeran dari pada kahasilan negri dan dari pada pak-pak dengan ada hoekoemannja, jang tiada lebeh brat dari pekerdjadn paksa fiada dengan rante, dan dari den da oewang di djatoehken sama sekali, atawa sendiri-sendiri, dengan merampas barang, atawa iiada
dengan merampas barang; siapa jang memboewat kesalahan jang di larang di dalem lain Peratoeran besar dengan ada hoe-koemannja jang tiada lebeh brat dari pada kerdja pekerdjadn negri dengan dapet makan, iiada dengan ba jar an, dan dari denda oewang di djatoehken sama sekali, atawa sendiri-sendiri, dengan merampas barang atawa tiada dengan merampas barang; atawa siapa jang tiada memboewat jang di printahken di dalem per-atoeran-peratoeran jang terseboet di atas.
Maka di dalem perkara pelanggaran jang boleh di hoekoem tiada teritoeng hoekoem toetoep, (lijfsdwang) jang di djalanken djikaloe orang tiada bajar denda, menoeroet bagimana peratoeran dari pada itoe perkara.
Djadi jang di namaken kedjahatan segala perboewatan jang temtoe djabat dan jang di boewat dengan sengadja (opzet; dolus) dan jang misti di hoekoem dengan hoekoeman crimineel; maka jang di namaken pelanggaran jang di hoekoem dengan hoekoeman politie, dan jang sendirinja tiada bersalah, tetapi jang di hoekoem dari sebab kemaoe-wannja jang maha koewasa; djadi pentjoerijan tentoe salah, djoega djikaloe tiada ada boekoe kaadilan hoekoeman; tetapi orang jang tempoe malem djalan di djalan besar tiada berpake api sendirinja tiada bersalah ; tjoema di hoekoem sebab dari prentahnja toewan besar Resident, aken di bikin ilang pentjoerijan-tjoerijan.
Djadi orang tiada bolch di bilang memboewat soevvatoe kedjahatan, djikaloe tiada memboewat itoe kedjahatan dengan sengadja {opzet, dolus).
Kedjahatan djoega di bagi:
ie. Kedjahatan jang oemoem {geinccnscJiappelijke, com-munia) dan:
2e. Kedjahatan jang istimewa {bijzondere, speciale, propria). Jang di namaken kedjahatan jang oemoem, ja-itoe : jang boleh terboewat pada segala orang; tetapi
3
kedjahatan jang istimewa, ja-itoe: jang di boewat pada soewatoe matjem orang orang, seperti pada Militair, atawa pada Priaji-priaji.
Bagitoe kedjahatan di bilang soedah kedjadian, atawa tiada kedjadian; tetapi telah moelai tjoba memboewat soewatoe kedjahatan, ja-itoe di namaken pentjobaan (fat-sal 3 B. K. H.) (i).
Ada jang terseboet di dalem fatsal I, itoe di poengoet dan di ambil dari peratoeran di dalem Staatsblad 1848 No. 6.
Djadi jang di namaken pelanggaran, djikaloe orang memboewat, atawa tiada memboewat barang jang di larang atawa jang di soeroe memboewat dengan ada hoekoe-mannja.
ie. Di dalem peratoeran besar dan ketjil dari pada politie.
2e. Di dalem peratoeran dari pada kahasilan negri dan dari pada pak-pak; dan
3e. Di dalem lain peratoeran besar.
Maka fatsal 1 ini membilang jang di namaken pelanggaran, ja-itoe: perboewatan jang di hoekoem dengan hoe-koeman jang tiada lebeh brat dari pada kerdja paksa tiada dengan rantc dan denda oezvang, di djatohkcn sama sekali, atawa sendiri, dengan merampas barang atawa tiada dengan merampas barang, dan iagi perboewatan jang hoekocman-nja tiada lebeh brat dari pada kerdja pekerdjaan negri dengan dapet viakan, tetapi tiada dengan hajaran, dan tiada lebeh brat dari pada denda oewang.
Aken tetapi tiada membitjaraken dari perboewatan, jang di hoekoem sadja dengan merampas barang. Tetapi Raad van Justitie di Batawie dan lagi Hoog Gerechtshof soedah poetoes dan soedah temtoeken itoe kasalahan misti di namaken pelanggaran djoega. (I. W. 665).
(1) B. Aquot;. H. maoe bilang Boekoe Kaitdilan Hoekoeman.
4
Maka sring-sring di tanjak apa orang jang memboewat pelanggaran misti memboewat itoe dengan sengadja.
Maka saja poenja pendapettan, menoeroet poetoesanja Hof bcsar di Batawie, tiada perloe aken orang jang memboewat pelanggaran, boewat itoe dengan sengadja; djadi siapa jang memboewat pelanggaran tiada dengan sengadja, atawa siapa jang memboewat pelanggaran, jang dia tiada taoe sekali, itoe di namaken pelanggaran, ja-itoe misti di hoekoem djoega (Arr. H. G. 3 Juli 1873. Tijdschrift XXXIII 211).
FATS AL 2.
Jang di namaken kedjahatan, ja-itoe; djikaloe memboewat soewatoe barang (kesalahan), jang di larang di dalem peratoeran besar dengan ada hoekoemannja, dan jang tiada termasoek di dalem katrangannja pelanggaran ; atawa djikaloe tiada memboewat soewatoe barang jang di prentahken di dalem peratoeran besar dengan ada hoekoemannja dan jang tiada termasoek di dalem ketrangannja pelanggaran.
Fatsal ini sama djoega fatsal 2 dari boekoe strafwet Blanda.
Di dalem ini fatsal di bilang segala kesalahan jang tiada termasoek di dalem katrangannja pelanggaran, di namaken kedjahatan.
FATSAL 3.
Djikaloe orang telah moelai tjoba memboewat soewatoe kedjahatan jang telah kaliatan tandanja dan djikaloe hoekoemannja lebeh brat dari pada pakerdjaan paksa tiada dengan rante dan djikaloe pentjobaan itoe tertahan, atawa tiada kedjadian, kerna dari sebab jang kaget-kaget datengnja, atawa kerna dari sebab jang boekan kamaoewannja orang, jang memboewat itoe;
5
maka dia misti di hoekoem dengan hoekoeman jang koerang bratnja dari pada hoekoeman orang, jang boewat kedjahatan itoe; tetapi bagian jang pengabisan dari pada fatsal ini dada termasoek itoeng dalem perkara itoe.
Adapoen prentah ini tiada di djalanken atas denda dan atas tambahan hoekoeman jang di djalanken atas pentjobaan dan atas perboewatan.
Djikaloe kedjahatannja misti di hoekoem kerdja paksa dengan rante, jang terseboet di dalem fatsal 5 No. 4, maka pentjobaan-nja misti di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ranie dari sa toe sampe lima taoen.
Fatsal ini berkata dari pentjobaan memboewat soewatoe kedjahatan dan dari hoekoemannja; tetapi tiada bilang, kapan itoe pentjobaan moelai dan kapan soedah djadi kedjahatan.
Jang di namaken pentjobaan, ja-itoe; soewatoe perboewatan djahat, jang soedah moelai djadi, jang tclah kaliatan tandanja; tetapi jang tiada kedjadian, kerna dari sebab jang boekan kemaoewannja orang, jang maoe memboewat itoe kedjahatan.
Adapoon tiada sampe, djikaloe orang soedah inget dan maoe boewat soewatoe kedjahatan; tetapi itoe kedjahatan misti telah moelai. Bagitoe djikaloe orang soedah bli pe-dang, atawa Iain barang tadjem dengan inget dia maoe memboenoeh lain orang dan dia soedah semboeni sendiri, boewat toenggoe kadatengnja itoe orang jang dia maoe bocnoeh, dan lagi itoe orang jang maoe di boenoeh tiada ada dateng, itoe tiada termasoek di bilang pertjobaan.
Bagitoe djoega, siapa jang dengan panas hati mentjaboet dia poenja kris sadja, tiada boleh di bilang salah pentjobaan boewat memboenoeh atawa meloekai orang. Lain dari pada itoe betoel jang di namaken pentjobaan, djikaloe orang maling soedah masoek di dalem lain orang poe-
6
nja roemah, dengan dia soedah tergali tanahnja di bawah pagar roemah, atavva djikaloe dia soedah boeka dan potong talinja pintoe atawa pagar-pagar dari itoe roemah, dan soedah masoek di dalem roemah dengan inget dia maoe mentjoeri, apa jang bisa terdapet di dalem roemah; teta-pi tiada kedjadian dia mentjoeri, sebab jang poenja roemah soedah bangoen dan maling soedah lari, sakbelomnja dia angkat barang apa-apa.
Kesalahan pentjobaan misti di priksa pada hakim, jang misti priksa dan poetoesken kedjahatan sendiri.
F ATS AL 4.
Adapoen pentjobaan langgar peratoeran besar dan ketjil dari pada politie tiada boleh di hoekoem.
Djikaloe orang tjoba membikin salah perkara pelanggaran jang terseboet di dalem fatsal 1 dan tjoba membikin salah perkara kedjahatan jang hoekoemannja tiada lebeh brat dari ker-dja paksa tiada dengan ranie, maka itoe boleh di hoekoem di dalem perkara jang memang di tamtoeken boleh di hoekoem, djikaloe perkara itoe pentjobaan ada tjoekoep, bagimana jang di trangken di dalem bagian jang pertama dari pada fatsal 3.
Djikaloe ada perkaranja jang boleh di hoekoem, maka hoekoemannja same djoega seperti hoekoem atas perboewatan, djikaloe tiada di prentahken lain roepa, atawa djikaloe perboewa-tannja jang telah tjoekoep, misti di hoekoem dengan kerdja paksa tiada dengan rante, maka pentjobaannja jang boleh di hoekoem misti di kenaken hoekoeman jang di koerangi dengan satoe bagian dari tiga.
Ini fatsal seperti fatsal 4 dari boekoe hoekoeman Wo-landa. Pentjobaan langgar peratoeran dari pada politic tiada boleh di hoekoem; tetapi pentjobaan langgar peratoeran lain boleh di hoekoem, djikaloe di prentahken
7
pada boekoe kaadilan hoekoeman; tetapi pentjobaan itoe tiada boleh di hoekoem, sebab di dalem Staatsblad atawa boekoe kaadilan hockoeman; tiada di tamtocken itoe perkara boleh di hoekoem.
Djoega siapa jang tjoba memboewat kedjahatan, jang hoekoemannja tiada lebeh brat dari kerdja paksa tiada dengan ran te, tiada boleh di hoekoem, djikaloe tiada di tamtoeken di dalem boekoe wet.
Di dalem fatsal 17S, 304, 305 dan 317, dari boekoe hoekoeman atas bangsa djawa pentjobaan kedjahatan di tamtoeken misti di hoekoem.
GELAKAN JANG KA DOK WA.
Perkara boekoeinan sekalian.
FATSAL 5.
Hoekoeman-hoekoeman atas kedjahatan dan pelanggaran ja-itoe bagimana di bawah ini:
ie. Hoekoeman niati;
2e, Pekerdjaan paksa dengan rante dari lima sampe doewa poeloeh taoen;
3e. Pekerdjaan paksa dengan rante dari lima sampe limablas taoen;
4e. Pekerdjaan pak^a dengan rante dari lima sampe sepoeloeh taoen;
5e. Pekerdjaan paksa tiada dengan rante lama-lamanja lima taoen; tetapi misti toeroet djoega prentah jang ketjil-ketjil dari pada hoekoeman jang lebeh lama.
6e. Bekerdja di pekerdjaan negri dengan dapet makan tetapi tiada dengan dapet bajaran lama-lamanja tiga boelan;
7e. Hoekoeman toetoep lama-lamanja delapan hari;
8e. Denda.
8
Hockocman-hoekoeman jang terseboet di dalem ini fat-sal djoega menoeroet boekoe hoekoeman Wolanda. Aken ganti hoekoeman iuchthtiis, di ganti kcrdja paksa dengan ran te, dan aken ganti hoekoeman toctoep {gevangenis straf) di ganti kerdja paksa iiada dengan ran te.
ie. Timbang-menimbang hal sring-sring djadi di negri Djawa, aken saksi-saksi tiada boleh di pertjaja dia poenja atoeran, sebab atocranja falsoe; sring-sring djoega djadi saksi-saksi dapet pengadjaran dari goeroe boewat kassi atoeran bcgini atawa begitoe, djadi sring-sring mendjadi-ken pesakitan di hoekoem mati dan djoega di gantong, kendati dia tiada ada salah. Hagitoe pendapetnja fokaha banjak hoekoem mali misti di angkat dari boekoe hoekoeman dan misti di ganti dengan hoekoeman lain.
2e. Bagitoe djoega hoekoeman kerdja paksa dengan ran te sebab di negri-negri panas itoe rante atawa jang terbilang lebeh baik kalong jang itoe orang hoekoeman misti terpake terlaloe brat. Tetapi lain dari itoe saja kira itoe hoekoeman gampang boleh di ganti dengan kerdja paksa tiada dengan rante tiada lebeh dari doewa poeloeh taoen dan menoeroet boekoe hoekoeman baroe di negri Wolanda tjoema seboet hoekoeman jang paling brat dengan kasi koewasa kapada hakim boewat hoekoem bagi-mana pendapetannja.
FATS AL 6.
Adapoen di dalem perkara jang telah di temtoeken, maka tambahan hoekoeman boleh di djatoehken sama-sama dengan satoe atawa lebeh dari hoekoeman-hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal di moeka itoe, maka jang di kata tambahan hoekoeman itoe ja-itoe seperti di bawah ini:
ie. Di tjaboet dari pada hak (koéwasa) dan koewasaan jang temtoe, tetapi misti toeroet prentah jang ketjil-ketjil dari pada lamanja, maka temponja dari lima sampe sepoeloeh taoen.
2 e. Ram pas barangnja kedjahatan atawa pelanggaran, atawa apa jang kaloewar dari dalem kedjahatan, atawa dari dalem
9
pelanggaran, atawa rampas isarat-isarat dan bekakas jang telah di pake aken memboewat kesalahan, atawa pelanggaran itoe, djikaloe barang itoe poenjaknja orang jang terhoekoem.
FATSAL 7.
Lain dari ])ada prentah No. 2 dari pada fatsal jang di atas itoe, maka di dalem poetoesan boleh di prentahken, sopaja bekakas atawa lain barang jang telah di boewat, atawa telali di betoel-ken, atawa telah di pake aken boewat satoe kedjahatan boleh di ilangken, atawa boleh di bikin roesak, djanganlah boleh di pake lagi kendati pesakitan di lepas, maka di dalem soerat poetoesannja boleh di prentahken djoega bagimana di atas dari perkara barang-barang itoe.
Di sini djoega jang mengadakcn hoekoem oendang-ocndang menoeroct boekoe hoekocman Wolanda fatsal 6 dan 7.
Hoekoeman tambahan fatsal 6 No. 1, tiada pcrloe se-kali sebab orang djawa jang ketjil tiada sekali menloe-lijaken hak djadi orang isi negri.
FATSAL 8.
Adapoen orang djawa atawa bangsa sebrang jang besar pang-katnja atawa asalnja, jang termasoek di dalem boeninja soerat besluit dari pada Baginda Radja pada hari 3 boelan November taoen 1866 No. 73, (Staatsblad India taoen 1867 No. 10), djikaloe misti kena hoekoeman kerdja paksa dengan rante, atawa tiada dengan rante, maka hoekoeman itoe boleh di ganti dengan boewang ka soewatoe tempat boewangan.
Djikaloe hoekoeman ini di kenaken mendjadi gantinja kerdja paksa dengan rante maka jang djalanken kaadilan hendaklah seboetken dengan trang di dalem soerat poetoesannja.
Djikaloe orang ketjil kena hoekoeman kerdja pekerdjaan negri dengan dapet makan, tetapi tiada dengan dapet bajaran.
IO
niaka orang-orang jang terseboet ili dalem fatsal ini misti di hoekoera toetoc[) jang sama lamanja.
Adapoen atoeran ini baik orang jang bangsawan (\') tia-da boleh di hoekoem seperti orang seinbarang (-). Bagi-toe djoega Hof besar di Betawi soedah poétoes fatsal ini misti di tocroeti, djikaloe priaji soedah brenti, tiada ada pangkat lagi. Toewan besar Gocbernoer Djendral sadja jang bcrkoewasa pilih tempat bocwangan. Itoe tempat boewangan memang misti di pilih di dalem negri India. Alinea No. 2 dari fatsal ini seboet, djikaloe hoekoeman boewang mendjadi gantinja kerdja paksa dengan rante, itoe misti di seboetken di dalem vonnis, sebab siapa da-pet hoekocman kerdja paksa dengan rante djadi orang kedji; bagitoe djoega orang jang bangsawan, atawa priaji jang besar jang di hoekoem di boewang di tampat boewangan, mendjadi gantinja kerdja paksa dengan rante djoega djadi orang kedji.
FATSAL 9.
Di dalem perkara jang misti kena hoekoeman kerdja paksa dengan rante menoeroet bagimana hoekoem oendang-oendang, maka djikaloe orang perampoewan, misti di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante.
Djikaloe kedjadian jang demikian itoe, maka jang djalanken kaadilan hendaklah seboetken dengan trang di dalem soerat poetoesannja bahwa pekerdjaan paksa tiada dengan rante mendjadi ganti hoekoeman kerdja paksa dengan rante.
|
orang berbangsa = iemand van hooge een gewoon mensch. |
11
Di sini djoega jang mengadaken hoekoem oendang-oendang kassian sama orang perampoewan, dan tiada kassih orang perampoewan dapet pekerdjaan paksa dengan rante, tetapi seperti soedah di seboct di dalam fatsal 8 orang perampoewan mendjadi orang kedji djoega, djikaloc hoekoeman kerdja paksa tiada dengan rante mendjadiken ganti pakcrdjaan paksa dengan rante.
Lain dari itoe orang perampoewan jang bangsawan tiada boleh dapet hoekocman kerdja paksa, tetapi seperti orang laki bangsawan misti di boewang di tempat boewangan.
FATSAL id.
Adapoen orang jang di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante tiada lebeh dari satoe taoen lamanja, atawa barang siapa jang di hoekoem kerdja pekerdjaan negri dengan dapet makan tiada dengan bajaran, misti djalani hoekoeman-hoekoeman itoe di mana dia di hoekoem.
Ini atoeran baik, sebab pesakitan jang di hoekoem pekerdjaan paksa tiada dengan rante tiada lebeh dari satoe taoen lamanja, tiada boleh teritoeng orang ter-laloe djahat. Mendjadi, sebab itoe orang pesakitan ada anak bini di tempat, di mana dia di hoekoem, itoe hoe-koeman maoe djadi lebeh brat, djikaloe dia di boewang ka-lain negri.
Lain dari itoe djoega baik, sebab begitoe selamanja di kotta ada orang hoekoeman, boewat kerdja pekerdjaan negri jang ada.
FATSAL ii.
Djikaloe ada perkara jang di kenaken hoekoeman toetoep lamanja lebeh dari delapan hari, menoeroet bagimana peratoeran besar, maka djikaloe orang djawa dan orang bangsa sebrang
12
maka hoekoemannja itoe misti ili obahken mendjadi kerdja pe-kerdjaan negri dengan dapet makan tiada dengan bajaran; atawa djikaloe ada perkara jang misti di kenaken hoekoeman toetocp lamanja lebeh dari tiga boelan, maka djikaloe orang djawa dan bangsa sebrang, maka hoekoeman itoe misti di obahken mendjadi kerdja paksa tiada dengan ranté.
Dari sebabnja hoekoeman toetoep Icbch dari delapan hari di obahken mendjadi kerdja pekerdjaan negri, atawa kerdja paksa tiada dengan ran te, itoe sebab di negri panas seperti di sini tiada baik sekali, djikaloe orang di toetoep terlaloe lama, tiada boleh napas di loewar.
GELAKAK JANG KAT1GA.
Perkara hookoeman sendiri-sendirinja.
FATSAL i2,
Adapoen hoekoeinan maii di djalanken oleh algodjo di soe-watoe tempat jang tinggi; dan barang siapa jang kena hoe koeman itoe di taroek tali di lèhèrnja dan tali itoe teriket di gantoengan, dan papan di bawah kakinja lantas di lepas.
Adapoen jang soedah di seboetken di bawah fatsal 5 No. 1 hoekoeman mati lebeh baik di angkat dari boekoe hoekoeman dan di ganti dengan kerdja paksa dengan ran te atawa tiada dengan rantc; tetapi lain dari sebabnja itoe ada sebab jang lain, ja-itoe; sebab djikaloe priksa bockoe register dari orang pesakitan jang soedah dapet hoekoeman mati kelihatan tjoema sedikit.
13
Adapoen djikaloe hoekoeman mati misti di djalanken, lebeh baik pesakitan jang dapet hoekoeman itoe djangan di gantong, sebab orang djawa tiada begitoe takoet hoekoeman itoe; lebeh baik hoekoeman mati di melakoeken seperti di negri Frankrijk, ja-itoe orang jang dapet hoekoeman mati dia poenja kepala di pantjoeng.
FATS AL 13.
Adapoen hoekoeman mati itoe tiada boleh di djalanken pada hari Doniinggoe, atawa pada hari besarnja orang Christen, ata-\\va pada. hari besarnja orang negri.
FATSAL 14.
Maka majitnja orang jang mati di gantoeng boleh di kasih-ken pada sanak soedaranja, djikaloe ada perrnintaannja; tetapi tiada boleh di soeroeh tanem dengan rameh, atawa dengan kahormatan.
FATSAL 15.
Adapoen sekalian orang jang terhoekoem kerdja paksa dan jang di hoekoem toetoep misti bekerdja. Maka prentah ini tiada di djalanken atas orang Djawa dan bangsa sebrang jang besar pangkatnja, atawa asalnja jang terseboet di dalem fatsal 8.
Adapoen pemegangan dan atoerannja tempat-tempat orang-orang jang terhoekoem kerdja paksa dan di hoekoem toetoep, dan lagi perkara djalannja hoekoeman kerdja paksa dan hoekoeman kerdja pekerdjaan negri, dan hoekoeman toetoep aken di atoer di dalem soerat peratoeran sendiri-sendiri, dengan me nimbang brat èntèngnja hoekoeman-hoekoeman itoe.
Orang pesakitan jang terhoekoem kerdja paksa dan jang di hoekoem toetoep misti bekerdja. Maka djikaloe
14
timbang menimbang dengan sakbetoelnja dan meliat saben hari begimana orang-orang hoekoeman bekerdja, atawa tiada bekerdja, soedah trang hoekoeman kerdja pak sa boleh teritoeng boekan hoekoeman kras; boekan hoekoeman boewat bikin penakoet sama orang orang djahat.
F ATS AL 16.
Siapa jang kena hoekoeman salah satoe jang terseboet No. i sampe No. 4 dari fatsal 5, itoe tiada boleh di soeroeh priksa soewatoe perkara dengan soempah, atawa tiada boleh mendjadi saksi dengan soempah di dalem perkara civiel, djikaloe ada jang minta toelaknja, dan lagi tiada boleh di soeroeh priksa soewatoe perkara dengan soempah, atawa mendjadi saksi dengan soempah di dalem perkara krimineel sebab dari hoekoem. dan lagi tiada boleh djadi saksi ada sama-sama katiga memboewat soerat di hadepan Notaris, atawa di hadepan lain penggawa dan tiada boleh mendjadi wali, atawa curator dan tiada boleh ma-soek militair, atawa schutterij atawa lain-lain barissan.
FATSAL 17.
Siapa jang pikoel hoekoeman kerdja paksa dengan ran te tiada boleh pegang barang-barangnja sendiri sebab hoekoem selama-nja dia masih pikoel hoekoeman itoe.
Djikaloe ada sebabnja jang perloe dan djikaloe ada permin-taannja orang jang kena hoekoeman itoe, atawa djikaloe ada permintaannja lain orang jang mempoenjai oentoeng roegi di atas itoe, atawa djikaloe ada permintaannja fiskaal atawa djak-sanja, maka pengadilan civiel di negri jang di tempati di bla-kangkali oleh jang kena hoekoeman itoe hendaklah berdiriken soewatoe curator, soepaja pegang barang-barangnja seperti soewatoe orang jang di taroek di bawah soewatoe curator.
Djikaloe orang jang kena hoekoeman itoe memang misti toeroet prentahnja boekoe hoekoem civiel jang bernama Burgerlijk Wetboek voor Ncderlandsch-Indiè dari perkara curator, maka weeskamer misti djadiken curator djoega, soepaja liat-liatken pekerdjaannja curatornja orang itoe.
15
FATSAL iS.
Djikaloe orang jang terhoekoem telah pikoel hoekoemannja, niaka curatornja hendaklah brenti memegang barangnja, dan lagi hendaklah membri itoeng itoengan jang pengabisan dengan katrangannja.
Adapocn latsal ini tiada bergoena apa-apa, djikaloe orang bangsa djawa ada dalem hal ini, djadi djikaloe orang djawa di hoekoem kerdja paksa dengan mute; sebab di dalem perkara itoe dia memang tiada maoe menoeroet, apa jang terseboet di dalem fatsal ini.
Adapoen djikaloe ada jang maoe minta curator aken pegang barang-barangnja dari pada orang jang di hoekoem kerdja paksa dengan ran te, dia misti menoeroet apa jang terseboet di dalem artikel 225 sampe 229 Inlandsch Reglement.
Maka djikaloe orang sebrang ada di dalem hal ini misti menoeroet fatsal 1 dari peratoeran besar dari 8 December 1855, Staatsblad No. 79, mendjadi misti menoeroet galaran jang 17 dari Burgerlijk Wetboek.
FATSAL 19.
Siapa jang di hoekoem kerdja paksa dengan ran/e, selama-nja misti pikoel hoekoemannja, tiada boleh di kasieh wang, atawa makanan dari ongkosnja sendiri, tctapi orang jang ban^sa besar, atawa jang besar pangkatnja bagimana terseboet di dalem fatsal 15 itoe tiada termasoek di dalem larangan ini.
Adapoen peratoeran besar jang di seboet di dalem fatsal 15 sampe sekarang belom dibikin; tetapi di dalem Staatsblad 1S71 No. 78 ada peratoeran doeloe.
i6
FATSAL 20.
Prentahnja fatsal 16, 17 dan 18 di djalanken djoega atas orang Djawa dan sebrang jang bangsa besar jang di hoekoem boewang ka-soewatoe tempat boewangan ganti hoekoem kerdja paksa dengan rante bagimana fatsal 8.
Prentah-prentah itoe dan lagi prentahnja fatsal 19 di djalanken djoega atas orang perampoewan jang terhoekoem kerdja paksa tiada dengan rante gantinja kerdja paksa dengan rante bagimana fatsal 9.
Socnggoepoen orang jang bangsa besar tiada bolcli dapet hoekoeman kerdja paksa, tetapi aken ganti itoe hoekoeman misti di boewang ka soewatoe tempat, jang maoe di tamtoeken pada Toewan Besar Goebernoer Djen-dral. Maka peratoeran jang terseboet di dalem fatsal 16, 17 dan 18 lakoe djoega.
FATSAL 21.
Siapa jang terhoekoem boewang ka soewatoe tempat boe wangan misti terbawak ka soewatoe tempat di dalem India-Nederland jang di temtoeken oleh Sri Padoeka jang di pertoe-wan besar Goebernoer Dj endral.
Soedah seboet di dalem fatsal 8 dan 20.
FATSAL 22.
Adapoen hak (koewasa) dan kakoewasaan, jang di tjaboet oleh pengadilan dengan poetoesan menoeroet bagimana fatsal 6 No. 1 di dalem perkara-perkara jang terseboet di dalem boekoe oendang-oendang ini dan di dalem lain-lain peratoeran prentah, ja-itoe seperti di bawah ini;
a. Pegang segala pangkat atawa pakerdjaan negri.
17
b. Mendjadi wali atawa curator dari orang jang boekan sa-nak soedaranja.
c. Mendjadi wali atawa curator dari anaknja sendiri.
d. Mendjadi saksi dengan soempah di dalem perkara civiel, kaloek di tolak.
e. Hak (koewasa) berpilih.
Djikaloe tiada di prentahken lain roepa, maka pengadilan ampoenja soeka memoetoesken tjaboet atawa tiada tjaboet dari pada hak dan kakoewasaan itoe atawa dari pada salah satoenja.
Hoekoeman ini moelai dari pada hari jang poetoesannja telah tetep, dan tiada boleh di bikin pandjang lagi.
Kendati peratoeran ini sring-sring orang dessa jang soe-dah dapet hoekoeman kcrdja paksa, dan jang poenja hoekoeman soedah habis, mendjadi loerah, atawa menda-pet lain pakerdjaan dessa. Maka ini kanjataan orang djawa ketjil tiada mengendahken peratoeran fatsal ini.
FATSAL 23.
Permintaannja denda dan ongkos perkara tinggal tetep bagi-mana -peratoeran-peratoeran hoekoem jang di djalanken atas orang jang terhoekoem itoe.
Djikaloe orang di hoekoem denda atawa di hoekoem rampas barangnja dengan sama sekali di hoekoem kombaliken barang atawa ganti karoegian, maka hoekoeman kombaliken barang dan ganti karoegian itoe misti di djalanken iebih doeloe, djikaloe orang jang di hoekoem itoe tiada sampe barang.
FATSAL 24.
Djikaloe orang kena hoekoeman perkara kedjahatan atawa crimineel, maka kapala negri hendaklah kabarken poetoesan nja di tempat roemahnja orang itoe di blakangkali.
Adapoen Sri Padoeka jang di pertoewan besar Goebernoer
I
i8
Djendral, jang tamtoeken bagimana djalanja kabarken poetoesan itoe.
Di dalem Staatsblad 1872 No. 193 soedah adaperatoe-ran bagimana djalannja kabarken poetoesan itoe.
GELARAN JANG KA-AMPAT.
Perkara memboewat kedjahatan lebih dari satoe kali.
F ATS AL 25.
Djikaloe orang doeloenja telah di hoekoem mati, atawa te\'ah kena hoekoeman kerdja paksa dengan rante atawa tiada dengan ran/e, lamanja lebeh dari satoe taoen, dan djikaloe di blakang dia memboewat kedjahatan lagi dan di bawa di hadepan penga-dilan, maka hoekoemannja jang doeloe mendjadiken brat per-karanja, dan pengadilan misti timbang itoe djikaloe djatohken hoekoeman.
Di dalem perkara itoe maka pengadilan ada koewasa tambah hoekoeman kerdja paksa dengan satoe bagian dari tiga lebeh dari hoekoemannja jang paling tinggi.
FATSAL 26.
Prentah-prentahnja fatsal 25 itoe di djalanken djoega djikaloe pesakitan doeloe telah di hoekoem oleh pengadilan militair, bagimana di bawah ini:
ie. Djikaloe dia kena hoekoeman salah satoe jang terseboet di dalem fatsal 25 bagian jang pertama, jang telah di temtoe-ken bi dalem kaadilan hoekoeman jang biasa, sebab memboewat soewatoe perkara jang di seboetken kedjahatan di dalem kaadilan hoekoeman itoe.
19
2e. Djikaloe dia kena soewatoe hoekoeman jang di prentahken di dalem hoekoeman militair, sebab memboewat soewatoe perkara jang hoekoemannja maii, atawa kcrdja pak sa dengan rante, bagimana kaadilan hoekoeman jang biasa.
3e. Djikaloe dia kena hoekoeman kreta-soeroeng atawa militair arrest, atawa toetoep lamanja lebih dari satoe taoen, bagimana terseboet di dalem hoekoeman militair, sebab memboewat satoe perkara jang hoekoemannja kerdja paksa /iada dengan rante lama-lamanja lima iaoen, bagimana kaadilan hoekoeman jang biasa.
Mendjadi orang jang lebeh doeloe soedah dapet hoekoeman lamanja lebeh dari satoe taoen kerdja paksa, djikaloe memboewat soewatoe kedjahatan lagi, boleh di hoekoem kerdja paksa dengan tambah satoe bagian dari tiga lebeh dari hoekoemannja jang paling tingi; tetapi itoe kedjahatan pesakitan misti memboewat sesoedahnja dia di hoekoem dari kedjahatan jang dia memboewat lebeh doeloe. Tiada sampe dia di hoekoem pada Raad Sambang atawa Landraad, tetapi misti djadi kapoetoesan hoekoem (in kracht van gewijsde).
Peratoeran di dalem fatsal 26 tiada bergoena, djikaloe pesakitan jang doeloe djadi militair doeloe soedah dapet hoekoeman dari kedjahatan militair sadja.
GELAUAN JANG KA-LIMA.
Perkara sekoetoe atawa tjampoer di dalem perkara.
FATSAL 27.
Siapa jang sekoetoe atawa tjampoer di dalem perkara kedjahatan atawa pelanggaran, itoe kena hoekoeman sama djoega seperti
20
orang jang memboewat perkara itoe, tetapi ada djoega perkara jang hoekoemannja memang soedah di temtoeken tiada sama.
Prentah ini dan lain-lain prentahnja gelaran ini tiada di dja-lanken atas perkara pelanggaran dari pada peratoeran politie besar dan dari pada peratoeran politie ketjil.
F ATS AL 28.
Jang di hoekoem seperti sekoetoe di dalem perkara kedjaha-tan atawa pelanggaran, ja-itoe bagimana di bawah ini;
ie. Siapa jang soeroeh memboewat kedjahatan atawa pelanggaran dengan membri apa-apa atawa antjam-antjam atawa dengan pake koewasanja, atawa dengan pake akal, atawa tipoe daja, dan lagi siapa jang membri ketrangan soepaja memboewat kedjahatan atawa pelanggaran.
2e. Siapa jang mengasih barang tadjem, atawa sendjata atawa bekakas atawa lain-lain barang dengan soedah taoe bahwa sendjata atawa lain-lainnja itoe misti di pake aken memboewat kesalahan, atawa pelanggaran.
3e. Siapa jang sengadja toeloeng sediaken atawa toeloeng bikin gampang atawa toeloeng habisken kapada orang jang memboewat kedjahatan atawa pelanggaran, ja-itoe lain dari pada hoekoeman atas orang jang adjak-adjak orang banjak atawa toesoek-toesoek orang banjak membikin roesoeh di India-Nederland, kendati tiada kedjadian kedjahatan itoe jang di niatken oleh itoe orang jang adjak-adjak memboewat roesoeh, atawa jang toesoek-toesoek soepaja memboewat roesoeh.
4e. Siapa jang toesoek-toesoek orang banjak, soepaja memboewat kedjahatan atawa pelanggaran, dengan bitjara di hade-pan orang banjak, atawa dengan toelisan jang tiada ditjapjang tèmpèlken di tempat jang boleh di liat orang banjak, atawa jang di djoewal atawa jang di tesiarken.
Prentah ini jang pengabisan di djalanken djoega djikaloe orang banjak itoe jang di toesoek-toesoek tjoema mentjoba boewat kedjahatan atawa pelanggaran, dan djikaloe pentjobaan-nja itoe boleh\' di hoekoem. Dan lagi djikaloe orang banjak itoe jang di toesoek-toesoek tiada memboewat satoe apa, maka orang lang toesoek-toesoek itoe di hoekoem denda dari lima poeloeh sampe sera Zots roepiah, atawa djikaloe ada sebab jang bikin
21
brat perkaranja, maka di hoekoem kerdja paksa iiada dengan ranlc dari anem hari sampe anem boelati.
FATSAL 29.
Siapa jang taoe ada orang jang kelakoeannja djahat, jang membadjak, atawa merampas, atawa memboewat aniaja kapada orang atawa mélik (poenjaknjaJ, atawa memboewat roesoeh di India-Nederland, maka djikaloe dia senantiasa (sahari-hari) kassi mondok atawa tempat semboenian, atawa tempat koem-poelan kapada orang jang demikian kelakoeannja itoe, aken di kenaken hoekoeman, seperti, sekoetoenja (tjampoer di dalem iioe perkara).
FATSAL 30.
Siapa jang sengadja semboeniken barang. tjoerian kendati semoea atawa sebagian, atawa semboeniken barang jang tiada di sampeken kapada mistinja, atawa semboeniken barang jang terdapet dengan kedjahatan, atawa dengan pelanggaran, maka dia kena hoekoeman djoega seperti sekoetoenja.
FATSAL 31.
Adapoen hoekoeman mati dan hoekoeman kerdja paksa dengan rante dari 5 sampe 20 taoen itoe tiada di djalanken atas orang, jang semboeniken barang, jang terseboet di dalem fat-sal 30 itoe, melainken djikaloe ada katrangan waktoe dia semboeniken barang itoe dia soedah taoe doedoeknja perkara, jang misti kena doewa hoekoeman itoe.
Djikaloe tiada ada katrangan ini, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan rante dari lima sampe lima bias taoen.
FATSAL 32.
Siapa pegang pasanggrahan dan jang pegang roemah makan, dan djikaloe kasi mondok orang lebeh lama dari doewa poe-loeh am pat djam, dan waktoenja misti mondok orang itoe memboewat kedjahatan atawa pelanggaran, maka djikaloe jang
pegang pesanggrahan atawa roemah-makan itoe tiada toelis na-manja dan pekerdjaannja dan tempat roemahnja itoe orang jang memboewat kesalahan di dalem boekoe jang di trima dari pada orang besar, maka jang pegang pesanggrahan atawa roe-mah makan misti tanggoeng di dalem perkara civiel, djikaloe orang jang kena keroegian dari sebab kedjahatan atawa pelang-garan itoe minta kombali barang atawa minta ganti keroegian dengan ongkos ongkos; dan lain dari pada itoe dia misti tanggoeng djoega lain-lain perkara sebab dia djadi djoeroe-simpen atawa sebab lain-lainnja, ja-itoe menoeroet bagimana atoeran kaadilan civiel jang boleh di djalanken atasnja.
Siapa jatng di namaken orang jang memboewat kedjahatan atawa pelanggaran (dader], siapa jang sakoetoe (mededader), siapa jang tjampoer di dalem kesalahan (medeplichtige) ? Boekoe kaadilan hoekoeman tiada seboet sekali-kali. Siapa jang di bilang memboewat soewatoe kesalahan itoe sampe trang; djadi tiada perloe di trangken lagi. Siapa jang masoek di dalem lain orang poenja roe-mah dan mentjoeri itoe orang poenja barang, ja-itoe jang di namaken jang memboewat kedjahatan (dader). Orang sakoetoe (mededader) ja-itoe jang bersama-sama lain orang djahat memboewat kedjahatan, atawa pelanggaran.
Adapoen aken mengadaken kesalahan itoe tiada perloe, aken orang djahat memboewat sendiri soewatoe kedjahatan ; tetapi djoega teritoeng orang sakoetoe, jang soeroeh sadja memboewat soewatoe kedjahatan, atawa jang djaga di loewar roemah, waktoe dia poenja temen memboewat kedjahatan.
Adapoen lain dari pada itoe, siapa jang kasih sendjata, atawa bekakas, akan memboewat soewatoe kedjahatan, atawa siapa jang kasi soewap, atawa berdjandji apa-apa atawa bikin penakoet kapada orang ketjil, segala itoe semoewa boewat membawa hati orang aken memboewat soewatoe kedjahatan, ja-itoe di dalem boekoe kaadilan
23
hoekoeman di bilang tjampoer di dalem kesalahan; begi-toe djoega di namaken tjampoer di dalem kesalahan, siapa jang semboeniken atawa mendjoewalken barang-barang asalnja dari kedjahatan dengan sengadja bertaoe itoe barang-barang kaioewar dari perboewatan djahat.
Adapoen hoekoeman sama djoega di djatoehken di atas orang jang memboewat soewatoe kesalahan atawa jang djadi sakoetoe, atawa jang tjampoer di dalem kesalahan ; tetapi ada djoega perkara, jang hoekoemannja tiada sama, seperti di seboet di dalem fatsal 31 K. K. H.,jang prentah aken hoekoeman mati, dan kerdja pak sa dengan rantc dari hma sampe doewapoeloeh taocn tiada di djalanken atas orang jang semboeniken barang ; melainken djikaloe ada ketrangan, waktoe dia semboeniken barang itoe, dia taoe doedoeknja perkara, jang misti kena hoekoeman mati, atawa hoekoeman kerdja pak sa dengan ran te dari 5 sampe 20 taoen. Djikaloe tiada ketrangan itoe, dia misti di hoekoem kerdja paksa dengan rante dari lima sampe limablas taoen.
Bagitoe djoega fatsal 141 B. K. H. menentoeken, aken, djikaloe priaji-priaji jang toeroet tjampoer di dalem kedjahatan atawa pelanggaran jang dia misti djaga, atawa jang dia misti tjegah, maka dia tiada di hoekoem seperti orang, jang memboewat itoe kedjahatan, atawa pelanggaran; tetapi dia di hoekoem dengen hoekoeman jang lebeh brat.
Bagitoe djoega fatsal 64, B. K. H. membilang siapa jang toeroet di dalem perkoempoelan orang jang bikin roesoeh (oproerJ, tetapi tiada pegang pakerdjaan apa-apa. atawa tiada pegang prentah apa-apa di dalem perkoempoelan itoe, dan djikaloe dia di prentahken oleh pamren-tahan mardika, atawa militair, maka dia lantas kaioewar dari perkoempoelan itoe, dia tiada di hoekoem.
Bagitoe djoega pentjoerian pada sanak soedara tiada di hoekoem (fatsal 298 B. K. H.); tetapi lain orang jang tjampoer di dalem pentjoerian itoe di hoekoem.
24
GELAKAN JANG KA-ANEM
Perkara jang tiada boleh di salahken, dan jang mele-pasken dan jang entengken kcsalahan.
FATSAL 33.
Djikaloe pesakitan gila, atawa di paksa oleh jang lebeh koewat dari dia, koetika dia memboewat soewatoe perkara, maka itoe boekan kedjahatan, dan boekan pelanggaran.
Sa\'orang poen tida boleh di salahken dari perboewatan djahat, atawa dari pelanggaran, djikaloe waktoe dia memboewat itoe perkara, dia teritoeng dia tiada sekali bertaoe perboewatan itoe djahat.
Boekoe kaadilan hoekoeman tiada sekali seboetken, ka-pan perkara boleh di salahken; tetapi tjoema berkata di dalem Gelaran ka-anem B. K, H. dari perkara jang tiada boleh di salahken.
Adapoen orang jang soedah sampe besar, jang oemoernja 16 taoen atawa lebeh, dan jang baik akal boedi, teritoeng menanggoeng dari dia poenja perboewatan; djadi boleh di hoekoem, djikaloe dia memboewat soewatoe kedjahatan atawa pelanggaran.
Bagitoe siapa jang memboewat kedjahatan atawa pc-langgaran, waktoe dia misti gila (djadi dia tiada boleh inget perboewatannja), atawa di paksa pada koewasa jang terlebeh besar dari dia, djadi dia misti tiwas (!) maka dia. tiada boleh di hoekoem, dan misti di lepasken, sebab itoe perboewatan tiada teritoeng perkara kedjahatan, atawa pelanggaran, seperti di seboetken di dalem fatsal 245,
(!) Tiwas = voor de overmacht bukken.
246 clan 247, B. K. H.; tetapi paksanja misti bagitoe besar djadi orang jang memboevvat kedjahatan, atawa pelangga-ran tida sekali boleh melawan.
FATSAL 34.
Maka tiada ada kedjahatan atawa pelanggaran boleh di lepas-ken, atawa hoekoemannja boleh di koerangi, djikaloe tiada di dalem perkara dan nalar jang itoe di kataken boleh di lepas-ken atawa jang hoekoemannja boleh di koerangi krasnja.
Bagitoe kedjahatan atawa pelanggaran tiada boleh di ampoeni, atawa hoekoemannja tiada boleh di koerangi, djikaloe di dalem boekoe kaadilan hoekoeman tiada di kataken boleh di ampoeni, atawa hoekoemannja boleh di koerangi krasnja.
Perkara jang boleh di ampoeni ada banjak di dalam boekoe kaadilan hoekoeman.
Bagitoe teritoeng di dalem perkara jang boleh di ampoeni ; orang jang toeroet di dalem perkoempoelan orang jang bikin roesoeh, maka lantas kaloewar dari perkoempoelan itoe dengan kemaoewanja sendiri (fatsal 64); atawa jang kasih katrangan dari doedoeknja perkara perkoempoelan itoe kapada jang koewasa (fatsal 69). Dan lagi boleh di ampoeni perkara poekoel mati, dan bikin loeka, dan poekoel, djikaloe ada sebabnja orang di poekoel, atawa di aniaja kras lebeh doeloe dan waktoe itoe djoega {provocatie fatsal 239.) Djoega di ampoeni, djikaloe laki poekoel mati bininja, atawa bini poekoel mati lakinja, waktoe, jang poekoel mati itoe pajah dirinja sendiri, waktoe dia mem-boewat kedjahatan itoe, atawa djikaloe laki poekoel mati bininja, atawa soekaanja, waktoe dia dapet taoe dia orang soekaiin (fatsal 242).
Bagitoe djoega boleh di ampoeni kedjahatan kebiri orang
26
laki-laki, djikaloc dalem waktoe itoe dia soekai soewatoe perampoewan dengan paksa lebeh doeloe (fatsal 243).
FATSAL 35.
Djikaloe oemoernja pesakitan koerang dari anemblas taoen dan djikaloe di poetoesken bahwa dia tiada taoe djahat baiknja perkara jang di boewat itoe niaka dia aken di lepas, tetapi menoeroet bagimana doedoeknja perkara, dia di kombaliken kapada orang toewanja, atawa kapada sanak-soedaranja, atawa di taroek di dalem pendjaranja orang moeda, soepaja di piara di sitoe bebrapa taoen lamanja jang di tamtoeken di dalem soerat poetoesan; tetapi sekali-kali djangan lebeh lama dari sampe oemoernja doewa poeloeh taoen.
FATSAL 36.
Djikaloe di poetoesken bahwa dia taoe djahat baiknja perkara jang di boewat, maka hoekoemannja bagimana di bawah ini.
Djikaloe hoekoemannja jang sekalian bagimana jang terse-boet di fatsal 5 110. 1 dan 2, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari sepoeloeh sampe doewa poeloeh laoen;
kaloe hoekoemannja jang sekalian bagimana jang terseboet di dalem fatsal 5 no. 3 dan 4, maka dia di hoekoem kerdja paksa iiada dengan rante, dan temponja sedikit-dikitnja satoe bagian dari tiga dan banjak-banjaknja separo dari pada tempo jang dia boleh di kenaken hoekoeman-hoekoeman ini, salah satoe sa-oepama ada di dalem lain-lain perkara:
kaloe hoekoeman jang sekalian kerdja paksa tiada dengan rante atawa denda, maka pengadilan boleh koerangi hoekoeman-hoekoeman ini bagimana di rasa baik; tetapi misti koerang dari separonja hoekoeman jang di kenaken kapadanja, djikaloe dia anemblas taoen oemoernja.
Perkara kedjahatan tiada boleh di hoekoem, djikaloe di boewat oleh anak, jang oemoernja koerang dari anemblas
27
taoen, dan jang tiada boleh mengerti sekali-kali dia poenja perboewatan ada djahat, dan jang tiada taoe baik djahatnja perkara jang dia memboewat. Itoe anak misti di lepasken, dan dia, atawa di kombaliken kapada orang toewanja, atawa kapada sanak soedaranja, atawa di taroek di dalem pcndjaranja orang moeda, tetapi tiada lebeh lama dari sampé oemoernja doewa poeloeh taoen.
Aken prentah ini tiada bergoena sekali dan tiada boleh menoeroet sekali, sebab di India-Nederland tiada ada pen-djara (!) itoe.
Tetapi djikaloe di poetoesken itoe anak jang oemoernja koerang dari anemblas taoen soedah memboewat kesala-han dengan dia taoe baik djahatnja perkara, jang dia memboewat, dia dapet hoekoeman, tetapi hoekoeman jang lebeh enteng, seperti di seboet di dalem fatsal 36.
Bagitoe pengadilan misti priksa, djikaloe anak jang oemoernja koerang dari anemblas taoen memboewat soe-watoe perkara djahat, apa itoe anak boleh teritoeng mengerti dia memboewat kesalahan atawa pelanggaran.
FATSAL 37.
Djikaloe hoekoemannja pesakitan patoet di koerangi banjak, sebab dia masieh moeda, atawa sebab di paksa, atawa sebab prentahnja lain orang, atawa takoetnja jang patoet, atawa sebab kena pentjobaanja orang, atawa sebab pendèk ingetannja, atawa sebab sedikit kercegian jang di boewat dengan kedjahatan, atawa sebab dengan kemaoewanja sendiri di betoelken, atawa ganti keroegiannja orang jang telah di boewat dengan kedjahatan, atawa ada Iain sebab jang èntèngken maka hoekoeman-hoekoeman itoe boleh di ganti bagimana di bawah ini ;
hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 5 no. 1 itoe di ganti dengan hoekoeman jang lebeh èntèng sedikitnja, dengan kerdja paksa tiada dengan ranie, sedikitnja doewa taoen;
hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 5 no. 2 itoe di ganti dengan kerdja paksa tiada dengan rante, sedikitnja satoe taoen;
(!) Pendjara = verbeterhuis.
28
hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 5 no. 3 itoe di ganti dengan kerdja paksa iiada dengan ran/e, sedikitnja anem boelan, dan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 5 no. 4 itoe di ganti dengan kerdja paksa iiada dangan ranie sedikitnja tiga boelan.
Djikaloe ada sebab jang terseboet di atas, atawa djikaloe ada lain-lain sebab jang èntèngken, maka hoekoeman kerdja paksa tiada dengan rante dan hoekoeman toetoep dan hoekoeman kerdja pekerdjaan negri boleh di koerangi temponja, bagimana pengadilan rasa baik, dan hoekoeman denda boleh di koerangi djoega, bagimana pengadilan rasa baik, dan lagi djikaloe hoekoeman kerdja paksa tiada dengan rante atawa hoekoeman toetoep mistinja di kenaken sama-sama dengan denda atas perkara kedjahatan atawa pelanggaran, maka doewa roepa hoekoeman itoe di djatoehken salah satoe.
Adapoen kalainan perkara jang boleh di ampoeni dengan perkara jang boleh di entengken kesalahan; ba-gitoelah adanja aken pengadilan misti menoeroet pren-tahnja, djikaloe ada sebabnja jang boleh di ampoeni; tetapi pengadilan tiada boleh di prentah aken meloeloes-ken peri hal kaèntèngan. Boekoe kaadilan hoekoeman baroe di Nederland tiada lagi berkata dari perkara jang èntèngken kesalahan, tetapi prentah aken pengadilan boleh pilih sendiri hoekoemannja dia kira jang lebeh patoet, dan itoe Boekoe kaadilan soedah temtoeken hoekoeman jang paling brat, dan jang paling enteng (satoe hari sampe limablas taoen hoekoeman toetoep), Fatsal 37 seboet djadi peri hal kaèntèngan oemoer moeda, paksa, prentahnja lain orang, takoctnja jang patoet, dan lain-lain; dan dimana pengabisan fatsal itoe di kataken pengadilan boleh lagi menerima peri hal kaèntèngan lain dari pada jang terseboet di atas. Bagitoe koewasanja pengadilan mendjadiken sampe besar.
Djoega hoekoemannja pesakitan boleh di koerangi
29
banjak, scbab sedikit keroegian jang di boewat dcngan kcdjahatan, tetapi ada sjak (!) dalemnja kapan keroegian di bilang sedikit dan hoekoemannja patoet di koerangi banjak.
Djikaloe meliat boekoe kaadilan hoekoeman atas bang-sa Djawa sring-sring di prentah di dalemnja, djikaloe keroegian tiada lebeh dari doevva poeloeh lima roepiah hoekoemannja misti di koerangi banjak; tetapi tiada di larang di mana-mana kapada pengadilan aken menerima djoega peri hal kaèntèngan djikaloe keroegian lebeh dari doewa poeloeh lima roepiah.
Pada Staatsblad India dari taoen 1S86 No. 45 di prentah, aken fatsal 37 ini di obahken bagini: djikaloe hoekoemannja pesakitan patoet di koerangi banjak, sebab ada sebabnja jang èntèngken, maka hoekoem mati boleh di ganti djoega dcngan kerdja paksa dcngan rante, lain dari pada jang di prentah pada fatsal 37 B. K. H.
Prentah pengabisan.
FATSAL 38.
Adapoen prentah-prentahnja boekoe jang pertaraa ini di dja-lanken djoega atas perkara kcdjahatan dan pelanggaran jang hoekoemannja ada di dalem lain hoekoem oendang-oendang, djikaloe tiada di tamtoekan lain di dalem Boekoe-hoekoem ini atawa di dalem hoekoem oendang-oendang itoe.
(!) Sjak = twijfel.
3°
BOEKOE JANG KADOEWA.
Perkara kedjahatan dan pelanggaran sa toe satoenja.
Adapoen sebab ada banjak roepa kedjahatan jang misti di hoekocm pada hoekoem oendang-oendang djoega perloe sekali aken itoe kedjahatan di bagi roepa-roepa. Bagitoe boekoe-hockoem oendang-oendang atas bangsa Djawa dan sebrang membagi kedjahatan dengan doewa roepa jang besar ja-itoe.
ie. kedjahatan atas perkara sekalian (jang oemoem);
2e. kedjahatan atas orang satoe-satoenja.
Dan lagi kedjahatan roepanja jang pertama di bagi djoega, ja-itoe: ie. kedjahatan jang meroesakken kase-nengan di loewar dan di dalem India-Nederland, 2e. kedjahatan atas atocran perkara jang soeda tetap: dan 3e. kedjahatan jang meroesakken kasenengan jang oemoem. Maka kedjahatan atas orang satoe-satoenja di bagi ja-itoe: /. Kedjahatan atas orang-orang, terseboet dalemnja a. perkara boenoeh, b. perkara meloekaken dan memoekoel dengan sengadja, c. perkara matiken, dan meloekaken dan memoekoel tiada dengan sengadja, d. perkara meroesakken kelakoewan jang baik, e. tangkep orang tiada dengan sah, /. kedjahatan atas anak ; dan g. perkara saksi palsoe; dan II. Kedjahatan atas me lik {kapoenjadn) terseboet dalemnja, a. mentjocri, b. kedjahatan jang terboe-wat waktoe bankroetnja orang jang berdagang, c. perkara bikin bodo dan langgar pertjaja dan lain-lain roepa tipoean, d. perkara bikin roesak.
3i
GEL AR AN JANG PERTAMA.
Kedjahatan dan pelanggaran atas perkara sckalian.
BAB JANG PERTAMA,
Kedjahatan jong meroesakken kasenengan di India-Nederland.
BAGIAN JANG PERTAMA.
Kedjahatan jang meroesakken kasenengan di loezvar India-Nederland.
FATS AL 39.
Adapoen orang bangsa Djawa dan sebrang masing-masing jang melawan dengan sendjata kapada India-Nederland di hoe-koem dengan mati.
Adapoen kedjahatan jang meroesakken kasenangan India-Nederland, semoewa meroedjoek (\') atas chijanat (2) ja-itoe jang moefakat bersama-sama moesoeh.
Boekoe oendang-oendang wolanda hoekoem denda hoekoeman toetoep, siapa jang dengan soeka hati masoek soldadoe di lain negri jang misti berprang pada Nederland ; tetapi Boekoe kaadilan hoekoeman atas bangsa Djawa prentah aken orang bangsa Djawa masing-masing jang melawan dengan sendjata kapada India-Nederland, djadi jang masoek soldadoe kapada moesoeh di hoekoem dengan hoekoeman mati.
(■) Meroedjoek = betrekking hebben op. (2) Chijanat = landverraad.
32
Fatsal ini berkata dari orang bangsa Djawa dan se-brang masing-masing, sebab tiada maoe hoekoem orang timoer (seperti orang Arab, Tjina, dan lain-lain).
Adapoen fatsal ini tiada hoekoem orang doerhaka (!), tetapi orang chijanat jang bersama-sama moesoeh ber-prang pada India-Nederland.
Di dalem boekoe oendang-oendang blanda hendaklah ada aken itoe orang soedah masoek soldadoe pada lain negri; tetapi di tanah ini di kira sampe djahat, djikaloe orang bangsa Djawa dan sebrang melawan dengan sendjata pada India-Nederland ;ja-itoe, sebab Radja-radja India tiada bagitoe berpake tantara (2).
FATSAL 40.
Adapoen satoe-satoenja orang jang djalanken keniatan djahat atawa moefakat bersama-sama Radja asing (3), atawa bersama-sama Radja-Radja atawa orang-orang India atawa wakilnja, soepaja adjak dia-orang bermoesoeh-moesoehan atawa berprang pada India-Nederland, atawa soepaja membri isarat kapadanja, maka dia di hoekoem mali, kendati keniatan djahat, atawa moefakat itoe tiada sampe djadiken moesoeh-moesoehan.
Apa jang di namaken orang chijanat, ja-itoe, siapa jang moefakat bersama-sama Radja-radja, atawa wakilnja dari negri jang lain atawa dari negri India-Nederland, atawa aken membri isarat kapadanja.
Adapoen kedjahatan ini di hoekoem dengan hoekoeman mati, kendati djikaloe tiada mendjadi berprang.
Bagitoe djoega pentjobaan kedjahatan ini tiada ada.
van een ander land.
(!) Doerhaka = oproerling.
(2) Tantara = leger.
(3) Asing = dari lain negri =
33
FATS AL 41.
Demikian djoega di hoekoem ma/i, siapa-siapa jang djalan ken keniatan djahat atawa moefakat dengan moesoeh, soepaja ^ ringanken datengnja di tanah India-Nederland, atawa soepaja
serahken kapadanja kota-kota, atawa bèntèng-bèntèng. atawa tem-pat-tenipat djaganja militair, atawa pelaboewan, atawa goedang-goedang barang, atawa goedang-goedang sendjata, atawa kapal-kapal, atawa praoe-praoe jang djadi méliknja (1) negri, atawa soepaja membri pertoeloengan soldadoe, atawa orang, atawa makanan, atawa sendjata. atawa pekakas prang, atawa soepaja menoeloeng moesoeh, aken kalahken India-Nederland, atawa kalahken bala tantara di darat dan di laoet jang djadi hambanja Inda-Nederland kendati sebab berobahken satianja (2) opsier-opsier, atawa sokladoe-soldadoe, atawa matroos-matroos, atawa lain-lain orang kapada parentahan jang sah (3) kendati sebab dengan lain djalan.
o
Fatsal ini hockocm dengan hoekoeman mati, siapa jang moefakat bersama-sama radja-radja dari lain negri, jang soedah mendjadi moesoeh. Maksoednja moefakat ini aken ringanken datengnja di tanah India-Nederland atawa aken serahken kapadanja benteng-benteng, kapal-kapal dan lain-lain nja atawa aken membri pertoeloengan soldadoe-solda-doe ; pendek sadja aken toeloeng kapadanja, waktoe misti berprang pada India-Nederland,
FATSAL 42.
Djikaloe moefakat dengan orang jang djadi bangsanja moe-t soeh, tetapi tiada niat mendjadiken kedjahatan salah satoe jang
terseboet di dalem fatsal 41 tjoema membri kabaran kapada moesoeh jang tiada baik kapada hal peprangan, atawa keradjaannja
0) Jang djadi méliknja = poenjanja = toebehoorende.
(-) satija — trouw.
(■gt;) parentahan jang sah = het wettig gezag; sah = memang berdiri.
:
■
3
34
India-Nederland, atawa temen perdjandjiannja India-Nederland, maka jang moefakat demikian itoe di hoekoem dengan kerdja pak sa /iada dengan ranfe dari doewa sampe lima taocn, dan lain dari pada itoe di kenaken hoekoeman jang lebeh brat, djikaloe kabaran itoe memang terbit (1) dari keniatan jang ber-himat (2) samar (3).
FATSAL 43.
Adapoen hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 40 dan 41 sama djoega, kendati perkara jang boleh di hoekoem me-noeroet fatsal-fatsal itoe di bikin melawan India-Nederland, atawa melawan temen-temen perdjandjiannja jang berprang dengan moesoeh sama-sama dengan India-Nederland.
Fatsal 42 hoekoem dengan kerdja pak sa tiada dengan rante dari doewa sampe lima taoen, siapa jang moefakat dengan moesoeh, aken membri kabaran kapadanja, jang mendjadiken roegi kapada karadjaannja India-Nederland atawa kawan perdjandjiannja India-Nederland; tetapi memang itoe orang, waktoe dia membri kabaran itoe, misti bertaoe Kandjeng-Goebernement tiada kasih memboeka rahasijanja.
Adapoen tiada perdoeli djikaloe kabaran itoe mendjadiken roegi atas bidaksana (4) dalem prang dari negri ini,
FATSAL 44.
Siapa jang tiada termasoek di dalem prentah militair, djikaloe boedjoek-boedjoek orang militair, soepaja berlari dan
35
niatnja soepaja itoe militair masoek di dalem pekerdjaannja bangsa asing di darat dan di laoet, atawa djikaloe dia senga-dja toeloeng orang militair itoe atas perkara berlari, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan ran te dan lima savipe sepoeloeh iaoen.
FATSAL 45.
Se-lainnja perkara jang terseboet di dalem fatsal 44, maka siapa jang tiada termasoek di dalem prentah militair, djikaloe adjak-adjak orang militair di laoet atawa di darat satoe atawa lebeh soepaja berlari dan djikaloe sengadja menoeloeng orang militair itoe atas perkara berlari dan djikaloe bikin gampang itoe orang militair berlari dengan djalan apa djoega, atawa djikaloe kasih isarat, soepaja boleh berlari dan lagi djikaloe semboeniken atawa kasih mondok orang militair jang berlari itoe jang dia soedah taoe, atawa djikaloe kerdja gampang orang militair mengalih dari satoe bataillon ka-lain bataillon dengan pake namanja lain orang, atawa dengan pake nama bikinan, atawa dengan lain djalan tipoe daja (1), maka di hoekoem denda dari sera/oes sampe lima ra/oes roepiah, atawa di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ran/e dari liga boelan sampe satoe iaoen, tertimbang bagimana perkaranja.
Fatsal 44 hoekoem siapa jang tiada mendjadi militair, djikaloe dia bocdjoek sama orang militair sopaja beriari dan niatnja, sopaja itoe orang militair masoek di dalem tantara dari negri jang lain; bagitoe djoega kaloe negri itoe bersobat bersama-sama India-Nederland.
Fatsal 45 tjoema maoe hoekoem, siapa adjak orang militair, sopaja berlari sadja, tiada dengan niatnja, sopaja itoe militair masoek di dalem tantara dari negri jang lain.
(!) tipoe daja = bedriegelijk.
36
Djoega hoekoem siapa jang menoeloeng soldadoe aken mengalih dan\' satoe bataillon ka-lain bataillon dengan berpake lain orang poenja nama atawa nama jang bikinan.
FATS AL 46.
Satoe-satoenja priaji atawa satoe-satoenja wakilnja kandjeng Goebernement atawa lain-lain orang jang di pertjaja atawa di kasih taoe roesianja (!) perkara jang di bitjaraken atawa roesianja satoe pekerdjaan jang niat di djalanken sebab dari pangkatnja, atawa di dalem lain-lain pekerdjaan negri, djikaloe dia kabarken kapada moesoeh, atawa kapada bangsa asing (2), atawa wakilnja, niaka dia di hoekoem maii.
FATSAL 47.
Satoe-satoenja priaji dan satoe-satoenja wakilnja kandjeng Goebernement dan lain lain orang jang di soeroe djalanken satoe perkara, atawa jang misti simpen petoewa (3), atawa kaart, atawa gambarnja bèntèng, atawa goedang sendjata, atawa pela-boewan, maka dia di hoekoem maii, djikaloe dia serahken kaart, atawa gambar ini satoe atawa lebeh kapada moesoeh atawa wakilnja.
Dan lagi dia di hoekoem kerdja pak sa /iada dengan rau/e dari doewa sampe lima taocn, djikaloe dia serahken kaart atawa gambar ini kapada bangsa asing, atawa kapada bangsa jang tiada toeroet tjampoer di dalem perkara, atawa kapada bangsa jang moefakat atawa wakilnja.
FATSAL 48.
Djikaloe lain orang beroleh kaart, atawa gambar itoe dengan sorok (4) wang atawa dengan tipoe, atawa dengan paksa dan djikaloe dia kasihken kapada bangsa jaiig djadi moesoeh, atawa
(1) roesia = rahasija = geheim.
(2) asing = dari lain negri —- van een ander land.
(3) petoewa = tjonto = model.
i4) sorok = soewap = omkoopen.
37
kapada bangsa asing atawa wakilnja, maka dia di hoekoem sarna djoega, seperti priaji-priaji dan lain-lain orang jang terseboet di dalem fatsal 47, dan menoeroet bagimana béda-bédaan (i) jang terseboet di dalem fatsal itoe.
Siapa jang beroleh kaart atawa gambar itoe tiada dengan pake isarat jang tiada sah (2) (ian dia briken kapada jang terseboet di atas dan djikaloe perkaranja bagimana jang pertama jang terseboet di dalem fatsal 47, maka hoekoemannja kerdja paksa dengan rante dari lima sampe lima hhts taocn, dan djikaloe perkaranja bagimana jang kadoewa, maka hoekoemannja kerdja paksa tiada dengan rante dari Hga boelan sampe lima taoen.
Apa jang terseboet di dalem fatsal tiga ini boleh di bilang soedah termasoek di dalem fatsal 41, sebab siapa jang memboeka rahasija dari perkara jang di bitjaraken kapada moesoeh, teritoeng móefakat bersama-sama moe-soeh, aken pertoeloeng kapadanja, seperti jang terseboet di dalem fatsal 41. Bagitoe djoega siapa jang menarima kapada moesoeh kartoe atawa gambarnja bèntèng, dengan niatnja maoe mendjadiken roegi sama India-Nederland, termasoek di dalem fatsal 41.
FATSAL 49.
Siapa jang semboeniken atawa soeroe semboeniken orang jang priksa-priksa (3) dengan keniatan djahat, atawa soldadoe-soldadoe jang di kirim oleh moesoeh dan di soeroe liat-liat, maka dia di hoekoem mati.
Adapoen boekoe hoekoeman ini tiada menghoekoemken sama penjoeloe, atawa spion; tjoema hoekoem, barang
(!) bcda-bédaan = perbédaan = onderscheiding.
(2) tiada sah = terlarang = ongeoorloofd.
(3) Lebeh baik: «orang jaag penjoeloequot; = verspieders.
38
siapa jang semboeni penjoeloe; dengan sengadja bertaoe itoe orang mendjadi penjoeloe; dan djoega hoekoem niati, barang siapa jang semboeni soldadoe-soldadoe jang di ki-rim oleh moesoeh, akan liat-liat; tetapi lebeh doeloe misti di trangken itoe orang jang semboeni penjoeloe, atawa soldadoe-soldadoe memboewat itoe perkara aken menoeloeng kapada moesoeh, sebab djikaloe perkara itoe tiada di trangken, dia orang tiada boleh di hoekoem, aken boekoe oendang-oendang ini tjoema hoekoem siapa jang semboeni penjoeloe atawa soldadoe-soldadoe dengan niatnja, aken meroesaken kasenangan di loewar India-Nederland.
F ATS AL 50.
Siapa Jang bermoesoeh-moesoehan jang tiada di bri idin oleh kandjeng Goebernement dan jang boleh mendjadiken prangnja negri Wolanda atawa India-Nederland, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ran/c dari doewa sampe lima laoen, dan djikaloe sampe djadi prang sebab perboewatannja itoe, ma-ka di hoekoem kerdja paksa dengan ran te dari lima sampe lima bias laoen.
FATSAL 51.
Siapa jang membikin perboewatan jang tiada di idinken pa-da kandjeng Goebernement, dan jang boleh djadiken orang Wolanda, atawa orang-orang jang bermoesoeh di India-Neder land di bales oleh bangsa asing, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ranle dari doewa sampe lima laoen.
Scperti soedah terseboet di atas fatsal-fatsal dari ini bagin jang pertama tjoema hoekoem perboewatan orang jang bermoesoeh-moesoehan, jang tiada di bri idin oleh kandjeng Goebernement, dan jang boleh mendjadiken prangnja negri Wolanda, atawa India-Nederland; tetapi
39
fatsal ini tiada maoe hoekoem siapa jang mcndjarak rajah C) atawa jang memboevvat penggagahan i-) kapada orang bangsa ncgri jang lain.
BAGIAN JANG KA DOEWA.
Kedjahatan jang meroesakken kasenengan di dalem India-Nederland.
FATSAL 52.
Siapa jang djalanken keniatan djahat atawa moefakat den-gan niatnja aken meroesakken, atawa berobahken parentahan, atawa soepaja orang-orang jang berdoedoek di negri melawan dengan sendjata kapada parentahan di India-Nederland, maka dia di hoekoem mail.
FATSAL 53.
Dan lagi siapa jang djalanken keniatan djahat, atawa moefakat dengan niatnja aken mendjadiken prang di dalem negri, sebab membri sendjata kapada orang-orang jang berdoedoek di dalem negri soepaja melawan satoe sama lain, atawa sebab adjak dia orang aken melawan satoe sama lain dengan sendjata, atawa niatnja aken mcroesaken, atawa boenoeh orang, atawa merampas di dalem tempat satoe atawa lebeh, maka dia di hoekoem mali djoega.
FATSAL 54.
Siapa jang ambil atawa soeroeh ambil banjak orang jang bersendjata di dalem pekerdjaan, atawa, ambil, atawa soeroeh ambil soldadoe, atawa membri sendjata, atawa bekakas prang kapadanja, maka dia di hoekoem mati djoega.
(!) Mendjarak rajah = plundering, rooverij.
(2) Penggagahan = geweldenarij, gewelddadigheid.
4°
FATSAL 55.
Maka keniatan djahat itoe ada, djikaloe satoe perboewatan soedah di boevvat, atawa soedah moelai di boewat, soepaja dja lanken kedjahatan-kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal 52 dan 53, kendati kedjahatan itoe tiada kedjadian semoewa.
FATSAL 56.
Maka moefakatan ada, djikaloe doewa orang atawa lebeh soedah beremboek aken memboewat satoe perkara, kendati misti beloem ada keniatan djahat, bagimana parentahan fatsal 55.
FATSAL 57.
Djikaloe beloem sampe djadi moefakatan, tjoemaada permintaan sadja aken memboewat satoe moefakatan, soepaja boewat kedjaha tan jang terseboet di dalem fatsal 52, tetapi permintaan itoe tiada di trima, maka siapa jang ampoenja permintaan itoe di hoekoem kcrdja paksa tiada dengan rante dari doewa sampe lima laocn.
Bagian ini jang kadoewa berkata dari kedjahatan, jang di boewat pada Kandjeng Goebernement aken mengge-rakken (!) dari pada pamrentahan atawa aken orang jang berdoedoek di negri melawan dengan sendjata pada pamrentahan di India-Nedcrland.
Fatsal fatsal ini sring-sring di mengenaken, scbab doer-haka jang ketjil-ketjil tiada djarang di sini.
Jang berkata pamrentahan di dalem fatsal-fatsal ini tiada bermaksoed (2) satoe orang jang pamrentah, tetapi pamrentahan antero. Begitoe Sri Padoeka jang di pertoewan besar Goebernoer Djindral dari India-Nederland, atawa satoe-satoenja Lid dari Raad van Indie tiada di pelihara (3) pada bagian ini jang ka-doewa.
(1) Menggerakken = omverstooten van eene Regecring.
(2) Bermaksoed = bedoelen, op het oog hebben.
(3) Pelihara = beschermen.
41
Segala doerhaka jang di boewat bersalahan dengan Kan-djeng Goebernement pada orang djawa dan sebrang, jang di bawah prentahnja Kandjeng Goebernement India-Neder-land termasoek di dalem fatsal 52, tetapi doerhaka jang di boewat oleh orang asal negri jang tiada di bawah prentahnja Kandjeng Goebernement itoe tiada termasoek di dalem fatsal 52, sebab orang dari negri begini tiada boleh di bilang orang doerhaka.
Adatnja boekoe oendang-oendang hoekoeman tjoema hoekoem perboewatan djahat, tetapi tiada biasa menghoe-koemken kahendaknja manoesija; tetapi fatsal 56 ini mem-bilang moefakat soedah ada, djikaloe doewa orang atawa lebeh soedah beremboek, aken memboewat satoe perkara, kendati misti belom ada keniatan djahat bagimana pren-tahan fatsal 55.
Fatsal 57 hoekoem permintaan sadja aken ganti dan mengerakken pamrentahan ; djoega kaloe permintaan itoe tiada di trima.
FATSAL 58.
Siapa jang tiada dengan hak (koewasa), atawa tiada dengan sebab jang halal niemegang parentah dari pada satoe bagian bala tantara besar atawa ketjil, atawa dari pada soewatoe koem poelan kapal atawa praoe, atawa dari pada soewatoe kapal prang atawa bèntèng, atawa dari pada soewatoe tenipat prang, atawa dari pelaboewan, atawa dari pada soewatoe kota, dan siapa melanggar parentahnja kandjeng Goebernement dan misti pegang parentah peprangan djoega dan lagi kepala-kepala prang jang misti koempoelken bala tantaranja atawa bagiannja koetika soedah di kasih parentali lepasken atawa tersiarken. maka dia di hoekoem mali.
Kahendaknja fatsal ini, ja-itoe; djikaloe orang jang tiada termasoek di dalem prentah militair, atawa jang
42
soedah tcrlcpas dari prentahnja militair, memegang tiada dengan koewasa prentah dari pada bala tantara, atavva benteng-benteng, dan lain dari pada itoe dengan keniatan djahat.
FATSAL 59.
Siapa jang bakar atawa meroesaken roetnah atawa gocdang barang, atawa goedang sendjata, atawa kapal, atawa meliknja negri jang lain-lain, dengan bikin menjala soewatoe teni])at jang di gali, maka dia di hoekoem mati.
FATSAL 60.
Siapa ambil tanah, atawa milik, atawa oewang, atawa tempat, atawa kota, atawa bèntèng, atawa tempat djaganja soldadoe, atawa goedang barang, atawa goedang sendjata, atawa pelaboe-wan, atawa kapal, atawa praoe jang djadi poenjanja negri, dan lagi siapa jang rampas, atawa bagi-bagi miliknja negri, atawa siapa jang menioekoel, atawa melawan kapada orang jang dja-lanken koewasanja negri jang djaga, atawa larang, atawa tang-kep orang-orang jang memboewat kedjahatan-kedjahatan itoe, dan lagi siapa jang mendjadi kepala dari pada orang-orang jang pake sendjata, atawa jang pegang pekerdjaan apa-apa antara orang-orang itoe, atawa jang pegang parentah, maka dia di hoekoem mati.
Dan lagi siapa jang prentahken perkoempoelan orang jang pake sendjata demikiannja, atawa jang tjari. atawa soeroeh tjari, atawa jang atoer, atawa soeroeh atoer perkoempoelan orang itoe, atawa jang sengadja membri sendjata bekakas prang dan beka-kas aken bikin kedjahatan kapadanja, atawa jang kirim maka-nan kapadanja, atawa siapa jang satoe hati dengan djalanan lain roepa sania orang-orang jang prentahken atawa jang djadi kepalanja perkoempoelan orang itoe; maka dia di hoekoem mail djoega.
43
Fatsal 59 hoekoem dengan hoekoeman mati, siapa jang membakar atawa meroesakken roemah-roemah, dan goe-dang-gocdang barang negri, dan Iain dari pada itoe; tcta-pi siapa jang membocwat itoe memang misti sengadja bertaoe dia meroesakken, atawa membakar itoe roemah-roemah dan goedang barang negri dengan tiada hak.
Fatsal 357 B. K. H. hoekoem siapa jang bakar atawa meroesakken roemah-roemah dari pada orang satoe satoenja.
Bagitoe djoega fatsal 6o hoekoem dengan hoekoeman mati, siapa jang mendjadi kapala dari orang jang bersen-djata, aken merampas dan membagi miliknja, atawa doe-witnja negri. Bagitoe djoega siapa jang tjari atawa soeroeh tjari perkoempoelan orang itoe, atawa jang kirim makanan kapadanja.
FATSAL 61.
Djikaloe soewatoe perkoempoelan orang jang bikin kedjaha-tan salah satoe jang terseboet di dalem fatsal 52 dan 53 maka hoekoeman mali di djalanken atas segala orang, tiada perdoeli apa pangkatnja jang djadi toeroetannja perkoempoelan itoe, dan jang di tangkep di tempatnja perkoempoelan itoe jang bikin roesoeh.
Dan lagi siapa-siapa jang prentahken perkoempoelan jang bikin roesoeh itoe, atawa siapa-siapa jang pegang pekerdjaan apa-apa di dalem perkoempoelan itoe, atawa siapa jang pegang prentah apa-apa, kendati dia tiada di tangkep di tempatnja perkoempoelan jang bikin roesoeh itoe, maka dia di hoekoem mati djoega.
FATSAL 62.
Djikaloe perkoempoelan orang itoe tiada poenja niat kedja-hatan satoe atawa lebeh jang terseboet di dalem fatsal 52 dan 53, atawa djikaloe perkoempoelan itoe tiada mendjadiken ke-djahatan satoe atawa lebeh, maka siapa jang toeroet di dalem perkoempoelan itoe, tetapi tiada pegang pekerdjaan apa-apa
44
atawa tiada pegang prentah apa-apa, clan djikaloe dia orang di tangkep di tempatnja perkoempoelan itoe, maka dia orang di hoekoem kerdja paksa dengan ranlc dari lima sampe lima bias laoen.
FATSAL 63.
Siapa jang soeda taoe keniattanja dan pranginja (\') perkoempoelan orang jang terseboet itoe, dan dia kasih pondokan, atawa tempat semboenian atawa tempat koempoelan kapadanja tiada dengan di paksa, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan ranlc dari lima sampe lima bias taocn.
Fatsal-fatsal ini tiga berdamping (2) dengan fatsal 60, dan mcroedjoek atas orang jang tjari (3) atawa soeroeh tjari, atawa jang tiada dengan hak (koewasa) pegang prentah dari pada perkoempoelan orang jang pake sen-djata; tetapi perkoempoelan orang itoe temtoe. misti di prentahken jang sampoerna dan misti langkap dengan sendjata (4) dan niatnja aken merampas dan mengalahken miliknja ncgri, atawa aken menoelak sampe djatoh negri itoe.
Bagitoe perkoempoelan orang jang bernama ketjoe ter-masoek di dalem fatsal 60, dan lain dari pada itoe djikaloe itoe orang ketjoe soedah ada prentah jang sampoerna, jang soedah beratoer baik.
FATSAL 64.
Siapa jang toeroet di dalem perkoempoelan orang jang bi-kin roesoeh tetapi tiada pegang pekerdjaan apa-apa atawa tiada pegang prentah apa-apa di dalem perkoempoelan itoe, dan djikaloe dia di prentahken oleh prentahan mardika atawa mi
f) prangi -- kaadaan = aard.
(2) berdamping = zich bij iets aansluiten.
(3) tjari = werven van soldaten, van benden.
(4) langkap dengan sendjata = gewapend zijn.
45
litair, maka dia iantas kaloewar dari perkoempoelan itoe, atawa dia kaloewar di blakang dan djikaloe dia di tangkep di loewarnja tem-pat perkoempoelan jang bikin roesoeh itoe, dan dia tiada me-lawan dan tiada pake sendjata, maka dia tiada di hoekoem.
Djikaloe kedjadian jang demikian itoe, maka dia tjoema boleh di hoekoem sebab perkara kedjahatan atawa pelanggaran jang di boewat sendiri sendiri.
Perkara jang terseboet di dalem fatsal ini tcritoeng di dalem perkara jang boleh di anipoeni (fatsal 34) tetapi tiada trang sekali, kenapa fatsal 64 kasih ampoen itoe sama orang jang tocroct di dalem perkoempoelan orang jang bikin roesoeh; tetapi jang kaloewar dari perkoempoelan itoe, sasoedahnja dia di prentahken oleh pamren-tahan mardika, atawa militair dan djikaloe di tangkep di loewarnja tempat perkoempoelan jang bikin roesoeh itoe; sebab djikaloe doewa orang atawa lebeh socdah beroemboek aken meroesakken pamrentahan siapa jang memboewat itoe atawa menoeroet di dalem perkoempoelan itoe misti di hoekoem menoeroet fatsal 52, djadi tiada patoetlah perboewatan begitoe di ampoeni.
FATSAL 65.
Jang di namaken sendjata di dalem Boekoe hoekoeman ini, ja-itoe segala barang atawa bekakas jang tadjem pinggirnja, dan jang tadjem öedjoengnja dan jang toempoel.
Adapoen barang atawa bekakas itoe, djikaloe memang pe kean sahari-sahari orang jang kedapetan ada barang atawa bekakas itoe, dan lagi peso, sakoe dan goenting, dan rotan tiada teritoeng sendjata, tetapi djikaloe di pake aken boenoeh atawa loekaken atawa poekoel, maka itoe baroe teritoeng sendjata.
46
Di dalem fatsal ini ada tambahan perkataan ini „barang at au a pekakas jaag tadjem, djikaloe ine ma tig pahean sa-hari har in jaquot; seperti kris, golok, ar it tiada teritoeng sen-djatii, djikaloe tiada terpake aken memboewat kedjahatan, sebab adatnja orang bangsa djawa dan sebrang, dia biasa pake sahari-hari kris, atawa golok atawa ar it, dan lain dari pada itoe.
FATSAL 66.
Djikaloe orang toesoek-toesoek, soepaja lain orang bikin ke-cjahatan-kedjahatan jang terseboet di dalem bagian ini dan djikaloe dia misti teritoeng sekoetoe atawa toeroet tjampoer bagimana fatsai 28 No. 4. dan djikaloe toesoek-toesoeknja itoe tiada sampe djadiken apa-apa, maka dia boleh di hoekoem her dj a paksa tiada dengan rante dari docwa sampe lima taoen.
Fatsal 28 No. 4 membilang aken kedjahatan pengasoe-tan (\') misti teritoeng sekoetoe atawa toeroet tjampoer, dan djikaloe pengasoetan itoe tiada djadi, maka orang jang toesoek-toesoek itoe di hoekoem jang paling kras dengan kerdja paksa tiada dengan rante dari anem kan sampe anem boelan. Tetapi fatsal 66 ini prentah aken pengasoetan aken memboewat kedjahatan, jang terseboet di dalem bagian II ini, djikaloe tiada mendjadiken apa-apa, boleh di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari doewa sampe lima taoen.
Mendjadi hoekoeman ini lebeh brat, tetapi tiada trang sekali kenapa jang mengadaken hoekoem oendang-oendang maoe hoekoem lebeh enteng pengasoetan aken memboewat kedjahatan jang lain dari pada jang terseboet di dalem ini bagian II.
(i) Pengasoetan = aanhitsing, opruiing.
47
BAG I AN JANG KATIGA.
Memhoeka dan tiada membocka kedjahatan jang vieroe-sakken knsenangan di loewar dan di dalem hid ia -Nederland.
FATSAL 67.
Siapa jang dapet taoe ada orang-orang moefakat atawa bikin kedjahatan soepaja meroesakken kasenangan di loewar atawa di dalem India-Nederland dan dia tiada kabarken di dalem doe-wa poeloeh ampat djam sasoedahnja dapet taoe kapada kan-djeng Goebernement, atawa kapada parentah negri, atawa kapada politie dan djikaloe dia dapet taoe hal ahoewalnja perkara itoe, dan dia tiada boeka di dalem doewa poeloeh ampat djam sasoedahnja dapet taoe kapada kandjeng Goebernement atawa kapada lain-lainnja jang terseboet di atas, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ran/e dari donua sampe lima faoen, dan di denda dari donva ratoes lima poeloeh sampe seriboe roe-piah; tjoema sebab tiada boeka perkara itoe, kendati dia tiada salah toeroet tjampoer, atawa tiada kasih idin atas moefa-katan, atawa kedjahatan itoe, atawa kendati dia berkata pada orang jang salah itoe, djanganlah memboewat perkara itoe, atawa kendati dia sendiri tiada kasih bikin perkara itoe.
FATSAL 68.
Tetapi prentahnja fatsal 67 itoe tiada di djalanken atas orang-orang jang terseboet di bawah ini:
le. koelawarga (\') dari atsal atawa dari kawinan saoeroetnja jang ka-atas .dan saoeroetnja jang ka-bawah dari pada orang jang salah di dalem perkara moefakatan atawa kedjahatan ;
2e. soedaranja laki laki dan soedara prampoewan atawa iper-nja laki-laki dan ipernja prampoewan dan lagi waknja atawa
(!) koelawarga = sanak soedara.
46
Di dalem fatsal ini ada tambahan perkataan ini „barang atawa pekakas jang tadjein, djikaloe inemang pakean sa-hari harinjaquot; scperti kris, golok, arit tiada teritoengquot; sen-djata, djikaloe tiada terpake aken memboewat kedjahatan, sebab adatnja orang bangsa djawa dan sebrang, dia biasa pake sahari-hari kris, atawa golok atawa arit, dan lain dari pada itoe.
FATSAL 66.
Djikaloe orang toesoek-toesoek, soepaja lain orang bikin ke-djahatan-kedjaliatan jang terscboet di dalem bagian ini dan djikaloe dia misti teritoeng sekoetoe atawa toeroet tjampoer bagimana fatsal 28 No. 4. dan djikaloe toesoek-toesoeknja itoe tiada sarape djadiken apa-apa, maka dia boleh di iioekoem kerdja paksa üada dengan rante dari docwa sampe lima taoen.
P\'atsal 28 No. 4 membilang aken kedjahatan pengasoe-tan (\') misti teritoeng sekoetoe atawa toeroet tjampoer, dan djikaloe pengasoetan itoe tiada djadi, maka orang jang toesoek-toesoek itoe di hoekoem jang paling kras dengan kerdja paksa tiada dengan rante dari anern hart sampe anem boelan. Tetapi fatsal 66 ini prentah aken pengasoetan aken memboewat kedjahatan, jang terseboet di dalem bagian II ini, djikaloe tiada mendjadiken apa-apa, boleh di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari docwa sampe lima taoen.
Mendjadi hoekoeman ini lebeh brat, tetapi tiada trang sekali kenapa jang mengadaken hoekoem oendang-oendang maoe hoekoem lebeh enteng pengasoetan aken memboewat kedjahatan jang lain dari pada jang terseboet di dalem ini bagian II.
(i) Pengasoetan = aanhitsing, opruiing.
47
BAG IAN JANG KATIGA.
Memboeka dan tiada memboeka kedjahatan Jang ineroe-sakken kasenangan di locwar dan di dalem In dia-Nede r la nd.
FATSAL 67.
Siapa jang dapet taoe ada orang-orang moefakat atawa bikin kedjahatan soepaja meroesakken kasenangan di loewar atawa di dalem India-Nederland dan dia tiada kabarken di dalem doe-wa poeloeh ampat djam sasoedahnja dapet taoe kapada kan-djeng Goebernement, atawa kapada parentah negri, atawa kapada politie dan djikaloe dia dapet t-aoe hal ahoewalnja perkara itoe, dan dia tiada boeka di dalem doewa poeloeh ampat djam sasoedahnja dapet taoe kapada kandjeng Goebernement atawa kapada lain-lainnja jang terseboet di atas, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dcngan ratUe dari doewa sampe lima iaoen, dan di denda dari doewa ratoes lima poeloeh sampe seriboe roc-piah; tjoema sebab tiada boeka perkara itoe, kendati dia tiada salah toeroet tjampoer, atawa tiada kasih idin atas moefa-katan, atawa kedjahatan itoe, atawa kendati dia berkata pada orang jang salah itoe, djanganlah memboewat perkara itoe, atawa kendati dia sendiri tiada kasih bikin perkara itoe.
FATSAL 68.
Tetapi prentahnja fatsal 67 itoe tiada di djalanken atas orang-orang jang terseboet di bawah ini:
ie. koelawarga (1) dari atsal atawa dari kawinan saoeroetnja jang ka-atas .dan saoeroetnja jang ka-bawah dari pada orang jang salah di dalem perkara moefakatan atawa kedjahatan ;
2e. soedaranja laki laki dan soedara pranipoewan atawa iper-nja laki-laki dan ipernja pranipoewan dan lagi waknja atawa
(1) koelawarga = sanak soedara.
48
pak moedanja dan waknja atawa mak moedanja jang dari atsal atawa dari kawinan, dan anaknja soedaranja laki-laki, dan anaknja soedaranja perarapoewan.
3e. lakinja atawa bininja, kendati soedah betjeré.
4e. boedak-boedaknja jang soedah di lepas.
5e. orang jang misti simpen rasiah sebab dari pangkatnja atawa pekerdjaannja, atawa kedoedoekannja, tjoema dari perkara jang di pertjajaken kapadanja, sebab dari itoe, maka djikaloe tiada sebab dari itoe dia misti boeka perkara itoe bagimana parentahnja fatsal 67.
FATSAL 6g.
Adapoen orang-orang jang salah moefakatan atawa lain lain kedjahatan jang meroesakken kasenangan di loewar atawa di dalem India-Nederland; djikaloe ada salah satoe jang kasih taoe lebeh doeloe moefakatan atawa kedjahatan ini, atawa kasih taoe orang jang boewat atawa jang toeroet tjampoer dalem perkara itoe kapada kandjeng Goebernement, atawa lain-lainnja, jang terseboet di dalem fatsal 67 sabeloemnja moefakatan atawa kedjahatan itoe di djalanken atawa sabeloemnja di tjoba dj al an ken dan sabeloemnja perkara itoe moelai di priksa penga-dilan, atawa djikaloe di dalem orang-orang itoe ada salah satoe jang bikin sampe orang jang boewat atawa jang toeroet tjampoer itoe di tangkep kendati perkara itoe soedah moelai di priksa oleh pengadilan, maka dia di lepas dari hoekoeman-hoekoeman jang di djalanken atas orang-orang jang salah itoe.
Adapoen prentah jang terseboet di dalem fatsal 67, lawan dengan prentah jang oemoem, sebab boekoe hoe-koem oendang-oendang tiada bolch paksa pada orang mardika, aken mendjadiken penjoeloe. Bagitoe djoega prentah ini tiada bagitoe bergoena di tanah djawa, sebab orang ketjü dan anak boewak memang tiada brani kabar-ken kapada Kandjeng Goebernement, djikaloe dia dapet
49
taoe, ada orang-orang moefakat, atawa bikin kedjahatan, soepaja meroesaken kesenangan di India-Nederland; sebab dari takoetnja pembalesannja orang-orang itoe.
Adapoen prentah jang terseboet di dalem fatsal 68 be-toel; sanak soedara atawa soedara laki atawa prampoe-wan, atawa laki atawa bini, atawa boedak-boedak jang soedah di lepas tiada boleh di paksa aken kabarken kapada Kandjeng Goebernement, djikaloe dia dapet taoe dia poenja papa, atawa anak-anak, atawa soedara-soeda-ra. atawa laki, atawa bini, atawa dia poenja toewan jang doeloe moefakat, atawa bikin kedjahatan, sopaja meroe-sakken kasenangan di India-Nederland. Tetapi sring-sring djoega di tanja apalah anak dan soedara soesoewan, atawa anak angkat tiada misti di halalken (!) dari pada prentah jang terseboet di dalem fatsal 67, sebab dari adatnja orang Islam anak soesoewan mendjadi sanak soedara dan lagi dari adatnja orang Tjina anak angkat bernama „kzvee pangquot; menoeroet papanja jang soedah angkat sama dia dan anak itoe mendjadi aliwaris dari papa angkat itoe; tetapi pertanjaan, ini di menjahoeti dengan moenkir, sebab kaloewarganja jang mendjadi dari pada anak soesoewan, atawa anak angkat tiada sanipe penting (-).
BAB JANG KA-DOEWA.
Kedjahatan dan pelanggaran atas atoeran perkara jang soedah tetap.
BAGIAN JANG PEliTAMA.
Kedjahatan perkara djalanken hak pilih. FATSAL 70.
Djikaloe orang satoe atawa lebeh di tegah djalanken hak perkara pilih oleh orang-orang jang berkoempoel dengan niat dja-
(!) Halalken r= vrijstellen.
i\'2) Penting = besar = gewichtig.
4 *
$o
hat, atawa jang paksa, atawa jang antjam-antjam, maka orang-orang jang salah itoe masing-masing di hoekoem kerdja paksa dada detigan ran/e sedikitnja anem boelan dan banjaknja doewa taoen dengan di tjaboet hak pilihnja sedikitnja lima dan banjak banjaknja sepoeloeh taoen.
FATSAL 71.
Üjikaloe kedjahatan itoe di boewat sebab memang soedah di niatken lebeh doeloe, soepaja di djalanken di tempat satoe atawa lebeh, maka hoekoemannja kerdja paksa tiada dengan ran/e dari doewa sampe lima taoen.
FATSAL 72.
Siapa jang wadjib toelisi namanja orang-orang jang memilih, djikaloe toelisi namanja orang jang tiada di kasih taoe kapada-nja, atawa djikaloe bikin jjalsoe nama namanja orang jang soedah di toelis, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari satoe sampe tiga taoen dan di tjaboet hak dan kekoewasaan jang terseboet di dalem fatsal 22 dari hma sampe sepoeloeh taoen.
FATSAL 73.
Siapa jang tiada wadjib toelisi nama-namanja orang itoe, djikaloe dia salah boewat perkara-perkara jang terseboet di dalem fatsal 72, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante, dari anem boelan sampe doewa taoen, dan di tjaboet hak pilihnja, sedikitnja lima dan banjaknja sepoeloeh taoen.
FATSAL 74.
Adapoen satoe-satoenja orang dari soewatoe tempat jang bli atawa jang djoewal soewara, waktoenja pilihan di tempat itoe tiada perdoeli brapa harganja, maka dia di hoekoem tjaboet hak koewasaanja jang terseboet di dalem fatsal 22 dan hma sampe sepoeloeh taoen.
5i
Dan lagi jang djoewal dan jang bli soewara itoe, masing-masing di denda, dan banjaknja denda rangkep (1), dari harga jang soedah di kasih atawa di djandji.
Fatsal 71 dari Regeerings Reglement kasih koewasa ka-pada orang-orang ketjil (anak boewah), aken pilih sendiri dia poenja loerah; djadi siapa jang menegahken anak boemi, aken djalanken hak perkara pilih dia poenja loerah dengan niat djahat, atawa dengan paksa-paksa, atawa dengan amtjam-amtjam di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante ban jak-banjaknja doezva taoen; tetapi dji-kaloe dia memboewat kedjahatan itoe di tempat lebeh dari satoe, djoega dengan niat djahat, dengan paksa-paksa, atawa dengan antjam-antjam, dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari doezva sampe lima taoen.
Siapa jang tjoba bikin kedjahatan ini tiada boleh di hoekoem.
Maka Iain dari pada itoe, djikaloe meliat fatsal-fatsal dari bagian ini trang jang mengadaken hoekoem oendang-oendang maoe hoekoem orang-orang jang memboewat kedjahatan ini djoega dengan tjaboet hak pilih.
Mendjadi heiran itoe prentah tiada di seboetken di dalem fatsal 71. Salahnja itoe barangkali, sebab fatsal itoe seperti fatsal-fatsal lain dari bagian ini di ambil dari boekoe hoekoeman Peransman bernama „Gode Penal,\'\' di mana prentah, aken kedjahatan, jang terseboet di dalem fatsal 110 C. P. (fatsal 71 B. K. H.) di hoekoem dengan boewang di tempat boewangan. Maka siapa jang soedah di boewang, memang soedah tiada boleh djalanken hak pilih. Sekarang itoe hoekoeman boewang di ganti kerdja paksa tiada dengan rante dari doezva sampe lima taoen, dan jang membikin boekoe hoekoem oendang-oendang ini loepa aken seboetken djoega di dalem fatsal 71 hoekoeman tjaboet hak pilian.
(!) Rangkep = ganda = dubbel; denda rangkep = dubbel boete.
52
Fatsal 72 clan 73 hoekoem dengan hoekoeman kerdja paksa tiada dengan rante ba ujak-ba njaknja tig a iaoen, siapa jang wadjib, atawa tiada wadjib, toelisi di dalem register lain nama, jang di kasih taoe kapadanja atawa siapa jang bikin palsoe nama-namanja orang jang soedah di toelis di dalem register itoe; maskipoen kedjahatan ini termasoek di dalem kedjahatan bikin palsoe di dalem soerat-soerat.
BAG1AN JANG KA-DOEWA.
Perboewatan jang meroesakkeii kclakoewan jang mardika.
FATSAL 75.
Satoe-satoenja penggawa jang oemoem (I), dan satoe-satoenja penggawa politie jang ketjil-ketjil, dan satoe-saloenja orang politie, jang boewat soeka-soekanja sendiri ineroesakken orang poenja kelakoewan jang mardika, atawa meroesakken kekoewa-saannja memilih, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante, dari sat or sampe tiga taoen, dengan denda dan sepoeloeh sampe lima ratoes roepiah, atawa tiada dengan denda, dan di tjaboet haknja dan koewasanja, jang terseboet di dalem fatsal 22. Siapa jang tjoba bikin kedjahatan ini boleh di hoekoem.
Tetapi kaloe penggawa itoe membetoelken perboewatanja se-bab berkata di soeroeh oleh jang lebeh besar pangkatnja di dalem perkara jang djadi koewasanja penggawa jang lebeh besar itoe, dan djikaloe dia niemang misti toeroet prentahnja di dalern perkara itoe maka dia di lepas dari hoekoeman itoe; dan siapa kasih prentah itoe aken di hoekoem.
(!) Jang oemoem = jang pegang pekerdjaan negri.
53
FATSAL 76.
Djikaloe pengadilan hoekoem ganti keroegian sebab dari ke djahatan jang terseboet di dalem fatsal 75, atawa sebab dari tjoba bikin itoe kedjahatan, maka banjaknja itoe wang gantian di timbang bagitnana orangnja dan perkaranja dan kcroegianja, tetapi siajja djoega jang salah, maka itoe wang gantian tiada boleh koerang dari iiga roepiah jang satoe hari, jang satoe-satoenja orang jang di toetoep soeka-soekanja dan tiada sab (\').
Adapoen aken mendjadiken kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal 75, hoekoem siksa (1) prentah; ie. aken priaji jang memboewat kedjahatan itoe mendjadi priaji, atawa penggawa jang oemoem, ja-itoe jang pegang peker-djaan negri, di dalem dairah (2) negri di mana dia ter-tangkep dan tertahan toetoep orang, tiada dengen halal, atawa dia mendjadi bamba politie; 2c aken itoe priaji atawa penggawa memboewat kedjahatan itoe dengan me-noeroet kahendak hat! (3) dan sengadja dia melangkahken (5) boekoe oendang-oendang; 3e dia sengadja bertaoe dia poenjaperboewatan di larang pada boekoe oendang-oendang. Djikaloe priaji atawa penggawa tiada sengadja memboewat itoe perkara, mendjadi waktoenja dia tangkep atawa toetoep orang itoe, dia tiada bertaoe dia poenja perboewatan dengan mcnoeroet kahendak hati, dia tiada boleh di hoekoem.
Siapa sekarang di namaken priaji atawa penggawa jang ocmocm. Jang di namaken priaji jang oemoem, ja-itoe : jang pegang pekerdjaan negri; jang di namaken penggawa politie, ja-itoe: marinio (K), kapala dessa dan kapala
1
12) Hockoeman siksa = strafwet.
2
(3) Uairah — kring, uitgestrektheid van gebied.
3
C) Dengan menoeroet kahendak hati = willekeurig
54
kampong, dan djoega kapala district. Maka jang di namaken hamba politie Iain orang politie djavva jang ketjil-ketjil, seperti kebajan, tjarik dan lain dari pada itoe dan lagi orang politie jang di diriken atas tanah mardika.
FATSAL 77.
Priaji-priaji jang oemoem djikaloe toelak, atawa teledor toe-roeti permintaan jang sah, soepaja kasih ketrangan dari perkara orang jang di toetoep tiada dengan sah, tetapi dengan soeka-soekanja hati, di dalem roemah jang memang djadi tempat toetoepnja orang, atawa di lain-lain tempat; dan lagi djikaloe tiada kasih ketrangan dia orang soedah kasih taoe dari itoe perkara kapada pamrentah jang lebeh besar, maka dia orang di hoekoem kerdja pak sa tiada dengan ran te dari satoc sampe tiga taocn dengan denda, scpoeloch sampe lima ratocs roepiah, atawa tiada dengan denda, dan di tjaboet hak dan koewass.-nja jang terseboet di dalem fatsal 22. dan lagi misti ganti ke-roegian, bagimana atoeran jang terseboet di dalem fatsal 76.
Maka kahendaknja kedjahatan ini, ja-itoe:
ie. aken jang memboewat itoe kedjahatan memang priaji jang oemoem;
2e. aken itoe priaji toelak atawa teledor toeroeti permintaan, sopaja kasih katrangan dari perkara orang jang di toetoep tiada dengan sah, tetapi dengan menoeroet kahendak hati atawa djikaloe tiada kasih ketrangan dari itoe perkara kapada pamrentah jang lebeh besar;
3e. aken permintaan itoe dengan sah, dengan halal.
FATSAL 78.
Djikaloe tiada sebab jang djoeroe pendjara, atawa cipier memang koewasa trima orang lebeh doeloe di dalem cipier, bernanti sampe ada prentah atawa poetoesan jang terseboet di
55
dalem ini fatsal, maka dia trima atawa tahan orang di dalem cipie\'-tiada dengan prentahnja priaji iang koewasa, atawa tiada dengan soerat poetoesanja, dan itoe prentah atawa poetoesan tiada di toelis di dalem boekoenja; dan lagi djikaloe ada permintaan jang sah, dia tiada maoe kasih lihat orang jang di toetoep, dengan tiada ada katrangannja ada larangan dari fiskaal atawa dari pe ngadilan; dan lagi djikaloe dia tiada maoe kasih boekoe-boekoenja kapada priaji jang koewasa, maka dia di hoekoem kerdja paksa Ziada dengan rantc dari ancm boelan sampe doewa iaoen dan di denda dari delapan sampe seratoes roept a.
Siapa jang soedah trima orang jang di toetoep oleh priaji jang pegang pamrentahan, djikaloe ada sebab bagimana boeninja fatsal 86 dari hoekoem oendang-oendang perkara menetepken peratoeran atas pamrentahan besar di India-Nederland, maka djikaloe dia tiada sigra kabarken kapada fiskaal di pengadi-lan Wolanda di tempat di mana itoe orang di tangkep jang adadi bawah prentahnja^ maka dia kena hoekoeman sama djoega seperti jang terseboet di atas tadi.
Adapoen perboewatan ini jang patoet di hoekoem, tjoe-ma boleh di boewat pada cipier atawa direktoer dari roe-mah pendjara, jang trima atawa tahan tiada dengan prentah jang sah, di dalem itoe roemah pendjara orang tertangkep. Bagitoe kapala roemah pendjara tiada boleh trima di dalem boei orang-orang djikaloe tiada ada prentah dari priaji jang sah, jaitoe dari pengadilan atawa fiskaal, atawa adapoen aken orang djawa atawa jang tersamaken dia, djoega dari toewan Resident atawa Assistent-Resident. Bagitoe djoega cipier misti piara boekoe register, aken seboet di dalemnja namanja orang jang soedah di kasih masoek di dalem boei; dan lagi prentah aken masoek itoe orang di dalem boei misti di toelis di dalem boekoe register ; dan lagi djikaloe ada permintaan jang halal, cipier misti kasih lihat orang jang di toetoep, djikaloe tiada ada larangan dari fiskaal, atawa dari pengadilan,
56
Maka lain dari pada itoc, djikaloe menanding (\') fatsal ini dengan fatsal 70 dari boekoe hoekoeman Wolanda trang fatsal 70 ini di loewasken (J), dan jang mengadaken hoe-koem oendang-oendang kasih koewasa di dalem fatsal 78 Boekoe hoekoeman djawa kapada cipier, aken trima djoe-ga di dalem boei orang tertangkep tiada dengan prentah jang tertoelis, tetapi dengan prentah dengan lidah; schab di dalem perkara doerhaka, amok, roemah tebakar clan banjak lain-lain selaloe langkara (1), aken membikin prentah jang tertoelis boewat trima orang djahat itoe di dalem pendjara.
FATSAL 79.
Djikaloe priaji jang oemoem toetoep atawa soeroeh toetoep orang di loewar dari tempat jang soedah di temtoeken oleh priaji jang koewasa, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ranle dari saioe sampc iiga iaoen, dengan denda dari sepoeloeh sampc lima raiocs roepij ah, atawa tiada dengan den-da dan lagi di tjaboet hak dan koewasanja jang terseboct di dalem fatsal 22.
Siapa jang tjoba bikin itoe kedjahatan boleh di hoekoem djoega.
Adapoen tiada patoet aken perboewatan ini termasoek di dalem boekoe kaiidilan hockoeman ; tetapi kcsalahan ini baik di hoekoem pada pamrentahan mardika. Tetapi lain dari pada itoe sring-sring boleh djadi pcrloe, aken orang djahat di toetoep lebeh doeloe di dalem gardoc, atawa di dalem boei marinjo (4), scsampenja dia boleh di bawak di moeka pamrentahan jang sah.
1
f) Selaloe langkara — meestal ondoenlijk, onmogelijk.
57
BAG IAN JANG KA-TIGA.
MoefakaLnja priaji-priaji jang oemoem.
FATSAL 80.
Djikaloe perkoempoelan orang, atavva perkoempoelan perse-roan jang di pcrtjajaken pegang sebagian dari kekoewasaan jang oemoem beremboek bikin apa-apa, jang melanggar Per-atoeran besar, atawa djikaloe lain-lain orang beremboek bikin bagimana jang demikian itoe dengan djalanan oetoesan, atawa dengan moefakatan sendiri sadja, maka jang satoe-satoe orang jang salah di hoekoem kcrdja paksa tiada dengan rantc dari docwa sampe anem boclan, clan lagi boleh di hoekoem tiada boleh memegang segala pekerdjaan negri, atawa pangkat lama lamanja sepoeloeh taoen.
FATSAL 81.
Djikaloe orang membikin akal, atawa lain-lainnja dengan djalanan salah satoe jang terseboet di dalem fatsal 80 socpaja menahan djalannja Peratoeran besar, atawa soepaja melawan prentahnja kandjeng Goebernement, maka orang-orang jang salah itoe di hoekoem kcrdja paksa tiada dengan rante. dari doc wa sampe lima (aoen.
Djikaloe priaji mardika beremboek jang demikian dengan orang militair, atawa kapalanja, maka siapa-siapa jang adjak-adjak, maka dia di hoekoem kcrdja paksa dengan ran/c, dari lima sampe limablas iaoen dan orang-orang jang lain jang salah di hoekoem kcrdja paksa iiada dengan rantc dari docwa sampe lima taoen.
FATSAL 82.
Kaloe orang-orang jang beremboek itoe ampoenja keniatan meroesakken kasenengan di dalem India-Nederland, atawa ka loe perkara remboekanja itoe sampe djadi roesaknja kasenengan di dalem India-Nederland, maka orang-orang jang salah di hoekoem mati.
58
FATSAL 83.
Djikaloe priaji priaji jang oemoem berernboek lepas dari pe-kerdjaannja, dan niatnja soepaja brenti djalannja pengadilan, atawa djalannja pekerdjaan negri jang Iain-lain jang oemoem, atawa sampe kedjadian berenti djalannja pengadilan, atawa djalannja pekerdjaan negri jang lain-lain jang oemoem, maka dia orang di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari saioe sampe iiga laocn, dengan denda dari sepoeloeh sampe lima rafoes roepiah, atawa tiada dengan denda, dan di tjaboet hak dan koewasanja jang terseboet di dalem fatsal 22.
Kedjahatan ini termasoek di dalem moefakatan priaji-priaji jang oemoem sama sendirinja, atawa bersama sama kapala militair dengan niatnja, aken melawan pren-tahnja kandjeng Goebernement, atawa aken menaban djalannja peratoeran besar.
Adapoen maksoednja prentah ini ja-itoe: aken mene-gahken sembarang doerbaka dari pada priaji-priaji jang oemoem. Itoe sebab djoega di larang sama priaji itoe, aken berernboek lepas dari pada pekerdjaannja dengan niatnja, sopaja berenti djalannja pengadilan atawa djalannja pekerdjaan negri jang lain-lain jang oemoem.
BAGIAN JANG KA AMPAT.
Perkara priaji jang djalanken prentah dan priaji pengadilan, djikaloe am hi I koeiuasa jang boe kan koewasanja.
FATSAL 84.
Di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rantc dari saioe sampe tiga taoen, dengan denda dari sepoeloeh sampe lima ratoes roe-
59
piah, atawa tiada dengan denda dan di tjaboet hak dan koewa-sanja jang terseboet di dalem fatsal 22, ja-itoe;
ie. priaji-priaji pengadilan dan djaksa-djaksa, dan priaji-priaji politie, djikaloe ambil koewasa menetapken Peratoeran besar jang terseboet di dalem fatsal 31 dari Peratoeran pamrentahan besar di India-Nederland, sebab memboewat peratoeran jang betoelnja misti di tetepken seperti Peratoeran besar, djikaloe di timbang boeninja, atawa sebab brentiken djalannja Peratoeran besar satoe atawa lebeh, atawa sebab beremboek apa Peratoeran besar ini aken di djalanken.
2e. Priaji-priaji pengadilan dan djaksa-djaksa dan priaji-priaji jang djadi pertoeloengannja, djikaloe langgar koevvasanja, sebab tjam-poer dalem perkara jang djadi koewasanja priaji-priaji lain, atawa sebab membikin peratoeran dari pada perkara-perkara, ini, atawa sebab larang djalanken prentahnja priaji jang koewasa djalanken prentah.
FATSAL 85.
Djikaloe priaji jang pegang prentah negri soedah minta dengan soenggoeh-soenggoeh satoe perkara jang terbawa di hadepan priaji pengadilan dan djikaloe priaji pengadilan itoe poetoesken djoega perkara itoe tiada bernanti poetoesanja priaji jang lebeh besar. maka dia di denda dari delapan sampe /ocdjoepoeloeh limaroepiah.
Prentah pengabisan Bab ini.
FATSAL 86.
Djikaloe perkara tjaboet hak dan koewasa, jang terseboet di dalem fatsal 22, di seboetken di dalem bab ini serperti hoekoeman, maka priaji pengadilan tiada wadjib memoetoesken tjaboet dari pada pegang segala pekerdjaan jang oemoem atawa pangkat, djikaloe dia djalanken fatsal 37.
6o
Fatsal 84 ini larang aken priaji-priaji pcngadilan mcm-bikin hoekoem oendang-oendang, atawa pcratoeran, atawa brentiken djalannja hoekoem oendang-oendang dan per-atoeran jang soedah ada, atawa dia beremboek apa hoekoem oendang-oendang, atawa peratoeran itoe aken di djalanken atawa tida.
Maka fatsal ini larang djoega kapada priaji-priaji penga-dilan itoe, aken tjampoer dalem perkaranja dan koewasanja pamrentahan mardika.
Segala tjedera (\') antara priaji-priaji pengadilan dan pamrentahan mardika misti di poetoes pada jang di pertoewan besar Goebernoer Djendral dari India-Nederland, sesoedah-nja mendenger bitjaranja dari Raad van Indië, menoeroet fatsal 82 dari peratoean jang bernama „Rechterlijke Organisatiequot;. Fatsal 78 dari boekoe hoekoeman atas orang Wolanda di India-Nederland larang pada kapala dari pamrentahan mardika (Resident dan Assistent-Resident), aken memboewat peratoeran dengan kasih prentah apa-apa kapada pengadilan. Tetapi fatsal itoe tiada terdapet di dalem boekoe hoekoeman atas bangsa Djawa, sebab sampe seka rang tiada orang Djawa jang mendjadi kapala dari pamrentahan mardika, dan lagi tiada bolch di kira orang Djawa barangkali maoe djadi kapala pamrentahan mardika.
(i; Tjedera = geschil.
6i
BAB JANG KA-TIGA.
Kedjhaatan dan pelanggaran jang ineroesakken kasenengan jang oevtoem.
BAGIAN JANG PER TAMA
Perkara palsoe.
§ 1.
Oewang- palsoe. (i)
FATSAL 87.
Siapa-siapa jang tiroe, atawa bikin palsoe, atawa mengoe-rangken harganja, atawa meroesakken oewang mas, atawa oe-wang perak jang lakoe dengan halal (-) di negri Wolanda atawa di tanah India-Nederland, atawa siapa jang sengadja toeroet tjampoer djalanken, atawa djoewal oewang jang tiroean itoe, atawa jang seloengkang (:Jgt;) atawa jang di koerangi harganja, atawa jang di roesak; atawa siapa jang toeroet tjampoer bawak masoek oewang itoe di India-Nederland, niaka dia di hoekoem kerdja paksa dengan rante dari lima sampe doewa poeloeh /aoen.
(Bagian jang kadoewa dari fatsal ini soedali di angkat dan di boewang pada Staatsblad 1876 no. 174.)
FATSAL 88,
Siapa jang tiroe, atawa jang bikin palsoe, atawa mengoerang ken harganja, atawa meroesakken oewang tembaga jang lakoe
Oewang palsoe; tetapi lebeh baik oewang seloengkang.
(-) Halal = toeroet atoeran = wettig.
(3) Seloengkang = Jang di bikin palsoe; oewang seloengkang =3 valsche numt.
62
dengan halal di negri Wolanda, atawa di tanah India-Nederland, atawa siapa jang sengadja toeroet tjampoer perkara djalanken atawa djoewal oewang jang droean itoe, atawa jang seloengkang (1), atawa di koerangi harganja, atawa jang di roesak itoe, atawa siapa jang toeroet tjampoer perkara kasih masoek oewang itoe di tanah India-Nederland, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan ranfc dan lima sampe lintablas taoen.
Boeninja fatsal doewa doewa ini ampir-ampir sama djoe-ga; kelainan tjoema ini, aken fatsal 87 berkata dari oewang mas dan perak dan fatsal 88 dari oewang tembaga. Fatsal doewa-doewa ini berkata:
ie. dari kedjahatan tiroe, atawa bikin palsoe oewang; 2e. dari kedjahatan bikin roesak oewang;
3e. dari kedjahatan djalanken atawa membelandjaken (1) atawa mendjoewal oewang tiroewan. atawa oewang seloengkang (2), atawa wang jang di bikin roesak.
Begitoe siapa jang tiroe, atawa bikin palsoe oewang, perloe aken dia memboewat itoe dengan sengadja pake, atawa djalaken, atawa mendjoewal oewang palsoe itoe; mendjadi siapa jang bikin oewang jang tiroewan, tjoema boewat main sadja atawa dengan niatnja jang tiada ber-salah, tiada boleh di hoekoem seperti orang jang bikin oewang palsoe.
Perkataan „oewang jang lakoe dengan halalquot; maoe bi-lang oewang jang lakoe di pasar-pasar dan di mana-mana, dan jang pelihara pada kandjeng Goebernement.
Oewang boeleh di bilang „oewang tiroewanquot; djikaloe oewang itoe roepanja seperti jang di temtoeken pada hoe-
1
(-) Membelandjaken = uitgeven.
2
Oewang seloengkang = oewang jang di bikin palsoe.
63
koem oendang-oendang; tetapi tiada perloe aken oewang itoe sama betoel dengan oewang jang sah (J).
Adapoen oewang di bilang „oewang seloengkangquot; dji-kaloe di kasih harganja lebeh besar pada oewang jang sah (\') dengan mengobahken tanda tanda harganja.
Maka oewang di bilang „di bikin roesakquot;, djikaloe oe-wang jang sah (!) di ranting (1) atavva di bikin bolong (2) atawa djikaloe harganja di bikin koerang pada selakoe jang lain.
Adapoen siapa jang memboewat perkara itoe temtoe misti memboewat dengan niatnja aken bikin kedjahatan. Lain dari pada itoe fatsal doewa-doewa ini djoega meng-hoekoem, siapa jang mendjalanken, atawa mendjoewalken oewang tiroewan, atawa jang seloengkang (3), atawa jang di koerangi harganja atawa jang di roesak itoe.
Kedjahatan ini boleh teritoeng soedah kedjadian, djikaloe orang mendjalanken, atawa mendjoewalken oewang jang terseboet di atas dengan sengadja bertaoe oewang itoe pal-soe, dan lagi waktoe dia trima oewang itoe, dia bertaoe djoega oewang itoe palsoe.
Adapoen djikaloe orang itoe soedah trima sendiri oewang itoe dengen tiada dia bertaoe itoe oewang ada palsoe, tetapi di blakang kali dia soedah taoe, itoe boekan oewang betoel, dan djikaloe dia pake djoega, maka di hoekoem dengen denda sadja.
Perkara oewang di atoer pada Staatsblad 1854 no. 62, di mana di prentah, aken kangdjeng Goebernement mendjalanken oewang perak dari doewa roepiah setengah, dari satoe roepiah, dari setengah roepiah, dari seperampat roepiah, dari seperpoeloeh roepiah, dan dari seperdoewapoe-loeh roepiah, dan oewang tembaga dari doewa cent setengah, dari satoe cent, dan nari setengah cent.
1
(2) Ranting = snoeijen.
2
(3) Di bikin bolong = uithollen.
3
(4) Oewang seloengkang = valsche munt.
64
Oewang kertas dari kangdjeng Goebernement sendiri tiada ada di tahan India-Nederland ; tetapi di Bijblad alas Staatsblad no. 949 di prentah aken oewang kertas dari Javasche Bank boleh di djalanken djadi lakoe dengan halal.
FATS AL 89.
Siapa jang tiroe, atawa bikin palsoe, atawa koerangi harganja, atawa meroesakken oewang dari pada lain keradjaan ada di India-Nederland, atawa siapa sengadja toeroet tjampoer perkara kasih djalan atawa djoewal itoe oewang dari lain keradjaan jang tiroewan, atawa di bikin palsoe, atawa di koerangi harganja, atawa di bikin roesak, atawa siapa jang toeroet tjampoer perkara kasih masoek di India-Nederland, niaka dia di hoekoem ier-dja paksa dengan ran/e dari /una sampe sepoeloeh la oen.
Adapoen lain dari pada jang terseboet di dalem fat-sal 87 dan 88, hoekoem oendang-oendang menghoekoem djoega, siapa jang tiroe, atawa bikin palsoe, atawa bikin koerang harganja, atawa bikin roesak oewang dari negri asing (i); tetapi oewang itoe misti di tiroe, atawa di bikin palsoe di tanah India-Nederland.
Djikaloe di tiroe, atawa di bikin palsoe atawa di koerangi harganja, atawa di bikin roesak di negri Wolan-da, atawa di lain negri tiada boleh di hoekoem. tetapi siapa jang kasih djalan atawa mendjoewalken oewang itoe di tanah India-Nederland, atawa oewang itoe di bikin di tanah India-Nederland, atawa di bikin di lain negri, selamanja misti di hoekoem, menoeroet fatsal 89 ini.
Fats al 32 dari Staatsblad 1847 no. 32 berkata, aken siapa jang tiroe, atawa bikin palsoe, atawa bikin koerang harganja, atawa bikin roesak oewang, jang halal di tanah India-Nederland, atawa siapa jang mendjalan-
(!) Oewang dari negri asing = vreemde muntspeciën.
65
ken oewang kertas jang tiroewan, atawa jang palsoe, waktoe dia misti berdoedock di negri asing, maka dia misti di hoekoem. Tetapi prentah ini tiada tjotjok den-gan boekoe hoekoem oendang-oendang jang sah di tanah India-Nederland, sebab di sitoe tiada di seboet, aken orang jang tiroe atawa bikin palsoe oewang kertas teri-toeng djoega salah bikin oewang palsoe. Siapa jang mempoenjai oewang palsoe tiada boleh di hoekoem, dji-kaloe tiada trang siapa jang membikin oewang palsoe itoe, dan djikaloe tiada trang djoega orang jang mempoenjai oewang palsoe itoe soedah tjobah mendjalanken, atawa membelandjaken oewang palsoe itoe. Bagitoe poe-toesan dari Hoog-Gerechtshof dari India-Nederland tanggal 29 October 1883.
Lain dari itoe pendapetannja toewan Mr. W. dc Gelder, jang kata di dalem dia poenja boekoe jang teroetama (•) di atas kitab sjart hoekoem, aken orang jang mempoenjai oewang palsoe dan jang tiada boleh trangken siapa jang membikin oewang palsoe itoe misti teritoeng jang membikin oewang palsoe itoe. Tetapi saja soeka menoeroet poe-toesannja Hoog-Gerechtshof, jang terseboet di atas, sebab orang tiada boleh di hoekoem, djikaloe tiada trang dia memboewat perkara djahat dengan sengadja.
EATS AL 90.
Hoekoeman-hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 87, 88 dan 89 itoe tiada di djalanken, djikaloe oewang jang tiroewan, atawa di bikin palsoe, atawa di koerangi harganja, atawa jang di bikin roesak soedah di trima orang seperti baik, dan di blakang di kasih djalan koembali.
Tetapi djikaloe orang soedah taoe itoe boekan oewang betoel, dan kaloe dia pake djoega, maka dia di denda sedikitnja liga kali dan banjak-banjaknja ancm kali dari harga jang di tjap oewang jang di djalanken koembali itoe.
0) Teroetama
= jang paling bagoes = uitstekend.
5*
66
Adapoen denda ini sekali-kali tiada boleh koerang dari de-lapan roepiah.
Fatsal ini prentah aken orang tiada boleh di hoekoem, djikaloe dia soedah trima oewang palsoe seperti oewang jang baik, dan dia kasih djalan kombali dengan dia tiada taoe sekali itoe oewang palsoe.
Tetapi djikaloe dia soedah trima oewang palsoe seperti oewang jang baik, tetapi djikaloe di blakang kali dia dapet bertaoe itoe boekan oewang jang baik, maka dia pake djoega, dia misti di hoekoem dengan denda sedikit-nja tiada boleh koerang dari de lap an roepiah.
FATSAL 91.
Siapa jang taoe ada satoe fabriek atawa tempat bikinnja, atawa tempat simpennja oewang mas, atawa oewang perak, atawa oewang tenibaga jang di tiroe, atawa di bikin palsoe, atawa di koerangi harganja, atawa di bikin roesak, dan jang lakoe dengan halal (l) di negri Wolanda, atawa di India-Nederland, dan kaloe dia tiada kasih taoe kapada priaji jang prentah negri, atawa kapada politie pengadilan, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ran/e, dari satoe hoelan sampe doewa taoen, ja-itoe tjoema dari sebab dia tiada kasih taoe sadja, dan kendati dia tiada salah toeroet tjampoer.
Tetapi prentah ini tiada di djalanken atas orang-orang jang terseboet di dalem fatsal 68.
FATSAL 92.
Siapa-siapa jang salah dalem perkara-perkara kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal 87 dan 88 di lepas dari pada hoekoeman, djikaloe dia orang kasih taoe kedjahatan-kedjahatan itoe
(1) Lakoe dengan halal = wettige koers hebben.
6/
dan orang-orang jang memboewat itoe kapada priaji jang koe-wasa, sabeloemnja kedjahatan itoe di djalanken, dan sabeloem-nja perkara itoe di priksa pengadiian, atawa djikaloe dia orang tangkep orang-orang jang salah koetika perkara itoe soedah moelai di priksa.
Di dalem fatsal 91 hoekoem oendang-oendang prentah aken segala anak boemi kasih bertaoe kapada politie, djikaloe dia dapet taoe ada fabriek, atawa tempat bikinnja, atawa tempat simpennja oewang palsoe, sebab kedjahatan ini bagitoe berbehaja (M; mendjadi jang mengadakan hoekoem oendang-oendang maoe paksa pada anak boemi, aken kasih bertaoe itoe perkara kapada politie.
Tetapi fatsal 92 prentah aken orang jang salah dalem perkara kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal 87 dan 88 misti di lepas dari hoekoeman, djikaloe dia memboe-ka rahasija kapada politie, sebelomnja itoe kedjahatan di djalanken, dan sebelomnja perkara itoe di priksa oleh pengadiian. Maka djikaloe dia maoe toeroet aken tangkep orang jang salah itoe dia misti djoega di lepas dari hoekoeman, kendati djoega perkara itoe soedah di priksa pengadiian.
Adapoen fabriek fabriek oewang palsoe jang loewas (2) tiada ada di tanah India-Nederland; sebanjak kalinja orang Djawa jang maoe bikin oewang palsoe pake atjoewan (3) dari kajoe jang kasar sekali.
Bagitoe tiada ada banjak tempo, aken kasih bertaoe perkara ini kapada politie, sebelomnja kedjahatan itoe di djalanken. Tempat tempat di mana orang bikin oewang palsoe jang paling banjak memang di seblah wetan tanah
(!) Berbehaja = gevaarlijk.
(-) Loewas = besar = uitgebreid.
(3) Atjoewan = atjawan = roepa = vorm.
É
■
68
Djawa, di mana boleh mendapet di dalem desa banjak roepiah roepiah, dan oekon oekon ^1) jang palsoe.
§ 11.
Perkara liroe zegel, dan oewang kerias, dan soerat uetang jang oemoem, dan tjap oedjiün alawa tjap kertas dan tjap kompani 0 dan lain-lainnja.
FATS AL 93.
Siapa jang tiroe zegelnja Goebernement negri Wolanda, ata-wa India-Nederland, atawa pake zegel tiroevvan itoe:
siapa jang tiroe, atawa bikin palsoe soerat oetang dari pa-da kantor oewang Goebernement, jang di taroeh di bawah ze gelnja, atawa oewang kertas dari pada Bank, jang soedah di brie idin dengan peratoeran besar;
atawa siapa jang sengadja pake soerat oetang dan oewang kertas tiroewan ini, atawa jang kasih masoek di India-Nederland ;
maka dia di hoekoem kerdja pak sa dengan ranie dari lima
sampe doewa poeloeh iaoen.
Prentah prentahnja fatsal 91 dan 92 di djalanken djoega atas kedjahatan-kedjahatan jang di hoekoem bagimana boeninja fatsal ini.
(Bagian jang ka-doewa dari fatsal ini soedah di angkat dan di boewang pada Staatsblad 1876 No. 174)-
1
Oekon = oewang perak dari sateugah roepiah _ een halve
gulden stuk.
6g
Adapoen kedjahatan ini baroe boleh di hoekoem, dji-kaloe orang tiroe zegelnja Gocbernemcnt dengan niatnja aken djalanken, atawa mendjoewalken zegel tirocwan itoe; tetapi tiada perloe, aken itoe zegel di tiroe dengan inget-tan maoe tjari oentoeng dari pada zegel tiroewan itoe, atawa aken meroegiken sania kandjeng Goebernement, atawa sama orang orang jang lain.
Fatsal 93 ini sekarang membitjaraken bermoela dari kedjahatan tiroe zegelnja kandjeng Goebernement negri Wolanda, atawa India-Nederland, atawa pake zegel tiroewan itoe; kahendaknja zegel ini ja-itoe zegel jang berna-ma „meterai karadjaanquot; (ï) dan jang tepake di atas soe-rat-soerat aken menghalalken anak, atawa aken menjataken anak jang di bawah oemoer mendjadi akal balighr (1).
Zegel ini boekan zegel jang terseboet di dalem Peratoe-ran besar di atas zegel, dan djeega boekan tjap-tjap dari kantor-kantor Goebernement.
Kadoewa fatsal ini menghoekoem siapa jang tiroe, atawa bikin palsoe soerat-soerat oetang dari pada kantor oe-wang Goebernement; tetapi soerat-soerat oetang itoe misti di taroek di bawah zegelnja Goebernement.
Katiga fatsal ini menghoekoem siapa jang tiroe, oewang kertas dari pada Bank, jang soedah di bri idin pada kandjeng Goebernement di tanah India-Nederland. Tjoema ada satoe Bank, jang di kasih idin, aken membikin dan djalanken oewang kertas, ja-itoe namanja „Javasche Bankquot;.
FATSAL 94.
Siapa jang tiroe atawa bikin palsoe tjap satoe atawa lebeh dari kandjeng Goebernement, atawa pekakas pemoekoel dari kan djeng Goebernement jang di pake aken tanda-tanda oetang, atawa tjap oedjian mas atawa perak, atawa siapa jang sengadja pake
1
(2) Mengataken akal balighr = meerderjarig verklaren = veniaactatis.
70
soerat-soerat, atawa soerat oetang, atawa zegel, atawa pekakas pemoekoel, atawa tjap oedjian jang tiroewan, atawa di bikin palsoe, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan rante dan lima sampc lima bias taocn.
FATSAL 95.
Siapa jang pake tjapnja zegel jang betoel, atawa pekakas pemoekoel, atawa tjap oedjian jang misti di pake pada peker-djaan jang terseboet di dalem fatsal 94, dan jang dia dapet dengan djalanan jang tiada halal dan djikaloe dia pake itoe mendjadi roesaknja hak atawa kabaiknja India-Nederland, ma-ka dia di hoekoem kerdja paksa dengan rante dan lima sampc sepoeloch taoen.
Djikaloe orang taroeh, atawa samboeng, atawa pindahken tjap di lain perboewatan jang asal moelanja memang tiada di taroehi tjap itoe, maka dia boleh di hoekoem sama djoega saperti orang jang pake pekakas pemoekoel atawa tjap jang betoel jang dia dapet dengan djalanan jang tiada halal dan pakenja itoe mendjadi roesaknja hak atawa kabaikannja India-Nederland.
Fatsal 94 ini menghoekoemken siapa Jang pake tjap-tjap dari kangdjeng Goebernement; boekan tjap-tjap dari priaji jang pegang prentah.
Tjap dari kandjeng Goebernement misti pake alamat dari karadjaan negri Wolanda, dengan soeratan koeliling „India-Nederlandquot; (Feratoeran besar di atas zegel Staatsblad 1885 no. 133 fatsal 3).
Bagitoe djoega peratoeran besar tanggal 10 Februari 1874 Staatsblad no. 52 prentah, aken zegel boewat mem-bajar opah post doeloe misti pake gambarnja Sri Bagen-da Radja dari negri Wolanda dengan soeratan ka-atas „India-Nederland.quot;
Adapoen fatsal 11 dari peratoeran besar di atas Post
7i
di tanah India-Nederland prentah aken hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 94 B. K. H. djoega lakoe, dji-kaloe orang tiroe atawa bikin palsoe zegel dari post itoe, atawa djikaloe itoe zegel tiroewan, atawa jang palsoe di pake dengan sengadja.
FATSAL 96.
Siapa jang tiroe tjap-tjap jang soedah di temtoeken dengan prentahnja kandjeng Goebernement. sopaja di bikin tjap sega-la roepa barang, atawa barang dagangan, atawa siapa jang se-ngadja pake tjap tiroewan itoe, dan lagi siapa jang tiroe zegel, atawa tandanja satoe priaji jang pegang prentah. atawa zegel, atawa tjap, atawa tandanja Bank partikulier, atawa perkoem-poelan orang dagang dan zegel, tjap, atawa tanda itoe soedah di kataoewi negri, atawa siapa jang pake zegel, atawa tjap, atawa tanda tiroewan itoe, maka dia di hoekoem kerdja pak sa deugen rantc dari lima sampe sepoeloeh taocn.
Zegel, atawa tjap, atawa tanda dari pada Bank partikulier, atawa dari pada perkoempoelan orang dagang teritoeng soedah di kataoewi negri, djikaloe jang satoe di taroeh oleh jang poe-nja di kantor dagangan dan karadjinan. (Kamer van Koophandel en Nijverheid) dan jang satoe di taroeh di kantornja toewan Griffier dari Raad van Justitie, jang am])oenja bawah ada bediri Bank, atawa perkoempoelan orang dagang itoe, atawa djikaloe Bank, atawa perkoempoelan orang dagang itoe, tiada berdiri di tanah India-Nederland. maka jang satoe dari zegel, atawa tjap, atawa tanda itoe misti di taroeh di kantor dagangan dan karadjinan (Kamer van Koophandel en Nijverheid), dan di kantornja toewan Griffier dari Raad van Justitie di Be-tawi, dan lagi djikaloe soedah di kabarken di dalem soerat kabarnja kandjeng Goebernement (Javasche Courant) dan di dalem soerat-soerat kabar satoe di tempatnja.
FATSAL 97.
Siapa jang dapet zegel, atawa tjap, atawa tanda jang betoel dengan melawan hoekoem (1), dan zegel, atawa tjap, atawa tan-
(!) Denganmelawan hoekoem — wederrechtelijk.
72
da itoe memang misti di pake pada pekerdjaan jang terseboet di dalem fatsal 96, djikaloe dia pake mendjadi roesaknja hak atawa kaoentoengannja India-Nederland, atawa priaji jang pe-gang prentah, atawa Rank partikulier, atawa perkoempoelan orang dagang, maka dia di hoekoem kerdja paksa fiada dengen ran te dari iiga sant pc li/na iaocn, dan di tjaboet hak dan koewasanja jang terseboet di dalem fatsal 22.
l\'riaji pengadilan tiada wadjib hoekoem tjaboet dari pegang segala pekerdjaan dan pangkat jang oemoem, djikaloe dia dja-lanken fatsal 37.
Fatsal fatsal doewa doevva ini scparoe soedah di tjaboet adapoen aken tjap-tjap dagangan, atawa fabriek (Staatsblad 1885 no. 109 dan 110) tetapi tjap-tjap itoe sadja jang tepake aken membedaken (!) antara barang dagangan dengan barang dari fabriek.
Bagitoe tjap-tjap jang Iain, jang tepake pada satoe fabriek, atawa toko dagangan, tiada teritoeng seperti tjap-tjap dari fabriek, atawa dagangan.
Lain dari pada itoe fatsal 96 membitjaraken dari ke-djahatan tiroe tjap-tjap dari kandjeng Goebernement, so-paja di bikin tjap segala roepa barang, atawa barang dagangan; dan lagi zegel, atawa tjap, atawa tandanja dari priaji, jang pegang prentah, atawa dari Bank partikulier. atawa perkoempoelan orang dagang; atawa kedjahatan sengadja pake zegel, atawa tjap atawa tanda tiroewan itoe.
Fatsal 97 menghoekoemken siapa jang pake dengan sengadja dan melawan hoekoem (1) zegel, atawa tjap, atawa tanda jang betoel.
Bagitoe djoega di hoekoem pada fatsal ini siapa jang tiroe tjapnja priaji jang pegang prentah, atawa Bank partikulier, atawa perkoempoelan orang dagang.
1
(\'-) Melawan hoekoem — wederrechtelijk.
73
§ 3.
Perkara palsoe di dalem soerat jang sah dr«n dalem soerat-soerat dagangan dan dalem soerat-soerat Bank.
Boekoe hoekocm oendang-oendang di tanah India-Nederland memandang (!) perkara palsoe seperti kedja-hatan bersalahan dengan kaoentoengan dan kabaikan dan\' karadjaiin, dan boekan seperti kedjahatan aken kaoentoe-nganja, atawa kabaikannja orang satoe-satoenja.
Maksoednja hoekocm oendang-oendang memang, sopaja memeliharaken santosa (1) antara segala orang, dan sopaja menegahken (2) dengen titah kras segala perboewatan, oleh apa kasantosaiin boleh di garak (-1).
Adapoen sopaja mendjadiken kedjahatan palsoe boekoe hoekoem oendang-oendang menoentoet (3) tiga perkara:
ie. aken meroegiken kabenaran;
2e. aken memboewat perkara palsoe dengan maksoed dengan tipoe; dan
3e. aken boleh djadi lain orang mendapet roegi dari perboewatan itoe.
Tiada perloe aken soedah mendjadiken karoegian.
Bagitoe maksoed dengan tipoe soedah ada, djikaloe orang, jang soedah membikin soerat, tiada pake namanja sendiri, tetapi lain orang poenja sebab doeloe dia soedah dapet hoekoeman brat sekali, oleh apa dia poenja nama sendiri tiada di pertjaja lagi.
1
(-) Memeliharaken santosa - rust, veiligheid handhaven.
2
i3) Menegahken = verhinderen, tegengaan.
3
Menoentoet = vereischen.
74
FATSAL 98.
Satoe-satoenja priaji jang oemoem, djikaloe bikin palsoe, koe-tika djalanken pekerdjaannja di hoekoem kerdja paksa dengan ran/e dari lima santpr dcewa pocloeh faoen, bagimana di bawah ini:
djikaloe bikin palsoe tanda tangan;
djikaloe berobah soerat perdjandjian, atawa lain-lain soerat, atawa tanda tangan ;
djikaloe ganti namanja orang jang betoel dengan namanja lain orang;
djikaloe tambah perkataan atawa toelis antara lain-lain toeli-san di dalem boekoe-boekoe, atawa di dalem lain soerat-soerat jang sah, sasoedahnja di bikin atawa di toetoep.
Fatsal ini mendjelang (l) priaji jang oemoem, jang memboewat palsoe, koetika djalanken pekerdjaannja: men-djadi djikaloe priaji jang oemoem seperti Griffier dari Landraad membikin soerat toekaran (wissel) jang palsoe dia tiada dapet hoekoeman jang terseboct di dalem fatsal ini, tetapi di hoekoem dengan hoekoemannja fatsal 100 B. K. H.; aken tetapi djikaloe itoe Griffier bikin palsoe di dalem proces-verbaal dari pcrhimpoenan madjelis hoekoem (-), dia teritoeng bikin palsoe koetika djalanken pekerdjaannja dan dia misti di hoekoem dengan hoekoeman, jang terseboet di dalem fatsal 98 ini.
Ragitoe priaji jang oemoem tjoema di hoekoem dengan hockoeman jang terseboet di atas, djikaloe bikin palsoe di dalem soerat jang teritoeng djabatannja (3).
Bagitoe satoe djoeroe goedang di hoekoem menoeroet fatsal ini, sebab dia bikin palsoe di dalem dia poenja
C1) Mendjelang = tegen iets richten, op iets betrekking hebben.
(-) Perhimpoenan madjelis hoekoem = terechtzitting.
(3) Djabatan = pangkat — ambt.
75
boekoe goedang; tetapi satoe kommies dari kantor beja, (!) jang bikin palsoe di dalem soerat moewatan di lepas-ken pada kaadilan Besar Hoog Gerechtshof dari India-Nederland, sebab Staatsblad 1829 no- ll^ tiada memtri koewasa sama itoe kommies, aken bikin dan teeken soerat moewatan; tetapi membri koewasa itoe sadja kapada toewan controleur dari kantor beja dan kapada toewan kommies pemocngoet beja (1).
Siapa sekarang misti teritoeng mendjadi priaji jang oemoem ?
Djikaloe meliat hoekoem oendang-oendang itoe tiada bagitoe trang; tetapi djikaloe lihat fatsal 1868 dari Burgerlijk wetboek di tanah India-Nederland. di sitoe di ka-ta, aken di bilang priaji jang oemoem, itoe priaji jang ada koewasa membikin soerat-soerat jang sah (2). Bagitoe Notaris dan Deurwaarder djoega mendjadi dan teritoeng priaji jang oemoem.
FATSAL 99.
Satoe-satoenja priaji jang oemoem, djikaloe bikin soerat-soerat jang inemang pekerdjaannja dan berobah oedjoednja ( ») atawa perkara-perkaranja (ƒ\') jang misti di seboetken, dan berobaha-nja itoe dengan tipoe, sebab seboetken perdjandjian jang lain dari jang di kasih taoe dengan soerat, atawa dengan moeloet oleh orang orang jang soeroeh bikin itoe soerat, atawa sebab seboetken perkara jang palsoe seperti perkara jang betoel, atawa sebab seboetken perkara, jang tiada di akoe seperti soedah di akoe, maka dia kena hoekoeman sama djoega seperti di atas itoe.
1
(-) Kommies pemoengoct bejn. = kommies ontvanger der in- en uitvoerrechten.
2
(3) Soerat jang sah - autenthiek geschrift.
76
Adapoen semantara fatsal 98 membitjaraken jang per-tama-pertama danquot; hal priaji jang oeinoem jang membi-kin palsoc di dalem soerat-soerat jang sah, dan menoe-roet pekerdjaannja, fatsal 99 ini berkata dari priaji jang oemoem, jang waktoe dia bikin soerat jang memang pe-kerdjaannja berobah kaadaannja atawa peri hal, jang mis-ti di seboetken; tctapi memang perloe aken perobahan-nja dengan sengadja dan dengan tipoe.
Bagitoe satoe Notaris jang misti bikin soerat perdjan-djian djoewal blie, djikaloe dia seboetken dengan tipoe dalem soerat itoe oewang pemblian lain dari pada kama-oewannja kadoewa pehak (!), atawa djikaloe dia seboetken dalem soerat itoe perdjandjian djoewal bli jang pal-soe seperti perdjandjian jang betoel membikin palsoe di dalem soerat jang sah.
Adapoen boewat mendjadiken kedjahatan palsoc di dalem soerat jang sah, tiada perloe aken membikin karoc-gian kapada Iain orang; tetapi memang sampe, djikaloe priaji jang oemoem dan lain orang jang membikin palsoe, memboewat itoe dengan sengadja dan dengan tipoe.
Bagitoe priaji jang mendjabat negri (1), djikaloe dia seboetken di dalem daftar dari policie (policierol), atawa di dalem daftar makan (kostrol) nama namanja pesakitan, jang tiada ada dan djikaloe memboewat itoe dengan sengadja, teritoeng memboewat palsoe itoe dengan silap (2) dan dengan tipoe, dan priaji itoe misti di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 98.
Lain dari pada itoe pendapetannja Raad van Justitie di Betawi (3).
Bagitoe djoega priaji jang mendjabat negri, jang se-boet di dalem soerat perdjalanan (4) dia soedah pake
1
(2) Priaji jang mendjabat negri =: besturend ambtenaar.
2
(:9 Silap = misleiding.
3
(4) Indisch weekbl. van het Recht No. 632.
4
(5) Soerat perdjalanan = reisdeclaratie.
77
koeda pos partikulier jang memang dia tiada pake se-kali, dan djikaloe priaji itoe pake soerat bajaran jang tiada benar, memang dia djocga misti teritoeng salah ke-djahatan bikin palsoe di dalem soerat jang sah, sebab soerat perdjalanah (!) teritoeng soerat jang sah; mendjad\' siapa jang dengan sengadja dan dengan tipoe menbikin palsoe di dalem soerat itoe misti di hoekoem. Djoega dalem perkara begini roepa Raad van Justitie di Betawi soe-dah lepasken sama pesakitan, sebab priaji jang memboe-wat palsoe itoe, tiada memboewat aken bikin karoegian sama lain orang; tetapi Raad van Justitie di Betawi memang loepa sedikit, aken kedjahatan palsoe boekan kedjahatan aken kakajaannja orang satoe-satoenja, tetapi menoeroet kedjahatan jang meroesaken kasenengan jang oemoem (-).
FATSAL ioo.
Segala orang jang lain, djikaloe bikin palsoe di dalem soerat soerat jang sah, atawa di dalem soerat-soerat dagangan, atawa di dalem soerat-soerat bank, di hoekoem kerdja pak sa dengan ran/e dart lima satnpc lima bias iaoen, bagimana di bawah ini: djikaloe tiroe atawa berobah soerat-soerat, atawa tanda ta-ngan;
djikaloe memikirken perdjandjian, atawa peratoeran, atawa pengakoewan, atawa kalepasan, atawa djikaloe masoeken itoe di blakang di dalem soerat-soerat (jang sah);
djikaloe tambah atawa berobah prentah, atawa perdjandjian, atawa perbilangan, atawa perkara jang misti di seboetken di dalem soerat-soerat ini, atawa jang misti di trangken di dalem soerat soerat itoe.
t1) Soerat perdjalanan = reisdeclaratie. (-\') Indisch weekblad van het Recht No. 814.
78
Fatsal 98 berkata dari priaji jang oemoem Jang bikin palsoe di dalem soerat-soerat jang sah koetika djalanken pekerdjaannja dan fatsal 99 berkata dari priaji, jang ter-seboet di atas itoe, jang bikin palsoe di dalem soerat itoe, jang belom di taroek tanda tangan, sebab seboetken per-djandjian jang Iain dari jang di kasi taoe. Tetapi fatsal 100 ini berkata dari palsoe di dalem soerat-soerat jang sah, jang di bikin pada orang-orang jang tiada djadi priaji, atawa pada priaji, jang bikin palsoe itoe, koetika tiada djalanken pekerdjaannja.
Kedjahatan palsoe di dalem soerat-soerat jang sah te-ritoeng soedah djadi, djikaloe sa-orang mengadep di moe-ka Notaris dengan pake lain orang poenja nama dan lagi soeroeh sama itoe Notaris, aken bikin soerat oetang, atawa perdjandjian djoewal bli jang kira-kira sadja.
Segala palsoe di dalem soerat-soerat jang sah boleh bikin karoegian kapada kaoentoengannja segala orang, djoe-ga djikaloe palsoe itoe di bikin sebelomnja soerat-soerat itoe di teeken.
Aken tetapi siapa jang taroek lain orang poenja tjap di bawah soerat-soerat, tiada boleh di bilang salah bikin palsoe di dalem soerat-soerat, djoega djikaloe soerat itoe memang palsoe.
Segala palsoe di dalem soerat-soerat dagangan, atawa di dalem soerat-soerat bank di hoekoem seperti palsoe dalem soerat jang sah, dan palsoe itoe di hoekoem lebeh kras dari palsoe di dalem soerat-soerat di bawah tangan, sebab boekoe hoekoem oendang-oendang maoe melindoeng-ken (l) soerat-soerat dagangan itoe.
Apa sekarang jang di namaken soerat-soerat dagangan dan soerat-soerat hank? Fatsal 3, 4 dan 6 dari Boekoe oendang-oendang bernama „Wetboek van koophandelquot; membilang soerat-soerat dagangan, ja-itoe boekoe-boekoe dari soedagar, atawa soerat-soerat perdjandjian djoewal
(!) Melindoengken = beschermen.
79
bli kapal, tali mali (\'), dan serba kapal (2), dan lagi soe-rat toekaran (wissel), atawa soerat toekaran ketjil (orderbiljet), atavva acceptatie, atawa soerat aken trima oewang kapada orang jang menoeadjoek itoe soerat (papier aan toonder), atawa soerat moewatan kapal (cognossement).
Boekoe boekoe soedagar, jang boekoe hoekoem oendang-oendang prentah memegang pada jang berdagang, ja-itoe boekoe peringatan sahari hari (dagboek), boekoe toelis soerat (brievenboek) dan naratnja (balans). Lain boekoe-boekoe soedagar tiada di prentah aken memegang, tetapi siapa jang bikin palsoe di dalem itoe boekoe-boekoe soedagar djoega di hoekoem dengan hoekoeman jang terse-boet di dalem fatsal 100 ini.
Bagitoe kasir dari kongsi soedagar jang bikin palsoe di dalem boekoe praoe; atawa orang jang bikin palsoe di dalem dattar (register) dari persakoetoewan djalan kre-ta api (spoorweg maatschappij), selamanja di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di atas.
Soerat toekaran selamanja teritoeng soerat-soerat daga-ngan, tetapi soerat acceptatie, atawa soerat toekaran ketjil (orderbiljet) tjoema teritoeng soerat-soerat dagangan, djikaloe di kaloewarken (3) pada soedagar, tetapi djikaloe itoe soerat acceptatie di teeken dan di oendjoek pada lain orang jang tiada berdagang, itoe soerat teritoeng soerat di bawah tangan.
Adapoen soedagar jang tiada toelis tanggoengan di dalem dia poenja boekoe tiada boleh di hoekoem; sebab boekoe hoekoem oendang-oendang sekali-kali tiada prentah aken soedagar misti di hoekoem djoega, djikaloe dia dengan sengadja tiada menjeboetken tanggoengan, atawa lain-lain perdjandjian di dalem boekoenja. (Arrest dari Hoog-Ge-rechtshof dari India-Nederland tanggal i Mei 1880) (-1).
C) Tali mali = tuigage van een schip.
(\'-) Serba kapal = scheepsbenoodigdheden.
(\'!) Kcloewarken = afgeven.
(4) Ind. weekbl. van het Recht no. 893.
8o
FATSAL tol.
Dalem segala perkara jang terseboet di dalem fatsai (paragraaf) ini, djikaloe orang dengan sengadja pake soerat-soerat palsoe itoe, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan rante dan lima sampe lima bias /aoen.
FATSAL 102.
Perkara bikin palsoe di dalem soerat-soerat pas djalan, dan dalem soerat-soerat prentah djalan jang di bitjaraken dalem fatsai (paragraaf) 5, itoe tiada termasoek dalem prentah-pren-tah jang terseboet di atas.
Setelah fatsal-fatsal 98, 99 dan 100 soedah membitja-raken dari kcdjahatan bikin palsoe di dalem soerat jang sah, fatsai 101 ini membitjaraken dari kedjahatan jang lain, dan hoekoem dengan kerdja paksa dengan rante dari lima sampe limablas taoen, siapa jang dengan sengadja pake soerat-soerat palsoe jang di bitjaraken di atas ini. Tetapi soepaja boleh hoekoem orang jang pake soerat-soerat palsoe itoe, memang misti trangken waktoe dia pake soerat palsoe itoe, dia mengatahoewi itoe soerat betoel palsoe.
Adapoen djikaloe orang pake soerat palsoe jang tiada bergoena, atawa jang tiada berkoewasa, dia tiada boleh di hoekoem.
Bagitoe siapa jang pake soerat-soerat jang palsoe, jang di teeken sadja dengan kaki ajam (kruisje f) tiada boleh di bilang salah, sebab soerat itoe tiada bergoena sekali djikaloe tiada tanda tangan jang betoel di bawah soerat itoe.
Dari perkara bikin palsoe di dalem soerat pas dan soerat prentah djalan nanti maoe membitjaraken di dalem
8i
fatsal ( paragraaf) 5, sebab kira-kiranja jang mengadaken hoekoem oendang-oendang lebeh baik, aken palsoe di dalem soerat-soerat ini di hoekoem lebeh enteng.
§ 4.
Perkara palsoe di dalem soerat-soerat di bawah tangan.
FATSAL 103.
Siapa jang bikin palsoe di dalem soerat-soerat di bawah tangan dengan djalan salah satoe jang terseboet di dalem fatsal 100, maka dia di hoekoem kerdja paksa deugen ran/e dari li-ma sampe sepoeloeh Uwen.
FATSAL 104.
Siapa jang dengan sengadja pake soerat palsoe itoe. maka hoekoemannja sama djoega seperti jang terseboet di atas,
FATSAL 105.
Soerat-soerat ketrangan palsoe jang terseboet di dalem fatsal (paragraaf) 5. itoe tiada termasoek di dalem prentah prentah di atas itoe.
Apa jang di namaken soerat-soerat di bawah tangan? Jang di namaken soerat-soerat di bawah tangan, ja-itoe segala soerat perdjandjian dan lain-lain soerat jang tiada di bikin pada priaji jang ocmocm, koetika djalan-
6*
82
ken pekerdjaannja, dan jang tiada soerat-soerat dagan-gan, atawa soerat-soerat bank.
Siapa sekarang bikin palsoe di dalem soerat-soerat di bawah tangan di hoekoem mcnoeroet fatsal 103, tetapi itoe hockocman lebch enteng dari hoekoem di atas perkara bikin palsoe di dalem soerat-soerat jang sah, atawa di dalem soerat-soerat dagangan, atawa di dalem soerat-soerat bank.
Adapoen peri peri, oleh apa sa-orang boleh bikin palsoe di dalem soerat-soerat di bawah tangan sama djoega jang terseboet di bawah fatsal 100.
Bagitoe djoega siapa dengan sengadja pake soerat palsoe itoe di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 103.
Postwissel tiada teritoeng soerat-soerat dagangan, tetapi teritoeng soerat-soerat jang sah Aken tetapi siapa jang taroeh kwitantie dengan nama palsoe di bawah postwissel memang teritoeng salah bikin palsoe di dalem soerat-soerat di bawah tangan.
Bagitoe siapa jang bikin palsoe di dalem soerat acceptatie lelang teritoeng salah bikin palsoe di dalem soerat-soerat di bawah tangan.
Soerat penghantaran binatang, jang terseboet di dalem Staatsblad 1863 no. 84 teritoeng soerat jang sah aken orang-orang djawa dan jang tersamaken orang djawa.
§ \'quot;*■
Perkara pulsoe di dalem soerat pas, dan soerat prentah djalan, dan soerat tan da tangan.
FATSAL 106.
Siapa jang bikin soerat pas palsoe, atawa bikin palsoe soerat pas jang betoel, atawa dengan sengadja pake soerat pas pal-
83
soe. atawa soerat pas jang di bikin palsoe, maka dia di hoekoem kcrdja paksa fiada dengan ran/c dari satoe sa/nfic lima taoen.
FATS AL 107.
Siapa jang pake nama palsoe di dalem soerat pas, atawa siapa jang djadi saksi, soepaja soeroeh kasih soerat pas jang di seboetken nama palsoe di dalemnja, maka dia di hoekoem ker-dja paksa /iada dengan rank dari figa boelan sampe satoe faoen.
Siapa jang pegang pesanggrahan, dan pegang roemah makan djikaloe sengadja toelis di dalem bockoe-boekocnja jang soe-dah di temtoeken oleh priaji jang koewasa dengan nama palsoe, atawa dengan nama bikinan, namanja orang-orang jang mondok di pesanggrahannja, atawa di roemah makannja. maka dia di hoekoem kerdja pekerdjaeln negrt dengan dapet makan Utapi fiada dengan bajaran, dari anem hart sampe sa/oe boelan.
FATS AL 10S.
Priaji jang oemoem djikaloe kasih soerat pas pada orang jang dia tiada kenal sendiri, dan djikaloe tiada soeroeh trang-ken namanja, dan pekerdjaannja oleh doewa orang jang beroe-mah di negri. jang itoe priaji kenal, maka dia di hoekoem kerdja paksa fiada dengan rante dari sa/oe sampe anem boelan.
Priaji jang oemoem, djikaloe soedah taoe palsoe namanja orang, dan djikaloe kasih djoega soerat pas dengan nama palsoe itoe, maka dia di hoekoem kcrdja paksa tiada dengan rante dari doewa sampe lima taoen.
FATS AL 109.
Siapa jang bikin soerat prentah djalan palsoe, atawa siapa jang bikin palsoe soerat djalan jang betoel, atawa dengan sengadja pake soerat djalan palsoe, atawa soerat djalan jang di bikin palsoe, maka dia di hoekoem bagimana di bawah ini:
kerdja paksa tiada dengan rante dari satoe boelan sampe lima taoen, djikaloe itoe soerat prentah djalan palsoe tjoema di pake boewat tipoe pedjagaannja pamrentah jang oemoem,
«4
kcrdja faksa iiada dengan ranie dan docwa sampc lima /aocn. djikaloe kantor oewang Goebernement soedah bajar oewang djalan kapada orang jang pegang soerat prentah djalan palsoe itoe, dan djikaioc oewang djalan itoe betoelnja tiada misti di bajarken kapadanja. atawa djikaloe oewang itoe ada lebeh banjak dari jang betoelnja misti di bajarken; tetapi di dalem doewa perkara itoe. djikaloe oewang jang di bajar tiada mistinja di bawah lima pocloch roejiiah;
dan kcrdja paksa dengan ran/c dari lima sampc scpoeloeh /accu: djikaloe orang jang pegang soerat prentah djalan palsoe itoe, trima oewang jang tiada dengan mistinja banjaknja lima pocloch rocpiah atawa lebeh.
FATSAL no.
Siapa-siapa jang minta dan trima soerat prentah djalan dari satoe priaji jang oeinoem dengan kasih nama palsoe. maka dia kena hoekocman jang terselioet di dalem fatsal 109 toeroet bagimana béda-bédanja.
FATSAL in.
Djikaloe priaji jang oemoem taoe nama palsoe koetika kasih soerat prentah djalan, maka dia di hoekoem bagimana di bawah ini;
di dalem perkara jang pertama dari fatsal 109 di hoekoem kcrdja paksa tiada dengan rante dari doewa sampc lima taocn;
di dalem perkara jang ka-doewa di hoekoem kcrdja paksa dengan rante dari lima sampc scpoeloeh taocn-,
dalem perkara jang ka-tiga di hoekoem kcrdja paksa dengan rante dari lima sampc lima bias taocn
Socnggocb pon kedjahatan bikin palsoe di dalem soe-rat-socrat jang terseboet di dalem fatsal-fatsal ini tiada lain dari kedjahatan bikin palsoe di dalem soerat-soerat jang sah, dan di dalem soerat-soerat di bawah tangan;
SS
maka terbanjak hoekoem oendang-oendang menghoekoem kedjahatan itoe lebeh enteng dari kedjahatan bikin paisoe di dalem soerat-soerat jang sah dan di dalem soerat di bawah tangan. Siapa-siapa jang pake soerat pas, atawa soerat prentah djalan jang di kasih pada lain orang, maka dia di hoekoem kerdja pakerdjaan negri dengau dapet in a kan, tetapi ticida dengau dapet bajaran, dari sa toe san/pc tiga boclau, menoeroet Staatsblad 1874 no. 140 den-gan melihat djoega Staatsblad 1863 no. 83.
FATSAL 112.
Siapa jang bikin soerat ketrangan perkara penjakit, atawa badan jang boeroek dengan pake namanja satoj dokter atawa doekoen, soepaja lepas dirinja ser.diri, atawa lain orang dari pekerdjaan jang oemoem, maka dia di hoekoem kerdja paksa hada dengau raiite dan doewa sampe lima faoen.
FATSAL 113.
Dokter atawa tloekocn jang kasih soerat ketrangan paisoe perkara penjakit atawa badan jang boeroek jang boleh djadi djalanan lepas orang dari satoe pekerdjaan jang oemoem soe paja toeloeng orang itoe, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari anem boe tan sampe lima taoen. Ujikaloe dokter atawa doekoen itoe kasih soerat ketrangan itoe sebab trima pembajaran, atawa perdjandjian maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari doewa sampe lima taoen dan lagi siapa jang soeroeh dokter atawa doekoen itoe kasih soerat ketrangan itoe dengan kasih atawa djandji apa-apa, maka dia kena hoekoemari itoe djoega.
FATSAL 114.
Siapa jang pake namanja satoe priaji jang oemoem dan kasih satoe soerat ketrangan perkara kelakoewan jang baik, atawa perkara miskinnja orang. atawa lain lain perkara, soepaja oransj
86
jang di seboetken di dalem soerat itoe da pel karidlaannja kandjeng Goebernenient, atawa orang partikulier dan soepaja dia dapet satoe pekerdjaan, atawa kapertjajaan, atawa pertoe loeiigan, niaka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ran te dari anem boclan sampe doewa tciocn.
Hoekoeman itoe di djalanken djoega atas orang jang ter seboet di bawah ini;
ie. Siapa jang bikin palsoe satoe soerat ketrangan begitoe jang betoel, soepaja kasili pake pada lain orang jang tadinja tiada tri ma soerat itoe;
2e. Siapa jang sengadja pake\'soerat ketrangan palsoe itoe, atawa jang di bikin palsoe.
FATS AL 115.
Siapa jang bikin palsoe di dalem soerat ketrangan dari lain-lain perkara jang boleh bikin roeginja kantor oewang Goeber-nement, atawa bikin roeginja lain-lain orang, maka dia di hoekoem bagimana boeninja nommer jang katiga dan ka ampat dari ini bagian. toeroet bagimana perkaranja.
lang di namaken soerat ketrangan, ja itoe teritoeng djoega, soerat-soerat anteran jang terseboet di dalem soerat ordonnantie hari 21 boelan Juli taoen 1873 (Staatsblad no. 81), dan lain-lain soerat bagitoe.
Djikaloe membandingken (\'-) fatsal 112, 113 on 114 dengan fatsal 1 15 ini, orang melihat dengan trang jang mengadaken hoekoem oendang-oendang tjoema hoekoem dengan hoekoeman jang lebeh enteng, siapa jang bikin palsoe di dalem soerat ketranganja toewan dokter, atawa doekoen dan di dalem soerat ketrangannja perkara kala koewan jang baik atawa perkara miskinja orang.
Aken tetapi jang mengadaken hoekoem oendang-oen-
(i) Karidlaan — welwillendheid. (-) Membandingken — Vergelijken.
8;
dang maoe hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem paragraaf jang katiga dan ka-ampat dari bagian ini, siapa jang bikin palsoe di dalem soerat katrangan jang lain.
Siapa jang bikin palsoe di dalem soerat-soerat anteran binatang di hoekoem dengan deuda dari lima sampc doewa poeloeh lima rocpiah (Staatsblad 1863 no. 84.)
Prentah pengabisan dari bagian ini.
FATSAL 116.
Di dalem segala perkara jang kedjahatan bikin palsoe di kcnaken hoekoeman kerdja paksa den «an ran/c dan lagi di dalem perkara-perkara jang terseboet dalem fatsal 109, alinea jang kadoewa, dan dalem fatsal 113, alinea jang kadoewa, di djatoehken denda djoega banjak banjaknja seper-ampat dari ka oentoengan jang tiada halal, jang soedali di trima atawa di niat ken oleh orang-orang jang bikin palsoe, atawa orang-orang jang toeroet tjampoer, atawa orang-orang jang sengadja soedah pake soerat palsoe itoe, dan sedikitnja lima poeloeh roepiah.
Maksoednja fatsal ini tiada begitoe trang, tetapi sring-sring di poetoes pada pengadilan besar Hoog-Gcrechtshof dari India-Nederland perloe aken di seboetken di dalem vonnis brapa kali pesakitan bikin palsoe di dalem soerat-soerat, sebab menoeroet fatsal 306 dari Inlandsch Reglement pesakitan itoe misti dapet denda sebrapa kali dia bikin palsoe di dalem soerat-soerat.
88
BAB JANG KATIGA.
BAGIAN JANG KA-DOEWA
Perkara kedjahatan. dan pelanggaraa jang di boewat oleh priaji priaji jang oemoem.
koetika djalanken pekerdjaannja.
§
Perkara bikin glap barang oleh priaji jang oemoem jang misti tnma a taw a simpen.
FATSAL 117.
Satoe satoenja djoeroe trima, dan satoe-satoenja orang jang di wadjibken trima, sebab pangkatnja, dan satoe-satoenja djoeroe simpen, atawa djoeroe beritoeng, djikaloe bikin glap, ata-\\va tiada sampeken pada jang djadi mistinja oewang atawa kertas-kertas jang berharga jang misti di kasih pada kantorkantor oewang jang oimoem, atawa jjada lain-lain orang, atawa soerat titel, atawa soerat akte; atawa lain-lain soerat, atawa barang jang tiada tetap, jang ada di tangannja sebab dari pekerdjaannja, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan rante dari lit?ia sampe lima bias /aoen, djikaloe itoe barang jang di bikin glap, atawa tiada di sampeken pada jang djadi mistinja lebeh dari /iga riboe roepiah banjaknja.
FATSAL 118.
Itoe hoekoeman di djalanken djoega, tiada perdoeli brapa harganja oewang, atawa lain barang jang di bikin glap, atawa jang tiada di sampeken kapada jang djadi mistinja, djikaloe itoe harga sama atawa lebeh dari satos bagian dari tiga dari
89
jang di triitia, atau-a dari jang di kasih simpen perkara ue-wang, atawa lain barang jang di trima, atawa di simpen satoe kali, atawa kaloe tanggoengannja perkara trima, atawa kasih simpen memang djadi satoe sama pekerdjaan jang misti pake tanggoengan, atawa djikaloe harganja itoc sama, atawa lebeh dari satoe bagian dari tiga dari jang di trima saben-saben boelan djikaloe misti trima selaloe dan tiada oesah pake tanggoengan.
FATSAL 119.
Djikaloe harganja oewang atawa lain barang jang di bikin glap, atawa jang tiada di sampeken kapada jang djadi misti-nja di bawah tiga riboe roepiah dan tiada termasoek dalem prentah-prentahnja tatsal 11S, maka hoekoemannja kerdja paksa tiada dengan ranfe dari doewa staupe lima /aoen, dan lagi misti di seboetken orang jang salah itoe seiamanja tiada boleh pegang pekerdjaan atawa pangkat jang oemoem.
Seboitan itoe „tiada boleh pegang pekerdjaan atawa pang-katquot; tiada di wadjibken, djikaloe priaji pengadilan djalanken fatsal 37.
FATSAL 120.
Dalem perkara-perkara jang terseboet di dalem tatsal 117, 118 dan 119, maka orang salah seiamanja di denda banjak-banjaknja seprapat, dan sedikitnja sa/oe bagian dari doewa bias dari kaoentoengan jang tiada halal jang soedah di trima.
Adapoen sopaja mendjadiken kedjahatan bikin t^lap barang, buekoe hoekoem oendang-oendang nienoentoet (^1) tiga perkara;
ie. aken bikin glap, atawa tiada sampeken pada jang djadi mistinja oewang, atawa kertas-kertas jang berharga, atawa soerat titel, atawa soerat akte, atawa barang jang
(!) Menocntoet = vereischen.
90
terbawa (\'), jang ada di tangannja priaji sebab dan\' pekerdjaannja.
2e. aken membocwat perkara itoe dengan sengadja;
3e. aken itoe perkara di boewat pada satoe djoeroe trima, atawa djoeroe simpen, atawa djoeroe bcritoeng.
Adapoen sopaja priaji jang oemocm itoe boleh di hoekoem dengan hoekoeman, jang terseboet di dalem fatsal 117, 118, 119 dan 120, barang-barang jang di bikin glap, atawa jang tiada di sampeken kapada jang djadi mistinja, misti berharga.
Fatsal 121 berkata dari barang jang tiada berharga, jang boleh di bikin glap djoega; tetapi barang jang berharga itoe jang di bikin glap pada priaji jang oe-moem, itoe misti ada di tangannja sebab dari pekerdjaannja.
Djikaloe priaji itoe bikin glap barang jang berharga jang ada di tangannja, tetapi tiada sebab dari pekerdjaannja fatsal 117 ini tiada boleh di kena lt;2),
Bagitoe kepala district (wedono); jang trima oewang dari kandjeng tocwan Resident, sopaja kasih sedekah kapada orang ketjil, djikaloe Wedono itoe bikin glap oewang itoe jang ada di tangannja dia tiada boleh di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem bagian ini, sebab itoe oewang tiada ada di tangannja sebab dari pekerdjaan; aken tetapi itoe Wedono salah langgar kapertjajaan dan misti kena hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 332, ]5. K. H.
Bagitoe djoeroe goedang jang bikin glap oewang jang ada di tangannja dan jang dia trima dari kandjeng Goebernement, sopaja dia boleh bajar koppi, jang orang ketjil kasih masoek di goedangnja, misti di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem bagian jang ka-doewa ini.
Bagitoe djoega kapala dessa (loerah). jang bikin glap
(!) Barang jang terbawa =: roerende goederen.
(-) Mengenaken = toepassen = dari kena.
9i
satoe kerbo jang kemalingan, danjang dia soedah mendapet kombali, meniang salah kedjahatan bi kin glap barang jang terbawa (Arrest dari Hoog-Gerechtshof dari Indni-Nederland tanggal 26 Maart 1884). Perkara bikin glap oewang ada banjak di tanah India-Ncderland, sebab sring-sring loerah jang misti trima oewang padjek dari orang ketjil jang kena tjoekai, biasa pake dan bikin glap itoe oewang padjek boewat mengoentocngken dirinja.
Hoekoeman atas kedjahatan bikin glap barang-barang jang berharga bergantoeng kapada harganja barang-barang itoe jang di bikin glap.
Fatsal 1 18 berkata dari perkara bikin glap barang-barang tiada perdoeli brapa harganja oewang, atawa lain barang jang di bikin glap jang misti di hoekoem dengan hoekocman jang terseboet di dalem fatsal 1 17 ini. Tetapi aken beritoeng brapa banjaknja oewang priaji itoe bikin glap, misti ambil satoe bagian dari tiga dari djoemblahnja oewang jang dia trima. Mendjadi satoe djoeroe trima jang trima sepoeloeh kali oewang djoemblah jang ketjil, dan jang bikin glap lebih dari satoe bagian dari tiga dari satoe satoenja oewang itoe tiada mendjatoh di dalem fatsal 118 ini, djikaloe djoemblahnja oewang jang dia bikin glap tiada djadi satoe bagian dari tiga djoemblahnja oewang jang dia soedah trima. Fatsal 120 berkata dari denda jang misti di kenaken kapada priaji jang oemoem jang bikin glap barang jang ada di tangannja, sebab dari pekerdjaannja dan jang mendapet oentoeng dari perboe-watan itoe.
Mendjadi kaloe priaji itoe tiada mendapet oentoeng sekali. djoega tiada bolch kena denda (Arrest dari Hoog-Gerechtshof v. N. I. 19 Nov. 84).
FATSAL 121.
Satoe-satoenja priaji jang oemoem, djikaloe menijadakken, atawa menahanken, atawa bikin glap, atawa tiada sampeken
92
pada jang djadi raistinja soerat akte, atawa soerat titel jang dia simpen, atawa jang di serahken, atawa di kasih taoe ka-pakanja di dalem pekerdjaannja, maka dia di hoekoem kcj-dja paksa ikngan ranfc dari lima sampe liinablas faoen.
Lain-lain orang jang di djadiken oleh kandjeng Goabernement, atawa oleh priaji-priaji jang oemoem jang terseboet di atas, djikaloe bikin kedjahatan-kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal ini, bagian jang pertama, maka hoekoemannja sama djoega.
Fatsal ini berkata dari priaji jang oemoem, atawa dari lain-lain orang jang di bri pangkat pada kandjeng Goe-bernement atawa pada priaji jang terseboet di atas, jang bikin glap soerat akte, jang tiada berbarga sekali, bagimana pon besarnja, dan jang tiada di simpen di dalem Archief jang oemoem, mendjadi kahendaknja (1) fatsal ini ja-itoe;
ie. aken soerat akte, atawa soerat titel, jang tiada sekali berharga di tiadaken, atawa di tahan, atawa di bikin glap, atawa tiada di sampeken pada jang djadi mistinja.
2e. aken jang memboewat perkara itoe, mendjadi priaji jang oemoem, atawa lain-lain orang jang di bri pangkat oleh kandjeng Goebernement, atawa oleh priaji jang oemoem jang terseboet di atas di dalem pekerdjaannja; 3e. aken dia memboewat itoe dengan sengadja.
% •-J-
Perkara penganiajaan atawa knevelarij.
FATSAL 122.
Segala priaji-priaji jang oemoem dan orang-orang jang ada di bawahnja dalem pekerdjaannja, djikaloe salah bikin kedja
1
Kahendaknja = bedoeling.
93
hatan aniaja sebab minta, atawa trima. atawa soeroeh minta, atawa soero.eh trima pada jang dia orang taoo semoevva, atawa sebagian tiada misti di bajarken oewang padjck, atawa béja, atawa oewang, atawa kahasilan. atawa pembalesan, ata wa bajaran, maka dia orang di hoekoem bagimana di bawah ini: priaji-priaji jang oemoem di hoekoem kcrdja paksa dengau ranie dan lima sampc sepoeloch /aocn, dan orang-orang jang ada di 1 awahnja dalem pekerdjaannja di hoekoem kcrdja paksa lia da dettgan ranie dari docwa sampe lima taoen. Selainnja hoekoeman itoe maka orang-orang jang salah di hoekoem dendn tijoega scdikiinja saioc bagian dari docwa bias dan banjak-banjakuja scprapat dari kaoentoengan jang tiada halal, jang soedah di trima.
Dan salah djoega bikin aniaja dan di hoekoem bagimana terseboet di atas:
te. priaji-priaji jang oemoem jang langgar prentahnja perkara itoe, dan ambil atawa pake, atawa tahan dengan mela-wan hak tanah-tanahnja kampoeng, atawa desa djawa, atawa anak boemi, atawa mempergoenaken (1) di atas tanah itce mendjadi roeginja orang-orang jang jwenja betoel, atawa roe ginja lain lain orang jang moestahak (-) di atas tanah itoe, kendati dengan dali (:i) apa sekali;
2e, priaji priaji jang oemoem dan orang-orang jang ada di bawah prentahnja dalem pekerdjaannja. jang bersalab minta orang ketjil poenja djasa (\'). atawa minta barang, atawa lain-lainnja jang tiada di bri idin di dalem peratoeran prentah kendati di kasihken pada sia])a djoega.
Maka seperti njata dari jang terseboet di atas baha-giannja kedjahatan aniaja jang di bawah ini:
ie. aken priaji jang oemoem minta, atawa trima, apa jang dia orang taoc tiada misti di bajarken oewang padjek,
(!) Mempergoenaken — over iets beschikken.
(-gt; Moestahak = rechthebbende op iets.
Dali = voorwendsel.
Djasa = dienst van een mindere aan een meerdere.
94
atawa beja, atawa lain dari pada itoe, jang terseboet di dalem fatsal ini;
2e. aken priaji itoe memboewat perkara itoe dalem pekerdjaannja;
3c. aken dia minta, atawa trima jang dia taoe tiada misti di bajarken mendjadi beja, atawa pcmbalasan.
Aken tetapi boekoe hoekoem oendang-oendang tiada menoentoet niatnja mendapet oentoeng dari perkara itoe.
Djikaloe priaji itoe paksa pada orang ketjil, sopa-ja dia kaloewarken oewang, boewat bikin mesdjid, dia mernang misti di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal ini, kendati maksoednja jang baik; sebab priaji jang minta, atawa trima jang dia taoe tiada dia boleh minta, atawa trima oleh itoe perboewatan sadja soedah salah bikin aniaja. Penghoeloe tiada boleh di bilang dan tiada teritoeng priaji jang ocmoem, tetapi imam sadja. Bagitoe penghoeloe, djikaloe dia minta sama orang-orang dengan paksa, sopaja kasiken kapadanja das toer, atawa pem-balesan sebab soedah toeloeng membagi barang-barang poesaka, tiada boleh di bilang salah kedjahatan aniaja (Arr. II. G. v, N. I. 3 Dec. 84). Mendjadi salah bikin aniaja priaji-priaji jang oemoem jang minta orang ketjil poenja djasa, atawa jang babasken (\') orang ketjil dari pekerdjaan negri dengan minta dan trima pembalasan.
Bagitoe djoega pachter penjabrangan, djikaloe minta dan trima oewang toempangan (-) jang tiada misti di bajarken.
Bagitoe djoega salah bikin aniaja priaji jang oemoem, jang ambil, atawa pake, atawa tahan dengan melawan hak tanah-tanahnja kampoong, atawa dessa djawa; atawa priaji-priaji jang paksa orang ketjil akan menjampeken kapadanja bamboe, atawa kajoe
(ll Biibriskcii = vrijstellen.
(-) Oewang toempangan = overvaartgelden, veergelden.
95
boewat berdiriken roemah, atawa priaji-priaji jang paksa pada orang ketjil itoe, aken berdiriken per-tjoenia roemah itoe.
§. 3
Perkara orang jang tjampoer dalem perkara-perkara, atawa dalem perboewatan dagang jang tiada boleh di koempoelken dengau pekeidjaiinnja.
FATS A T, 123
Satoe-satoenja priaji jang oemoem, atawa wakilnja kandjeng fioehernement, djikaloe ambil l)agian dalem perboewatan ata wa borongan, atawa lain-Iain perdjandjian jang di boewat dengen kandjeng Goebernement dari perkara kaoentoengan, kendati ambilnja bagian itoe dengan djalannja sendiri, atawa dengan perboewatan jang doesta, atawa dengan lantarannja lain orang, waktoe dia pegang prentah, atawa pemeriksaan dari itoe pekerdjaan, atawa perdjandjian, maka dia di hoekoem kcrdja paksa iiada dengan ranie dari anon boclan uunpc docwa iaocn dan di denda sedikitnja sa toe bagian dari doe-wa bias dan banjak - banjaknja seprapat dari kaoentoengan jang tiada halal jang soedah di trima, dan selainnja itoe di seboetken djoega dia selanianja tiada boleh pegang segala pekerdjaan, atawa pangkat jang oemoem.
Maka ini seboetan tiada boleh pegang pekerdjaan, atawa pangkat tiada di wadjibken, djikaloe priaji pengadilan djalan ken fatsal 37.
Prentah-prentahnja fatsal ini di djalanken atas satoe-satoenja priaji jang oemoem, atawa atas satoe-satoenja wakilnja kandjeng Goebernement, jang ambil bagian dalem satoe per-
96
boewatan. djikaloe dia misti kasili soerat prentah bajar per boewatan itoe, atawa djikaloe dia misti menjelesaiken itoe perboe watan.
Karangannja (\') fatsal ini tiada trang, dan tiada trang, apa perbocvvatan sadja ambil bagian dalem borongan, atawa lain-lain perdjandjian soedah sampc, atawa apa pcr-loe djoega perkara itoe di boewat dengan niatnja djahat.
Pendapetannja bebrapa jjengarang (-) memang sampe djikaloe priaji ambil sadja bagian dalem borongan, atawa lain-lain perdjandjian, jang di boewat dengan kandjeng Goebernement dan tiada perdoeli dia boewat itoe perkara dengan maksoednja baik atawa djahat.
Aken tetapi priaji jang bikin perkara itoe (tjoema priaji jang memerentah, boekan lain-lain priaji) salah sadja, djikaloe dia ambil bagian dalem borongan, atawa lain-lain perdjandjian jang di boewat dengan kandjeng Goebernement; tetapi dia tiada boleh di hoekoem. djikaloe dia ambil bagian dalem borongan. atawa lain-lain perdjandjian dengan lain orang.
Lain dari itoe boekoe hoekoem oendang Wolanda
Perkara Sorok. 0
FATSAL 124,
Satoe-satoenja priaji jang oemoem dari pengadilan, dan satoe-satoenja priaji jang oemoem dari pamrentahan, atawa
(!) Karangan = Redactie
(-) Pcngarang = sclirijver, redacteur.
(:!) Soruk = soewap = omkoopen.
97
orang-orang jang ada di bawah prentahnja dalem pekerdjaan-nja, djikaloe trima orang poenja pengoendjoekan (1), atawa perdjandjian atawa pemberijan, atawa kekasihan, soepaja bikin perboewatan dari pangkatnja, kendati perboewatan itoe patoet jang tiada di bajari, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ratite dari tiga sampe lima iaoen, dan tertjaboet hak dan koewasanja jang terseboet di dalem fatsal 22, dan di denda rangkep (2) dari harganja barang jang di djandjiken atawa jang di trima, tetapi tiada boleh di bawah seraioes rocpiah.
Maka hoekoeman tjaboet dari pegang segala pekerdjaan dan pangkat jang oemoem tiada di wadjibken, djikaloe priaji penga-dilan djalanken fatsal 37.
Prentah-prentahnja fatsal ini di djalanken atas segala orang jang terseboet di atas, djikaloe dia orang tiada kerdja apa jang djadi wadjibnja sebab soedah trima pengoendjoekan, atawa perdjandjian atawa kekasiehan.
FATSAL 125.
Djikaloe orang-orang jang terseboet di dalem fatsal 124 trima sorok, soepaja boewat kedjahatan jang boleh di hoekoem lebeh brat dari jang di tamtoeken di dalem fatsal 124, maka itoe hoekoeman jang lebeh brat di djalanken atas orang-orang jang salah,
Adapoen bahagijannja kedjahatan mcmbri socwap ja-itoe;
ie. aken priaji jang soedah trima soewap, mendjadi priaji jang oemoem dari pengadiian. atawa dari pamren-tahan atawa orang-orang jang ada di bawah prentahnja dalem pekerdjaannja;
2e. aken dia soedah trima pengoendjoeken. atawa perdjandjian. atawa pemberijan, atawa kekasiehan, sopaja bikin perboewatan dari pangkatnja, kendati perboewatan itoe patoet jang tiada di bajari. atawa sopaja dia orang tiada kerdja apa jang djadi wadjibnja.
(!) Pengoendjoekan = persembalian = aanbieding.
(2) Rangkep — ganda = dubbel= dendanja ganda = zijne boete was dubbel.
7 *
98
Bagitoe priaji misti trima pemberijan. atawa per-djandjian. djikaloe dia tiada trima itoe. dia tiada boleh di hoekoem djoega.
Lain dari pada itoe priaji itoe misti bikin perboe-vvatan dari pangkatnja scbab dia soedah trima pembaja-ran atawa perdjandjian.
Lainnja kcdjahatan aniaja dengan kedjahatan trima soewap, ja-itoe; aken priaji jang bikin kedjahatan aniaja, memboewat itoe perkara dengan langgar ka-koewasa-annja, aken trima apa-apa dengan langgar kamaoewan-nja jang poenja.
Bagitoe djoega Arrestnja Hoog-Gerechtshof dari In-dia-Mederland tanggal 16 Juli 1879 di dalem perkaranja Mas Arto di Rcdjo, jang doeloe mendjadi wedono kota Semarang.
Tetapi priaji jang bikin kedjahatan trima soewap, trima pembajaran, atawa perdjandjian dengan soeka hatinja orang jang membri soewap, sopaja dia bikin perboewa-tan dari pangkatnja.
Bagitoe djikaloe djaksa, atawa wedono, atawa loerah melepasken orang jang tertangkep dengan trima pembajaran, memang dia salah kedjahatan trivia soewap, djikaloe orang jang tertangkep itoe kasih pembajaran itoe dengan soeka hati, dengan ichtijar (!). Aken tetapi djikaloe djaksa atawa wedono, atawa loerah tertangkep orang dengan niatnja meminta dengan kras pembajaran aken di lepasken lagi orang itoe, memang priaji itoe salah kedjahatan aniaja.
Di dalem perkara aniaja priaji sadja jang salah, tetapi di dalem perkara soewap doewa-doewa priaji jang trivia soewap, dan orang jang membri soewap, salah dan misti di hoekoem.
Adapoen satoe satoenja priaji jang oemoem jang trima pembajaran, atawa pembalasan sasoedalmja dia membikin perboewatan apa-apa dari pangkatnja, tiada boleh di hoe-
(1) Ichtijar = soekahati = vrije wil, vrijwillig.
99
koem, melainken dia soedali berdjandji lebeh doeloe, aken mem bik in perboewatan itoe.
FATS AL 126.
Satoe-satoenja orang jang paksa salah satoe dari orang-orang jang terseboet di dalem fatsal 124, dari boekoe hoekoeman ini atawa di dalem fatsal 117 dari boekoe hoekoem atas orang wolanda di tanah India-Nederland, dengan ke-paksaan, atawa antjam-antjam, atawa soewap dengan ber-djandjian, atawa pengoendjoekan, atawa kekasihan, soepaja dapet kabaran jang baik, atawa soerat proces-verbaal, soe-rat pertela, soerat ketrangan, atawa taksieran jang doesta, atawa dapet pangkat, atawa pekerdjaan, atawa kapoetoesan oentoeng, atawa pekerdjaan oesaha, atawa lain-lain kaoen-toengan, atawa dapet lain-lain pekerdjaan pangkat dari dia orang, maka dia di hoekoem sama djoega seperti orang jang makan soewap, dengan djandji, aken, djikaloe orang jang makan soewap mendjadi orang benoewa Europa, hoe-koemannja ja-itoe jang dia di kenaken, djikaloe dia mendjadi orang Djawa atawa jang tersamaken orang Djawa.
Siapa jang tjoba bikin kedjahatan ini boleh di hoekoem, tetapi djikaloe pentjobaannja tiada mendjadiken apa-apa, maka dia tjoenia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ranie dari tiga sampe anem boelan, dan di denda dari lima poeloeh sampe seraioes lima poeloeh roepiah.
FATSAL 127.
Nanti selamanja tiada di kasih koembali kapada siapa jang soewap apa jang dia soedah kasih, dan tiada di ganti harga-nja; maka itoe barang di rampas dan di kasihken kapada satoe balai derma (\'), jang nanti di tamtoeken oleh pengadilan.
(ij Balai derma = tempat kabaikan = liefdadige instelli ig.
IOO
Fatsal-fatsal ini menghoekoem satoe-satoenja orang jang membri soewap, atawa antjam-antjam pada priaji jang terscboet di dalem fatsal 124, sopaja bikin perboewatan dari pangkatnja, tetapi orang-urang itoc tida bolch di hoe-kocm, djikaloe dia membri soewap pada priaji itoe sopaja dia tiada kerdja apa jang djadi wadjibnja.
Bagitoe djoega pada arrest dari pengadilan besar Hoog Gerechtshof dari India-Nederland tanggal 23 Januari 18S4. satoe orang tjina di iepasken dari penoentoetan hoekoem (1), sebab dia maoe membri soewap pada orang politie, jang tangkep sama dia, sebab dia mendjoewal tiada den-gan halal sopi pada soldadoe-soldadoe, dengan berdjandji dia maoe kasi pada politie itoe pembalasan, sopaja politie itoe menjemboeniken perkara itoe.
Siapa jang tjoba bikin kedjahatan ini boleh di hoekoem djoega.
Bagitoe siapa jang maoe sorok sama priaji dari kantor beja dengan berdjandji apa-apa, sopaja dia tiada tahan dan kasih berdjalan tjandoe glap, misti di hoekoem sebab salah tjoba bikin kedjahatan sorok.
FATSAL 128.
Djikaloe satoe priaji pangadilan priksa satoe perkara kadjaha-tan, jang hoekoemannja lebeh brat dari kerdja paksa tiada dengan ranie, dan djikaloe dia makan sorok. soepaja bikin oentoengnja atawa roeginja persakitan, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan ranie dari lima sdmpe sepoeloeh iaoeu, dan lagi di denda bagimana fatsal 124.
FATSAL 129.
Djikaloe pesakitan di hoekoem lebeh brat dari jang terse-boet di dalem fatsal 12Ö sebab dari sorok itoe, maka hoekoeman jang lebeh brat itoe di djalanken djoega atas priaji pengadilan jang makan sorok.
(!) Lepas dari penoentoetan hoekoem = ontslag van rechtsvervolging.
IOI
FATSAL 130.
Priaji pengadilan atawa priaji dari pamrentahan masing-masing jang keloewarken pikirannja di dalem satoe perkara jang djadi bagiannja sebab soeka, atawa sebab bentji kapada orang jang poenja perkara, maka dia di hoekoem kerdja paksa iiadit dengan raule dari sntoc sampe üga tcoen, dengan denda ddrt sepoeloeJi sampe lima raio es roepiak, atawa tiada dengan denda dan di tjaboet hak dan koewasanja jang terse-boet di dalem fatsal 22.
Maka hoekoem tjaboet dari pemegangan segala pekerdjaan atawa pangkat tiada di wadjibken, djikaloe priaji pengadilan djalanken fatsal 37.
Maka karangannja fatsal-fatsal mi tiada bagitoe trang, sebab fatsal-fatsal ini, seperti terseboet di dalem boekoe hoekoem oendang-oendang, tiada bolch di djalanken. djikaloe tiada di obah, atawa di boeka rahasija dari moesjawaratnja pengadilan (\'). Jioekoe hoekoem wolanda tiada menoentoet lain, maka sopaja siapa jang membri soewap, kasihken pembalasan atawa pengocndjoekan dengan niat, sopaja pengadilan bikin oentoengnja, atawa roeginja pesakitan, dan jang niakan soewap ( priaji pengadi lan), sopaja dia trima pembalasan, atawa pengocndjoekan itoe dengan dia bertaoc sebab apa barang itoe di kasihken kapadanja.
(1) Moesjawaratnja pengadilan = beraadslaging van den Rechter = Raadskamer.
T02 § Ó.
Perkara langgar kak\'oewassaiin
FATSAL 131.
Adapoen satoe-satoenja priaji pengadilan, atawa satoe-satoe-nja fiscaal, atawa satoe-satoenja priaji politie, dan satoe satoe-nja priaji pamrentahan, jang masoek di dalem roemahnja satoe orang jang berdoedoek di negri tiada dengen mengingat atoe-ran, jang di prentahken di dalem hoekoem oendang-oendang. maka dia di denda dari delapan sampc seratoes roepiah.
Di dalem fatsal 153 dari hoekoem oendang-oendang dari karadjaan Wolanda (!) di larang, akan orang masoek di dalem roemahnja lain orang dengan mclawan hak,
Fatsal 131 ini menghoekoem sama priaji pengadilan, atawa fiskaal, atawa priaji politic, atawa priaji pamrentahan, jang masoek di dalem roemahnja orang pedoe-doek tiada dengan mengingat atoeran jang di prentahken, selagi fatsal 2 no. 22 dari peratoeran besar dari politie atas orang Djawa dan bangsa sebrang menghoekoem siapa-siapa jang tiada djadi priaji masoek tiada dengan idinnja orang jang poenja roemah di dalem roemahnja orang pedoedoek itoe.
Adapoen fatsal 205 B. K. H. ini hoekoem segala orang minta-minta jang masoek di dalem satoe roemah, atawa di dalem satoe tempat jang tertoetoep, jang djadi toeroetannja roemah itoe tiada dengan idinnja orang jang ampoenja roemah, atawa idinnja orang-orang jang tinggal sama jang ampoenja roemah itoe.
(1) Grondwet.
los
Mcndjadi fatsal 131 ini menoentoet aken priaji, jang bersalah masoek dalem roemahnja orang pedocdoek tia-da dengan mengingat peratoeran-peratoeran, misti djadi priaji pengadilan, atawa fiscaal, atawa priaji politie, ata-wa priaji pamrentahan. Priaji jang lain tiada mendjatoh di dalem fatsal ini.
Adapoen di dalem kitab, jang bernama Inlandsch Reglement, fatsal 15 kasih koewasa kapada kapala des-sa, aken merampas barang-barang boetamal dan fatsal 18 aken tangkcp orang djahat; mendjadi kasih koewasa djoega kapada kapala dessa itoe, aken masoek di dalem roemahnja orang pedoedoek tiada dengan idinnja orang jang ampoenja rocmah itoe.
Eagitoe djoega fatsal 22, 40 dan 41, dan lagi Staatsblad 1865, no. 84 kasih koewasa sama politie, aken memeriksa roemah-roemah orang jang tersangka bikin pelanggaran di atas perkara pacht-pacht.
FATSAL 132.
Satoe-satoen ja priaji pengadilan, dan satoe-satoenja priaji pamrentahan kendati apa djoega di bikin sehab, djikaloe hoekoem itoe mendijamken. atawa hoekoem itoe tiada trang boeninja sekalipoen, djikaloe dia tiada maoe memoetoesken hoekoem. koetika dia soedah di mintak bikin poetoes, dan djikaloe dia misti tetap djoega tiada maoe bikin poetoes. sasoedahnja di kasih inget atawa sasoedahnja di soeroeh bikin poetoes oleh priaji jang lebih tinggi pangkatuja jang merne-rentah dia, maka dia boleh di dakwa sebab perkara itoe dan tatkala itoe di hoekoem denda dari sent/ocs, sampe doewa ra toes lima poeloeh roepiah, dan di tjaboet dari peraegangan sega-la pekerdjaan dan pangkat jang oemoem sedikitnja lima dan banjak-banjaknja doewa poeloeh taoen,.
I04
Fatsal ini di ambil dari boekoe hoekoem oendang-oendang Wolanda.
Perkataan „priaji pant/ L utahanquot; jang tcrseboet di dalem fatsal ini bermaksoed kepoetoesan hoekoem dari Raad kaboepaten, (!) atawa madjelis hoekoem kademangan (2) jang memoetoesken hoekoem sebab dari pangkatnja. Tetapi sampe sekarang fatsal ini selamanja tiada di kena (3).
FATSAL 133.
Adapoen priaji priaji jang oemoem dan orang-orang jang ada di bawah prentahnja di dalem pekerdjaannja, dan pangli-ma besar atawa panglima moeda dari tantara peprangan, dji-kaloe menggagahi (quot;i) atawa soeroeh menggagahi orang tiada dengan ada sebabnja jang halal. koetika djalanken pekerdjaannja, maka dia orang di hoekoem tertimbang bagimana kaadaan-nja dan kebratannja aniaja itoe. dan toeroet bagimana prentah prentahnja fatsal 141.
Fatsal ini pertama-tama meroedjoek priaji-priaji dari politie, atawa djoestitie jang menggagahi orang tiada dengan perloe, koetika djalanken pekerdjaannja. Djikaloe priaji itoe menggagahi orang itoe waktoe dia tiada djalanken pekerdjaannja, dia tjoerna boleh di salahken lang-gar fatsal 225 dan jang di blakang itoe.
FATSAL 134.
Satoe priaji jang oemoem, atawa satoe orang jang di taroeh
(!) Raad kaboepaten = regentschapsgerecht.
(,2) Madjelis hoekoem kademangan = districtsgerecht.
Mengenaken = toepassen.
(4) Menggagahi = memaksa = mengerasi = menganiajakan = geweld plegen.
io5
bekerdja di kantor post, djikaloe dia menahan, atawa boeka soerat-soerat jang di pertjajaken di post, atawa djikaloe dia bikin gampang menahannja dan boekanja soerat-soerat itoe, maka dia di denda dari delapan sampe seraloes lima poeloeh roepiah, dan di tjaboet dari pemegangan sega\'a pekerdjaan dan pangkat jang oemoeni
Adapoen ada terlaloe banjak berbantahan (1) atas per-tannjaan, siapa jang mendjadi ampoenja soerat, jang soe-dah di lepasken dari tangannja orang, jang toelis soerat itoe dan jang soedah kirim ka-lain tempat, tetapi jang belom di trima pada orang jang di alamatkcn kapada-nja (2).
M:ika ada jang kira, aken jang kirim soerat itoe ilang hak kapoenjaan (■\'\') koetika dia soedah lepasken soerat itoe dari tangannja, dan lagi orang jang di alamatken kapadanja mendjadi ampoenja soerat itoe.
Maka ada lain lagi jang kira doewa-doewa ja-itoe jang kirim. dan ja-itoe jang misti trima soerat itoe, bersama-satna mendjadi ampoenja soerat itoe.
Tetapi di tanah India-Nederland sjak (4) itoe soedah di tiadaken pada fatsal 8 dari Staatsblad iSSi no. 139, jang prentah aken orang jang toelis dan kirim soewatoe soerat pada post mendjadi dan tinggal ampoenja soerat itoe, sahingga soerat itoe soedah sampe di tangannja orang jang di alamatken kapadanja.
Lain dari fatsal 134 ini Staatsblad 1S76 no. 257 dan 18S1 no. 139 jang soedah terseboet di atas membitjaraken perkara langgar prentah-prentah dari post dan postkawat.
(^) Berbantahan = twisten met woorden.
(2) JanS di alamatken kapadanja = geadresseerde (van een brief.)
(3) Hak kapoenjaan = hak rhilik = eigendomsrecht.
(4) Sjak = twijfel.
io6
Kagitoe priaji jang memboekaken soewatoe soerat, a-ken merampas oewang, jang ada di dalem soerat itoe, mem-bikin doewa kedjahatan, ja-itoe: le kedjahatan boeka soerat jang di pertjajaken di post, fatsal 134 ini, dan 2e kedjahatan langgar kapertjajaan fatsal 332.
Adapoen tiada boleh di bilang priaji jang terseboet di atas mentjoeri oewang itoe, sebab koetika itoe soerat di pertjajaken di post. oewang jang dalemnja soerat itoe di pertjajaken sama sekali kapada priaji, jang di taroek berkcrdja di kantor post.
FATSAL 135.
Satoe-satoenja priaji jang oemoem, kendati apa djoega pang-katnja jang minta, atawa prentah, atawa soeroeh minta, atawa soeroeh prentah pakenja koewasa jang oemoem, soepaja tjegah djalannja hoekoem oendang-oendang, atawa tjegah poengoetnja beja jang sah, atawa tjegali djalannja soerat prentah dari pn aji pengadilan. atawa prentahnja pamrentahan jang sah, maka dia di hoekoem kcrdja paksa dengan rnnte dari lima sampc sepoeloeh taocn.
FATSAL 136.
Djikaloe permintaan, atawa prentah ini ada kedjadiannja maka hoekoemannja kcrdja paksa dengan rante dan luna sampe limablas taoen.
FATSAL 137.
Maka hoekoemannja kedjahatan-kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal 135 dan 136 itoe tiada goegoer (i) kendati priaji itoe trima prentah dari jang lebeh tinggi pangkatnja, tetapi djikaloe jang lebeh tinggi pangkatnja membri prentah
1M Goegoer = berobah = vervallen.
to/
itoe atas perkara jang memang djadi bagiannja. dan djikaloe jang bawah-bawahnja sekali-kali misti toeroet sadja bagimara prentahnja di dalem perkara perkara itoe, maka hoekoeman hoekoeman itoe tjoema di djalanken atas jang lebeh tinggi pangkatnja itoe, jang soedah kasih prentah itoe lebeh doeloe.
F ATS AL 138.
Djikaloe orang boewat kedjahatan-kedjahatan sebab dari prentah, atawa permintaan jang terseboet dalem fatsal 135 dan 136; dan djikaloe kedjahatan itoe boleh di hoekoem le beh brat dari jang terseboet di dalem fatsal-fatsal itoe, maka hoekoeman-hoekoeman jang lebeh brat itoe di djalanken atas priaji-priaji jang soedah keloewarken prentah, atawa permintaan itoe, dengan djandji djikaloe kedjahatan ini di boewat oleh orang benoewa Europa, dan (ijikaloe kedjahatan itoe misti di hoekoem dengan hoekoeman toetoep dalem roemah sijasat (\') hoekoeman jang lebeh brat mendjadi kerdja paksa dengan ranie.
Perkataan ..koewasa jang oemoemquot; tiada bermaksoed sadja orang militair, tetapi djoega orang politie. Mendjadi satoe-satoenja priaji jang oemoem jang minta, atawa prentah dengan sengadja orang militair, atawa orang politie, sopaja tjegah djalannja hoekoem oendang-oendang, kendati dia boewat perkara itoe dengan niatnja jang baik, misti di hoekoem djoega dengan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal ini.
Adapoen djikaloe priaji-priaji itoe boewat perkara itoe, sebab trima prentah dari jang lebeh tinggi pangkatnja jang membri prentah itoe atas perkara jang memang djadi bagiannja priaji jang lebeh tinggi pangkat-
(!) Hoekoeman toetoep di dalem roemah sijasat = tuchthuisstraf.
Perkara djalanken kakoewasaan jang oemoem sabelomnja dapet, alavva sesoedahnja dang koewasanja.
io8
nja jang soedah kasih prentah itoe tjoema misti di hoe koem
FATSAL 139.
Adapoen satoe-satoenja priaji jang oemoem, jang y^egang pangkatnja tiada dengan soempah. maka dia boleh di masoek-ken kapada pengadilan, dan (ii hoekoem dcuda luin dclapait sampe locdjoc poeloeh lima roepiah.
FATSAL 140.
Adapoen satoe-satoenja priaji jang oemoem, jang telali dapet taoe dengan djalanan officieel bahwa dia di panggil koembali atawa di lepas, atawa di memberhentiken. atawa memetjatken. maka dia misti troesken djoega pekerdjaan, ata wa djikaloe di pilih, atawa di djadiken semantara dan dia misti djoega djalanken pekerdjaannja, koctika soedah di ganti lain orang. maka dia boleli di masoeken pada pengadilan dan di hoekoem kerdja paksa tiada dcugan ran/c dari anem boelan sampe doewa taocn, di fienda dari lima pocloe/i sampe doewa ratoes li ma poeloeh roepiah. dan di tjaboet dari pemegangannja segala pekerdjaan atawa pangkat jang oemoem, dan lain dari pada itoe di kenaken djoega hoekoeman jang lebeh brat bagima-na fatsal 58 atas opsier-opsier militair dan panglima prang, atawa hoeloebalang.
rog
F\'rentah-prcntahnj.i fats.il ini tiada di djalanken di ta-nah India-Nederland, sebab sring-sring priaji-priaji jang dapet pindah, atawa naik pangkat di prentah dalem be-sluitnja, sopaja dia trooskcn, djoega pekerdjaanja, sesampe-nja gantinja soedah dateng, dan soedah menerima peker-djaannja.
Bagitoe djocga sampe sekarang prentah-prentahnja fat-sal ini berdoewa tiada di tocroet.
Prentati pengabisan daii bagian ini.
FATSAL 141.
Lain dari pada perkara jang hoekoemannja kedjahatan atawa pelanggaran jang di boewat oleh priaji-priaji jang oemoem di atoer sendiri-sendiri, maka djikaloe ada priaji toeroet tjampoer di dalem kedjahatan atawa pelanggaran jang dia misti djaga atawa jang dia misti tjegah, maka dia di hoekoem bagimana di bawah ini;
djikaloe toeroet tjampoer dalem pelanggaran atawa kedjahatan jang hoekoemannja tiada lebeh brat dari kerdja paksa tia da dengan rante, maka hoekoeman jang paling tinggi itoe di djalanken atasnja,
dan djikaloe dia orang salah boewat lain-lain kedjahatan, maka dia-orang terhoekoem bagimana di bawah ini, ja. itoe : Aerd/a paksa dengan rante dari lima sampe sepoeloeh taoen, djikaloe hoekoemannja kedjahatan itoe oemoemnja (i) kerdja paksa lia da dengan rante dari doewa sampe lima taoen,
kerdja paksa dengan rante dari luna sampe lima bias tdoen, djikaloe hoekoemannja kedjahatan itoe oemoemnja kerdja paksa dengan rante dari lima sampe sepoeloeh taoen.
dan kerdja paksa dengan rante dari lima sampe doe7va poe-loeh tanen, djikaloe hoekoemannja kedjahatan itoe oemoemnja kerdja paksa dengan rante dari luna sampe lima bias taoen.
(!) Oemoemnja = sekaliannja.
I 10
Adapoen di dalem Iain-lain perkara di djalanken hoekoeman jang biasa dengan tiada di bikin lebeh brat.
Djikaloe pelanggaran atawa kedjahatan jang di toeroeti tjam-poer pada priaji priaji jang oemoem di boewat oleh orang benoe-\\va Europa, priaji jang oemoem itoe di hoekoem dengan hoekoe-man jang di prentah pada hoekoem oendang-oendang ini, djikaloe orang jang boewat kedjahatan atawa pelanggaran mendjadi orang Djawa, atawa jang tersamaken dengan bangsa Djawa.
Fatsal ini sampe trang. Bagitoe loerah jang misti djaga dan misti tjegah kedjahatan dan pelanggaran. djikaloe dia boewat soewatoe kedjahatan. atawa pelanggaran me-mang misti di hoekoem dengan hoekoeman jang lebeh brat. Lain dari pada itoe ada satoe poetoesan dari pengadilan besar Hoog-Gerechtshof dari India-Nederland dari 10 September 1886 di dalem perkaranja satoe kamitoewa jang soedah di dakwa salah sekongkel masock maling di dalem roemah jang di tempati orang dengan gali tanah. Maka Hof. president toewan Mr. IV. de Gelder memoetoesken aken fatsal ini 141 baroe boleh di pake, djikaloe priaji jang oemoem bersama-sama lain orang memboewat soewatoe kedjahatan atawa pèlanggaran jang dia misti djaga, atawa jang dia misti tjegah.
Tetapi saja poenja pendapetan poetoesan ini salah, sebab fatsal 141 mendjadi prentah pengabisan dari bagian jang ka-doewa, jang membitjaraken dari kedjahatan dan pelanggaran jang di boewat oleh priaji jang oemoem, koetika djalanken pekerdjaannja. Di dalem bagian jang ka-doewa ini soedah terseboet roepa-roepa kedjahatan jang boleh di boewat oleh priaji jang oemoem; tetapi di sitoe tiada sekali di seboet priaji-priaji itoe misti memboewat kedjahatan itoe bersama-sama lain orang. Sekarang di dalem pengabisan bagian itoe jang mengadaken hoekoem oendang prentah, aken segala
111
priaji jang oemoem jang memboewat soewatoe kedjahatan atawa pelanggaran lain jang soedah terseboet di dalem fatsai 117 sampe 140 di hoekoem lebeh brat; tctapi dia pake perkataan jang tiada bagitoe trang, dan membitjaraken dari priaji jang loeroet tjam poer etc. Adapoen maksoednja jang mengadaken hoekoem oendang memang inget maoe hoekoem lebeh brat priaji jang oemoem, djikaloe dia boewat sendirian atawa bersama lain orang soewatoe kedjahatan, atawa pelanggaran.
Bagitoe saja poenja pertimbangan fatsai 141 ini misti di batja;
Lain dari pada perkara jang hoekoemannja kedjahatan, atawa pelanggaran jang di boewat oleh priaji-priaji jang oemoem di atoer sendiri-sendiri, maka djikaloe ada priaji jang oemoem jang memboewat kedjahatan, atawa pelanggaran jang dia misti djaga, atawa jang dia misti tjegah, maka dia di hoekoem bagimana di bawah ini: etc.
Lain dari pada itoe. djikaloe orang melihat alinea 3 dari fatsai 141 dan jang di blakang itoe trang djoega jang mengadaken hoekoem oendang tiada sekali inget dia maoe hoekoem sadja pada priaji jang oemoem itoe, djikaloe dia toe-roet tjampoer, djadi djikaloe dia memboewat soewatoe kedjahatan, atawa pelanggaran bersama-sama lain orang sebab alinea 3 itoe membilang:
,,dan djikaloe itoe orang salah boewat lain-lain kedjahatan, maka etc. Mendjadi di dalem alinea 3 itoe tiada di bitjaraken dari perkara toe roet tjavipoer di dalem kedjahatanquot;.
I I 2
BAG I AN JANG KATIGA.
Perkara meroesakkeu aloeraa Jang oernoem oleh Padri aiawa Pandita wakloe djalanken pakerdjaannja.
Dari perkara kira-kira jang\' salali atawa tjela. a fair a dari |ien?a-soetan, inelawan pamrentali jang oeinoein. waktoe bitjara meugadjar di hadcpan orang: banjak.
FATSAL 142.
Adapoen Padri, atawa Pandita jang membatja chotbat, (1) dengan kira-kira jang tiada baik, atawa tjela kangdjeng Goe-berneraent atawa soewatoe peratoeran besar, atawa lain per boewatannja pamrentali jang oernoem, waktoe dia orang djalanken pekerdjaanja, dan mengadjar di dalem perkoempoelan orang banjak, maka dia orang di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ranie dari iiga boclan sampc docwa taoen.
FATSAL 143.
Djikoloe bitjaranja (chotbat) (2) itoe boenjinja pengasoetan jang betoel, soepaja orang djangan menoeroet peratoeran jang oemoem, atawa lain perboewatannja pamrentali jang oernoem. atawa djikaloe bitjaranja itoe terpake aken mengaroeken (3quot;) atawa aken melangkap dengan sendjata (4) orang-orang jang terdoedoek di dalem negri sa-orang aken sa-orang, maka Padri atawa Pandita jang bitjara demikian itoe di hoekoem kerdja
(!) Membatja chotbat — een leerrede houden b. v. in de Moskee. (2) Chotbat = leerrede.
(s) Mengaroeken sa-orang aken sa-orang = tegen elkander opstaan. i4) Melangkap dengan sendjata = wapenen.
ii3
paksa tiada dengan ran te dari anem boelan san:pc tiga faoen, djikaloe pengasoetan (1) itoe tiada djadiken apa-apa. Maka di hoekoem kerdja paksa fiada dengan rante dari doewa sampc lima taoen, djikaloe betoel sampe kedjadian orang brani tiada menoeroet parentah, tctapi braninja itoe tiada djadiken roe-soeh atawa doerhaka.
FATS AL 144.
Djikaloe pengasoetan mendjadiken roesoeh atawa doerhaka, dan djikaloe orang satoe atawa lebeh jang salah boleh di kenaken hoekoenian jang lebeh brat dari kerdja paksa tiada dengan ran/e, maka hoekoeman itoe di djalanken djoega atas Padri atawa Pandita jang salah pengasoetan itoe.
BAGIAN JANG KA-AM PAT.
Pelawanan, doerhaka dan lain-Iain ka koeranyau kapada pamrentah jang oemoem.
Maka boekoe kaadilan hoekoenian atas orang dja-wa, dan jang tersamaken orang djawa membitjaraken di dalem bagian ini;
ie. dari doerhaka, atawa pelawanan, 2e dari perkara membri maloe dan bikin aniaja kapada panrentahan jang oemoem dan kapada kakoewasaan jang oemoem; 3e dari perkara tiada maoe djalanken \' pekerdjaan jang sah, jang misti di djalanken; 4e dari perkara larinja orang
(l) Pengasoetan = opzetting, opruijing, aanhitsing.
8 *
114
toetoepan dan semboeniken orang jang berboevvat djahat; Se dari perkara bikin pitjah tjap. atawa zegel dan men-ganibil soerat-soerat dari tempat simpenan jang oemoem ; 6e dari perkara bikin roesak tanda-tanda peringettan ; 7e dari perkara pake gelaran dan pekerdjaan dengan koe-wasanja sendiri; dan 8e dari perkara gangoe orang jang djalanken agamanja.
Lain dari pada itoe pelawanan aken pengawai dari kreta api di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem paragraaf jang pertama dari bagian ini, menoeroet fatsal 241, dari Staatsblad 1885 no. 184.
§ 1-
Pelawanan, alawa doerhaka.
FATSAL 145.
Adapoen siapa jang nienjerang, atawa siapa jang melawan dengan gagah dan dengan soenggoeh-soenggoeh kapada priaji-priaji jang ketjil dan kakoewasaan jang oemoem dan kapada orang-orang jang di koewasaken aken poengoet oewang beja dan kahasilan, dan djoeroe-sitanja, dan lagi kapada orang-orang jang di koewasaken perkara bejanja barang-barang jang masoek dan kaloewar dan kapada djoeroe-simpen barang dengan parentah hoekoem, dan lagi kapada priaji-priaji besar dan ketjil dari pada pamrentahan, atawa dari pada politie jang djalanken peratoeran jang oemoem, atawa djalanken prentah, atawa soerat prentahnja kakoewasaan jang oemoem, atawa djalanken prentahnja priaji pengadiian, atawa soerat poetoesan (vonnis), maka di bilang salah doerhaka, atawa pelawanan, dan dia bo-leh di hoekoem, bagimana beda-bedanja fatsal, jang di bawah ini:
quot;5
FATS AL 146.
Djikaloe pelawanan itoe di boewat oleh lebeh dari doewapoe-loeh orang jang bersendjata, maka siapa jang salah di hoekoem kerdja paksa dengan ranie dari li ma santpe lima bias taoen, dan djikaloe dia orang tiada pake sendjata, maka dia orang di hoekoem kerdja paksa dengan ran/e dari lima sampe sepoe-loeh iaoen.
FATSAL 147.
Djikaloe pelawanan itoe di boewat oleh perkoempoelan dari tiga sampe doewa poeloeh orang jang bersendjata, maka hoekoe-mannja kerdja paksa dengan ranie dari lima sampe sepoeloeh taoen; dan djikaloe perkoempoelan orang itoe tiada pake sendjata, maka hoekoemannja kerdja paksa tiada dengan raute dari anem hoe la n sampe doewa taoen.
FATSAL 148.
Djikaloe itoe di boewat oleh satoe atawa doewa orang jang bersendjata, maka hoekoemannja kerdja paksa tiada dengan rante aari anem boelan sampe doewa taoen, dan djikaloe pela-wan itoe di boewat oleh satoe atawa doewa orang jang tiada pake sendjata, maka hoekoemannja kerdja paksa tiada dengan rante dari anem hari sampe anem boelan.
FATSAL 149.
Djikaloe pelawanan perkoempoelan orang banjak jang mela-wan, maka fatsal 64 di djalanken atas siapa-siapa jang melawan jang toeroet dalem perkoempoelan itoe, kaloe tiada pegang pekerdjaan soewatoe apa, atawa tiada pegang prentah dalem perkoempoelan itoe, dan djikaloe dia lantas keloewar dari perkoempoelan itoe, waktoe di prentahken oleh kakoewasaan jang oemoem, atawa djikaloe di blakang dia di tangkep di loewar tempatnja melawan itoe. dan tiada melawan lagi dan tiada pake sendjata.
116
FATSAL 150.
Adapoen satoe-satoenja perkoémpoelan aken memboewat ke-djahatan itoe, teritoeng bersendjata, djikaloe ada lebeh dari doewa orang dari perkoenipoelan itoe, jang pake sendjata jang kalihatan.
Jang di namaken pelawanan, atawa doerhaka ja-itoe; djikaloe orang memegang, dengan tangan dan melawan dengan soengoeh-soengoeh dan dengan gagah priaji-pri-aji, djikaloe djalanken prentah-prentah koetika djalanken pakerdjaannja.
Tetapi lain dari pada itoe, djikaloe orang-orang poekoel soewatoe priaji jangoemoem, koetika djalanken pekerdjaan-nja, dia tiada di bilang melawan kapada priaji itoe, tetapi dia di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal-fatsal 163 sampe 167.
Djikaloe pelawanan di boewat dengan moeloet sadja, orang-orang jang boewat itoe tiada boleh di bilang melawan kapada priaji-priaji, sebab kedjahatan pelawanan salamanja misti di boewat dengan gagah dan dengan soengoeh-soe-ngoeh.
Bagitoe djoega djikaloe priaji-priaji djalanken prentahnja priaji pengadilan, atawa soerat poetoesan (vonnis) jang ada salahnja, sebab apa vonnis itoe tiada bergoena, maka pelawanan kapada priaji jang djalanken vonnis itoe di hoekoem sania djoega.
Tetapi orang boleh meminta, sopaja priaji jang djalanken pekerdjaan apa-apa, djalanken pekerdjaan jang masoek di dalem pangkatnja.
FATSAL 151.
Siapa jang bersendjata jang tersemboeni dan toeroet dalem satoe perkoempoelan jang teritoeng tiada bersendjata, maka dia
T I/
sendiri di hoekoem seperti toeroet dalem perkoerapoelan jang pake sendjata.
FATS AL 152.
Siapa-siapa jang boewat kedjahatan koetika dia melawan, maka dia di kenaken hoekoeman jang di tamtoeken atas kedjahatan itoe, djikaloe hoekoeman itoe lebeh brat dari hoekoeman jang di tamtoeken atas perkara raelawan.
Fatsal 152 ini mengadjar aken kedjahatan bikin loeka dan poekoel mati dan pemboenoehan dan mentjoeri. dan lain-lain dari pada itoe, jang di boewat. koetika melawan, di hoekoem sendiri-sendiri. djikaloe hoekoeman jang di tamtoeken atas kedjahatan itoe lebeh brat dari hoekoeman atas perkara melawan.
Maksoednja fatsal ini, ja-itoe: aken meletatken (!) kedjahatan pelawanan boleh di boewat bersama-sama Iain kedjahatan.
Bagitoe pengadilan besar Hoog-Gerechtshof dari India Nederland memoetoes, aken orang jang soedah poekoel mati pada oppas politie, waktoe oppas itoe maoe tangkep sama dia. salah kedjahatan poekoel mati, koetika melawan (Arrest 27 Februari 1884).
FATSAL 153.
Siapa jang toesoek-toesoek soeroeh melawan jang misti teritoeng sekoeto bagimana fatsal 28 No. 4, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari auem hari sampc saioe iaoen, djikaloe toesoek-toesoek itoe tiada mendjadi pelawanan.
(!) Meletatken, = vaststellen.
118
FATSAL 154.
Di dalem segala perkara, djikaloe hoekoeman atas perkara melawan tiada lebeh brat dari kerdja paksa tiada dengau rante, maka orang-orang jang salah boleh di denda delapan sampe se-ratoes roepiah, selainnja hoekoeman jang terseboet.
FATSAL 155.
Adapoen fatsa\'.-fatsalnja dari paragraaf ini jang terseboet di atas di djalanken atas orang-orang jang menoempang di kapal pernija-gaan (\'), djikaloe dia orang bikin roesoeh dan melawan kapada djoeragannja, dan lagi di djalanken atas segala anak kapal, djikaloe membikin roesoeh dan melawan kapada orang-orang kapal jang lebeh tinggi pangkatnja.
Adapoen aken orang-orang jang menoempang dan adapoen aken segala anak kapal, maka djoeragan teritoeng seperti priaji jang djalanken peratoeran jang oemoem; maka adapoen aken segala anak kapal, orang kapal jang lebeh tinggi pangkatnja djoega teritoeng seperti priaji jang djalanken peratoeran jang oemoem.
FATSAL 156.
Adapoen perkoempoelan dengan pake sendjata, atawa tiada dengan sendjata jang terseboet di bawah ini, itoe di hoekoem seperti perkoempoelan orang jang melawan, djikaloe dia-orang aniaja atawa antjam-antjam kapada priaji pamrentahan dan kapada priaji-priaji jang lain, dan kapada priaji-priaji politie jang ketjil-ketjil dan orang politie, atawa kapada koewasaan jang oemoem, ja-itoe:
ie. Orang opahan, atawa orang makan opah hari jang beker-dja di tempat kerdja jang oemoem, atawa di fabriek-fabriek; 2e. Orang-orang jang soedah di trima di dalem balai derma 3e. Orang-orang jang di toetoep sebab di sangka bikin kedja-
(1) Kapal pcrnijagaan = Kapal dagang.
(-) Balai derma = gesticht van liefdadigheid.
lig
hatan, atawa pelanggaran, atawa sebab djadi pesakitan, ata-\\va sebab soedah di hoekoem.
Adapoen aken jang terseboet di dalem fatsal 153 atas orang-orang jang toesock-toesoek masoek melawan soedah di bitjaraken di bavvah fatsal 28 dan 144.
Tetapi siapa jang toesoek orang dessa, sopaja dia tia-da menoeroet prentahnja loerah. tiada boleh di hoekoem. sebab orang itoe tiada boleh di bilang salah melawan (Bagitoe arrest dari pengadilan besar Hoog-Gerechtshof dari India-Nederland dari 27 Februari 18S4).
Adapoen fatsal 155 ini tcrdjempoet (•) dari pada fatsal 11 dari staatsblad 1873 no. 119.
§•
Perkara membri maloe dan bikiu aniaja kapa-da pa m ren la ha 11 jang oernoem dan kapada kakoewasaan jang- oemoem.
FATSAL 157.
Siapa jang membri maloe dengan perkataan kapada priaji satoe atawa lebeh dari pamrentahan, atawa dari pengadilan koetika djalanken pekerdjaannja, soepaja meroesakken kahor-matanja atawa sopannja, maka dia di hoekoem kcrdja paksa tiada dengan rante dari satoe hoelan sampe doewa iaoen.
Djikaloe membri maloe pada priaji itoe di perhimpoenan
V1) Terdjempoet = ontleend aan iets.
118
FATSAL 154.
Di dalem segala perkara, djikaloe hoekoeman atas perkara melawan tiada lebeh brat dari kcrdja paksa tiada dengan rante, maka orang-orang jang salah bolcli di denda delapan sampe se-ratoes roepiah, selainnja hoekoeman jang terseboet.
FATSAL 155.
Adapoen fatsal-fatsalnja dari paragraaf ini jang terseboet di atas di djalanken atas orang-orang jang menoempang di kapal pernija-gaan (t), djikaloe dia orang bikin roesoeh dan melawan kapada djoeragannja, dan lagi di djalanken atas segala anak kapal, djikaloe membikin roesoeh dan melawan kapada orang-orang kapal jang lebeh tinggi pangkatnja.
Adapoen aken orang-orang jang menoempang dan adapoen aken segala anak kapal, maka djoeragan teritoeng seperti priaji jang djalanken peratoeran jang oemoem; maka adapoen aken segala anak kapal, orang kapal jang lebeh tinggi pangkatnja djoega teritoeng seperti priaji jang djalanken peratoeran jang oemoem.
FATSAL 156.
Adapoen perkoempoelan dengan pake sendjata, atawa tiada dengan sendjata jang terseboet di bawah ini, itoe di hoekoem seperti perkoempoelan orang jang melawan, djikaloe dia-orang aniaja atawa antjam-antjam kapada priaji pamrentahan dan kapada priaji-priaji jang lain, dan kapada priaji-priaji politie jang ketjil-ketjil dan orang politie, atawa kapada koewasaan jang oemoem, ja-itoe:
ie. Orang opahan, atawa orang makan opah hari jang beker dja di tempat kerdja jang oemoem, atawa di fabriek-fabriek; ze. Orang-orang jang soedah di trima di dalem balai derma (2); 3e. Orang-orang jang di toetoep sebab di sangka bikin kedja-
(!) Kapal pernijagaan Kapal dagang.
(2) Balai derma = gesticht van liefdadigheid.
lig
hatan, atawa pelanggaran, atawa sebab djadi pesakitan, ata-\\va sebab soedah di hoekoem.
Adapoen aken jang terseboet di dalem fatsal 153 atas orang-orang jang tocsock-tocsoek masoek melawan soedab di bitjaraken di bavvah fatsal 28 dan 144.
Tetapi siapa jang toesock orang dessa, sopaja dia tia-da menoeroct prentahnja loerah. tiada bolch di hoekoem. sebab orang itoe tiada boleh di bilang salah melawan (Bagitoe arrest dari pengadilan bcsar Hoog-Gerechtsbof dari India-Nederland dari 27 Februari 1884).
Adapoen fatsal 155 ini terdjempoet (1) dari pada fatsal 11 dari staatsblad 1S73 no. 119.
§• 2-
Perkara membii maloe dan bikin aniaja kapa-
f
da pamrentahan jang (jetnoem dan kapada kakoewasaan jany oemoem.
FATSAL 157.
Siapa jang membri maloe dengan perkataan kapada priaji satoe atawa lebeh dari pamrentahan, atawa dari pengadilan koetika djaianken pekerdjaannja, soepaja meroesakken kahor-matanja atawa sopannja, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ranfe dari saioe hoclan sampe doewa iaoen.
Djikaloe membri maloe pada priaji itoe di perhimpoenan
ontleend aan iets.
1
1) Terdjempoet =
I 20
madjelis lioekoem (1), maka hoekoemannja kerdja paksa /iada dengan ran/c dari doewa sampe lima taoen
FATSAL 158.
Siapa jang membri maloe soewatoe priaji besar koetika dja-lanken pekerdjaannja dengan tingkah, atawa dengan antjam-an-tjam maka dia di hoekoem kerdja paksa /iada dengan rante dari saioc sampe anem boelan, dan djikaloe di bikin maloe di perhimpoenan madjelis hoekoem (1), maka hoekoemannja kerdja paksa /iada dengan ran/e dari sa/oe hoe Ian sampe doewa /aoen.
Fatsal-fatsal ini memeliharaken (2) priaji-priaji dari pcngadilan dan priaji-priaji dari pamrentahan, djikaloe dia di bikin maloe dengan perkataan, dengan tingab, atawa dengan antjam-antjam; tetapi tjoema kaloe priaji-priaji itoe djalanken pekerdjaannja.
Djikaloe dia di bikin maloe, koetika dia tiada djalanken pekerdjaannja, siapa-siapa jang membri maloe kapada priaji itoe misti di hoekoem dengan boekoeman jang ter-seboet di dalem fatsal 282 dan jang di blakang itoe.
Ragitoe djoega fatsal 157 dan 1 58 tjoema membitjaraken dari perkara membri maloe kapada priaji besar dengan perkataan, dengan tingkah, atawa dengan antjam-antjam ; tetapi tiada sekali membitjaraken dari perkara membri maloe dengan soerat. Bagitoe kasalaban ini mendjatob djoega di bawab fatsal 282, dan jang di blakang itoe.
Lain dari pada itoe perkataan itoe misti merocsakken
(!) Perhimpoenan madjelis hoekoem = terechtzitting. (2) Memeliharaken = bescheimen.
121
kahormatannja dan sopanja (1) priaji dari pcngadilan, atawa dari pamrentahan; tetapi perkataan jang kasar sadja dan jang tiada menfitnahken (2) pekertinja (3), atawa kahormatannja priaji itoe. tiada mendjatoh di bawah fatsal-fatsal ini.
Tetapi tiada perloe sekali aken orang memboewat ka-djahatan itoe di hadepan orang banjak.
FATSAL 159.
Siapa jang membri maloe dengan perkataan, dengan tingkah, atawa dengan antjam-antjam kapada soewatoe priaji jang ketjii, atawa kapada soewatoe wakil dari kekoewasaan jang oemoem, atawa kapada soewatoe kawan - atawa pengawé jang di bawah prentah dari politie koetika djalanken pekerdjaannja, maka dia di hoekoem denda dari delapau sampc- seraioes roepiah.
FATSAL 160.
Adapoen hoekoemannja kerdja pekerdjadn negri dengan makan tetapi tiada dengan b ajar an, dari arum hari sampe satoe boelan, djikaloe orang-orang membri, maloe bagirnana jang terseboet di dalem fatsa! 159, kapada soewatoe kapala prentah dari kakoe-wasaan jang oemoem.
FATSAL 161.
Di dalem perkara-perkara jang terseboet di dalem fatsal-fatsal 157, 158 dan 160, selainnja hoekoeman jang soedah di tamtoe-ken di sitoe, maka orang jang salah boleh di hoekoem menarik kombali perkataan jang soembang (-1) baik di perhimpoenan madjelis hoekoem (ƒgt;) jang bermoela atawa (^) dengan soerat;
(!) Sopan = kieschheid.
(2j Menfitnahken - iemands eer aantasten.
(3) 1\'ekerti = karakter = inborst.
(■i) Soembang = jang bikin maloe = beleedigend.
(•rgt;) Perhimpoenan madjelis hoekoem — di hadepan pengadilan = terechtzitting.
(6) Baik .... atawa = hetzij ... hetzij.
122
maka hoekoemannja teritoeng baroe moelai berdjaian pada harinja koetika perkataan itoe di tarik kombali,
FATS AL 162.
Djikaloe kedjadian perkara bagimana jang terseboet di dalem fatsal 159 selainnja dentia, maka orang jang salah itoe boleh di hoekoem djoega menarik kombali perkataan-perkataan jang soembang (1), maka djikaloe dia melambatken (-) itoe, atawa djikaloe dia tiada maoe boewat itoe, maka dia boleh di paksa dengan toetoep.
Jang teritoeng priaji jang ketjil jang terseboet di dalem fatsal 159, ja-itoe: priaji jang tiada melakoeken koewasa negri (;!), tetapi jang ada djabatan jang oemoem, seperti Griffier, notaris, penoelocng birjara (advocaat), procureur, dan lain dari pada itoe.
Pengadilan besar Hoog-Gcrechtshof dari India-Nederland djoega membilang priaji jang ketjil, ja-itoe: penoenggoe pendjara (cipier) dan penaroh koentji (sleutel bewaarder) dari rocmah pendjara (Ind. weekbl. no. 310).
Jang teritoeng wakil dari kekoewasaan jang oemoem di tanah India-Nederland, ja-itoe; pradjoerit; aken tetapi ma-rinjo (schout bij de politie) dan oppas-oppas politie boleh di kata pengawe jang di bawah prentah dari politie.
Bagitoe djoega pengawe asal negri djawa dan sebrang dari kantoor beja. Staatsblad 1873 no. 241, 1875 no. 272 dan 1880 no. 268).
FATSAL 163.
Siapa jang poekoel pada soewatoe priaji jang besar, koetika
(!) Soembang = jang bikin maloe = beleedigend.
(\'-) Melambatken = bikin moendoer = uitstellen, vertragen.
(3) Melakoeken koewasa negri = staatsgezag uitoefenen.
123
djalanken pekerdjaannja, kendati dia tiada pake sendjata, dan kendati tiada sampe loeka, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari doewa sampe lima taoen.
Djikaloe priaji itoe di poekoel waktoenja ada di dalem per-himpoenan madjelis hoekoem (^), maka orang jang salah itoe di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari tiga sampe lima taoen. dan di tjaboet hak dan koevvasanja, jang terseboet di da lem fatsal 22.
Maka hoekoem tjaboet dari pemegangan segala pekerdjaan atawa pangkat itoe tiada di wadjibken, djikaloe pengadilan djalanken fatsal 37.
FATSAL 164.
Djikaloe orang poekoel soewatoe priaji ketjil atawa soewatoe wakilnja kekoewasaan jang oemoem, atawa soewatoe ka wan politie, atawa priaji politie jang ketjil-ketjil, atawa soewatoe orang pe-doedoek (-) jang di soeroeh djalanken soewatoe pekerdjaan jang oemoem koetika djalanken pekerdjaan, bagimana jang terseboet di dalem fatsal 163, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari satoe sampe anem boelan.
Maka fatsal-fatsal ini dari hal „mcmockoclquot; pada priaji bcsar (priaji dari pengadilan, dan priaji dari pamrentahan), atawa pada priaji ketjil (Griffier, notaris, penoenggoe pin-toe, pengawe dari kantor beja). atawa pada wakilnja kakoe-wasaan jang oemoem (militair), atawa pada kawan, atawa pengawe jang di bawah prentah dari politie (oppas politie, marinjo, politie desa), atawa pada orang pedocdock jang di socroe djalanken soewatoe pakerdjaan jang oemoem (orang gardoe),
Tetapi fatsal-fatsal ini tjoema di djalanken, djikaloe priaji itoe di poekoel, koetika djalanken pekerdjaannja.
124
Aken tetapi djikaloe priaji-priaji itoe memboewat apa-apa dengan langgar hoekoem dan bersalahan dengan dia poc-nja kakoewasaan, maka orang jang salah pockoel pada priaji-priaji itoc tiada boleh di hoekoem dengan hockoeman jang tcrseboet di dalem fatsal-fatsal ini. tetapi orang jang salah itoe misti di hoekoem dengan hockoeman jang tcrseboet di dalem fatsal 225 dan jang di blakang itoe.
Adapoen perkataan pockoel jang terseboet di dalem fatsal ini tiada boleh di ambil dengan mana (\') jang scmcntocng (-), Hagitoe djocga pengadilan di tanah India-Nederland masoek pake nama „pockoel \' segala roepa penggagahan, seperti tendang dengan kaki, menoclak (■\') dan menoemboek (1) dan menarik (I. W. 228, 850).
Adapoen oppas politie dan marinjo, dan lain-lain pengawe, jang di bawah prentah dari politic sclamanja teritoeng djalanken pekerdjaannja. djikaloe dia pake dia poenja pa-kejan kompeni.
FATSAL 165.
Djikaloe poekoelnja itoe jang terseboet di dalem fatsal 163 dan 164 sampe kaloewar darah, atawa sampe bikin loeka, atawa sampe djadi sakit dan djikaloe priaji-priaji besar jang terseboet di dalem fatsal 163 jang di poekoel demikian itoc, maka hoekoemaiinja kerdja paksa denman ranic dari linut sampe sopoeloch iaoen, dan djikaloe orang jang terseboet di dalem fatsal 164 jang di poekoel demikian itoe, maka hoekoemannja kerdja paksa iiada dengan ranfe dari docwa sampe lima iaoen.
Djikaloe orang jang di poekoel itoe mati di dalem atnpa/poeloeh hari, maka siapa jang salah itoe di hoekoem maii.
Siapa jang tjoba poekoel orang-orang jang terseboet di dalem fatsal 164 ini, maka dia boleh di hoekoem djoega.
1
(\') Menoemboek = toemboek = stooten.
125
FATSAL 166.
Djikaloe poekoelnja ini dengan berniat dengan sendjata, atawa dengan djaga di soewatoe tempat lebeh doeloe, kendati tiada san:pe kaloewarken darah, atawa tiada sampe bikin loeka, atawa tiada sampe djadiken sakit, maka hoekoemannja kerdja paksa dengan rante dari lima sanipc sepoeloeh taoen.
FATSAL 167,
Djikaloe loekanja itoe roepanja seperti niat di boenoeh, maka hoekoemannja mail.
Fatsal-fatsal 164 dan 165 menjehadja (\' ) loeka jang se-betoelnja mendjadiken viati di dalem a in pal pocloch hari, tetapi jang tiada di boewat dengan berniat boenoeh, aken tctapi fatsal 1Ó7 membitjaraken dari loeka jang roepanja seperti berniat aken memboenoeh. Bagitoe djoega arrest dari pengadilan besar Hoog-Gerechtshof dari india-Neder-land dari 27 Augustus 1884.
Maka dari scbab fatsal 165 dan 166 tjoema memandang (-) toempahan darah dan loeka, dan penjakit dan kamatian mendjadi basil (3) dari poekoelnja pada priaji-priaji, dan tiada sekali mentjamken (4) kahendaknja, atawa niatnja, atawa maksoednja orang jang memboewat kasalahan itoe, bagitoe djoega pentjobaannja kedjahatan ini tiada boleh di boewat sebab toempahan darah dan loeka dan penjakit, atawa kematian mendjadiken tiada dengan kamaoewannja orang jang poekoel pada priaji itoe.
(!) Menjehadja = het oog hebben op iets. (2) Memandang = meliat = beschouwen. (s) Hasiln gevolg.
(4J Mentjamken = op iets letten.
126
Bagitoe tiada dengan baik fatsal 165 ini menghoekoemken siapa jang tjoba memboewat kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal itoe.
S- 3.
Perkara tiada maoe djalanken pekerdjaan jang sah, jang misti di djalanken.
FATSAL 168.
Adapoen satoe-satoenjakepala prentah, dan satoe-satoenja opsier, atawa onder opsier dari kakoewasaan jang oemoem, djikaloe tiada soeroeh kerdja orang-orang jang ada di bawah prentahnja, menoeroet bagimana permintaan jang sah dari pamrentahan mardika, maka dia boleli di hoekoem kerdja pekerdjaan negri deugafi dapet viaka)i /tadci deugau bajarau dan saioe sct-vipe figa boelan.
Permintaan jang sah itoe dari pamrentahan mardika misti djadi dengan soerat. bagimana biasa dan misti tera-las (!) di atas hoekoem, atawa di atas prentah jang sah-
FATSAL 169.
Adapoen saksi-saksi jang membawa dalih (-), maka, selainnja hoekoeman perkara saksi jang tiada mengadep, dia di hoekoem
(1) Teralas = di alasken = gegrond zijn.
(2) Membawa dalih = valsche verontschuldiging aanvoeren.
127
kerdja pekerdjaün negri dengan dapct makan /iada dengau haja-ran dari anetn hari sampe doewa boelan.
Fatsal ini tiada genap, sebab tiada membitjaraken dari orang jang pandai (!) dan djoeroe behasa (tolken).
Adapoen saksi-saksi jang membavvah dalih (2) memang misti menjeboet dalih itoe dengan sengadja. Pengadilan misti timbang nienimbang dalih itoe.
§ 4.
Perkara larinja orang toeloepan, dan semboe-niken orang jang boewat kedjahatan.
FATSAL 170,
üjikaloe ada orang toetoepan berlari, maka djoeroe-djoeroe sita dan kapala-kapala prentah, atawa kapala prentah moedah dari kekoewasaan jang oemoem jang anterken, atawa jang djaga di tempatnja dan tljoeroc-djoeroe sipier, dan djoeroe-djoe-roe pendjaga dan lain-lain orang jang misti anter, atawa misti bawa, atawa misti djaga orang-orang toetoepan itoe, maka dia orang di hoekoem bagimana beda-bedanja jang terseboet di bawah ini.
(!) Orang jang pandai = orang jang taoe = orang jang ahli = deskundige.
(-) üalih = valsche verontschuldiging; oedzoer = wettige verontschuldiging.
128
FATSAL 171.
Djikaloe orang jang berlari itoe di dakwa, atawa soedah di hoekoem sebab dia bikin kedjahatan jang hoekoemanja tiada lebeh brat dari boewang atas orang Wolanda, dan tiada lebeh brat dari kerdja paksa tiada dengan rante atas bangsa djawa, dan lain bangsa jang di samaken dengan bangsa djawa. atawa djikaloe orang itoe di dakwa, atawa di hoekoem dari perkara pelanggaran, atawa djikaloe dia orang tawanan (l), maka siapa-siapa jang misti djaga, atawa jang misti anter, djikaloe sebab teledor, di hoekoem kerdja pckerdjctitn negri dengan dapet maka n fe/api tiada dengan bajaran dari anem hari sampe docwa boelan, dan djikaloe sebab kedjam mata (-\') di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari anem boelan sampe doewa taoen.
Siapa jang tiada misti djaga, atawa jang tiada misti anter orang toetoepan itoe, djikaloe dia boewat larinja, atawa bikin gam pang larinja, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari anem hari sampe tiga boelan.
FATSAL 172.
Djikaloe orang-orang toetoepan jang berlari itoe atawa salah satoe di dakwa atawa di hoekoem sebab perkara kedjahatan, jang hoekoemannja siksa toetoepan (3), atawa kerdja paksa dengan rante dari lima sampe sepoeloeh taoen, atawa siksa toetoepan 0 atawa kerdja paksa dengan rante dari lima sampe lima-blas taoen, maka siapa-siapa jang misti djaga, atawa misti anter, kaloe sebab teledor, di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari doewa sampe anem boelan dan djikaloe sebab kedjam mata (^) di hoekoem kerdja paksa dengan rante dan lima sampe sepoeloeh taoen.
129
Siapa jang tiada misti djaga, atawa tiada misti anter orang toetoepan itoe, djikaloe boewat larinja, atawa bikin gampang larinja, maka dia di hoekoem kcrdja paksa tiada dengan ran ie dan iiga boelan sampe doewa taoen.
FATSAL 173.
Djikaloe orang-orang jang berlari itoe, atawa salah satoe di dakwa perkara kedjahatan, jang misti di kenaken hoekoeman maïi, atawa misti di kenaken hoekoeman, jang di bawah-bawah-nja {kerdja paksa dengan ranie dari lima sampe docwa poeloeh taoen), atawa djikaloe dia orang di hoekoem salah satoe dari hoekoeman itoe, maka siapa-siapa jang anter, atawa jang djaga djikaloe teledornja, di hoekoem, kerdja paksa iiada dengan rante dan saioe sampe doewa taoen, dan djikaloe sebab kedjam mata (!) di hoekoem kerdja paksa dengan rante dari lima sampe lima-blas taoen.
Siapa jang tiada misti djaga atawa anter, djikaloe boewat larinja atawa bikin gampang larinja, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari saioe sampe lima taoen.
FatsaI ini membitjaraken dari djoeroe-djoeroe sita, dan kapala prentah. atawa kapala prentah moeda dari kekoe-vvasaan jang oemoem, jang anterken, atawa jang djaga tempatnja orang toetoepan, dan lagi dari djoeroe sipier, dan djoeroe pendjaga, dan lain-lain orang jang misti anter, atawa misti bawa, atawa misti djaga orang toetoepan itoe. Mendjadi fatsal itoe tiada membitjaraken sadja dari priaji-priaji, tetapi djoega dari lain-lain orang jang di soeroeh djaga, atawa anter orang toetoepan itoe, seperti orang gardoe dan lain-lain dari pada itoe. Orang toetoepan itoe boleh mendjadi di dakwa dari perkara kedjahatan. atawa pelanggaran, atawa orang jang soedah dapet hoekoeman dari perkara kedjahatan, atawa pelanggaran,
i1) Kedjam mata = dengan poera-poera tiada taoe = oogluiking.
9quot;
13°
atawa orang tawanan (1), tetapi orang jang di dalem pen-djaraan (2) tiada termasoek di dalem fatsal-fatsal ini.
Adapoen fatsal ini tiada menghoekoem kesalahan tjoba memboewat soewatoe kedjahatan. jang terseboet di dalem
fatsal 170, 171. i/2 dan 173
Siapa-siapa jang melcpaskcn orang toetoepan tiada boleh di bilang sekoetoe, sebab perkara melariken dan toetoepan tiada termasoek perboewatan djahat, djikaloe orang jang lari tiada membikin pitjah apa-apa, atawa di kasih sendjata, atawa membri sorok kapada orang jang djaga.
FATSAL 174-
Djikaloe orang toetoepan itoe lari. atawa tjoba lari dengan pak sa apa-apa, atawa dengan bikin pitjah apa-apa, maka si-apa bikin gampang larinja itoe, sebab kasih pekakas, jang boleh di bikin paksa, atawa pitjah apa-apa,- di hoekoem kcr-dja paksa tiada dengan rante dari iiga boelan sampe doewa iaoen, djikaloe ada sebab jang terseboet di dalem tatsal 171, atawa di hoekoem herd ja paksa tiada dengan rante dari doewa sampe lima taoen, djikaloe ada sebab, jang lerseboet di dalem fatsal 172, atawa di hoekoem her dja paksa dengan rante dari lima sampe sepoeloeh taoen, djikaloe ada sebab jang terseboet di dalem fatsal 173.
FATSAL 175.
Siapa jang memboewat larinja, atawa bikin gampang larinja orang toetoepan, sebab membri soewap kapada orang jang dja ga, atawa kapada sipier, atawa sebab moefakatan jang tipoe sama orang jang djaga, atawa sania sipier itoe, maka dia di hoekoem sama djoega seperti itoe orang jang djaga dan ^ sipier di dalem segala perkara jang terseboet di atas; dengan djandji,
1
Orang tawanan = orang jang di tangkep di dalem prang = knjgs-gevangene.
2
(2, Orang jang di dalem pendjaraan = orang jang tertoetoep dari sebab dia bei hoetang = gegijzelde voor civiele schulden of proceskosten.
i3i
djikaloe itoe orang jang djaga, atawa sipier mendjadi orang be-noewa Europa, dia di hoekoem dengan hoekoeman jang di prentahken, djikaloe dia mendjadi orang bangsa Djawa, -avawa jang di samaken orang bangsa Djawa.
FATSAL 176.
Djikaloe larinja itoe dengan bikin pitjah apa-apa, atawa de-ngan paksa, dan di bikin gampang, sebab di kasih sendjata, maka orang-orang jang djaga dan jang anter, djikaloe toeroet tjampoer dalem perkara itoe dia orang di hoekoem kerdjapaksa dengan ranie dart lima sampe doewa poeloeh iaoen, dan jang lain-Iain di hoekoem kerdja paksa dengan ran/e dari hnut sampe limablas iaoen.
FATSAL 177.
Segala orang jang toeloeng satoe orang toetoepan berlari misti tanggoeng masing-masing atas karoegian dan ongkos dan interest jang boleh di minta dari orang toetoepan itoe oleh orang jang di bikin maloe.
Fatsal-fatsal ini mcnjeboet peri hal jang kebratan jang menjertai (1) perkara larinja orang-orang toetoepan, seperti djikaloe orang toetoepan lari, atawa tjoba lari dengan paksa, atawa dengan pitjah apa-apa, dan siapa bikin gampang larinja soedah kasih pekakas, jang boleh di bikin paksa, atawa pitjah apa-apa.
Di dalem perkara jang terseboet di atas tiada perloe sekali, aken larinja orang toetoepan soedah djadi; sebab djikaloe orang toetoepan itoe tjoba lari sadja, orang jang kasih pekakas, jang boleh di bikin paksa, atawa pitjah misti di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 174.
(!) Menjertai — vergezellen s gepaard gaaii met iets.
132
Bagitoe djoega siapa jang membri soewap l1) kapada orang jang djaga, atawa kapada sipir; di hockoem sama djoega seperti itoe orang djaga, atawa sipir, djikaloe dia soedah bikin larinja orang toetoepan itoe.
Lain dari pada itoe fatsal 76 membitjarakcn dan orang iano- djaga, dan jang anter. dan dari lain-lain orang, jang kasih sendjata dengan bikin gampang larinja orang toetoepan itoe, dengan bikin paksa, atawa dengan pitjai apa aPa, tetapi orang itoe baroe boleh di hockoem, dj.kaloe larinja soedah djadi dengan pake sendjata .toe. Adapoen djikaloe itoe sendjata jang di kasih boewat bikin gampang larinja tiada mendjadi di pake, atawa djikaloe orang toetoepan itoe tjoba lari dengan pake itoe sendjata, tetapi djikaloe larinja itoe tiada djadi, fatsal 176 tiada lakoe.
FATSAL 178.
Orang-orang toetoepan jang berlari dengan bikin pitjah apa-apa, atawa dengan paksa di hoekoem kerdja paksa de^
rante dan anem boelan sampe satoe taoen, sebab dan perkara itoe sadja, dan misti pikoel hoekoeman im lantas sasoedahnja habisnja hoekoeman jang lain jang di tamtoeken ata kedja-hatan, atawa pelanggaran, jang itoe orang d^-oet0eP ^ \' ^ atawa lantas sasoedahnja poetoesannja, jang dia oranD di lep dari perkara itoe, atawa di lepas dari penoeiuoetan hoekoem soedah tetep koewatnja; maka salamnja itoe dia oran^ boie ^ di kenaken lain hoekoeman, jang lebeh brat, jang ja 1 ioe-koemannja lain-lain kedjahatan, djikaloe dia o^g boewa kedjahatan itoe koetika bikin pitjah apa-apa, atana koetika
boewat kepaksaan itoe. u 1 1,
Siapa jang tjoba bikin kedjahatan im boleh di hoekoem
djoega.
rn Membri soewap = kasih sorok = omkoopen.
(2) Di lepas dari penoentoetan hoekoem = ontslagen van rechtsvervolging.
i33
FATSAL 179.
Hoekoeman hoekoeraan, jang terseboet di dalem fatsal (paragraaf) ini, jang misti di djatohkan atas orang-orang jang anter atawa jang djaga, djikaloe sebab teledornja sadja, itoe tiada di djalanken, djikaloe orang-orang itoe jang lari di tang-kep atawa di bawa kombali di dalem ampat boelan sesoedahnja lari, dan djikaloe dia orang di tangkep tiada sebab lain-lain kedjahatan atawa pelanggaran jang di boewat di blakang.
Fatsal-fatsal 170 sampe 178 ini membitjaraken dari hoekoeman jang di djatohkan atas orang jang anter, atawa jang djaga orang-orang toetoepan, djikaloe dia berlari; tetapi fatsal 178 ini menjehadja f1) sadja orang-orang toetoepan jang berlari dari roemah pendjara dengan pitjah apa-apa, atawa dengan paksa roemah pendjara itoe. Ba-gitoe pangadilan besar Hoog-Gerechtshof dari India-Ne-derland memoetoesken pada arrest tanggal 7 November 1S83, aken orang toetoepan jang soedah berlari dengan bikin pitjah dia poenja rante kangkang (2) tiada bersalah sekali-kali dan tiada boleh di hoekoem, djikaloe orang toetoepan, koetika dia berlari, tiada bikin pitjah atawa paksa roemah pendjara.
Tetapi djikaloe orang-orang toetoepan meloekaken orang politie, koetika dia berlari, atawa tjoba berlari, dia misti di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal jang di moeka ini.
FATSAL iSo.
Siapa jang semboeniken atawa soeroeh semboemken orang. djikaloe dia taoe orang itoe soedah bikin satoe kedjahatan, jang misti di kenaken hnekoeman maii. atawa hoekoeman
(^) Menjehadja = bermaksoed = het oog hebben op iets, bedoelen
(2) Rante kangkang = voetboei.
134
krctusoerooig, atciu\'a hoekoeman rocuuih sijdsd/. atawa kerdjci paksa dengan rank, maka dia hoekoem kcrdja paksa tiada de-ngan ranie dari iiga boeian sampe doewa iaoen.
Ini prentah tiada di djalanken atas lakinja atawa bininja orang djahat jang di semboeniken itoe. kendati soedah bertjere, dan di atas koelawarganja (1) jang ka-atas dan jang ka-bawah, dan atas soedaranja laki-laki atawa perampoewan dan atas sanak soedara dari kawinan jang sama poepoenja atawa akratnja.
Fatsal ini jang pcngabisan menjeboet hoekoeman jang di djatohken atas orang jang semboeniken, atawa soeroeh semboeniken orang-orang, djikaloe dia bertaoe orang itoe soedah boewat satoe kedjahatan jang misti di kenaken hoe-koeman mati, atawa kretasorong, atawa hockoeman di dalem roemah sijasat (1), atawa kcrdja paksa dengan rante.
Tetapi siapa jang semboeniken orang djahat jang boewat salah satoe kedjahatan jang hoekoemannja koerang brat dari hoekoeman jang terseboet di atas ini, dia orang tiada boleh di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 180 ini.
Fatsal 29 menghoekoemken orang jang semboeniken penjamoen (2) dan fatsal 46 menghoekoemken orang jang semboeniken orang jang penjoeloe (3).
Fatsal 180 membitjaraken dari perkara semboeniken orang jans; soedah boewat satoe kedjahatan. Bagitoe ada bebrapa pengarang f4) jang kira orang boleh semboeniken orang djahat jang beloem di hoekoem ; tetapi perasaan (6) ini salah, sebab djikaloe bagitoe memang orang djahat
1
Hoekoemdalem roemah sijasat = siksatoetoepan = tuchthuisstraf.
2
Penjamoen — kawar = roover te land, perompak — roover op zee.
3
(4) Penjoeloe = penghintai = verspieder.
4
(5) Pengarang = schrijver.
jang terlebeh besar boleh di oendoer dan pada (!) hoe-koeman jang di djatohken atas dia poenja perboewatan djahat. Bagitoe djoega kapoetoesannja pengadilan besar Hoog-Gerechtshof dari India-Nederland, jang dengan arrest tanggal 6e Februari 1884 soedah kasih hoekoeman kapa-da satoe orang, jang semboeniken dengan sengadja satoe perampoean, jang soedah boewat satoe kedjahatan, tetapi jang belom di hoekoem, sebab perboewatan itoe.
o.
Perkara bikm pitjah tjap atawa zegel, dan mengambll soerat-soerat dan tempat simpenan,
jang- oemoem.
FATSAL 181.
Djikaloe zegel, atawa tjap jang di taroh dengan prentahnja Kandjeng Goebernement, atawa sebab soerat poetoesan atawa soerat prentahnja pengadilan, tiada perdoeli dalem perkara apa sekali, di bikin pitjah, maka orang-orang jang djaga, djikaloe sebab teledornja sadja, di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ran/.e dari ancm hari sampe ancm boelan.
FATSAL 182,
Djikaloe orang bikin pitjah zegel atawa tjapnja soerat-soerat atawa barang-barangnja orang jang di dakwa dari satoe kedjahatan jang misti di kenaken hoekoeman salah satoe jang terseboet di dalem fatsal 5 No. 1, 2 dan 3 dari boekoe hoekoeman ini,
136
atawa dari boekoe hoekoeman atas bangsa ^ olanda, atawa soerat-soerat atawa barang-barangnja orang jang di hoekoem sebab ke-djahatan jang demikian itoe, maka orang djaga jang teledor itoe di hoekoem kerdja paksa tiaihi dengan ranie dan anein boelan sampe doewa taoen.
FATSAL 183.
Siapa jang sengadja bikin pitjah zegel atawa tjap jang di taroh di soerat-soerat, atawa di barang-barang jang terseboet di dalem fatsal 182, atawa siapa jang toeroet tjampoer bikin pitjah zegel atawa tjap itoe, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan ranie dari lima sampe sepoeloeh iaoen, dan djikaloe jang djaga sendiri jang bikin pitjah, maka hoekoemannja kerdja paksa denga i ranie dari lima sampe lima bias iaoen.
FATSAL 184.
Siapa jang salah bikin pitjah tjap-tjap atawa zegel-zegel jang lain, maka dia di hoekoem kerdja paksa iiada dengan rante dan anem boelan sa?npe doewa taoen. dan djikaloe jang djaga sendiri jang bikin kesalahan itoe, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ranie dari doewa sampe htna taoen.
FATSA1. 185.
Djikaloe orang mentjoeri dengan pitjahken zegel atawa tjap maka dia di hoekoem sama djoega seperti orang jang mentjoeri dengan bikin pitjah apa-apa.
Pertama-tama boekoe hoekoeman ini menghoekoemken orang jang misti djaga zegel-zegel, jang teledor itoe dan tiada djaga aken itoe zegel-zegel tiada di bikin pitjah. Fatsal 182 menbitjaraken dari orang jang bikin pitjah zegel jang di taroeh di atas soerat-soerat, atawa barang-
137
barangnja orang djahat. Orang djaga jang teledor itoe di hoekoem dengan hoekoeman jang lebeh brat, djikaloe pesakitan di dakwa, atawa soedah di hoekoem sebab ke-djahatan, jang misti di kanaken hoekoeman mati, atawa kerdja paksa dengan rante dari lima sampe doewa poe-loeh taoen, atawa sampe limablas taoen.
Djikaloe itoe zegel-zegel di bikin pitjah dengan senga-dja, maka hoekoeman jang misti di djatohken atas orang djaga jang bikin kesalahan itoe, mendjadi lebeh brat lagi (fatsal 183).
Adapoen djikaloe jang djaga sendiri bikin pitjah zegelzegel jang lain, dan jang tiada di taroeh di atas soerat-soerat atawa barang-barangnja orang djahat jang terseboet dalam fatsal 182, maka dia di hoekoem lebeh enteng (fatsal 184.)
Djikaloe zegel-zegel itoe di bikin pitjah pada lain orang, maka hoekoemannja lebeh enteng dari hoekoeman jang misti di djatohken atas orang djaga.
Aken tetapi djikaloe orang bikin pitjah zegel-zegel, sopaja dia boleh bikin satoe kedjahatan seperti mentjoeri, maka dia misti di hoekoem sama djoega seperti orang jang mentjoeri dengan pitjah apa-apa.
Adapoen prentah ini lawan roekoen-roekoennja hoekoem siksa, sebab kesalahan bikin pitjah zegel-zegel mendjadi kedjahatan sendiri-sendiri maskipoen kedjahatan itoe di boe wat aken mentjoeri.
Djikaloe bagitoe temtoe ada doewa kedjahatan. Siapa jang bikin pitjah zegel-zegel jang di taroeh bersalah dengan hoekoem misti di hoekoem djoega; bagitoe poetoe-sannja Raad van Justitie di Betawi dan Hoog-Gerechtshof dari India-Nederland (I. W. 736, 743). Tetapi poetoesan itoe memang salah, sebab sama djoega seperti tiada boleh di hoekoem orang jang melepasken orang toetoepan jang di toetoep bersalah dengan hoekoem, bagitoe djoega tiada boleh di hoekoem orang, jang bikin pitjah zegel-zegel, jang di taroeh bersalah dengan hoekoem.
13«
Prentahnja boekoc hoekoeman Wolanda jang baroe djoega bagitoc.
FATSAI, 186.
Djikaloe orang bikin glap dan meroesakken dan ambil soerat soerat, iang di pake di pengadilan di dalera perkara krimineel atawa kedjahatan, atawa lain-lain soerat dan boekoe-boekoe daftar, soerat-soerat perdjandjian dan barang-barang, jang ada di tempat simpenannja soerat-soerat di kantor, atawa kantor Griffier, atawa di lain tempat simpenan jang oemoem, atawa jang di kasih di tangannja soewatoe djoeroe-simpen jang oemoem maka djoeroe-simpen teledor itoe di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari iigd boelan sampe safoe taoen, dan di denda dari doewa poeloeh sampe scraioes lima poeloeh roepiah.
FATSAI. 187.
Siapa jang salah bikin glap, atawa meroesakken, atawa ambil bagiraana jang terseboet di dalem fatsal 186, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan rante dari lima sampe sepoeloeh taoen.
Djikaloe jang simpen sendiri jang bikin kedjahatan itoe, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan rante dan hma sampe li mal) las taoen.
FATSAL 188.
Siapa jang pitjahken zegel atawa tjap, atawa bikin glap, atawa meroesakken, atawa ambil soerat-soerat dengan aniaja orang, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan rante dan hvia sampe luna-blas taoen, selainnja hoekoeman lain, jang lebih brat tertirabang bagimana brat entengnja aniaja dan lain-lain kedjahatan jang djadi satoe sama lain-lain perkara itoe.
Fatsal-fatsal ini menghoekoem djoeroe simpen jang oemoem, atawa lain orang jang bikin glap, atawa meroesakken
139
dengan sengadja socrat-soerat, atawa daftar-daftar, jang ada di tempat simpenan jang oemoem.
Aken tetapi siapa jang meroesakken soerat-soerat akte jang oemoem dan lain-lain soerat jang tiada di tempat sim-penannja soerat-soerat jang oemoem (archief), maka dia di hoekoem dengan hoekoeman, jang terseboet di dalem fat-sal 362.
Bagitoe fatsal 121 dari boekoe hoekocman ini menghoekoem satoe-satoenja priaji jang oemoem, djikaloe dia meroesakken, atawa bikin ilang (tiadaken), atawa bikin glap, atawa tiada sampeken pada jang djadi mistinja soerat akte, atawa soerat titel, jang dia simpen, atawa jang di serahken, atawa di kasih taoe kapadanja di dalem pekerdjaannja. Fatsal 181 ini meroedjoek soerat-soerat, jang tiada berharga dan jang tiada di simpen di tempat simpenan jang oemoem. Adapoen priaji jang oemoem. jang bikin glap, atawa tiada sampeken pada jang djadi mistinja oewang. atawa kertas-kertas jang berharga misti di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 117 sampe 120 boekoe hoekoeman ini.
6.
Perkara bikin roesak tanda-tanda
permg-atan.
FATSAL 189.
Siapa jang meroesakken atawa\' merebahken tanda-tanda per-ingetan, atawa patoeng-patoeng, atawa lain-lain barang aken goena atawa aken perhijasan orang sekalian, dan jang di diriken oleh pamrentahan jang oemoem, atawa dengan idinnja, maka dia di
140
hoekoem kerdja paksa tiada dengan ran/e dan satoe boelau sampe doewa taoen, dan di dm da dan lima poeloeh sampe doewa ratoes lima poeloeh roepiah.
Perkataan law-lain barang jang terseboet di dalem fatsal ini memang bermaksoed barang-barang. jang boleh di sa-maken alamat peringatan. Bagitoe siapa jang meroesakken, atawa mcrebahken djembatan. atawa tijang batas (l) tiada boleh di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal ini, tetapi kedjahatan itoe termasoek fatsal 360 boekoe hoekoeman ini.
Perkara pake ^elaran atawa peker-djaan deng^an koewasanja sendiri.
FATSAl. 190.
Siapa jang tiada ada koewasa. maka toeroet tjampoer di dalem pekerdjaan mardika. atawa militair jang oemoem atawa siapa jang bikin soewatoe perboewatan jangdjadi toeroetanja pekerdjaan itoe, maka dia di hoekoem kerdja paksa üada dengan ranie dan doewa sampe lima racen, selainnja hoekoeman perkara bikin palsoe, djikaloe perboewatannja itoe ada tanda kedjahatan itoe.
FATSAL 191.
Siapa jang pake pakajan kabesaran. atawa pakajan pangkaL atawa bintang, atawa tanda kahormatan jang boekan djadi miliknja di hadepan orang banjak, atawa siapa jang pake gela-ran jang tiada di briken kapadanja dengan sah, atawa siapa jang
(1) Tijang batas = grenspaal.
141
pake tanda perbedaan (1) atawa oepatjara (2) jang lebeh tinggi dari pangkotnja atawa gdaranja sediri. maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ranie dari anem hoe Ian sampc doewa iaoen.
Fatsal 190 menghoekoem segala orang jang tiada ada koewasa, maka dengan sengadja toeroet tjampoer di dalem pekerdjaan jang oemoem, dan lagi segala orang, dji-kaloe tiada dengan hak bikin soewatoe perboewatan jang djadi toeroetannja pekerdjaan itoe. Tetapi fatsal ini tiada lakoe, djikaloe orang itoe poera-poera sadja membilang dia ada berpake pekerdjaan jang oemoem.
Adapoen hoekoem oendang-oendang tiada prentah aken perboewatan itoe jang tiada dengan hak menjertaken (3) kedjahatan pake gelaran dengan koewasanja sendiri, tetapi djadilah aken orang dengan sengadja bikin soewatoe perboewatan jang lakoe sadja pada priaji jang oemoem.
Bagitoe satoe orang jang tiada dengan koewasa priksa roemahnja lain orang dengan poera-poera membilang dia dapet prentah aken itoe dari wedono, maka dia di salah-ken pada pengadilan besar Hoog-Gerechtshof dari India-Nederland kedjahatan bikin satoe perboewatan jang djadi toeroetannja pakerdjaan jang oemoem, jang dia tiada ada koewasa (arr. H. G. v. N. I. 10 September 1884). Lain dari pada itoe Landraad di Mauondjaja mensalahken satoe loerah jang mendenda satoe orang desa, sebab dia bikin soewatoe perboewatan jang tjandala (4) pada bini-nja lain orang.
Aken tetapi dari saja poenja pendapetan poetoesan itoe ada salah sedikit, sebab itoe loerah memang salah bikin
(ï) Tanda perbedaan = onderscheidingstee ken. (2^ Oepatjara = staatsie.
(3) Menjertaken = vergezeld gaan van iets. t4» Tjandala = onzedelijk, onkuisch.
142
aniaja (knevelarij), sebab dia minta dan trima denda, jang dia orang taoe tiada misti di bajarkcn, dan lagi sebab loerah itoe tiada sekali berniat toeroet tjampoer di dalem pekerdjaannja pengadilan; tetapi, koetika dia mendenda orang itoe, dia memang inget mendapet oewang sedikit jang tiada dengan hak (Mr. W. de Gelder, strafrecht in N. I. blz. 392 en 393 le deel).
Fatsal 191 larang aken orang pake pakcjan kabesaian, atawa pakcjan pangkat, atawa bintang, atawa tanda kahor-matan jang bockan djadi miliknja, tetapi perboewatan ini tjoema boleh di hoekoem, djikaloe dia berpake itoe di
hadepan orang banjak.
Lain dari pada itoe boekoc kaadilan hoekocman ini melarang, aken orang pake gelaran jang tiada di brikcn kapadanja dengan sah, dan pake tanda perbedaan. ata\\\\ci oepatjara jang lebeh tinggi dari pangkatnja, atawa gela-rannja sendiri.
Adapoen prentah ini tiada terdapct di dalem bockoe kaadilan hoekocman atas orang bcnoewa Europa; tetapi prentah itoe termasoek di dalem boekoe kaadilan hoekoeman atas orang Djawa. dan lain bangsa jang di sama-ken dengan bangsa Djawa, sebab ada bebrapa pangkat dan gelaran jang mempoenjai hak atas f\') soewatoc oepatjara (2) (Staatsblad 1820 no. 22, 1824 no. 13).
§•
Perkara ganggoe orang jang djalanken agamanja.
FATSAL 192.
Siapa jang dengan aniaja, atawa dengan pengatjam paksa, atawa tegah orang satoe atawa lebeh djalanken agamanja, dan
(1) Mempoenjai hak atas = aanspraak geven op iets.
(2) Oepatjara = staatsie.
143
toeroet kabaktijan, (1) dan raemoelijaken sedekah (2^ dan toeroet koetika hari brenti bekerdja, dan boeka atawa toetoep tempat pekerdjaannja atawa wingkelnja atawa goedangnja sebab dari itoe, dan kerdja atawa tiadakerdja pekerdjaan, maka dari sebab itoe sadja dia di hoekoem kerdja pekerdjaan negri deugan dapc/ inakau teiapi fiada denman bajaran dari anem iiari sampe doewa boelai,.
FATS AL 193.
Siapa jang tjegah, atawa melambatkan, atawa mengganggoe orang jang melakoeken kabaktijan, sebab bikin roesoeh dan gempar (3) di dalem gredjanja atawa Mesdjidnja atawa di lain-lain tempat jang di pake tempat aken melakoeken ibadat-nja, (-1) atawa jang memang tempat sembahjang, maka dia di hoekoem kerdja pekerdjaan negri dengan dapc/ ma kan teiapi tiada dengan beijaran dan anem hari santje iiga boclan.
FATSAL 194
Siapa jang ganggoe barang-barang dari ibadat di tempat-tempat jang di boewat sembahjang, atawa jang memang tempat sembahjang, atawa siapa jang bikin maloe dengan perkataan, atawa dengan tingkah kapada pandita atawa padri, koetika djalanken pekerdjaannja, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dan hma bias han sampe anem boelan, dan di denda dan delapan sampe doewa ratoes lima poeloeh roepiah.
FATSAL 19;.
Siapa jang poekoel soewatoe pandita atawa padri, koetika djalanken pekerdjaannja, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dan iiga sampe lima taoen dan di tjaboet hak dan koewasanja jang terseboet di dalem fatsal 22.
0 loeroet kabaktijan = godsdienstoefening bijwonen.
(2) Memoelijakan sedekah = zekere (godsdienstige) feesten vieren.
(3) Gempar — haroe-biroe, wanorde, verwarring, beroering.
(4) Melakoekan ibadatnja = eeredienst uitoefenen.
144
Maka hoekoem tjaboet dari pada pemegangan segala peker-djaan atavva pangkat tiada wadjib djikaloe pengadilan djalanken latsal 37.
FATSAL 196.
Adapoen prentah-prentahnja paragraaf ini tiada di djalanken atas perkara bikin roesoeh, atawa bikin maloe, atawa aniaja jang menjebahken (ij hoekoeman jang lebeh brat.
Fatsal-fatsal jang terseboet di atas selamanja belom taoe di djalanken di tanah India-Nederland.
Di dalem boekoe kaiidilan hoekoeman ini perkara meng-haroeken soewatoe kabaktijan (-) dan ganggoe barang-barang dari ibadat dan perkara bikin maloe pada pandita, atawa padri, teritoeng kedjahatan pada pamrentahan jang oemoem. tetapi lebeh baik bagimana boekoe kaadilan hoekoeman Wolanda jang bahroe jang termasoek perboe-watan itoe di boewat kedjahatan atas atoeran perkara jang soedah tetap (8), sebab pandita dan padri memang tiada melakoekan koewasa apa-apa.
(!) Menjebahken = aanleiding geven tol iets.
(2) Kabaktijan — ibadat = sembaijang = godsdienstoefening.
(3) Kedjahatan atas atoeran perkara jang soedah tetap = misdrijven tegen de openbare orde.
145
BAGIAN JANG KA-LIMA.
Perkara perkoempoelan or at tg dj a hat, dan orang melan-tjong (!) dan orang minta-minta.
% I-
Perkoempoelan orang- djahat
FATSAL 197.
Adapoen satoe-satoenja perkoem|)oelan orang djahat atas orang-orang atawa atas barang milik (kapoenjaan), mendjadi kedjahatan atas kasenangan orang banjak.
FATSAL 198.
Maka kedjahatan ini ada, djikaloe ada soewatoe peratoeran dari pada perkoempoelan orang djahat, atawa djikaloe ada moefakattan antara perkoempoelan itoe dengan kapala-kapalanja, atawa djikaloe ada perdjandjian baik aken membri kira-kira (2) dan membagi barang hasilnja kedjahatan itoe.
FATSAL 199.
Djikaloe kedjahatan ini tiada bersama-sama lain kedjahatan, \'
f1) Orang melantjong = pemandang desa = landlooper.
(-) Membri kira-kira = het doen van rekening.
10 *
146
atawa tiada di ikoet pada lain kedjahatan, maka orang jang moelai atoer, dan djalanken perkoempoelan itoe, dan kapala-kapala jang besar dan jang ketjil dari perkoempoelan orang djahat di hoekoem kerdja paksa dengan rantc dari lima sampe lima bias iaocn.
FATSAL 200.
Adapoen lain orang jang misti bikin soewatoe pekerdjaan di dalem perkoempoelan itoe. dan lagi siapa jang sengadja kasih sendjata pekakas prang, pekakas boewat bikin kedjahatan, atawa pondokan, atawa tempat semboenian, atawa tempat perkoempoelan kapada perkoempoelan orang djahat itoe, atawa kapada dia poenja pasoekan katoemboekan (\'), maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan ran/e dari lima sampe sepoeloeh taoen.
Di dalem fatsal-fatsal ini boekoe kaadilan hoekoeman boekan menghoekoem sadja perkara membocwat kedjahatan, melainkan perkoempoelan orang-orang djahat pon jang ber-niat aken memboewat kedjahatan ; aken tetapi perkoempoelan itoe misti ada pengatoeran jang terseboet di dalem fatsal 198 ini.
Mendjadi perkoempoelan itoe misti ada kapala-kapala dan peratoeran dari perkoempoelan orang djahat, dan lagi misti ada perdjandjian baik aken membri kira-kira dan bagi barang hasilnja kedjahatan itoe.
Adapoen djikaloe itoe perkoempoelan tiada dengan peratoeran, tetapi perhimpoenan sadja. jang berkoempoel tiada di sangka. perkoempoelan itoe tiada boleh di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem paragraaf ini.
Bagitoe perkoempoelan orang jang berniat membikin oe-wang palsoe misti di hoekoem dengan hockoeman jang terseboet di dalem fatsal ini
(1) Pasoekan katoemboekan = scbagian dari perkoempoelan = on-derafdeeling.
147
Adapoen kabanjakan oraii_lt;T jang bertjampoer dalem per-koempoclan djahat itoe, tiada di tamtoeken pada hoekoem.
Maka orang misti inget baik-baik, dan tiada boleh loepa, aken boekoe kaadilan hoekoeman tiada sekali menghoe-koem perkara berdjandji sadja aken memboewat kedjahatan, djikaloe orang tiada moefakat di dalem perkoempoelan dengan peratoeran (i).
Perkara pelantjongan dan minta-minla.
FATSAL 201.
Adapoen pelantjongan itoe soewatoe kedjahatan.
FATSAL 202.
Jang di namaken orang pelantjongan, ja-itoe siapa jang tiada ampoenja tenipat roemah jang tetap, dan siapa dengan tiada pentjeharijan (2) dan tiada melakoeken soewatoe pekerdjaan, atawa pentjarijan.
FATSAL 203.
Siapa jang salah melantjong di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ran/e dari figa sampc anem boclan, tjoema sebab perkara itoe sadja.
(!) Perkoempoelan dengan peratoeran = geregelde bende.
(2) Dengan tiada pentjeharijan = tiada ada jang di makan = zonder middelen van bestaan.
148
FATSAL 204.
Siapa jang boleh kerdja, tetapi biasanja minta-minta, maka dia di hoekoem kerdja pekerdjadn negri dengan dapet makan, tetapi tiada dengan ha jar an dart satoe sampe tiga boe lan.
Djikaloe dia di tangkep di loewar tempat roemahnja, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari anem hoe lan sampe doewa taoen.
FATSAL 205.
Adapoen hoekoeman jang terseboet di blakang itoe di djalan-ken atas segala orang minta-minta, kendati dia orang tiada boleh bekerdja, djikaloe dia orang antjam antjam, atawa djikaloe dia orang masoek di dalem satoe roemah, atawa di dalem satoe tempat jang tertoetoep, jang djadi toeroetannja roemah itoe tiada dengan idinnja orang jang ampoenja roemah, atawa idinnja orang-orang jang tinggal sama jang ampoenja roemah itoe, atawa djikaloe dia orang poera-poera loeka, atawa poera-poera ada ketjatjatan badannja. atawa djikaloe dia orang minta-minta dengan koempoelan; tetapi djikaloe soewatoe orang laki-laki minta dengan bininja, atawa djikaloe soewatoe bapa atawa mak minta-minta dengan anak-anaknja jang moeda, atawa djikaloe soewatoe orang boeta minta-minta dengan orang jang toentoen, itoe tiada teritoeng.
FATSAL 206.
Adapoen satoe-satoenja orang pelantjongan, atawa orang minta-minta, jang di tangkep koetika dia bikin samar dirinja, atawa bawa sendjata, kendati dia tiada pake sendjata itoe, atawa tiada bikin antjam-antjam, atawa koetika dia bawa kikir, atawa gait, atawa lain-lain pekakas jang boleh di pake boewat mentjoeri atawa bikin lain kedjahatan, atawa jang boleh di pake boewat masoek di dalem roemah-roemah, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari doewa sampe lima taoen
149
FATSAL 207.
Maka satoe-satoenja orang pelantjongan, atawa orang minta-minta, jang kedapetan bawa barang satoe atawa lebeh, jang harganja lebeh dari lima poeloeh roeplah, djikaloe dia tiada bo-leh menerangken atsalnja barang itoe, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari anem boelan sampc doewa iaoen.
FATSAL 208.
Adapoen satoe-satoenja orang pelantjongan, atawa orang minta-minta jang memboewat soewatoe perboewatan aniaja kapada orang, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan rante dari lima sampe sepoeloeh iaoen, selainnja hoekoeman jang lebeh brat, djikaloe ada perloenja tertimbang bagimana kaadaanja dan doedoeknja aniaja jang di boewat itoe.
FATSAL 209.
Adapoen hoekoeman-hoekoeman jang misti di kenaken atas orang jang pake soerat-ketrangan palsoe, atawa soerat pas pal-soe, atawa soerat prentah-djalan palsoe itoe di ambil jang paling brat sendiri, djikaloe di djalanken atas orang pelantjongan. atawa orang minta-minta toeroet bagimana roepa, atawa djenis-nja hoekoeman itoe masing-masing.
Di dalem boekoe kaadilan hoekoeman Wolanda jang baroe, perkara pelantjongan tiada di hoekoem lagi, sebab orang pelantjongan tiada boleh di bilang bersanding me-loekai (!) aken meroesakken kasenangan jang oemoem, tetapi boekoe kaadilan hoekoeman atas orang Djawa misti menghoekoem orang pelantjongan, djikaloe dia tiada am-poenja tempat roemah jang tetap, dan dengan tiada pen-
(!) Bersanding meloekai = gevaarlijk.
i5o
tjeharijan (!) dan tiada melakoeken soewatoe pekerdjaan atawa pentjeharijan, kendatilah demikian boleh djadi itoe orang kena soesah tiada dengan salahnja.
Adapoen orang Djawa tjenderoeng (2) aken menandang desa (3). Bagitoe orang jang di namaken orang menoempang sring-sring tiada ampoenja tempat roemah jang tetap, dan djoega sring-sring tiada melakoeken pakerdjaan jang tetap ; tetapi dia orang biasa bckerdja sebentar di sini, sebentar di sana. atawa tiada sekali bekerdja bebrapa-brapa boelan, dan menoempang sadja di lain orang ampoenja tempat.
Maka dari sebab itoe segala prentah-prentah ini tiada-lah patoet sekali.
Adapoen orang minta-minta tjoema boleh di hoekoem, djikaloe dia orang boleh bckerdja, tetapi biasanja minta-minta; aken tetapi biasanja itoe misti di trangken. jang sebetoelnja tiada gampang.
BAGIAN JANG K A-AN KM
Perkara adoe-adoe I4) orang boe wal ke-djahatan di dalem perkoempoelau jang; halal dan oemoem.
FATSAL 2 io.
Djikaloe di dalem perkoempoelau jang halal dan oemoem orang adoe-adoe orang, soepaja memboewat kedjahatan dengan
(!) Dengan tiada pentjeharijan = tiada ada jang di makan = zonder middelen van bestaan.
(21 Tjenderoeng = geneigd zijn tot iets.
Menandang desa = melantjong = zwerven = landloopen.
(,4) yVdoc-adoe = mengasoet — mengharoekan = aanhitsen, opzetten, opruijen.
15\'
pengadjaran, atawa dengan tegor (1), atawa dengan doa (\'-) ata-wa dengan sembahjang. kendati bahasa apa sekah di pake atawa dengan pembatjaan soerat, atawa boekoe, atawa dengan tempelken, atawa tersiarken soerat, maka kapala-kapala dan jang atoer perkoempoelan ini di hoekoem kerdja paksa iiada dengan rante dari tiga boelan sampe doewit /noen, dan di denda dari lima poeloeh sampe sera/oes lima poeloeh roepiah; selainnja hoekoeman, jang lebeh brat, jang boleh di kenaken atas orang, jana; dirinja sendiri salah mengasoet; maka orang ini sekali-kali tiada boleh di kasih hoekoeman, jang koerang dari hoekoeman jang di djalanken atas kapala-kapala dan orang-orang jang atoer perkoempoelan itoe.
Fatsal i ! i dari peratoeran besar. bernama „Regerings Reglementquot; melarang segala perkoempoelan dan perhiin-poenan perkara karadjaan, atawa negri, atawa djikaloe itoe boleh meroesakken kasenangan jang oemoem. Maka di dalem fatsal 3 no. 1, 2, dan 3 dari peratoeran hoekoeman politie jang oemoem atas orang Djawa dan jang di sa-maken dengan bangsa Djawa terseboet hoekoeman atas pelanggaran itoe; tetapi menambahken lagi, jang teritoeng perkoempoelan ini, djikaloe orang berkoempoel dan bi-tjaraken perkara obahken di dalem pamrentahan district\' atawa pamrentahan kaboepaten, dan penggawa jang pegang pamrentahan itoe, dan lagi djikaloe berdjalan dengan orang banjak pigi kapada kapala-kapala karesidenan, dan kapala-kapala afdeeling, sopaja kasih taoe kamaoewannja dengan djalanan jang menakoeti.
Faisal 210 ini membitjaraken sadja dari perkara mengasoet orang boewat bikin kedjahatan di dalem perkoempoelan jang halal dan oemoem.
Mendjadi perkoempoelan jang glap di antara orang Tjina di negri Dell tjoema boleh di hoekoem dengan hoekoeman
(i; Dengan tegor = dengan nasihat = dengan kasi inget = door vermaningen
(2) Doa = aanroepingen.
152
jang terseboet di dalem fatsal 3 no. 1, 2 dan 3, dari peratoeran hoekoeman politie jang oemoem, melainken perkoempoelan itoe boleh teritoeng di bawah perkoem-poelan dari orang djahat, atawa di bawah perkara moe-fakat kapada pamrentahan jang oemoem.
GEL A KAN JANG KA-DOEWA.
Perkara kedjahatun dan pelanggaran alas orang sa toe-sa loeuja.
BAB JANG PERTAMA.
Kedjahatan dan pelanggaran atas orang-orang
BAGIAN JANG PERTAMA
Perkara poekoelan mati dan lain kedjahatan atas kahi-doepan orang, dan antjam-antjam dari keniatan jang djahat atas orang.
§ 1-
Perkara poekoel mati, dan boenoeh, dan boenoeh bapa, dan boenoeb anak dan peratjoenan.
FATSAL 2ii.
Jang di namaken poekoelan mati, ja-itoe djikaloe orang bikin mati orang dengan sengadja.
Fatsal ini di poengoet dari boekoe hoekoeman Perans-man bernama Code Penal di mana terseboet, djikaloe orang mengambil sa-orang poenja njawa dengan sengadja, maka itoe di namaken poekoelan mati.
Bagitoe fatsal ini sampe trang ; siapa jang memboewat kedjahatan itoe, misti memboewat itoe dengan berniat btkin mati orang. Djikaloe dia tiada ada ingetan sakali, aken bikin mati orang, tiada boleh di bilang poekoel mati orang.
Kendatilah ini ada banjak fokaha f1) jang kira di dalem perkara poekoelan mati kahendaknja orang aken bikin mati tiada perloe. Aken tetapi tafsir (2) ini memang salah, seperti toewan Mr. IV. de Gelder menoendjoeken dengan trang di dalem dia poenja boekoe di moeka soerat jang ka-ampat ratoes sepoeloeh dan jang di blakang ini / strafrecht in N I. deel I biz. 410 en volg).
Bagitoe pengadilan Raad van Djoestitie di Betawi, jang poetoesannja di tetap pada pengadilan besar Hoog-Ge-rechtshof dari India-Nederland, memoetoesken sa-orang jang poekoel dan tendang pada soewatoe orang dan lantas mendjadi mati, tetapi matinja dateng sadja dari sebab itoe orang poenja penjakit, maka dia salah bikin mati orang tiada dengan sengadja (T. XI. 229)
Pada lain poetoesan pengadilan besar Hoog-Gerechtshof memoetoesken aken orang jang bikin loeka pada soewatoe orang jang soedah kena loeka lebeh doeloe, dan djikaloe dia lantas mati, maka dia tiada boleh di bilang poekoel mati orang itoe, tetapi dia salah sadja bikin loeka dengan sengadja, djikaloe tiada boleh di trangken matinja orang itoe dateng dari sebab loeka apa (I. W. 3^7.)
Lain dari pada itoe pengadilan besar Hoog-Gerechtshof
= verklaring.
1
1) Fokaha = rechtsgeleerden.
2
(2) Tafsir = pengertian = uitlegging
154
mensalahken satoe orang jang mengadang (1) lain orang di soewatoe tenipat di dalem oetan dan meloekaken orang itoe dengan gollok, atawa klewang, dan meloekaken orang itoe ka-doewa dan ka-tiga kali, sesoedahnja orang itoe djatoh di tanah, salah kedjahatan bikin loeka dengan niat lebch doeloe (fatsal 226) dan dia tiada salah tjoba inem-boenoeh orang itoe.
Adapoen poetoesan-poetoesan itoe lawan satoe sama lain. Di dalem poetoesan jang pertama orang jang bikin loeka pada soewatoe orang, jang di blakang mendjadi mati, tetapi tiada dari sebab loekanja tetapi matinja da-teng dari sebab dia poenja penjakit, maka dia dengan salah di hoekoem salah bikin mati orang tiada dengan sengadja.
Di dalem poetoesan jang ka-doewa pesakitan di salahken bikin loeka dengan sengadja, kendatilah di dalem perkara jang berdoewa matinja dateng dari sebab penjakitnja orang jang mati.
Adapoen djikaloe orang sekarang menirima dengan terbanjak pengarang aken orang tiada boleh di salahken, djikaloe hasilnja (2) dia poenja perboewatan tiada boleh di sangka dan tiada boleh di kira-kira, maka orang jang meloekaken pada lain orang, dan djikaloe orang itoe mati sebab dari penjakitnja, tiada boleh di salahken pockocl malt
Bagitoe djoega dia tiada boleh di salahken bikin mati orang tiada dengan sengadja, sebab kedjahatan ini me-njanka aken orang memboewat perkara itoe dengan koerang hati-hatinja, atawa sebab lengah (:!), semantara di dalem perkara jang terseboet di atas poekoelnja, atawa tendangnja, jang bikin matinja orang sakit itoe, di boewat dengan sengadja.
Adapoen tanda orang berniat bikin mati pada lain orang misti njata dari segala hal-ahoeal, atawa dari roepa-
1
Mengadang = iemand ergens opwachten met een slecht doel.
2
(-) Hasil = gevolg.
155
roepanja sendjata jang tcrpake, atawa dari loekanja sendiri, kerana djarang orang Djawa maoe mengakoe kahendaknja ; niaka di dalem perkara bagini dia inget sadja pembales-sannja (1).
FATS AI, 2 12.
Djikaloe poekoelan mati itoe dengan berniat lebeh doeloe atawa dengan djaga lebeh doeloe di soewatoe tempat orang jang maoe di boenoeh itoe, maka itoe di namaken boenoeh.
F ATS AL 213.
Jang di namaken berniat lebeh doeloe, ja-itoe; djikaloe sa-beloemnja bikin mati, maka orang soedah ada ingetan lebeh doeloe menjerang atawa menjerboeken dirinja kapada soewatoe orang jang tamtoe, atawa orang jang nanti dia dapet, atawa bertemoe, kendatilah ingetanja ini bergantoeng kapada soewatoe hal ahoewal atawa perdjandjian.
F ATS AL 214.
Jang di namaken djaga lebeh doeloe itoe, djikaloe orang bernanti datengnja orang sebentar atawa lama di tempat satoe atawa lebeh, soepaja boenoeh dia, atawa soepaja aniaja dia.
Lainnja perkara boenoeh dengan perkara poekoelan mati ada di dalem pekertinja (2) orang jang memboewat ke-djahatan itoe.
Djikaloe dia boewat perkara itoe dengan himat (?\'), dan djikaloe dia mengambil sa-orang poenja njawa dengan sengadja (4), itoe memang di namaken boenoeh.
(!) Pombalasan = wraak.
(2) Pekerti = gemoedstoestand.
(s) Himat = kalm overleg.
(•\') Uengan sengadja = in koelen bloede.
156
Djikaloe dia tiada berniat lebeh doeloe, atawa tiada djaga lebeh doeloe di soewatoe tempat itoe di namaken poekoelan mati.
Adapoen di tanah India-Nederland demikian poen me-mang (M aken anak boemi tiada banjak perdoeli matinja, atawa hidoepnja sama manoesija (-), sampai dia tiada dengan himat (8), dan tiada dengan berniat lebeh doeloe memboenoeh orang, djikaloe dia kira sadja, dia boleh dapet oentoeng dari pada perboewatan itoe Maka dengan sebenarnja jang terbanjak perkara boenoeh tiada di boewat dengan berniat lebeh doeloe; tetapi di boewat sadja, sebab satoe poen tiada goenanja hidoepnja sama manoesija.
Mendjadi orang jang bikin mati lain orang, koetika pekertinja senang dan padam gt; boleh di bilang memboenoeh; tetapi siapa jang marah-marah dari sebab apa-apa, dan berkahendak aken bikin mati saorang, dan djikaloe dia bikin mati orang itoe di dalem pekerti itoe dia tiada salah boenoeh, tetapi salah poekoel mati, sebab lainnja perkara boenoeh dengan perkara poekoelan mati misti di tjari di dalem peri hal hatinja (5) orang, jang memboewat kedjahatan itoe.
Adapoen sring-sring djadi djikaloe anak boemi soedah sekali pake sendjata aken boenoeh. atawa aken bikin loeka sama manoesijanja. dan djikaloe dia soedah melihat darah-dia seperti mata glap dan seperti tiada boleh berhenti dan misti bikin mati orang lagi.
Bao-itoe sa-oran0quot; bernama Jllcituhc marnh-marah dengan
O «3
dia poenja bini. dan poekoelken bininja dengan wadoeng. sampe dia djatoeh mati; dan di dalem peri kaadaannja itoe dia bikin mati mertoewanja. lantas ketemoe dia poenja
157
tetangga dan bikin mati djoega tetangganja dan di blakang kali bikin mati djoega sa-orang pclintas O) (I. W. 281.)
Sa-orang bernama Pak Raniisso tiada maoe makan ma-kanan. jang socdah di sediah oleh bininja; sakoetika lagi dia berdiri dan ambil dia poenja wadoeng dan bikin loeka lebeh doeloe pada bininja, lantas bikin loeka pada soewatoe perampoewan jang doedoek dcket bininja. meloekaken lagi anaknja oemoer tiga taoen. lantas meloekaken mertoewanja, dan lama-lama meloekaken sa-orang lain djoega.
Lain dari itoe ada toeladan (2) jang banjak sekali; tetapi apa jang terseboet di atas memang soedah sampe boewat menoendjoeken. akan orang benoewa Europa tiada dengan gampang boleh menangkep kafikiran (3) orang Djawa dan banjak soesah akan menerangken f4) peri hal hatinja (5), koetika dia memboewat kcdjahatan itoe.
FATSAL 215.
Jang di namaken pemboenoehan bapa itoe, djikaloe bikin mati bapa halal, atawa bapa harara, dan bikin mati iboe (emak) halal atawa iboe haram, atawa bikin mati lain-lain kaloewarga (sanak soedaraquot;) jang ka-atas jang halal.
Fatsal ini mcnghoekoeni sadja anak jang bikin mati orang toewa jang halal dan orang toewajang haram i6). dan nènèk jang halal. tetapi tiada hoekoem anak angkat jang bikin mati bapa atawa mak. jang mengankat dia. kendati orang tjina sring-sring mengankat anak. Siapa jang bikin mati
(!) Sa-orang pelintas = een voorbijganger.
(2) Toeladan = voorbeeld.
(3) Menangkep kafikiran = iemands gedachte doorgronden.
(4) Menerangken = verklaren.
(5) 1\'eri hal hatinja = geestestoestand.
(u) Haram = natuurlijk = Orang toewa jang haram = natuurlijke ouders.
158
orang toewanja di hoekoem mati sama djoega apa perboe-watan itoc teritoeng hoenoeh atawa pockoclan mati.
Siapa jang salah pemboenoehan bapa selamanja tiada bo-leh di ampoeni. Akan tetapi prentah ini tiada adil l1) sekali.
Bagitoe bapa jang menjakiti ( -) dia poenja anak. dan bikin tjilaka anaknja dan jang melengahken (2) anaknja selamanja di pelihara pada hoekoem Mendjadi djikaloe anak itoe bi-kin mati bapanja jang bagitoe dia tiada boleh di ampoeni; dan anak tiada di pelihara pada hoekoem akan bapanja.
FATSAL 216,
Jang di nairuxkcn poiibocuochün ^7//^7Z\', j;i-itoc : djikaloe boenoeh soewatoe anak jang beloem lama di lahirken (-1).
FATSAL 219.
Soewatoe iboe (emak) jang tiada kawin jang pada bermoela kalinja memboenoeh anaknja jang di lahirken belom lama, maka dia di hoekoem her dj a paksa dcngan ranic dan lima sampe doewa poeloeh iaoen.
Di dalam lain-lain perkara siapa jang salah boenoeh anaknja jang demikian itoe, maka dia di hoekoem mati.
Bagian jang kadoewa dari fatsal 219 soedah di angkat dan di boewang pada staatsblad 1876 ]So. 174.
Dari sebab itoe perobahan boleh di sangka djoega, aken hoekoemannja mati di dalam perkara pemboenoehan anak patoet di koerangi banjak, djikaloe ada sebab jang èntèngken.
1
(lgt; Tiada adil = onbillijk, onrechtvaardig.
2
Melengahken — vtrwaailoozen.
{*) Di lahirken = di peranakken = geboren is.
I59
Adapoen di dalem perkara pemboenoehan anak sama djoega apa perboewatan itoe teritoeng boenoeh. atawa poekoelan mati.
Tiada perdoeli bagimana di bikin mati anak itoe, tetapi perloe itoe anak soedah idoep. koetika di lahirken, dan koetika di bikin mati.
Lain dari pada itoe lain orang tiada boleh bikin ke-djahatan itoe, aken tetapi emak sadja.
Pengadilan Raad van Joestitie di Semarang melepas-ken soewatoe pesakitan, jang di dakwa boenoeh anaknja, kendati trang pesakitan itoe mentjekek lehernja anak jang baroe di lahirken dan jang bertarejak, mendjadi jang idoep.
Maka dia di lepasken, sebab dari pendapetannja Pengadilan boleh djadi anak itoe lantas mati, sasoedahnja dia bertarejak dan sabelomnja di tjekek lehernja (I. W. 1081.)
F ATS AL 217.
Jang di namaken pera/joenan, ja-itoe: djikaloe niat boenoeh orang dengan kocwatnja soewatoe barang jang boleh djadiken matinja dengan segera, atawa lama-kalamaan, kendati bagimana roepa djoega pakenja, atawa kasihnja barang itoe, dan kendati apa sekali hasilnja.
Adapoen aken mendjadiken kedjahatan peratjoenan, fatsal ini prentah ;
ie. aken orang niat bikin mati soewatoe orang; 2e. aken dia kasih makan atawa minoem soewatoe barang jang boleh djadiken matinja.
Mendjadi kedjahatan ini soedah tersedia, djikaloe barang jang di atas soedah masok di dalem badannja tiada perdoeli apa djadiken matinja orang, jang makan barang
i6o
itoe. Maka tiada perdoeli djoega bagimana peratjoen (!) pake, atawa kasih barang itoe kapada orang jang dia maoe bikin mati.
Adapoen djikaloe tiada kedjadian itoe orang makan barang jang terseboet di atas, kerna sebab jang boekan kamaoewannja orang jang memboewat itoe, maka itoe di bilang tjoba rnembri makan ratjoen Satoe baboe berniat membri makan ratjoen kapada dia poenja njonjah dan mentjampoer banjak warangan di dalem soesoe. jang di pake sahari-hari, dan lantas mengoendjoék soesoe itoe kapada njonjah. Aken tetapi njonjah itoe waktoe berasa sakit kepala kras, dan tiada maoe minoem soesoe itoe; sebentar lagi anak doewa melihat soesoe itoe di dalem dapoer, dan masing-masing pake satoe mangkok dari soesoe jang kena ratjoen itoe, dan anak-anak mendjadi sakit kras.
Dari sebab perboewatan ini memang itoe baboe jar.g ada di dapoer, koetika anak itoe makan soesoe jang kena ratjoen itoe dan tiada menegahken aken itoe anak makan soesoe jang terseboet di atas. sebab dari takoetnja, misti di salahken kedjahatan peratjoenan sampe doewa kali, dan tjoba membri makan ratjoen kapada njonjahma
letapi djikaloe orang kasih makan barang jang tiada sekali boleh djadiken matinja. tiada ada peratjoenan dan lagi tiada ada pentjobaan.
Bagitoe djoega, djikaloe orang kasih makan barang jang boleh djadiken matinja; tetapi djikaloe jang memboewat itoe tiada berniat bikin matinja orang jang makan barang itoe, tetapi akan mendjadiken sakitnja sadja, dia tiada boleh di salahken sekali.
FATSAL 218.
Siapa jang salah perkara boenoeh, atawa pembocnoehan bapa, atawa peratjoenan, maka dia di hoekoem mail.
(1\'gt; Peratjoen = jang kasih ratjoen — giftmenger.
i6i
FA\'I\'S AL 220.
Segala orang djahat jang menjangsarakan (L) atawa bikin lain-lain siksa (-) kapada orang soepaja melakoeken kedjaha-tannja maka dia orang di hoekoem seperti salah boenoeh orang.
FATSAL 22 1.
Siapa jang salah poekoel mati orang di hoekoem kerdjcipaksa dengan rante dan hma sampe doewa poeloeh tahoen, seiainnja jang di prentahken di bawah ini di daiem fatsal ini djoega.
Siapa jang poekoel mati orang, tetapi lebeh doeloe, atawa koetika poekoel mati, atawa sa-soedahnja itoe dia memboewat lain kedjahatan atawa lain pelanggaran, maka dia di hoekoem mati, djikaloe poekoelan mati itoe baik aken memboewat lain kedjahatan, atawa pelanggaran itoe, atawa djadiken gampangnja, atawa soepaja lain kedjahatan atawa pelanggaran itoe, djangan sampe ketaoewan.
Djikaloe poekoelan mati itoe tiada baik akan memboewat lain kedjahatan, atawa pelanggaran itoe, atawa akan bikin gam-pang, atawa akan djangan sampe ketaoewan lain kedjahatan atawa pelanggaran itoe, maka dia di kenaken hoekoeman jang terseboet di dalem alinea jang pertama dari fatsal ini.
Perkataan „tetapi fatsal 37 tiada di djalanken dalem perkara iniquot; socdah di angkat dan di boewang dari fatsal 221 jang pengabisan pada staatsblad 1876 No. 174.
Bagitoe di dalem perkara jang terseboet di dalem fatsal 221 ini sekarang patoet di koerangi banjak, djikaloe ada scbab jang èntèngkcn.
(!) Menjangsarakan = menjakiti = pijnigen.
(2) Siksa = kebengisan = kakerasan = wreedheid.
102 S- a.
Perkara antjam-anljam.
FATS AL 222.
Siapa jang antjam-antjam di dalem soerat jang dia tandai tangan, atawa jang tiada ada tanda tangannja, akan boenoeh atawa meratjoen, atawa lain-lain keniatan jang djahat kapada orang, jang boleh di hoekoem dengan hoekoeman salah satoe jang terseboet di dalem fatsal 5, No. 1, 2 dan 3, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan ranie dan lima sampe h-mablas taoen, djikaloe antjam-antjam itoe dengan prentah taroek wang di soewatoe tempat jang di toendjoeken, atawa dengan prentah djalani lain-lain perdjandjian.
FATSAL 223.
Djikaloe antjam-antjam itoe tiada dengan prentah, atawa tiada dengan perdjandjian, maka hoekoemannja kerdja paksa tiada dengan ranie dari doewa sampe lima iaoen, dan denda dart lima poeloeh sampe üga raioes roepiah.
FATSAL 224.
Djikaloe antjam-antjam dengan moeloet dan dengan prentah atawa dengan berdjandjian, maka jang salah di hoekoem kerdja paksa iiada dengan rante dari anem boelan sampe doewa laoen, dan di denda dari doewablas sampe seraioes lima poeloeh roepiah.
Siapa jang antjam-antjam misti di hoekoem sama djoega, apa antjam-antjam itoe ada hasilnja, atawa boekan. Siapa jang antjam-antjam dengan moeloet tiada boleh di hoekoem, djikaloe jang di antjam-antjam tiada di sitoe.
I63
Hagitoc djoega siapa jang antjam-antjam. koetika dia maboek kras tiada boleh di lioekoem dari sebab perkara antjam-antjam itoe. sebab orangjang maboek betocl inemang tiada taoe, apa dia berkata. atawa apa dia memboewat pa-da koetika itoe djoega.
BAGIAX JANG KA-DOE WA.
Pei\'kara meloekaken dan memoe-koeldeng-an seng-adja, dan lain-iain kedjahaLan deng\'an sen^\'adja.
FATSAIj 225.
Siapa jang bikin loeka dan poekoel dan djikaloe jang di bikin loeka, atawa di poekoel itoe djadi sakit atawa tiada bisa kerdja lebih dari doewa poeloeh hari lamanja, maka dia di hoekoem kei-dj a paksa tiada denman ran ie dari doewa sampe lima /aoen.
, FATS AL 226,
Djikaloe kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal 225 itoe di boewat dengan niat lebeh doeloe, atawa dengan djaga di soewatoe tempat lebeh doeloe, maka hoekoemannja kerdja paksa dengan ran. /e dari lima sampe limahlas /aoen.
FATSAI, 227.
Djikaloe orang jang di loekaken atawa di poekoel itoe tiada sakit atawa tiada sampe tiada boleb kerdja lebeh dari doewcpoeloeh hari lamanja. maka jang salab di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dan satoe boelan sampe doewa taoen, dan di denda dari delapan sampe seratocs roepiah.
164
Djikaloe dengan niat lebeh doeloe, atawa di djaga di soewatoe tempat lebeh doeloe, maka hoekoemannja kerdja paksa /iada dengan vcin/c dure docwci sctnipc lunet Uzocn. dan (tcuda dciri docwct poeloeh li/na sampe doewa ra iocs lima poeloeh roeptak.
FATSAL 228,
Di dalem perkara-perkara jang terseboet di dalem fatsal 225, 226 dan 227, djikaloe bapak dan iboe jang kawin, atawa jang tiada kawin, atawa nenek jang di bikin loeka atawa di perkoel, maka itoe teritoeng soewatoe kebratan. dan priaji pengadilan misti inget kebratan itoe, djikaloe djalanken hoekoemannja.
Dan lagi di dalem perkara-perkara itoe priaji pengadilan ada koewasa tambah itoe hoekoeman kerdja paksa dengan ran/e, atawa /iada dengan ran/.e dengan satoe bagian dari tiga lebeh dari jang paling tinggi.
FATSAL 229.
Adapoen kedjahatan-kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal 225, 226 dan 227 dan di dalem bagian jang di moeka itoe, djikaloe di boewat dengan perkoempoelan jang bikin roesoeh, dan dengan melawan, atawa dengan merampas, maka itoe boleh di salahken kapada kapala-kapala, dan kapada orang-orang jang moe-lai bediriken perkoempoelan-perkoempoelan ini, atawa boewat pelawanan, atawa rampasan itoe, dan kapada orang-orang jang adjak-adjak boewat perkara-perkara itoe, maka dia orang semoe-wa di hoekoem seperti salah pada kedjahatan-kedjahatan itoe, dan di hoekoem sama djoega seperti orang jang boewat sendiri kedjahatan-kedjahatan ini.
FATSAL 230.
Siapa jang poekoel orang dan djikaloe jang di poekoel itoe tiada djadi sakit. atawa tiada sampe tiada bisa kerdja dan tiada dapet loeka, atawa dapet loeka jang enteng sekali, maka dia di hoekoem kerdja pekerdjadn negri dengan dapei makan tiada
lós
tiengan bajaran dari anem hari sampc liga boelan, atawa di denda banjaknja seraioes roepiah.
Adapoen orang di bilang djocga salah mcmockoel. djikaloe menggoenting lain orang poenja ramboet (arr. H. G v. N. I. 30 Mei 1883 T. XXXVIII p. 387), atawa djikaloe dia mentjekek atawa menoelak orang (arr. H. G. V. N. I. 29 Augustus 1882 T. XXXIX. p. 299), atawa djikaloe dia melempar batoe kapada lain orang (I. W. 200), atawa djikaloe dia mendjadiken locka angoes kapada orang (1. W 490), atawa djikaloe dia mentjoengkilkan (1) matanja orang (I. W. 561), atawa djikaloe dia mentjampak djerat (2) laloe dari kapalanja orang, mendjadi dia di toemboek dan di bikin locka pada kareta jang liwat.
Adapoen dengan sebenarnja orang jang lempar batoe kapada orang tiada boleh di bilang poekoel, atawa meloe-kaken orang itoe; sebab perkara ini soedah di atoer di dalem fatsal 1 Xo. 10, dan fatsal 3 Xo. 7 dari peratoeran hoekoeman politic jang ocmoem.
Bagitoe djocga Pengadilan besar di negri Peransman, bernama ,,Hof van Cassatie\'\' selamanja memoctocsken, aken orang tiada boleh di bilang salah poekoel pada lain orang, djikaloe dia memboewang kaloear dari roemahnja soewatoe orang lain, atawa djikaloe dia meloedahi soewa-toe orang.
Di dalem fatsal 229 kapala-kapala dan orang-orang jang moelai berdirikan perkoempoelan jang haroebiroe (3), dengan melawan, atawa dengan merampas di hoekocm, karena segala perkara menjakiti jang di boewat koetika
(!) Mentjoengkilkan = uitsteken, speciaal van oogen. (2) Mentjampak djerat = een strik naar iemand werpen. (3; Haroebiroe r; oproer, oproerig.
166
haroebiroe itoe. Tiada perdoeli entail kedjahatan itoe di boewat dengan kamaoewannja kapala-kapala itoe. entah tiada; tctapi tjoekoep djikaloe dia mendjadi kapalanja perkoempoelan, jang memboewat kedjahatan itoe.
FATSAL 231.
Siapa jang salah mengebiriken orang di hoekoem kerdjapaksa dengan rante dari lima sampe doewa poeloeh iaoen.
Djikaloe orang itoe mati di dalem ampat poeloeh hari sasoe-dahnja di kebiri, maka jang salah itoe di hoekoem mati.
Fatsal ini menjeboetken soewatoe roepa perkara menja-kiti atawa menganiaja, jang dari pada pendapetannja jang mengadakan hoekoem oendang misti di seboet dan di hoekoem sendiri. sebab kedjahatan itoe meroegikan terla-loe banjak.
Djikaloe jang mengebirikan orang. memboewat itoe dengan niat aken mendjadikan matinja orang itoe, maka dia misti di hoekoem mati, sebab kedjahatan ini teritoeng perkara poekoelau mati atawa boenoeh.
Ragitoe djoega djikaloe orang itoe mati di dalem ampat poeloeh hari, sesoedahnja di kebiri, maka jang memboewat itoe di hoekoem mati.
FATSAL 232.
Siapa jang menggoegoerken anak (i) pada orang perampoe-wan jang boenting dengan makanan. minoeman, obat, atawa dengan paksa. atawa dengan lain isarat. tiada perdoeli apa dengan soekanja, atawa tiada dengan soekanja perampoewan itoe, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan rante dari lima sampe sepoeloeh iaoen.
(1) Menggoegoerken anak = memboewang hamil = vrucht afdrijven.
167
Djikaloe orang perampoewan menggoegoerken sendiri, ata \\va djikaloe dia mengijakan (I), akan pake isarat-isaratnja jang di toendjoeken. atawa jang di kasih, dan djikaloe betoel-betoel sampe mendjadiken goegoer anaknja, maka perampoewan itoe di hoekoem saina djoega seperti jang terseboet di atas.
Docter-docter. atawa doekoen, atawa tabib-tabib dan toe-kang obat jang toendjoeken atawa jang kasih isarat-isarat ini, di hoekoem kerdja pakja dengan rante dari Lima sampe Uma bias iaoen, djikaloe anak itoe betoel-betoel mendjadi di goegoer.
Fatsal ini menghoekoem jang pertama orang lain jang menggoegoerken anak pada orang perampoewan jang boenting dengan soekanja, atawa tiada dengan soekanja orang perampoewan itoe.
Alinea jang kadoewa menjeboet orang perampoewan jang sendiri menggoegoerken anaknja, dan alinea jang katiga membitjaraken dari docter, atawa doekoen, atawa tabib, atawa toekang obat jang memboewat kedjahatan itoe.
Maka tiada perdoeli kandoengan (-) itoe hidoep, atawa tida. Aken tetapi segala orang jang terseboet di atas tiada boleh di hoekoem, djikaloe anak itoe tiada betoel-betoel mendjadi di goegoer.
Bagitoe djoega perkara itoe tiada boleh di hoekoem, djikaloe tiada di boewat dengan sengadja.
Karena sebab itoe orang tiada boleh di hoekoem. djikaloe soewatoe orang perampoewan menggoegoerken anak dari sebab di poekoel, dan djikaloe orang itoe tiada ber-taoe orang perampoewan itoe mendjadi boenting.
|
= toestemmen. = anak jang di dalem peroet = vrucht in den |
i68
F/ATSAIi 233.
Siapa pang tjampoer ata-vva soeroeh tjam])oer teroesi (l) atawa vitriool poetih, atawa Iair*-lain barang jang ada ratjoennja di dalem roti, atawa di dalem niakanan, atawa minoeman, di dalem tj am poer-tjam poe ran nj a j ang misti terdjoewal, atawa terba-gi-bagiken, maka dia di Inoekoem kerdja paksa dada dengan rante dari doewa satnpe dim a iaocn, dan di denda dan donna ra/ocs sitmpe hm a ratoes rocpiah.
F.VTSAL 234.
Siapa jang djoewal atawa liagi-hagiken. atawa tjo])a djoewal atawa tjoba bagi-bagiken, atawa tjoba soeroeh bagi-bagiken roti, makanan, minoeman dan tjampoer-tjampoerannja, jang misti di djoewal, atawa di bagi-bagiken jang di tjampoer dengan barang-barang jang beratjoen jang terseboet di dalem fat-sal 233! djikaloe dia soedsih taoe ada tjampoerannja barang ratjoen itoe, dan lagi siapa-siapa jang djoewal atawa kasih barang-barang jang beratjoen itoe akan di pake boewat kedja-hatan itoe, maka dia di hoekoeni sama djoega seperti jang terseboet di dalem fatsal 233.
Tiada patoet aken fatsal 233. dan jang di blakang
ini di seboetken di dalem bagian ini. scbab kedjahatan
ini tiada mengapa denman kedjahatan meloekaken dan memoekoel dengan sengadja.
Fatsal 233 ini di poengoet dari staatsblad Wolanda taoen 1829 No. 25.
Siapa jang tjampoer barang-barang jang beratjoen, di dalam makanan, atawa minoeman, jang misti terdjoewal atawa terbagi-bagiken, misti di hoekoem, tiada perdoeli apa makanan atawa minoeman itoe betoel di djoewal atawa tidak.
0 Tcroesi = koper vitriool, sulphas cupri.
i6g
Bagitoe perkara mendjoewal makanan atawa minoeman jang di tjampoer barang-barang jang bcratjoen tiada bo-Ich di bilang scperti tjoóa meratjocn, melainken djikaloe orang jang mendjoewal makanan atawa minoeman itoc berniat itoe waktoe aken bikin mati orang; dan lain dari pada itoe barang-barang jang beratjoen itoe misti sampe koevvat boewat bikin mati orang.
Maka peratoeran hoekoeman Politie atas orang bangsa djawa menambahi prentah-prentah dari hoekoem siksa dengen lain prentah.
Bagitoe fatsal i No. i i menghoekoem siapa jang lem-par barang-barang jang mendatengken sakit l1) di dja-lanan, atawa di dalem soemoer, atawa di dalem slokan, atawa di dalem kali, atawa di dalem parit (-) dan fatsal 2 No. 17 menghoekoem siapa jang djoewal makanan atawa minoeman jang di bikin palsoe. atawa boesoek.
FATSAL 235.
Siapa jang tjampoer, atawa soeroeh tjampoer barang-barang jang mendjadikan penjakit di dalem roti, atawa di dalem makanan. atawa minoeman. atawa tjampoer-tjampoerannja jang misti di djoewal, atawa di bagi-bagiken, atawa siapa jang djoewal, atawa bagi-bagi, atawa tjoba djoewal, atawa tjoba bagi-bagi, atawa tjoba soeroeh bagi-bagi makanan atawa minoeman itoe, atawa tjampoerannja dengan soedah taoe ada tjampoërannja barang itoe, maka dia di hoekoem kerdja paksa üada dengan rantc dari anern hart sampe doewa taoen dan di denda dari delapan sampe doewa raioes lima poeloeh roepiah.
FATSAL 236.
Atas perkara itoe semoewa hoekoem-hoekoemannja jang ter-seboet di dalem fatsal 233, 234 dan 235, di djalanken sama
(!) Barang jang mendatengken sakit = ongezonde stoffen. (-1 Parit- teroesan = kanaal.
170
sekali dengan tangkep, dan menijadakan f1), atawa boewang roti, makanan atawa minoeman itoe, atawa tjampoerannja makanan, atawa minoeman itoe jang di tjampóeri barang jang beratjoen atawa lain barang jang mendjadiken penjakit.
FatsaI 235 nienghoekoemken siapa jang tjampoer, atawa siapa jang tjoba tjampoer makanan atawa minoeman dengan barang-barang jang mendatengken sakit, lain dari pada ratjoen.
Bagitoe djoega siapa jang djoewal atawa tjoba djoevval makanan, atawa minoeman itoe.
BAGIAN JANG KA-TIGA.
Perkara bikin ma tl orang tiada dengan senga-dja dan meloekakeu dan memoekoel tiada dengan sengadja; dan kedjahatan jang boleh di ampoeni. dan perkara jang kedjahatan tiada boleh di ampoeni; dan poekoel mali, bikin ioeka dan poekoel, jang tiada boleh di hoekoem.
§ 1-
Perkara bikiu miti orang tiada dengan sengadja, dan meloekaken dan memoekoel tiada dengan sengadja.
FATSAI, 237.
Siapa jang bikin mati orang, atawa mendjadiken orang poe-nja kamatian tiada dengan sengadja, sebab dari kaoodohannja,
(\') Menijadakan = vernietigen.
I/I
atawa sebab koerang akasnja (1), atavva koerang hati-hatinja, ata-\\va sebab tiada lihat baik-baik, atawa sebab lengahnja atawa sebab dia tiada toeroet bagimana peratoeran besar dan ketjii, atawa peratoeran politie, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dan iiga boelan sampe doewa taoen dan di denda dart doewa. poeloeh lima sampe tiga ra/oet roepiah
FATSAI, 238.
Siapa jang tjoema bikin loeka, atawa poekoel sadja sebab dari kabodohannja, atawa sebab koerang akasnja, atawa koerang hati-hatinja, atawa sebab tiada lihat baik-baik, atawa sebab lengahnja, atawa sebab dia tiada toeroet bagimana peratoeran besar dan ketjii, atawa peratoeran politie, maka hoekoemannja kerdja pa-kerdjadn negri dengan dapet ma kan tiada dengan bajaran dan anem hari sampe doewa boelan.
Djikaloe orang jang di poekoel itoe tiada djadi sakit, atawa tiada sampe tiada boleh bekerdja dan tiada dapet loeka, atawa dapet loeka jang sedikit (2) sekali. maka hoekoemannja toetoep lama-lamanja tiga hari, atawa denda banjak-banjaknja doewa poeloeh lima roepiah.
Hoekoem siksa membedakan (1) antara perboewatan jang di bikin dengan sengadja, dengan perboewatan jang bikin tiada dengan sengadja.
Mendjadi siapa jang bikin mati, atawa meloekakan. atawa memoekoel soewatoe orang tiada dengan sengadja. tetapi sebab dengan salahnja. maka dia misti di hoekoem dengan hoekoeman. jang terseboct di dalem fatsal 23/ dan 238 ini.
1
Sedikit = alang = kapalang = onbeduidend, gering, van weinig beteekenis.
(^) Memhedakan = melainken = onderscheiden.
172
Akan tetapi djikaloe orang di hikin mati. atawa di bi-kin loeka. atawa di poekoel. tetapi tiada dengan salahnja orang. jang memboewat perkara itoe, dia tiada boleh di hoekoem sekali.
Maka pengadilan misti priksa dengan saksama (i ), kapan ada salah, dan kapan tiada ada salah.
Perkara kedjahatan jang- boleh di ampoeni, dan perkara jang1 kedjahatan tiada boleh di ampoeni.
FATSAL 239,
Perkara poekoel mati, dan bikin loeka, dan poekoel boleh di ampoeni, djikaloe ada sebabnja orang di poekoel atawa di aniaja kras lebeh doeloe pada saiit itoe djoega. (-)
FATSAL 240.
Adapoen kedjahatan-kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal 239 boleh di ampoeni djoega, djikaloe di boewat waktoe siang koetika menegahken, orang jang naik-masoek, atawa jang bikin pitjah baxang-barang jang tertoetoep atawa tembok-tembok, atawa pintoenja roemah jang di tempati orang, atawa soeuatoe bagiannja jang di tempati orang, atawa dairah taaloknja. 0
1
Dengan saksama — betoel sekali ~ nauwkeurig.
(-) I ada sailt itoe djoega — lantas =: op het eigen oogenblik onmiddellijk.
(quot;) Dairah taalok =jang toeroet roemah jang di tempatti orang rr aanhoorigheid van een bewoond huis.
173
Fatsal 239 ini seboet aken perkara poekoel mati dan bikin loeka dan poekoel boleh di ampoeni, djikaloe ada sebabnja orang di poekoel, \' atawa di aniaja kras lebeh doeloe pada saiit itoe djoega t1), tetapi dia tiada boleh di ampoeni, djikaloe di bawa aken bikin kedja-hatan jang terseboet di atas oleh perkataan sadja dan lagi tiada boleh di ampoeni. djikaloe orang jang boe-wat kedjahatan itoe di poekoel, atawa di aniaja sedikit sadja lebeh doeloe.
Maka tiada perloe aken orang sendiri, jang poekoel mati atawa meloekaken, atawa memoekoel soewatoe orang di poekoel, atawa di aniaja lebeh doeloe; perkara itoe boleh di ampoeni djoega, djikaloe dia poekoel mati, atawa meloekaken, atawa memoekoel orang, koetika itoe orang poekoel atawa aniaja kras pada lain orang.
Ujanganlah orang mengoesoetken (-) perkara ini den-gan perkara jang terseboet di dalem fatsal 246 ini, se-bab perkara itoe tiada boleh di hoekoem sekali.
Bagitoe djoega siapa jang poekoel mati, atawa meloekaken, atawa memoekoel orang waktoe siang naik ma-soek, atawa menetas roemah (2) boleh di ampoeni, tetapi djikaloe dia poekoel mati. atawa meloekaken, atawa memoekoel waktoe malem orang naik masoek, atawa menetas roemah (3), atawa bikin pitjah barang jang ter-toetoep, atawa tembok, atawa pintoe roemahnja, dia tiada boleh di hoekoem, seperti terseboet di dalem fatsal 247.
Adapoen orang ini boleh di poekoeli mati, atawa di bikin loeka sadja koetika dia di toendoengi (3), sebab
1
(!) Pada saat itoe djoega — lantas — op het eigen oogenblik, onmiddellijk.
2
Menetas roemah = inbreken.
3
(,4) Toendoeng = menoendoeng = tolak = afweren, het binnen komen beletten.
174
djikaloe orang maling, atawa orang djahat mendjaoehken dirinja dari pada roemah dengan barang-barang jang soe-dah di rampas, orang djahat itoe tiada boleh di bikin mati, atawa di bikin loeka.
Maka prentah ini lawan dengan adat poesakanja orang djawa, sebab dia orang tiada sekali mengerti sebab apa orang maling, atawa penoenoe (i) tiada boleh di bikin mati, koetika dia mendjaoehken dirinja dari pada roemah jang soedah di toenoe (-) lebeh doeloe, atawa dengan barang jang soedah di rampas.
FATSAL 241.
Maka pemboenoehan bapa salamanja tiada boleh di ampoeni.
FATSAL 242.
Djikaloe satoe laki poekoel inati bininja, atawa djikaloe soewatoe bini poekoel mati lakinja, maka itoe tiada boleh di ampoeni melainken, djikaloe jang poekoel mati itoe kena ba-haja mati (3) dirinja sendiri pada saat itoe djoega, koetika dia boewat kedjahatan itoe.
Tetapi pemoekoelan mati itoe boleh di ampoeni di dalem perkara zina (4) jang terseboet di dalem fatsal 254, djikaloe soéwatoe laki poekoel mati bininja, atawa gendaknja pada, saat itoe djoega, koetika dia mendapeti (5) dia orang berkendak.
(li Penoenoe — brandstichter.
(2) Toenoe = bakar roemah = in brand steken.
(3) Kena bahaja mati = in levensgevaar verkeeren, van bahaja = gevaar.
i4i Zina = bekendak = soekaan = overspel.
(,5) Mendapeti — op heeter daad betrappen.
175
FATSAL 243.
Adapoen kedjahatan kebiri orang laki-laki boleh di am])oe ni, djikaloe soewatoe orang laki-laki di kebiri koetika dia berkendak dengan soewatoe orang perampoewan dengan paksa lebeh doeloe.
FATSAL 244.
Djikaloe trang perkara boleh di ampoeni, maka hoekoenian-nja di koerangi bagimana beda-bedanja di bawah ini.
Djikaloe perkara kedjahatan jang misti di kanaken hoekoeman salah satoe jang terseboet di dalem fatsal 5 No. 1, 2 dan 3, maka hoekoeman itoe di koerangi dengan kerdja paksa iiada dengan rante dari satoe sampe hma taocn;
djikaloe perkara lain kedjahatan jang misti di kenaken hoekoe-man jang terseboet di dalem fatsal 5 No. 4, maka hoekoeman ini di koerangi dengan kerdja paksa iiada dengan ranie dari anem boelan sampe doewa iaoen, dan di dalem lain-lain perkara, maka hoekoemannja di koerangi dengan kerdja paksa iiada dengan ranie dari anem hart sampe anem hoelan.
Adapoen tiada adil (1) perkara pemboenoehan bapa, dan pemboenoehan mama tiada boleh di ampoeni.
Betoel perkara pemboenoehan bapa teritoeng kedjahatan jang kabentjian (?) ; aken tetapi anak tinggal mendjadi orang, dan tiadalah patoet anak itoe tiada boleh di ampoeni. djikaloe dia memboenoeh bapanja, atawa mamanja, jang poekoel, atawa aniaja kras pada dia tiada dengan sebabnja.
(!) Tiada adil = onbillijk, onrechtvaardig.
i2) Jang kabentjian quot; afschuwelijk.
176
Hagitoe djoega tiada trang kenapa laki sadja boleh di ampoeni, djikaloe dia memboenöeh bininjajang berkendak dengan lain orang laki-laki, dan sebab apa bini tiada boleh di ampoeni djoega, djikaloe dia memboenoeh lakinja jang berkendak sama lain orang perampocwan.
Dan lagi tiada trang sebab apa poekoelan mati sadja di ampoeni di dalem perkara soekaiin. dan sebab apa laki tiada boleh di ampoeni djoega, djikaloe dia bikin loeka sadja, atawa memoekoel bininja, jang berkendak dengan lain orang laki-laki.
S3.
Perkara poekoel muti dan meioekakeu. dan memcjekoel jang tiada boleh di hoekoem.
FATSAL 245.
1 erkara poekoel mati dan bikin loeka, dan poekoel jang di prentahken di dalem peratoeran jang oemoem dan di prentah-ken oleh pamrentahan jang oemoem, maka itoe tiada boleh di hoekoem.
Fatsal ini meroedjoek (l) hoekoeman mati dan lagi perkara priaji jang oemoem jang dengan gagah masoek di dalem roemahnja orang pedoedoek, koetika djalanken pekerdjaannja.
(b Meroedjoek = betrekking hebben op iets.
177
FATSAL 246.
Siapa jang poekoel mati dan meloekaken dan memoekoel maka dia tiada boleh di hoekoem, djikaloe waktoe dia boewat itoe dia terpaksa misti toeloeng dirinja melawan, atawa toeloeng lain orang melawan.
FATSAL 247.
Jang di namaken terpaksa toeloeng diri sendiri, atawa toeloeng lain orang, ja-itoe ada doewa perkara bagimana di bawah \'ini; ie. djikaloe orang memoekoel mati, atawa meloekaken, atawa memoekoel waktoe vmlem, koetika menegahken orang naik masoek, atawa pitjahken barang-barang jang tertoetoep dan terkoentji, atawa tembok, atawa pintoenja roemah jang di tempatti orang, atawa sebagiannja jang di tempatti orang, atawa dairah taaloknja (\').
2e. djikaloe orang boewat perkara itoe, koetika melawan pada orang-orang jang mentjoeri, atawa merampas dengan paksa.
Fatsal 246, membitjaraken dari perkara orang jang terpaksa toeloeng dirinja melawan, atawa toeloeng lain orang melawan; tetapi di larang poekoel mati, atawa bikin loeka, atawa poekoel pada orang djahat. koetika dia soedah beriari.
Bagitoe djoega fatsal 247 membilang orang boleh poekoel mati, atawa bikin loeka, atawa poekoel pada orang djahat, jang waktoe malem maoe naik masoek, atawa mcnetas roemah, atawa pitjah barang-barang jang tertoetoep dan terkoentji, atawa tembok, atawa pintoenja roemah jang di tempati orang, atawa toeroetannja roemah itoe. Bagitoe djoega orang jang poekoel mati, atawa meloekaken, atawa memoekoel tiada boleh di hoekoem, djikaloe dia boewat
178
itoe perkara, koetika melawan pada orang jang mentjoeri dengan paksa.
Tetapi dalem perkara-perkara ini di larang bikin mati pada orang maling jang berlari.
BAGIAN JANG KA-A MP AT.
Perkara meroesakken kelakoewan jang balk {l).
FATSAL 248.
Siapa jang salah meroesakken peri sopan santon di hadepan orang banjak, maka di hoekoem her dja pekerdjaCln negri dengan dapet makan, teiapi tiada dengan hajaran dari anem hari sampe tiga boelan.
FATSAL 249.
Siapa jang salah meroegoel (2) sa-orang perampoewan dengan paksa, atawa meroesakken peri sopan-santon dengan paksa, ata-wa siapa jang salah tjoba bikin kedjahatan itoe akan sa-orang lelaki atawa perampoewan, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan ranie. dari lima sampe sepoeloeh iaoen.
FATSAL 250.
Djikaloe kedjahatan ini di boewat akan satoe anak jang oemoer-nja koerang dari limablas taoen, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan rante, dari lima sampe limablas taoen.
(1gt; Kelakoewan jang baik = peri sopan-santon = eerbaarheid. (2) Meroegoel, atawa menggagahi sa-orang perampoewan = verkrachten.
\'79
FATS AL 251.
Maka hoekoemannja itoe kerdja paksa dengan rante dari hma sampe doewa poeloeh taoen. djikaloe jang salah itoe pegang koewasa atas orang jang di bikin roesak itoe, atawa djikaloe jang salah itoe djadi goeroenja, atawa kawannja jang makan gadjih, atawa djikaloe jang salah itoe djadi priaji jang oemoem, atawa djadi pandita atawa padri, atawa djikaloe jang salah itoe kendati siapa djoega di toeloeng pada orang satoe atawa lebeh di dalem kedjahatannja itoe.
FATSAL 252.
Siapa jang salah mengchilafken (Is) akan sopan-santon sebab mendjadiken kerdjanja (2) adjak, atawa toeloeng atawa bikin gam-pang orang moeda ampoenja tingkah persoendelan, atawa kela-koewan jang tiada senoenoe, baik orang lelaki atawa orang pe-rampoewan, jang oemoernja di bawah doewa poeloeh saioe iaoen djikaloe bangsa wolanda, dan jang oemoernja di bawah delapati-blas taoen djikaloe bangsa djawa, atawa jang tersamaken bangsa djawa, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari anem boelan sampe doewa taoen, dan di denda dari doewa poeloeh lima sampe doewa ratoes lima poeloeh roepiah.
Bapa, mama, atawa wali, atawa lain-lain orang jang misti djaga orang-orang moeda ini, djikaloe dia orang memboewat kedjahatan itoe, maka dia orang di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari doewa sampe Hma taoen, dan di denda dari se ratoes Hma poeloeh sampe Hma ratoes roepiah.
FATSAL 253.
Siapa jang salah bikin kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal 252, di hoekoem tiada boleh mendjadi wali atawa curator, maka djikaloe orang-orang jang terseboet di dalem alinea jang pertama dari fatsal itoe lamanja doewa sampe Hma taoen,
C1) Mengchilafken = memboewat salah r= vergrijpen.
(2) Mendjadiken kerdja = er zijn werk van maken.
i8o
dan djikaloe orang-orang jang terseboet di dalem alinea jang kadoewa lamanja sepoeloeh satnfc docwa poeloch iaoen.
Djikaloe bapa atawa mama jang bikin kedjahatan itoe, maka selainnja hoekoeman itoe dia di tjaboet dari koewasanja atas anak itoe, dan tiada boleh trima kaöentoengan dari barang-barang anak itoe jang doeloenja dia koewasa atawa trima, menoeroet hoekoem dan oendang-oendang dan adat.
F ATS AL 254.
Djikaloe satoe orang perampoewan jang soedah kawin salah berkendak, maka dia di hoekoem kerdja pekcrdjadn negri dc-ngan dapct makan. ieiapi tiada dcngan bajar0.71 dari anem han sampe tiga boelau.
Maka lakinja boleh brentiken djalannja hoekoeman itoe, djikaloe dia ambil kombali bininja itoe dengan soekanja sendiri.
Djikaloe orang berkendak maoe di bikin perkara, maka laki atawa bini, jang di bikin maloe, misti mendakwa.
FATSAL 255.
Orang lelaki jang soedah berkendak dengan perampoewan jang soedah kawin itoe di hoekoem kerdja pekerdjadn negri dengan dapet makan, ieiapi tiada dengan bajaran, sama djoega lamanja.
Jang boleh djadi ketrangan sadja orang berkendak dengan bininja orang selainnja djikaloe di dapetinja akan dia lagi dalem berkendak, maka ja itoe jang kaloewar dari soerat-soerat jang di toelis oleh pesakitan sendiri.
FATSAL 256.
Adapoen orang lelaki, jang misti toeroet bagimana prentah-nja gelaran jang ka-ampat dari boekoe jang pertama dari kitab hoekoem jang bernama Burgerlijk Wetboek voor Nederlandsch Tndie, djikaloe dia piara goendik di dalem roemah jang di tem, patti laki itoe dengan bininja gara (1), dan djikaloe di dakwa pada
(!) Bini gara = wettige vrouw.
bininja itoe dan ada ketrangannja, maka laki itoe di denda dari lima poeloeh sampe seriboe roepiah.
FATSAL 257.
■ Siapa jang soedah kawin jang misti toeroet bagimana prentah-nja gelaran jang ka-ampat dari hoekoe jang pertama dari kitab hoekoem jang bernama Burgerlijk Wetboek voor Nederlandsch-Indie, djikaloe dia kawin lagi sabeloeranja dia bertjere lebeh doe-loe, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan rante dari lima sampe limablas iaoen.
Adapoen priaji jang oemoem, jang taoe orang laki-bini beloem bertjere, djikaloe dia kasih kawin lagi orang itoe, maka priaji itoe di hoekoem sama djoega seperti jang terseboet di atas.
Bagian jang ka-ampat ini membitjaraken dari ampat roepa kedjahatan aken peri sopan-santon (!), ja-itoe:
ic. perkara meroesakken peri sopan-santon di hadepan orang banjak;
2e. perkara meroegoe! sa-orang perampoewan (1).
3e. perkara kendak (2).
4e. perkara menocloengi persoendelan (3).
Fatsal 248 membitjaraken dari perkara meroesakken peri sopan-santon di hadepan orang banjak.
Bagitoe siapa jang bersatocboeh (5) di djalan teritoeng salah kedjahatan jang terseboet di atas; bagitoe djoega segala perboewatan jang doekana (4) jang di boewat di
1
(2) Meroegoel atawa menggagahi sa-orang perampoewan = verkrachten.
2
(3} Kendak o\\-erspcl.
3
C4) Menoeloengi persoendelan = het bevorderen van ontucht.
4
.(6) Doekana = ontuchtig.
I 82
hadepan orang banjak, atawa di tempat jang oemoem di mana lain orang boleli lihat djoega.
Bagitoe djoega orang jang berboewat perboewatan jang doekana di dalem schola, atawa di dalem roemah makan. atawa di dalem gredja misti di salahken kedjahatan me-roesakken peri sopan-santon di hadepan orang banjak, djikaloe dia tiada djaga lebeh doeloe, sopaja lain orang tiada bisa melihat perboewatannja.
Fatsal 249, 250 dan 251, membitjaraken dari perkara meroegoel. atawa menggagahi sa-orang perampoewan, dan dari perkara meroesakken peri sopan-santon dengan ■ paksa.
Maka di namaken meroegoel sa-orang perampoewan, ja-itoe: djikaloe orang laki-laki soedah bersatoeboeh dengan paksa sama sa-orang perampoewan. Djikaloe tiada djadi bersatoeboeh, di namaken tjoba emroegoel sa-orang perampoewan.
Djikaloe sa-orang perampoewan di soekai dengan soe-kanja sendiri, orang laki-laki jang boewat itoe tiada bo-leh di bilang meroegoel perampoewan itoe.
Siapa jang bersatoeboeh dengan sa-orang perampoewan jang gila, atawa jang tiada inget aken dirinja (!), tetapi djikaloe dia boewat itoe tiada dengan paksa, maka dia tiada boleh di hoekoem djoega.
Fatsal 252 dan 253 membitjaraken dari perkara me-noeloengi persoendalan (1).
Bagitoe siapa mendjadiken kerdjanja (S) aken menoe-loengi, atawa aken biking gampang orang moeda ampoenja tingkah persoendalan. atawa kelakoewan jang tiada senoe-noe (2), maka dia di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 252.
1
(2) Menoeloengi persoendalan atawa pertjaboelan = bevorderen van ontucht.
2
(4* Kelakoewan jang tiada senoenoe = pertjaboelan = onzedelijkheid.
183
Bagitoe siapa jang adjak sa-orang perampoewan jang moeda, atawa siapa membawa hatinja dengan tipoe, so-paja dia masoek di dalem roemah pandjang (i), maka dia misti di hoekoérn sama djoega.
Fatsal 254, 255 dan 256 membitjaraken dari perkara kendak (1), dan membilang soewatoe perampoewan jang kawin dan jang lakinja misti hidoep, misti di hoekoem, djikaloe dia berkendak, atawa berzina dengan Iain orang laki-laki. Tetapi perampoewan itoe boleh di dakwa sadja oleh lakinja, atawa oleh bininja orang jang berkendak. Bagitoe djoega laki boleh menahanken (2) dakwanja dan trima kombali bininja di dalem roemahnja. Orang laki-laki jang berkendak boleh di dakwa djoega dan djikaloe trang salahnja dia boleh di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 254.
Lain dari pada itoe fatsal 25Ó membilang orang laki jang soedah toeroet bagimana gelaran jang ka-ampat dari boekoe jang pertama dari kitab hoekoem jang bernama Burgerlijk wetboek voor Nederlandsch-Indie boleh di hoekoem dengan denda djikaloe dia piara soewatoe goendik di dalem roemahnja jang di tempati laki itoe dengan bininja dan djikaloe di dakwa oleh bininja gara (-1).
Aken tetapi prentah ini tiada boleh di djalanken, djikaloe orang Djawa atawa Tjina tiada menoeroet fatsal 75 dari peratoeran besar bernama Regeerings Reglement dan lebeh doeloe dengan soeka hati menoeroet hoekoem Wolanda.
Bagitoe djoega fatsal 257 prentahken. sopaja orang laki, jang soedah kawin dan jang soedah toeroet bagimana gelaran jang ka-ampat dari boekoe jang pertama dari kitab hoekoem jang bernama Burgerlijk Wetboek di hoe-
1
(2) Kendak = zina = overspel.
2
(3i Menahanken = stuiten.
184
koem kras sckali. djikaloc dia kawin sebelomnja dia bertjere lebeh doeloc.
Aken tctapi prentah-prentah jangquot; tcrseboet di dalem fatsal 256 dan 257 memang patoet di boewang, sebab lawan dengan agamanja orang Islam dan agamanja orang Tjina.
BAGIAN JANG KA-LIMA.
Perkara langkep orang tiada dengan sah, dan menahan orang tiada dengan sala.
FATSAL 258.
Siapa jang tangkap. atawa tahan orang tiada dengan prentahnja priaji jang berkoewasa dan tiada dengan sebab jang terseboet di dalem peratoeran jang oemoem, maka dia di hoekoem kerdja pak sa dengan rank dari lima sampe limablas iaoen.
Siapa jang kasih tempatnja boewat tahan, atawa toetoep orang itoe, maka dia di hoekoem sama djoega seperti jang terseboet di atas.
FATSAL 259.
Djikaloe orang itoe di tahan atawa di toetoep lebeh dari sa-toe boelan lamanja, maka hoekoemannja kerdja paksa dengan rante dari lima sampe doewa poeloch iaoen.
FATSAL 260. ,
Maka hoekoeman itoe di koerangi sampe kerdja paksa tiada dengan rante dari doewa sampe li/na taoen, djikaloe sebeloem-
ïSs
nja dia di dakwa, orang jang salah itoe soedah melepasken kombali orang jang di tangkep, atawa di tahan itoe dalem sepoeloeh hari sasoedahnja di tahan.
FATS AL 261.
Maka orang-orang itoe di hoekoem maii dalem perkara-perkara jang terseboet di bawah ini:
ie. djikaloe dia tangkap orang dengan pake pakajan jang kabesaran (i) jang di tjoeri (2), atawa pake nama jang di tjoeri (2) atawa pake prentah jang doesta (3) dari pam-rentahan jang oemoem;
2e. djikaloe orang jang di tangkap, atawa di tahan, atawa di toetoep, di antjam maoe di boenoeh, atawa djikaloe badan-nja di bikin sakit.
Adapoen bagian ini membitjaraken dari perkara menany-kap orang tiada dengan sah, jang di boewat oleh orang jang tiada memegang pekerdjaïn, atawa jang di bocwat oleh priaji, koetika dia tiada djalanken pakerdjaanja. sebab fatsal 75 dari kitab hoekoem ini soedah bitjara dari perkara tangkap, atawa tahan, atawa toetoep tiada dengan sah, jang di boewat oleh priaji jang oemoem, koetika djalanken pekerdjaannja.
Adapoen segala perboewatan akan meroesakken orang ampoenja kabebasan (4) di namaken tiada dengan sah, djikaloe tiada di alasken (\'\') atas hoekoem; aken tetapi ada terlaloe banjak hoekoem-hoekoem dan peratoeran besar itoe jang kasih idzin kapada orang-orang jang terseboet di sitoe, aken menangkep orang. Bagitoe peratoe-
186
ran dari pak apioen dan peratoeran dari perkara beja, dan peratoeran atas kareta api, dan lain-lain peratoeran Perkara menangkep orang di namaken djoega tiada dengan sah, djikaloe di boewat tiada dengan prentahnja priaji jang berkoewasa. Adapoen atas prentah ini memang ada ketjoewali (1); bagitoe segala orang berkoewasa akan tangkap orang djahat. jang di dapati (-) memboewat ke-djahatan satoe apa.
Maskipoen perkara menangkep, atawa menahan orang sring-sring di boewat dengan paksa atawa dengan gagah, memaruf paksanja tiada perloe; sebab hoekoem oendang-oendang tiada menoentoet (2) sekali, aken perkara itoe di boewat dengan paksa. atawa dengan gagah, atawa dengan aniaja.
Bagitoe djoega siapa jang salah menangkep, atawa menahan orang dengan berpake pakajan jang kebesaran, seperti pakajannja toewan marinjo, atawa pakajanja we-dono, atawa dengan berpake nama jang di tjoeri, atawa dengan berpake prentah jang doesta dari pamrentahan jang oemoem, maka dia di hoekoem lebeh kras; dan memang perkara jang terseboet di atas itoe di boewat, akan mendjaoehken dirinja dari pada aniaja (3) (Arrest H. G v. N I. IO Sept 1884).
Jang di namaken pakajan kabesaran, atawa nama jang di tjoeri, ja-itoe; segala pakajan pangkat, atawa segala nama jang di pake dengan berniat aken mengataken dirinja (•\') priaji jang oemoem. Mendjadi djikaloe sa-orang tangkap orang dengan membilang dia djadi bapanja, atawa walinja orang jang di tangkap itoe, tiada sekali ada
1
Ketjoewali = uitzondering.
2
(3) Menoentoet = vereischen, vorderen
3
(4) Mendjaoehken dirinja dari pada aniaja = geweld vermijden. (s) Mengatakan dirinja = memboewat dirinja = zich voor iets uitgeven.
iS;
sebabnja akan menoeroet prentah jang terseboet di dalem fatsal 261.
Lain dari pada itoc fatsal 261 prentah, djikaloe orang-orang tangkep atawa tahan, atawa toetoep orang, dan djakaloe badannja di bikin sakit, maka dia di hoekoem viati.
Maka di dalem perkara ini, seperti di dalam perkara bikin loeka pada priaji besar (fatsal 165), atawa di dalem perkara kebiri orang (fatsal 231), atawa di dalem perkara melctakken anak (!) (fatsal 267), boleh djadi orang jang badanja di bikin sakit lantas mendjadi mati, maka hoekoem oendang-oendang tiada prentah sekali, entah di dalem perkara itoe orang jang salah itoe misti di salah-ken djoega kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal 261, entah orang itoe misti di salahken perkara tangkap orang tiada dengan sah dan poekoel mati orang jang badannja di bikin sakit.
Adapoen di dalem perkara ini orang misti di salahken kedjahatan tangkep orang tiada dengan sah dan kedjahatan poekoel mati, djikaloe, koetika di bikin sakit badannja orang itoe, dia berniat akan poekoel mati orang itoe.
Aken tetapi djikaloe dia tangkep orang tiada dengan sah dan djikaloe badannja orang itoe di bikin sakit, dan dia lantas mendjadi mati, tetapi matinja itoe tiada di kahendaki oleh orang jang bikin sakit itoe, dia misti di salahken kedjahatan tangkep. atawa tahan, atawa toetoep orang tiada dengan sah dan jang badannja di bikin sakit.
(!) Meletakken anak -- een kind tc vondeling leggen.
188
BAG!AN JANG KA ANEM.
Kedjahatan-kedjahatan jaug baik akan mene-gahken atawa meriijadaken ketrangan dari asalnja dan peri kaadaannja satoe anak, atawa akan kena behaja kaadaannja; dan melarikan orang jang beloem akal balighr 0; dan langgar pe-ratoeran perkara tanem orang mati.
§ !•
Kedjahatan-kedjabatan atas anak.
FATSAL 262.
Siapa jang bawa lari atawa semboeniken, atawa mentjoeri anak, atawa toekarken satoe anak dengan lain anak, atawa seliroekan satoe anak kapada satoe orang perampoewan jang tiada beranak, maka dia di hoekoem kerdjct paksa dengan ran/e dari lima sampc scpocloeh /.aoen.
Siapa jang di pertjajaken satoe anak, djikaloe dia tiada kasih-ken anak itoe kapada orang jang ada koewasa minta anak itoe, maka dia di kenaken hoekoeman itoe djoega jang terseboet di atas.
orang jang di bawah oemoer
(1) Orang; j:ing belom akal balighr = = minderjarig.
Adapoen anak jang di bawa lari, atawa di semboeni, atawa di mentjoeri, atawa di seliroe memang misti hidocp, scbab anak kebalangan (i) tiada poenja peri kaadaannja.
Bagitoe djoega, anak itoe misti di bawa lari, atawa di semboeniken, atawa di mentioeri dengan niat jang trang, sopaja toeroenannja (-) di bikin tiada tentoe, atawa aken mengambil dari pada (3) dia hak-hak jang terdjempoet dari pada (4) tocroenan itoe.
Maka djikaloe anak di bawa lari, atawa di mentjoeri dengan berniat aken memboenoeh, atawa mendjoewal anak itoe, atawa akan memboewat doerkana (■quot;\') dengan anak itoe, itoe memang mendjadiken djoega kedjahatan pemboenoéhan anak. atawa kedjahatan djoewal bli orang, atawa kedjahatan meroegoel saorang pcrampoewan {G).
Mendjadi siapa jang bawa lari, atawa semboeni, atawa mentjoeri satoe anak, dan lantas memboenoeh anak itoe, maka dia misti di salahken kedjahatan pemboenoehan anak dan kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal 262 ini.
FATSAL 263.
Masing-masing jang hadlir (\'), koetika soewatoe orang pe-rampoewan dari bangsa Wolanda beranak, maka djikaloe dia tiada raembri taoe, bagimana wadjibnja menoeroet fatsal 39 dari peratoeran perkara kawinan, kalahiran dan kematian (8)
(1) Anak kabalangan = anak jang tiada hidocp, waktoe di pera-naken = doodgeboren.
(2) Toeroenan = pantjaran, titisan = afstamming.
(3) Mengambil dari pada = ontnemen.
(4) Terdjempoet dari pada = ontleend aan.
(0) Doerkana = pertjaboelan = ontucht.
l6) Meroegoel sa-orang perampoewan = menggagahi sa-orang pe-rampoewan = verkrachten.
(\') Hadlir = ada = tegenwoordig zijn.
(sgt; Peratoeran perkara kawinan, kalahiran dan kamatian = Reglement op het houden der Registers van den Burgerlijken stand.
I go
di dalem tempo jang di tamtoeken dalem fatsal 37 dan 38 dari itoe peratoeran, maka dia di hoekoem kerdja pekerdjaCtn negri dcngan ddpct inakan, ieiapi iiada dengan bajaran dari anetn hari sampe iiga hoc Ian.
Fatsal 39 dari peratoeran perkara kawinan, kalahiran dan kamatian prentahakan akan bapa misti membri taoe kapada priaji jang patoet, djikaloe dia ampoenja bini soe-dah beranak, dan djikaloe bapa tiada ada toewan dokter, atawa doekoen, atawa bidan C1) atawa lain-lain orang jang hadlir (2), koetika soewatoe orang perampoewan dari bangsa Wolanda beranak.
Djikaloe itoe orang perampoewan beranak di loewar roemahnja, maka jang ampoenja roemah, di mana anak djadi misti membri taoe perkara itoe kapada priaji jang patoet.
Adapoen sebab peratoeran perkara kawinan, dan kalahiran dan kamatian. dan lagi sebab kitab hoekoem ber-nama Burgerlijk Wetboek tiada lakoe dengan orang Dja-wa, dan jang tersamaken dengan orang bangsa Djawa, maka orang ini tiada boleh di paksa menoeroet fatsal 37, 38 dan 39 dari peratoeran jang terseboet di atas.
Maka bagitoe orang Djawa itoe tiada boleh di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 263 ini, djikaloe dia tiada trima misti toeroet dengan soenggoeh-soenggoeh bagimana prentahnja hoekoem oen-dang-oendang Wolanda.
Bagitoe djoega doekoen, atawa bapa dari bangsa Djawa tiada boleh di paksa, aken membri taoe kapada priaji jang patoet, djikaloe dia ada koetika perampoewan dari bangsa Wolanda beranak.
1
Bidan = doekoen = vroedvrouw
2
Hadlir = ada = tegenwoordig zijn.
igi
FATSAL 264
Siapa jang dapet satoe anak, jang baroe lahir dan roepanja kentara atsal bangsa wolanda. djikaloe dia tiada djalanr.en prentahnja fatsal 43 dari peratoeran jang terseboet di dalem fatsal 263, maka dia di hoekoem sama djoega seperti jang terseboet di dalem fatsal 263 itoe.
Maka prentah ini djoega tiada patoet di djalanken atas orang Djawa dan jang tersamaken dengan orang bangsa Djawa, sebab ini orang tra-oesah toeroet prentah-prentah dari peratoeran perkara kawinan, kaiahiran dan kamatian.
Bagitoe tiada sah hoekoem siksa ini paksa orang Djawa itoe, aken menoeroet soewatoe prentah jang tiada lakoe atas orang Djawa itoe. Aken tetapi prentah ini di kasih masoek di dalem boekoe hoekoeman itoe, sebab dari permintaannja kandjeng Goebernement.
FATSAL 265
Siapa jang meletakken anak (1) jang oemoernja koerang dari toedjoeh taoen di satoe tempat jang soenji (2) dan lantas tinggalken, dan siapa jang soeroeh meletakken anak bagitoe roepa, djikaloe prentahnja itoe di toeroet, maka dari sebab itoe sadja dia di hoekoem kerdja paksa iiada dengan rante dari anem boelan sampe doewa iaoen, dan di denda dari delapan sampe scratoes rocpiah.
FATSAL 266.
Maka hoekoemannja kerdja paksa tiada dengan rante dari doewa sampe lima taoen, dan dendanja dari doewa poeloeh lima
(it Meletakken anak = een kind te vondeling leggen. (2) Soenji = sepi = eenzaam.
192
sampc dociva ratocs roepiah, djikaloe perkara jang terseboet di dalem fatsal 265 di boewat oleh wali-wali jang laki-laki, atavva wali-wali perampoewan, atawa oleh goeroe laki-laki. atawa goeroe perampoewan dari anak jang dia orang meletakken dan tinggalken, atawa jang dia soeroeh meletakken dan soeroeh tinggalken.
FATSAL 267.
Djikaloe anak sampe djadi romping (1) atawa badannja, atawa anggotannja, (2) sampe tinggal roesak. sebab dari perboewatan jang patoet di hoekoem bagimana fatsal 265 dan 266, maka siapa jang meletakken dan tinggalken anak itoe, teritoeng bikin loeka anak itoe dengan sengadja, dan di hoekoem seperti salah bikin loeka dengan sengadja, dan djikaloe anak itoe mendjadi mati, maka perboewatan itoe teritoeng seperti pemoekoelan ma-ti, dan di hoekoem seperti kedjahatan itoe djoega.
FATSAL 268.
Siapa jang meletakken dan tinggalken anak jang oemoernja koerang dari toedjoeh taoen di soewatoe tempat jang tiada soenji (1), maka dia di hoekoem kerdja paksa iiada dengan rante dari tiga boelan sa7iipe saioc iaoen, dan di denda dari delapan sampc lima poeloeh roepiah.
FATSAL 269.
Adapoen kedjahatan, jang terseboet di dalem fatsal 26S, itoe di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari anem boelan sampc docwa iaoen, dan di denda dari doewablas sampe seraioes roepiah. djikaloe di boewat oleh wali laki-laki, atawa wali perampoewan, atawa oleh goeroe laki-laki atawa goeroe perampoe wan dari anak itoe.
(!) Romping = verminkt.
(-) Anggoto = lid, deel van het lichaam.
•93
Fatsal 265 membilang siapa jang meletakken (!) anak, jang oemoernja koerang dari toedjoeh taoen dan lantas tinggal-ken, atawa siapa jang soeroeh meletakken anak itoe, djikaloe prentahnja itoe di toeroet, maka dia misti di hoekoem dari sebab itoe sadja. Mendjadi aken memboewal kedjahatan itoe orang misti meletakken dan sama sekali tinggalken anak itoe. Djikaloe dia meletakken sadja anak itoe, maka dia tiada boleh di hoekoem.
Maka fatsal 266 menaikken hoekoeman, djikaloe wali-wali, atawa goeroe-goeroe dari satoe anak memboewat kedjahatan itoe ; aken tetapi boekoe hoekoeman tiada sekali membitjaraken dari orang toewa, jang tiada mendjadi sama sekali wali atas anaknja, dan tiada prentahken djoega aken orang toewa itoe jang meletakken anaknja dan lantas tinggalken, misti di hoekoem dengan hoekoeman jang lebeh brat.
Adapoen hoekoeman misti di obahken (1). djikaloe anak jang di tinggalken mendjadi romping (2). atawa djikaloe badanja, atawa lain-lainnja sampe mendjadi roesak. sebab dari perboewatan jang terseboet di atas.
Mendjadi siapa jang meletakken anak dengan berniat aken bikin mati itoe anak, maka dia misti di hoekoem sebab salah kedjahatan poekoelan mati, atawa pemboe-noehan anak, atawa sebab tjoba poekoel mati, atawa tjoba memboenoeh anak itoe. (Menoeroet fatsal 211 dan jang di blakang itoe).
Lain dari pada itoe boekoe hoekoeman membedaken (3) djoega entah anak itoe di tinggalken di satoe tempatjang soenji (4) entah di satoe tempat jang tiada soenji.
1
(2) Mengobahken = wijzigen.
2
(3) Romping = tjatjat = verminkt.
3
(^) Membedaken = onderscheiden.
4
Soenji = sepi = eenzaam.
194
§• 3.
Perkar-a meiariken orang-jang-belom akal balighr i1).
FATSAL 270.
Siapa jang dengan tipoe atawa dengan paksa bawa lari, ata-wa menangkep, atawa mendjapehken. atawa soeroeh meiariken, atawa soeroeh menangkep, atawa soeroeh mendjaoehken orang moeda jang di bawah oemoer dari tempat-tempat di mana dia orang di taroeh oleh orang-orang jang dia orang misti toeroet prentahnja, atawa jang dia orang di pertjajaken, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan rante dari lima sampe sepoeloeh taoen.
FATSAL 271.
Djikaloe orang moeda itoe jang di bawa lari, atawa di tangkap, atawa jang di djaoehken soewatoe anak perampoewan jang oemoer-nja koerang dari anemblas iaoen, maka hoekoemannja kerdja paksa dengan rante dari lima sampe liviablas taoen.
FATSAL 272.
Djikaloe anak perampoewan jang oemoernja koerang dar anemblas iaoen, menerima aken dia di bawa lari, atawa toeroet sama orang jang meiariken dengan soeka hati, maka orang laki-laki jang meiariken perampoewan itoe, djikaloe oemoernja doewa
1
Jang belom akal balighr = jang di bawah oemoer = minderjarig.
195
poeloch saioe iaoen atawa lebeh toewa, di X-xotVotm. kerdja paksa dengan rante dari lima sampe limablas taoen.
Djikaloe orang jang melariken perampoewan itoe oemoernja koerang dari doewa poeloeh satoe taoen, maka dia di hoekoem kerdja paksa iiada (1) dengan rante dari doewa sa?npe lima taoen.
Adapoen kedjahatan ini tjoema di masoeken di pengadilan, djikaloe ada dakwanja orang toewanja, atawa walinja.
Adapoen perkara melariken orang moeda jang di bawah oemoer dari roemah iboe bapaknja, atawa dari tempat-tem-pat, di mana dia orang di taroek oleh iboe bapaknja. atawa oleh walinja, mendjadi kedjahatan aken koewasa iboe bapa (1), atawa aken koewasa wali.
Bagitoe djoega djikaloe orang jang di bawah oemoer menerima dia orang di bawak lari dan djikaloe orang, jang melariken orang moeda itoe memboewat perkara itoe dengan maksoed jang baik, oepamanja: (2) aken oen-doer (3) orang jang di bawah oemoer itoe dari pada salah prentah (4) orang toewanja, atawa walinja, maka jang melariken orang jang di bawah oemoer itoe misti di hoekoem djoega.
1
59; jang prentah, akan hoekoemannja orang laki-laki itoe kerdja paksa tiada dengan rante dari ?. sampe $ taoen.
(2i Koewasa iboe bapa = ouderlijk gezag, ouderlijke macht.
2
(3) Oepamanja = laksana = bij voorbeeld.
3
C4) Oendoer dari pada = mendjaoehken dari pada — onttrekken nan iets.
4
(5) Salah prentah = kelakoewan salah = wanbestuur.
ig6
Boekoe hoekoeman Wolanda jang baroe di dalem fatsal 279 menghoekocm orang jang dengan sengadja mendja-oehken orang moeda jang di bawah oemoer dari pada koewasa jang atasnja; tetapi tiada prentah sekali aken perkara itoe misti di boewat dengan tipoe, atavva dengan paksa, melainken bockoe hoekoeman Wolanda itoe prentah aken perboewatan itoe misti di hoekoem lebeh kras, djikaloe di boewat dengan tipoe. atawa dengan paksa.
Adapoen boekoe hoekoeman atas orang bangsa Djawa ini prentah aken perkara jang terseboet di atas boleh di hoekoem sadja, djikaloe di boewat dengan tipoe, atawa dengan paksa.
Bagitoe djikaloe orang melariken. atawa menangkep. atawa mendjaoehken orang jang di bawah oemoer, tetapi tiada dengan tipoe dan tiada dengan paksa, maka fatsal 270 ini tiada lakoe.
Kedjahatan melariken orang jang di bawah oemoer lain dengan kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal 262 ; sebab. seperti saja soedah membilang di atas, kedjahatan melariken orang jang di bawah oemoer itoe kedjahatan aken koewasa iboe bapaknja, melainken kedjahatan sem-boeniken, atawa mentjoeri, atawa toekarken anak, jang terseboet di dalem fatsal 262, itoe kedjahatan aken peri kaadaannja (i) orang jang di bawah oemoer itoe.
Maka bagitoe pengadilan misti priksa maksoednja orang jang melariken orang jang di bawah oemoer dan pengadilan misti poetoes fatsal apa dari hoekoem oendang-oendang jang lakoe.
Djikaloe dia melariken orang jang di bawah oemoer aken mengambil peri kaadaannja (\'), maka dia misti di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 262 ini.
Aken tetapi, djikaloe dia melariken orang jang di bawah
(1) Peri kaadaan = burgerlijke staat.
197
oemoer, tetapi tiada dengan bermaksoed aken melanggar peri kaadaannja orang jang di bawah oemoer itoe, maka dia misti di hoekoem dengan hoekoeman, jang terseboet di dalem fatsal 270, djikaloe itoe perkara di boewat dengan tipoe, atawa dengan paksa.
Djikaloe orang jang di bawah oemoer tiada di bawah lari dengan tipoe, atawa dengan paksa, siapa jang mem-boewat perkara itoe tjoema boleh di hoekoem, djikaloe jang di bawa lari soewatoe anak perampoewan jang oemoernja koerang dari ancmblas taoeti (fatsal 272).
Adapoen prentah-prentah ini di ambil dari hoekoem oendang-oendang negri Wolanda, dan tiada sekali mema-toetken dengan adatnja terbanjak soekoe bangsa (i).
Bagitoe ada terlaloe banjak soesah aken membikin per-djandjian di dalem boekoe hoekoeman ini, jang berpatoetan dengan adatnja orang bangsa Djawa dan jang di samaken dengan orang bangsa Djawa.
3.
Perkara melanggar pcratoeran tanevt orang mati.
FATSAL 273.
Siapa jang soeroeh mengkoeboerken (2) orang mati tiada dengan dapet idin lebeh doeloe, djikaloe metnang di prentahken misti minta idin, maka dia di hoekoem kcrdjapekerdjacln negri dengan dapet makan, tetapi tiada dengan hajaran dari anem hari sampe
igS
doewa boclan dan selainnja itoe dia misti di dakwa dari perkara kedjahatan, djikaloe jang langgar prentah ini di dakwa dari kedjahatan itoe.
Maka hoekoeman jang terseboet di atas di djalanken djoega atas segala orang jang langgar peratoeran besar dan ketjil dari perkara tanem orang mati terlaloe lekas, bagimana roepa djoega langgarnja itoe.
FATSAL 274.
Siapa jang menjemboeniken majitnja orang jang di boenoeh orang, atawa jang mati sebab di poekoel, atawa sebab di bikin loaka, maka dia di hoekoem kerdja paksa iiada dengan ranie dari anem boclan sam öe donua taoen, dan di dcnda dari doewa poe-loeh lima sampe doewa raioes roepiah. dan selainnja itoe dia misti di hoekoem lebeh brat, djikaloe toeroet {\') memboewat kedjahatan-kedjahatan ini.
FATSAL 275.
Siapa jang salah meroesakken koeboer, atawa pekoeboeran (2) di hoekoem kerdja paksa iiada dengan ranie dari tiga boelan sampe satoe iaoen dan di denda dari delapan sampe seratoes roe piah. selainnja hoekoeman-hoekoeman atas kedjahatan atawa pelanggaran jang di boewat bersama-sama kedjahatan ini.
Fatsal 273 menghoekoemken segala orang jang mena.-namken majitnja orang jang mati tiada dengan dapet idin.
Orang jang benoewa Europa misti minta dan dapet idin itoe dari priaji atas perkara kawinan, kalahiran dan kama-tian (Ambtenaar van den Burgerlijken stand).
199
Aken tetapi sebab peratoeran perkara kawinan, kalahiran dan kamatian tiada kaloe pada orang bangsa Djavva, at.awa jang di samaken dengan orang bangsa Djawa, dia boleh di hoekoem sadja, djikaloe dia mengkoeboerken orang mati tiada dengan dapet idin lebeh doeloe, dan djikaloe memang di prentahken misti minta idin itoe.
FatsaI 274 membitjaraken dari orang jang semboeniken niajitnja orang jang di boenoeh orang, atawa dia di boenoeh dengan klewang, atawa dengan ratjoen, atawa dengan lain-lain perboewatan, atawa orang jang semboeniken majitnja orang jang mati, sebab di poekoel, atawa di bikin loeka.
Maka prentah ini tiada meroedjoek (\') dengan pemboenoeh (-), sebab djikaloe dia semboeniken majitnja orang jang dia sendiri soedah boenoeh dia teritoeng mengekalken (1) ke-djahatannja dan perboewatan itoe tiada teritoeng perboewatan berasing (2).
FatsaI 275 menghoekoemken segala orang jang meroesak-ken koeboer, atawa pekoeboeran. Bagitoe djikaloe sa-orang poekoel sadja soewatoe koeboer dengan tongkat, atawa kajoe, dia misti di hoekoem djoega.
Aken tetapi dia tiada boleh di hoekoem, djikaloe dia mentjertja, (3) orang jang soedah mati dengan perkataan sadja.
Bagitoe djoega tiada perloe aken koeboer, atawa pekoeboeran sendiri di bikin rompong, atawa petjah.
Siapa jang meroesakken koeboer, atawa pekoeboeran memang salah djoega pelanggaran barang jang soetji (ƒgt;).
1
(3) Mengekalken = voortzetten, mengekalken kedjahatannja =: voortzetting zijner misdaad.
(4) Perboewatan berasing = afzonderlijk feit.
2
(5gt; Mentjertja = menghinaken = membri maloe = beleedigen, uitschelden.
3
(fi) Pelanggaran barang jang soetji = heiligschennis.
200
Perkara semboeni majitnja orang jang di boenoeh ada terlaloc banjak di negri Djawa, dan sring-sring djadi orang sedoesonnja pemboenoeh soeka menoeloeng sama pemboe-noeh, aken membawa dan semboeni orang jang di boenoeh, sebab jang pertama dia orang takoet sama pemboenoeh, atawa sama sanak soedaranja pemboenoeh itoe, dan jang ka-doewa sebab orang desa taoe dia mendapet banjak soesah, djikaloe politie mendapet majitnja orang jang di boenoeh, atawa jang mati, sebab di bikin loeka lebch doeloe di dalem desanja.
BAGIAN JANG KA-TOEDJOEH.
Perkara saksi palsoc, Jituah (!), tjelah (2), dan bikin maloc, dan lain-laini/ja, dan perkara mem-bockaken ra has ij a (3).
§ 1-
Perkara saksi palsoe.
F ATS AL 276.
Siapa jang salah kasih atoeran palsoe (bohong), jang djadi bratnja pesakitan, atawa jang djadi oentoengnja di dalem perkara kedjahatan jang hoekoemannja lebeh brat dari hoekoem toeiocp,
(!) Fitnah = oempat hadjat = laster.
(2) Tjelah = maloe = hoon.
(3) Memboekaken rahasija = openbaren van geheimen.
201
djikaloe pesakitan bangsa wolanda, atawa jang hoekoemannja lebeh brat dari kerdja paksa tiada dengan ranie, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan ranie dari lima sampc limaklas iaoen.
Djikaloe pesakitan di hoekoem lebeh brat dari hoekoem jang terseboet di atas, maka saksi palsoe itoe jang atoerannja bikin brat pesakitan, di hoekoem sama djoega seperti dia; dengan djandji, djikaloe pesakitan jang orang benoewa Europa di hoekoem dengan hoekoeman di dalem roemah sijasat (1) la-manja lebeh dari limablas sampe doewa poeloeh iaoen, maka saksi palsoe di hoekoem dengan kerdja paksa dengan ranie sama djoega lamanja.
FATSAli 277.
Siapa jang salah kasih atoeran palsoe jang djadi bratnja jjesa-kitan, atawa jang djadi oentoengnja di dalem perkara kedjahatan jang hoekoemannja tiada lebeh brat dari hoekoem ioeioep, djikaloe pesakitan bangsa wolanda, atawa jang hoekoemannja tiada lebeh brat dari kerdja paksa tiada dengan ranie, atawa di dalem perkara pelanggaran, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ranie dari lima sampe sepoeloeh iaoen.
FATS AL 278.
Siapa jang salah kasih atoeran palsoe di dalem perkara civiel (burgerlijke zaken), maka dia di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 277.
FATSA.L 279.
Saksi-saksi palsoe jang terseboet di dalem fatsal 277 dan 278, djikaloe dia trima oewang, atawa pembalasan, atawa per-djandjian, maka dia orang di hoekoem kerdja paksa dengan ranie ciari lima sampc limablas iaoen.
(\') Hoekoeman di dalem roemah sijasat = tuchthuisstraf.
202
Di dalem segala perkara itoe, apa jang di trima oleh itoe saksi palsoe misti di rampas.
Boekoe hoekoeman Wolanda jang baroe tiada mem-bitjaraken dari perkara kasih atoeran palsoe, tetapi dari soempah doesta (!) dan menghoekoemken segala atoeran dengan soempah jang palsoe. entah atoeran palsoe itoe di kasih koetika perkaranja pesakitan di priksa doe-loe. entah di dalem perhimpoenan madjelis hoekoem (-), entah djikaloe atoeran palsoe itoe di kasih di hadepan priaji atas perkara kawinan, kalahiran dan kamatian (Ambtenaar van den Burgerlijken stand), entah di hadepan lain-lain priaji, djikaloe sadja boekoe hoekoeman, atawa hoekoem oendang-oendang civiel [Burgerlijke Wet) prentahken, aken atoeran atawa kasaksijan itoe misti di soempah lebeh doeloe.
Boekoe hoekoeman atas orang bangsa Djawa hoekoem sadja atoeran palsoe di dalem perhimpoenan madjelis hoekoem (2); mendjadi saksi-saksi jang kasih atoeran palsoe di bawah soempah di hadepan Djaksa, atawa di hadepan toewan Rechtercommissaris dari perkara crimineel tiada boleh di hoekoem sekali.
Bagitoe djoega djikaloe atoeran palsoe tiada mendjadi bratnja pesakitan, atawa oentoengnja, sahingga atoeran itoe tiada mengoewasani (3) atas kapoetoesan perkaranja pesakitan, maka saksi-saksi jang kasih atoeran palsoe toe, tiada boleh di hoekoem.
Aken tetapi pendapetannja banjak pengarang (4), saksi
(!) Soempah doesta = meineed.
(2) Perimpoenan madjelis hoekoem ~ terechtzitting.
(\'A\\ Mengoewasani = invloed uitoefenen.
(,4) Pengarang = penoelis = schrijver.
203
jang kasih atoeran palsoe tiada boleh di hoekoem djoe-ga, djikaloe dia memadjanken dirinja (l) dengan dapet hoekoeman djoega. djikaloe dia berkata benar. Bagitoe djoega di poetoes pada pengadilan besar Hoog-Gerechts-hof dari India-Nederland; (Tijdschrift XIV p. 395; XXVIII p. 52 dan XLI p. 369).
Lain dari pada itoe kapoetoesannja pengadilan besar Hoog-Gcrechtshof dari India-Nederland tanggal 11 October 1882 (Tijdschrift XL p. 63).
Adapoen pada sangkanja toewan Mr. de Gelder boekoe hoekoeman tiada membedaken (2) dalem perkara ini, dan prentah aken saksi-saksi misti berkata benar di dalem segala hal-ahoeal (strafrecht in N. I. deel II p. 79).
Maka aken mendjadiken kedjahatan kasih atoeran palsoe dengan soempah, jang terseboet di dalem fatsal 276, dan jang di blakang itoe, hoekoem siksa prentah:
ie. aken saksi-saksi kasih atoeran palsoe dengan ber-soempah di dalem perhimpoenan madjelis hoekoem :
2e. aken itoe atoeran palsoe mendjadi bratnja pesakitan, atawa oentoengnja. dan boleh mengoewasani atas poe-toesannja pengadilan ;
3e. aken saksi berkahendak meroesakken kabenaran, koetika dia kasih atoeran palsoe itoe.
Adapoen di tanah India-Nederland orang isi negari bersoempah berperi-peri (*).
Bagimana biasa orang Djawa bersoempah koraan dan orang tjina bersoempah sembeleh ajam ; aken soempah ini tiada terkenal di negri Tjina. Bagitoe djoega di dalem perkara besar orang tjina di soeroeh bersoempah di dalem klenteng. Bagitoe djoega di poeloeh Madoera orang ketjil tiada menaroh banjak hormat (4) pada soempah atas
(!) Memadjanken dirinja = zich blootstellen aan iets.
(2) Membedaken = onderscheid maken.
(3) Berperi-peri = op verschillende wijzen.
(^) Tiada menaroh banjak hormat = weinig eerbied hebben voor iets.
204
koraan ; aken tetapi memoelijaken (1) sadja pada soempah atas toelang kelangkang (- ) dan atas koeboeran orang jang maha soetji. (2)
FATSAL 280.
Siapa jang salah sorok (4) saksi-saksi di hoekoem kerdja pak-sa dengan ranie dari lima sampe Umablas faoen, djikaloe atoerannja saksi palsoe jang di sorok itoe boleh di hoekoem dengan siksa pendjara (5) atawa dengan kerdja paksa dengan ranie dari lima sampe sepoeloeh iaoen; maka di hoekoem kerdja paksa dengan ranie dari lima sampe doewa poeloeh taoen, djikaloe itoe atoeran saksi palsoe boleh di hoekoem siksa pendjara (5) atawa kerdja paksa dengan ranie dari lima sampe Umablas iaoen-, maka di hoekoem maii, djikaloe itoe atoeran saksi palsoe boleh di hoekoem siksa pendjara {amp;) atawa kerdja paksa dengan ranie dari iima sampe doewa poeloeh iaoen, atawa boleh di- hoekoem mati.
FATSAL 281.
Siapa jang di soeroeh bersoempah, atawa di pesen bersoem-pah, atawa di kirim kombali soempahnja di dalem perkara civiel, dan djikaloe dia bersoempah palsoe, maka dia di hoekoem kerdja paksa iiada dengan ranie dari saioe sampe iiga taoen, dengan denda dari sepoeloeh sdmpe lima raioes roepiah, atawa tiada dengan denda, dan di tjaboet hak dan koewasa jang terseboet di dalem fatsal 22.
■ Maka hoekoem tjaboet dari pemegangan segala pekerdjaan
1
(ij Memoelijaken = waarde hechten aan iets.
2
(,3) Orang jang maha soetji = een heilige.
205
dan pangkat tiada wadjib, djikaloe Priaji Pengadilan djalan. ken fatsal 37.
Maka kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal 280 ini boleh di hoekoem sadja, djikaloe saksi jang makan soewap soedah kasih atoeran palsoe di dalem perhim-poenan madjelis hoekoem; bagitoe djikaloe saksi itoe jang di sorok kasih atoeran jang benar dan tiada menoe-roet permintaannja orang-orang, jang membri soewap sama dia, maka orang jang sorok tiada boleh di hoekoem.
Fitnah {1), tjelah (2), dan bikin maloe, dan lain-iainnja.
FATSAL 282.
Jang di namaken salah kedjahatan fitnah, ja-itoe: siapajang mensalahken pada orang barang siapa poen baik (3) dengan hernial bikin maloe sama itoe orang, di tempat jang oemoem, ata-\\va di perkoempoelan jang oemoem, atawa di dalem soeratjang sah, atawa di dalem soerat jang tiada di tjap, jang di lahirken (4)
1
(!) Fitnah = laster.
2
{-) Tjelah = hoon.
2O6
dengan di tèmpèlken, atawa dengan di kasih lihat kapada orang banjak, atawa dengan di dasarken di djoewal, atawa dengan berpetjah-petjah (l) soewatoe perboewatan, jang, djikaloe ada betoel, boleh di dakwa sama orang, jang di salahken itoe, dan boleh di masoeken di pengadilan sebab kedjahatan, atawa pelanggaran jang hoekoeman lebeh brat dari hoekoeman toetoep delapan hari dan denda seraioes roepiah, sama-saraa, atawa sen-diri-sendiri, dengan ranipas barang, atawa tiada dengan ram pas barang; atawa siapa jang mensalahken jjada orang, barang siapa poen baik soewatoe perboewatan, jang boleh di bikin orang itoe di hinaken, atawa di bentji-i oleh orang-orang, jang berdoedoek di negri.
Prentah ini tiada di djalanken atas perkara jang boleh di la-hirken, menoeroet bagimana peratoeran jang oemoem, dan lagi tiada di djalanken atas perkara jang misti di lahirken, atawa di tjegah, oleh orang jang mensalahken perkara itoe sebab dari kaadaannja djabatan (2) atawa sebab dari wadjibnja.
FATS AL 283.
Satoe-satoenja toedoehan (3) jang tiada di tetapken dengan kanjataan jang sah, itoe teritoeng palsoe.
Sebab itoe, siapa jang salah atas toedoehan itoe, djikaloe dia maoe melawan toeloeng dirinja; dia tiada boleh minta soepaja kanjataan dari kabenarannja di betoelken sekarang djoega.
Dan lagi, djikaloe dia maoe bersihken dirinja, dia tiada boleh menjeboet djoega itoe perkara jang di dakwa pada orang soedah di katahoewi orang banjak dan di mana-mana, atawa itoe toe-doehan-toedoehan, jang di masoeken di pengadilan, di poengoet dari soerat-soerat asing, atawa dari lain-lain soerat jang di tjap.
FATSAL 284.
Djikaloe perkara atawa perboewatan jang di dakwa itoe, soedah
(^) Berpttjah-petjah — verspreiding.
(-) Djabatan = djawatan, pegangan, pekerdjaan, ambt= betrekking. (3) Toedoehan = kasalahan = aantijging, beschuldiging.
207
di trangken, maka siapa jang mendakwa itoe, di lepasken dari segala hoekoeman.
Jang teritoeng kanjataan jang sah, tjoema apa jang terbit (1) dari pada kapoetoesannja pengadilan, atawa dari pada lain soerat jang sah.
FATSAL 285.
Djikaloe kanjataannja jang sah tiada ada, maka toekang fitnah (-) itoe, di hoekoem bagimana di bawah ini.
Djikaloe perkara jang di fitnahken itoe misti di hoekoem salah satoe dengan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 5 No. 1, 2 dan 3, dari Boekoe-hoekoenian ini. atawa dari Boekoe-hoekoeman atas orang AVolanda, maka di hoekoem kerdja paksa ha da dengan ran te dan doewa satnpe hm a iaoen dan di denda dari seraioes sampe doewa riboe roepiah-,
maka di dalem segala perkara jang lain hoekoemannja kerdja paksa iiadii dengan ranie dan sa/oe sampe anem boelan, dan dendanja dan doewa poeloeh lima sampe seriboe roepiah.
FATSAL 286.
Djikaloe perkara jang di salahken pada orang boleh di hoekoem, dan djikaloe siapa jang mendakwa itoe mengoendjoeken perkara itoe. maka pepriksaannja dan kapoetoesannja perkara fitnah di brentiken, koetika dakwa itoe di priksa dengan pren-lah hoekoem.
Fatsal ini teralas (^1 atas boekoe hoekoem Peransman, bernama Code Penal adapoen aken perkara fitnah (*),
f1) Terbit = kaloewar, djadi, berpantjar = voortspuiten.
(2i Toekang fitnah = penghodjat, pengoempat, penoekos= lasteraar.
(3) Teralas = op iets berusten = op iets gegrond zijn.
(4) Fitnah = laster.
2o8
tjelah (!) atawa perkara membri maloe (2), entah itoe perkara di boewat dengan moeloed. entah di boewat di dalem soerat jang tiada di tjap.
Adapoen peratoeran besar atas tjap soerat-soerat dan boekoe-boekoe (Drukpers Reglement, Staatsblad 1856 «c. 74/meroedjoek (:!) sadja atas perkara fitnah. atawa tjelah, atawa tjoetja (■i), atawa atas perkara membri maloe jang di boewTat di dalem soerat-soerat jang di tjap.
Sabagimana roekoennja (5) boekoe hoekoeman atas orang bangsa Djawa, jang di namaken fitnah, ja-itoe: djikaloe orang mensalahken pada lain orang soewatoe perkara, atawa perboewatan, jang tiada benar dan jang djoesta, dan jang boleh di hoekoem sebab kedjahatan, atawa pelanggaran, djikaloe perkara itoe betoel di boewat pada orang jang di salahken itoe; atawa djikaloe dia mensalahken pada sa-orang soewatoe perkara, atawa soewatoe perboewatan, jang boleh di bikin orang itoe di hinaken (6), atawa di bentji-i (7) oleh orang-orang, jang berdoedoek di negri.
Maka boekoe hoekoeman ini meroeboehken (8) atas roekoennja (!l), sebab trima sadja mendjadi kanjataan jang sah. apa jang kaloewar dari pada kapoetoesannja penga-dilan. atawa dari pada lain soerat jang sah; aken tetapi roekoen ini memang tiada baik dan fitnah tiada boleh di tolak dengan benar, djikaloe pengadilan tiada ada koewasa jang loewas (li:i) boewat priksa, djikaloe perkara atawa perboewatan jang di salahken itoe ada benar atawa tiada.
(!) Tjelah = hoon.
(2) Membri maloe = beleedigen.
(3) Meroedjoek = betrekking hebben op iets.
(^) Tjoetja = smaad.
(5) Roekoen r= stelsel, beginsel.
(6) Menghinaken = verachten.
(7) Membentjiken = haten.
(8) Meroeboehken = omverwerpen.
(9) Atas roekoennja = de grondslag van zijn stelsel.
(W) Loewas = besar = uitgebreid.
2og
Patsal 282 ini menghoekoemken sadja orang jang men-salahken soevvatoe orang, barang siapa pon baik, satoe perkara, atawa perboewatan jang boleh di hoekoem sebab kedjahatan, atawa pelanggaran. Mendjadi pada pertamania perloe aken orang mensalahken soewatoe orang satoe perkara jang temtoe (ï).
Bagitoe di namaken fitnah, djikaloe sa-orang menoe-doeh (1) pada soewatoe priaji, sebab dia tarik poengoetan beja atawa tjoekai jang tiada sah (I. W. 123), atawa dia mensalahken pada toewan Besar Goebernoer Djendral dari tanah India-Nederland, sebab kasih ampoen sama sa-orang, jang di seboet namanja, dari sebab dapet pren-tahnja nianteri (2) (I. W. 840).
Adapoen singketa (3) dari sebab perkara fitnah di dalem soerat chabar ada terlaloe banjak di tanah India-Nederland.
Bahoewa lain dari pada jang terseboet di atas. hoekoem siksa (4) menoentoet (5) aken toedoehan (6) di boewat di tempat jang oemoem, atawa di dalem soerat jang sah, atawa di dalem soerat jang tiada di tjap, jang di lahirken (7^
Maka jang di namaken tempat jang oemoem, ja-itoe: tem-pat-tempat jang teboeka kapada segala orang, seperti djalan besar, atawa pasar, atawa gredja, tetapi roemah bolah, atawa tangsi, atawa benteng tiada teritoeng tempat jang oemoem, sebab tiada teboeka kapa\'da segala orang.
Bagitoe djoega hoekoem siksa (•\') menoentoet (6) aken orang memboewat perkara fitnah itoe dengan berniat mem-bri maloe dan melahirken toedoehannja.
14 *
1
(2) Menoedoeh = beschuldigen.
2
(3) Manteri = minister 1 van koloniën).
3
(4) Singketa = atjara =proces, rechtsgeding.
4
Hoekoem siksa = de strafwet.
5
(0\'» Menoentoet — eischen. vorderen.
6
(\') Toedoehan =r aantijging, beschuldiging.
7
(8gt; Melahirken = openbaar maken.
2 IO
Bagitoe toedoehan (1) jang terseboet dan jang termasoek di dalem soerat jang sah, jang tiada lahir, seperti soerat perdjandjian djoewal bli, tiada boleh di namaken fitnah betoel, sebab tiada di salahken di dalem soerat jang sah dan jang lahir (un actc anthentiquc ft public).
FATSAL 287.
Segala orang jang dengan soerat masoek toekasan (2) atas orang satoe atawa lebeh kapada Fiskaal, atawa kapada priaji pamrentahan, atawa kapada priaji-politie, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari satoe boelan sampe satoe taoen, dan di den da dari lima poe loch sampe seriboe lima ratoes roepiah.
FATSAL 28S.
Di dalem segala perkara orang jang memboewat fitnah boleh di hoekoem di tjaboet dari hak dan koewasanja jang terseboet di dalem fatsal 22,
Seperti dengan perkara fitnah, di dalem perkara toeka-san {2) ini memang perloe. aken perkara atawa perboewatan. jang di dakwa, tiada benar, aken tetapi dalem antara (3) toekang fitnah memboewat perkara itoe, sopaja toedoe-hannja di lahirken, orang jang menoedoeh ini memboewat itoe perkara sadja, sopaja dia boleh mengedjikan namanja orang (4), jang di seboet di dalem toedoehannja.
(!) Toedoehan = aantijging, beschuldiging.
Toekasan = penadoehan jang dengan fitnah = lasterlijke aanklacht.
(3) Dalem antara, semantara, saketika = terwijl.
(4) Mengedjikan namanja orang = iemands eer of goeden naam krenken.
21 I
Adapoen perkara ini misti di boewat dengan soerat, dan jang boewat itoe misti bermaksoed, sopaja orang jang di dakwa boleli dapet hoekoeman, atawa sopaja dia boieh di lepasken dari pekerdjaannja. atawa dari pangkatnja, dan perloe lagi aken orang jang menoekasi (!) menjeboet di dalem toekasan soewatoe perkara jang temtoe. dan namanja orang jang di dakwa misti di seboet djoega dengan trang.
Adapoen sebelomnja satoe orang boleh di dakwa dari perkara toekasan priaji pengadilan lebeh doeloe misti poetoes jang perkara itoe jang di dakwa tiada ada benar (I. W. 64, 4a. dan 817, 30c.)
Djikaloe orang bangsa Djawa, atawa orang jang di samaken dengan orang bangsa djawa menoekasi pada satoe orang benoewa Europa, maka pengadilan Raad van Djoestitie misti priksa lebeh doeloe apa perkara jang di dakwa ada betoel; maka djikaloe pengadilan itoe soedah poetoes perkara jang di dakwa tiada ada benar, baroe orang jang masoek soerat toekasan itoe boleh di dakwa dari sebab perkara itoe.
Bagitoe aken mendjadiken kedjahatan masoek soerat toekasan perloe:
ie. aken di boewat dengan soerat.
2e. aken dakwanja di masoeken kapada fiskaal, atawa kapada priaji pamrentahan, atawa kapada priaji politie, sopaja bikin boesoek namanja orang itoe;
3e. aken orang di dakwa dari sebab perkara jang temtoe;
4e. aken orang jang di dakwa di seboet namanja dengan trang, dan ;
5e. aken perkara itoe di boewat dengan sengadja dan dengan kaniatan jang djahat.
Adapoen prentah jang terseboet di dalem fatsal 287
(l) Menoekasai = valschelijk beschuldigen.
212
ini tiada lakoe, djikaloe toedoehan jang terseboet di atas di masoeken kapala madjelis hakim (\').
Dengan arrest tanggal 28 October 1859 pengadilan bcsar Hoog Militair Gerechtshof dari India-Nederland memoe-tocsken aken satoe taoen opsier, jang menoedoeh sama jang lebeh tinggi dari pada dia, tiada boleh di salahken kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal 287 ini, sebab opsier, itoe manoekasi jang lebeh tinggi dari pada dia, aken membenarken dirinja (2) (tijdschr. XVII p. 487).
Bagitoe djoega poetoesannja pengadilan besar Hoog-Gerechtshof tanggal 12 Mei 1863 (tijdschr. XXI p. 224).
Aken tetapi poetoesan ini niemang tiada betoel, sebab hoekoem siksa (3) menoentoet sadja kahendaknja orang jang boewat perkara ini, aken menoekasi soewatoe orang jang lain dengan sengadja dan dengan dia bertaoe toe-doehannja tiada benar. Lain dari pada poetoesan itoe ada poetoesannja pengadilan besar Hoog Militair Gerechtshof tanggal 28 Mei 1885.
Pengadilan Raad van Djoestitie di Samarang niemoe-toesken aken toewan Directeur dari oewang Goeberne-ment (Directeur van Finantiën) teritoeng priaji pamren-tahan jang terseboet di dalem fatsal 287 ini.
FATSAL 289.
Siapa jang mensalahken soewatoe katjelaiin (kedjahatan), jang temtoe kapada sa-orang, barang siapa pon baik (-1) dengan niat akan bikin maloe, maka dia salah pelanggaran katjelaan.
Maka katjelaiin jang di kataken di tempat jang oemoem, atawa di perkoempoelan jang oemoem, atawa katjelaan jang di seboetken di dalem soerat-soerat jang tiada di tjap, jang di lahirken (»)
P) Madjelis hakim, madjelis bitjara = rechtscollege.
(\'-) Aken membenarken dirinja = om zich te rechtvaardigen, of zich zeiven recht te verschaffen.
V3) Hoekoem siksa = strafwet.
(4) Barang siapa pon baik = wie het ook zij.
(5) Melahirken = openbaar maken.
213
dengan di tèmpèlken, atawa dengan di kasih lihat kapada orang banjak, atawa dengan di dasarken di djoewal, atawa dengan di djoewal, atawa dengan berpetjah-petjah (!), maka itoe di noe-koem kerdja pekerdjadn negri dengan dapei makan, teiapi tiada dengan ba jar an lama-lamdnja satoe boelan.
Jang di namaken soewatoe katjelaan (kedjahatan) jang tcmtoc, ja-itoe pcngaboeran (2), pendjocdijan (3), kama-lasan, katjanggocngan (4). mabok, pembohong (5).
Adapoen katjelaan ini misti di kataken di tcrnpat jang oemoem, atawa di perkoempoelan jang ocmoem, atawa misti di seboetken di dalem soerat-soerat jang tiada di tjap jang di lahirken.
Djikaloe katjelaan itoe tiada di kataken di tempat jang oemoem, atawa tiada di lahirken, ja-itoe di bilang bikin maloe.
FATS AL 290.
Segala perkara bikin maloe orang, jang lain roepa, jang tiada di seboetken di dalem soerat jang di tjap jang di lahirken, dan djikaloe tiada ada tandanja rangkep dari kebratan dan oemoem dan djikaloe tiada di sebabken sebab di ganggoe lebeh doeloe pada saat itoe djoega ^\'), maka di hoekoem denda scdikiinja satoe dan banjak-banjaknja tiga roepiah.
FATSAL 291.
Priaji pengadilan tiada boleh priksa perkara perkara jang
(1) Berpetjah-petjah = di tersiarken = door verspreiding.
(2) Pengaboeran = pemborosan = verkwisting.
(3) Pendjoedijan = dobbclzucht.
(4) Katjanggocngan = lompheid, onhandigheid.
(s) Pembohong = leugenachtigheid.
(•gt;) Pada saat itoe djoega = onmiddellijk.
214
terseboet dl dalem fatsal 2S2, 289 dan 290. djikaloe tiada
ada dakwanja orang jang di fitnahken. atawa jang di bikin
maloe, melainken djikaloe ada perkara-perkara jang terseboet di dalem fatsal 292 dan 293.
Adapoen segala perkara bikin maloe jang tiada boleh di namaken tjela, atawa fitnah di namaken tjoetja, (!) djikaloe tiada di kataken di tempat jang oemoem, atawa di perkoempoelan jang oemoem, atawa djikaloe tiada di seboetken di dalem soerat-soerat jang tiada di tjap jang di lahirken.
FATSAL 292.
Prentah-prentahnja fatsal 282 sampe fatsal 289 di djalan ken djoega atas orang jang menfitnahken dan membri maloe atawa mentjela kapada priaji-priaji, jang pegang kekoewasaan, atawa kapada perkoempoelan-perkoempoelan jang lebeh dar-satoe orang, kendati tiada seboetken orangnja, dan tiada per doeli apa priaji jang pegang kekoewasaan itoe. atawa apa perkoempoelan itoe ada di negri Wolanda, atawa ada di dalem koloniënja, atawa ada di dalem lain-lain negri jang ada di bawah prentahnja negri Wolanda.
Maka prentah ini terdjoempoet (2) dari pada hoekoern Wolanda tanggal 16 boelan Mei 1829.
Jang di namaken priaji-priaji, jang pegang kekoewasaan, ja-itoe; priaji-priaji jang melakoeken koewasa atas nama keradjaan, seperti toewan besar Goebernoer Djin-dral dan Lid-Lid dari Raad pan India, dan kapala-kapa-
(!) Tjoetja = smaad.
(2) Terdjoempoet = ontleend aan iets.
215
la dari pamrentahan, dan pengoewasa jang militair, dan madjelis hakim.
Maka jang di namaken perkoempoelan jang lebeh dari satoe orang, ja-itoe perkoempoelan jang dari pada pehak radja (Goebernement), seperti Diwan hisab (!), dan per-benda haraan harta poesaka (1), dan madjelis bitjara (2), dan Diwan segala wakil orang banjak (■3) dan pemeren-tahan negara (4), dan lain dari pada itoe.
Aken tetapi kongsi pernijagaan (5) tiada teritoeng perkoempoelan iang lebeh dari satoe orang jang terseboet di dalem fatsal 292 ini.
FATS AL 293.
Siapa jang tjela kabesarannja (pangkat karadjaan), atawa ke-koewasaannja Baginda Radja, atawa haknja atsalnja Baginda Radja dengan djahat (perangai bengis) dan di hadepan orang banjak, akan tetapi tiada di seboetken di dalem soerat jang di tjap; atawa siapa jang menfitnahken atawa bikin maloenja Baginda Radja seperti terseboet di atas ini, maka dia di hoe-koem kerdja paksa tiadu dengan ranie dari doewa sampe lima iaoen.
Siapa jang menfitnahken, atawa bikin maloe seperti terseboet di atas ini kapada satoe kaloewarganja (sanak soedaranja) Baginda Radja, tetapi tiada di seboetken di dalem soerat jang di tjap, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ranie dari satoe sampe tiga taoen.
Dan lagi siapa jang tjela kabesarannja, atawa kekoewasaannja Baginda Radja ampoenja wakil moethalak (Goebernoer Djendral) di India-Nederland, seperti terseboet di bawah ini, atawa siapa
1
(2) Perbenda haraan harta poesaka = wees- en boedelkamer.
2
(3) Madjelis bitjara = rechtbank.
3
Diwan hisab = algemeene rekenkamer.
4
(5) Pemerentahan negara = gemeente besturen.
5
{?) Kongsi pernijagaan = handelsfirma.
2l6
jang nienfitnahken atawa l)ikin maloe kapada wakil moetbalak itoe, maka dia di lioekoem kcrdja paksa iiarta denman rantc dart saloe sampe liga iauen.
Maka djikaloe kedjahatan-kedjahatan jang terseboet di dalem tatsal ini di priksa oleh Pengadilan. maka sekali-kali tiada boleh di priksa, apa betoel atawa tiada perkara-perkara jang di bi-tjaraken itoe.
FATS AL 294.
Siapa jang tjela dengan djahat dan di hadepan orang banjak, tetapi tiada dengan soerat jang di tjap koewatnja peratoeran prentah jang oemoem, atawa mengadjak orang soepaja djangan toeroet prentahnja peratoeran-prentah jang oemoem itoe, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ran/c dart anem boclan sampc tiga iaoen.
FATSAL 295.
Perkara perkara jang terseboet di dalem fatsal 292, 293 dan 294, jang patoet di hoekoem, maka itoe tiada boleh di priksa lagi oleh pengadilan, djikaloe soedah liwat satoe iaoen, tiritoeng dari pada waktoe bikinnja perkara itoe.
Djikaloe djalanken soerat pengadilan, akan priksa perkara itoe, sebeloemnja liwat temponja satoe taoen itoe, maka perkara itoe boleh di troesken.
Maka hoekoeman jang di kenaken dengan soerat poetoesan dari perkara-perkara jang terseboet itoe, tiada boleh di djalanken lagi, djikaloe soedah liwat scpoeloeh taoen, moelai dari hari jang poetoesan itoe djadi tetap koewatnja.
Maka waktoe batalnja pepriksaan perkara fitnah itoe tinggal berenti selamanja pengadilan priksa perkara-perkara jang di dakwa bagimana terseboet di dalem fatsal 286.
217
Fatsal 293 ini membitjaraken :
ie. dari perkara melanggar (tjela) pangkat karadjaan, atawa kekoewasaan dari Baginda Radja.
2e. dari perkara fitnah, atawa bikin maloe Baginda Radja.
3e dari perkara fitnah, atawa bikin maloe kapada satoe kaloewarganja (sanak soedaranja) Baginda Radja.
4e. dari perkara melanggar (tjela) kabesarannja, atawa kekoewasaannja Goebernoer Djendral dan :
5e. dari perkara fitnah. atawa bikin maloe kapada Goebernoer Djendral itoe :
Adapoen fatsal ini memang membitjaraken sadja dari fitnah dan tjoetja. jang tiada di seboetken di dalem soerat-soerat jang di tjap, sebab djikaloe kedjahatan-kedjahatan ini di boewat di dalem soerat-soerat jang di tjap, itoelah memang misti di hoekoem dengan hoekocman jang terse-boet di dalem Feratoeran besar atas soerat-soerat jang di tjap (Drukpers Reglement).
Adapoen kedjahatan ini misti di boewat dengan sengadja, dan dengan niat aken meroesakken kekoewasaannja Baginda Radja, atawa kekoewasaannja Baginda Radja ampoenja wakil moethalak (Goebernoer Djendral).
§ 3.
Perkara me in boe kaken raliasija (1).
FATSAL 296.
Doekoen, atawa tabib, dan toekang obat dan bidan (J) dan lain-lain orang, jang bertaoe rahasija jang di pertjajaken kapadanja,
lt;1) Rahasija = roesia = geheim. (2) Bidan = vroedvrouw.
2 I 8
sebab pangkatnja. atawa pekerdjaannja, djikaloe tiada ada se-babnja jang sah jang dia orang misti memboekaken rahasija \'toe. Han djikaloe dia orang memboekaken djoega rahasija itoe, maka dia di hoekoem kcrrfja paksa tiada dengan ran/c dan saloc sampc cincm boelan dan di dcnda dari lima poeloch sampc docwa raiocs lima poeloeh roepiah.
Maka fatsal ini nienjeboet bebrapa orang jang tiada boleh memboeka rahasija. jang di pertjajaken kapadanja, seperti doctor, doekoen, tabib. toekang obat dan bidan dan me-moelangken kapada hakim (!) siapa jang termasoek bilangan laui-lat/i orang.
Bagimana biasa penoeloeng bitjara (advocaat) dan procureur, dan hakim, dan imam, dan pengawe kantor pos, dan pengawe kantor pos kawat. termasoek bilangan itoe.
Djikaloe orang itoe jang misti menanggoeng rahasija
(1) di panggil di hadepan perhimpoenan madjelis hoekoem
(2) aken membri kesaksijan (3), dia tiada sekali boleh di paksa aken memboekaken rahasija jang di pertjajaken kapadanja: aken tetapi djikaloe dia menentoeken (4) aken memboewat perkara itoe dia tiada boleh di hoekoem, sebab tatkala itoe dia menoeroet kawadjiban jang atasnja (5), aken membri kasaksijan.
Fatsal 67 boekoe hoekoeman ini menjeboet satoe perkara, jang orang-orang jang terseboet di atas misti kabar-ken kapada pamrentah negri, atawa kapada politie, djikaloe dia dapet taoe ada orang moefakat, atawa bikin kedjaha-
1
(2) .Menanggoeng rahasija = een geheim bewaren.
2
Perhimpoenan madjelis hoekoem = terechtzitting.
3
(4) Membri kasaksijan = getuigenis afleggen.
4
(5) Menentoekan = er toe overgaan om iets te doen.
5
(6) Kawadjiban jang atasnja = de op hem rustende verplichting.
219
tan soepaja meroesakken kasenangan di loewar, atawa di dalem India-Nederland.
Adapoen pengawé dari kantor pos, dan dari kantor pos kawat, jang memboekaken rahasija jang terseboet di dalem soerat pos, atawa di dalem soerat pos kawat maka dia di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem Staatsblad 1876 no. 257.
Djikaloe orang lain mentjoeri, atawa meroesakken soerat pos, atawa soerat pos kawat. dia misti di salahken mentjoeri, atawa meroesakken barang.
BAB JANG KA-DOE WA.
Kedjahatan dan pelangg-aran atas milik.
BAG1AN JANG PERTAMA. Pentjoerijan.
FATSAL 297.
Siapa jang mengambil dengan semoe-daja (akal djahat) soe-watoe barang, jang boekan dia ampoenja sendiri, maka dia salah kedjahatan „pentjoerijan.quot;
220
Maka pentjoerijan ada, djikaloe orang mengambil soe-watoe barang. jang boekan dia ampoenja sendiri, dengan berniat mengambil bagai dirinja (!) barang itoe dengan melawan hak (2).
Tiada perloe, aken barang jang di tjoeri djadi miliknja orang jang kamalingan.
Adapoen orang tiada boleh mentjoeri barang jang dia ampoenja milik itoe; djoega djikaloe dia soedah kasih sewa barang itoe, atawa djikaloe dia kahilangan barang jang miliknja.
Bagitoe djoega satoe orang opahan jang mengambil bagai dirinja kajoe, atawa lain barang, jang dia soedah trima dari toewannja, boewat mengerdjaken soewatoe pc-kerdjaan, atawa satoe kawan, jang mengambil bagai dirinja oewang jang dia soedah trima dari orang jang membliken barang di tokonja dia ampoenja toewan, tiada boleh di mentjoeri barang itoe; tetapi dia memang salah langgar pcrtjaja, sebab itoe kajoe, atawa itoe oewang ada di tangannja itoe kawan seperti di pertjaja kapadanja.
Barang-barang jang sa-orang poen tiada ampoenja tiada boleh di tjoeri, seperti ikan di dalem laoet, atawa per-boeroevvan (3) di oedara (4). Siapa jang mengambil soewatoe barang, jang boekan dia ampoenja sendiri, boewat pake itoe sadja, memang tiada salah mentjoeri-, aken tetapi misti di trangken lebeh doeloe orang jang mengambil barang itoe soedah memboewat perkara itoe. aken pake itoe barang sadja, dan dia tiada berkahendak mengambil bagai dirinja barang itoe.
Sabagimana adatnja orang bangsa Djawa perkara-per-kara jang mendjadiken brat pentjoeriannja. memang. djikaloe orang mentjoeri waktoe malem. dan lagi djikaloe
(!) Mengambil bagai dirinja = zich toeeigenen.
(2) Dengan melawan hak = dengan melawan hoekoem = wederrechtelijk.
(3) Perboeroewan = wild \'gevogelte.)
(■\') Oedara = lucht, luchtruimte.
221
barang-barang jang di tjoeri ada di dalem roemah. di dalem kampong atawa desa. atawa djikaloe orang men-tjoeri koeda. binatang moewatan, binatang penarik. kerbo. sapi atawa kambing di tempat pangonan ; atawa djikaloe orang mentjoeri padi jang soedah di potong. atawa barang-barang jang ampoenja dia orang ampoenja kapala, dan lagi djikaloe orang mentjoeri dengan paksa.
Fatsal 29S jang di blakang ini menjeboet perkara mentjoeri. jang tiada boleh di hoekoem.
FATSAL 29S.
Djikaloe laki mentjoeri barangnja bininja. atawa djikaloe bini mentjoeri barangnja lakinja, dan djikaloe djanda laki laki mentjoeri barangnja bininja jang soedah mati, atawa djikaloe djanda perampoewan mentjoeri barangnja lakinja jang soedah mati, dan djikaloe anak dan toeroen-toeroenannja mentjoeri barangnja bapanja atawa iboenja dengan sa-oeroetnja ka-atas, dan djikaloe bapa atawa iboe dengan sa-oeroetnja ka-atas mentjoeri barangnja anaknja, atawa toeroen-toeroenannja itoe anak, dan djikaloe sanak soedara (i) dari kawinan jang sama poe poenja mentjoeri barangnja satoe sama lain, maka itoe tjoema boleh menjebabken (-), akan ganti karoegian dengan djalan civiel.
Lain-lain orang jang semboeniken (3) barang jang di tjoeri semoewa atawa sabagian, atawa jang pake barang jang di tjoeri itoe, mendjadi kaoentoengannja sendiri, maka dia orang di hoekoem seperti salah mentjoeri.
(!) Sanak soedara = koelawarga = aangehuwde.
(-) Menjebabken = aanleiding geven tot iets.
(3) Semboeniken = membli barang-barang glap = sekcngkel = hebben (van gestolen goed).
222
Adapoen terbanjak hoekoem oendang-oendang tiada mensalahken laki. jang mentjoeri barangnja bininja, atawa bini jang mentjoeri barangnja lakinja, atawa anak jang mentjoeri barangnja bapanja. atawa iboenja. sebab jang mengadaken hoekoem oendang-oendang (!) meiihat di dalem perkara ini soewatoe roepa sama ampoenja melik (2). jang laki ada atas barangnja bininja. atawa anak atas barangnja bapanja atawa iboenja. dan lagi menjangka anak-anak aken hal itoe soedah mendapet soewatoe hak milik (3) atas barangnja bapanja, atawa iboenja, koetika bapa dan iboe itoe misti hidoep.
Mendjadi anak jang mentjoeri barangnja orang toewanja tiada salah mentjoeri, tetapi tjoema seperti mengambil dia ampoenja barang sendiri.
Adapoen oesoel {*) ini memang salah; sebab jang sebetoelnja anak tiada djadi sama ampoenja milik barangnja orang toewanja; aken tetapi jang sebetoelnja jang mengadaken hoekoem oendang-oendang tiada maoe hoekoem pentjoerijan itoe. sebab tiada maoe menggangoe santausanja (5) orang isi roemah (6).
Bagitoe tjoetjoe jang mentjoeri barangnja neneknja (Tijdschr. XII 65), atawa mantoe jang mentjoeri barangnja mentoewanja (Tijdschr. XII 224). atawa anak tiri jang mentjoeri barangnja bapanja. atawa iboenja tiri (I. W. 190), atawa mentoewa jang mentjoeri barangnja djanda-nja perampoewan (7) dari dia ampoenja anak laki-laki (I. W. 843) tiada boleh di hoekoem.
Lain dari pada itoe ada bentoh (8) dengan oelema (9)
(!) Jang mengadaken hoekoem oendang-oendang = de wetgever.
(2) Sama ampoenja milik = mede eigendom.
(3) Hak milik = hak kapoenjaan = eigendomsrecht.
(4) Oesoel = grondstelling.
(ö) Santausa = santosa = rust, vrede.
(,0) Orang isi roemah = het huisgezin.
(\') Djanda perampoewan — weduwe.
i8) Bentoh = verschil in meening of gevoelen.
t,9) Oelema = orang berpengatahoewan = orang alim = geleerde.
223
apa jang terseboet di dalem fatsal 298 ini misti di dja-lanken djoega, djikaloe laki langgar kapertjajaan atawa bikin bodo barangnja bininja, atawa djikaloe anak langgar kapertjajaan. atawa bikin bodo barangnja orang toewa-nja, dan terbalik.
Pengadilan besar Hoog-Gerechtshol dari India Nederland memoetoesken dengan arrest tanggal 13 September 1876. aken laki jang soedah mendjoewal soebeng mas inten. jang ampoenja bininja tiada dengan idinnja. dan jang soedah terpake dan makan habis harganja soebeng itoe, tiada salah langgar kapertjajaan, atawa lain kedjahatan, atawa pelanggaran; sebab dari sebabnja itoe djoega, jang soedah membawa padajangmengadaken hoekoem oendang-oendang, boewat menentoeken di dalem fatsal 298, djikaloe laki men-tjoeri barangnja bininja, dan lain dari pada itoe, maka itoe tjoema boleh menjebabken aken ganti karoegian dengan dja-lanan civiel, misti lakoe djoega dengan segala kedjahatan dan pelanggaran bersalahan dengan milik (kapoenjaan) (Recht in Indië XXVIII. blz. 191 R. v. J. di Betawi I. W. 17 2a.)
FATSAL 299.
Siapa jang salah mentjoeri di hoekoem mati, djikaloe pentjoe-rijan itoe di boewat bersama-sama lima perkara kebratan, jang terseboet di bawah ini;
ie. djikaloe mentjoeri waktoe malem ;
2e. djikaloe orang doewa atawa lebeh jang mentjoeri; 3e. djikaloe orang-orang jang mentjoeri atawa salah satoe membawa sendjata jang kalihatan, atawa jang tersemboeni; 4e. djikaloe mentjoeri dengan menetas (pitjahken) barang loe-waran, atawa dengan naik masoek, atawa dengan pake koentji palsoe di dalem satoe roemah, atawa di dalem sa-keratnja roemah, atawa di dalem kamar, atawa bilik. atawa di dalem satoe tempat lain, dan semoewa itoe di tempatti orang, atawa memang di tamtoeken di tempatti orang, atawa di pekarangannja salah satoe dari itoe ; atawa djikaloe men-
224
tjoeri dengan pake gelarnja satoe priaji jang oemoenij atawa geiarnja satoe opsier, atawa dengan pake pakajan kabesaran, atawa pakejan pangkatnja priaji jang oemoem, atawa opsier itoe, atawa dengan berkata djoesta dia dapet prentali dari pamrentahan niardika, atawa militair ;
5e. djikaloe mentjoeri dengan paksa, atawa dengan antjam antjam pake sendjatanja.
FATS AL 300.
Maka di hoekoem kerdja paksa dengan rante dari lima sampe doewa poeloeh /aoen, siapa jang salah mentjoeri dalem perkara salah satoe, jang terseboet di bawah ini :
ie, djikaloe pentjoerijan di boewat dengan paksa, dan lagi dengan doewa perkara kebratan, jang terseboet di dalem nom-mer 1, 2, 3 dan 4, dari fatsal 299;
2e. djikaloe pentjoerijan di boewat dengan paksa sadja. djikaloe
ada tanda loeka atawa bengkah ;
3e djikaloe pentjoerijan itoe di boewat di djaian besar dengan paksa, atawa dengan antjam-antjam.
FATSAL 301.
Maka di hoekoem kerdja paksa dengan rante aari lima sampe hmablas /aoen, siapa jang salah mentjoeri dalem perkara salah satoe, jang terseboet di bawah ini :
ie. djikaloe mentjoeri dengan pitjahken barang loewaran, atawa barang daleman, atawa dengan naik masoek, atawa dengan pake koentji palsoe di dalem satoe roemah, atawa di seba giannja satoe roemah, atawa di kamar, atawa bilik. atawa di lain tempat, dan semoewa itoe di tempatti orang, atawa memang di tamtoeken di tempatti orang, atawa di pekarangan-nja salah satoe itoe, atawa djikaloe mentjoeri dengan pake gelarnja satoe priaji jang oemoem, atawa gelaran satoe opsier, atawa dengan pake pakajan kabesaran, atawa pakajan pangkatnja priaji jang oemoem, atawa opsier itoe ; atawa dengan berkata djoesta dia dapet prentah dari pamrentahan mardika. atawa militair;
2e. djikaloe mentjoeri dengan paksa, jang tiada tanda \'oeka. atawa bengkah, dan jang tiada bersama-sama lain perkara kebratan;
3e. djikaloe mentjoeri tiada dengan paksa, tetapi bersama-sama
tiga perkara kebratan. jang terseboet di bawah ini; a. djikaloe mentjoeri waktoe malem ;
h. djikaloe orang doewa atawa lebeh jang mentjoeri ;
c. djikaloe orang-orang jang mentjoeri, atawa salah satoe mem-bawa sendjata jang kalihatan, atawa jang tersemboeni.
FATS AL 302.
Maka di hoekoem kerdjn paksa dengan rante dart lima sampe sepoeloeh taoen, siapa jang salah mentjoeri di dalem perkara salah satoe, jang terseboet di bawah ini :
ie. djikaloe mentjoeri waktoe malem, atawa djikaloe orang doewa atawa beleh mentjoeri di tempat-tempat, jang di tempatti orang, atawa jang memang di tamtoeken di tempatti orang: 2e. djikaloe orang-orang jang salah, atawa salah satoe jang salah bawa sendjata jang kalihatan, atawa jang tersemboeni. kendati tempat jang ketjoerijan itoe tiada di tempatti orang atawa tiada di tamtoeken di tempatti orang. dan kendati satoe orang jang mentjoeri waktoe siang;
3e. djikaloe pentjoerijan di boewat oleh toewan pasanggrahan, toewan roemah makan, toekang tjikar, toekang grobak, atawa toekang kareta, djoeragan prahoe, atawa kawannja salah satoe atawa koelinja salah satoe, adapoen akan barang-barang, atawa sebagiannja jang di pertjajaken kapadanja. 4e. djikaloe mentjoeri koeda, binatang moewatan, binatang penarik, binatang naikan, kerbo, sapi, atawa kambing, [haiwan besar dan ketjil] di tempat pangonan;
5c. djikaloe mentjoeri dengan mengangkat tanda tanda wates pekarangan satoe sama lain.
FATSAL 304.
Siapa jang mentjoeri dengan pitjahken apa-apa, atawa dengan naik-masoek, atawa dengan pake koentji palsoe di tempat-
226
tempat, jang tiada teritoeng seperti roemah jang di tempati orang, atawa jang tiada di samaken dengan itoe, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ran/e dari donna sanipe lima iaoen, dan di ij abaci hak dan koewasan fa jang ter schoei di dalem fa is al 22.
Siada jang tjoba bikin kedjahatan ini boleh di hoekoem.
FATSAL 305.
Siapa jang mentjoeri di dalem perkara salah satoe, jang ter-seboet di bawah ini, di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari satoe sampc lima taoen, dan di tjaboet hak dan koe-wasanja, jang ter seboet di dalem jatsal 22 ja-itoe :
ie. djikaloe mentjoeri di djalan besar tiada dengan paksa, atawa antjam-antjam ;
2e, djikaloe orang lebeh dari satoe jang mentjoeri waktoe malem di tempat, jang tiada tiada teritoeng seperti roemah jang di tempatti orang, atawa tiada di samaken dengan itoe; 3e. djikaloe jang mentjoeri djadi boedjang jangbekerdjadi dalem, atawa orang makan gadjih, djoega djikaloe dia mentjoeri barangnja orang jang boekan toewannja, tetapi barangnja orang, jang ada dalem roemahnja toewannja, atawa ada di dalem roemah, jang dia toeroet toewannja, atawa djikaloe dia djadi toekang, kawan, atawa peladjar di dalem roemah, atawa di tempat bekerdja, atawa di kedaï [winkel], atawa di goedangnja toewannja, atawa djikaloe orang biasa bekerdja di dalem roemah, di mana dia mentjoeri;
4e. djikaloe orang mentjoeri di pesanggrahan, atawa di roemah makan, di mana dia di trima.
Djikaloe harganja barang jang di tjoeri itoe tiada lebeh dari doewa poeloeh lima roepiah, dan djikaloe jang mentjoeri itoe doe-loe belom taoe di hoekoem sebab mentjoeri, atawa sebab perkara, jang terseboet di dalem § § 1 dan-2 dari bagian jang ka-tiga dari Bab ini, dan jang terseboet di dalem fatsal 350, maka die. di hoekoem kerdja pekerdjaün negri dengan dapei makan, tetapi tiada dengan bnjaran dari satoe sampc tiga boelan.
Siapa jang tjoba bikin kedjahatan dan pelanggaran ini, maka dia di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem alinea jang di atas ini.
227
FATSAL 306.
Adapoen jang teritoeng seperti roeniah jar.g di tempatti orang, ja-itoe; satoe-satoenja gedong, satoe-satoenja roemah, satoe-satoenja pondok, atawa goeboeg, kendati tiada berleng-ket di tanah, satoe-satoenja tempat jang di temtoeken di tempatti orang, kendati tiads. betoel-betoel di tempatti orang.
Jang di samaken dengan roemah jang di tempatti orang, ja-itoe: semoewa jang djadi toeroetannja, seperti tempat jang terboeka, bangsal atawa berok, loemboeng. goedang, waroeng, kandang, stal, gedong-gedong jang ada di dalemnja, kendati di pake boewat apa sekali, dan lagi kentjian berdiri di dalem satoe daërah besar dan ada koentji sendiri.
FATSAL 307.
Adapoen jang teritoeng seperti soewatoe tempat tertoetoep, ja-itoe; satoe-satoenja tanah lapang, jang di koeliiingi soengi ketjii, atawa djalanan ajer, tiang-tiang jang oedjoengnja ta-djem, sampadan papan-papan, pager idoep atawa pager betoel, atawa tembok, kendati barang apa sekaii jang di boewat, dan kendati brapa tingginja, atawa dalemnja, atawa toewanja, atawa roesaknja kantjingan-kantjingan itoepon sekali, dan kendati tiada ada pintoenja sekali, jang boleh di toetoep dengan koentji, atawa dengan lain roepa, atawa kendati pintoe itoe tiada pake papan jang rapat, dan kendati biasanja ter-boeka sadja.
FATSAL 308.
Adapoen kandang-kandang jang telepasan dan tempat-tempat jang di koeliiingi sampadan boewat toetoep atawa koempoelken sapi, kerbo atawa kambing di sawah desa, kendati apa sekali jang di bikin, itoe djoega teritoeng seperti tempat tertoetoep; dan djikaloe itoe berlengket dengan pondok atawa goeboeg jang telepassan (jang tiada tetap), atawa dengan lain-lain tempat semboeniannja orang-orang jang djaga, maka itoe teritoeng seperti djadi toeroetannja roemah jang di tempatti orang.
228
FATSAL 309.
Jang di namaken bikin pitjah (I) ja-itoe: kaloe poeles (pijoh), pitjahken, roesakken, meniadaken dan laloeken (mengangkat) tembok, pajon, pian (para-para boewang), pintoe, djendella. selot dan selot gantong, dan lain-lain pekakas jang di bikin toetoep djalan, dan lain-lain koentjian, kendati jang mana djoega.
FATSAL 310.
Adapoen bikin pitjah itoe ada pitjahan loewar atawa pitjahan dalem,
FATSAL 311.
Jang di namaken pitjahan loewar, ja-itoe; jang di bikin masoek dengan kakerassan di dalem roemah, di tempat jang terboeka, di berok atawa bangsal, di tempat jang tertoetoep, atawa apa jang djadi toeroetannja, atawa di bagian-bagiannia roemah, atawa pondokan.
FATSAL 312.
Jang di namaken pitjahan dalem, ia-itoe.: djikaloe bikin pitjah pintoe di dalem, atawa kantjingan di dalem, atawa le-raari, atawa lain-lain pekakas roemah jang tertoetoep, sesoe-dahnja orang soedah masoek di tempat-tempat jang terseboet di dalem fatsal 311.
Jang teritoeng pitjahan dalem djikaloe orang bawa pigi pe-ti, kotak, boengkoesan jang teriket dengan kain, atawa dengan tali, dan lain-lain pekakas roemah, jang terisi barang, kendati tiada di bikin pitjah di tempatnja ^mentjoeri) sendiri.
(!) Bikin pitjah = tetasan roemah = braak, inbraak Pentjoerijan dengan tetasan roemah = diefstal met braak.
229
FATSAL 313,
Jang di namaken naik masoek, ja-itoe: segala roepa toewat masoek di dalem roemah, gedong, di tempat jang terboeka. di bangsal, atawa berok dan lain-lainnja jang mana djoega, di kebon dan di tempat jang tertoetoep dari atas tembok, pin-toe, papan, emper, atawa lain-lain toetoepan.
Adapoen masoek pada lobang di dalem tanah, jang memang boekan tempat masoekannja orang, itoe di samaken dengan naik masoek.
FATSAL 314.
Jang di namaken koentji palsoe, ja itoe segala penggait, bentellan, koentji tiroewan, koentji-koentji obahan, atawa koentji jang tiada di tamtoeken oleh jang ampoenja, atawa jang sewa, atawa jang pegang roemah makan, atawa jang inondok pada dia. aken pakenja selot, atawa selot gantong, atawa lain-lain koentjian jang di boeka oleh orang jang salah itoe dengan barang-barang, jang terseboet di atas itoe.
FATSAL 315.
Siapa jang tiroe, atawa bikin palsoe koentji di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari liga hoe/an sampe doewa iaoen, dan di den da dari doewahlas sampe ioedjneh poeloeh lima roepiah.
Djikaloe jang salah itoe pekerdjaannja djadi toekang bikin selot, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan rante dari lima sampe sepoeloeh iaoen.
Maka prentah-prentah ini tiada boleh meroesakken peratoe-ran perkara sakoetoe (medeplichtigheid) djikaloe ada sebabnja.
2 30
Jang di namaken perkara kebratan, ja-itoe : ie. djikaloe mentjoeri dengan gagah. atawa paksa, atawa dengan antjam-antjam orang maoe poekoel dengan sendjata;
2e. djikaloe mentjoeri waktoe malem di dalem roemah, jang di tempatti orang;
3e. djikaloe orang docwa. atawa lebeh jang mentjoeri di tempat-tempat. jang di tempatti orang. atawa jang memang di tamtoeken di tempatti orang;
4e. djikaloe orang-orang jang mentjoeri, atawa sa-lah satoe jang mentjoeri mcmbawa sendjata jang kaliha-tan, atawa jang tersemboeni. kendati tempat jang ketjoe-rian itoe tiada di tempatti orang, dan kendati satoe orang jang mentjoeri waktoe siang;
5e djikaloe mentjoeri di djalan besar;
6e. djikaloe mentjoeri dengan bikin pitjah roemah. atawa pagar roemah, atawa pintoe, atawa djendella. atawa pajon. atawa dengan naik masock, atawa dengan pake koentji palsoe di dalem roemah jang di tempatti orang, atawa di dalem toeroetannja roemah itoe.
7e. djikaloe mentjoeri dengan pake gelarnja satoe priaji oemoem. atawa gelarnja satoe opsier;
8e. djikaloe mentjoeri dengan pake pakajan kabesaran, atawa pangkatnja satoe priaji jang oemoem. atawa opsier;
gc. djikaloe mentjoeri dengan kata djoesta dia dapct prentah dari pamrcntahan mardika, atawa militair;
ioe. djikaloe toewan roemah makan. atawa toekang kareta, atawa toekang grobak. atawa djoeragan prahoe, atawa matroos-matroos mentjoeri barang-barang, atawa sebagiannja. jang di pertjajaken kapadanja;
lie. djikaloe mentjoeri koeda, kerbo, sapi, kambing dan lain-lain haiwan (vee) di tempat panggonan;
12e. djikaloe mentjoeri dengan mengangkat tanda wa-tesnja pekarangan satoe sama lain.
Kapan sekarang pentjoerijan di kataken pcntjocrijan dengan gagah, atazva paksa ?
231
Maka perasaannja fokaha (l) di dalem perkara ini berselisih (2). ,
Pengadilan jang terlebch bcsar di Negri Wolanda ber-nama Hooge Raad der Nederlanden mcmoetocsken dengan arrestnja tanggal 27 Mei 1851, 19 Mei 1858 dan 16 Januari 1866, aken bocwat mendjadiken kedjahatan mentjoeri dengan gagah atawa paksa, tiada perloe aken gagahnja dia boewat lebeh doeloe; maka kedjahatan itoc djadi djoega, djikaloe orang maling paksa pada jang kamalingan koe-tika itoc djoega dia mentjoeri sopaja dia boleh troes mentjoeri, atawa sopaja tiada dia kena di tangkep.
Bagitoe djoega ada banjak poetoesan dari Hof van Cassatie di negri Peransman.
Mendjadi djikaloe satoe orang maling mentjoeri tempat oewang dari dalem sakoe badjoenja lain orang, dan lan-tas poekoel dan meloekaken orang jang ketjoerijan itoe, sebab orang itoe maoe tjoba dapetken kombali oewang-nja di tjoeri, maka dia memang s;ilah kedjahatan mentjoeri dengan gagah, atawa paksa.
Bagitoe djoega arrestnja Pengadilan bcsar Hoog-Ge-rechtshof dari India-Nedcrland, tanggal 17 Januari 1S79 (I. W. 817).
Aken tetapi lain dari pada itoc Hoog-Gercchtshof mc-moctoeskcn dengen arrestnja tanggal 30 October 1883, aken orang maling, jang meloekaken orang jang kamalingan, sesocdahnja pentjoerijan tersadija, maka dia tiada salah mentjoeri dengan gagah, atawa paksa.
Bagitoe djoega arrestnja Hoog-Gerechtshof dari 10 October 1883, 7 November 1883 dan 12 December 1883.
Adapoen pada perasaan saja poetoesan ini jang tcrsc-boet di blakang memang ada salah dan memang poetoc-sannja Pengadilan besar Hoog-Gerechtshof dari India-
(!) Fokaha = orang jang djadi hakim dari ilmoe\'fikh = rechtsgeleerden.
(\'-) Berselisih = berbentoh = uiteenloopen, verschillen.
232
Nederland tinggal 17 Januari 1879, poetoesannja dari Hoogen Rand der Nederlanden jang terseboet di atas misti betoel.
Fatsal 312 dari bockoe hoekoeman jang baroe di Negri Wolanda djoega menjeboet: pentjoerijan di kataken pen-tjoerijan dengan gagah. djikaloe jang salah memboewat gagah itoe. sopaja dia boleh lari dengan gampang, dan boleh semboeni barang jang di tjoeri.
Aken tetapi djikaloe orang maling poekoel mati sama orang jang ampoenja barang dia mentjoeri, atawa djikaloe orang itoe mati dari sebab dia di bikin loeka pada orang maling itoe, maka dia misti di hoekoem mati, djikaloe poekoelan mati itoe baik aken memboewat kedjahatan pentjoerijan, atawa djadiken gampangnja, atawa sopaja kedjahatan pentjoerijan itoe djangan sampe katahoewan (fatsal 221 alinea 2).
Apa jang di namaken mentjoeri waktoe malent ?
Maka hoekoem siksa tiada berkata atawa menerangken apa jang di namaken malem.
Adapoen perasaannja orang banjak memang malem mc,e-lai dengan boenji mariam poekoel delapan malem, dan hahis waktoe boenji mariam poekoel lima pagi.
Aken tetapi malem tjoema mendjadi kebratan, djikaloe orang mentjoeri waktoe malem di dalem roemah jang di tempatti orang, atawa di dalem toeroetannja (pekarangan) roemah itoe.
iang di namaken roemah jang di tempatti orang, ja-itoe ; satoe-satoenja gedong, atawa roemah, atawa pondok, atawa teratak, atawa gocboeg. kendati tiada berlengket di tanamp;h, dan satoe-satoenja tempat jang di tamtoeken di tempatti orang, kendati jang sebetoelnja tiada di tempatti orang.
Ragitoe tempat jang di samaken dengan roemah jang di tempatti orang, ja-itoe: semoewa jang djadi toeroetannja, seperti tempat-tempat jang terboeka, bangsal atawa berok, loemboeng, goedang, waroeng, kandang, stal, dan gedong-gedong, kendati di pake boewat apa sekali, soekat
233
dia di pagari koeliling dengan roemah jang di ternpatti orang (I. W. 585).
Bagitoe Pcngadilan besar Hoog-Gerechtshof memoetoes-ken, aken satoe bijgcbomv tiada boleh di samaken dengan roemah jang di tempatti orang, kendati bijgebouw itoe bersama-sarna dengan roemah jang di tempatti orang di pagari koeliling di dalem pagar itoe djoega (I. W. 483).
Bagitoe djoega satoe loemboeng tiada boleh di samaken dengan roemah jang di tempatti orang djikaloe loemboeng itoe ada di loewar pagarnja roemah jang di tempatti orang itoe (I. W. 564).
Bagitoe prahoe atawa kapal misti teritoeng tempat-tempat jang di temtoeken di tempatti orang, djikaloe matroos-ma-troos biasa tidoer dan doedoek di dalem prahoe. atawa kapal itoe.
Aken tetapi gardoe tiada teritoeng tempat jang di tempatti orang, sebab gardoe memang tiada di tamtoeken di tempatti orang.
Bagitoe djoega Pengadilan besar Hoog-Gerechtshof me-moetoesken dengan arrestnja tanggal 14 December 1877, aken di dalem perkataan tempat-tempat jang di tempatti orang, atawa jang memang di tamtoeken di tempatti orang, jang terseboet di dalem fatsal 302 no. 1, misti teritoeng djoega segala toeroetannja roemah jang di tempatti orang (I. W. 762; Tijdschr. XXII 3).
Lain dari pada itoe hoekoem siksa menghoekoemken lebeh brat pentjoerijan jang di boewat dengan pitjah, atawa dengan naik masoek, atawa dengan pake koentji palsoe di tempat, jang tiada teritoeng seperti roemah jang di tempatti orang, atawa jang tiada di samaken dengan itoe. dan pentjoerijan jang di boewat di tempat jang tertoetoep, ia-itoe: tanah lapang jang di koelilingi parit, selokan, soengi ketjil, tiang-tiang jang oedjoengnja tadjem, sampandan, papan-papan, pagar idoep, atawa pagar bamboe, tembok, kendati barang apa sekali jang di boewat, dan kendati brapa tingginja, atawa dalemnja, atawa toewanja, atawa roesaknja pengoenti
234
itoepoen sekali, kendati tiada pintoenja sekali, jang boleh di toctoep dengan koentji, atavva dengan lain roepa, atawa kendati pintoe itoe tiada pake papan jang rapat, dan kendati biasanja terboeka sadja.
Maka kandang-kandang, jang tiada tetap (telepassan) dan tempat-tempat jang di koelilingi sanipadan (staketsel), boewat toetoep atawa koempoelken sapi, kerbo, atavva kambing di sawah desa, kendati apa sekali di bikin, itoe djoega teritoeng seperti tempat tertoetocp; dan djikaloe bcrleng-ket dengan pondok atawa goeboek jang terlepas, atawa dengan lain-lain tempat semboeniannja orang djaga, maka itoe teritoeng seperti djadi toeroetannja roemah jang di tempatti orang.
Bagitoe djoega kcdjahatan pentjoerijan di hoekoem lebeh brat, djikaloe orang doewa atawa lebeh jang mentjoeri.
Mendjadi. djikaloe dari doewa orang. jang satoe mentjoeri dan jang lain djaga sadja di loewar roemah, atawa di loewar pagarnja\'pckarangan, memang doewa-doewa orang itoemisti di salahken kcdjahatan „pentjoerijan pada doewa orai;g\'\\ Djikaloe orang maling satoe atawa lebeh membawa sendjata jang kalihatan, atawa jang tersemboeni, itoe mendjadi kebratan djoega. Aken tetapi sringkali hakim di tanah India-Nederland menentoeken aken tiada ada kebratan, djikaloe orang maling, koetika dia mentjoeri, membawa dia poenja kris, atawa arit; sebab orang Dja-wa memang biasa pake selamanja kris atawa arit (Arr. H. G v. N. 1. 12 December 1883).
Aken tetapi pada perasaan saja, poetoesan itoe mcla-wan dengan hoekoem.
Djikaloe orang mentjoeri di djilan bcsar, itoe mendjadi djoega kebratannja orang maling; dan hoekoem siksa menjeboet doewa roepa pentjoerijan itoe:
ie. djikaloe mentjoeri di djalan besar dengan paksa, atawa dengen antjam-antjam (fatsal 300 No. 3).
2c. djikaloe mentjoeri di djalan besar tiada dengan paksa, atawa antjam-antjam (fatsal 305 No. 1).
235
Adapoen djalan-djalan di dalem kota, dan di dalem desa atawa kampong, dan lagi pasar-pasar tiada teritoeng sepcrti djalan bcsar scbab selamanja di sitoc ada orang banjak dan lagi politic (I. W. 348. S11).
Bagitoe djoega Pcngadilan bcsar Hoog Gerechtshof memoetoesken dengan arrestnja tanggal 13 Augustus 1884, aken djalan kareta api, atawa soengei-soengci tiada boleh teritoeng sepcrti djalan besar.
Bagitoe djoega. djikaloe orang mentjoeri di dalem roemah jang di tempatti orang, atawa jang memang di temtoeken di tempatti orang, atawa di dalem toeroe-tannja (pekarangannja) salah satoe dari itoe dengan pi-tjahken barang loewaran, atawa barang daleman, atawa dengan naik-masoek, atawa dengan pake koentji palsoe (fatsal 299, 300 dan 301), memang ini tiga perkara jang terscboet di blakang mendjadi djoega kebratannja pentjoerijan.
Jang di kataken bikin pitjah, ia-itoe: djikaloe pijoh (poeles), pitjahken, meroesakken. meniadaken dan la-loekcn (mengangkat) tembok, pajon. para-para boewang, jiintoe, djendclla, selot dan selot-gantong, dan lain-lain pekakas, jang di bikin toetoep tcroesan (fatsal 309).
Bagitoe perloe aken orang maling pitjahken betoel pengoentjinja roemah, sebab djikaloe tiada ada tanda pengoentji itoe di paksa, tetapi orang maling memboeka sadja pintoenja roemah, atawa pagarnja pekarangan, atawa lawang dengan tangan sadja, atawa dengan angkat sadja palang pintoe, tetapi tiada dengan paksa, dia memang tiada salah mentjoeri dengan pitjah barang (Tijdschr. XXXVI 283.)
Maka jang di namaken naik masoek ia-itoe soedah terseboet di dalem fatsal 313 alinea 1.
Adapoen djikaloe orang maling menggali lobang di bawah alas (!) atawa pagar roemah, itoe di samaken
(!) Alas roemah = fondament van een huis.
236
dcngan naik masoek, djikaloc lobang tjoekoep orang masoek di dalem roemah ; dan doewa-doewa perkara itoe mendjadi kebratan djoega.
Adapoen orang maling jang masoek di dalem roemah pada lobang jang soedah ada di dalem tembok, atawa di dalem gcdek (pagar) roemah tiada boleh disalahken mentjoeri dengan naik masoek \\ aken tetapi djikaloe itoe lobang jang soedah ada di dalem tembok, atawa pagar roemah bclom sampe besar, mendjadi orang ma-ling tiada boleh masoek di dalem roemah pada lobang itoe, dan misti bikin lebeh besar lobang itoe lebeh doe-loe, maka di dalem perkara itoe dia memang salah mentjoeri dengan naik masoek.
Djikaloe orang maling pake kocntji palsoe, ja-itoe jang terseboet di dalem fatsal 314 ini. itoe memang mendja-diken kebratan djoega.
Bagitoe segala pekakas-pekakas, jang boleh terpake boewat boeka selot-selot, teritoeng koentji palsoe.
Maka jang mendjadi kebratan djoega, djikaloe orang maling pake gelarnja (titel) satoe priaji jang oemoem, atawa gelarnja satoe opsier; atawa djikaloe orang maling pake pakajan jang kabesaran (kostuum), atawa pakajan pangkatnja (uniform) satoe priaji jang oemoem, atawa opsier itoe; atawa djikaloe orang maling kata djoesta, dia dapet prentah dari pamrentahan mardika, atawa militair.
Adapoen pentjoerijan jang roepa bagini terlaloe djarang di tanah India-Nederland.
Maka djikaloe toewan roemah makan, atawa toekang grobak, atawa djoeragan prahoe, atawa matroos-matroos mentjoeri barang-barang, atawa sebagiannja, jang di per-tjajaken kapadanja, memang orang itoe misti di hoekoem lebeh kras djoega, sebab dia soedah langgar sama sekali pertjaja jang di harep padanja (fatsal 302 no. 3)
EJagitoe djoega djikaloe jang mentjoeri mendjadi boe-
237
djang jang bekerdja di dalem (huisbediende), atawa orang makan gadji (loonbediende) (fatsal 305 no. 3).
Aken tetapi djikaloe harganja barang jang di tjoeri itoe tiada lebch dari doewa poeloeh lima roepiah, dan djikaloe jang mentjoeri itoe doeloe belom taoe di hce-koem sebab mentjoeri. atawa sebab bikin bodo, atawa langgai- pertjaja, atawa sebab jang terseboet di dalem fatsal 350, maka perkara ini mendjadi perkara politie, dan di hoekoem dengan hoekocman politie.
Djikaloe boedjang itoe mentjoeri barangnja orang, jang boekan toewannja, tetapi orang itoe ada di dalem roe-mahnja toewannja, atawa ada di dalem roemah, jang dia toeroet toewannja, dia memang salah dan di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 305 no. 3.
Djikaloe satoe toewan pertjaja pada kawannja oewang boewat bajar oetangnja toewan itoe, atawa boewat toekar, atawa boewat lain perkara, itoe kawan tiada boleh di bilang mentjoeri di dalem pekerdjaan, djikaloe dia bikin ilang dan pake boewat kaoentoengannja sendiri oewang itoe, tetapi dia misti di salahken kedjahatan langgar pertjaja (atr. Hoo-ge Raad der Nederlanden 31 Maart 1869); sebab boewat mendjadiken kedjahatan mentjoeri barang misti di sam-bar (rampas); aken tetapi di dalam perkara jang terseboet di atas oewang itoe soedah ada di tangannja itoe boedjang, sebab di pertjajaken kapadanja oleh toewannja.
Bagitoe satoe kawan jang mentjoeri barang-barang, jang ada di roemah pegadejan (Tijdschr. I. 446; atawa mandor jang mentjoeri barang jang dia misti melihat (Tijdschr. II. 407); atawa satoe peladjar djoeroemoedi, jang mentjoeri barang moewatannja kapal (I. W. 502) memang salah mentjoeri di dalem pekerdjaan.
Djikaloe satoe kawan mentjoeri barangnja toewannja dengan menatas roemah [braak], maka dia misti di salahken kedjahatan pentjoerijav dengan pitjak-barang di dalem satoe roemah jang di tempatti orang.
238
FATSAL 315.
Toekang grobak, atawa toekang kareta, pawang, atawa djoe-ragan prahoe, atawa kawannja, atawa koelinja. jang bikin lan-tjoeng (!) anggoer atawa lain-lain minoeman, atawa barang dagangan jang di soeroeh membawa padanja, dan djikaloe di bikin lantjoeng (\') dengan tjampoer itoe dengan barang jang djadiken penjakit, maka dia orang di hoekoem dengan hoekoeman, jang terseboet di dalem fatsal 302.
Djikaloe barang, jang di bikin tjarapoeran itoe tiada djadiken penjakit. maka hoekoemannja kerdja paksa tiada dengan ranie dari satoc boclan sampe satoe iaoen, dan di denda dari delapan sampc lima pocloch roepiah.
Adapoen memang tiada baik aken jang mengadaken hoekoem oendang-oendang samaken perkara tjampoer minoeman dan barang dagangan dengan lain barang, jang djadiken atawa jang tiada djadiken penjakit dengan kedjahatan pentjoerijan, sebab kedjahatan jang terseboet di atas memang teritoeng kedjahatan membinasakan. atawa meroesakken barang dagangan (fatsal 366). dan mendjadi perboewatan, jang patoet di hoekoem sendiri (seperti di dalem fatsal 174 dari boekoe hoekoeman jang baroe dari Negri Wolanda.
FATSAL 316.
Siapa jang dengan paksa, dengan gagah, atawa dengan koewasa jang terlebeh besar (overmacht-), meminta dengan kras, sopaja orang taroh tanda tangan. atawa soeroeh kasieh satoe soerat, atawa satoe soerat akte atawa satoe soerat titel, atawa lain soerat, jang terseboet perdjandjian, atawa atoeran, atawa soerat kalepasan, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan ranie dari lima sampe limablas (aoen.
(i) Bikin lantjoeng = vervalschen.
239
Adapoen kedjahatan me mint a dcngan kras (afpersing) memang djoega tiada bolch tcritoeng dan tersamaker. de-ngan pentjoerijan.
Bagitoe lainnja kedjahatan pentjoerijan dcngan gagah atawa dcngan paksa dcngan kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal 316 ini; schab aken mcndjadiken kedjahatan pentjoerijan dcngan paksa memang perloe aken soewatoe perkara di ambil dcngan paksa; semantara di dalem kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal 316 ini, barang-barang tiada di ambil dcngan paksa, tetapi orang dcngan paksa, atawa dcngan koewasa jang terlcbeh besar di soeroch taroeh tanda tangan, atawa di soeroch kasich apa-apa.
FATSAL 317.
Perkara pentjoerijan, jang tiada di seboetken sendiri-sendiri, di dalem bagian ini, dan perkara bangsatan, dan potong kan-tongnja orang, itoe di hoekoem kerdja paksa iiada dengajirautc dari iiga boelan sampe lima taocn, dan di djabaci hak dan koe-wasanja jang terseboet di dalem fatsal 22.
Djikaloe harganja barang jang di tjoeri tiada lebeh dari doewa poeloeh lima roepiah, dan djikaloe jang salah itoe doeloe belom taoe di hoekoem sebab mentjoeri, atawa lain-lain perkara jang terseboet di dalem §§ 1 dan 2 dari Bagian jang katiga dari Bab ini, dan dalem fatsal 350, maka dia di hoekoem kerdja peker-djaan negri dengan dapet rnakan, tetapi tiada dengan bajaran dari delapan hari sampe iiga boelan.
Siapa jang tjoba bikin kedjahatan ini, dan pelanggaran ini misti di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem alinea jang di atas itoe.
Bagitoe segala perkara pentjoerijan jang tiada terseboet di dalem fatsal-fatsal 299, 300, 301, 302, 304 dan 305 termasoek di dalem fatsal 317 ini; dan djikaloe harganja barang jang di tjoeri itoe tiada lebeh dari doewa poeloeh
238
FATSAL 315.
Toekang grobak, atawa toekang kareta, pawang, atawa djoe-ragan prahoe, atawa kawannja, atawa koelinja. jang bikin lan-tjoeng (1) anggoer atawa lain lain minoeman, atawa barang dagangan jang di soeroeh membawa padanja, dan djikaloe di bikin lantjoeng (\') dengan tjampoer itoe dengan barang jang djadiken penjakit, maka dia orang di hoekoem dengan hoekoeman, jang terseboet di dalem fatsal 302.
Djikaloe barang, jang di bikin tjampoeran itoe tiada djadiken penjakit. maka hoekoemannja kerdja paksa tiada dengan ran/c dari satoc boclan sampe saioe taoeii, dan di den da dari dclapan sampc lima pocloch roepiah.
Adapoen memang tiada baik aken jang mengadaken hoekoem oendang-oendang samaken perkara tjampoer minoeman dan barang dagangan dengan lain barang, jang djadiken atawa jang tiada djadiken penjakit dengan kedjahatan pentjoerijan, sebab kedjahatan jang terseboet di atas memang teritoeng kedjahatan membinasakan. atawa meroesakken barang dagangan (fatsal 366). dan mendjadi perboewatan, jang patoet di hoekoem sendiri (sepcrti di dalem fatsal 174 dari boekoe hoekoeman jang baroe dari Negri Wolanda.
FATSAL 316.
Siapa jang dengan paksa, dengan gagah, atawa dengan koewasa jang terlebeh besar (overmacht 1, meminta dengan kras, sopaja orang taroh tanda tangan. atawa soeroeh kasieh satoe soebat, atawa satoe soerat akte atawa satoe soerat titel, atawa lain soerat, jang terseboet perdjandjian, atawa atoeran, atawa soerat kalepasan, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan rat tie dari lima sampe limablas taoen.
(1) Bikin lantjoeng = vervalschen.
239
Adapoen kedjahatan me mint a dcngan kras (afpersing) memang djoega tiada bolch tcritoeng dan tersamaken de-ngan pcntjocrijan.
Bagitoe lainnja kedjahatan pentjoerijan dengan gagah atawa dcngan paksa dengan kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal 316 ini; sebab aken mendjadiken kedjahatan pentjoerijan dengan paksa memang perloe aken soewatoe perkara di amhil dengan paksa; semantara di dalem kedjahatan jang terseboet di dalem fatsal 316 ini, barang-barang tiada di ambil dengan paksa, tetapi orang dengan paksa, atawa dengan koewasa jang terlebeh besar di soeroeh taroeh tanda tangan, atawa di soeroeh kasieh apa-apa.
FATSAL 317.
Perkara pentjoerijan, jang tiada di seboetken sendiri-sendiri, di dalem bagian ini, dan perkara bangsatan, dan potong kan-tongnja orang, itoe di hoekoem kcrdja paksa tiada dengan ranie darl tiga boclan samfic lima taocn, dan di djahoei hak dan koe-wasanja jang terseboci di dalem fatsal 22.
Djikaloe harganja barang jang di tjoeri tiada lebeh dari pocloeh lima roepiah, dan djikaloe jang salah itoe doeloe belom taoe di hoekoem sebab mentjoeri, atawa lain-lain perkara jang terseboet di dalem §§ 1 dan 2 dari Bagian jang katiga dari Bab ini, dan dalem fatsal 350, maka dia di hoekoem kcrdja peker-djadn negri dengan dapel rnakan, teiapi tiada dengan bajaran dari dclapan hari sampe tiga boclan.
Siapa jang tjoba bikin kedjahatan ini, dan pelanggaran ini misti di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem alinea jang di atas itoe.
Bagitoe segala perkara pentjoerijan jang tiada terseboet di dalem fatsal-fatsai 299, 300, 301, 302, 304 dan 305 termasoek di dalem fatsal 317 ini; dan djikaloe harganja barang jang di tjoeri itoe tiada lebeh dari doewa pocloeh
240
lima roepiah, dan tiada di seboetken di dalem fatsal 299, 300, 301, 302, 304 dan 305 alinea i,di hoekoem kerdja pekerdjaan negri deugan dapet in a kan, tetapi tiada dengan b ajar an. dan mendjadi pelanggara n.
BAGIAN JANG KA DOEWA.
Kedjahatan jang terboewat tempo djatoehnja, atawa bangkroetnja orang berda-gang, dan orang jang tiada berdagang dan tempo brentiken bajaran.
FATSAL 318.
Maka soedagar (orang berdagang) di hoekoem seperti salah djatoh (bangkroet sadja), djikaloe dia soedah djatoeh (failliet) trang dengan poetoesannja pengadilan, dan djikaloe dia ada perkara salah satoe atawa lebeh, jang terseboet di bawah ini: ie. djikaloe blandjanja sendiri, atawa blandjanja roemah tang-ganja teritoeng lebeh dari mistinja (pernbores), djikaloe di timbang dengan pekerdjaannja, dan bangsanja, dan adatnja, dan hartanja dan belandjanja;
2e. djikaloe dia kena karoegian itoe, sebab antero, atawa kabanjakannja dari main atawa petarohan, atawa lain per-boewatan, jang berbehaja dan jang kaoentoengannja tiada boleh di sangka lebeh doeloe;
3e. djikaloe dia pindjem oewang banjak, atawa bikin perdjan-djian pernijagaan besar, koetika kaoentoengannja barang-barangnja di bawah lima poeloeh percent dari djoemlah oetangnja;
4e. djikaloe dia mendjoewal di bawah harga pasar, atawa di bawah harga jang di katahoewi orang banjak barang-barang, jang dia soedah bli dengan tempo di dalem anem
241
boelan, sebelomnja dia djatoh {failliet) dan jang beloni di bajar harganja;
5e. diikaloe dia kaloewarken, atawa trima (accepteert1), atavva menjempok (endosseert), atawa taroh tanda tangannja sen diri di soerat wissel, soerat order, atawa lain-lain soerat jang boleh di djalanken, jang djoemiahnja lebeh besar da-ri doewakali djoemlah kaoentoengannja barang-barangnja;
6e. siapa jang djadi makelaar, atavva toekang djoewal-bli atas lain orang jang soedah bersoempah, djikaloe dia salah langgar alinea jang kadoewa dari fatsal 65 dari Boekoe hoekoem dagangan.
FATSAL 319.
Hoekoemannja bangkroet sadja, ja-itoe kerdja paksa tiada dengan ranle dari sa/oe boelan sampe lima taoen.
FATSAL 320.
Maka soedagar di hoekoem seperti salah bangkroet dengan tipoe, djikaloe dia soedah djatoh (failliet! trang dengan poe-toesannja pengadilan, dan djikaloe dia ada perkara salah satoe, atawa lebeh jang terseboet di bawah ini;
ie. djikaloe dia raereka (l) belandja atawa karoegian di dalem boekoe-boekoenja, atawa di dalem kaadaannja oewang jang niasoek dan kaloewar, atawa dengan lain roepa: 2e. djikaloe dia mengambil tjoeri-tjoeri atawa mengoerangken pada dia ampoenja penagih oetang oewang atavva oewang kertas, atawa pijoetang, atavva barang dagangan; atawa lain-lain barang jang terbawa (2);
3e. djikaloe dia memboevvat pendjoewalan jang djoesta dari barang jang terbawa. dan jang tiada terbawa (^). atawa djikaloe seboetken dengan djoesta dia membri pindjem oewang. atawa kasieh apa-apa pada orang ;
4e. djikaloe dia mereka (1) oetang dengan bikin soerat-soerat jang djoesta aken goenanja lain orang. atawa bikin soerat
16 \'
1
1) Mereka = seboetken dengan djoesta — Verdichten, verzinnen.
242
jang sah, atawa soerat di bawah tangan terseboet dia ada oetang pada lain orang, tetapi tiada ada sebabnja, atawa tiada trima oewang dengan niatnja aken tipoe;
5e. djikaloe dia membli barang jang terbawa, atawa jang tiada terbawa boewat dirinja sendiri, atawa boewat anak bininja, tetapi dia pake lain nama;
6e. djikaloe dia kasieh soerat-wissel, soerat-order, atawa lain-lain soerat jang boleh di djalanken; tetapi memang dia tiada ada oewang kapada orang jang di soeroeh bajar soerat soerat itoe. atawa memang dia tiada sampe di pertjaja oleh orang itoe;
7e. djikaloe dia djoewal atawa gadéken, atawa serahken pada lain orang barang-barang jang ada di bawah dia ampoenja pemegangan. atawa jang ada di tangannja. tetapi lain orang jang ampoenja, dengan dia tiada ada koewasa boewat djoewal, atawa gadéken. atawa serahken pada lain orang, dan djikaloe oewang dapetnja djoewal, atawa gadé itoe dia pake sendiri, atawa tiada boleh membri ketrangannja:
8e. djikaloe dia pake sendiri, atawa ambil kaoentoengannja,. atawa tiada boleh membri katrangannja oewang, atawa barang jang berharga, jang di pertjajaken kapadanja;
9e. djikaloe dia tiada pegang boekoe, atawa dia pegang boekoe jang tiada di atoer dengan betoel, atawa djikaloe meroesak-ken, atawa bikin palsoe boekoe-boekoenja, sopaja orang djangan taoe betoel kaadaannja barang-barangnja itoe, aken tipoe orang jang menghoetangi (crediteur); atawa djoega djikaloe dia bikin ilang boekoenja semoewa, atawa sebagian, atawa menjemboeniken atawa meniadakan boekoe-boekoe itoe dengan keniatan djahat.
FATS AL 321.
Perkara bangkroet dengan tipoe di hoekoem kerdja paksa dengan rauie dan lima sampe sepoeloeh iaoen.
Djikaloe orang di hoekoem dari perkara itoe, maka poetoesan nja di kabarken dengan taroh poengoetannja satoe di dalem soerat chabar Officieel (Javasche Courant), dan lagi di djalanken bagimana jang terseboet di dalem fatsal 24.
243
FATSAL 322.
Siapa jang dengan sengadja toeloeng orang jang bangkroet mengambil tjoeri-tjoeri barang jang terbawa, atawa barang jang tiada terbawa, atawa laloekcn dari barang-barangnja jang lain, baik semoewa atawa sebagian, atawa toeloeng djoewal, atawa kasieli pind^em oewang, atawa kasieh apa apa dengan djoesta, sopaja bikin roeginja orang jang menghoetangi (schuldeischer); dan lagi siapa jang sengadja trima pioetang jang djoesta atas orang jang djatoh (failliet), maka dia itoe di salahken sakoeioe hangkroe/ dengan iipoe, dan di hoekoem sania djoega seperti orang jang bangkroet sendiri; dan selainnja itoe di djalanken djoega peratoeran jang oemoeni dari perkara sakoeioe.
Djikaloe orang berdagang djatoh (failliet), mendjadi dji-kaloe dia tiada boleh bajar dia ampoenja hoetang, atawa tiada boleh menoeroet kawadjibannja dengan dia ampoenja crediteur (orang jang menghoetangi), dia tiada boleh kena hoekoeman, djikaloe tiada ada sama-sama perkara di dalem fatsal 318 dan 320, dan jang boleh bikin karoegiannja penagih hoetang (schuldeischer), sebab dari pada orang berdagang itoe ampoenja tipoe atawa kelalajan.
Fatsal 318 ini membitjaraken dari perkara bangkroet sadja (eenvoudige bankbreuk ) jang tiada di boewat dengan tipoe, atawa dengan keniatan djahat; aken tetapi di boewat sadja dengan kelalajan (nalatigheid), atawa dengan koerang inget, atawa dengan koerang djaga.
Hagitoe katahoewan di mana-mana, aken di tanah In-dia-Nederland orang berdagang, dan jang hoebaja-hoeba-ja (!) orang berdagang tjina sring-sring membli barang dagangan dengan tempo (op tijd koopen), dan lantas men-djoewal lagi barang-barang itoe dengan kontant (dengan
(!) Hoebaja-hoebaja = Vooral in de eerste plaats.
244
toenai) di boewat harganja barang itoe, aken mendapet oewang kontant boewat membajar dia ampoenja penagih hoetang (schuldeischer. crediteur), jang terlaloe tjerewet ; atawa boewat mendapet oewang sedikit, sebelomnja dia djatoh (failliet).
Fatsal 320 membitjaraken dari perkara bangkroet dcngan tipoe, dan menghoekoemken lebeh kras pada orang ber-dagang jang djatoh (failliet), dan jang membikin perboe-watan dengan keniatan aken meroegiken dia ampoenja penagih hoetang.
Adapoen siapa jang dengan sengadja toeloeng orang berdagang jang bangkroet, aken mengambil tjoeri-tjoeri ba-rang jang terbawa, atawa barang jang tiada terbawa, atawa bikin ilang barang-barangnja orang berdagang jang bangkroet itoe, maka dia misti di salahken, „sakoetoe bangkroet dengan tipoequot;, dan misti di hoekoem sama djoega seperti orang jang bangkroet sendiri.
Bagitoe tjoekoep (sampe), djikaloe sa-orang, tetapi lain dari pada orang jang bangkroet itoe, soedah membikin ilang barang-barangnja orang soedagar jang bangkroet, dan djikaloe dia bertaoe perboewatannja memang aken roeginja penagih hoetang (crediteur).
FATSAL 323.
Siapa jang boekan orang berdagang, djikaloe bangkroet trang dengan poetoesannja pengadilan, dan ada perkara salah satoe atawa lebeh jang terseboet di dalem no. 2. 3, 4, 5, 7 dan 8 dari fatsal 320, maka dia di hoekoem kerdjapaksa tiada dengan rante dari satoe sampe lima iaoen.
Prentahnja fatsal 322 di djalanken di dalem perkara ini.
245
Bagitoe orang jang boekan orang berdagang dan jang bangkroet (in staat van kennelijk onvermogen) trang dengan poetoesannja pengadilan. boleh di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante, djikaloe dia mengambil tjoeri-tjoeri (bikin glap, verduistert) oewang, atawa oewang kertas, atawa soerat jang berharga; atawa djikaloe di boewat pendjoewalan jang djoesta; atawa djikaloe dia mereka (seboetken dengen djoesta) (1) oetang; atawa djikaloe dia membli barang jang terbawa (2) atawa barang jang tiada terbawa (3) boewat dirinja sendiri; atawa boewat anak bininja dengan pake lain nama, atawa djikaloe dia mendjoewal. atawa gadeken, atawa serahken pada lain orang barang-barang jang ada di bawah dia ampoenja pemegangan, atawa jang ada di tangannja, tetapi lain orang jang ampoenja ; atawa djikaloe dia pake sendiai, atawa ambil kaoentoengannja, atawa tiada boleh membri katrangannja oewang, atawa barang jang berharga, jang di pertjajaken kapadanja.
FATS AL 324.
Maka orang berdagang jang soedah djatoh (failliet) trang dengan poetoesannja pengadilan, dan ada perkara salah satoe atawa lebeh, jang terseboet di bawah ini, di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari satoe sampe anem boelan, ja-itoe ; ie. djikaloe dia tiada membri katrangan di kantor Griffie, bagi-mana di prentahken di dalem fatsal 750 dari Boekoe hoekoeman dagang;
2e. djikaloe dia tiada menoeroet, apa jang di prentahken di dalem alinea jang ka-ampat dari fatsal 750 itoe, koetika dia membri katrangan adapon akan kongsi, jang dia dja-lanken perkaranja;
3e. djikaloe dia tiada pegang boekoe, atawa djikaloe dia pe-
1
(!) Mereka = seboetken dengan djoesta = Verdichten, verzinnen.
2
(2t Barang jang terbawa = Roerende goederen.
3
Barang jang tiada terbawa = Onroerende goederen.
246
gang boekoe, jang tiada di atoer dengan betoel mendja di orang tlada bo|eh kenal dengan betoel kaadaannja be-rang barangnja, tetapi tiada ada katrangan, dia ampoenja keniatan djahat.
Adapoen dari prcntahnja fatsal 750 dari boekoe hoe-kocman dagang, satoe soedagar jang tiada boleh mcmba-jar lagi hoetangnja dan membajar perdjandjiannja, misti kasieh katrangan dari perkara itoe di kantor Griffie dari Rad pan Djoestitie di dalem tiga hari, sasoedahnja dia moelai berhenti membajar perdjandjiannja.
Mendjadi soedagar itoe misti minta sendiri aken djadi failliet.
Bagitoe djoega, djikaloe satoe kongsi pernijagaan, jang ada nama (vennootschap onder eene firma) djatoh pren-tah jang terseboet di atas misti di djalanken djoega; dan lagi alinea jang ka-ampat dari fatsal 750 itoe prentah akan namanja dan tempat doedoeknja segala orang sa-modal (i) dari kongsi itoe misti di seboetken djoega.
Aken tetapi boekoe hoekoeman tiada membitjaraken sekah dan kongsi pernijagaan jang tiada ada nama (naamiooze vennootschap).
Bagitoe djoega soedagar jang tiada pegang sekali boe-koe-bpekoe, atawa jang pegang boekoe jang tiada di atoer dengan betoel, boleh di hoekoem djoega. Tetapi hoekoem siksa tiada maoe paksa sekali pada fiskaal, atawa pada hakim, aken hoekoem soedagar itoe, dan hoekoem siksa meiepas ken fiskaal dan hakim, aken melakoc-kan perkara ini, bagimana soekanja sendiri; dan sebab itoe djoega tiada pake di dalem fatsal 324 ini perkataan misti. tetapi membilang, aken soedagar itoe boleh di hoekoem.
247
FATSAL 325.
Soedagar jang soedah djatoh (failliet) trang dengan poetoe-sannja pengadilan, dan lagi orang jang boekan orang berda gang jang bangkroet (in staat van kennelijk onvermogen verkeert) trang dengan poetoesannja pengadilan, .djikaloe di dalem perkara jang dia misti mengadep sendiri di hadepan hakim, sopaja kasieh katrangan, bagimana prentahnja hoekoert; oendang-oendang, dan djikaloe dia soedah di panggil dengan betoel dan tiada dateng sendiri di hadepannja hakim, sopaja kasieh katrangan. dengan tiada ada aralnja jang sah (\'), atawa djikaloe mengadep dia sengadja tiada kasieh katrangan itoe, maka dia di hoekoem kerdja pakerdjaan negri dengan dapei makan, ielapi tiada dengan bajaran dari ampatblas hart sampe liga boelan.
Adapocn prentah ini tiada patoct di masoek dan di se-boet di dalem hoekoem siksa, sebab pcrkaranja orang soedagar, jang soedah djatoh dan tiada maoe mengadep di hadepan hakim, atawa djikaloe soedah mengadep tiada maoe kasieh katrangan bagimana prentahnja hoekoem oendang-oendang, sama djoega seperti perkara saksi-saksi, jang tiada mengadep di hadepan priaji pengadilan (hakim), memang misti termasoek di dalem peratoeran dari kaadilan civiel (burgerlijke rechtsvordering), atawa dari minta hoekoeman dalem perkara crimineel (strafvordering).
FATSAL 326.
Siapa jang soedah minta tempo boewat bajar, djikaloe kirim soerat kaadaan, soerat pertela, atawa soerat lijst, jang di boewat dengan ingetan djahat, atawa tiada dengan titi bersama-sama soerat permintaannja, atawa djikaloe dia berboewat dengan
(!) Aral jang sah = oedzocr — Wettige verhindering.
248
ingetan djahat clan melanggar fatsal 903 dan 904 dari Boekoe hoekoeman dagangan, maka dia di hoekoem kcrdja paksa iiada dengan rante dari saioe boclan sampc lima taoen.
Maka perkara vünta tempo hoczuat bajar (surseance van betaling) terdjempoet dari pada firmannja Radja dari Negri Wolanda dari taoen 1814, dan di kasich kapada soedagar jang dapet tjilaka, jang dia tiada boleh mendja-oehken, sopaja dia boleh dapet tempo aken membajar perdjandjiannja.
Djikaioe sekarang itoe soedagar bersama-sama soerat permintaannja kirim soerat kaadaan (staat), atawa soerat pertela (opgaven) jang djoesta dan jang di boewat dengan ingetan djahat, maka dia memang misti di hoekoem, sebab dari pada perboewatan itoe dia maoe tipoe pada dia ampoenja penagih hoetang (crediteur).
Bagitoe djoega soedagar jang soedah dapet tempo boewat bajar tiada boleh djoewal atawa gadeken dia poenia barang jang terbawa, atawa barang jang tiada terbawa; atawa tiada boleh trima, atawa membajar oewang, djikaioe tiada dengan idinnja walinja (bewindvoerder).
FATSAL 327.
Hoekoeman-hoekoeman perkara tiada pegang boekoe dagang, atawa pegang hockoe dagang jang tiada betoel, jang terseboet di dalem bagian ini, itoe tiada di djalanken. djikaioe hakim dapet katrangan teledornja, atawa koerang titinja, atawa tiada tjoekoepnja itoe, sebab dari koerang mengertinja.
Fatsal ini terdjempoet dari pada fatsal 7 dari peratoeran jang terseboet di dalem staatsblad 1855 no. 79.
249
Aken tctapi prcntah ini tiada di scboetkcn di dalem hockocm siksa atas orang bangsa Wolanda.
BAGIAN JANG KA-TIGA.
Bikin bodo (i) daa sLellionaat dan lain-lain i-oepa tipoean.
§ 1-
Bilcin bodo dan siellionaat.
FATSAI, 328.
Siapa jang minta dan trima oewang atawa soerat-soerat jang berharga, atawa lain barang-barang, atawa soerat perdjandjian, atawa soerat bajaran dengan niat tipoe orang ampoenja melik (kapoenjaan1) semoewa atawa sebagian dan koetika mintanja dia pake nama atawa pangkat palsoe, atawa dengan . berkata djoesta dia ada pekerdjaan apa-apa, atawa ada kakoewasaan apa-apa, atawa ada kemampoewan. atawa lain-lainnja, sopaja orang pertjaja; atawa dengan kasieh orang harep, atawa dengan kasieh orang takoet kedjadiannja soewatoe perkara; atawa dengan pake akal lain-lain, aken tipoe orang, maka dia di hoe-koem kertlja paksa iiada dengan ran/e dari iiga boeltin sampc lima taoen, dan di denda dari seratoes sampe lima riboe roepiah, dan di ijaboef hak dan koewasanja, Jang terseboet di dalem fat sal 22.
Djikaloe harganja barang jang di trima tiada lebeh dari doewa poeloeh hma roepiah, dan djikaloe jang salah itoe doeloe belom taoe di hoekoem sebab mentjoeri, atawa sebab lain perkara
250
jang terseboet di dalem paragraaf ini dan di dalem paragraaf jang di bawah ini dan di dalem fatsal 350, maka dia di hoe-koem kerdja pekerdjadn negri dengan dapei makan, iciapi tiada dengan b ajar an dari dalapan hari sampe iiga boelan.
Djikaloe perboewatan dengan tipoe itoe ada tanda palsoe di dalem socrat, atawa tanda lain-lain kedjahatan, jang hoekoeman-nja lebeh brat dari jang terseboet di dalem fatsal ini, maka hoekoeman jang lebeh bral itoe di djalanken.
Boekoe hoekoeman baroe dari Negri Wolanda meng-hoeboengken (!) di dalem perkataan tipoc banjak roepa kedjahatan, jang di boewat dengan akal-akal jang daja, aken meroegiken Iain orang.
■ Maka boekoe kaadilan hoekoeman atas bangsa Djawa membitjaraken sadja dari doewa roepa kedjahatan jang bersalahan dengan kakajaan, atawa harta, atawa melik, atawa kapoenjaan.
re. kedjahatan bikin bodo (penipoewan), dan 2e. kedjahatan langgar pertjaja.
Maka kedjahatan-kedjahatan ini di boewat terlaloe banjak di tanah India-Nederland, sebab urang Djawa dan Melajoe lekas pertjaja pada penipoe jang pinter, dan jang mentje-riteraken kapada orang ketjil itoe tjeritera jang terlebeli moestahil (1) dari dia ampoenja koewasa, boewat mempcr-olehken kakajaan kapada orang, atawa boewat menjem-boehken orang sakit (2) dari pada segala roepa penjakit, dan lain dari pada itoe.
Fatsal 328 ini sekarang menghoekoemken kedjahatan bikin bodo (penipoewan) djikaloe kedjahatan itoe di boewat:
1
(,2) Moestahil mohal ta\'bolch = Onmogelijk, ongerijmd,absurd.
2
(3) Menjcmbochkcn orang sakit = bikin baik orang sakit = Genezen.
251
ie. dengan pake nama atawa pangkat palsoe;
2e. dengan kata djoesta dia ada pekerdjaan apa-apa, atawa dia ada kekoewasaan apa-apa, atawa dia ada kamam-poewan, atawa lain-lainnja;
3e. dengan kasieh orang liarcp, atawa dengan kasich orang takoet kedjadiannja satoc perkara ;
4e. dengan pake akal lain-lain, aken tipoe orang.
]5agitoe segala perboewatan dengan tipoe dan lagi scgala djoesta boleh membawa kapada penipoewan.
Maka di namaken salah kedjahatan bi kin bodo, ja-itoe :
a. djikaloe sa\'orang pindjem oewang dengan gadeken dia ampoenja kerbo, jang dia soedah gadeken lebch doeloe dari sebab oetang jang lain (Arr. H. G. 19 Maart 1884).
b. djikaloe orang jang niendjocwal bras, pake timbangan atawa soekatan jang palsoe (arr. H. G. 1 Juli 1885.)
c. djikaloe orang poera-poera membilang (!) dia ada koewasa berbangkit penjakit sampar (-), dengan berkata djoesta dia mendjadi Radja, dan dia misti pake banjak oewang boewat bediriken pedalaman (1) dan boewat teboes pedang jang soetji (Tijdschr. VI. 401).
d. djikaloe orang minta oewang dengan poera-poera membilang (!) dia berkasaktijan (2) (Tijdschr. XIX. 207, 208).
c. djikaloe orang meminta oewang dengan berkata djoesta dia djadi procureur atawa deurwaarder (Tijdschr. V. 58. XVII. 294. I. W. 254.
Aken tetapi satoc militair jang soedah dapet lepas. dan jang soedah di oesir dari barisan (gelederen) dengan paspoort merah, dan jang masoek lagi soldadoe dengan pake lain nama dan dengan trima pandjar (handgeld)
1
(3) Pedalaman = Paleis
2
Berkasaktijan = Met bovennatuurlijke krachten begaafd zijn.
tiada boleh di bilang salah bikin bodo, djikaloe sebetoel-nja dia soedah masoek bekerdja djadi soldadoe dan baroe di blakangkali orang mendapet taoc dia doeloc soedah di oesir dari barisan, dan lantas dia di oesir lagi dengan prentahnja jang ka-atas (arr. H. G. 11 Januari dan 4 Februari 18S5).
Maka sebctoelnja kedjahatan bikin bodo tiada ada, djikaloe perkara itoe tiada di boewat dengan maksoed-nja jang salah, aken mengoentoengi dirinja sendiri dengan melawan hak; atawa seperti di kataken di dalem boekoe hoekoeman ini: dengan niat tipoe orang ampoc-nja indik.
FATSAL 328«.
Maka di hoekoem kerdja paksa iiada dengan rante dari saioe sampc ancm boclan, siapa jang dengan melawan hak dan dengan niat aken mengoentoengi dirinja sendiri dan aken roeginja dia ampoenja toewan, atawa aken roeginja dia ampoenja pan-dai (werkgever), meminta oewang, \'atawa soerat-soerat jang berharga. atawa lain barang-barang mendjadi pandjar (voorschot) atas pekerdjaan jang dia tiada mengerdjaken sekali.
Boekoe kaadilan hoekoeman ini di tambahi dengan prentah baroe ini pada staatsblad 1879 no- 203\' aken memeliharaken pandai aken chijanatnja (kwade trouw) kawannja.
Aken tetapi prentah ini memang terlampau (overbodig) dan menjebabken (i) banjak perbantahan (2) dan bentoh (3).
(!) Menjebahkci dari sebab = Aanleiding geven tot iets.
(2) Perbantahan = Woordenstrijd.
(3) Bentoh = Verschil in meening.
253
Bagitoe Landraad di Modjokerto memoetoesken dengan poetoesan tanggal 23 October 1879, aken satoe orang opahan. atavva koeli jang soedah trima pandjar d^ri djoeragannia paberik goela dan jang soedah bcrdjandji dia maoe bckerdja di paberik itoe, tiada saiah bikin kedjahatan atawa pelanggaran, djikaloe dia tiada da-teng bekerdja sckali dan tiada kasieh kombali pandjar, dia soedah trima.
Maka poetoesan ini di tetap pada Pengadilan besar Hoog-Gerechtshof dari India-Nederland dengan arrestnja tanggal 7 Februari 1880 (I. W. 871 39).
Bagitoe djoega Landraad Modjokerto melepasken dari penoentoetan hoekoem (!) satoe orang opahan, jang soedah trima pandjar boewat bekerdja di satoe paberik, dan jang di blakangkali tiada dateng bekerdja di paberik itoe, tetapi pigi bekerdja di lain paberik.
Fatsal 328a ini menoentoet, aken kawan atawa koeli itoe berniat aken mengoentoengi dirinja sendiri aken roeginja dia ampoenja tocwan, atawa aken roeginja dia ampoenja pandai (werkgever), sebelomnja dia trima pandjar (voorschot).
Bagitoe misti trang dengan njata, aken koeli atawa kawan itoe soedah berkahendak bikin roeginja toewan-nja, sebelomnja dia memperhambaken dirinja (-) dan sebelomnja dia trima pandjar (Tijdschr. XXXVI 284).
Bagitoe djoega arrestnja Pengadilan besar Hoog-Gerechtshof tanggal 11 Februari 1885).
Maka kawan atawa koeli itoe memang tiada boleh di hoekoem. djikaloe tiada trang dengan njata, dia maoe menipoeken dia ampoenja toewan, sabelomnja dia minta dan trima pandjar.
(!) Melepasken dari penoentoetan hoekoem = Ontslaan van rechtsvervolging.
(2) Memperhambakan dirinja = Zijne diensten aanbieden.
254 FATSAL 329.
Jang di salahken s/ellionaa/, dan di hoekoem kerdja paksa iiada dengan ran/e dari anem bnelan sampe doewa iaoen. dan di den da dari doewa raioes sampe doewa riboe roepiah, ja-itoe: ie. siapa jang djoewal, atawa taroli gadé hypotheek scperti dia jang ampoenja satoe barang jang tiada terbawah (I), jang dia taoe boekan dia jang ampoenja;
2e. siapa jang djoewal satoe barang jang soedah tergadé, dan dia bilang barang itoe tiada tergadé; atawa taroh gade hypotheek satoe barang jang soedah tergadé, dan dia bilang setengah-setengah atawa tiada betoel hypotheeknja atawa djoemlahnja, atawa perdjadjiannja hypotheek itoe dengan ingetan djahat.
Maka siapa jang djoewal, atawa taroh gade hypotheek seperti dia jang ampoenja satoe barang jang tiada terba-wa, jang dia taoe boekan dia jang ampoenja misti di salahken stcllionaat.
Bagitoe barang jang di djoewal atawa di taroh gade itoe misti betoel barang jang tiada terbawa, sebab dji-kaloe sa-orang djoewal atawa gadeken hypotheek satoe roemah, jang di bediriken di atas tanahnja Goebernement, atawa atas tanahnja partikelier, dia tiada boleh di salahken stellionaat, djikaloe dia djoewal atawa gadeken roemah itoe ka-doewa kali
Lain dari pada itoe Pengadilan besar Hoog-Gerechtshof dari India-Nederland soedah poetoes, aken sa-orang tjoema boleh di salahken stellionaat. djikaloe dia mendjoewal atawa gadeken hypotheek barang jang tiada terbawa, jang boleh djadi miliknja(1) sadja orang, menoeroet fatsal 570 dari Burgerlijk Wetboek (arr. 12 Januari 1878; 1. W. 765 dan 773)
0) Barang jang tiada terbawa = Onroerend goed.
255
Ragitoe djoega tiada ada kedjahatan stellionaat, djika-loe oran^ mendjoewal seperti dia jang ampoenja sawah jang dia taoe boekan dia jang ampoenja, sebab tiada trang dengan njata sawah-sawah boleh mendjadi miliknja orang desa.
Lang\'g\'ar pertjaja.
FATSAL 330.
Siapa jang iwke salah kekoerangannja, atawa kelemahannja, atawa hawa-nafsoenja orang jang di bawah oemoer, sojiaja dia taroh tanda tangan di bawah soerat perdjandjian. atawa di dalem soerat pembajaran (kwitantie), atawa di bawah soerat teboesan dari sebab pindjem oewang atawa barang jang terba wa (2). hagimana roepa djoega perboewatan itoe di hikin. atawa di samarken, sopaja mendjadiken roeginja orang jang di bawah oemoer itoe, maka dia di hoekoem kcrdja paksa tiada dengan ran ie dari doewa boelan sampe doewa taoen, dan di denda hanjak-banjaknja seprapai dari karoegian jang di boewat, dan sedikiinja doewablas roepia/t, dan di tjaboet hak dan koevvasanja jang terseboet di dalem fatsal 22.
FATSAL 331.
Siapa jang pake salah satoe kertas jang tiada bersoerat, dan jang ada tanda tangannja lain orang sadja, dan jang di pertjaja-
256
ken kapadanja, sopaja dia pake boewat satoe pekerdjaan jang tam-toe, dan dia toelisi di atasnja tanda tangan itoe dengan niat tipoe satoe perdjandjian, atawa satoe soerat pembajaran, atawa soerat lepasan (teboesan), sopaja holeh mendjadi roeginja orang, jang taroh tanda tangan itoe, niaka dia di hoekoem kerdja paksa. iiada dengan rante dari saioe sampe Urna laoen, dan di denda dari seraioes sdmpe lima riboe roepiah, dan di tjaboet hak dan koewasanja jang terseboet di dalem fatsal 22.
Djikaloe dia trima kertas jang tiada bersoerat jang ada tanda tangannja lain orang itoe iiada di soeroeh pake boewat satoe pakerdjaiin jang tamtoe, maka dia di hoekoem seperti salah kedjahatan palsoe di dalem soerat.
Boekoe hoekoeman ini teritoeng kedjahatan langgar pertjaja doewa roepa kedjahatan jang berselisih ( L) terlaloe banjak dan jang tiada mengapa sekali dengan kedjahatan langgar pertjaja.
Perkara jang pertama di seboetken di dalem fatsal 330 dan membitjaraken dari perkara tipoe orang jang di bawah oemoer, sopaja dia taroh tanda tangan di bawah soerat perdjandjian atawa soerat kwitantie, atawa soerat teboesan.
Maka perkara jang ka-doewa di seboetken di dalem fatsal 331 dan membitjaraken dari perkara salah inemakaiszXoe kertas jang tiada bersoerat, dan jang ada tanda tangannja lain orang sadja, jang di pertjajaken kapadanja, sopaja di pake boewat satoe pekerdjaan jkng tamtoe dan dia toelisi di atasnja tanda tangan itoe satoe perdjandjian, atawa kwitantie, sopaja boleh mendjadi roeginja orang, jang taroh tanda tangan itoe.
Adapoen hoekoem siksa bermaksoed sadja menghoekoem orang jang makan laba terlaloe banjak (2), dan kasieh pin-djem oewang atawa lain barang kapada orang jang di bawah
(!) Berselisih = bertjidera — berlainan = onderling verschillen. (2) Orang jang makan laba terlaloe banjak = woekeraar.
257
oemoer dengan meminta renten jang terlaloe banjak dan jang banjak kali membinasaken (!) orang jang di bawah oemoer itoe.
Aken tetapi hoekoem siksa tiada sekali menjangka orang itoe jang di bawah oemoer soedah pertjaja kapada orang, jang kasieh pindjem oewang atawa barang kapadanja.
Maka lain dari pada itoe segala perdjandjian jang di boewat oleh orang jang di bawah oemoer tiada ada kakoe-watan dan djikaloe di boewat dengan tipoe aken orang-orang jang di bawah oemoer itoe, perkara itoe boleh di hoekoem seperti perkara bik in bodo.
Bagitoe djoega, siapa jang dengan niat tipoe toelis perdjandjian atawa kwitantie di atasnja kertas, jang tiada bersoerat, dan ada tanda tangannja lain orang sadja, dan jang di pertjajaken kapadanja sopaja terpake boewat satoe pekerdjaan jang tamtoe, maka dia memang salah bikin palsoe di dalem soerat. atawa bikin bodo orang,
FATSAL 332.
Siapa jang dengan sengadja mengambil tjoeri-tjoeri, atawa iiangken, atawa mendjoewal, atawa pake aken oentoengnja, diri-nja sendiri soerat-soerat jang berharga. atawa oewang atawa barang dagangan, atawa soerat bajaran, atawa lain-lain soerat jang terseboet perdjandjian atawa kalepasan, atawa lain-lain barang jang terbawa, jang di kasieh di tangannja sebab di sewa, atawa di titipken, atawa di koewasaken, atawa di pindjem, atawa di bikin tanggoengan, atawa boewat satoe pekerdjaan jang d. bajar, atawa jang tiada di bajar dengan kawadjiban kasieh kombali, atawa mengaloewarken kombali, atawa pake bagimana soedah di tamtoeken, sopaja mendjadi roeginja orang jang ampoenja, atawa jang mempoenjai (katern pa tan), atawa jang memegang, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada- dengan rante dari tiga boelan sampe lima iaoen, djikaloe perboewatan ini tiada
(}) Membinasaken = te gronde richten.
\'7 quot;
258
tanda pentjoerijan atawa chijanat koetika memegang pekerdjaan jang oemoem (negri), atawa djikaloe tiada termasoek perkara jang hoekoemannja lebeh brat karna lain sebab,
Djikaloe harganja barang jang di ambil tjoeri-tjoeri atawa jang di bikin ilang, atawa jang di djoewal, atawa jang di pake aken oentoengnja dirinja sendiri tiada lebeh dari doewa poeloeh lima roepiah, dan djikaloe orang jang salah itoe doeloe belom taoe di hoekoem sebab mentjoeri, atawa sebab perboewatan jang terseboet di dalem paragraaf ini. dan di dalem paragraaf jang di moeka, dan di dalem fatsal 350, maka dia di hoekoem ker dja pekerdjaan negri detigan dapet metkan, tetapi tiada dengan bajaran dari delapan hari sarnpe liga boelan.
Maka fatsal ini berdiri atas Boekoe hoekoeman Perans-man, bernama Code Penal, dan menoentoet:
ie. aken barang-barang di ambil tjoeri-tjoeri, atawa di bikin glap, atawa di bikin iiang dengan sengadja;
2e. aken barang itoe di ambil aken roeginja jang am-poenja, atawa jang mcmpoenjai, atawa jang memegang;
3e. aken di ambil tjoeri-tjoeri soerat-soerat jang ber-harga, atawa oewang, atawa barang dagangan. atawa soerat bajaran, atawa soerat teboesan, atawa lain-lain barang jang terbawa (roerende zaken); dan
4e. aken barang-barang jang terseboet di atas soedah ada di tangannja orang jang salah, sebab di sewa, atawa di titipken, atawa di koewasaken, atawa di pindjem, atawa di bikin tanggoengan, atawa di trima boewat satoe paker-djaan jang di bajar, atawa jang tiada di bajar dengan kawadjiban kasieh kombali, atawa mengaloewarken kombali, atawa pake bagimana soedah di tamtoeken.
Adapoen Boekoe hoekoeman Wolanda jang baroe lebeh trang dan menoentoet sadja, aken sa-orang dengan sengadja dan dengan melawan hak mengambil bagai dirinja (!) barang jang boekan dia ampoenja, dan jang ada di tangannja.
259
Bagitoe demi sa-orang mengambil bagai dirinja (1) satoe barang jang dia taoe boekan dia ampoenja, dan dia bertaoe djoega dia soedah boewat perkara itoe dengan melawan hak, maka dia salah langgar per tjaja; tiada perloe apa maksoednja.
Aken tetapi djikaloe sa-orang kasieh sewa, atawa ka-sieh pindjem satoe barang, jang dia sendiri soedah sewa, atawa soedah pindjem, atawa simpen, dia memang tiada boleh di bilang salah langgar pertjaja, sebab dia tiada mengambil bagai dirinja barang itoe dengan melawan hak.
Bagitoe djoega sa-orang jang soedah trima boewat simpen oewang, dan jang pake oewang itoe, tiada boleh di salahken langgar pertjaja, djikaloe dia kasieh kombali kapada jang titip oewang itoe lain roepa oewang dari pada ■ jang dia soedah trima, melainken harganja sadja sama djoega besar.
Aken tetapi djikaloe oewang itoe jang di titip soedah di boengkoes dan di tjap lebeh doeloe, memang di dalem perkara itoe orang jang simpen boengkoesan itoe tiada sekali boleh pake oewang, jang di toetoep di dalem boengkoesan itoe; tetapi dia misti kasieh kombali boengkoesan itoe bagimana dia trima.
Lain dari pada itoe ini perkara misti di boewat aken roeginja jang ampoenja barang itoe. Maka djikaloe tiada ada roegi, sandainja (-), djikaloe sa-orang mendjoewal-ken satoe soerat jang tiada berharga sekali dan jang di titipken kapadanja, dia memang tiada salah langgar pertjaja.
Maka katiga Boekoe hoekoeman menoentoet aken orang mengambil bagai dirinja soerat-soerat jang berharga, oewang dan lain dari pada itoe jang terseboet di dalem fatsal 332.
Adapoen adat hoekoem (jurisprudentie) soedah tam-
(!) Mengambil bagai dirinja = Zich iets toeeigenen. (-) Sandainja = bij voorbeeld.
200
toeken djoega, aken orang. jang ambil tjoeri-tjoeri har-ganja barang jang di titipken kapadanja, memang djoega salah langgar pertjaja. soenggoeh pon barang sen-diri di pertjajaken kapadanja, dan boekan harganja barang itoe.
Adapoen sa-orang jang soedah kasieh barang jang dia ampoenja sendiri boewat tanggoengan dari oetang-nja, dan djikaloe di blakang kali dia mendjoewalken lagi barang itoe pada lain orang aken roeginja dia ampoenja penagih oetang (crediteur), maka dia djoega tiada salah langgar pertjaja, sebab dia tiada mendjoe-wal barangnja lain orang ampoenja, tetapi barangnja sendiri, dan hoekoem siksa menghoekoem sadja orang jang ambil tjoeri-tjoeri barang jang dia taoe boekan dia jang ampoenja dan jang di pertjajaken kapadanja.
Bagitoe djoega orang berdagang, jang soedah pake aken goenanja sendiri harganja barang-barang dagangan, jang di pertjajaken kapadanja aken mendjoevval, tiada salah langgar pertjaja, sebab kadoewa pehak (beide partijen) tersangka soedah menghalalken dan soedah membri koewasa sa-orang akan sa-orang, boewat pake oewang jang tertoelis di dalem soerat segala oetang dan pioetang (11, dengan berdjandji maoe mengaloe-warken sisanja (1) soerat itoe (arr. H. G. 28 Oct. 1867; I. W. 234).
Maka lama kalamanja (2) boekoe hoekoeman menoen-toet aken barang jang di ambil tjoeri-tjoeri ada di tangannja orang jang salah, sebab di sevva, atawa di titipken, atawa di koewasaken, atawa di pindjem, atawa di bikin tanggoengan, atawa sebab lain-lain peker-djaan.
Maka perboewatan jang terseboet di atas boleh di trang-ken dengan saksi-saksi.
1
(2) Sisa = saldo van rekening.
2
(3) Lama kalamanja — ten slotte.
26i
Adapocn hoedjat (!) dari soerat jang di bawah tangan jang di boewat oleh orang Djawa dan oleh lain bangsa jang di samaken dengan bangsa Djawa socdah di prentah-ken di dalem staatsblad 1867 no. 29.
F ATS AL 333.
Siapa jang ada perkara di moeka Pengadüan (singketa, atja-raquot;! dan soedah mengoendjoek satoe soerat titel, atawa lain soerat, atawa satoe soerat memorie, djikaloe dia ambil kom-bali dengan djalan jang tiada sah, atawa djikaloe dia ambil tjoeri-tjoeri, kendati bagimana roepa djoega, maka dia di hoe-koem denda dari doewablas sampe seratoes lima poeloeh roepiah.
Hoekoeman ini di djalanken oleh pengadilan jang misti priksa perkaranja.
Fatsal ini menghoekoemken sa-orang dirinja, jang soedah serahkcn soerat-soerat proces (singketa) di dalem perkara, jang ada di moeka pengadilan, dan jang ambil kombali soerat itoe, atawa sebagiannja dengan melawan hoekoem, sebab hoekoem siksa menjangka hakim soedah ada ampoenja hak atas soerat-soerat itoe.
Adapoen fatsal 121 dari boekoe hoekoeman ini menghoekoemken satoe-satoenja priaji jang oemoem, djikaloe dia meniadaken, atawa tahan, atawa bikin glap, atawa tiada sampeken pada jang djadi mistinja soerat akte, atawa soerat titel, jang dia simpen, atawa jang di serah-ken, atawa di kasieh taoe kapadanja ; semantara fatsal 1S6 dari boekoe hoekoeman ini menghoekoemken siapa jang bikin glap, atawa meroesakken, atawa ambil soerat-soerat, jang di pake di pengadilan di dalem perkara crimineel, atawa lain-lain soerat, dan boekoe daftar, dan soerat akte.
(!) Hoedjat — bewijskracht.
202
dan barang-barang, jang ada di tcmpat sempenannja soerat-soerat di kantor (Archief), atawa di kantor Griffie,
S 3.
Blie, peganp ffadé, simpen, atawa trima. ken-dati apn djoega namanja, dari barang-barang jang djadi toeroetannja selang-kap pakajan atawa sendjatanja orang militair.
FATS/U. 334.
Siapa jang tiada ada di bawah kepaksaan hoekoem militair, dan tiada ada niat bikin garnpang larinja orang militair, djikaloe dia blie, atawa pegang gadé, atawa simpen, atawa trima, kendati apa djoega namanja, pakajan militair . atawa sendjata, atawa lain-lainnja, jang kentara pemakenja atawa tandanja orang mi\'.i tair, dan djikaloe dia tiada kenal, atawa tiada boleh kasieh toendjoek orangnja jang djoewal, atawa gadéken, atawa titipken, atawa kasiehken dengan apa djoega namanja, itoe barang satoe atawa lebeh kapadanja, maka dia di den da dari seratocs sampc lima ratoes roepiah atawa di hoekoem kerdja paksa tiada de ngan ran ie dari iiga boelan sampe satoe taoen.
FATS AL 335.
Siapa jang tiada ada di bawah kepaksaan hoekoem militair dan tiada ada niat bikin gampang larinja orang militair dan tiada ada .perkara jang terseboet di dalem fatsal 334, djikaloe dia blie, pegang gadé, simpen, atawa trima, kendati apa djoega namanja, barang-barang jang djadi toeroetannja selangkap pakajannja, atawa sendjatanja orang militair dari bala tantara jang di laoet.
263
atawa di darat di bawah pangkat opsier, maka di hoekoem kerdja pekerdjadn negri dengan dapet ma kan, tetapi iiada de-ngan bajaran dari toedjoeh hari sampc satoe boelan, malainken djikaloe trang niatnja bikin betoel atawa bikin bersih.
Fatsal ini tiada di djalanken, djikaloe barang-barang itoe ter-dapet blie d; lelang, atawa teroleh dengan soerat tanda tangan dari opsier jang memerintah, atawa dengan soerat tanda tangan, jang di kasiehken dengan prentahnja opsier itoe, asal dari doewa-doewa perkara itoe misti ada tanda ketrangannja.
FATSAL 336.
Barang-barang jang terseboet di dalem alinea jang pertama dari fatsal 335 itoe, djikaloe di pake djadi boetamal di moeka pe-ngadilan di dalem perkara kedjahatan, dan djikaloe orang jang barangnja itoe di tangkep di hoekoem, maka barang-barang itoe misti di serahken kapada pamrentahan militair.
FATSAL 337.
Djikaloe kesalahan itoe di bikin sampe doewa kali, atawa lebeh, maka hoekoemannja jang paling tinggi sendiri jang terseboet di dalem fatsal 335 boleh di tambah sampe doewa kali banjaknja.
Fatsal 334 ini mcnghockocmkcn segala orang, jang tiada di bawah prentah militair, djikaloe dia blic, atawa pegang gade dari orang militair pakajan atawa sendjata, jang djadi toeroctannja selangkap pakajan (!), atawa sendjatanja orang militair itoe.
Maka djikaloe jang blie atawa jang pegang gade mendjadi militair djoega, dia misti di hoekoem sebagimana terseboet di dalem soerat prentah militair (militair reglement).
Bagitoe djoega fatsal ini menoentoet, aken orang jang
(!) Selangkap pakajan = Klceding en uitrusting (van militairen.)
264
salah djanganlah dia ada niat bikin gampang larinja orang militair ; sebab orang isi negari (burger), jang adjak orang militair di laoct, atawa di darat sopaja bcrlari (desertie), atawa jang dengan sengadja menoeloeng orang militair itoe atas perkara berlari, maka dia misti di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 45.
Fatsal 334 ini terdjoempoet dari pada Hoekoem Wo-landa dari taoen 1817, staatsblad no. 33.
Aken tetapi sebab prentah-prentah. jang terseboet di dalem staatsblad itoe tiada sampe menjangkak 0 ) perkara mendjoewal pakajannja dan sendjatanja oleh orang militair lama-lamanja dan sesoedahnja timbang menimbang perkara ini Kandjeng Goebernement di Negri Wolanda memboewat peratoeran baroe dengan staatsblad Wolanda taoen 1859 No. 44 ; dan prentah itoe di poenggoet djoega dan di scboctkcn di dalem fatsal 335 ini.
§4.
Pelang-g-aran dari prentah-prenLah atas roemah mam, dan mainan loterij dan roemah g-adéan.
FATSAL 338.
Siapa jang tiada ada koewasa, maka dia pegang satoe roemah, jang di bikin tempat main djoedi (2)^ dan di mana dia trima orang banjak masoek di dalemnja, kendati dengan soekanja sen diri, atawa sebab permintaannja peseronja, atawa lain orang jang
(1) Menjangkak =; Verhinderen, tegengaan van iets.
I2) Main djoedi = main parct = Een hazardspel spelen.
265
tentang perkara itoe, dan lagi toekang bandar dari roemah-roemah main itoe, dan scgala orang jang bcrdiriken atawa pegang loterij (\'), jang tiada di brie idin, dan segala orang jang djacli kapala atawa penoenggoe, atawa jang djadi wakilnja tempat pemainan itoe, maka dia di hoekoem kerdjapaksa ttada dengan ranic dari doewa sampc anem boelan, dan di dencla dan hnia poeloeh sampc tiga riboe rocpidh, dan di tjaboet hak dan koe-wasanja jang terseboet di dalem fatsal 22.
Di dalem segala perkara maka di rampas segala oewang dan barang, jang kedapetan ada di niedja main, atawa ada di loterij, atawa di pasang, dan barang-barang atawa pekakas jang di pake, atawa di tamtoeken pada pemainan, atawa loterij itoe, dan ba-rang jang terbawa, jang di pake di tempat-tempat main loterij, atawa lain mainan itoe, atawa jang di bikin bagoesnja (perhija-san) tempat-tempat itoe.
FATSAL 339.
Siapa jang tiada ada idin jang sah, maka dia berdiriken, atawa pegang roemah gadéan, maka dia di hoekoem kerdja pekerdjacïn negri dengan dapet makan, teiapi nada dengan ba jaran dari lima har ie sa7npc tiga boclan.
Adapoen orang bangsa Djawa dan orang bangsa Ijina terlaloe soeka sekali main djocdi dan dia orang kenal banjak roepa pemainan djoedi, seperti kctnpiang jang di main dengan doewit jang lebch doeloe di bikin poetih dan jang di lemparken ka-atas. Maka lain dari pada itoe ada pemainan keles, dadoe kotjok, ktplck, sclikor, dan lain-lain pemainan djoedi asalnja Wolanda.
Adapoen pemainan djoedi Fjina soedah di atoerken di dalem\'staatsblad 1849 no. 52. Litt. K.
t\' t Loterij ; menoeroct adatnja orang Djawa di namaken peloeta-ran oendai; dan menocroet adatnja Wolanda di namaken loterij.
266
Bagitoe djoega di dalem staatsblad 1853 no. 28 Kan-djcng Goebernement membri prentah aken di larang orang main pemainan djoedi roemah makan, atawa di kamar bolah.
Fatsal 338 sekarang menoentoet, aken orang pegang satoe roemah, jang di bikin tempat pemainan djoedi, dan dia pegang roemah itoe tiada dengan koewasa, dan lagi dia trima orang banjak masoek di dalem roemah itoe.
Aken tetapi tiada perloe sekali. aken itoe orang jang pegang roemah pemainan djoedi itoe biasa kasieh main di dalem roemah itoe.
Bagitoe djoega sama djoega, djikaloe kapala roemah main itoe memoengoet tjoeké dari orang jang main, atawa tidak; dalem antara djoega tiada perdoelie pemainan apa di mainken di dalem roemah itoe, asal pemainan itoe teritoeng pemainan djoedi.
Staatsblad 1883 no. 250 menentoeken hoekoeman, djikaloe sa-orang kasieh main pemainan djoedi sama lain orang jang tiada boleh main sekali pemainan djoedi.
Jang di namaken pemainan djoedi, ja-itoe: pemainan jang oentoengnja, atawa roeginja bergantoeng kapada oentoeng baik, atawa oentoeng malang (toeval), dan jang tiada sekali berhadjat (i), aken orang jang main itoe mengoesahaken dirinja (1) (Tijdschr. XXXII 54. 57).
Siapa jang tiada ada idin jang sah dan dia berdiriken. atawa pegang roemah gadean, maka dia tiada boewat kedjahatan, tetapi dia boewat pelanggaran.
Maka tiada perloe aken perkara ini di boewat dengan chijanat (kwade trouw); aken tetapi perboewatan sadja tjoekoep, aken orang jang salah. kena hoekoeman.
1
(2; Mengoesahakan dirinja = Zijn geest inspannen.
267 § 5-
Perkara menjoekarkan C1) orang ampoenja tawaran.
FATSAL 340
Siajia jang menjoekarkan (!) orang tawar dengan poekoel, atawa paksa, atawa antjam-antjam, kendati sebelomnja atawa koetika tawar, atawa ambil koetika lelang miliknja, atawa haknja makan hasil (2) atawa séwanja barang jang terbawa dan jang tiada terbawa, atawa satoe pekerdjaan, atawa satoe kase-rahan (3), atawa lain-lain pekerdjaan, maka dia di hoekoem kerdja pekerdjaan negri dengan dapei makan, tetapi iiada dengan bajaran dari limdhlas hari sampe iiga boelan.
Hoekoeman itoe di djalanken djoega atas siapa-siapa mene gah orang jang tawar dengan kasieh atawa djadie apa-apa.
Maka perkara ini djoega mendjadi pelanggaran. dan boekan kedjahatan.
§ lt;3.
Perkara meroesakken peratoeran perkara paberik, dan pernijaga-an dan ilmoe.
FATSAL 341.
Siapa jang meroesakken peratoeran jang oemoem dari perkara
(!) Menjoekarkan = mcnahan,mcncgah = Belemmeren, bemoeije-lijken.
(2) Hak makan hasil = Het recht van vruchtgebrmk.
(3) Kaserahan = Leverantie.
268
barang-barang jang di bikin di paberik-paberik di tanah India Nederland dan jang di bawa kaloewar dari negrie ini. dan kama oeanja peratoeran itoe, sopaja tanggoeng baiknja, dan oekoerannja, atawa takarannja dan peri halnja perboewatannja paberik, maka dia di den da dan seratoes sampc seriboe lima ratoes roepiah, dan di rampas barang-barang itoe semoewa sama sekali, atawa sen-diri-sendiri.
Maka fatsal ini terdjempoet (\') dari pada Bockoe hoe-koeman Peransman, bernama Code Pcnal. fatsal 413, tetapi prentah itoe selamanja belom taoe di djalanken di tanah India-Nedcrland, sebab tiada peratoeran jang oemocm jang terseboet di atas, bocwat tanggoeng baiknja, dan oekoerannja atawa takarannja dan peri halnja perboewatannja paberik.
FATSAL 342.
Orang-orang moefakat satoe sama lain, sopaja toeroenken opahnja. atawa bajarannja toekang-toekang dan lain-lain orang jang bekerdja kapadanja, dan lantas dia orang tjoba, atawa moe lai djalanken. dan djikaioe itoe melanggar kabetoelan dan ka-patoetan, maka dia orang di hoekoem kerdja pekerdjaitn negri dengan dapci makan, tetapi tiada dengan bajaran dari anem hari sampc satoe boelan.
FATSAL 343.
Toekang-toekang dan lain lain orang bekerdja, atawa orang opahan, jang moefakat sopaja sama sekali brentiken pekerdjaan. atawa sopaja iarang orang kerdja di paberik, atawa di lain tem-pat pekerdjaan. atawa sopaja menegahken lain-lain orang bekerdja, atawa orang opahan pigi di sitoe, atawa tinggal di sitoc sebe-lomnja, atawa sesoedahnja djam sakian, dan oemoemnja sopaja brentiken atawa tjegah pekerdjaan, atawa sopaja harganja peker djaan itoe djadi naik, maka djikaioe soedah tjoba, atawa soedah
(!) Terdjempoet — Ontleend aan iets.
269
moelai djalanken itoe. dia orang di hoekoem kerdjapekerdjaCln negrie dengün datgt;:t ma kan. ietapi Hada dengan bajaran dat i sa/ue sampe iiga boe la n.
Siapa jang djadi kaï^ala. atavva jang moelai bikin perkara itoe di hoekoem kerdja paksa iiada dengan ranie dart duewa sampe lima iaoen.
F ATS AL 344.
Orang-orang jang bekerdja itoe. djikaloe seboet. atawa menga-taken denda, atawa larangan, atawa toiak, atawa koetoek (i) atawa serapah (\'), kendati dengan nama apa sekali, kapada orang-orang jang djadi kapala di pabenk itoe. atawa kapada jang sanggoep djadiken pekerdjaan, atawa djikaloe dia orang berkata itoe satoe sania Iain, maka dia orang di hoekoem djoe-ga dengan hoekoeman jang terseboet di dalem latsal 343, dan beda-bedanja sama djoega seperti jang terseboet di atas.
F ATS AL 345.
Siapa jang soeroeh pindah ka negrie asing orang-orang jang djadi kapala, atawa mandor, atawa orang jang bekerdja di pa-berik, atawa di lain tempat pekerdjaan, dan niatnja bikin roe-gi pada pekerdjaan oesaha di tanah India-Nederland, maka dia di hoekoem kerdja paksa liada dengan ranle dari anem boelan sampe doewa /aoen, dan di denda dari doewa poeloeh hma sampe seraioes lima poeloeh roepiah.
FATSAL 346.
Satoe-satoenja orang, jang djadi kapala, atawa opsiender (mandor), atawa toekang di satoe paberik, djikaloe dia kasieh taoe rahasijanja paberik, di mana dia bekerdja, kapada orang asing (2), atawa kapada orang-orang dari tanah India-Nederland, jang
(!) Koetoek = serapah = doa dj aha t = vervloeking, verdoeming, verwensching.
(-) Orang asing = orang dari lain karadjaan = Vreemdelingen.
270
berdoedoek di negri asing, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan ranie dari lima sampc sepoeloeh iaocn, dan di denda da-ri donna ra iocs lima poe loch sampc sepoeloeh riboe roepiah.
Djikaloe rahasija ini di kasieh taoe kapada orang India-Nederland. jang berdoedoek di tanah India-Nederland, maka hoekoemannja kerdja paksa tiada dengan ranie dari iiga boelan sampc doewa iaoen, dan dendanja dari delapan sampc seraiocs roepiah.
Adapoen prentah ini terdapet djoega dari Boekoe hoekoeman peransman, bernama Code Penal, dan terseboet dalemnja bebrapa prentah jang soedah toewa (verouderd) dari perkara orang moefakat, sopaja sama sekali brentiken pekerdjaan (werkstakingen), atawa sopaja larang orang kerdja di paberik, atawa di lain tempat pekerdjaan.
Maka prentah itoe, bagimana pon tiada patoet, di poenggoet djoega di dalem Koekoe hoekoeman India-Nederland; aken tetapi prentah itoe belom taoe di djalanken di sini.
Fatsal 3 no. 1 dari Peratoeran hoekoeman politie jang oemoem atas orang bangsa Djawa menghoekoemken: siapa-siapa jang panggil orang-orang, atawa koempoelken orang-orang, tiada perdocli apa perkaranja djoega, tiada dengan dapet soerat idin dari pada kapala negrie lebeh doeloe.
Bagitoe pada fatsal itoe segala moefakat antara orang-orang bekerdja telah di tegah, melainken di boewat itoe dengan soerat.
FATSAL 347.
Siapa jang mengirai (\') dengan sengadja chabar jang djoesta, atawa siapa jang pake lain-lain akal jang djoesta, sopaja bikin
C) Mengirai = menghamboerken = tesiarken = Uitstrooien (van tijdingen).
271
naik, atawa bikin toeroen harganja barang, atawa barang da-gangan, atawa harganja soerat-soerat jang berharga jang oc moem dari negrie sendiri, atawa dari lain negrie, atawa harganja soerat effect, niaka dia di hoekoem kerdja paksa tiada deug an ran/e dari sa toe boe la n sampe sa tóe iaocn, dan di den da dari seraioes sampe lima riboe roepiah, atawa liada dengan clenda.
F ATS AL 348.
Djikaloe orang betaroh dari naik, atawa toeroennja pokok oewang jang oenioem. maka dia di hoekoem sama djoega se-perti di atas.
FATSAL 349.
Jang teritoeng petarohan bagitoe, ja-itoe: satoe-satoenja per-djandjian djoewal atawa serahken pokok oewang jang oemoem, djikaloe jang djoewal tiada kasieh ketrangan dia mempoenjai pokok oewang itoe koetika bikin perdjandjian, atawa dia me-mang misti mempoenjai pokok oewang itoe di dalem tempo jang soedah di tamtoeken, aken serahken pokok oewang itoe.
Maka djoega prentah-prentah ini, jang asalnja dari Boekoe hoekoeman Peransman, bcrnama Code Penal tiada patoet sekali; dan djoega belom taoe di djalanken di Negrie Wolanda dan di tanah India-Nederland, ken-dati sring-sring orang-orang di sini soedah mendjoewal soerat effect, jang dia tiada mempoenjai koetika dia bikin perdjandjian djoewal blie.
Bagitoe djoega Boekoe hoekoeman baroe dari Negri Wolanda di dalem fatsal 334 menghoekoemken sadja, siapa jang mengirai chabar-chabar jang djoesta.
270
berdoedoek di negri asing, maka dia di hoekoem kerdja paksa dctigan ranie dari lima sampc sepoeloeh iaocn, dan di denda da-ri docwa ratocs lima pocloch sampe sepoeloeh riboc roepia/i.
Djikaloe rahasija ini di kasieh taoe kapada orang India-Nederland. jang berdoedoek ili tanah India-Nederland, maka hoekoemannja kerdja paksa tiada dengan rank dari liga boelan sampe doewa /aoen, dan dendanja dari delapan sampe sera/oes roe pi ah.
Adapoen prentah ini terdapet djoega dari Boekoe hoekoeman peransman, bernama Code Penal, dan terseboet dalemnja bebrapa prentah jang soedah toewa (verouderd) dari perkara orang moefakat, sopaja sama sekali brentiken pekerdjaan (werkstakingen), atawa sopaja larang orang kerdja di paberik, atawa di lain tempat pekerdjaan.
Maka prentah itoe, bagimana pon tiada patoet, di poenggoet djoega di dalem Boekoe hoekoeman India-Ne-derland; aken tetapi prentah itoe belom\'taoe di djalanken di sini.
Fatsal 3 no. i dari Peratoeran hoekoeman politie jang oemoem atas orang bangsa Djawa menghoekoemken: siapa-siapa jang panggil orang-orang, atawa koempoelken orang-orang, tiada perdoeli apa perkaranja djoega, tiada dengan dapet soerat idin dari pada kapala negrie lebeh doeloe.
Bagitoe pada fatsal itoe segala moefakat antara orang-orang bekerdja telah di tegali, melainken di boewat itoe dengan soerat.
FATSAL 347.
Siapa jang mengirai (!) dengan sengadja chabar jang djoesta, atawa siapa jang pake lain-lain akal jang djoesta, sopaja bikin
C) Mengirai = menghamboerken = tesiarken = Uitstrooien (van tijdingenquot;».
2J I
naik, atawa bikin toeroen harganja barang, atawa barang da-gangan, atawa harganja soerat-soerat jang berharga jang oe-moem dari negrie sendiri, atawa dari lain negrie, atawa harganja soerat effect, niaka ilia di hoekoem kcrdja paksa tiiuia de-ngan ran/e dari sa toe boclan sampc sa/oc /aocu, dan di den da dari seraioes sampe lima riboe roepiah, atawa tiada dengan denda.
F ATS AL 34S.
Djikaloe orang betaroh dari naik, atawa toeroennja pokok oewang jang oetnoem. maka dia di hoekoem sama djoega se-perti di atas.
F ATS AL 349.
Jang teritoeng petarohan bagitoe, ja-itoe; satoe-satoenja per djandjian djoewal atawa serahken pokok oewang jang oemoem, djikaloe jang djoewal tiada kasieh ketrangan dia mempoenjai pokok oewang itoe koetika bikin perdjandjian, atawa dia me-niang misti mempoenjai pokok oewang itoe di dalem tempo jang soedah di tamtoeken, aken serahken pokok oewang itoe.
Maka djoega prentah-prentah ini, jang asalnja dari Boekoe hoekoeman Peransman, bcrnama Code Penal tiada patoet sekali; dan djoega belom taoe di djalanken di Negrie Wolanda dan di tanah India-Nederland, ken-dati sring-sring orang-orang di sini soedah mendjoewal soerat effect, jang dia tiada mempoenjai koetika dia bikin perdjandjian djoewal blie.
Bagitoe djoega Boekoe hoekoeman baroe dari Negri Wolanda di dalem fatsal 334 menghoekoemken sadja, siapa jang mengirai chabar-chabar jang djoesta.
2/2
FATSAL 350.
Siapa jang dengan sengadja djoewalken, atawa toekarken, atawa gadèken pérak, dia bilang mas; atawa koeningan, atawa lain-lain jang koerang harganja di kataken mas atawa pérak, atawa raocn-tiara jang palsoe di kataken moentiara betoel, atawa batoe-batoe, atawa lain barang jang sedikit harganja di kataken inten, atawa di kataken lain batoe-batoe, jang banjak harganja, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari tiga botlan sampe lima taoen, dan di uenda dari seratoes sa?npe doewa riboe roepiah.
Djikaloe kaoentoengannja itoe tiada lebeh dari doewa poeloeh lima roepiah. dan djikaloe jang salah itoe doeloenja tiada taoe pikoel hoekoeman dari perkara mentjoeri, atawa dari lain-lain perkara, jang terseboet di dalem fatsal ini, di 1 dan 2
dari bagian jang katiga dari Bab jang kadoewa dari gelaran jang kadoewa dari boekoe jang kadoewa dari Boekoe hoekoeman ini, maka dia di hoekoem kerdja pekerdjaan negrie dengan dapel ma-kan. ietapi iiada dengan bajaran dari delepan hari sampe tiga boelan.
Barang-barang kedjahatan ini, djikaloe misti djadi poenjanja orang jang salah itoe, dan djikaloe barang itoe soedah di tangkep, maka Itoe misti di rampas, di seboetken di dalem poetoesannja.
FATSAL 351.
Djikaloe jang blie, dan jang djoewal pake oekoeran, atawa takaran, atawa timbangan jang lain dari pada jang soedah di tamtoeken dengan peratoeran jang oemoem, maka jang blie itoe tiada beleh mendakwa ^!) atas orang jang djoewal itoe, sebab tipoe dengan oekoeran, atawa takaran, atawa timbangan jang di larang itoe, tetapi tipoenja dan pakenja oekoeran, takaran dan timbangan Itoe jang di larang, itoe boleh di bikin perkara kadjahatan, atawa crimineel.
Djikaloe djadi perkara tipoe, maka itoe di hoekoem bagimana terseboet dl dalem fatsal 350.
(1) Mendakwa atas sa\'orang = bikin perkara civiel = Tegen iemand eene rechtsvordering instellen.
2/3
Adapoen perkara ini jang terseboet di dalem fatsal 350 sebetoelnja tiada lain maka perkara bi kin hodo jang terseboet di dalem fatsal 328.
Bagitoe prentah ini tiada bergoena. dan di dalem paragraaf ini boekan tempatnja.
Bagitoe djoega fatsal 351 ini tiada di tempati jang baik; sebab perkara boeboeh tjap kompeni (ijk-wezen) belom di atoer di tanah India-Nederland. Maka dari sebab itoe tiada ada oekoeran, atawa takaran. atawa timbangan, jang soe-dah di tamtoeken dengan peratoeran jang oemoem. (
§
Kedjahatan duii rakanan, atawa lengganan (levera nciers).
FATSAL 352.
Siapa jang toeroet dalem satoe kongsi, atawa dalem lain perkoempoelan, atawa jang pegang sendiri pekerdjaan kasieh masoek barang, atawa leverancie, atawa djalanken lain pekerdjaan, atawa pemerintahan poelang kapada (voor rekening van) segala bala tantara jang di darat dan di laoet, djikaloe dia bikin tiada tjoekoep pekerdjaan jang di pegang itoe dengan tiada ada sebabnja dia di paksa oleh kekoewasaan jang lebeh koewat, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan rante dari lima sampe sepoeloch taoen dan di denda banjah-hanjaknja seprapat dari karoegian jang soedah di boewat, dan sedikitaja doewa ratoes lima poeloeh roepiah; dan lainnja itoe dia kena hoekoeman jang lebeh brat, djikaloe dia moeiakat sama moesoeh.
18*
274
FATSAL 353.
Djikaloe tiada tjoekoep, atawa brentiken pekerdjaan itoe, sebab salahnja orang-orang jang djadi wakilnja rakanan atawa lengganan (leverancier) itoe, maka jang djadi wakilnja itoe di hoekoem dengen hoekoeman, jang terseboet di dalem fatsal 352.
Maka leverancier dan wakil-wakilnja di hoekoem sama djoe-ga, djikaloe dia orang sama-sama bikin kedjahatan itoe.
FATSAL 354.
Djikaloe priaji jang oemoem atawa wakilnja (Agent) kan-djeng Goebernement, atawa orang-orang jang di djadiken, atawa di brie gadji kandjeng Goebernement menoelocng orang-orang jang salah itoe bikin tiada tjoekoep pekerdjaan jang terseboet, maka dia orang di hoekoem kerdja paksa dengan ranU dari lima sampe limahlas iaoen, dan lainnja itoe dia di hoekoem lebeh brat, djikaloe moefakat sama moesoeh.
FATSAL 355.
Kendati pekerdjaan itoe tjoekoep, djikaloe lama kasieh ma-soek barang, atawa lama djalannja pekerdjaan sebab teledor, atawa djikaloe ada tipoean, atawa boedjoekan dari peri hal, atawa kaadaan, atawa banjaknja pekerdjaan jang di boewat, atawa barang jang di masoeken, maka jang salah di hoekoem kerdja paksa iiada dengan ranie dari a/iem boelan sampe lima iaoen, dan di ilcnda banjak-banjaknja seprapai dari karoegian iang di boewat, dan sedikiinja lima poeloeh roepiah.
FATSAL 356.
Di dalem perkara-perkara jang terseboet di dalem paragraaf ini, maka perkara itoe tiada boleh di dakwa djikaloe tiada ada dakwanja kandjeng Goebernement.
*75
Adapoen seperti jang terseboet di atas ini. segala raka-nan, atawa lengganan (leverancier) dari bala tantara di darat dan di laoet, djikaloe dia bikin tiada tjoekoep pe-kerdjaan jang di pegang itoe dengan tiada ada sebabnja dia di paksa oleh kekoewasaan jang lebeh koewat. maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan ran te, tiada perdoeli apa perkara ini di boewat dengan sengadja, atawa di boewat se bah teledor. Tiada perdoeli djoega apa perkara itoe di boewat koetika masa berperang (!), atawa koetika masa berdamai (2).
BAGIAN JANG KA AMPAT.
Perkara meroesakken dan membinarsakan miliknja lain orang dengan sengadja.
F ATS AL 357.
Siapa jang membakar dengan sengadja roemah, kapal, pra-hoe, atawa sampan, atawa sekotjie, atawa tjoenija, goedang, bangsal, oetan. atawa taneman kajoe potongan, atawa taneman jang ada di sawah atawa di tegal (mengoempoelkan hasil). atawa jang soedah di potong, atawa di toewai, atawa kajoe jang soe-dah di toempoek, atawa di iket-iketti, atawa kaloewarannja sawah atawa tegal (penoewajan) jang soedah di toempoek, atawa siapa jang bakar barang jang dapet di makan api. jang di taroh sampe apinja boleh termakan pada barang-barang jang terseboet di atas itoe, atawa salah satoe, maka dia di hoekoem mati, djikaloe boleh di kira orang boleh djadi mati, sebab dari tebakaran itoe.
|
Koetika masa berperang = (2) Koetika masa berdamai = destijd. |
koetika ada prang = in oorlogstijd, koetika tiada ada prang = in vre- |
276
Djikaloe tiada boleh di kiri orang boleh djadi mati sebab dari tebakaran itoe, maka hoekoemannja kerdja paksa dengan rante dari lima sampe doewa poeloeh laooi.
Adapoen penocnoewan (brandstichting) memang kedja-hatan, jang paling berbchaja sekali dan kedjahatan jang terboewat terlebeh banjak kali di tanah India-Nederland, dan hoebaja-hoebaja (vooral) di tanah Djawa, dan di boewat sebab dari pembalassannja (\') orang.
Maka gampang sekali orang boleh membakar roemah-nja orang desa, sebab roemah itoe di bikin dari bamboe dan atap.
Aken tetapi djarang orang isi roemah boleh djadi mati sebab dari tebakaran itoe, sebab dia gampang boleh kaloewar dari roemahnja, sesoedahnja roemah bernjala.
Bagitoe djoega pendapetnja Pengadilan Besar Hooggerechtshof (arr. 7 Mei 1884).
Maka harganja roemah jang tebakar itoe sring-sring djoega terlaloe sedikit.
Maka siapa jang bakar dengan sengadja satoe roemah, dan lain dari pada itoe, jang terseboet di dalem fatsal 357 ini, misti di hoekoem mati, djikaloe boleh di kira orang boleh djadi mati sebab dari tebakaran itoe; tiada perdoeli dia membakar roemahnja lain orang, atawa roemahnja sendiri (arr. H. G. 10 Januari 1883; Tijdschr. XL1. pag. 43 S-)
Bagitoe aken mendjadiken kedjahatan ini memang tjoe-koep, djikaloe sa-orang soedah membakar roemah dan lain-lainnja jang terseboet di dalem fatsal 357 ini dengan sengadja, dan tiada perdoeli apa dia memboewat perkara itoe dengan niat jang baik, atawa dengan keniatan dja-hat. Dan lagi boekoe hoekoeman ini tiada menghoekoem
(,1) Pembalasan = wraak.
277
orangjang membakar lain barang mclainken barang-barang jang terseboet di dalem fatsai 357 ini.
Jang di namaken roemah (gebouw), ja-itoe: segala roemah, bagimana pon bangoenannja, seperti gedong, ata-wa goebocg, atawa pondok, atawa goedang, atawa leng-kok. atawa dangan. Hagitoe djoega roemah jang belom djadi, atawa roemah jang soedah roeboeh atawa djatoh teritoeng roemah (gebouw).
Fatsai 382 dari Roekoe hoekoeman ini menghoekcem-ken dengan hoekoeman politic kerdja pckerdjaan negrte dengan dapct makan, tetapi tiada dengan b ajar an, dji-kaloe barangnja orang jang terbawa, atawa jang tiada terbawa tebakar sebab koerang hatihatinja, atawa koerang ingatnja. atawa koerang djaganja jang ampoenja barang itoe.
Maka fatsai 3 no. 9 dari Peratoeran hoekoeman politie jang oemoem atas orang bangsa Djawa dan jang di sa-maken dengan bangsa Djawa, menghoekoemken dengan denda siapa jang bikin roesak miliknja (kapoenjaannja) lain orang dengan sengadja, djikaloe tiada ada perkara jang terseboet di dalem fatsai 357 sampe 385 dari boekoe hoekoeman ini.
Adapoen boekoe hoekoeman Wolanda jang baroe menghoekoemken di dalem perkara bagitoe orang itoe dengan hoekoeman toetoep lama-lamanja satoe taoen.
F ATS AL 358.
Siapa jang meroesakken roemah, goedang, kapal atawa pra-hoe. atawa sekotjie dengan meletosken satoe parit tjebakan (galian di dalem tanahquot;). maka di hoekoem dengan hoekoeman, jang terseboet di dalem fatsai 357, toeroet bagimana béda-bédanja jang terseboet di itoe fatsai djoega.
278
Fatsal ini menghoekoemken siapa jang meroesakken roemah, goedang. kapal dan lain-lainnja jang terseboet di dalem fatsal 358 ini dengan melctosken (doen springen) parit tjebakan (mijn); dan fatsal-fatsal jang di blakang ini menghoekoemken siapa jang meroesakken djembatan, tangkis. djalan-djalan, jang soedah di bikin, atawa lain-lain pekerdjaan; dan barang dagangan, daftar, soerat minuut, atawa soerat akte.
Aken tetapi hairan sekali orang jang meroesakken barang-barang jang paling besar harganja, seperti mas dan inten tiada di hoekoem, melainken di boewat dengan kepaksaan oleh satoe perkoempoelan orang (fatsal 363).
Maka fatsal 357 dan 358 ini di tambahi lagi prentah pada staatsblad 1875 no. 214, dan tamtoeken hoekoeman pada siapa jang menenggelamken (!), atawa mendampar-ken (2) atawa mcinbinasaken (3), atawa meroesakken ka-pal-kapal dan prahoe-prahoe; aken tetapi staatsblad itoe tiada membitjaraken sekali dari parit tjebakan (mijn).
FATSAL 359.
Siapa jang antjam-antjam bakar roemah, atawa lain-lain ba-rang milik (kapoenjaan), maka dia di hoekoem dengan hoekoeman, jang soedah di tamtoeken atas pengantjaman boenoeh, dan bagimana bcda-bédanja jang terseboet di dalem fatsal 222, 223 dan 224.
Siapa jang antjam-antjam bakar roemah misti di hoekoem sama djoega, tiada perdoeli apa roemah mendjadi tebakar di blakang, atawa tidak.
(!) Menenggelamken, dari tenggelam = Doen zinken.
C2) Mendamparken = Doen stranden.
(3) Membinasaken = Onbruikbaar maken.
279
Djikaloe orang antjam-antjam dengan moeloed, dia tiada boleh di hoekoem, djikaloe orang jang di antja.m-antjam tiada ada di sitoe djocga (I. W, 224). scbab boekoe hoe-koeman maoe hoekoem sadja pengamtjaman jang di boewat dengan soeggoeh hati, dan jang sampe makan dalem hati, aken paksa orang jang di antjam-antjam itoe, sopaja dia menoeroet prcntah, atawa lain perdjandjian.
FATSAL 360.
Siapa jang meroesakken atawa roeboehken dengan senga-dja roemah, atawa gedong, djembatan, tangkis atawa tambak, djalan-djalan jang soedah di bikin. atawa lain pekerdjaan, se-moewa atawa sebagian, kendati dengan isarat apa djoega, dan dia taoe roemah, atawa lain-lainnja itoe Iain orang jang am-poenja, maka dia di hoekoem kerdja paksa dengan rantc dari lima sampe sepoeloch iaoen, dan di denda banjak-ban ja knja seprapat dari karoegian jang di boewat itoe, dan sedikttnja lima poeloeh roeptak.
Djikaloe sampe ada orang jang mati, jang salah itoe di hoekoem mati, dan djikaloe sampe ada orang jang loeka, maka jang salah itoe di hoekoem kerdja paksa dengan ran/e dari lima sampe limablas iaoen.
Maka lain dari djahat dengan sengadja (moedwil), fat-sal ini tiada menoentoet. melainken orang meroesakken, atawa roeboehken barang-barang jang terseboet di dalem fatsal ini, Tiada perloc aken orang jang salah itoe mem-boewat itoe perkara sebab dia membentji (i), atawa sebab dia ada karatan hati (-) aken orang jang ampoenja ba-rang dia bikin roesak.
(!) Membentji = haten,
(2) Karatan hati - dengki, hasad = nijd.
28o
. Maka di dalem fatsal ini tiada termasoek perkara me-roesakken goeboek (fatsal 375), atawa perkara bikin roesak, atawa rebahken tanda-tanda peringetan, atawa patong-patong (fatsal 189), atawa perkara meroesakken koeboer dan koeboeran (fatsal 275).
FATSAL 361.
Siapa jang dengan perboewatan jang kras melawan bikin pe-kerdjaan jang di kerdja dengan prentahnja kandjeng Goeber-nement, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ranie dari tiga boelan sampe doewa (aoen, dan di denda banjak-ba-njaknja seprapat dari karoegian jang di boewat, dan se di kiln ja dclapan roepiah.
Siapa jang menjebabken aken memboewat kcdjahatan ini, dan djalannja itoe bagimana jang terseboet di dalem fatsal 28 no. 1 sampe 4, maka dia kena hoekoeman jang paling tir.ggi dari hoekoeman jang terseboet itoe.
Maka fatsal ini di kenaken atas perkara mengangkat dengan koewasa sendiri ramboe-ramboe (l) jang soedah di tempatti jang betoel, aken mengoendjoek pehaknja 12) djalan jang misti di boewat lagi; dan lagi di kenaken atas perkara membanton (3) pohon-pohon jang soedah di tanem dengan prentahnja Kandjeng Goebernemcnt.
Maka jang ampoenja tanah sendiri tiada ada bak boe-wat mendjaoehken ramboe-ramboe (1) dan pohon-pohon jang soedah di tempatti jang betoel itoe atas tanahnja.
(!) Ramboe-ramboe = tiang-tiang aken mengoendjoek peh.iknja djalan Jang maoe di bikin.
(-) Pehak = arah, tentang — Richting.
(3) Membanton = mencbang = Uitroeijen van boomen.
28i
FATSAL 362.
Siapa jang membakar. atawa meniadaken \'lengan sengadja dan bagimana roepa djoega daftar, soerat minuut, atawa soe/at acte, jang asal dari pamrentahan jang oemoem, soerat titel atawa milik, soerat-soerat, soerat toekaran (wissel), soerat daga-ngan, atawa soerat bank, jang seboetken perdjandjian, atawa balesan, atawa poetoesan, atawa kalepasan, maka dia di hoe-koem bagimana di bawah ini:
djikaloe soerat-soerat jang di bakar, atawa di tiadakcn soerat acte dari pamrentahan jang oemoem, atawa soerat dagangan. atawa soerat bank maka hoekoemannja kerdja paksa dengan ranie dari lima samfie sepoeloeh taoen ■
djikaloe soeratnja Iain dari itoe, maka jang salab di hoekoem kerdja paksa iiada dengan ranlc dan doewa sampe hma taoen, dan di den da dari lima poe loc h sampe seratoes lima poeloeh roepiah.
FatsaI 121 dari Boekoe hoekoeman ini membitjaraken dari priaji-priaji jang oemoem, djikaloe dia meniadaken, atawa bikin glap soerat acte dan soerat titel, jang dia simpen, atawa jang di serahken, atawa di kasieh taoe kapadanja di dalem pekerdjaanja.
Lain dari pada itoe fatsal iSj dari boekoe hoekoeman ini menghoekoemken siapa jang salah bikin glap. atawa meroesakken, atawa ambil soerat-soerat jang di pake di pengadilan, atawa lain-lain soerat dan boekoe daftar jang
ada di tempat simpenannja soerat-soerat di kantor (Archief)
atawa di kantor Griffie, atawa di lain-lain tempat simpc-nan jang oemoem.
Maka fatsal 362 ini menjehadja (1) perkara meniadaken soerat-soerat, tiada dengan menoetoet aken orang jang salah mendjadi priaji jang oemoem, atawa sopaja soerat-
1
Menjehadja = Het oog hebben op iets.
282
soerat ada di tempat simpcnannja soerat-soerat iancr oemoem (Archief).
FATS AL 363.
Djikaloe barang-barang makanan atawa lain-lain barang jang ter-bawa di rampas, atawa di bikin roesak dengan kepaksaan oleh satoe perkoempoelan orang, maka siapa jang salah di hoekoem kcrdja paksa dengan ranic dari lima sampe iimablas iaoen, dan di denda dan seraioes sampe doewa riboe lima ratoes roepiah.
FATSAL 364.
Tetapi djikaloe dia orang boleh kasieh ketrangan dia orang toeroet bikin perboewatan itoe, sebab di adoe-adoe, atawa sebab permintaannja orang, maka dia orang boleh di hoekoem kerdja paksa dengan rante dari lima sampe sepoeloch iaoen.
FATSAL 365.
Djikaloe merampas, atawa meroesakken padi tepoeng, dan ba-rang saroepa tepoeng, dan roti, anggoer, atawa lain-lain minoeman, maka kapalanja perkoempoelan itoe dan lain-lain orang jan^ soeroeh. atawa mengasoet (1) bikin kedjahatan itoe, misti di hoekoem dengan hoekoeman jang paling tinggi jang terseboet di dalem fatsal 363.
Jang di namaken (plundering), ja-itoe : sega-
la pentjoerijan jang di boewat dengan kepaksaan oleh perhimpoenan orang pentjoeri, atawa oleh perkoempoelan orang.
Maka di kataken per h 1 in poen an orang pentjoeri ( bende J
(!) Mengasoet = mengoopak = Aanhitsen, aanzetten.
283
ja-itoe : satoe satocnja perkoempoelan orang pentjoeri jang soedah di atocr lebeh doeloe ; aken tetapi perkoempoelan orang tiada lain, melainken kabanjakan orang jang bcr-koempoel, tetapi tiada di sangka (toevallig).
FATSAL 366.
Siapa jang bikin roesak dengan sengadja barang dagangan, atawa barang bakal dengan ajer jang sering (\'), atawa dengan lain isarat, maka dia di hoekoem kcrdja paksa tiada dengan ran/e dari satoe boelan sampe doeiva taoen, dan di denda banjak-ha-njaknja seprapat dari karoegian jang di boewat, dan sedikitnja delapan roepiah.
Djikaloe kedjahatan itoe di boewat oleh orang jang bekerdja di paberiknja. atawa oleh satoe kawan tokonja, atawa kongsi soeda-garnja, maka hoekoemannja kerdjapaksa tiada dengan rante dan doeïca sampe lima taoen, dan lainnja itoe dia kena denda jang terseboet di atas.
Fatsal ini menghoekoemken sadja, siapa jang mcroesak-ken dengan sengadja barang dagangan dan barang bakal (grondstoffen) dengan ajer jang sering (1), atawa dengan lain isarat, semantara fatsal 3 no. 9 dari Peratoeran hoc-koeman politie jang oemoem atas orang bangsa Djawa, dan jang di samaken dengan bangsa Djawa, menghoekoemken siapa jang meroesakken miliknja (kapoenjaannja) lain orang dengan sengadja, djikaloe tiada ada perkara terseboet di dalem hoekoem siksa (strafwet).
Ragitoe segala karoesakan barang jang terbawa, lain dari pada barang dagangan, atawa barang bakal, dan lain jang terseboet di dalem hoekoem siksa, di hoekoem denda sadja hanjak-banjaknja anempoeloeh roepiah.
(!) Sering = kras, tadjem = Bijtend (van vocht.)
284
Adapocn fatsal 366 ini tiada boleh mentjoekoepi hadjat {voldoen aan de behoefte)-, dan karangannja (!) fatsal ini djocga koerang baik bctoel, sebab fatsal ini tiada menja-taken, aken karocsakannja atawa kabinasaannja barang dagangan misti di boewat dengan mèlawan hoekoem (opzettelijk en wederrechtelijk), dan lagi barang dagangan itoe misti djadi ampoenja lain orang ; sebab sa-orang tiada boleh di hoekoem djikaloe dia meroesakken barangnja sendiri, djikaloe tiada boleh di kira orang lain boleh da. pet tjilaka dari perboewatan itoe.
FATSAL 367.
Siapa jang meroesakken taneman jang ada di sawah maka dia (ii hoekoem kenija paksa tiada dengan rante dari doewa sampe lima taocn.
Siapa bikin roesak kebor.an jang soedah timboel, atawa jang lagi di bikin, di hoekoem kerdja pekerdjaan ngeric dengan dapet makan, tctapi tiada dengan bajaran banjak-banjaknja satoe boelan, dan lainnja itoe dia misti bikin betoel atawa ganti karoegian jang di boewat.
FATSAL 36S.
Siapa jang potong pohon satoe atawa lebeh, dan dia taoe lain orang jang ampoenja. maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari anem hari sampe anem boelan jang satoe pohon. tetapi djoemlahnja kerdja paksa itoe tiada boleh leheh dari lima taoen.
FATSAL 369.
Maka hoekoemannja sama djoega jang satoe pohon di bikin roesak. atawa di pantjoeng, atawa di koepas koelitnja sampe pohon itoe misti mati dari sebab itoe.
O) Karangan = Redactie.
285
FATSAL 370.
Djikaloe meroesakken tjangkok-iln satoe atawa lebeh jang soedah djadi, maka hoekoemannja kerdja paksa tiada dengan rantc jang satoe tjangkok-an dari anem hari sampe doewa boe-lan, tetapi djoendahnja kerdja paksa itoe tiada boieh lebeh dari doewa iaoen.
FATSAL 371.
Maka hoekoemannja jang paling sedikit. ja-itoe: doewa poe-loeh hari di dalem perkara-perkara jang terseboet di dalem fatsal 368 dan 369; dan sepoeloeh hari di dalem perkara jang terseboet di dalem fatsal 370, djikaloe pohon-pohon itoe di tanem di tanah lapang, atawa di djalan besar, atawa di dja-lan ketjil.
FATSAL 372.
Siapa jang potong padi atawa makanannja binatang dan dia taoe poenjaknja lain orang, maka dia di hoekoem kerdja pe-kerdjadn negrie dengan dapei makan. tetapi tiada dengan baja-ran dari anem hari sampe dvewa boelan.
FATSAL 373.
Maka hoekoemannja kerdja peherdjaan negrie dengan da pet makan, tetapi tiada dengan bajaran dari doewa poeloeh hari sampe tiga boelan, djikaloe padi itoe di potong sebelom nja toewa.
FATSAL 374.
Di dalem perkara-perkara jang terseboet di dalem fatsal 367 sampe fatsal 373, maka jang salah di hoekoem paling tinggi jang terseboet di dalem satoe-satoenja fatsal itoe, djikaloe perkara itoe di bikin, sebab bentji pada satoe priaji jang oe-
284
Adapoen fatsal 366 ini tiada boleh mentjoekoepi hadjat (voldoen aan de behoefte) \\ dan karangannja (1) fatsal ini cijocga koerang baik bctocl, schab fatsal ini tiada menja-taken, aken karoesakannja atawa kabinasaannja barang dagangan misti di boewat dengan melawan hoekocm {opzei lelijk en n\'ede rr eelt te lijk), dan lagi barang dagangan itoe misti djadi ampoenja lain orang ; sebab sa-orang tiada boleh di hoekoem djikaloe dia meroesakken barangnja sendiri, djikaloe tiada boleh di kira orang lain boleh da» pet tjilaka dari perboewatan itoe.
FATSAL 367.
Siapa jang meroesakken taneman jang ada di sawah maka dia di hoekoem kcrdjci puksu luidct dengdn rciute dcit\'i doewci sampe lima laocn.
Siapa bikin roesak kebonan jang soedah timboei, atawa jaag lagi di bikin, di hoekoem kerdja pekerdjaan ngeric dengan dapci makan, teiapi tiada dengan bajaran banjak-banjaknja saioe boelan, dan lainnja itoe dia misti bikin betoel atawa ganti karoegian jang di boewat.
FATSAL 368.
Siapa jang potong pohon satoe atawa lebeh, dan dia taoe lain orang jang ampoenja. maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ranie dan anem hart sampe anem boelan jang satoe pohon. tetapi djoemlahnja kerdja paksa itoe tiada boleh lebeh dari lima iaoen.
FATSAL 369.
Maka hoekoemannja sama djoega jang satoe pohon di bikin roesak. atawa di pantjoeng, atawa di koepas koelitnja sampe pohon itoe misti mati dari sebab itoe.
(,!) Karangan — Redactie.
285
FATSAL 370.
Djikaloe meroesakken tjangkok-an satoe atawa lebeh Jang soedah djadi. maka hoekoemannja kerdja paksa tiada dengan ranfe jang satoe tjangkok-an dari anem hari sampe cioewa koe-lan, tetapi djoemlahnja kerdja paksa itoe tiada boleh lebeh dart doewa laoen.
FATSAL 371.
Maka hoekoemannja jang paling sedikit. ja-itoe: doewa poe-loeh hari di dalem perkara-])erkara jang terseboet di dalem fatsal 368 dan 369; dan sepoeloeh hari di dalem perkara jang terseboet di dalem fatsal 370, djikaloe pohon-pohon itoe di tanem di tanah lapang, atawa di djalan besar, atawa di dja-lan ketjil.
FATSAL 372.
Siapa jang potong padi atawa makanannja binatang dan dia taoe poenjaknja lain orang, maka dia di hoekoem kerdja pe-kerdjaCtn negrie dengan dapei makan. tetapi tiada dengan baja-ran dari anetn hari sampe dvewu boelan.
FATSAL 373.
Maka hoekoemannja kerdja pekerdjam negrie dengan da-pet makan, tetapi tiada dengan bajaran dari doewa poeloeh hari sampe tiga boe lan, djikaloe padi itoe di potong sebelom nja toewa.
FATSAL 374.
Di dalem perkara-perkara jang terseboet di dalem fatsal 367 sampe fatsal 373, maka jang salah di hoekoem paling tinggi jang terseboet di dalem satoe-satoenja fatsal itoe, djikaloe perkara itoe di bikin, sebab bentji pada satoe priaji jang oe-
286
moem dari perkerdjaannja atawa djikaloe perkara itoe di boewat koetika malem.
Fatsal 357 membitjaraken dari perkara bakar taneman jang ada di sawah, atawa di tegal, atawa jang soedah di potong; maka fatsal 367 ini membitjaraken dari lain roepa bikin roesak tancman jang ada di sawah. diin fatsal 367 menoentoet sadja kahendaknja orang, aken meroesakken taneman jang ada di sawah dan dia taoe lain orang jang ampoenja (arr. Mooge Raad der Nederlanden 19 Juli 1847, 5 Oct. 1859, dan 15 Nov. 1864).
Adapoen djikaloe taneman itoe soedah di potong, maka jang salah meroesakken itoe boleh di hoekoem sadja dengan hoekoeman politie (fatsal 3 no. 9 dari Peratoeran hoekoeman politie); melainken perkara itoe di boewat dengan kepaksaan oleh satoe perkoempoelan orang (fatsal 363).
Djikaloe perkara itoe di boewat sebab bentji pada satoe priaji jang oemoem dari perkara pekerdjaannja, atawa djikaloe perkara itoe di boewat koetika malem, maka hoekoemannja mendjadi lebeh brat (fatsal 374).
Jang di na.ma.\'kcn tanevian jang ada di sauah ( perolehan hasil, te veld staande oogst,) ja-itoe; segala taneman jang soedah timboel, atawa jang soedah kaloewar dari tanah ; bagitoe lain dari taneman tocwa, djoega teritoeng tanevian jang ada di sawah, taneman jang misti moe da.
Fatsal 368 menghoekoemken siapa jang potong. atawa jang menebang, atawa jang bikin mati dengan lain djalan pohon satoe atawa lebeh, dan dia taoe lain orang jang ampoenja.
Adapoen fatsal ini 368 membitjaraken sadja dari pohon jang ada di dalem pekarangan atawa di dalem kebonan, atawa di djalan besar; aken tetapi tiada meroedjoek (!)
(!) Meroedjoek = Betrekking hebben op iets.
287
atas perkara meroesakken pohon-pohon di dalem oetan; sebab pelanggaran ini (boschbeschadiging) di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem staatsblad 1875 no. 216.
Siapa jaag meroentas (!) ranting hidoep (2) dari satoe pohon di hoekoem dengan hoekoeman, jang terseboet di dalem fatsal 3 no, 9 dari Peratoeran hoekoeman politie atas orang bangsa Djawa.
Maka pokok anggoer (3) di negrie Europa teritoeng pohon. Aken tetapi pengadilan Besar Hoog Gerechtshof dari India-Nederland memoetoesken aken pokok lada (-1) misti teritoeng kebonan (5) atawa petaneman (6) (arr. H. G. 23 Juli 1884).
Maka di dalem perkara jang terseboet di dalem fatsal 367 alinea jang pertama, dan di dalem fatsal 368, 369 dan 370 jang di atas, siapa jang salah di hoekoem djoega denda banjak-banjaknja seprapat dari karoegian jang di boewat, dan sedikitnja delapan roepiah.
FATSAL 375.
Siapa jang bikin pitjah, atawa meroesakken pekakas kerdja-annja sawah atawa tegal, atawa kandang, atawa tempatnja bi-natang jang di pageri, atawa pondok, atawa goeboeknja orang jang djaga, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari satoe boe la n sampe saloe taoen.
FATSAL 376.
Siapa jang membri makan ratjoen pada koeda atawa lain bi-
(!) Meroentas = menjindjoh = Afrukken van een tak van een boom.
(2) Ranting hidoep = Levende tak van een boom.
(3) fokok anggoer = Wijnstok.
C) Pokok lada = Peperplant.
(,5) Kebonan = petaneman = Plantsoen.
288
natang naikan, atawa binatang moewatan. atawa binatang tari kan, atawa kerbo, sapi, kambing, atawa babi, atawa ikan di dalem tambak, atawa di dalem tempat simpenannja, maka dia di hoekoem kerdja paksa liada dcugan ranie dari satoe sampe lima laoen, dan di denda dari delapan sampe seraioes lima poeloeh roepiah.
FATSAL 377.
Di dalem perkara-perkara jang terseboet di dalem fatsal 367. alinea jang pertama, dan di dalem fatsal 368, 369, 370, 375 dan 376, maka di hoekoem denda banjak-banjaknja se-prapat dari karoegian jang di boewat, dan sedikitnja de la pan roepiah.
FATSAL 37S.
Siapa jang salah boenoeh binatang salah satoe jang terseboet di dalem fatsal 377 (1), tiada dengan ada perloenja, maka dia di hoekoem bagimana di bawah ini:
djikaloe boenoeh di dalem roemah, atawa gedong, di tempat jang tertoetoep, dan jang djadi toeroetannja itoe, atawa di tanah jang ampoenja, atawa jang di séwa, di pake, atawa di padjek oleh orang jang ampoenja binatang itoe jang di boenoeh, maka hoekoemannja kerdja pekerdjaün negri dengan dapet makan, tetapi tiada dengan bajaran dari anem hari sampe satoe boelan ;
Djikaloe boenoeh di tempat-tempat jang djadi kapoenjaannja, atawa jang di séwa, di pake, atawa di padjek oleh orang jang salah itoe, maka hoekoemannja kerdja pekerdjadn negri dengan dapet makan, tetapi tiada dengan bajaran dari anem hari sampe satoe boelan;
djikaloe boenoeh di lain tempat, maka hoekoemannja kerdja pekerdjadn negri dengan dapet makan, tetapi tiada dengan bajaran dari limabelas hari sampe anem minggoe.
(l* Maka ini memang salah menoelis oleh jang mengadakan hoekoem oendang-oendang, dan memang dia bermaksoed fatsal 376, sebab fatsal 377 tiada Derkata sekali dari binatang-binatang.
289
Hoekoemannja jang paling tinggi di djalanken, djikaloe kan-tjingnja di bikin roesak.
FATSAL 379.
Siapa jar.g boenoeh binatang djinak dengan tiada ada per-oenja di satoe tampat jang djadi kapoenjaannja orang jang ampoenja binatang itoe, atawa jang di séwa, atawa di pake, atawa di padjek orang itoe, maka dia di hoekoem kerdja pe-kerdjadn tiegri dengan dapet makan, tetapi tiada dengan baja\' ran dari anem hari sampe iiga boelan.
Maka hoekoeman jang paling tinggi itoe di djalanken, djikaloe meroesakken penoetoepan.
Fatsal-fatsal 378 dan 379 ini menghoekoemken siapa jang boenoeh koeda dan lain binatang jang terseboet di dalem fatsal 376, dan lagi binatang djinak, jang di piara orang; tetapi tiada sekali bitjara dari perkara bikin ioeka binatang itoe.
Maka perkara ini di seboetken di dalem fatsal 1 no. 15, dan fatsal 3 no. 9, 10, 11, dan 12 dari Peratoeran hoe-koeman politie jang oemoem atas orang bangsa Djawa, dan jang di samaken dengan bangsa Djawa.
Bagitoe fatsal-fatsal 3/8 dan 379 meroedjoek sadja perkara boenoeh binatang jang terseboet di dalem fatsal-fatsal itoe, djikaloe perkara itoe di boewat dengan sengadja. •
FATSAL 380.
Siapa jang menimboes (1) parit jang berajer, atawa selokan, atawa lain-lain djalanan ajer semoewa atawa sebagian, atawa meroesakken penoetoepan, jang di boewat dari apa djoega, atawa memotong, atawa menebas, atawa tjaboet pager idoep,
{}) Menimboes = menjeboekan = menabak = Dempen.
19 *
2 go
atawa pager mati; dan siapa jang memindahken, atawa kloeken tanda-tanda wates, atawa pohon-pohon jang ada di oedjoeng-oedjoeng wates, atawa lain pohon-pohon, jang di tanem boewat djadi tanda wates antara pekarangan jang nanti tam-toeken, atawa jang soedah di tetapken, maka dia di hoekoem kerdja pekerdjaün negri dengan dapet makan, ietapi tiada dengan bajaran dari anem hart sampe tiga boelan.
FATSAL 381.
Siapa jang ampoenja atawa djadi toekang pak dari penggi-lingan. atawa Iain-lain pekerdjaan ajer, atawa lain orang jang pake penggilingan, atawa lain pekerdjaan ajer itoe, djikaloe bikin bandjir djalan-djalan atawa tanah poenjanja lain orang, sebab naiken pekakas toeroennja ajer lebeh tinggi dari oekoeran, jang soedah di tamtoeken oleh pamrentahan jang koewasa, maka dia dl denda banjak-banjaknja seprapat dari karoegian jang di boewat, dan sedikiinja doewa poeloeh lima roepiah.
Djikaloe itoe sampe mendjadiken roesaknja satoe barang, maka hoekoemannja kerdja pekerdjaan negri dengan dapet makan, tetapi tiada dengan bajaran dari anem hari sampe satoe boelan.
Fatsal 381 ini meroedjoek perkara bikin bandjir oleh jang ampoenja, atawa jang mendjadi toekang pak penggilingan, atawa lain-lain pekerdjaan ajer; dan hoekoem pelanggaran itoe dengan hoekoeman politie; dalem antara .fatsal 157 dari Boekoe hoekoeman jang baroe dari Negri Wolanda menghoekoemken perkara itoe dengan hoekoernan toetoep lama-lamanja doewablas taoen, dan hoekoeman itoe boleh naik lagi sampe sa-oemoer kidoep [levenslang), djikaloe sa-orang djadi mati dari pada perboewatan itoe.
Lain dari pada itoe fatsal 381 ini menoentoet, aken bandjir di boewat oleh jang ampoenja atawa jang djadi toekang pak penggilingan atawa lain pekerdjaan ajer, sahingga lain orang jang membikin bandjir tiada boleh di hoekoem, djikaloe dia tiada meroegiken lain orang.
291
Djikaloe itoe sampe mendjadiken roeginja lain orang, maka jang salah di hoekoem dengan hoekoeman politie.
FATSAL 382.
Djikaloe barangnja orang jang terbawa, atawa jang dada terbawa tebakar. sebab dari toewa, atawa sebab dan teledor bikin betoel, atawa bikin bersie dapoer, tjorong asep, dapoer toekang besie, roemah atawa tempat bekerdja jang ada di de-ketnja, atawa sebab api jang di pasang di sawah, atawa di te-gal jang djaoehnja koerang dari seratoes Ello, dari roemah-roemah. atawa goedang-goedang, oetan, padang tandas, kajoe, kebon pokok boewah-boewah. kebonan atawa petaneman, pager, toempoekan padi, raerang, roempoei kring makanannja bina-tang, atawa lain lain koempoelan., atawa tempat simpenannja barang. jang gampang dapet di makan api, atawa sebab dari api, atawa lampoe jang di bawa. atawa di tinggalken tiada dengan hati-hati jang sampe. atawa sebab dari pasang kembang-api, atawa mertjon dengan tiada perdoeliken apa-apa, atawa dengan koerang hati-hati. maka dia di hoekoem kérdjapekerdjadn negri dengan dapet makan, tetapi tiada dengan ba jar an lama-lamanja sa toe boelan.
Fatsal ini niembitjaraken dari perkara tebakar karang-nja orang jang terbawa dan jang tiada terbawa, sebab dari koerang hati-hati, dan menghoekoemken pelanggaran ini dengan hoekoeman politie lama-lamanja satoe boelan ; dalem antara fatsal 158 dari Boekoe hoekoeman Wolanda jang baroe menghoekoemken perkara ini dengan hoekoeman toetoep lama-lamanja satoe taoeu, djikaloe ada orang jang djadi mati sebab dari tebakaran itoe.
Adapoen di dalem fatsal 382 ini tiada di kataken dari perkara tebakar roemah, dan lain-lain, sebab tiada djaga dengan betoel anak-anak, atawa orang gila, atawa bina-tang-binatang.
292
FATSAL 383.
Siapa Jang piava. atawa simpen binatang, jang kira-kira ter-kena penjakit sampar. djikaloe tiada lantas kasieh chabar kapa-da kapala negri, di mana ada binatang itoe, dan djikaloe dia tiada toetoep binatang itoe, kendati dia beiom trima baiasan atas pembri-tahoewannja itoe. maka dia di hoekoem kerdja pe-kercljadn negri dengan dapei makan, ietapi tiada detigan bajaran dari anem hari sampe doewa boelan.
FATSAL 384.
Djikaloe ada larangannja pamrentahan jang koewasa, dan djikaloe orang tinggalken binatangnja jang kalamparan terkoem-poel sama lain binatang, maka dia di hoekoem kerdja paksa tiada dengan rante dari doewa sampe anem bnelan, dan di den-da dari limapoeloeh sampe doewa raioes limapoeloeh roepidh.
FATSAL 385.
Djikaloe lain binatang itoe sampe kalamparan, sebab di koerc-poelken bagimana jang terseboet di dalem fatsal 384, maka siapa Jang langgar prentahnja pamrentahan jang koewasa itoe, di hoekoem kerdja paksa tiada dengan ranie dari doewa sampe lima taoen, dan di denda dari lima poeloeh sampe lima ratoes roepiah, dan selainnja itoe di djalanken peratoeran besar dari perkara penjakitnja binatang, dan hoekoeman hoekoemanr.ja jang terseboet di dalemnja.
Adapoen prentah-prentah jang terseboet di dalem Boekoe Hoekoeman ini aken menegahken penjakit sampar (besmettelijke ziekten) antara binatang-binatang tiada ge-nap sekali.
Maka di tanah India-Nederland perkara ini di atoer di dalem staatsblad 1869 no. 123, dae terseboet dalemnja
293
prentah-prentah adapoen aken tanem binatang jang soe-dah mati atawa jang di bikin mati scbab penjakitnja.
Maka prentah-prentah itoe di tambahi lagi pada Prentah besar jang terseboet di dalem Staatsblad 1879 no. 327. 1S80 no. 162, 163, 168 dan 171, dan 1882 no. 233.
Prentah pengabisan dari Bab ini.
F ATS AL 386.
Djikaloe priaji atawa bawah-bawahnja, dan orang-orang politie jang bikin kedjahatan dan peianggaran, jang hoekoemannja di dalem Bab ini tiada lebeh brat dari kerdja paksa üada de-ngan ran/e, maka dia orang ampoenja hoekoeman tiada koerang dari satoe boelan lamanja.
Prentah pengabisan dari Boekoe hoekoeman ini.
FATSAL 3S7.
Temponja jang Boekoe hoekoeman oendang-oendang ini di djalanken, maka di brentiken oendang-oendang Djawa, dan hoekoem oendang-oendang Wolanda jang lama, dan hoekoem oendang-oendang Raumawi.
FATSAL 388.
Dari perkara jang liada di atoer di dalem Boekoe hoekoe-
294
man ini, tetapi di atoer di dalem lain peratoeran besar dan ketjil, atawa di dalem lain peratoeran jang setoedjoeh dengan hoe-koem oendang-oendang, dan prentah, atawa Beselit jang tiada di brentiken di dalem fatsal 387, maka segala Pengadilan misti djalanken Peratoeran besar dan ketjil dan lain peratoeran jang setoedjoeh dengan hoekoem oendang-oendang dan prentah atawa Beselit itoe.
FATSAL 389.
Prentah-prentahnja Boekoe hoekoeman ini tiada di djalanken atas kedjahatan dan pelanggaran jang di boewat oleh orang-orang jang ada di bawah kepaksaan hoekoem militair, djikaloe hoekoemannja soedah di atoer di peratoeran besar, atawa di dalem lain hoekoem oendang-oendang, dan di dalem lain prentah atawa Beselit.
FATSAL 390.
Di dalem perkara-perkara jang soedah di tamtoeken satoe hoe koeman atas satoe kedjahatan, dan hoekoeman itoe tiada ada terseboet di dalem fatsal 5 dan 6 menoeroet bagimana peratoeran besar, atawa Iain-lain hoekoem oendang-oendang dan Beselit jang koewat dan tinggal koewat tempo djalanken Boekoe hoe-koeman ini, toeroet bagimana fatsal 388, maka priaji-priaji Pengadilan misti djalanken hoekoem-hoekoeman salah satoe jang terseboet di dalem fatsal-fatsal itoe, maka jang paling ampir-ampir sama seperti hoekoeman jang asal moelanja di tamtoeken atas kedjahatan itoe.
FATSAL 391.
Djikaloe peratoeran besar, atawa lain-lain peratoeran oendang-oendang dan Beselit jang koewat dan tinggal koewat, tempo djalanken Boekoe hoekoeman ini di djalanken boewat priksa dan hoekoem orang dari perkara kedjahatan jang boleh di hoekoem dengan hoekoeman kepaksaan, atawa dengan hoekoeman jang mempermaloeken {lijf- en onieerende s/raffen), maka selamanja
295
jang misti teritoeng hoekoeman kepaksaan dan hoekoeman jang mempermaloeken, ja-itoe : hoekoeman-hoekoeman jang terseboet di dalem fatsal 5 no. 1, 2, 3 dan 4,
FATSAL 392.
Maka kapala-kapala orang Djawa dan bangsa. sebrang, jang pegang prentah jang sah atas orang Djawa dan jang di samaken dengan bangsa Djawa, teritoeng djoega priaji jang oemoem, jang terseboet di dalem Boekoe kaadilan hoekoeman ini.
Prentah pergantian, atawa ka-obahan.
FATSAL 1.
Dari perkara kedjahatan dan pelanggaran, jang di boewat sebelomnja Boekoe hoekoeman ini di djalanken, maka di dja-lanken hoekoeman-hoekoemannja, jang misti djalan tempo kedjahatan dan pelanggaran itoe di bikin.
Tetapi djikaloe hoekoeman jang terseboet di dalem Boekoe hoekoem itoe ada lebeh enteng, maka hoekoeman jang lebeh enteng itoe di djalanken.
Djikaloe kedjahatan\' jang di bikin sebelomnja Boekoe hoekoeman ini di djalanken, atawa djikaloe pelanggaran jang di bikin sebelomnja Boekoe hoekoeman itoe di djalanken tiada ada hoekoemannja bagimana peratoeran oendang-oendang jang misti di tetapken dengan Boekoe hoekoeman ini. atawa dengan fatsal 388 dari Boekoe hoekoeman itoe, maka dia tiada di hoekoem djoega.
FATSAL 2.
Djikaloe belom ada pekakas jang misti di pake, boewat dja-
296
lanken hoekoeman-mati, bagimana jang terseboet di dalem fat sal 12 dari Boekoe kaadilan hoekoeman itoe, maka hoekoeman-mati di djalanken bagimana djalanan, koetika mendjadiken Boekoe hoekoeman itoe.
FATSAL 3.
Bernanti adanja soerat peratoeran jang terseboet di dalem fatsal 15 dari Boekoe kaadilan hoekoeman itoe, maka orang-orang jang di hoekoem kerdiapaksa dengan ranie dan iiada den-gan ranie misti djalani hoekoemannja bagimana sekarang; dan lagi djikaloe orang tiada pikoel hoekoemannja di tempat di mana dia kena hoekoeman itoe bagimana fatsal 10 dari Boekoe hoekoeman ini, maka sebelomnja poetoesan di djalanken Directeur pan Djoestitie nanti tamtoeken tempatnja orang hoekoeman misti bekerdja, menoeroet permintaannja Hoog Gerechtshof, atawa pengadilan besar jang kirimken soerat-soeratnja perkara dan poetoesannja pengadilan besar itoe kapada Directeur pan Djoestitie.
Sebrapa bolehnja dia orang misti djaoehken satoe sama lain, dan sekali-kali dia orang misti di sendiriken dari orang-orang, jang di hoekoem toetoep.
FATSAL 4.
Bernanti adanja peratoeran jang terseboet di dalem fatsal 3, maka djikaloe ada sebabnja jang perloe seperti soedah toe-wa-toewa, sakit, atawa karoesakkan badan, Pengadilan Djava, atawa pengadilan Wolanda di tempat roemahnja curator dari orang jang di hoekoem kerdja paksa dengan rante, mana jang memoetoesken bediriken curator, djikaloe ada permintaanja curator itoe, atawa permintaannja orang hoekoeman itoe sendiri, maka pengadilan itoe salah satoe boleh kasieh idin, sopaja kirim oewang jang tamtoe banjaknja, baik sama sekali atawa tempo-tempoan kapada kapala negri di tempat jang orang itoe di toetoep, sopaja oewang itoe di kasiehken kapadanja aken men-djadi pertoeloenganja.
Fiskaal, atawa djaksa dan curatornja misti di denger lebeh
297
doeloe pikiranja dari perkara itoe, djikaloe orang-orang jang di hoekoem itoe poenja permintain.
FATSAL 5.
Selamanja beloem ada roemah toetoepan (verbeterhuis), jang terseboet di dalem fatsal 35 dari Boekoe kaadilan hoekoeman, maka pesakitan-pesakitan jang moeda di dalem perkara jang terseboet di dalem fatsal itoe, di taroh di lain tempat jang baik, jang nanti di tamtoeken oleh Toewan Besar Goebernoer Djendral.
FATSAL 6.
Dari perkara kedjahatan, jang di boewat dengan soerat-soerat jang di tjap. maka peratoeran prentah jang ada sekarang, misti tetap koewatnja sampe di blakang ada prentah lain.
Maka fatsal 6 ini menemtoeken, aken prentah-prentah jang lama adapoen aken kedjahatan jang di boewat dengan soerat jang di tjap misti troes di djalanken.
Maka prentah-prentah itoe terdapet di dalem Peratoeran besar atas soerat-soerat jang di tjap (staatsblad 1856 no. 74 dan 1858 no. 73); dan peratoeran itoe terdjempoet dari pada Hoekoem Wolanda dari taoen 1815, 1829 dan 1830.
Adapoen peratoeran itoe, soenggoehpon soedah lakoe 30 taoen. tiada sekali boleh mentjoekoepi, sebab peratoeran itoe terlaloe menganijajakan pada oengkapan jang bebas (vrije uiting) dari sa-orang ampoenja kapikiran.
Lain dari pada itoe peratoeran itoe koerang trang dan koerang genap.
Bagitoe fatsal r berkata. aken masing-masing orang bo-leh melakoeken perkerdjaannja pengetjap. atawa orang jang mengaloewarken kitab, atawa orang berdagang peker-djaan tjap, asal dia membri tanggoengan dengan soekanja Kandjeng Goebernement.
298
Aken tetapi banjakkali soerat chabar di tanah India-Xederland di kaloewarken olch satoe kongsi jang tiada ada namanja (naamloose vennootschap) atawa oleh satoe kongsi jang ada namanja (vennootschap, onder een Jinna), sahingga Pengadilan tiada taoe tamtoe siapa jang misti membri tanggoengan di dalem perkara itoe.
Peratoeran itoe tiada sckali berkata dari kongsi jang boleh mengaloewarken kitab.
Di dalem perkara itoe Pengadilan Rad pan Djoestitie di Soerabaja kira-kira, aken Lid-Lid (sakoeto) sendiri dari kongsi itoe misti membri tanggoengan dan boekan kongsi (I W. 526J. Bagitoe djoega prentahnja Kandjeng Goe-bernement (Bijblad 116).
Di dalem 2 dari Peratoeran itoe masing-masing orang misti menanggoeng segala sa-soe\\vatoe dia toelis, atawa mentjapken. atawa mengaloewarken, atawa mendjoewalken, atawa tersiarken.
Maka siapa jang mendjoewalken, atawa mengaloewarken, atawa tersiarken soerat jang di tjap. dia misti menanggoeng itoe selama sampe dia soedah toendjoek pengetjapnja.
Maka pengetjap misti menanggoeng apa dia soedah tjap selama sampe dia soedah hoendjoek penoelisnja.
Aken tiada boleh menoendjoek seperti penoelis, atawa seperti pengetjap sa-orang jang tiada ada di bawah koe-wasa hoekoem dari madjelis hakim di tanah India-Neder-land (fatsal 11 dari peratoeran itoe).
Adapoen Staatsblad 1858 no. 73 prentah sopaja, aken berboewat kesalahan-kesalahan jang terseboet di dalem peratoeran atas soerat jang di tjap, perkara itoe misti di boewat dengan niat jang djahat dan dengan sengadja.
Menoeroet fatsal 13 dari Peratoeran itoe, maka pengetjap tiada boleh mengaloewarken kitab, sebelomnja dia kirim satoe lembar dari pekerdjaan tjap itoe, jang dia soedah taroh tanda tangannja doeloe. kapada kapala negri dan kapada Fiskaal dari Rad pan Djoestitie dan kapada kantor Sekertari di Betawie.
299
Adapoen akan soerat chabar dan segala lain pekefdja-an tjap, jang di kaloewarken pada ketika jang tamtoe {op geregelde tijdstippen), Peratoeran itoe prentah aken misti di kirim tjoema satoe lembar dari pekerdjaan tjap itoc kapada kapala Negri sadja.
Bagitoe tiada perloe, aken orang jang mengaloewarken soerat chabar, atawa pekerdjaan tjap, jang di kaloewarken pada ketika jang tamtoe (tetap) misti kirim satoe lembar dari pekerdjaan tjap itoe kapada toewan Fiskaal dari Rad pan Djoestitie, atawa kapada kantor Sekertarie (I. W. 308); dan djoega tiada perloe, aken namanja pc-ngetjap di seboetken di bawahnja pekerdjaan tjap itoe.
Fatsal 18 prentah aken di bawah sembarang perkara (artikel), jang boekan pemberitaan sadja (bloote nieuwstijding) misti di taroh tanda tangannja penoelis.
Fatsal 21 prentah, aken segala orang jang salah ke-djahatan atawa pelanggaran, jang di boewat dengan soerat-soerat jang di tjap, misti di hoekoem dengan hoekoeman jang soedah di prentahken di dalem Boekoe hoekoeman, jang misti koewat pada ketika itoe djoega di tanah India-Nederland, koetika Peratoeran itoe di dja-diken.
Maka lain dari pada itoe peratoeran itoe prentah djoega, aken kedjahatan dan pelanggaran jang bagitoe roepa dan peri halnja kedjahatan atawa pelanggaran itoe di boewat dengan soerat-soerat jang di tjap, memang misti djadi kebratannja.
Bagitoe di poetoesken oleh Pengadilan Besar Hoog-Ge-rechtshof dari India-Nederland; siapa dengan soerat jang di tjap memboewat kedjahatan fitnaii. atawa kedjahatan bikin bodo. memang misti di hoekoem dengan hoekoeman jang terseboet di dalem Boekoe kaadilan Hoekoeman jang koewat sekarang di tanah India-Nederland, sebab fatsal 387 dari Boekoe hoekoeman itoe, prentah, aken temponja jang Boekoe kaadilan hoekoeman itoe di djalanken, maka di brentiken hoekoem Djawa, dan hoekoem Wolandajang
300
lama, dan hoekoem Raumawie, (arr. H. G. 3 Juli 1872 I. W. 479; dan 7 Dec. 1878, I. W. 811).
Aken tetapi poetoesan-poetoesan itoe ada sjak lagi (aan twijfel onderhevig), sebab koetika Peratoeran atas soerat-soerat jang di tjap di kaloewarken (taoen 1856). Boekoe kaadilan hoekoeman Wolanda dan Djawa, belom djadi.
Maka sebab itoe memang Hoekoem Wolanda jang lama, dan Hoekoem Raumawie misti koewat dan misti di dja-lanken atas perkara itoe.
HOEBOENGAN.
303
SOERAT DAK WA.
(Fatsal quot;246 Inl. Reyl.j
Soerat dakwa jang di boewat oleh Fiskaal dari Landraad di kotta
di dalem perkaranja sa-orang pesakitan, bcrna-
ma „ oemoer taoen. peker-
djaan , di peranakkan di
, dan tinggal beroemah di ; di masoeken. di dalem pendjara di pada hari
Maka saja Djaksa besar dari Landraad
di kotta ;
Terlihat soerat prentahnja toewan President dari Landraad di Negri , di
dalem perkaranja pesakitan, jang terseboet di atas, jang di boewat pada hari
Terlihat soerat-soerat pepriksaan jang doeloe;
Membri taoe, aken soedah ada dan dapet katrangan, jang terseboet di bawah ini;
.................(1)
Maka teringal fatsal dari Boekoe kaadilan
hoekoeman atas orang bangsa Djawa, dan jang di sama-ken dengan bangsa Djawa, dan fatsal 246 dari Peratoeran dari djalanken Politie, dan kaadilan civiel, dan dari minta
1
Kanjataan jang trang dari segala perkara-perkara, dengan se-boetken kasaksijan dan segala perkara jang kedjadian lebeh doeloe, atawa jang kedjadian sama-sama kedjahatan itoe, atawa jang kedjadian di blakang, manajang boleh èntêngken atawa bratken salahnja pesakitan\'
304
hoekoeman dalem perkara crimineel atas orang Djawa dan lain bangsa. jang di samaken dengan bangsa Djawa di tanah Djawa dan Madoera.
Membri taoe aken pesakitan bernama
jang terseboet di atas, oemoer kira-
, di dan ting-trang sa-
pekerdjaan
kira taoen,
peranakkan di gal beroemah di lah kedjahatan Terboewat di
pada hari
tanggal
Dj aks a Besar dari Landraad di
305
B. SOERAT SITA.
{Fatsal 338 Inl. liegl.)
Saja Djaksa Besar dari Landraad di Negri.. .......................................................................gt;
Soedah melihat prentahnja Toewan President dari Landraad jang terseboet di atas, di boewat pada hari
........................................................................................18
dengan menbri prentah aken melakoekan hoekoem atas sa-orang pesakitan, jang terseboet di blakang ini. di hadepan Landraad, jang memoetoesken hoekoem di da-em perkara pelanggaran ;
Membri prentah aken kapada...............................................(!)
aken menjita dengan tempo..............................hari, pada sa-
orang pesakitan, bernama.............................................................,
oemoer kira-kira.............................taoen, di peranakkan di
............... ........................., tinggal beroemah di
..................................................., pekerdjaan........................
..............................., boewat mengadep besok hari.................
tanggal............................................18............, dj am...........pagi di
moeka Landraad di sini, djikaloe dia soeka boleh soeroeh bantoe oleh orang, jang toeloeng bitjara, dan djikaloe dia tiada boleh mengadep sendiri boleh melindoengken dirinja oleh orang jang di brinja koewasa dengan soerat Notaris, atavva soerat jang terboewat oleh Toewan Griffier dari Landraad, sopaja mendengerken dari dakwanja, jang terdakwa salah..................................................
3O6
Terboewat di ................................pada hari
....................................................18............
Djaksa besar jang terseboet di atas
Maka pada hari ini tanggal
..............18 ......... , saja..........................
(i) soedah kasieh trima kapada pesakitan
......................................................satoe toeroenan jang ge-
nap dari soerat sita jang terseboet di atas, dengan sita kapadanja di roemahnja pesakitan sendiri dan dengan bitjara di sitoe dengan pesakitan sendiri.
........................................................................(2)
C1) Namanja dan pangkatnja orang jang djalanken soerat sita. (2) Tanda tangannja orang jang djalanken soerat sita.